31.3 C
Bogor
Monday, July 27, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 565

Bangunan Pabrik Kayu di Leuwisadeng Hangus Terbakar

0

Leuwisadeng | Jurnal Bogor

Pabrik kayu di Kampung Paku, Desa Sadeng, Leuwisadeng, Kabupaten Bogor hangus terbakar api, Kamis (3/8/2023) pukul 02.00 Wib dini hari.

Api berasal diduga karena korsleting listrik dan api dengan cepat menjalar pada bangunan yang mudah terbakar.

Pemilik pabrik Ujang Rusmana (46) mengaku, kobaran api awalnya ditemukan pada bagian samping atap bangunan, karena material bangunan mudah terbakar api pun dengan cepat menghanguskan area bangunan.

“Kronologinya waktu malam kurang lebih jam 2, kita masih di rumah terus tetangga datang ke rumah ngasih tau ada api diatas bangunan, pas saya lihat sudah mulai menjalar lewat atas bangunan,” kata Ujang Rusmana.

Dia menjelaskan, diduga kobaran api yang membakar pabriknya itu karena korsleting listrik dan dalam peristiwa itu tidak menimbulkan korban jiwa.

“Untuk pemadaman awalnya semuanya juga pasrah, karena harus pakai damkar, ketika damkar datang bangunan sudah 70 persen hangus, padamnya api selesai jam 5 sekitar 3 jam api baru padam, alhamdulillah tidak ada korban,” katanya.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, Ujang memperkirakan kerugian yang dialami dirinya itu mencapai ratusan juta rupiah.

“Saat ini kita lakukan bersih bersih material yang yang bisa digunakan kembali, yang terbakar dua set mesin dan kayu-kayu kerugian diperkirakan 150 juta sampai 200 juta rupiah,” bebernya.

Sementara itu, petugas Damkar sektor Leuwiliang, Refgie Raulian mengatakan api tersebut baru bisa dipadamkan setelah mengerahkan 3 unit mobil pemadam kebakaran.

“Semalem yang kejadian di Desa Sadeng kami kerahkan 2 unit mobil pemadam dari Leuwiliang dan 1 dari Ciomas, karena kondisi jarak pengambilan air lumayan jauh api baru dipadamkan 3 jam,” pungkasnya.

** Andres

Warga Kiarasari Shalat Gaib

0

Doakan 8 Warga yang Terjebak di Lubang Tambang

Sukajaya | Jurnal Bogor

Warga Desa Kiarasari, Sukajaya, Kabupaten Bogor menggelar shalat gaib dan doa bersama di halaman kantor desa, Rabu (2/8/2023). Sejumlah warga, tokoh masyarakat, agama, kepala desa beserta jajaran, hingga anggota DPRD Kabupaten Bogor, Nurodin hadir untuk mendoakan warga yang terjebak di lokasi tambang emas rakyat di wilayah Banyumas, Jawa Tengah yang dilaporkan terjebak tidak bisa keluar pada Selasa (25/7/2023) lalu.

Kepala Desa Kiarasari Ahyar Suryadi mengatakan, shalat gaib dan doa bersama tersebut untuk mendoakan 8 orang korban warga Kabupaten Bogor yang terjebak di lubang tambang emas tersebut.

“Mudah-mudahan amal ibadah korban dapat diterima oleh Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan atas musibah ini,” ungkap Ahyar Suryadi.

Pria yang akrab disapa Jaro Ahyar itu menyampaikan, pihak keluarga korban yang berasal dari wilayahnya  sudah mengikhlaskan atas musibah yang terjadi.

“Keluarga (korban) di Desa Kiarasari sudah mengikhlaskan, atas mereka yang sedang mencari nafkah untuk anak istrinya,’ katanya.

Menurutnya, alasan Tim SAR Gabungan menghentikan proses pencarian sudah sesuai Standad Operasional Prosedur (SOP) Basarnas.

“Alasan dihentikan yang mana pihak berwenang dalam hal ini Basarnas mempunyai waktu 7 hari. Pelaksanaan sampai 7 hari itu disepakati dengan keluarga,” katanya.

Selain itu, Jaro Ahyar menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak, khususnya unsur SAR dan juga Pemerintah Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Bogor yang sudah berjibaku dan berusaha mengevakuasi korban.

“Pihak keluarga sudah sadar dan menerima karena sulitnya proses evakuasi korban karena air di lubang itu tidak ada surutnya,” katanya.

Sebelumnya disebutkan, pencarian 8 orang korban penambang emas di Desa Pancurendang, Ajibarang, Kabupaten Banyumas, dihentikan setelah 7 hari operasi. Ke-8 penambang terjebak di dalam lubang tambang dengan kedalaman 60 meter.

Delapan orang penambang emas tersebut seluruhnya berasal dari Kabupaten Bogor, yakni Cecep Suriyana (29), Muhamad Rama Abd Rohman (38), Ajat (29), Mad Kholis (32), Marmumin (32), Muhidin (44), Jumadi (33), dan Mulyadi (40).

** Andres

Tiang Listrik Dekat Rumah Bikin Was-was Warga

0

Nanggung | Jurnal Bogor

Tiang listrik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) ULP Leuwiliang didirikan di atas tanah milik warga di Kampung Gunung Dahu Wetan, Desa Bantarkaret, Nanggung, Kabupaten Bogor membuat was-was warga. Pasalnya, keberadaan tiang tersebut dinilai warga cukup membahayakan pemilik rumah.

“Kemarin ini didirikannya, dan tidak ada izin juga perihal pendirian tiang ini,” kata salah satu warga Aam, Kamis (3/8/2023).

Aam mengaku tidak bisa tidur semalaman karena memikirkan bahayanya tiang tersebut. Bahkan, pendirian tiang berukuran besar tersebut tidak izin kepada pemilik tanah dan rumah tersebut. Dia menegaskan tidak pernah mengijinkan dibangunnya tiang listrik, namun tiba-tiba sudah dipasang.

“Iya, beberapa warga memang menolak atau tidak memberikan izin perihal pendirian tiang listrik ini,” katanya.

Sementara, salah satu pekerja ketika dikomplain hanya mengarahkan perihal tersebut untuk langsung ke PLN ULP Leuwiliang.

“Kita hanya pekerja disini, dan untuk titik titik mendirikan tiang ini sudah diarahkan. Coba langsung saja konfirmasi ke pihak PLN ULP Leuwiliang,” bebernya.

Melihat hal itu, Ketua LSM Genpar Sambas Alamsyah sangat menyayangkan pihak PLN tidak ada itikad baik terhadap warga atau pemilik lahan tersebut.

“Seharusnya mengedepankan etika terhadap pemilik lahan dalam mendirikan tiang listrik tersebut,” katanya. 

Hal ini, kata Sambas, ada aturan untuk pemasangan tiang listrik di tanah milik orang lain yang sudah jelas diatur dalam pasal 1, 2 dan pasal 3 Perpu no 51 tahun 1960 tentang larangan pemakaian tanah tanpa izin.

“Dalam kejadian ini, harus ada ganti rugi dari PLN kepada pemilik tanah,” bebernya.

Selain itu, Sambas juga akan melakukan upaya hukum, jika tidak ada itikad baik dari pihak PLN.

“Kami akan melakukan gugatan perbuatan melawan hukum terkait adanya peristiwa tersebut, sebagai mana diatur dalam pasal 385 KUHP, dengan hukuman pidana penjara maksimal 4 tahun,” pungkasnya.

** Andres

Wujudkan Pendidikan Inklusif, SBI Pabrik Narogong Berikan 463 Beasiswa

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor 

Guna meningkatkan kualitas pendidikan dan memberikan dukungan yang berkelanjutan bagi siswa-siswi setingkat SD, SLTP, hingga SLTA yang berasal dari sepuluh desa, serta SLB Mentari Citra Diri yang berada di Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) Pabrik Narogong yang merupakan anak usaha dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, kembali menyalurkan beasiswa sebanyak 463 yang diserahkan secara bertahap mulai 1-2 Agustus 2023.

Acara penyerahan ini dihadiri oleh perwakilan dari pihak SBI, pemerintah desa setempat mulai dari Kepala Desa dan MUSPIDES, MUSPIKA Klapanunggal, serta tokoh masyarakat. Pendidikan adalah pondasi bagi kemajuan dan perkembangan suatu bangsa untuk membangun masyarakat yang berbudaya, berwawasan, dan berdaya saing di era globalisasi.

Sayangnya, akses terhadap pendidikan berkualitas masih menjadi tantangan bagi banyak individu, terutama bagi mereka yang kurang mampu secara finansial.

“Melalui program SBI Peduli Pendidikan, kami ingin membantu agar setiap anak memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan serta memberikan kesempatan bagi generasi penerus agar dapat mewujudkan impian mereka”, tutur Nur Lailiyah, General Affairs & Community Relations Manager SBI Pabrik Narogong kepada Jurnal Bogor, Kamis (3/8/23).

Menurutnya, SBI Peduli Pendidikan merupakan sebuah program kepedulian dan wujud nyata komitmen perusahaan dalam memberikan kontribusi positif bagi masyarakat melalui investasi jangka panjang di dunia pendidikan.

Selain beasiswa berupa dukungan finansial, SBI Peduli Pendidikan juga berfokus pada peningkatan nilai akademis dan non-akademis siswa kelas 12 yang akan melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi melalui program bimbingan belajar terpadu bernama Genius Local.

“Program ini bukan hanya tentang beasiswa, tetapi juga bagaimana cara kami dalam memberikan nilai tambah serta membentuk calon pemimpin masa depan yang berkualitas untuk mewujudkan masa depan yang kita mau. Hal ini sejalan dengan tujuan dari pembangunan berkelanjutan perusahaan dalam menciptakan kesempatan bagi individu untuk meraih potensi terbaik mereka”, sambung Laily.

Selain penyerahan beasiswa, SBI Pabrik Narogong juga mengadakan seminar parenting dengan tajuk “Ketika Tubuhku Tak Lagi Sama” bagi orang tua siswa penerima beasiswa SBI Peduli Pendidikan pada 3 Agustus 2023.

Dihadiri oleh tiga narasumber ilmu kedokteran, dr. Siti Masitoh, MARS, Puskesmas Klapanunggal, dr. Hasanah, SpKJ, MARS, serta dokter perusahaan, dr. Laurence Handoko, acara ini bertujuan untuk membantu peningkatan pemahaman pubertas pada remaja bagi orang tua murid.

“Peran orang tua dalam memantau pertumbuhan pubertas anak sangat penting untuk mengatasi tantangan dan perubahan yang terjadi. Oleh karena itu, kami berupaya menginformasikan beragam metode pendekatan yang efektif kepada orang tua supaya dapat memberikan dukungan kepada  anak dalam mengatasi masa transisi yang penting ini. Di sisi lain, kami juga ingin meningkatkan kewaspadaan orang tua terhadap perkembangan anak melalui sumber-sumber informasi yang kredibel agar ketika terjadi permasalahan bisa segera mungkin dicari solusi dan penanganannya”, imbuh Laily.

Selama lebih dari 15 tahun,sambung Laily,  program beasiswa SBI Peduli Pendidikan telah didistribusikan kepada hampir 6000 siswa di sekitar area operasional Pabrik Narogong. Hal ini terus dilakukan oleh SBI Pabrik Narogong agar dapat menciptakan dampak positif yang signifikan dalam masyarakat serta mengubah masa depan seseorang dan mendorong perubahan sosial yang lebih besar.

Untuk diketahui, Tentang PT Solusi Bangun Indonesia Tbk PT Solusi Bangun Indonesia Tbk adalah sebuah perseroan terbuka yang mayoritas sahamnya (83,52%) dimiliki dan dikelola oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG. Perseroan menjalankan usaha yang terintegrasi dari semen, beton siap pakai, agregat dan layanan pengelolaan limbah yang mengoperasikan empat pabrik semen di Narogong (Jawa Barat), Cilacap (Jawa Tengah), Tuban (Jawa Timur), dan Lhoknga (Aceh), dengan total kapasitas 14,8 juta ton semen per tahun, dan mempekerjakan lebih dari 2.000 orang. Nay Nur’ain

Tawuran Pelajar di Klapanunggal, 1 Orang Kena Sabetan Sajam

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor 

Sejumlah pelajar dari dua sekolah terlibat tawuran di kawasan Klapanunggal, Kabupaten Bogor yang mengakibatkan satu orang terluka akibat sabetan benda tajam, Kamis (03/08/2023).

“Iya ada satu orang, luka kena sabetan. Masih dalam penanganan dokter, (dirawat) di RSUD Cileungsi,” ucap Kanit Reskrim Polsek Klapanunggal Iptu AM Zalukhu saat dikonfirmasi.

Menurutnya, tawuran pelajar itu diketahui sekitar pukul 07.00 WIB. Satu pelajar ditangkap akibat kejadian itu. Terkait kronologi dan motifnya, polisi masih melakukan pendalaman.

“Terkait bagaimana cara dan apa motifnya, kami belum bisa menyimpulkan karena masih dalam penyelidikan. Kita masih memeriksa beberapa orang di lapangan,” jelasnya.

Zalukhu mengatakan pihaknya menerima informasi dari warga, terkait adanya sekelompok pelajar yang diduga terlibat tawuran sehingga anggota kepolisian langsung terjun ke lokasi.

” Iya kita dapat informasi, rekan-rekan kita yang patroli ke sana, kemudian bersama warga kita mencoba membubarkan mereka. Sejauh apa keterlibatannya masih didalami,” imbuhnya.

Sementara Kapolsek Klapanunggal AKP Irrine Kania Defi sebelumnya membenarkan adanya pelajar ditangkap di wilayahnya. Dia ditangkap diduga setelah menyerang pelajar lainnya.

“Iya (ada pelajar ditangkap karena menyerang pelajar lain),” kata Irrine.

Dia belum menjelaskan kronologi terkait kejadian tersebut. Pihaknya tengah melakukan pendalaman. Informasi selanjutnya akan disampaikan setelah dilakukan pendalaman.

“Sedang didalami, nanti saya info,” singkatnya.

** Nay Nur’ain

Pemkot Siapkan Pembangunan GOM Bogor Barat

0

jurnalinspirasi.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berencana membangun Gelanggang Olahraga Masyarakat (GOM) Bogor Barat senilai Rp6 hingga Rp7 miliar pada tahun anggaran 2024 mendatang.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mengatakan bahwa Pemkot saat ini tengah fokus mempersiapkan akses jalan ke lokasi GOM agar saat pembangunan tidak terkendala dalam membawa material.

“Kemudian alat alat berat yang nantinya harus masuk ke area pembangunan yang harus diamankan aksesnya,” ujar Dedie kepada wartawan, Selasa (1/8).

Hal itu, sambungnya, agar pembangunan sarana prasarana olahraga itu tak terhambat. Sebab, pembangunan itu sebagai sarana penunjang Porprov 2026 mendatang.

“Konsep GOM ini dikombinasi, ada lapangan sepakbola, Gor indoor yang bisa dipakai basket dan bulutangkis,” katanya.

Selain itu, kata Dedie, pembangunan ini juga untuk meningkatkan aktifitas keolahragaan di masyarakat. “Ya seperti mini soccer. Karena lahannya cukup memadai ini ada satu setengah hektare yang bersebelahan dengan GKI,” jelasnya.

Kata dia, nantinya akses masuk GOM akan dibagi dua jalur. Yakni, dari Jalan KH Abdullah Bin Nuh dan Pangkalan Batu.

“Yang harus kita pikirikan akses masuk karena ketinggian permukaan jalan dengan lokasi areanya kan cukup tinggi. PUPR nanti membuat cara supaya jalurnya aman, landai dan juga memadai,” ungkapnya.

Saat disinggung mengenai kondisi lalu lintas yang kerap macet di sekitar lokasi pembangunan. Dedie menegaskan bahwa Pemkot Bogor sempat mengusulkan pembangunan flyover ke Balai Besar Jalan Nasional, namun terbentur dengan anggaran.* Fredy Kristianto

Cegah Terjadinya Kecelakaan Kerja, PPLI Kaji tingkat Kepatuhan Karyawan Dalam Prosedur Keselamatan Kerja

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor

Perusahaan pengolahan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) terus melakukan pembenahan dan penguatan ketaatan seluruh karyawan dalam melaksanakan prosedur kerja kesehatan dan keselamatan kerja (K3) dan penggunaan APD (alat pelindung diri) sebagai upaya mencegah terjadinya kecelakaan kerja di lingkungan perusahaan.

Perusahaan yang sebagian besar sahamnya dikuasai DOWA Eco-system Co. Ltd. asal negeri Sakura Jepang tersebut dikenal sebagai perusahaan dengan tingkat kedisiplinan tinggi dan ketat dalam penerapan aturan kerja.

Untuk memastikan seluruh karyawan melaksanakan aturan  K3 dan mengenakan APD sesuai ketentuan di masing-masing unit kerja, PPLI melakukan riset yang diikuti lebih dari separuh karyawan tentang pemahaman prosedur keselamatan kerja dan ketaatan penggunaaan APD saat bertugas. Demikian diungkapkan Manager SHEQ PPLI, Agus Kartiwan usai kegiatan riset awal pekan ini.

“Kegiatan ini dilakukan dalam rangka mengukur iklim HSE di tempat kerja dan HSE Management System Assessment untuk membantu PPLI meningkatkan Safety Culture di tempat kerja,” ungkapnya.

Hasil dari kajian dan survei tersebut, lanjut Agus ada banyak rekomendasi perbaikan yang perlu dijalankan dan diterapkan di PPLI.

“Saat ini semua rekomendasi sedang direview secara internal dan action plannya dilaporkan ke manajemen,” terang Agus.

Disinggung soal adanya rekomendasi perbaikan, Agus menjelaskan akan dilakukan secara menyeluruh mulai meningkatkan keterlibatan,  tanggungjawab dan akuntabilitas para atasan atau leader di dalam isu-isu terkait HSE di tempat kerja.

“Memastikan semua leader hadir di area kerja dan menjadikan HSE sebagai isu yang menjadi topik wajib di setiap meeting di lapangan. Mereview semua area kerja dan aktivitas yang memiliki potensi risiko tinggi terjadi kecelakaan serta memastikan mereka yang bekerja di area tersebut memiliki kompetensi yang diperlukan agar meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja,” bebernya.

Ditanya sanksi, Agus menegaskan sanksi terberat bagi pelanggaran safety culture baik dalam penggunaan APD atau SOP adalah pemutusan hubungan kerja.

“Sanksi dari teguran lisan sampai pemecatan disesuaikan dengan bentuk pelanggaran yang dilakukan. Tentunya untuk proses hukum diserahkan kepada aparat penegak hukum jika dalam pelanggaran safety culture itu ada dugaan unsur pidananya,” tutup Agus.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk keseriusan PPLI merespons kecelakaan kerja yang dialami karyawannya beberapa bulan lalu di Riau. “Sisi positif atas kejadian itu, PPLI memperkuat safety culture di kalangan karyawan agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi,” imbuh Manager Humas dan Legal PPLI, Arum Tri Pusposari menambahkan.

** Nay Nur’ain

Proyek Urukan Coco Garden Ganggu Pengguna Jalan

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor

Aktivitas keluar masuk truk proyek urukan di area Perumahan Coco Carden banyak mendapat komplain dari warga. Pasalnya, puluhan truk pengangkut urukan tersebut di parkir di ruas jalan utama Coco Garden sebelum masuk ke areal proyek. Akibatnya, ruas jalan menjadi sempit dan mengganggu para pengguna jalan.

“Iya ini bikin sempit jalan. Jalan juga jadi kotor dan berdebu karena ini banyak sekali truk yang parkir disini,” kata Samsudin, salahsatu warga Klapanunggal kepada Jurnal Bogor, Kamis (3/8/2023).

Menurut dia, pengerjaan proyek tersebut seperti kurang perencanaan dalam pengaturan armada pengangkut tanah. Karena truk-truk tersebut di parkir di pinggir jalan dan tidak masuk ke areal proyek. “Ini semua parkir di kanan dan kiri jalan. Ya otomatis jalan ini jadi sempit dan mengganggu sekali,” tukasnya.

Samsudin mengaku tidak mengetahui proyek apa akan dikerjakan di area perumahan Coco Garden tersebut. Karena saat ini yang terlihat hanya ada proses pengurukan dan perataan lahan.

“Kalau mau buat apa saya juga kurang tahu. Yang jelas itu ada lahan yang lagi diuruk di seberang kantor desa,” ujarnya.

Ia berharap, kondisi kesemrawutan truk-truk yang membawa tanah urukan tersebut tidak terjadi lagi, dan pihak pengelola proyek dapat mengatur keluar masuk truk ke area proyek sehingga tidak ada truk yang terparkir di pinggir jalan.

“Kalau bisa jangan ada lagi truk yang terparkir di kanan dan kiri jalan ini karena sangat mengganggu. Harusnya pihak yang mengerjakan proyek ini bisa mengaturnya agar tidak seperti ini,” tukasnya.

Sementara itu, salahsatu sopir truk pengangkut tanah urukan tersebut mengatakan, truk terpaksa parkir di pinggir jalan lantaran tidak bisa masuk ke area proyek.

“Belum bisa masuk ke dalam karena masih dirataain sama alat berat jadi ngantre untuk buang tanah,” jelasnya.

** Taufik / Nay

Empat Desa di Sukamakmur Rawan Kekeringan

0

Sukamakmur | Jurnal Bogor

Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor merupakan salah satu wilayah di Bogor Timur yang termasuk wilayah rawan kekeringan. Mengeringnya aliran Sungai dan tidak adanya curah hujan menjadi salah satu penyebab utama wilayah tersebut kerap mengalami kesulitan air bersih pada saat musim kemarau.

“ Di Kecamatan Sukamakmur sedikitnya ada empat desa yang rawan kekeringan yakni Desa Pabuaran, Sukadamai, Sukamulya, dan Wargajaya,” kata Camat Sukamakmur, Bakrie Hasan kepada wartawan, Kamis (3/8/23).

Menurut dia, penyebab kekeringan tersebut lantaran mengeringnya aliran sungai sebagai sumber utama air untuk warga dan tidak adanya curah hujan dalam waktu yang cukup lama. Sedangkan untuk Desa Pabuaran, kekeringan sumber air karena tertutupnya irigasi akibat bencana longsor beberapa waktu lalu.

“ Jika masuk musim kemarau, otomatis beberapa wilayah di Sukamakmur akan mengalami kesulitan sumber air bersih dikarenakan tidak adanya sumber air yang biasa dimanfaatkan oleh warga,” ujarnya.

Bakrie mengaku, persoalan ini kerap terjadi pada saat musim kemarau. Ia mengaku sudah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bogor untuk menanggulangi permasalahan pasokan air bersih untuk warga.

“Sudah kami agendakan untuk menyediakan pasokan air bersih bagi warga yang membutuhkan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Aris Nurjatmiko mengatakan pihaknya sudah menyiapkan tim reaksi cepat BPBD untuk melakukan penanganan jika ada wilayah yang terdampak kekeringan dan kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.

“Memang pemerintah provinsi sudah menetapkan status siaga untuk penangangan kekeringan ini. Oleh karena itu kita akan bergerak cepat jika ada wilayah yang dilanda kekeringan dan kekurangan pasokan air bersih,” singkatnya.

** Taufik/Nay

HMI MPO Nilai Rotasi Disdik Bukan Solusi

0

jurnalinspirasi.co.id – Polemik dugaan kecurangan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2023, kembali menuai sorotan. HMI MPO pun menilai bahwa kekacauan yang terjadi merupakan tradisi buruk pemerintah dalam penanganan pendidikan.

Ketua HMI MPO Cabang Bogor, Irfan Yoga mengatakan bahwa jauh sebelum mencuat ke publik pihaknya sudah mewanti-wanti hal tersebut dengan melakukan audiensi dan memberikan rekomendasi ke beberapa pihak terkait. Namun, hal itu tak digubris.

Justru, kata dia, setelah masalah itu mencuat ke permukaan, wali kota malah melakukan rotasi pejabat Dinas Pendidikan (Disdik) hingga kepala sekolah SMP. Hal tersebut, sambungnya, bukan merupakan solusi dalam membenahi kekacauan PPDB.

“Sebab, ya mereka masih bisa melakukan hal yang sama di tempat yang baru. Kenapa tidak demosi sekalian agar memberi efek jera kepada pejabat Disdik ataupun kepala sekolah yang ikut bermain pada PPDB jalur zonasi,” ujar Irfan dalam keterangan tertulisnya, Rabu (2/8).

HMI MPO menilai, seharusnya wali kota melakukan tindakan tegas dengan mengajukan pemecatan dan menonjobkan oknum-oknum yang diduga terlibat di dalamnya.

Selain itu, kata Irfan, pihaknya juga mempertanyakan mengapa hanya Disdik dan kepala sekolah saja yg di rotasi. “Mengapa tidak Disdukcapil sekalian yang kami duga ikut terlibat juga dalam masalah PPDB sistem zonasi,” tegasnya.

Lebih lanjut, kata dia, HMI MPO berharap dalam satu dua hari kedepan Pemkot Bogor memberikan solusi bagi anak-anak yang belum bersekolah karena ulah Pemkot Bogor itu sendiri.

“Ya, entah itu penambahan kelas di sekolah-sekolah atau di sisipkan ke sekolah-sekolah masih memiliki kuota,” tandasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Bogor Bima Arya merombak komposisi pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, termasuk jabatan kepala sekolah, Senin (31/7).

Bima mengatakan bahwa rotasi kali ini adalah pembelajaran dan pembenahan dan pembenahan atas persoalan dalam PPDB.

“Saya menggunakan kewenangan yang dimiliki untuk melakukan penyegaran pimpinan sekolah di SMP dan SD,” kata Bima

Dalam rotasi kali ini, Bima mengganti tiga pejabat di Disdik, 31 kepala sekolah SD, dan delapan kepala sekolah SMP.

Bima berharap, penyegaran ini dapat memberi pembelajaran kedepannya. “Jadi delapan Kepala Sekolah SMP yang bergeser, yang saya harapkan menjadi pembelajaran dan penyegaran. Di Dinas Pendidikan juga, Sekretaris Pendidikan dan dua Kabid SD SMP bergeser, dan saya tugaskan secara khusus untuk membangun sistem yang baik,” jelasnya.

Bima mengaku telah memegang laporan setebal 30 halaman dari Inspektorat Kota Bogor mengenai permasalahan yang terjadi saat PPDB. Sehingga, sambung dia, pihaknya melakukan langkah konkret atas laporan itu.

“Pembenahan itu ada di di Disdukcapil, jadi saya minta operator tidak lagi memiliki kewenangan otorisasi tanda tangan elektronik. Otoritas itu harus ada di pimpinan struktural diatas. Dan saya minta dilakukan pergeseran, pergantian seluruh operator,” bebernya.

Bima meminta kepala Disdukcapil menarik kembali kewenangan otoritasi terkait dengan perpindahan dokumen kependudukan di tingkat operator,” tegasnya.

Lebih lanjut, kata Bima, Disdukcapil Kota Bogor juga harus memiliki sistem. Sehingga setahun sebelum PPDB persyaratan untuk pindah domisili atau menitip keluarga tidak bisa dilakukan.

Bima juga meminta Disdik untuk mengevaluasi sistem PPDB. Sebab, berdasarkan hasil penelusuran, verifikasi administrasi scan barcode dari administrasi pendaftar, verifikasi faktual tak dilakukan sehingga menyebabkan persoalan.

“Disdik harus membentuk panitia khusus PPDB ini, seperti tahun lalu yang tidak dilakukan. Saya tegur keras dua dinas ini, sebagian dilakukan pergeseran, tetapi sistem harus dilakukan pembenahan,” ungkap Bima.

Bima berjanji akan mengkaji terlebih dahulu hasil laporan berdasarkan rekomendasi dari Inspektorat Kota Bogor.

“Jadi ini rinci sekali, langkah-langkahnya apakah saya akan menerbitkan Perwali khusus, sehingga PPDB tahun depan sudah disiapkan dari sekarang, untuk mencegah manipulasi dan memastikan bahwa warga yang berhak memperoleh hak,” ucapnya.* Fredy Kristianto