34.6 C
Bogor
Saturday, July 25, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 541

Dua Pelajar SMANTIC Raih Emas Estafet 4 x400 Meter

0

Palembang | Jurnal Bogor

SMAN 3 Cibinong atau yang dikenal SMANTIC selama ini dikenal sebagai sekolah yang selalu melahirkan atlet atlet potensial dari berbagai cabang olahraga.

Tak heran jika pada event Pekan Olahraga Pelajar Nasional ( Popnas) para siswa SMANTIC selalu jadi langganan penyumbang medali emas bagi Jawa Barat.

Pada cabor olahraga Atletik nomor 4 x 400 meter putra dua pelajar SMANTIC yakni Ramadhan Dwi Kurniawan dan Muhammad Ayub asuhan pelatih Erwin Maspaitela berperan penting bagi raihan medali emas di Popnas 2023 di Palembang, Sumsel pekan lalu.

Erwin Maspaitela selaku Head Coach Atletik Jabar di Popnas 2023 mengatakan, sebelumnya Ramadhan Dwi Kurniawan juga meraih medali emas 400 meter gawang pada event yang sama.

” Saya bangga para pelari dari Kabupaten Bogor bisa menyumbangkan emas bagi Kontingen Jawa Barat pada Popnas 2023,” tegas Erwin Maspaitela, Minggu, 3 September 2023.

Hal yang sama dikatakan Kepala Sekolah SMAN 3 Cibinong, Asep Anwar yang mengaku sangat mengapresiasi keberhasilan para siswa SMANTIC pada Popnas Jabar 2023.

Asep menambahkan, pada Popnas 2023 ini, ada beberapa siswa SMANTIC memperkuat Jawa Barat dari berbagai cabor seperti Atletik, Tinju, Taekwondo, Bola Basket, Bola Voli, Panahan, Dayung dan Tenis Lapangan.

Bahkan, kata Asep, banyak diantara para atlet asal SMANTIC itu berhasil menyumbangkan medali bagi Kontingen Jawa Barat di Popnas 2023.

” Alhamdulilah para siswa SMANTIC kembali memberikan konstribusi medali emas bagi Jawa Barat pada Popnas 2023 di Palembang, Sumsel ” tukas Kepala Sekolah SMANTIC, Asep Anwar, Minggu, 3 September 2023

Asep melanjutkan, raihan prestasi di Popnas ini setidaknya telah mengharumkan keluarga atlet, orang tua atlet, sekolah, Kabupaten Bogor dan juga Jawa Barat.

” Saya bangga atas prestasi semua atlet SMANTIC dan saya berharap kedepannya mereka akan jadi atlet atlet nasional yang akan membela Merah Putih pada ajang Sea Games, Asean Games ataupun Olimpiade,” pungkasnya.

** asep syahmid

Pelajar SMAN 3 Cibinong Sabet Emas Tinju Popnas 2023

0

Palembang | Jurnal Bogor

Petinju binaan PPOPM Kabupaten Bogor, Angela Christy Patinama salah satu pelajar dari SMAN 3 Cibinong berhasil meraih medali emas dalam Popnas 2023 di Palembang, Sumsel akhir pekan lalu.

Keberhasilan Angela Christy Patinama mendulang medali emas cabor tinju Popnas 2023 ini disambut gembira oleh Kadispora Kabupaten Bogor, Asnan AP yang juga sebagai Ketua Pertina Kabupaten Bogor.

” Saya sangat senang para atlet dari PPOPM Kabupaten Bogor berjaya di Popnas 2023 seperti yang diraih Angela Christy Patinama pada cabor tinju,” tegas Asnan AP, Minggu, 3 September 2023.

Asnan AP berharap, prestasi di Popnas 2023 ini jadi ajang untuk meningkatkan motivasi lagi untuk Angela Christy Patinama dan para atlet dari Kabupaten Bogor dalam menatap event event berskala nasional atau internasional kedepannya.

” Pesan saya kepada semua atlet yang berjaya di Popnas untuk tetap giat berlatih dan jangan lupa belajar akademiknya juga harus diperhatikan,” terang Asnan AP

Ia juga berharap semua sekolah yang ada di Kabupaten Bogor bisa mensuport para atlet yang masih berstatus pelajar.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Kepala Sekolah SMAN 3 Cibinong, Joko Maryono mewakili Keluarga besar SMAN 3 Cibinong merasa bangga para siswa SMANTIC bisa memberikan Konstribusi medali bagi Kontingen Jabar di Popnas 2023.

Mudah mudahan, kata Joko, prestasi para siswa SMANTIC yang telah mengharumkan Jawa Barat di kancah Popnas 2023 ini akan terus berlanjut pada event PON ataupun event Kejurnas lainnya.

” Selamat buat Angela Christy Patinama semoga kedepannya bisa meraih emas pada event yang lebih besar,” pungkasnya.

** asep syahmid

Pecahnya Koalisi Pilpres 2024 Akibat Pengkhianatan

0

jurnalinspirasi.co.id – Sebuah narasi dari AHY buat kader dan rakyat Indonesia yang sudah viral di medsos, yang menurut saya kontennya tampak “bijak” dan jernih dalam memahami akrobat perpolitikan yang terjadi. Akrobat politik penentuan pasangan Capres dan Cawapres RI, ARB dangan MI, yang dinilai tidak beretika dan tak bermoral (niretic and nirmoral).

Padahal mereka elite parpol dalam membangun koalisi untuk memenangkan Pilpres tahun 2024 mendatang sudah lebih setahun mereka bina dengan segala suka dan duka citanya, baik yang dialami Parpol Demokrat dengan peristiwa rencana kudeta “KLB” Muldoko, maupun Nasdem dengan penangkapan dan mempidanakan Sekjen Partai Nasdem atas tuduhan perbuatan korupsi.

Dengan kasus pecahnya kongsi koalisi parpol Nasdem versus partai Demokrat, mengindikasikan bahwa

praktik berpolitik yang dilakoni para elite Parpol negeri ini semakin tampak jelas sangat pragmatis, tidak memiliki semangat dan jiwa idealisme yang kuat dan sikap mental yang rapuh.

Mereka untuk mengejar tujuan politik untuk meraih kekuasaan, ditempuh dengan menghalalkan berbagai cara dan mengabaikan etika dan moral politik. Demikian ungkapan yang saya dengar, simak dan kemudian saya kutip dari pernyataan bapak SBY, Ketua Wantim Partai Demokrat di beberapa media sosial.

Padahal, mereka para elite politik jika berbicara di arena publik amatlah lantang dan sangat fasih bicara demokrasi, musyawarah-mufakat, konsensus dan lain-lain nomenklatur bijak lainnya yang menggoda publik.

Akan tetapi dalam praktiknya “nauzubillahi minzaliq” yang terjadi bahkan sebaliknya, paradoks dan anomali. Mereka keluar dari komitmen dan kesepakatan berkoalisi dan bersikap otoriter dengan keputusan sepihak.

Begitu teganya meninggalkan ‘kawan setia” aliansi atau koalisi politiknya, tanpa alasan dan tanpa pamitan jika ingin berpisah, atau pecah kongsi dalam berkoalisi untuk Pilpres 2024.

Sangat tidak elok dipandang mata publik, dan bertentangan dengan hati nurani dan akal sehat (commen sense) kita yang waras. Bahkan pihak ditinggalkan, pasti sangat kecewa, barang tentu sangat wajar  berkata mereka merasa dikhianati, atau ada pengkhianatan, karena pihak mitra koalisi ingkar janji.

Muncul kata pengkhianatan itu, akibat emosi kekecewaan, meluap, yang tak tertahankan. Jika faktanya demikian, alangkah buruknya watak dan kepribadian seseorang yang dicap pengkhianat itu. Siapa mereka silakan cari sendiri !

Kita tentunya sangat merasa sedih mendengarkan kata-kata “berkhianat” yang telah dilakukan para elite politik tertentu, yang kononnya sebagai tokoh yang seharusnya menjadi panutan dalam bersikap dan berbuat baik dan bijak. Panutan disini kita sangat paham maknanya, antara lain sikap dan pola perilaku seseorang tokoh panutan itu  harus baik dan berakhlaq mulia (ahlaqul karimah).

Salah satu “core value and norms” yang ada dalam berperilaku baik dan mulia dari sosok seorang tokoh dan figur manusia itu adalah etika dan moral.

Etika dan moral ini merupakan watak kemanusiaan, mutlak ada dalam diri seorang tokoh politik. Jika sistem nilai dan norma dalam pergaulan dan interaksi sosial ini diabaikan, maka sulit rasanya lahir sosok pemimpin politik yang berkarakter negarawan-sejati. Seandainya  pimpinan parpol tersebut mencalonkan diri sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI, kemudian menang dalam pilpres 2024 nanti, maka sulit kita membayangkan pasangan tersebut akan bisa bekerja, memgembang amanah rakyat, dan berhasil dalam mewujudkan tujuan bernegara sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, yakni melindungi, memajukan, mencerdaskan dan menjaga perdamaian abadi.

Panggung politik kita di tanah air saat ini, menjelang Pilpres 2024, sedang marak dipertonton dihadapan massa rakyat oleh para elite parpol, dengan sikap dan pola berperilaku (gusture) yang “niretika dan nirmoral”, salah satu ungkapan kekecewaan mantan Presiden RI bpk.SBY.

Faktanya, merujuk dari kasus rapuhnya ikatan koalisi parpol perubahan antara Demokrat versus Nasdem ini sebuah tontonan yang sesungguhnya tidak baik, alias tidak memberikan kesuritauladanan kepada Rakyat Indonesia, berpotensi merusak sistem demokrasi.

Mereka para elite politik selama ini pintar bicara, berucap dengan untaian kata-kata yang indah-indah “etika dan moral”, retorika mempesona untuk menarik simpati massa rakyat dengan berbagai janji. Akan tetapi pada kenyataan mereka berperilaku amoral dan niretika, atau berkhianat dalam berkoalisi sebagaimana diungkapkan bapak SBY dan para pendukungnya, sehingga hal ini bisa memancing sikap antipati rakyat dan ketidakpercayaan (untrust) terhadap elite-elite Parpol yang tengah berkompetisi dalam Pileg dan Pilpres RI tahun 2024 nanti.

Maknanya sangat jelas, munculnya kata-kata dan ungkapan bahasa “pengkhianatan”, itu merupakan sikap yang tak terpuji, mereka tidak memegang dan ingkar janji (komitmen), berwatak buruk.

Semua kita tahu dan paham bahwa salah satu ciri kemunafikan dari manusia adalah ingkar janji antar sesamanya. Kemunafikan merupakan sumber dan faktor perusak yang dahsyat dalam hubungan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Watak kemunafikan itu harus kita buang jauh-jauh dalam pergaulan sosial dan pola budaya kita, karena merusak peradaban dan menghambat kemajuan Indonesia, karena tidak sesuai dengan Sila-sila Pancasila dan pasal-pasal UUD 1945.

Kita jangan lupa negara-bangsa (nation-state) yang namanya Indonesia Raya ini tegak dan berdiri kokoh hingga kini atas landasan (dasar) falsafah dan ideologi Pancasila yang menjunjung tinggi dan sarat dengan sistem  moral dan etika berbangsa dan bernegara. Kedua elemen budaya yang membentuk sebuah peradaban tersebut merupakan prasyarat mutlak untuk bisa membangun Indonesia yang berperadaban maju (modern).

Dengan berpegang teguh pada sistem etika dan moral bermasyarakat, berbangsa dan bernegara berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, kita mampu dan bisa mewujudkan masyarakat maju, bersatu, berdaulat, adil dan makmur dalam wadah NKRI, insyaAllah.

Semoga masyarakat dan rakyat Indonesia semakin cerdas dan sadar dalam memilih pemimpin negara pada Pilpres 2024 mendatang, mana manusia yang beretika-bermoral dan atau yang tidak. Hendaknya pilihlah pasangan Capres-cawapres RI yang diusung dari Parpol yang beretika dan bermoral, demi keselamatan negara-bangsa lebih terjamin keberlangsungannya sekarang dan yang akan datang.

Walaupun menjatuhkan pilihan untuk menyalur suara Pilpres 2024 agak sulit dilakukan, tidaklah mudah, mengingat penampilan, gerak gerik (gusture) dan sosok aktor-aktor politik yang bermunculan di ruang publik relatif sama karakternya, pragmatis, materialistik, dan hedonis serta nonideologis sebagai dampak atau korban dari sistem demokrasi berbiaya tinggi, transaksional dan kader parpolnya tidak terseleksi dengan baik.
Sekian dan terima kasih.
Wassalam.

====✅✅✅

Penulis:
Dr.Ir H.Apendi Arsyad, M.Si
(Salah seorang Pendiri ICMI di Malang thn 1990, Wasek Wankar ICMI Pusat merangkap Ketua Wanhat ICMI Orwil Khusus Bogor, Pendiri dan Dosen Senior Universitas Djuanda Bogor, Konsultan K/L negara, Pegiat dan Pengamat Sosial)

Bagaimana Nasib Anies Baswedan Pasca “Pengkhianatan G30A/Nasdem”?

0

Oleh : Muhammad Syarief Al-Haddad

(Sekretaris Departemen VIII DPP Partai Demokrat)

Jurnalinspirasi.co.id – Beredar tulisan ataupun argumen di beberapa grup whatsapp para pendukung, relawan dan simpatisan Anies Baswedan yang “memojokkan” Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Partai Demokrat dalam prahara politik di internal Koalisi Perubahan untuk Persatuan yang terjadi 3 hari terakhir.

Ada beberapa poin dalam tulisan tersebut yang perlu diluruskan, agar publik khusunya pendukung gerakan perubahan dan perbaikan tidak salah persepsi dalam memahami kemelut yang terjadi di internal Koalisi Perubahan Untuk Persatuan pasca penetapan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebagai Cawapres yang dilakukan secara sepihak oleh ketua umum Partai NasDem Surya Paloh.

Dalam tulisan tersebut, disebutkan bahwa,

“Nasdem, PKS dan Demokrat membentuk Koalisi Perubahan Untuk Persatuan (KPP). Diawali dengan deklarasi Nasdem, lalu PKS, kemudian Demokrat pada akhirnya ikut bergabung.”

Tulisan tersebut jelas diawali dengan informasi yang salah.

Kronologis yang benar adalah,

Pada tanggal 23 Januari 2023, Anies Baswedan sebagai Capres yang telah “memegang” tiket pencapresan dari Partai NasDem sejak 3 Oktober 2022 melamar Agus Harimurti Yudhoyono untuk menjadi Cawapres, dengan membawa “tiket” dari Partai Demokrat.

Menyadari bahwa koalisi 2 partai tersebut belum mencukupi Presidential Threshold 20 %, maka NasDem dan Demokrat pun melamar PKS untuk bergabung dan membentuk koalisi agar mencukupi Presidential threshold 20%, yang kemudian disepakati namanya menjadi “Koalisi Perubahan untuk Persatuan”, yang secara formal diresmikan pada tanggal 14 Februari 2023.

Peresmian koalisi tersebut juga ditandai dengan penandatanganan Piagam Koalisi oleh ketiga ketua umum partai, yang berisi 6 butir kesepakatan, yaitu:

  1. Namanya Koalisi Perubahan untuk Persatuan
  2. Sepakat mengusung Anies Baswedan sebagai Capres
  3. Capres diberikan mandat untuk menentukan Cawapresnya dengan kriteria yang telah ditentukan
  4. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, pasangan Capres-Cawapres dideklarasikan
  5. Capres diberi keleluasaan untuk memperluas dukungan politik
  6. Untuk menyelenggarakan keputusan KPP, dibentuk sekretariat. Piagam koalisi itu dilandasi oleh asas keadilan dan kesetaraan

Setelah peresmian koalisi tersebut, PKS pun baru mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai Capres di tanggal 23 Februari 2023, atau 1 bulan setelah “lamaran Anies ke AHY”.

Jadi, tidak benar kalau dikatakan Demokrat adalah partai terakhir yang bergabung dalam Koalisi tersebut.

Lanjut ke paragraf kedua tulisan tersebut,

“Nasdem, partai yang menjadi inisiator terbentuknya KPP mendorong tiga parpol pengusung untuk deklarasi bersama. Namun, urung dilakukan karena Demokrat mensyaratkan deklarasi harus sudah ada pasangan Anies Baswedan. Akhirnya, Nasdem pun deklarasi sendiri di GBK dengan tema Apel Siaga.”

Saya tidak tahu penulis tersebut mendapatkan informasi darimana. Fakta yang sebenarnya terjadi adalah sebagai berikut:

Anies Baswedan menghubungi Agus Harimurti Yudhoyono pada 12 Juni 2023 dan mengatakan “Saya di telepon beberapa kali oleh Ibu saya dan guru spiritual saya, agar segera berpasangan dengan mas AHY sebagai Capres-Cawapres.”

Sesuai dengan mandat yang tercantum pada butir ketiga Piagam Koalisi telah disepakati oleh ketiga Ketua Umum Partai yang tergabung dalam Koalisi, maka pada 14 Juni 2023, Capres Anies Baswedan memutuskan untuk memilih Agus Harimurti Yudhoyono sebagai Cawapresnya, sesuai dengan rencana awal sebelum koalisi terbentuk secara resmi.

Capres Anies Baswedan lantas menyampaikan keputusan tersebut kepada seluruh ketua umum dan petinggi partai yang tergabung dalam koalisi, dan semuanya menerima putusan tersebut tanpa ada penolakan.

Setelah kesepakatan tersebut, justru Partai NasDem yang selalu menunda deklarasi Capres-Cawapres Anies-AHY. Bahkan dalam beberapa kesempatan, Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali kerap melontarkan pernyataan yang tidak sesuai dengan semangat perubahan yang tercantum dalam Piagam Koalisi, bahkan menjurus pada pernyataan-pernyataan yang bersifat provokatif, khususnya dalam konteks nama dan kriteria Cawapres Koalisi Perubahan untuk Persatuan.

Semoga jawaban ini dapat meluruskan persepsi masyarakat yang mungkin sempat “terbawa” informasi yang salah akibat membaca tulisan tersebut.

Saya tidak akan membahas lanjutan dari tulisan tersebut, karena “premis” dari tulisan tersebut sudah saya bantah dengan fakta yang saya kemukakan di atas.

Namun bagi rekan-rekan pembaca yang masih ingin mengetahui lebih dalam mengenai fakta yang terjadi dalam kegaduhan di internal Koalisi Perubahan untuk Persatuan ini, saya hendak mengajak kita semua untuk mengingat kembali “kriteria Cawapres Anies Baswedan.”

Capres Anies Baswedan pada tanggal 8 Mei 2023 lalu menyebutkan 5 kriteria Cawapresnya, yaitu:

  1. Punya kontribusi di dalam kemenangan
  2. Membantu mensolidkan koalisi
  3. Bisa membuat kerja sama di pemerintahan lebih efektif
  4. Memiliki visi yang sama sehingga dapat bekerja sama dengan arah dan agenda yang sama
  5. Berpotensi menjadi dwi Tunggal, punya chemistry yang baik

Bahkan pada tanggal 20 Juli 2023, Capres Anies Baswedan menambahkan kriteria “0” untuk sosok yang akan menjadi Cawapresnya. Apa itu kriteria “0”?

Kriteria 0 adalah sosok Cawapres tidak bermasalah dan berani. Capres Anies Baswedan menambahkan, jika tidak punya kriteria 0, maka cawapres ini rentan tersandung masalah.

Berdasarkan fakta yang sudah saya kemukakan di atas, secara moral dan etika politik sudah clear, bahwa Cawapres yang paling tepat dan pantas dari Koalisi Perubahan Untuk Persatuan adalah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Namun saya merasa perlu untuk mengkaji lebih dalam, karena saya mendapatkan fakta bahwa banyak dari pendukung koalisi ini khususnya dari kalangan “die hard fans” Anies Baswedan kurang bijak dan tepat dalam menyikapi “bencana” demokrasi ini.

Sebagai rakyat dan kader Partai Demokrat, saya adalah bagian dari pendukung Anies Baswedan dan sudah memutuskan sejak awal tahun 2023 kemarin akan mencoblos Anies Baswedan dalam bilik suara pada 14 Februari 2024 nanti.

Saya memutuskan hal tersebut karena saya berprinsip bahwa Indonesia butuh Perubahan dan Perbaikan sesuai dengan tagline Partai Demokrat, dan untuk mewujudkan Persatuan, yang juga tercantum dalam nama koalisi, yang menjadi resolusi bersama pihak-pihak yang tergabung dalam koalisi tersebut.

Pemikiran tersebut dilandasi oleh fakta bahwa Indonesia dalam 9 tahun terakhir di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo sudah semakin tidak karuan.

Ekonomi jalan di tempat, hutang meroket, pembangunan hanya dijadikan “dagangan” populis tanpa memikirkan rakyat yang akan menanggung beban hutangnya.

Belum lagi penegakan hukum yang makin “mengenal” siapa kawan siapa lawan, bukan siapa benar siapa salah. Dan yang tak kalah mengkhawatirkan, persatuan sesama anak bangsa semakin hari semakin merenggang karena keadilan seolah-olah telah di kubur di bawah gorong-gorong kekuasaan.

Atas dasar itulah, saya sempat berpikir bahwa Anies Baswedan adalah sosok yang tepat untuk memulai Gerakan Perubahan dan Perbaikan Indonesia.

Tapi seiring dengan berubahnya keputusan Anies Baswedan secara tiba-tiba, saya jadi berpikir untuk merubah keputusan saya itu.

Mari kita renungkan, apa yang dapat kita harapkan dari seorang calon pemimpin yang lebih memilih untuk “taat” kepada satu partai dan memilih untuk melakukan “pengkhianatan” terhadap apa yang sudah ditandatangani oleh dirinya sendiri bersama rekan seperjuangannya?

Suka tidak suka, kejadian ini pada akhirnya membuka tabir siapa Anies Baswedan sebenarnya, yang ternyata hanya seorang “petugas partai”.

Memang Anies Baswedan bukanlah pecinta film porno seperti petugas partai sebelah.

Namun dalam konteks integritas, Anies Baswedan tidak berbeda dengan Capres sebelah, sama-sama petugas partai yang tidak punya otoritas dan kedaulatan sebagai seorang pemimpin.

Selanjutnya, kehadiran Cak Imin dan PKB di detik-detik akhir.

Sulit untuk membantah bahwa kehadiran Cak Imin ke dalam tubuh Koalisi ini adalah “pesanan” istana untuk merusak soliditas dan kekompakan yang sudah terjalin hampir setahun ini, karena terjadi setelah Surya Paloh dipanggil oleh presiden Joko Widodo ke Istana pada tanggal 18 Juli 2023 lalu.

Saat itu Surya Paloh juga menjelaskan dalam pertemuan tersebut bahwa presiden Joko Widodo menanyakan siapa Cawapres Anies Baswedan. Itulah mengapa Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono sampai menulis buku tentang “cawe-cawe” Presiden Joko Widodo dalam kontestasi pemilihan presiden 2024.

Berdasarkan fakta yang telah kita ketahui bersama, Jika memang Surya Paloh dan NasDem komitmen terhadap kesepakatan yang sudah di tandatangani bersama dalam Piagam Koalisi, dan jika dia adalah seorang ksatria perubahan seperti yang sering dia tunjukkan di atas podium, seharuanya tidak perlu ragu apalagi takut menyebutkan di depan Presiden Joko Widodo kalau Cawapres Anies Baswedan dalam Koalisi Perubahan Untuk Persatuan adalah Agus Harimurti Yudhoyono.

Ironis, pada tanggal 29 Agustus kemarin, Surya Paloh dan NasDem justru malah melakukan “pengkhianatan” terhadap apa yang telah di sepakati bersama dalam piagam koalisi dengan melakukan pertemuan tertutup dengan PKB dan menetapkan secara sepihak bahwa Cak Imin adalah cawapres Anies Baswedan, tanpa melakukan kordinasi dan komunikasi kepada partai yang tergabung dalam Koalisi Perubahan untuk Persatuan.

Dua hari setelah pertemuan tersebut, bukannya melakukan klarifikasi ke sesama partai koalisi, Surya Paloh justru malah bertemu presiden Joko Widodo di Istana pada hari Kamis sore, 31 Agustus 2023.

Kalau bukan “pesanan ” istana, untuk apa Surya Paloh sebagai salah satu pimpinan partai Koalisi Perubahan untuk Persatuan hadir dan bertemu dengan presiden Joko Widodo di Istana, 2 hari setelah pertemuan tiba-tiba dan tertutup dengan PKB di NasDem Tower?

Selanjutnya, saya ingin mengingatkan kepada saudara-saudaraku yang mengharapkan perubahan dan perbaikan di Indonesia dan masih beranggapan bahwa Anies Baswedan dapat mewujudkan itu Bersama Cak Imin.

Cak Imin adalah seorang yang tersandera oleh kasus korupsi “kardus durian” yang tiba-tiba dihentikan penyidikannya menjelang pilpres 2014, setelah PKB bergabung dengan Koalisi Indonesia Hebat, pengusung Joko Widodo saat itu.

Kasus ini lama tak terdengar sejak Cak Imin menjadi bagian dari rezim presiden Joko Widodo.

Pada Agustus 2022, Cak Imin dan PKB nya melakukan manuver dengan memprakarsai koalisi bersama Partai Gerindra dan mendeklarasikan dukungan kepada ketua umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai Capres. Saat itu, Presiden Joko Widodo belum terlalu “mesra” dengan pak Prabowo, dan masih sangat mesra dengan Ganjar Pranowo.

Tidak lama setelah deklarasi tersebut, tepatnya di tanggal 27 Oktober 2022, ketua KPK Firli Bahuri kembali menyebut kasus tersebut dalam konferensi pers di gedung merah putih KPK. Kebetulan kah?

Lalu, jika ada yang beranggapan bahwa Cak Imin adalah representasi ormas Islam terbesar di Indonesia yaitu Nahdlatul Ulama (NU), mari kita lihat beberapa fakta di bawah ini.

Tak bisa di pungkiri, KH. Abdurrahman Wahid atau lebih akrab dipanggil Gus Dur adalah salah satu tokoh paling berpengaruh di NU semenjak awal tahun 2000an hingga saat ini.

Gus Dur juga merupakan salah satu tokoh penting di balik berdirinya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), yang juga mengajak Cak Imin keponakannya, untuk turut bergabung di PKB.

Namun apa yang dilakukan Cak Imin kepada Gus Dur?

Pada tahun 2008, justru Cak Imin melakukan manuver yang tidak beretika dan “mengkhianati” Gus Dur yang merupakan pamannya sendiri dengan mengkudeta Gus Dur dari posisi Ketua Dewan Syuro PKB saat itu.

Terakhir, Wasekjen PBNU Sulaiman Tanjung melontarkan pernyataan “Siapapun capresnya akan kalah jika wapresnya Muhaimin. Teorinya sederhana, wong PKB saja tidak bertanggung jawab akan rating Ketua Umumnya.”

Sulaiman juga menambahkan, “Menurut survei Litbang Kompas, pemilih PKB enggan memilih Cak Imin sebagai capres ataupun cawapres. Padahal survei PKB mencapai 7 persen, sedangkan elektabilitas Muhaimin hanya 0,4 persen.”

Mari kita kembali ke 5 kriteria plus kriteria 0 yang telah disebutkan oleh Anies Baswedan, apakah Cak Imin memenuhi kriteria tersebut? Atau malah jauh dari kata memenuhi syarat? Silahkan anda jawab sendiri.

Lalu sebagai penutup, saya hanya sekedar mengajak kita semua berpikir secara jernih.

Apakah kita yakin, andai Allah SWT secara mengejutkan menetapkan takdir dan Anies-Cak Imin pun keluar sebagai pemenang dalam pilpres 2024, rakyat yang memilihnya tidak akan di khianati oleh seorang presiden yang pernah mengkhianati rekan seperjuangannya dalam koalisi dan seorang wakil presiden yang pernah mengkhianati paman, guru, dan mentor politiknya?

Wallahua’lam bishawab, semoga Allah SWT menjaga kita semua dari segala marabahaya dan kehancuran.

**

Ini Pernyataan Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor Perihal Perubahan Konstelasi Bakal Cawapres

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor Dede Chandra Sasmita mengeluarkan pernyataan, Jumat (1/9/2023), perihal bakal calon wakil presiden (cawapres) Anies Baswedan adalah Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin

Berikut pernyataan lengkapnya:
Terkait konstelasi terakhir yang panas dan berpotensi semakin memanas, ada beberapa hal yang penting saya sampaikan untuk menjadi dasar dan acuan bagi Fraksi Demokrat, Pengurus Partai di semua tingkatan, Bacaleg dan Relawan di Kabupaten Bogor.

Beberapa hal dimaksud adalah sbb :

1. Inti perubahan konstelasi Bacawapres adalah di SP sebagai Ketum Nasdem yang tidak melakukan konfirmasi atas penunjukan Cak Imin sebagai Bacawapres, Nasdem meninggalkan Demokrat dan PKS, ini sudah jelas bentuk pengkhianatan.

Fakta, Demokrat Tidak pernah meninggalkan koalisi, tapi Demokrat dan PKS yang ditinggalkan oleh Nasdem.

2. Yang juga disayangkan adalah sikap ARB yang manut sikap SP, dengan tidak ada penjelasan rasional kepada Demokrat (Tidak seperti biasanya Anies yang rasional dan teguh terhadap komitmen), plus di sayangkan pula tidak ada konfirmasi ke Demokrat dan PKS terkait penunjukan Cak Imin sebagai Bacawapres.

Padahal tertanggal 25 agustus 2023, ARB sudah berkirim surat ke AHY perihal mengajak AHY untuk menjadi pasangan di Pilpres 2024 yang akan datang.

Fakta, Demokrat Tidak meninggalkan Anies, Justru Anies yang meninggalkan Demokrat.

3. Pengkhianatan datangnya pastilah dari teman seperjuangan bahkan dari teman terdekat, bukan dari lawan/Musuh.

Demokrat Tidak akan Pernah mentolelir Perilaku Pengkhianatan.

4. Hingga saat ini, perintah pencopotan/penghapusan photo Anies di semua Alat Peraga kita tetap dilakukan hingga tidak ada satu pun photo Anies di alat peraga Demokrat.

5. Kita sikapi konstelasi ini dengan tetap kepala dingin, santun dan tetap dalam bingkai norma kepatutan, jangan sampai menjadi delik ke depan.

Tetap fokus pada upaya Pemilu 2024, Mari Bung Rebut Kembali!

6. Pernyataan politik ke mass media biarkan menjadi ranah Struktural partai sesuai tingkatannya, DPP di pusat, DPD di tingkat Jawa Barat, DPC di tingkat Kabupaten Bogor. Mohon tidak ada yang memberikan statement ke media selain dari yang saya sebutkan di atas.

Terhitung hari ini, saya akan standby di kantor DPC. Demikian disampaikan agar jadi pedoman pergerakan Satu Komando.

** Asep S.Sayyev

Demokrat Kabupaten Bogor Copot Baliho Anies

0

Cibinong | Jurnal Bogor
DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor mencopot foto Anies Baswedan di semua baliho, banner, dan alat peraga lainnya di bumi Tegar Beriman. Pencopotan ini terkait Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh yang secara sepihak ‘memaksa’ Anies Baswedan untuk menerima bakal calon wakil presiden (cawapres) Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.

“Misi awal perubahan dan perbaikan haruslah dilakukan dengan baik, santun dan beradab,” kata Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor Dede Chandra Sasmita dalam keterangannya, Kamis (31/8/2023) malam.

Menurut Kang Dechan, perilaku mengambil keputusan tanpa konfirmasi dengan teman seperjuangan adalah bentuk pengkhianatan terhadap komitmen perjuangan.

“Anis Baswedan sudah mengambil keputusan tanpa urun rembuk (konfirmasi) dengan teman perjuangan, oleh karenanya masuk kategori pengkhianat,” tandasnya.

Dengan demikian, Demokrat Kabupaten Bogor sesuai instruksi DPP Partai Demokrat menolak bekerjasama dengan Partai Nasdem dan Anies Baswedan.

“Mulai detik ini dan hari ini, Kamis 31 Agustus 2023, kami nenolak tegas bekerjasama dan bersinergi dengan pengkhianat. Oleh karenanya. Saya instruksikan kepada semua struktural Partai Demokrat di semua tingkatan, Anggota Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Bogor, berikut kepada para Bacaleg dan relawan Demokrat untuk mencopot semua foto ARB di semua baliho, banner, dan alat peraga lainnya di Kabupaten Bogor,” tegas Dechan.

“Kita akan tetap istiqomah menjalani proses politik ini dengan cara baik, santun dan beradab,” ungkapnya.

** Asep S.Sayyev

KONI Akan Perjuangkan M Luthfi Pamungkas Dapat Pekerjaan

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Sekum KONI Kabupaten Bogor, Fitri Putra Nugraha atau yang akrab disapa Nungki mengaku akan mendorong sosok Muhammad Luthfi Pamungkas, pelatih Taekwondo Jabar dalam Popnas 2023 untuk segera mendapatkan pekerjaan di lingkungan Pemkab Bogor.

Ketika membaca beberapa pemberitaan di media online soal sosok M Luthfi Pamungkas, Nungki langsung berdiskusi dengan jajaran pengurus teras KONI dan membahas masa depan M Luthfi Pamungkas.

Apalagi, kata Nungki, M Luthfi Pamungkas telah mengukir Prestasi emas di Popnas 2023.

Dua emas dan satu perak yang diraih para atlet Taekwondo binaan Pengcab Taekwondo Kabupaten Bogor di Popnas 2023 tak lepas dari tangan dingin dan kerja keras sosok M Luthfi Pamungkas.

“M Luthfi Pamungkas adalah peraih medali emas bagi Kabupaten Bogor pada Porprov Jabar 2010 dan 2014,” tegas Nungki.

Nungki menambahkan, M Luthfi Pamungkas adalah pelatih asli Kabupaten Bogor dan wajib mendapatkan pekerjaan baik sebagai pelatih di PPOPM maupun di SKPD atau BUMD.

Dalam Popnas 2023 ini ada 4 atlet Taekwondo Kabupaen Bogor yang memperkuat Kontingen Jabar seperti Oktavia Dewi peraih emas U59 Kg Putri, Bagas Adyatma U63 Putra, Yudi Permana ( Poomsae Freestyle Putra) dan Ana Bunga Octaviani yang akan turun pada U49 Putri

” Kami jajaran pengurus KONI Kabupaten Bogor sangat berterimakasih mendapat masukan dari awak media soal pemberitaan M Luthfi Pamungkas. Insya Allah KONI Kabupaten Bogor akan all out mendorong M Luthfi Pamungkas untuk mendapat pekerjaan,” pungkas Nungki.

** asep syahmid

Warga di 4 RW Desa Gunung Putri Kekeringan

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Musim panas yang sudah berlangsung hampir 4 bulan terakhir ini membuat 4 RW di Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor kekeringan dan mengalami krisis air bersih. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Desa Gunung Putri Damanhuri.

Menurutnya, kondisi 4 RW yang mengalami krisi air bersih kini salah satu penyebabnya ialah karena sarana air bersih (SAB) yang dibuat tidak berfungsi.

“ Jadi SAB yang mengaliri air ke lingkungan tidak berfungsi karena hasil informasi dari lingkungan sekitar 5 sumur bor yang tidak berfungsi,” ungkap A Heri sapaan akrabnya kepada Jurnal Bogor, Kamis (31/8).

Persoalan tidak berfungsinya SAB di beberapa titik yang mengaliri air ke 4 RW tersebut bervariasi, mulai dari kerusakan pompa dan memang tidak adanya air di titik tersebut. Kondisi seperti ini, sambung A Heri, berlangsung setiap datang musim kemarau, dan untuk mengatasi itu, pihak Pemdes meminta bantuan kepada berbagai pihak untuk mengirim kebutuhan air bersih, minimal bisa untuk mereka mandi dan masak.

“ Sebetulnya, keinginan warga ialah PDAM bisa masuk ke lokasi warga, dan itu sudah pernah kita bicarakan, hanya saja ada beberapa hal yang membuat PDAM belum bisa masuk kesana,” cetusnya.

Dirinya akan berupaya mencarikan solusi terbaik untuk warga yang rentan kekeringan. Jadi, untuk kedepannya warga Gunung Putri tidak ada yang kekurangan air bersih.

“ Persoalan di Desa Gunung Putri itu rumit dan sulit, sejauh ini saya berupaya menyelesaikannya satu per satu, dan alhamdulilah selama tujuan kita niat baik akan terlaksana,” harapnya.

Sementara, Indra salah satu warga RT.03/06 mengatakan selama kekeringan dan kekurangan air bersih dirinya mengandalkan air bantuan yang dikirimkan perusahaan. Walaupun itu tidak mencukupi, tapi bisa sedikit membantu untuk kebutuhan sehari-hari.

“ Air itukan kebutuhan pokok ya, dimana itu sangat dibutuhkan manusia dan semua makhluk hidup. Makanya ada peribahasa lebih baik gak punya beras daripada gak punya air, kalo beras bisa dihutang kalo air cape ngangkutinnya,” tandas Indra.

“ Saya sih maunya ada PDAM masuk, biar kaya warga perumahan-perumahan yang gak pernah kekeringan. Semoga apa yang menjadi keluhan kami ini bisa segera diatasi oleh kades, saya yakin kades bisa mengatasinya. Wong desa aja bisa disulap jadi begitu olehnya, kalo untuk warga pasti beliau memikirkan, hanya memang belum ketemu solusi terbaiknya saja,” tambahnya.

** Nay Nur’ain

Support Pemprov Jabar, PWI Jabar Sukseskan UKW di 8 Daerah

0

Bogor | Jurnal Bogor
Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jabar mencatat rekor dalam penyelenggaraan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dengan peserta terbanyak di Indonesia dalam kurun waktu 8 bulan.

Program yang digagas oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil ini berhasil menjaring sebanyak 648 peserta dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Dari 648 peserta UKW itu yang kompeten sebanyak 483 orang. Sedangkan sisanya belum kompeten.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jabar, DR. IKa Mardiah menyebut, program UKW merupakan bagian dari upaya Pemprov Jawa Barat mewujudkan Jawa Barat Juara di sektor sumber daya manusia (SDM), “Pemprov Jabar ingin berkontribusi meningkatan kualitas wartawan  lewat penyelenggaraan UKW bagi wartawan,” kata Ika.

Atas pencapaian ini, Pemprov Jabar mendapat penghargaan dari PWI Pusat pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Medan beberapa waktu yang lalu.

Sementara itu, Ketua PWI Jabar, Hilman Hidayat mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Jabar, Ridwan Kamil dan Diskominfo atas kolaborasi yang telah tercipta selama ini. Ini menunjukan kerja sama pentahelix memang sangat dibutuhkan untuk membangun Jawa Barat.

“Terima kasih Gubernur Jabar dan Diskominfo. Kolaborasi ini juga telah menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia,” ujar Hilman.

Hilman berharap, kolaborasi ini bisa terus berlanjut sehingga pembangunan sumber daya manusia di Jabar akan semakin juara.

Sedangkan Penanggung Jawab UKW PWI Jabar, Ahmad Syukri mengungkapkan, tingkat kelulusan dari pelaksanaan road show UKW mencapai 87 persen. Ia merinci, dari titik pertama hingga ke delapan tercatat sebanyak 648 orang pendaftar.  Namun yang mengikuti ujian hanya 550 orang, karena 98 orang peserta mengundurkan diri. Para peserta yang mengikuti UKW terdiri dari jenjang muda, madya dan utama. ” Jika dihitung, tingkat kelulusan mencapai 87 persen,” katanya.

Ia berharap, dengan bertambahnya ratusan wartawan yang kompeten di Jabar  dapat berimbas kepada meningkatnya profesionalisme wartawan. Sehingga, kata dia, akan berimbas pula terhadap meningkatkan kualitas jurnalistik yang dihasilkan wartawan.

“Jika wartawan semakin profesional, maka bisa membantu menangkal berita-berita hoaks di masyarakat,” bebernya.

Ke depan, sambungnya, program ini terus akan berlanjut setiap tahunnya, sebagaimana komitmen Pemprov Jabar dalam meningkatkan kompetensi wartawan, “Tahun depan mudah-mudahan dapat kita akan gelar lagi. Mengingat animo dari peserta masih tinggi,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Paloh ‘Paksa’ Duet Anies-Cak Imin

0

Bogor | Jurnal Bogor
Partai Demokrat tak habis pikir dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh yang secara sepihak ‘memaksa’ Anies Baswedan untuk menerima bakal calon wakil presiden (cawapres) Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.

“Hari ini, kami melakukan konfirmasi berita tersebut kepada Anies Baswedan. Demokrat “dipaksa” menerima keputusan itu (fait accompli),” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (31/8/2023).

Teuku Riefky mengaku mendapat informasi tersebut dari Sudirman Said yang merupakan Jubir Anies sekaligus anggota Tim 8 Koalisi Perubahan dan Persatuan.

“Kemarin, 30 Agustus 2023, kami mendapatkan informasi dari Sudirman Said, mewakili Capres Anies Baswedan, bahwa Anies telah menyetujui kerja sama politik Partai Nasdem dan PKB, untuk mengusung pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar. Persetujuan ini dilakukan secara sepihak atas inisiatif Ketum Nasdem, Surya Paloh,” ujar Teuku.

Maka itu, Demokrat akan menyikapi hal tersebut dengan serius. Teuku mengatakan Demokrat akan menggelar rapat Majelis Tinggi Partai untuk mengambil keputusan terkait isu duet Anies-Cak Imin.

“Menyikapi hal itu, Partai Demokrat akan melakukan rapat Majelis Tinggi Partai untuk mengambil keputusan selanjutnya. Sesuai dengan AD/ART Partai Demokrat tahun 2020, kewenangan penentuan koalisi dan Capres/Cawapres ditentukan oleh Majelis Tinggi Partai,” ujarnya.

Teuku juga menyinggung dinamika politik yang tidak terduga dan sulit dipercaya terjadi. Menurut dia, di tengah proses finalisasi kerja parpol koalisi bersama Capres Anies dan persiapan deklarasi, tiba-tiba terjadi perubahan fundamental dan mengejutkan.

“Pada Selasa malam, 29 Agustus 2023, di Nasdem Tower, secara sepihak Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh tiba-tiba menetapkan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebagai Cawapres Anies, tanpa sepengetahuan Partai Demokrat dan PKS,” ujar Teuku.

Menurut dia, saat malam itu juga, Anies dipanggil oleh Surya Paloh untuk menerima keputusan tersebut. Lalu, ia menyebut sehari kemudian, 30 Agustus 2023, Anies juga tak berkoordinasi dengan PKS dan Demokrat.

“Dalam urusan yang sangat penting ini, tidak menyampaikan secara langsung kepada pimpinan tertinggi PKS dan Partai Demokrat, melainkan terlebih dahulu mengutus Sudirman Said untuk menyampaikannya,” jelas Teuku.

Sementara Anies Baswedan pada Kamis (31/8), membuat spekulasi dugaan duet dengan Cak Imin karena melakukan kunjungan ke Jombang. Dalam kunjungan itu, Anies berziarah ke empat makam pendiri Nahdlatul Ulama (NU). Anies juga bertemu atau sowan ke sejumlah tokoh di sana.

Salah satunya, Ibunda dari Cak Imin, Nyai Hj. Muhassonah Hasbullah di Kompleks Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar, Jombang dengan ditemani istrinya, Fery Farhati.

Anies menjelaskan tujuannya menemui ibunda dari Cak Imin atau Gus Imin, yakni untuk silaturahmi sekaligus meminta doa untuk hajat-hajatnya.

“Setelah berdoa dan berbincang dengan penuh akrab, tidak banyak kalimat yang disampaikannya, yang pasti agenda tersebut melengkapi rangkaian kegiatan selama di Jombang,” kata Anies.

** Asep S.Sayyev