30 C
Bogor
Sunday, February 8, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 53

Permudah Pemeriksaan WP ‘Nakal’ Melalui Aplikasi Sisarah

0

jurnalinspirasi.co.id – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor terus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari koreksi pajak. Salah satunya dengan membuat aplikasi Sisarah (Sistem Informasi Pengawasan dan Pemeriksaan Pajak Daerah).

Diketahui, aplikasi tersebut digagas oleh Kepala Sub Bidang Pengendalian Pengawasan dan Pemeriksaan bersama Tim Bapenda Kota Bogor, Dicky Pratama itu, bertujuan untuk menyediakan informasi akurat soal wajib pajak (WP).

“Jadi setiap WP kan beda-beda dari sisi pembayaran ada yang flat, semi flat, dan tidak bayar sama sekali. Sehingga keberadaan aplikasi ini akan mempermudah mengakses informasi tersebut,” ujar Dicky kepada wartawan, Kamis (13/11).

Menurut dia, aplikasi Sisarah dibuat karena selama ini tidak ada data akurat soal WP yang tak patuh. Imbasnya ada keterlambatan dalam melakukan proses pemeriksaan.

“Jadi nggak efisien secara waktu,” kata peia yang pernah menjabat sebagai Lurah Sempur itu.

Selain itu, kata dia, dengan adanya aplikasi ini mengubah metode pemeriksaan WP dari cara manual menjadi digital.

“Jadi nggak perlu cari dokumen lagi, sebab bisa diakses di aplikasi. Sehingga mempermudah akses progres pemeriksaan dan agar pengarsipan lebih tertata dan rapih. Dokumen juga tidak akan hilang,” ungkap Dicky.

Ia menambahkan, dalam aplikasi ini ada data WP dari empat sektor pajak yang dapat diakses. Yakni, restoran, hotel, hiburan, dan parkir.

** Fredy Kristianto

Prof Aan Hasanah: IAIB Berkembang Pesat

0

jurnalinspirasi.co.id – Wakil Ketua Kopertais Wilayah II Jawa Barat Prof.Dr. Hj. Aan Hasanah,M.Ed menilai Institut Agama Islam Bogor (IAIB) telah berkembang pesat di usianya yang masih muda telah memiliki 2.437 mahasiswa.

IAIB yang baru 3 tahun berdiri telah banyak diminati mahasiswa dari berbagai kalangan sehingga saat ini IAIB tercatat di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti).

“Tentu kami apresiasi para dosen yang masih  muda dan energik  tentu memiliki spirit dalam mengembangkan pendidikan tinggi di wilayah Bogor Barat,” ucap Prof Aan Hasanah saat digelarnya pembinaan bagi para dosen maupun pekerja di struktural IAIB, Rabu (12/11/2025).

Dalam membangun pendidikan, kata dia, diharapkan dapat menjalin hubungan yang baik dengan berbagai pihak dalam kontek Tridharma Perguruan Tinggi (Pendidikan dan Pembelajaran, Penelitian dan Pengembangan dan Pengabdian Kepada Masyarakat).

Sementara Rektor IAIB Dr.H.Usep Nukliri mengucapkan terima kasih kepada jajaran Kopertais Wilayah II Jawa Barat yang telah membina Institut Agama Islam Bogor sampai bisa seperti ini.

“Kami ucapkan terimakasih atas dukungannya terhadap Institut Agama Islam Bogor terutama PT. Antam Tbk. UBP Emas Pongkor yang sedang menggarap Program 1 RT 1 Sarjana,” jelasnya.

Begitu juga kata dia, masyarakat yang sudah menanamkan kepercayaan serta  seluruh struktural dan dosen atau civitas akademika yang sudah siap mengabdikan diri untuk Institut Agama Islam Bogor.

(Arip Ekon)

.

Edukasi Tenaga Pendidik P3K dan BHD, RSUD R. Moh. Noh Nur Peduli Keselamatan di Lingkungan Sekolah

0

jurnalinspirasi.co.id – RSUD R. Moh. Noh. Nur Leuwiliang berkolaborasi dengan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Leuwiliang dalam kegiatan edukasi bertema “Pertolongan Pertama pada Kecelakaan dan Pengenalan Bantuan Hidup Dasar (BHD)”.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (12/11/2025) di Aula PGRI Kecamatan Leuwiliang, dan diikuti oleh para kepala sekolah serta guru dari berbagai wilayah, termasuk peserta dari daerah perbatasan Bogor–Sukabumi.

Melalui kegiatan ini, RSUD R. Moh. Noh. Nur Leuwiliang memperluas perannya dalam bidang promotif dan preventif, dengan menghadirkan edukasi kesehatan yang dekat dengan masyarakat — khususnya para pendidik yang berperan penting dalam menjaga keselamatan di lingkungan sekolah.

Kepala Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit RSUD R. Moh. Noh. Nur, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini penting bagi siapa pun, termasuk guru, agar mampu memberikan pertolongan awal yang tepat ketika menghadapi situasi darurat di sekolah.

“Pengetahuan dasar seperti ini bisa menyelamatkan nyawa, dan penting dimiliki oleh setiap orang, tidak hanya tenaga medis,” ujarnya.

Kegiatan turut dihadiri oleh Ketua K3S Kecamatan Leuwiliang, Ibu Irma Cahyani, S.Pd.SD, dan Kepala Pengawas Pembina SD Kecamatan Leuwiliang, Bapak Ishal Junaedi, M.Pd.MM, yang masing-masing memberikan sambutan pembuka.

Ibu Irma menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Banyak hal baik yang kami dapatkan hari ini, terutama terkait penanganan P3K bagi anak-anak di sekolah. Semoga ke depan K3S dan sekolah-sekolah di Kecamatan Leuwiliang dapat terus mendapatkan edukasi menarik dan bermanfaat dari RSUD R. Moh. Noh. Nur,” ujarnya.

Antusiasme peserta terlihat sejak pagi. Salah satu guru dari SDN Cianten 1, Ibu Ari Aryani, S.Pd, bahkan berangkat sejak pukul lima pagi menempuh perjalanan sekitar 25 kilometer agar tidak terlambat.

“Kegiatan hari ini luar biasa. Materi yang disampaikan sangat berguna dan bisa kami teruskan kembali kepada rekan-rekan guru di sekolah. Harapannya, ke depan RSUD R. Moh. Noh. Nur dapat berkunjung langsung ke sekolah-sekolah di wilayah Cianten maupun sekolah lainnya di Kecamatan Leuwiliang,” tuturnya.

Rangkaian kegiatan mencakup pemaparan materi tentang konsep pertolongan pertama oleh Raden Mas Bagus Kasatriyo, A.Md.Kep, penanganan gigitan ular oleh Yayang Cahyadi Anugrah, A.Md., serta pengenalan Bantuan Hidup Dasar (BHD) oleh dr. Margie Asri Woyka.

Peserta juga berkesempatan mempraktikkan langsung teknik BHD dan pertolongan pertama yang dipandu oleh tim keperawatan RSUD.

Melalui kegiatan ini, RSUD R. Moh. Noh. Nur Leuwiliang menunjukkan langkah nyata dalam memperkuat hubungan dengan masyarakat dari berbagai kalangan, serta menumbuhkan budaya siaga dan peduli terhadap keselamatan di lingkungan pendidikan.

(yev/rls) 

Imbas Polemik K3 Mila Kencana, Dewan Desak Dispora dan Kontraktor Dievaluasi

0

jurnalinspirasi.co.id – Komisi III DPRD Kota Bogor mengaku kecewa dengan beberapa kontraktor yang saat ini tengah mengerjakan proyek strategis, yang tak menerapkan K3. Di antaranya, revitalisasi Kolam Renang Mila Kencana.

Ketua Komisi III, Heri Cahyono menyebut bahwa DPRD bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor telah ‘mati-matian’ memutar otak mencari tambahan anggaran di tengah penerapan instruksi pemerintah pusat soal efisiensi anggaran. Namun, upaya yang dilakukan tersebut seolah-olah seperti tidak dihargai lantaran pelaksana proyek terkesan main-main di lapangan.

“Upaya mencari anggaran ini kan dilakukan karena kami ingin rakyat dapat yang terbaik. Tapi realisasi di lapangan malah seperti itu. Sama saja tak mengharagi jerih payah kamj, rapat sampai pagi sambil berdebat. Kenapa kontraktor seperti itu masih diberi konsesi. Blacklist saja, mereka yang bandel, nggak perlu diberi kerjaan lagi,” tegas Heri kepada wartawan, Kamis (13/11/2025).

Menurut dia, seharusnya dinas terkait dalam hal ini Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) lebih proaktif dalam melakukan pengawasan hingga melayangkan teguran.

“Kepala daerah harus melakukan evaluasi terhadap dinas. Contohnya, saat kami mensidak revitalisasi Gor Indoor B, para pekerja lagi tidur, ditanya siapa pimpinannya malah bingung. Ini kan main-main,” ucap dia.

Sementara itu, Anggota Komisi III, Subhan menegaskan bahwa dalam Permen PUPR Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK), kontraktor harus memiliki tenaga ahli K3.

“Ya minimal tenaga ahli K3 umum. Pada saat lelang idelanya ada yang memeriksa apakah benar kontraktor punya K3, dan pada saat pelaksanaan proyek, PPK harus melihat apakah SOP k3 diterapkan,” tegasnya.

Kata dia, dengan adanya temuan tersebut seharusnya dilakukan evaluasi terhadap PPK dan konsultan pengawas.

“Temuan tidak diterapkannya SOP K3 kan saat dewan sidak kesana. Berarti ini nggak bener. Harus ada punishment yang jelas, sebab pekerja tidak menggunakan helm, rompi, dan safety shoes. PPK nggak boleh lepas tangan,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Bagian Administrasi Pembangunan pada Sekretariat Daerah Kota Bogor, Irfan Zacky Faizal mengatakan bahwa seseuai Peraturan Menteri PUPR Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK), setiap kontraktor wajib memiliki tenaga ahli K3, dan menjadi persyaratan wajib.

“K3 itu seharusnya menjadi hal yang wajib. Artinya harus ada penerapan prosedur tersebut,” ujar Irfan.

Irfan mengakui bahwa pihaknya telah beberapa kali mendatangi lokasi proyek Mila Kencana, namun belum menemui adanya tenaga ahli K3. Padahal, sambung dia, secara administratif itu persyaratan yang mesti dipenuhi.

Menurut dia, penerapan K3 di lokasi proyek oleh kontraktor harusnya menjadi concern PPK dan pengawas pembangunan di dinas terkait.

“Harusnya PPK dan pengawas menanyakan hal itu (penerapan K3). Karena sekecil apapun pekerjaan konstruksi wajib ada K3,” ungkap Irfan.

Sebab, sambung dia, perlengkapan K3 beserta tenaga ahli pada sebuah proyek sudah dianggarkan dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebuah proyek.

“Rompi dan helm sudah ada dalam RAB. Sebetulnya kami sudah beberapa kali memberikan masukan khusus untuk k3 ini tetap harus dievaluasi. Ini menjadi kewajiban pelaksana di lapangan dan pengawas proyek,” katanya.

Irfan menegaskan bahwa dalam permasalahan ini PPK harus proaktif karena setelah menandatangani kontrak sudah menjadi ranah PPK.

“Kalau kami, khususnya di proyek strategis pada saat penandatanganan kontrak selalu menekankan soal K3,” katanya.

Lebih lanjut, kata Irfan, kontraktor dan PPK wajib memperhatikan K3 karena itu merupakan salah satu persyaratan wajib dalam kegiatan konstruksi

“Ke depan memang semua pekerjaan kontruksi di Kota Bogor di wajibkan memiliki petugas K3 dan tenaga ahli K3, saat proses pelelangan,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

MIN 1 Bogor Kembali Berprestasi, Kali Ini Meraih Perak dan Perunggu Kompetisi Sains Tingkat Nasional

0

jurnalinspirasi.co.id – Kabar membanggakan datang dari Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Bogor, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor. Ernestia Putri Adimantara, salah satu siswi di madrasah itu telah berhasil meraih prestasi  dalam Kompetisi Sains Pelajar Delta Tingkat Nasional, baru-baru ini.

Ernestia siswi MIN 1 Bogor meraih medali perak untuk mata pelajaran matematika, juara ke-2 pengetahuan umum dan medali perunggu untuk pelajaran IPA.

Sebelumnya, pada Februari 2025 MIN 1 Bogor berhasil memboyong tiga trofi dari turnamen futsal yang diadakan di empat kecamatan berbeda (Leuwisadeng, Leuwiliang, Nanggung, dan Jasinga). Mereka juga pernah meraih Juara Piala Pelajar.

Dikompetisi di HUT RI ke-80 tingkat kecamatan, siswa-siswi MIN 1 Bogor meraih beberapa penghargaan, termasuk Juara 2 Futsal Tingkat SD/MI dan Juara Harapan 2 Gerak Jalan Putra dan sejumlah prestasi lainnya.

MIN 1 Bogor selain memprogramkan kegiatan literasi baca bagi siswanya hal ini bagian dari upaya dalam peningkatan kualitas pendidikan, juga pada ekstrakurikulernya.

Upaya ini sebagai komitmen dan  dedikasi yang kuat dalam  mendukung bakat dan kemampuan siswa di berbagai bidang sehingga tak heran jika MIN 1 Bogor dikenal karena konsistensi dalam meraih penghargaan di berbagai kompetisi.

Kepala Sekolah MIN 1 Bogor  Ating, M. Pd .I menyatakan, sejumlah peserta didiknya di sekolahnya tak hanya diajarkan pengetahan ilmu agama saja, namun juga literasi baca dalam melihat kemampuan anak yang harus didukung untuk terus berkembang.

“Selain  pembelajaran pengetahuan agama dan umum, bagian penting  dalam memahami potensi anak agar bisa diarahkan sesuai bakatnya,” jelasnya, Kamis (13/11/2025).

(Arip Ekon)

Kolam Busa Hingga Mini Zoo, Semua Ada di Zam Zam Tirta Water Park, Tiketnya Cuma 20 Ribuan!

0

jurnalinspirasi.co.id – Liburan singkat tak harus jauh-jauh atau mahal. Di kawasan Ciomas, Kabupaten Bogor, ada tempat rekreasi air bernama Zam Zam Tirta Water Park yang menawarkan keseruan dengan harga tiket yang ramah di kantong, sekitar 20 ribuan per orang.

Tempat ini menjadi salah satu tujuan favorit warga sekitar, terutama untuk kegiatan rombongan sekolah. Seperti yang terlihat pada Rabu (13/11), belasan siswa kelas tiga dari SDN Sukamantri 01 datang bersama guru dan orang tua untuk bermain dan berlibur bersama.

Suasana di lokasi tampak ramai dan penuh tawa. Anak-anak berlarian di kolam busa, sebagian lagi mencoba perosotan spiral dan kolam arus. Di tepi kolam, orang tua sibuk memotret sambil sesekali ikut tertawa melihat keceriaan anak-anak mereka.

Salah satu orang tua murid, Pipit, mengatakan dirinya senang bisa menemani anaknya berlibur di Zam Zam Tirta.

“Anak-anak seneng banget, soalnya kolamnya banyak dan bersih. Harganya juga murah, jadi enggak mikir dua kali buat ikut nemenin ke sini,” ujar Pipit.

Zam Zam Tirta Water Park memiliki sembilan kolam dengan berbagai wahana, mulai dari kolam pantai yang landai untuk anak kecil, hingga spiral slide dan jump slide bagi yang suka tantangan. Selain itu, tersedia juga kamar mandi bilas, musholla, kolam ikan, dan mini zoo kecil yang menambah daya tarik tempat ini.

Fasilitasnya cukup lengkap untuk ukuran tempat wisata dengan harga terjangkau. Banyak pengunjung datang bersama keluarga besar atau rombongan sekolah, karena selain murah, tempatnya juga mudah dijangkau dari pusat Kota Bogor.

Zam Zam Tirta Water Park buka setiap hari mulai pukul 08.00 pagi hingga 16.30 sore. Dengan harga tiket yang bersahabat dan suasana yang menyenangkan, tempat ini bisa jadi pilihan pas untuk mengisi akhir pekan bersama keluarga atau teman-teman.

(Putri.D/mg)

Yama Sumbodo: Pemimpin Masa Depan Harus Bermoral, Visioner, dan Mampu Hadirkan Perubahan Nyata

0

jurnalinspirasi.co.id — Dosen Komunikasi Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor sekaligus Kandidat Doktor Komunikasi Politik Universitas Padjadjaran, Yama Sumbodo, menilai bahwa masyarakat Indonesia kini semakin kritis dan menuntut figur pemimpin yang bermoral, visioner, serta mampu menghadirkan perubahan nyata bagi publik.

Pandangan tersebut disampaikan Yama menanggapi pernyataan Anies Rasyid Baswedan dalam unggahan YouTube resminya berjudul “Kenapa Kita Masih Macet, Masih Miskin, Masih Marah?” yang diunggah pada 11 November 2025.

Dalam video itu, Anies menekankan bahwa kepemimpinan di masa depan harus berlandaskan nilai-nilai keadilan dan integritas.

“Pemimpin masa depan harus punya kompetensi, integritas, dan prinsip keadilan. Bukan sekadar memerintah, tapi menggerakkan,” ujar Anies dalam video tersebut.

Menanggapi pernyataan tersebut, Tim Jurnal Bogor mengajukan pertanyaan kepada Yama Sumbodo mengenai relevansi nilai-nilai kepemimpinan itu dalam konteks sosial-politik saat ini.

“Apakah nilai integritas dan keadilan masih menjadi faktor utama yang dicari publik dalam figur pemimpin Indonesia ke depan?” tanya Tim Jurnal Bogor.

Yama menjawab bahwa publik kini semakin selektif terhadap figur politik.

“Saat ini, masyarakat semakin kritis dan mengharapkan pemimpin yang transparan, konsisten dalam perkataan dan tindakan, serta mendukung keadilan sosial,” ujarnya dalam wawancara bersama Jurnal Bogor, Rabu 12 November 2025.

Ia menegaskan, integritas dan keadilan menjadi ukuran utama untuk membangun kembali kepercayaan publik terhadap elite politik nasional.

“Kedua nilai tersebut menjadi ukuran utama untuk membangun kepercayaan publik di tengah berbagai masalah ketidakadilan dan krisis kepercayaan terhadap para pemimpin politik,” lanjutnya.

Selain bermoral, menurut Yama, pemimpin masa depan harus memiliki kapasitas strategis untuk menghadapi isu-isu global yang semakin kompleks.

“Masyarakat juga mengharapkan pemimpin yang memiliki kemampuan dan visi yang jelas, yang dapat menangani isu-isu kontemporer seperti ekonomi digital, energi, dan perubahan iklim,” tegasnya.

Ia menilai, kepemimpinan ideal harus menggabungkan integritas moral dengan kecakapan teknokratis agar mampu menghadirkan solusi nyata, bukan sekadar retorika politik.

“Pemimpin masa depan yang ideal adalah seseorang yang tidak hanya memiliki moral tinggi, tetapi juga mampu melaksanakan ide-ide dan menghadirkan perubahan yang nyata bagi komunitas,” pungkasnya.

(fauzan/mg)

Keikutsertaan pada Upacara HKN ke-61 Kabupaten Bogor, Wujud Komitmen Kesehatan RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang

0

jurnalinspirasi.co.id – Semangat Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61!, Dalam rangka memperingati HKN tahun 2025, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor melaksanakan upacara peringatan di lapangan upacara Kantor Dinkes Kabupaten Bogor, pada Rabu (12/11/2025).

Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh semangat, diikuti oleh seluruh insan kesehatan dari Puskesmas, Rumah Sakit se-Kabupaten Bogor, serta organisasi profesi kesehatan.


Upacara dipimpin langsung oleh Asisten Pemerintahan Kabupaten Bogor, Bapak Zaenal Ashari, S.Sos., M.M., sebagai bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan tema HKN ke-61 tahun ini:

“Generasi Sehat, Masa Depan Hebat.”

Dalam kegiatan tersebut, RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang turut mengikuti upacara dengan penuh semangat sebagai wujud komitmen terhadap peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat.

Selain hadir sebagai peserta, perwakilan dari RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang, Rina Herayanti, Kasubag Verifikasi dan Pelaporan, juga mendapat kehormatan sebagai pembaca naskah Pancasila.

Sebagai penutup, dilakukan pemotongan kue bersama sebagai simbol rasa syukur atas peringatan HKN ke-61. Prosesi dilakukan oleh Asisten Pemerintahan Kabupaten Bogor Bapak Zaenal Ashari, S.Sos., M.M., bersama dr. Fusia Novalina, MARS, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, dan dr. Vitrie Winastri, S.H., M.A.R.S., Direktur RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang.

Peringatan HKN ke-61 ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor serta mempertegas komitmen seluruh insan kesehatan dalam memberikan pelayanan yang berkualitas, cepat, dan berkeadilan bagi masyarakat.

Mari terus bersinergi membangun masyarakat Bogor yang sehat, kuat, dan bahagia!

(yev/rls)

Desa Sukamahi Junjung Tinggi Transparansi dan Kualitas Fisik Kegiatan Pembangunan

0

jurnalinspirasi.co.id – Kegiatan pembangunan yang menggunakan anggaran dari pemerintah, baik itu yang bersumber dari DD, Bankeu, Banprov maupun yang bersumber dari Pemkab Bogor di tahun 2025 ini hampir berakhir. Desa-desa di berbagai kecamatan, termasuk di Kecamatan Megamendung kini tengah menunggu acara musrenbang di tingkat kecamatan yang akan dilaksanakan pada Januari 2026 nanti.

Pantauan di sepanjang tahun 2025 ini, berbagai kegiatan pembangunan di desa-desa di Kecamatan Megamendung berjalan tanpa hambatan yang bersifat mengarah  terganggunya proses selama pekerjaan sedang dilaksanakan. Untuk terciptanya kondusifitas tersebut, setiap kepala desa sebelum melaksanakan kegiatannya, mereka secara nyata melaksanakan berbagai tahapan yang harus ditempuh.

Seperti yang dituturkan Kepala Desa Sukamahi, Mamat Budi SE, musyawarah dan menampung berbagai aspirasi dari masyarakat itu sangat diperlukan untuk suksesnya pembangunan di tingkat desa.

“Melalui musyawarah bersama para tokoh masyarakat untuk pembangunan di tingkat desa itu sangat penting. Melalui musyawarah itu, kita akan mengetahui  berbagai hal yang dibutuhkan oleh warga di masing-masing masing lingkungan, ” ujarnya.

Tidak kalah penting lanjut dia, transparansi atau keterbukaan di semua kegiatan pembangunan perlu dikedepankan hingga masyarakat bisa turut mengawasi.

“Segala bentuk program pembangunan kita pampang di reklame papan kegiatan yang berada di depan kantor desa. Dengan demikian, masyarakat bisa mengetahuinya. Tidak hanya itu, untuk kualitas fisik bangunan, tim teknis dari instansi PUPR memiliki tugas untuk melakukan pengawasan terhadap spek yang dilakukan oleh pelaksana kegiatan, ” imbuhnya.

Menjelang akhir tahun 2025 ini, Desa Sukamahi salah satu kegiatan pembangunan yakni betonisasi jalan lingkungan yang tembus ke Desa Sukamaju dan menjalankan instruksi bupati untuk penghijauan di lahan-lahan kritis.

(Dadang Supriatna)

Dua Guru Luwu Utara Dapat Rehabilitasi dari Presiden Prabowo

0

jurnalinspirasi.co.id – Raut lega dan haru terpancar dari wajah dua guru asal Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Drs. Abdul Muis dan Drs. Rasnal, M.Pd, setelah menerima langsung surat rehabilitasi yang diberikan oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Bagi keduanya, keputusan tersebut bukan sekadar pemulihan nama baik, tetapi juga penegasan bahwa perjuangan panjang mereka akhirnya menemukan keadilan.

Usai menerima surat rehabilitasi oleh Presiden Prabowo di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Kamis, 13 November 2024. Keduanya menyampaikan ungkapan terima kasih dan rasa syukur atas perhatian Kepala Negara terhadap nasib guru di daerah.

“Saya pribadi dan keluarga besar saya sampaikan setulus-tulusnya terima kasih kepada Bapak Presiden yang telah memberikan rasa keadilan kepada kami, yang di mana selama lima tahun ini kami merasakan diskriminasi, baik dari aparat penegak hukum maupun dari birokrasi atasan kami yang seakan-akan tidak pernah peduli dengan kasus kami yang kami hadapi,” ujar Abdul Muis, Guru Sosiologi SMA Negeri 1 Luwu Utara, dengan mata berkaca-kaca.

Sementara itu, Rasnal, mantan Kepala SMA Negeri 1 Luwu Utara yang kini mengajar Bahasa Inggris di SMA Negeri 3 Luwu Utara, mengaku perjalanan yang ia dan rekannya tempuh untuk mencari keadilan bukanlah hal mudah. Ia menggambarkan perjuangan mereka sebagai perjalanan yang sangat melelahkan.

“Ini adalah sebuah perjalanan yang sangat melelahkan. Kami telah berjuang dari bawah, dari dasar sampai ke provinsi. Sayangnya kami tidak bisa mendapatkan keadilan,” ujar Rasnal.

Rasnal juga mengungkapkan rasa syukur yang mendalam usai bertemu langsung dengan Presiden Prabowo Subianto dan menerima keputusan rehabilitasi. Ia menyebut langkah tersebut sebagai anugerah besar yang memulihkan nama baiknya serta menjadi bukti nyata kepedulian Presiden Prabowo terhadap keadilan bagi para guru.

“Setelah kami bertemu dengan Bapak Presiden, alhamdulillah Bapak Presiden telah memberikan kami rehabilitasi. Saya tidak bisa mengatakan sesuatu kepada Bapak Presiden, terima kasih Bapak Presiden,” ucapnya penuh syukur.

“Saya bersyukur kepada Allah Swt. dengan jalan ini kami telah memperoleh keadilan sekarang dan direhabilitasi kami punya nama baik,” lanjut Rasnal.

Rasnal pun menyampaikan harapannya agar peristiwa serupa tidak lagi terjadi pada para pendidik di Tanah Air. “Semoga ke depan tidak ada lagi kriminalisasi terhadap guru-guru yang sedang berjuang di lapangan. Sekarang ini teman-teman guru selalu dihantui bahwa kalau sedikit berbuat salah, selalu ada hukuman-hukuman yang tidak pantas,” tuturnya. (*)ded