27.7 C
Bogor
Saturday, April 25, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 564

Dedie A Rachim Siapkan Bonus Rp 25 Juta Bagi Peraih Emas Popda Jabar 2023

0

Bogor | Jurnal Bogor

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, secara resmi melepas Kontingen ‘Kota Hujan’ menuju Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Barat 2023, yang akan dilangsungkan di Kota Bandung dan Kabupaten Bandung, mulai 30 Juni hingga 9 Juli 2023.

Pelepasan Kontingen Kota Bogor sendiri dilaksanakan di Gelanggang Olahraga (GOR) Indoor A Pajajaran, pada Senin (26/6/2023).

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mengucapkan, selamat bertanding kepada semua atlet, pelatih serta official yang akan berlaga di ajang Popda Jabar 2023.

“Saya ingin kalian harus membawa nama baik Kota Bogor. Namun tidak lupa, tetap junjung tinggi sportivitas selama pelaksanaan Popda berlangsung,” kata Dedie A Rachim.

Selain itu, kata Dedie, dirinya juga meminta kepada seluruh atlet untuk tidak pernah takut terhadap daerah manapun.

“Saya yakin kalian ini adalah atlet-atlet pilihan yang akan membanggakan Kota Bogor, dan orang tua. Jadi saya minta jangan pernah takut terhadap lawan-lawan di ajang Popda 2023,” tambah Dedie.

Tak hanya itu, Dedie juga menyampaikan, bahwa peraih medali emas di ajang Popda Jabar 2023, akan diguyur bonus sebesar Rp 25 juta rupiah.

Sementara itu, Ketua Kontingen Kota Bogor, yang merupakan Kadispora Kota Bogor, Herry Karnadi, menyampaikan, bahwa Kontingen ‘Kota Hujan’ diperkuat 210 atlet, berikut pelatih dan official.

Adapun cabang olahraga yang diikuti sebanyak 16 cabor, di antaranya angkat besi, atletik, bola basket, bulutangkis, judo, karate, kempo, panahan, panjat tebing, pencak silat, panahan, renang, taekwondo, tarung derajat, tenis lapang, tenis meja dan tinju. Sedangkan target medali emas, yakni 67 medali emas. ( asep syahmid)

Bangunan Resto dan Villa di Jalur Sungai Cipamingkis Siap-siap Dibongkar

0

Sukamakmur | Jurnal Bogor

Kasat Pol PP Kabupaten Bogor, Cecep Imam Nagarasid mengecam pengusaha yang membuat bangunan di sepanjang Sungai Cipamingkis. Apalagi ada tanah milik irigasi yang digunakan, dirinya berjanji akan menindaklanjuti persoalan tersebut dan memastikan akan melakukan pembongkaran untuk bangunan yang jelas-jelas ada dibantaran kali.

“Kami akan merapikan kawasan Puncak dulu, semua bangunan yang ada di sepanjang kali di wilayah Puncak akan kami sisir dan kami bersihkan. Dalam hal ini bukan hanya tugas Satpol PP saja, tapi pengawasan bangunan juga harus ikut andil riwehnya, karena persoalan ini tidak luput dari tupoksinya mengawasi bangunan,” tandasmya.

“Sekalipun itu hak milik, jika melanggar aturan dan ada di jalur bantaran sungai akan saya bongkar bangunannya, jadi untuk pengusaha tolong lah taati prosedur dan untuk Pemcam dan Pemdes tolong di awasi juga, karena itu ada diwilayah kalian. Jadi kalian lah yang lebih tau itu berizin atau tidak,” pungkasnya.

Seperti diketahui, makin banyaknya bangunan tanpa izin di wilayah jalur Puncak Dua Sukamakmur, Kabupaten Bogor seolah membuat Pemda Kabupaten Bogor tak berdaya. Pasalnya, bangunan villa dan tempat wisata yang tidak disertai izin tersebut berani dilakukan terang terangan oleh pengusaha dan hanya menjadi tontonan bagi Penegak Perda di wilayah. Pemerintah Desa dan Pemerintah Kecamatan yang seolah sudah ‘damai’ dengan keberadaan mereka.

Bukan hanya dilahan milik pribadi, namun bangunan villa, restoran dan tempat wisata tak berizin kini sudah menyentuh garis sepadan Sungai Cipamingkis yang dibuat mengecil akan keberadaan tempat wisata bodong tersebut. Lebih mirisnya lagi,  jarak antara tempat wisata yang menggerus bagian Sungai Cipamingkis dan menggunakan jalan milik irigasi tersebut sangat dekat dengan Kantor Desa dan Kantor Kecamatan Sukamakmur.

Sebelumnya, Sekretaris Desa Sukamakmur, Ade mengatakan, jika bangunan villa dan restoran tersebut memang menggunkaan lahan milik irigasi untuk jalan masuknya. Menurut Ade, sejauh ini baru ada sebatas izin lingkungan yang dilakukan oleh tangan kanan pengusaha tersebut yang merupakan salah satu tokoh masyarakat di Sukamakmur.

“Untuk izin lingkungannya sudah, tapi untuk IMB dan izin wisatanya saya rasa belum diurus, karena sebelumnya pada saat Kanit Pol PP sebelumnya, sudah dilakukan pemanggilan dan peneguran kepada pengusaha tersbut. Karena bangunan nya membuat bagian badan Sungnai Cipamingkis mengecil,” ungkap Ade beberapa waktu lalu kepada Jurnal Bogor.

Ade menyebut, lahan itu memang milik pribadi, tapi secara aturan yang dia tau, untuk jarak garis sepadan sungai ialah sampai 15 meter. Untuk itu, bisa dihat sendiri berapa jarak antara bangunan dan Sungai Cipamingkis tersebut.

“Saya hanya berharap, pengusaha yang ada di Desa Sukamakmur bisa mengurus izin usahanya, karena aturan prosedur yang mereka taati itu nantinya akan berpengaruh terhadap PAD desa dan BHPRD kami. Jadi mereka berusaha di wilayah kami juga ada kontribusi pajaknya yang kami nikmati,” paparnya

“Jika tidak ada izinnya bergini kan, siapa yang akan menikmati pajaknya. Mungkin dia bayar pajak, tapi masuk kepada siapa,” imbuhnya.

** Nay Nur’ain

Jadi 13 Jenis Marchandise,  Rubo Mulai Diproduksi Pelaku UMKM

0

KOTA Bogor kini resmi memiliki maskot. Wali Kota Bogor Bima Arya melaunching maskot bernama Rusa Bogor (Rubo) tepat di Hari Jadi Bogor (HJB) ke-541 tahun, pada Sabtu (3/6/2023).
RuBo bakal menjadi brand ambassador Kota Bogor dan juga penyemangat dalam kegiatan pemerintah dan masyarakat Kota Bogor. Seperti apa?

Wali Kota Bogor Bima Arya melaunching maskot bernama Rusa Bogor (Rubo) tepat di Hari Jadi Bogor (HJB) ke-541 tahun, pada Sabtu (3/6/2023)

Maskot Rubo tidak asal jadi, tapi melalui proses dan perencanaan yang matang. Sebelumnya tim dari Pemkot  melakukan kajian survei selama delapan hari dari 13-20 April 2023. Ada 3.169 responden, 81 persen warga Kota Bogor dan 19 persen warga luar Kota Bogor.
Hasil kajian survei berupa kuesioner ini kemudian disayembarakan. Sayembara desain yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor pada 28 April-10 Mei 2023 diikuti 88 peserta secara nasional dengan melibatkan juri dari seniman, akademisi dan perwakilan masyarakat.
Desain RuBo dirancang langsung Mahdi Albart warga Gunung Batu, Kecamatan Bogor Barat. Sedangkan kostum RuBo dibuat Romas, pengrajin kostum cosplay yang sudah ahli asal Malabar, Kecamatan Bogor Tengah.
Menurut Bima Arya RuBo saat ini menjadi milik semua warga Kota Bogor dan boleh diproduksi oleh seluruh UMKM di Kota Bogor sebagai merchandise. “Jadi kalau orang Jakarta dan sekitarnya ke Bogor tidak hanya mencari roti unyil, talas dan lainnya, tetapi juga merchandise RuBo,” katanya.
Dirinya juga menyatakan, tidak boleh ada monopoli dalam penggunaan desain maskot dan pembuatan merchandise RuBo. Meski dibebaskan memproduksi merchandise, Bima melarang masyarakat membuat kostum RuBo terlebih dijadikan badut untuk ‘ngamen’ .

Ia menegaskan hanya ada satu RuBo di Kota Bogor, tidak boleh ada di jalanan atau persimpangan jalan. Jika masyarakat yang ingin mengundang RuBo dipersilahkan bersurat ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor, seperti untuk acara istimewa, mengenalkan program-program dinas/OPD dan acara lainnya.
Kedepan RuBo menjadi brand ambassador Kota Bogor dan juga penyemangat dalam kegiatan pemerintah dan masyarakat Kota Bogor, termasuk saat Kota Bogor menjadi tuan rumah gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat tahun 2026.
Saat ini UMKM sudah memproduksi barang-barang bertemakan Maskot Rubo dengan ciri khas berwarna biru dan hijau tersebut. “Ini udah mulai banyak produksi-produksi si RuBo, nah ini ada kantong untuk belanja si RuBo, pajangan si RuBo, tempat minum, kemudian gantungan,” kata Bima Arya.

Kemudian, yang menarik adalah kue RuBo. Dalam instagram milik Bima Arya, ia juga sempat mencicipi makanan unik tersebut. “Jadi warga Bogor silahkan berkreasi, untuk UMKM Kota Bogor manfaatkan, silahkan boleh DM saya, boleh japri, enaknya si RiBo dibuat apa lagi, ada roti si RuBo barangkali,” ucap dia.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Bogor, Yane Ardian mengatakan, agar tertib dalam produksi RuBo, maka ada persyaratan UMKM Marchandise Rubo yang harus dipenuhi, pertama UMKM Kota Bogor yang hanya memiliki KTP Bogor, anggota desranasda Kota Bogor, memiliki nomor induk berusaha.
Lalu, syarat lainnya adalah marchandise diproduksi di Kota Bogor, disain sesuai standar yang ditetapkan Pemkot Bogor, serta karya mereka harus lulus proses kurasi pengelola galeri 100% Bogor Pisan.

“Pengelola galeri 100% Bogor Pisan melakukan kurasi sebenarnya lebih pada spesifik dan warna saja. Aspek lainnya silahkan berkreasi bebas,” imbuh dia.
Meski belum genap satu bulan, hingga saat ini sudah ada 13 jenis produk, dan sudah 24 pelaku usaha yang mengajukan hasil karya bertemakan Maskot RuBo.
Adapun, produk RuBo yang bisa ditemui saat ini mulai dari pakaian baik kemeja, hoddie, kaos; gantungan kunci; bando; tumbler; mug; payung; tote bag, bantal, boneka.
Kemudian, keramik; snack/kue, pemasok; kalung; topi; dan terakhir kertas kado. “Harapannya dengan adanya Rubo, pelaku ekonomi kreatif di Bogor menyambut baik,” tukas dia.

Setiap anggota tubuh RuBo memiliki makna yang terkandung di dalamnya. Tanduk RuBo menyimbolkan kujang yang menjadi senjata khas Kota Bogor.
Wajahnya RuBo yang periang menggambarkan sifat warga Kota Bogor yang someah atau ramah. Simbol hati berwarna hijau di dahi RuBo menjadi identitas unik hewan rusa totol dan juga melambangkan cinta. Sementara 9 torol putih di badan RuBo menjadi simbol filosodi Tepas Lawang Salapan Dasakerta.
RuBo memiliki warna biru dan hijau lantaran kedua warna tersebut dianggap sebagai warna yang paling menggambarkan Kota Bogor berdasarkan hasil survey Pemkot sebelum sayembara.(*)

Relokasi Pemakaman Kampung Cohak Jadi Ajang Bisnis

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Sejumlah ahli waris yang keluarganya dimakamkam di tanah pemakaman umum Cohak Desa Nagrak, Gunung Putri, Kabupaten Bogor masih belum bisa menerima proses ganti rugi relokasi makam. Pasalnya, besaran kompensasi tidak sesuai dengan yang telah dijanjikan oleh panitia.

Awalnya, pihak ahli waris dijanjikan uang kompensasi sebesar Rp 700 ribu. Namun realisasinya, pihak panitia hanya memberikan uang kompensasi sebesar Rp 500 ribu.

“Uang kompensasi pemindahan lahan makam sebenarnya Rp 2 juta. Namun dipotong untuk tukang gali sebesar Rp 500 ribu, kain kafan Rp 300 ribu, bumbu Rp 30 ribu, papan Rp 40 ribu, penggalian lalandak Rp 30 ribu, batu nisan Rp 300 ribu, pemulasaran Rp 100 ribu dan tahlilan Rp 200 ribu. Jadi sisa yang diterima untuk ahli waris hanya Rp 500 ribu,” kata salah satu ahli waris, Sidi kepada wartawan, Senin (26/6/23).

Menurut dia, dalam praktiknya pemanfaatan dana kompensasi tersebut juga tidak transparan. Hal itu lantaran banyak informasi yang mengatakan jika pemanfaatan tidak sesuai dengan yang sudah dialokasikan. Salah satunya adalah anggaran untuk tahlilan yang besarnya mencapai ratusan juta. Namun realisasinya tidak seperti harapan.

“Biaya tahlilan itu 200 ribu dikalikan ribuan makam yang direlokasi. Nilainya sampai ratusan juta.Tapi kami tidak pernah mendapatkan laporan seperti apa pemanfaatannya dari panitia,” ujar dia.

Sidi mengatakan, proses relokasi pemakaman Cohak di Desa Nagrak sejak awal memang sudah mendapat penolakan dari warga. Pasalnya, tempat relokasi yang ditentukan tidak sesuai dengan harapan dari para ahli waris.

“Dari awal memang kami menolak kalau lokasinya tidak sesuai dengan aspirasi dari para ahli waris. Tapi entah ada permainan seperti apa akhirnya makam dipindahkan ke dekat jalan tol,” ujarnya.

Selain persoalan relokasi tanah makan, Sidi mengatakan persoalan lain yang sampai saat ini belum terselesaikan adalah, lahan pengganti pemakaman Cohak yang terkena proyek tol. Pasalnya, sampai saat ini pihak pengembang jalan tol maupun pemerintah belum menetapkan lahan pengganti yang dapat dimanfaatkan oleh warga sebagai tempat pemakaman umum.

“Sekarang kalau ada warga yang meninggal tidak ada tempat pemakaman umum. Jadi warga yang meninggal dimakamkan di dekat rumah atau lahan milik keluarga. Bagaimana kalau warga yang meninggal tidak punya tanah mau dimakamkan dimana ?’’ tegasnya.

Sidi berharap, persoalan relokasi dan penggantian lahan pemakaman umum ini dapat segera diselesaikan. Sehingga warga dapat memiliki kepastian terkait lahan pemakaman umum yang dapatdipergunakan oleh warga.

** Taufik/Nay

Gerindra Konsolidasi di Gunung Putri Siapkan Prabowo Jadi Presiden 2024

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Sebanyak 3.000 kader Partai Gerindra DPC Kabupaten Bogor menghadiri konsolidasi kemenangan Prabowo Subianto sebagai Presiden di Pilpres 2024 mendatang. Kegiatan yang diadakan di Gunung Putri itu dihadiri kader dari 3 kecamatan di Daerah Pilih (Dapil) 2,diantaranya Kecamatan Gunung Putri, Klapanunggal, dan Kecamatan Cileungsi.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Gerindra Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto mengatakan, setelah diadakan konsolidasi di Dapil I, Gerindra aman melakukan hal serupa di semua dapil yang ada di Kabupaten Bogor termasuk Dapil 2. Hal itu dilakukan untuk memantapkan para kader guna memenangkan Prabowo Subianto sebagai Presiden.

“Sebagai Ketua Bapilu, kami bukan hanya melihat Dapil 2, kemarin pembuktian di Dapil I. Kebetulan acara ini Ketua Panitianya adalah Irfan Maulana dari Dapil I sampai 6. Kita cukup optimis dan yakin, dalam berkompetisi dari tahun 2009 sampai hari ini, loyalis – loyalis Pak Prabowo tetap setia berjuang sampai akhir,” kata Rudy Susmanto kepada Jurnal Bogor, Senin (26/6/23)..

Rudy yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bogor itu mengaku sangat optimis untuk Kabupaten Bogor masih menjadi lumbung suara kemenangan Gerindra dan Prabowo.

“Saya juga sangat optimis Kabupaten Bogor masih menjadi lumbung suara untuk kemenangan Pak Prabowo,” ungkapnya.

Rudy menyebut, semakin dekatnya kontestasi pemilihan presiden nanti, dukungan kepada Prabowo semakin bertambah.

“Bahkan makin kesini optimismenya semakin bertambah, karena menjelang pemilihan Presiden yang semakin dekat ini kita melihat dukungan prabowo bukan berkurang, malah bertambah,” cetusnya.

Hal itu, lanjut Rudy, dibuktikan dengan kegiatan konsolidasi yang diawali oleh Dapil I, dipenuhi para kader Gerindra.

“Kemarin kegiatan di Pakansari dan hari ini di Gunung Putri, yang hadir adalah murni kader Partai Gerindra tanpa partai lain dan koalisi. Mereka hadir dengan sukarela dan sukacita untuk memenangkan Prabowo Subianto,” bebernya.

Senada, Adi Suwardi mengatakan, konsolidasi ini lebih ke penguatan akar rumput yang dihadiri para koordinator RT, RW, desa kordes dan kecamatan, yang pada akhirnya nanti lebih siap memenangkan Prabowo menjadi Presiden pada Februari 2024.

“Nah itu bagian dan upaya yang kita lakukan dari seluruh dapil yang ada di Kabupaten Bogor, khusus hari ini dapil 2 yang ada di 3 kecamatan dulu, Kecamatan Gunung Putri, Klapanunggal, dan Cileungsi, ini diikuti peserta tidak kurang dari 3000 peserta yang hadir,” paparnya Adi Suwardi.

“Yang lebih penting bagaimana persiapan di bulan Februari, kemenangan Gerindra dengan Prabowonya Preiden, itu yang menjadi target,” sambungnya.

Lebih lanjut dirinya menyampaikan, hari ini adalah lebih dari pada pemantapan, bagaimana untuk memenangkan Prabowo sebagai Presiden, dan tentunya Partai Gerindra juga harus menang.

“Kita sosialisasi kepada seluruh masyarakat, yang paling penting lebih mengedepankan bagaimana Gerindra hadir untuk kepentingan masyarakat, yang notabennya bagaimana masyarakat ini harus baik kedepan dari berbagai sektor, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan, serta sektor lainnya. Artinya kader-kader Gerindra bergerak untuk melakukan yang terbaik bagi masyarakat, kita serap aspirasi,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Gali Potensi Wilayah, GPSS Adakan Turnamen Sepak Bola Usia Dini

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Gunung Putri Soccer School (GPSS) menggelar launching turnamen sepak bola usia dini di lapangan sepak bola Rawa Lebak, Desa Wanaherang, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Senin (26/6/23). Turnamen diikuti 20 tim Sekolah Sepak Bola (SSB) yang terbagi menjadi  tiga katagori usia, yakni U-10, 11 dan U-12 tahun.

Ketua panitia penyelenggara GPSS Saman mengatakan, acara turnamen sepak bola ini dalam rangka lauching GPSS anak usia dini, yang diramaikan oleh SSB di Kabupaten Bogor maupun luar Kabupaten Bogor.

“Alhamdulillah hari ini kita melaksanakan pertandingan sepak bola anak usia dini, yang masih berusia 10, 11, dan 12 tahun, yang diikuti 20 tim, dari wilayah Kabupaten Bogor, Depok, Tangerang, dan daerah lainnya,” ucap Saman kepada Jurnal Bogor, Senin (26/6/23).

Menurutnya, ini adalah lauching pertama GPSS menggelar turnamen agar bisa memicu anak-anak berlatih sepak bola lebih semangat lagi. Selain itu, tujuan dari pertandingan ini adalah, untuk menggali bakat dan potensi anak usia dini dalam bermain sepak bola. Karena GPSS terbentuk berawal dari Olimpiade Olahraga Sekolah Nasional (O2SN)

“Kita melihat potensi anak-anak di bidang sepak bola itu sangat banyak peminatnya, tapi mereka tidak ada wadahnya. Maka dari itu terbentuklah GPSS, yang berada di Desa Wanaherang. Agar anak-anak yang berpotensi mempunyai wadah untuk mengembangkan bakatnya,” jelasnya.

Saman berharap, kedepannya anak-anak yang berpotensi di Desa Wanaherang bisa mewakili tingkat nasional bahkan internasional.

“Semoga anak-anak GPSS ini bisa berlatih lebih semangat lagi, sehingga bisa mencetak pemain yang bisa berlaga di kancah nasional maupun internasional,” harapnya.

Sementara, Sekdes Wanaherang, Endang menyampaikan, Pemdes sangat mengapresiasi adanya sekolah sepak bola di Desa Wanaherang. Ini adalah suatu wadah untuk meningkatkan kualitas, dan kemampuan anak di bidang olahraga, khususnya sepak bola.

” Tentunya Pemerintah Desa support dengan adanya kegiatan seperti ini, sebagai pembuktiannya pemerintah desa komitmen untuk menjaga tanah kas desa yang dipakai untuk latihan sepak bola ini, ” cetusnya.

“Kita ikut mengamankan aset milik desa jangan sampai justeru dimanfaatan untuk kepentingan pribadi atau golongan, tapi ini betul-betul dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mencari bakat dan minat dibidang olahraga sepak bola,” sambungnya.

Lebih lanjut dirinya berharap adanya support dari pengusaha untuk menunjang kegiatan GPSS ini. Mengingat Desa Wanaherang dikelilingi oleh lebih dari 60 perusahaan yang produktif, paling tidak ada kerjasama yang dijalin antara GPSS  dengan perusahaan.

“Ya tentu kita harus bekerjasama, dan harus saling support, terutama semua stakeholder, baik itu perusahaan maupun pemerintahan yang ada di Desa Wanaherang, agar bisa membuktikan kualitas masyarakat Wanaherang di bidang olahraga sepak bola, khususnya diajang kabupaten maupun nasional. Karena sudah ada yang terbukti pemain Desa Wanaherang sudah ada yang bermain di tingkat nasional,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

TPAS Galuga tak Bikin Nyaman, Warga Minta PKS Segera Dipenuhi

0

Cibungbulang | Jurnal Bogor

Sejumlah warga Desa Galuga, Cibungbulang, menuntut Pemkab dan Pemkot Bogor agar segera menyelesaikan permasalahan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di pengelolaan tempat pembuangan akhir sampah (TPAS) Galuga.

Pasalnya, sejumlah kewajiban Pemkab dan Pemkot Bogor yang tertuang dalam PKS pengelolaan TPAS Galuga sama sekali belum dirasakan oleh masyarakat.

“Tentu kita khususnya warga Kampung Moyan, RW 05, Desa Galuga,  mengeluhkan berbagai macam kewajiban Pemkab dan Pemkot Bogor yang belum juga terealisasi,” kata salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, Senin (26/06/2023).

Dia menyatakan, bahwa sejumlah warga tidak nyaman dengan keberadaan TPAS tersebut. Sebab, tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan oleh pemangku kebijakan.

“Dibilang nyaman gak nyaman ya gimana ya, dibilang nyaman ya tidak, dibilang tidak nyaman ya emang tidak nyaman,” paparnya.

“Saya berharap Pemkab dan Pemkot Bogor bertanggung jawab atas apa yang sudah menjadi kewajiban seperti yang di PKS itu,” tambahnya.

Jadi kata dia, warga Kampung Moyan mengeluhkan belum adanya fasilitas kesehatan  yang sampai saat ini belum terealisasikan.

Padahal, dalam hal kesehatan ini, Puskesmas Pembantu (Pustu) menjadi salah satu kewajiban Pemkab dan Pemkot Bogor yang harus direalisasikan.

“Terkait kesehatan itu tidak ada, apalagi Pustu, selama ini warga berobat sendiri-sendiri paling ke RSUD Leuwiliang,” katanya.

Tak hanya itu, keluhan terkait sering mengantrenya  mobil truk pengangkut sampah ke TPAS Galuga pun menjadi persoalan yang harus disikapi pemerintah.

“Selain itu ya, masalah jalan juga, kalau jam kerja itu sering macet truk-truk sampah ngantre. Dampaknya selain kemacetan, itu menimbulkan risiko kecelakaan yang tinggi,” katanya.

Bahkan, permasalahan pendidikan diharapkan warga dapat diperhatikan Pemkab maupun Pemkot Bogor.

“Iya masalah pendidikan juga itu tolonglah diperhatikan. Dan intinya kami berharap Pemkab maupun Pemkot Bogor merealisasikan apa yang ada dalam PKS itu,” pungkasnya.

** Andres

Truk Kayu Terbalik, 2 Orang Tewas dan 1 Orang Luka Serius

0

Ciampea | Jurnal Bogor

Truk bermuatan kayu bernopol B 9538 OB mengalami kecelakaan maut di Jalan Raya Cibadak-Ciampea, Desa Cibadak, Ciampea, Kabupaten Bogor, Minggu (25/06/2023). Dua orang dinyatakan meninggal di tempat yakni kondektur dan penumpangnya, sedangkan sang sopir mengalami luka serius.

Dalam rekaman video yang beredar, truk tersebut terbalik tepat berada di jalan menikung. Beberapa orang mengevakuasi korban.

Kapolsek Ciampea Polres Bogor Kompol Suminto mengatakan, kecelakaan lalu lintas tersebut terjadi sekitar pukul 05.20 WIB. Truk tersebut melaju dari arah Bogor menuju Leuwiliang.

“Namun setibanya di lokasi kejadian yang merupakan jalan menikung, diduga pengemudi truk tidak dapat mengendalikan kendaraanya hingga terperosok ke tanah kosong,” katanya.

Dia mengatakan, dalam kejadian itu  mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan satu mengalami luka serius.

Kejadian itu juga sudah ditangani dan ditindak lanjut oleh Satlantas laka lantas Polres Bogor.

“Dua orang korban yakni penumpang mobil berinisial E (33) dan M (48). sementara itu pengemudi mobil berinisial E (33) mengalami luka cukup serius,” paparnya.

Dari hasil gelar oleh tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan, pengemudi truk tidak konsentrasi diduga mengantuk.

“Penyebab terjadinya kecelakaan terjadi akibat kurang konsentrasinya pengemudi truk saat mengemudikan kendaraanya hingga terjadi kecelakaan,” tukasnya.

**Andres

GABSI Bersama ALMAST Tuntut Nonaktifkan Kabid Hubungan Industrial Disnaker

0

Aksi Damai di Kantor Bupati Tangerang

Tangerang – Gerakan Banten Siliwangi (GABSI) Bersama Aliansi Masyarakat Tiga Raksa (ALMAST) Kabupaten Tangerang bersama Ormas dan LSM se-Kabupaten Tangerang menggelar aksi damai di halaman Kantor Bupati Tangerang, Senin (26/06/2023).

Mereka menuntut Bupati Tangerang untuk segera menonaktifkan Kepala Bidang Hubungan Industrial Disnaker Kabupaten Tangerang yang diduga melakukan fitnah serta ujaran kebencian terhadap Ormas dan LSM di Kabupaten Tangerang.

Ketua GABSI Distrik Tangerang Kabupaten Gugun mengatakan, aksi damai ini untuk menyampaikan pendapat di muka umum yang sudah diatur dalam Undang-Undang No. 9 Tahun 1998.

Ia juga menilai pernyataan Kabid Disnaker telah membuat hengkangnya sebagian investor di Kabupaten Tangerang diakibatkan oleh ulah Ormas dan LSM sudah melukai hati dan perasaan para Ormas dan LSM yang tergabung di ALMAST.

“Kami minta agar Bupati Kabupaten Tangerang untuk segera menonaktifkan serta memecat tidak hormat terhadap Organisasi Perangkat Daerahnya yang diduga sudah memutar balikan fakta,” tegas Gugun.

Ketua Umum Gerakan Banten Siliwangi (GABSI) H. Boby juga mengapresiasi terhadap anggota GABSI dan ALMAST Kabupaten Tangerang yang sudah menggelar aksi damai di halaman Kantor Bupati Tangerang.

Ia juga mengatakan jika dalam waktu dekat Bupati tidak segera menindak lanjuti aspirasi masyarakat tersebut, maka dirinya bersama tim akan melakukan kajian lebih dalam dan akan segera membuat laporan kepada Aparat Penegak Hukum, baik Polres, Polda, ataupun Kejaksaan Agung untuk segera diproses secara hukum.

“Bupati harus segera menindak lanjuti aspirasi ini,” harap H.Boby.

Sementara Pemda Kabupaten Tangerang belum memberikan tanggapan perihal aksi damai dan tuntutan GABSI dan ALMAST tersebut.

** yev

Jelang Idul Adha 1444 Hijriah, Taman Safari Bogor Sumbangkan 38 Ekor Kambing Kurban untuk Masyarakat Cibeurem

0

BOGOR- Menjelang perayaan Idul Adha 1444 Hijriah yang jatuh pada 29 Juni 2023, Taman Safari Bogor menyumbangkan sedikitnya 38 ekor kambing jantan kepada masyarakat Desa Cibeurem, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor dan 3 ekor kambing jantan untuk Pemkab Bogor. Serah terima hewan kurban dilakukan secara simbolis di pelataran Safari Green Taman Safari Bogor oleh General Manager (GM) Taman Safari Bogor, Emeraldo Parengkuan kepada Kades Cibeurem, Rakhmat Hamami pada Senin (26/6/2023).

Hadir dalam prosesi serah terima hewan kurban di antaranya tokoh-tokoh masyarakat Cibeurem dan jajaran pimpinan Taman Safari Bogor.

“Pemberian hewan kurban ini kami lakukan rutin setiap tahun menjelang perayaan Idul Adha. Untuk tahun ini sendiri kami sumbangkan 38 ekor kambing untuk masyarakat Desa Cibeurem, Cisarua dan 3 ekor kambing untuk Pemkab Bogor,” ungkap GM Taman Safari Bogor, Emeraldo Parengkuan, usai menyerahkan kambing kurban secara simbolis kepada Pemdes Cibeurem, Senin (26/6/2023).

Emeraldo mengatakan, segenap jajaran Manajemen Taman Safari Bogor berharap dengan pemberian hewan kurban tahun ini, masyarakat di sekitar Taman Safari Bogor, khususnya Desa Cibeurem, bisa menikmati kebersamaan Idul Adha 1444 H.

“Idul Adha menjadi momen berharga bagi kita semua untuk saling berbagi dan memberi. Kami jajaran Manajemen Taman Safari Bogor mengucapkan mohon maaf lahir dan batin semoga perayaan Idul Adha tahun ini penuh dengan keberkahan,” ungkap Emeraldo.

Di tempat yang sama, Kades Cibeurem, Rakhmat Hamami, mengucapkan terima kasih atas sumbangsih hewan kurban dari Taman Safari Bogor. Taman Safari Bogor, kata dia, menjadi salah satu penyumbang rutin hewan kurban setiap tahun untuk masyarakat Desa Cibeurem, Kecamatan Cisarua.

“Taman Safari Bogor menjadi penyumbang rutin hewan kurban untuk warga Cibeurem setiap tahun. Meski pandemi sekali pun, Taman Safari Bogor tetap memberi sumbangan hewan kurban. Ini tentunya harus diapresiasi,” ungkap Rakhmat.

Rakhmat juga mengatakan bahwa keberadaan Taman Safari Bogor di Cisarua, Kabupaten Bogor, telah memberikan banyak sumbangsih kepada masyarakat sekitar.

“Program-program CSR dari Taman Safari Bogor sejauh ini sudah berjalan bagus. Malahan ada warga kami yang dapat beasiswa kuliah S2 dari bantuan Taman Safari Bogor. Ini artinya, Taman Safari Bogor bukan saja mendongkrak perekonomian warga, tapi juga berhasil mengangkat derajat masyarakat sekitar,” tandas Rakhmat. (Humas TSI Bogor/*)