33.4 C
Bogor
Tuesday, June 30, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 54

Usai Tarawih, Warga Warung Limus Gotong Royong Benahi Drainase dan Jalan

0

Bogor Selatan | Jurnal Bogor – Semangat gotong royong warga Kampung Warung Limus RT 005 RW 009, Kecamatan Bogor Selatan, tetap terjaga meski di tengah bulan Ramadan. Warga setempat menggelar kerja bakti memperbaiki saluran drainase dan merapikan jalan lingkungan agar lebih nyaman dilalui pejalan kaki maupun kendaraan roda dua.

Kegiatan kerja bakti tersebut dilaksanakan pada malam hari setelah warga selesai melaksanakan salat tarawih. Perbaikan dilakukan secara swadaya oleh warga dengan membawa peralatan masing-masing.

Ketua RT 005, Ismail Idrus mengatakan, kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian warga terhadap lingkungan sekitar, khususnya saluran air dan jalan lingkungan yang perlu diperbaiki.

“Meski sedang menjalankan ibadah puasa, semangat warga untuk bergotong royong tetap tinggi. Kami memperbaiki drainase agar aliran air lancar serta merapikan jalan lingkungan supaya lebih aman dan nyaman dilalui,” ujarnya, Sabtu malam (7/3/2026).

Sementara itu, Seksi Pembangunan RT 005, Apri menjelaskan, kerja bakti tersebut melibatkan warga secara sukarela. Selain memperbaiki drainase, warga juga merapikan badan jalan agar terlihat lebih tertata.

“Ini murni swadaya masyarakat. Warga bersama-sama bekerja memperbaiki lingkungan demi kenyamanan bersama,” katanya.

Salah satu warga menambahkan, kegiatan kerja bakti di bulan Ramadan justru menjadi momen untuk mempererat kebersamaan antarwarga.

“Selain memperbaiki lingkungan, kerja bakti ini juga menjadi ajang silaturahmi setelah salat tarawih,” ujarnya.

Kegiatan gotong royong tersebut diharapkan dapat membuat lingkungan Kampung Warung Limus menjadi lebih bersih, tertata, dan nyaman bagi masyarakat. Yudi

Jagoan DPRD Golkar Kalah di Rumah Sendiri

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Pemilihan ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Tengah Kecamatan Cibinong berlangsung dramatis. Satu suara dari 85 hak pilih berhasil membawa kemenangan.

Dramatisnya pemilihan ketua LPM ini tak lepas dari unsur politisasi menuju Pemilu 2029. Meskipun masih lama namun persiapan ini musti digalang rapi dan kokoh. Keterlibatan anggota DPRD Fraksi Golkar dalam pemilihan Ketua LPM kepada salah satu calon makin menambah drama pemilihan mirip drama film India.

Susul menyusul perolehan suara yang digelar di kantor Kelurahan Tengah di tengah bulan suci Ramadan 1447 H, menambah ketegangan saat penghitungan suara.

Pemilihan Ketua LPM Kelurahan Tengah diikuti 2 calon. Nomor urut 1 Sanusi. Berlatarbelakang pengacara dan memiliki segudang pengalaman dalam berbagai aktivitas politik sosial kemasyarakatan. Latarbelakang aktivis sosial yang kuat dan dominan itu membuatnya mampu memengaruhi anggota DPRD Fraksi Golkar merestui dan mendukungnya di pemilihan ketua LPM.

Calon nomor urut 2 adalah Syamsudin. Berlatarbelakang ketua RW 9 Kelurahan Tengah dan malang melintang di karir pemerintahan sebagai penghulu pernikahan di kantor Kementerian Agama Cibinong. Puluhan tahun bersafari sebagai kepala KUA mulai dari kecamatan Rancabungur, Megamendung, Dramaga, Citeureup, dan Sukaraja dan pensiun sebagai kepala seksi Penyelenggaraan Haji dan Umroh di 2020.

Kedua figur yang punya keunggulan di bidang keahliannya itu akhirnya harus mau menerima hasil pemilihan yang ketat dan menegangkan. Dari 85 hak pilih, 43 suara memilih Syamsudin, 42 suara memilih Sanusi. “Benar-benar seru dan menegangkan. Tapi ya inilah hasil akhirnya dan harus kita terima dengan legawa,” kata Aripin, salah satu pemilih.

Kantor Kelurahan Tengah ini hanya berjarak 300 meter dari kediaman anggota DPRD Kabupaten Bogor Fraksi Golkar yang memberikan dukungan kepada Sanusi. Hasil akhir membuktikan bahwa kediaman rumah tinggal tidak dapat mendominasi sengitnya perebutan pengaruh di Kelurahan Tengah, Cibinong.

“Terima kasih atas dukungannya. Saya bertekad untuk menbawa Kelurahan Tengah menjadi lebih baik,” kata Syamsudin.n Firdaus

Tingkatkan Kualitas Layanan, BGN Gelar Bimbingan Teknis Penjamah Makanan Program MBG dan Percepatan Penyediaan SLHS

0

Tangerang | Jurnal Bogor — Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat, diselenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Penjamah Makanan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dan Percepatan Penyediaan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) pada 7–8 Maret 2026.

Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di delapan wilayah Kantor Koordinasi Program Pemenuhan Gizi (KPPG) yaitu KPPG Jakarta, KPPG Bogor, KPPG Bandung, KPPG Cirebon, KPPG Semarang, KPPG Sleman, KPPG Surabaya, dan KPPG Jember, dengan jumlah peserta mencapai 500 orang setiap harinya.

Peserta kegiatan terdiri dari berbagai unsur yang terlibat langsung dalam operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), antara lain Kepala SPPG, Mitra/Yayasan pengelola, Pengawas Gizi, dan Asisten Lapangan.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas para penjamah makanan dalam menerapkan standar higiene dan sanitasi pangan, sekaligus mempercepat proses penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi dapur-dapur SPPG yang menjadi bagian penting dari implementasi Program MBG.

Kegiatan dibuka secara hybrid oleh Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Republik Indonesia Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya.

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa makanan bergizi merupakan hak seluruh anak di Indonesia, sehingga kualitas penyediaan makanan harus menjadi perhatian bersama.

Menurutnya, pelaksanaan bimbingan teknis ini sangat strategis sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan pemenuhan gizi nasional melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan para penjamah makanan.

Sony Sonjaya juga menyampaikan bahwa Program MBG saat ini telah berkembang pesat dengan keterlibatan masyarakat yang sangat besar, yang ditunjukkan dengan berdirinya lebih dari 25 ribu SPPG di seluruh Indonesia, sebagian besar diinisiasi oleh mitra atau yayasan dari masyarakat. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang terlibat di dapur SPPG menjadi langkah penting untuk memastikan standar keamanan dan kualitas makanan tetap terjaga.

Di Tangerang kegiatan berlangsung di Swiss-Bell Hotel Serpong, Sabtu-Minggu (7-8/3/2026) yang diikuti empat rastusan peserta dari perwakilan SPPG, relawan, mintra/yayasan yang terlibat aktif dalam penyaluran program MBG untuk melakukan sertifikasi SPPG.

Sony Sonjaya juga mengatakan setelah beberapa waktu tidak melaksanakan kegiatan, hari ini pihaknya memulai kembali pelatihan penjamah makanan dan percepatan SLHS.

“Pelatihan penjamah makanan ini, salah satu persyaratan untuk mendapatkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan dengan SLHS ini kegiatan Program Makan Bergizi gratis (MGB) atau produksi-produksi makan bergizi dilaksanakan pada satu tempat yang memang sarana-prasarananya itu sudah terjamin kebersihannya, kesehatannya. Makanya disebut laik higiene sanitasi kesehatan,” paparnya, Sabtu (7/3/2026).

Disampaikannya, poin tersebut sangat penting, karena itu pihaknya mengarahkan kepada seluruh KSPPG untuk mengingatkan mitra-mitranya dari sejak dinyatakan operasional sampai 30 hari harus segera mendaftar untuk proses SLHS.

“Apabila 30 hari daftar saja belum, maka BGN akan suspend atau hentikan operasional SPPG,” tegasnya.

Menurutnya, sampai tadi malam sudah ada 25.061 SPPG yang sudah kami lakukan pemeriksaan atau inspeksi-inspeksi ke lapangan oleh jajaran Direktur Pemantauan dan Pengawasan.

“Langsung disana diketahui ada beberapa SPPG yang tidak memenuhi persyaratan. Baru kemudian langsung diberi SP, surat peringatan kesatu, surat peringatan kedua, dan ada juga yang langsung dihentikan,” katanya.

“Contoh pada waktu saya langsung datang ke satu tempat di satu Provinsi, melihat sarana prasarana ini benar-benar memang tidak layak dan langsung saat itu juga dihentikan, karena memang saranannya betul-betul tidak layak. Kita cek itu dari mulai sirkulasi udara, suhu ruangan seperti apa pada saat produksi, termasuk ipalnya.Ipal, ada yang ipal hanya berupa septic tank,” sambung Sony.

“Disamping itu, acara ini juga untuk meningkatkan persentase TPP yang memenuhi persyarakatan administratif dan teknis SLHS. Kami juga memfasilitasi pemenuhan syarat mandiri inspeksi kesehatan lingkungan minimal 80 persen. Serta, mempercepat penertiban SLHS melalui pendampingan pendaftaran di sistem OSS,” ungkapnya.

Sony juga menekankan Bimtek SLHS fokus pada penerapan prinsip higiene sanitasi pangan siap saji. “Yang meliputi 6 prinsip Higiene Sanitasi Makanan, Higiene Perorangan, Sanitasi Tempat dan Bangunan, Sanitasi Peralatan, dan Standar Baku Mutu,” ujarnya.

“Dengan demikian program MBG ini dapat dilakukan dengan peningkatan mutu atau kualitas sehingga akan menjadi MBG yang berdampak positif bagi generasi kita,” tegasnya.

Untuk itu, Sony mengimbau kepada KSPPG untuk memiliki 3 media sosial ini wajib dimiliki, fungsi dari media sosial itu sebagai sarana komunikasi antara KSPPG dengan masyarakat.

“Jadi SPPG wajib menginformasikan hari ini menunya apa, kandungan, gizinya termasuk harganya berapa. Misalkan hari ini nasi, kemudian ayam teriyaki, lalu steam wortel dan buncis, buahnya pisang, nah Itu harus ada harganya,” beber Sony.

Ia pun meminta, silakan masyarakat memonitor bagaimana dilapangan, sesuaikan dengan harga yang memang betul-betul real dan fakta. “Misalkan pisang, pisang itu berapa? Misalkan Rp1.500 satu biji pisang ya, satu putih,” lanjut Sony.

Jika di lapangan menemukan yang tidak sesuai, katanya, langsung protes ke media sosial yang dimiliki SPPG tersebut. Atau bisa juga menghubungi hotline di 127 atau ada juga nomer WhattApp dan telepon.

Pada kesempatan pembukaan di KPPG Cirebon, Deputi Bidang Penyaluran dan Penyediaan Badan Gizi Nasional, Brigjen (Purn) Suardi Samiran, S.Sos., M.M., menegaskan bahwa kualitas makanan tidak hanya ditentukan oleh bahan yang digunakan, tetapi juga oleh cara pengolahan, penyimpanan, dan penyajiannya.

Menurutnya, standar keamanan pangan harus diterapkan secara menyeluruh dalam setiap tahapan operasional dapur SPPG. Ia juga menekankan bahwa melalui kegiatan Bimbingan Teknis Penjamah Makanan dan Percepatan SLHS, pemerintah ingin memastikan seluruh petugas yang terlibat memiliki pengetahuan, keterampilan, serta kesadaran yang memadai dalam menjalankan tugasnya di masing-masing SPPG.

“Selain itu, percepatan penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) menjadi salah satu prioritas penting sebagai bentuk komitmen dan pertanggungjawaban SPPG dalam menyediakan makanan bergizi yang aman, higienis, dan memenuhi standar sanitasi,” tandasnya.

(Wawan Hermawanto)

Santunan Yatim dan Dhuafa Yayasan Anugerah Insani dan Dewantara“Menyebar Kasih Menggapai Ridho Ilahi”

0

Cibinong | JurnalBogor
Yayasan Anugerah Insani bersama Yayasan Dewantara kembali menyelenggarakan kegiatan sosial Santunan Yatim dan Dhuafa dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 H. Kegiatan yang mengusung tema “Menyebar Kasih Menggapai Ridho Ilahi” ini berlangsung pada Sabtu, 7 Maret 2026 (17 Ramadhan 1447 H) di Masjid Nurul Ilmi Komplek Kampus ITB Dewanatara Perumahan Acropolis Blok LC 19, Karadenan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

Acara ini menghadirkan Ust. TB Anshari, S.Pd.I sebagai pemateri yang menyampaikan tausiyah dengan tema “Sedekah Jariyah dan Anak yang Sholeh.”

Dalam ceramahnya, Ust. TB Anshari menekankan pentingnya amal jariyah yang terus mengalir pahalanya serta peran anak yang sholeh sebagai investasi akhirat bagi orang tua. Ia juga mengingatkan bahwa doa anak yatim memiliki keistimewaan di sisi Allah SWT, sehingga umat Islam dianjurkan untuk memuliakan, membantu, dan menyantuni mereka sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus ibadah.

Ketua Pelaksana kegiatan, Ust. Suhaemi, S.Pd.I, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah berkontribusi dalam kegiatan ini.

Ia menyampaikan bahwa kepedulian para dermawan menjadi kunci terselenggaranya kegiatan santunan yang membawa manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

Santunan pada tahun ini diberikan kepada 375 penerima manfaat, yang terdiri dari anak yatim piatu, masyarakat kurang mampu, serta beberapa panti asuhan di sekitar wilayah Cibinong.

Total donasi yang berhasil dihimpun mencapai Rp72.000.000, yang disalurkan dalam bentuk paket santunan dan bantuan kebutuhan lainnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua HRD Yayasan Dewantara, para dosen Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Dewantara, serta Wakil Rektor ITB Dewantara, Dr. Zeze Zakaria Hamzah.

Dalam sambutannya, Dr. Zeze menyampaikan rasa kebahagiaannya dapat berbagi dengan masyarakat sekitar kampus. Ia menegaskan bahwa kegiatan santunan ini merupakan agenda rutin tahunan yang menjadi wujud komitmen Yayasan Dewantara dalam membangun kepedulian sosial dan mempererat hubungan dengan masyarakat.

Salah satu penerima santunan, Rudi, seorang anak yatim, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diterimanya.

“Saya sangat bersyukur atas rezeki yang saya dapatkan hari ini. Terima kasih kepada Yayasan Dewantara dan para donatur yang peduli kepada kami. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” ungkapnya dengan penuh haru.

( Wawan Hermawanto)

Wow, Meskipun Bulan Puasa Godongijo Wisata Edukasi Tetap Jadi Buruan Para Pendidik Untuk Fieldtrip

0

Jurnal Bogor | Memasuki pekan kedua di bulan puasa, geliat wisata edukasi Godongijo seolah-olah tak pernah sepi pengunjung terbukti dengan masih banyaknya peminat dari berbagai sekolah untuk datang field trip ke godongijo sebagai pembelajaran luar kelas anak didiknya. (5/3/26)

Godongijo yang terletak dijalan Cinangka Raya No.km 10, RW.no.60, Serua, Kec. Bojongsari, Kota Depok, Jawa Barat 16517, memang memiliki nilai plus di kalangan dunia pendidikan terutama sekolah-sekolah baik di jabodetabek, daerah-daerah, maupun sekolah di luar negeri sebagai tempat belajar yang compact lengkap sesuai standariasi sekolah

Mengapa demikian, karena hanya di godongijo inilah para pendidik bisa memastikan jika program-program edukasi yang ada di godongijo sesuai dengan mutu kurikulum sekolah, sehingga tak jarang para pendidik menjadikan program di godongijo sebagai standariasi mutu yang mereka jadikan rujukan di sekolah mereka.

Patut diketahui bersama, dengan mengusung konsep Ecotaiment yaitu kegiatan karyawisata yang memiliki nilai edukasi dalam membantu meningkatkan kecerdasan anak didik serta meningkatkan kreativitas anak dan wawasan ilmu pengetahuan terhadap lingkungan sekitar dengan sistem pembelajaran yang menyenangkan serta tak membosankan.

Dibimbing langsung oleh instruktur Godongijo yang ramah menjadikan susana Fieldtrip lebih menyenangkan membuat anak didik yang datang merasa nyaman dan fokus selama dalam proses belajar di godongijo.

Jane Nadek, General Manager Godongijo mengatakan jika dirinya sangat berterima kasih kepada sekolah – sekolah yang telah mempercayai dan mengapresiasi semua proses pembelajaran digodongijo, baik dari sisi program belajar maupun semasa anak didik mereka dalam bimbingan instruktur – instruktur tim godongijo.

“Saya pribadi sangat berterima kasih kepada para pihak dari sekolah – sekolah yang telah mempercayai kami (godongijo) sebagai mitra pembelajaran luar kelas anak didik sekolah mereka. Kami selalu berupaya memberikan program-program terbaik untuk meningkatkan mutu pendidikan anak-anak sekolah yang hadir ke godongijo.”ujar jane

Ia pun menambahkan, jika godongijo akan terus menjalin kemitraan yang baik dengan sekolah-sekolah untuk menciptakan anak didik yang unggul dan cerdas kedepannya, tanpa sinergi yang baik mustahil semua itu dapat terwujud.

Hal senada disampaikan juga oleh Miss Martha, dari SD BPK Bandung yang hadir berserta rombongan anak didiknya, jika dirinya sangat senang bisa filedtrip ke godongijo, meskipun jauh, tapi lelahnya terbayarkan, karena tempatnya sangat bagus, nyaman banyak pepohonan yang asri dan sejuk, ada restonya juga dengan air terjun dan pemancingan serta hewan-hewan dan reptil langka, serta program – program yang di ikuti anak – anak bisa menambah ilmu pengetahuan mereka.

“Saya benar-benar kagum pada pesona alam yang ada digodongijo, walau hari ini hujan kita tetap semangat belajar, keren sekali tempatnya, compact semua ada disini, mulai dari wisata edukasinya, alam hijau, dunia hewan, pemancingan dan resto lengkap ada disini, anak-anak pun terlihat hepi dan enjoy dengan sistem pembelajaran digodongijo, klo begini pasti besok-besok kami akan kesini lagi. “ucap Miss Martha pada sesi pembelajaran membuat minuman jahe.

Lain halnya Albert, salah satu wali murid yang mendampingi putrinya Fieldtrip dari sekolah TKK Triana Bekasi mengatakan, jika dirinya baru pertama kali datang ke sini mendampingi putrinya, luas sekali tempatnya, hijau asri layaknya hutan kota yang sejuk, di tambah saat ini hujan, jadi udaranya terasa segar sekali berada digodongijo

“Iya kami rombongan datang ke godongijo untuk Fieldtrip TKK Triana Bekasi, luas sekali tempatnya, hijau asri layaknya hutan hota menyejukan, apalagi saat ini hujan jadi tambah dingin dan segar sekali udara disini, anak-anak pun bahagia sekali belajar dan bermain disini, seneng banget, sukses selalu buat godongijo, terus maju dan berkembang ya.”tandasnya.

** Erwin

Turunkan 750 Atlet, Kota Bogor Targetkan 100 Emas

0

Bogor | Jurnal Bogor

Jelang perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat, jajaran pengurus Kontingen Kota Bogor menggelar rapat koordinasi intensif untuk memastikan kesiapan atlet dan teknis pendampingan di lapangan. Hingga saat ini, sebanyak 750 atlet telah dinyatakan lolos verifikasi medis dan siap berlaga.

Ketua Kontingen Kota Bogor, Jenal Mutaqin menyatakan bahwa fokus utama saat ini adalah sinkronisasi data pasca-pemeriksaan medis serta pembagian tugas tim pendamping.

“Alhamdulillah, 750 atlet sudah terverifikasi dan siap untuk ikut Porprov. Hari ini kami rapat pengurus untuk memastikan berbagai dokumen, persyaratan, dan kesiapan. Kami berharap anggaran mencukupi sehingga seluruh peserta yang lolos verifikasi ini bisa berangkat secara maksimal,” ujarnya saat ditemui usai rapat persiapan, Jumat (6/3).

Mengingat lokasi pertandingan yang tersebar di beberapa daerah—termasuk tuan rumah utama Bogor, Depok, dan Bekasi, serta daerah penunjang seperti Cimahi, Bandung, hingga Majalengka—pihak kontingen telah menyiapkan tim ofisial yang solid.

“Ada tim sebanyak 90 orang yang kami bagi tugasnya di setiap bidang untuk mengawal 750 atlet. Mereka bertugas memastikan kebutuhan vitamin, fasilitas, hingga kesiapan fisik atlet terjaga hingga hari pertandingan. Dengan rasio ini, kami berikhtiar memberikan pelayanan maksimal,” lanjutnya.

Optimisme tinggi diusung oleh Kontingen Kota Bogor. Tidak tanggung-tanggung, target raihan medali emas dipatok pada angka yang cukup prestisius untuk mengamankan posisi papan atas.

“Target kami tetap 100 medali emas plus. Insyaallah, itu menjadi ikhtiar kami bersama seluruh cabor,” tegas Ketua Kontingen.

Meskipun fokus pada urusan kontingen, ia juga memberikan sedikit bocoran mengenai kesiapan Kota Bogor sebagai salah satu tuan rumah. Tercatat ada sekitar 20 hingga 25 cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan di wilayah Kota Bogor.

Salah satu titik krusial adalah wilayah Bogor Selatan, tepatnya di kawasan Green Forest, yang akan menjadi venue bagi 8 cabang olahraga sekaligus. Selebihnya akan tersebar di GOR Pajajaran, area vokasi, dan beberapa titik lainnya.

“Khusus untuk teknis tuan rumah itu dikelola oleh Panitia Besar (PB) yang dipimpin langsung oleh Pak Wali dan Pak Sekda. Namun, kami berharap Kota Bogor bisa memberikan kesan terbaik dan tidak mengecewakan bagi para atlet se-Jawa Barat yang datang ke sini,” tambahnya.

Informasi lebih detail mengenai jadwal per nomor pertandingan rencananya akan dibahas lebih mendalam pada agenda Chief de Mission (CDM) kedua yang dijadwalkan berlangsung antara bulan Mei atau Juni mendatang.

** Fredy Kristianto

Oknum Diduga Buang Limbah Beton di Jalan BRIN, Lurah Cibinong Turun Tangan Bersihkan

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Sisa material proyek pengecoran beton diduga dibuang sembarangan di Jalan BRIN, Kelurahan Cibinong, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

Material berupa semen, pasir, dan batu kerikil itu sempat berserakan di badan jalan hingga dikeluhkan warga.

Warga khawatir material tersebut akan mengeras dan membuat permukaan jalan menjadi tidak rata.

Kondisi itu dinilai berpotensi mengganggu arus lalu lintas serta aktivitas masyarakat yang melintas di kawasan tersebut.

Lurah Cibinong, Ricky, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan pihak kelurahan langsung menindaklanjuti laporan warga dengan mendatangi lokasi.

“Setelah mendapat informasi dari warga, kami langsung turun ke lokasi untuk membersihkan sisa material beton agar tidak mengeras di jalan,” ujar Ricky saat dikonfirmasi, Jumat (6/3/2026).

Ricky menegaskan pihaknya akan memberikan sanksi kepada oknum yang terbukti membuang limbah proyek secara sembarangan.

Menurutnya, pembuangan material sisa proyek di ruang publik tidak diperbolehkan karena dapat membahayakan pengguna jalan.

Selain melakukan pembersihan, pihak kelurahan juga berencana berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mencegah kejadian serupa terulang.

“Kami juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait dan masyarakat untuk memasang spanduk larangan membuang sampah sembarangan, baik sampah rumah tangga maupun limbah proyek,” jelasnya.

Pihak kelurahan mengimbau para pelaksana proyek di wilayah Cibinong agar lebih bertanggung jawab dalam mengelola sisa material pekerjaan, sehingga tidak menimbulkan dampak bagi lingkungan maupun masyarakat sekitar.

** Leonita

Setelah Dikeluhkan Wali Murid, Paket MBG SPPG 02 Parakanmuncang Alami Peningkatan

0

Nanggung l Jurnal Bogor
Program MBG yang berasal dari Dapur SPPG 02 di Desa Parakanmuncang, Nanggung, Kabupaten Bogor setelah dikeluhkan wali murid atau penerima manfaat kini mengalami perbaikan.

Kepala SPPG 02 Parakanmuncang Anang Ma’ruf mengatakan, pihaknya terus mengevaluasi dan berusaha untuk perbaikan program MBG dikelolanya.

“Untuk perbaikan kami tidak alergi kritik atau saran dari siapa pun,” kata Kepala SPPG Anang saat dihubungi Jurnal Bogor, Jumat (6/3/2026).

Dia berharap MBG yang jadi program pemerintah dapat terus dievaluasi kedepannya agar pengelolaan menu MBG terus semakin baik. Ada 2.933 penerima manfaat MBG yang dikirim dari dari dapur SPPG 02 Parakanmuncang.

“Kami berupaya memberikan pelayanan agar paket menu MBG yang dikirim ke setiap sekolah bisa diterima dengan baik. Terus menjadikan evaluasi, terimakasih atas saran dan kritiknya,” kata dia.

Sementara, Ida salah satu wali murid di Yayasan Cendikia Muslim yang merupakan penerima manfaat MBG mengaku, paket menu MBG yang diterimanya mengalami perbaikan dibanding dari sebelumnya.

“Ada peningkatan menu MBG yang dikirim tadi, ada nasi ketan, kue, bolu kukus, buah pir, jeruk santang hingga kurma. Dibanding hari hari sebelumnya, paket MBG yang berasal dari SPPG 02 Parakanmuncang ada peningkatan,” tukasnya

Sementara, salah satu tenaga pengajar di SDN Parakanmuncang 02 Apip membenarkan, pengelolaan kualitas menu MBG dari SPPG 02 Parakanmuncang yang dikirim ke sekolahnya cukup bagus.

“MBG ada peningkatan, kami harap terus dipertahankan,” harapnya.

** Arip Ekon

Andi, Rangers Muda di Clean Sheet Indonesia, Mengabdi dari Selokan hingga Sekolah

0

Bogor | Jurnal Bogor – Di balik bersihnya selokan, taman, dan lingkungan sekolah yang kerap luput dari perhatian, ada sosok-sosok pekerja lapangan yang setia menjaga wajah kota tetap ramah dipandang. Salah satunya adalah Andi, anggota Rangers B2B di Clean Sheet Indonesia, yang sejak 2023 mengabdikan diri di barisan terdepan gerakan kebersihan lingkungan.

Saat ditemui di sela aktivitasnya, Andi menuturkan bahwa kesehariannya di lapangan diisi dengan berbagai pekerjaan dasar namun vital. Mulai dari membersihkan selokan, menyapu jalan, merapikan taman, hingga membersihkan area sekolah dan permukiman warga.

“Setiap hari saya membersihkan titik-titik kegiatan, seperti selokan, taman, dan lingkungan sekolah maupun permukiman. Selain itu, saya juga membantu mengangkut dan memilah sampah sesuai jenisnya,” ujar Andi, Jumat (6/3/2026).

Aktivitas yang paling sering ia lakukan adalah menyapu jalan, memungut sampah plastik, membersihkan saluran air, serta mengangkut sampah ke tempat pembuangan sementara. Dalam beberapa kegiatan, Andi juga turut membantu pemasangan spanduk dan perlengkapan penunjang aksi bersih-bersih bersama warga.

Penempatan tugas Andi saat ini berada di lingkungan pendidikan, salah satunya di Sekolah Strada Bhayangkara Jakarta Utara, sekaligus menjalani masa pendidikan di bidang Teknik Informatika.

Namun, di balik rutinitas tersebut, persoalan klasik masih kerap ia temui. Sampah plastik yang dibuang sembarangan, terutama di selokan dan pinggir jalan, menjadi masalah yang paling sering dihadapi. Rendahnya kebiasaan memilah sampah antara organik dan non-organik juga masih menjadi tantangan tersendiri.

“Tantangan terbesarnya adalah kurangnya kesadaran sebagian masyarakat. Kadang area yang sudah dibersihkan bisa kembali kotor dalam waktu singkat karena masih ada yang membuang sampah sembarangan,” ungkapnya.

Meski demikian, Andi menilai respons masyarakat secara umum cukup positif. Tidak sedikit warga yang ikut turun tangan membantu kegiatan bersih lingkungan dan mulai menunjukkan kepedulian terhadap kebersihan. Meski masih ada pula sebagian kecil masyarakat yang menganggap persoalan kebersihan sepenuhnya menjadi tanggung jawab petugas lapangan.

Suka duka pun menjadi bagian dari perjalanan Andi. Salah satu momen yang paling menantang adalah ketika harus menegur warga yang membuang sampah sembarangan.

“Biasanya saya tetap menyampaikan dengan sopan dan menjelaskan dampaknya terhadap kesehatan dan lingkungan. Kalau pendekatannya baik, mereka bisa menerima,” tuturnya.

Dukungan dari manajemen juga dirasakan Andi cukup membantu. Ia dan rekan-rekannya dibekali peralatan kebersihan yang memadai, pelatihan singkat tentang pengelolaan sampah, serta perlengkapan keselamatan seperti sarung tangan dan masker. Sebelum turun ke lapangan, para petugas juga mendapatkan arahan dan motivasi dari pimpinan.

Menurut Andi, peran petugas lapangan menjadi kunci keberhasilan program Rangers.

“Pegawai lapangan sangat penting karena kami yang langsung berinteraksi dengan masyarakat dan menangani kondisi di lapangan. Keberhasilan program sangat bergantung pada kerja sama tim dan konsistensi menjaga kebersihan,” katanya.

Ke depan, Andi berharap Clean Sheet Indonesia dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak wilayah. Ia juga menaruh harapan besar agar kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan semakin meningkat, serta lebih banyak generasi muda yang terlibat dalam gerakan peduli lingkungan. Yudi

600 Orang Ikuti Rekrutmen Massal Eiger Adventure Land

0

Bogor | Jurnal Bogor

EIGER Adventure Land mempertegas komitmen pemberdayaan masyarakat dengan menggelar rekrutmen massal yang diikuti lebih dari 600 warga Kecamatan Megamendung dan sekitarnya. Rangkaian seleksi yang meliputi psikotes dan wawancara ini bertujuan memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal di kawasan ekowisata tersebut.

Langkah ini diambil untuk memastikan pengembangan destinasi alam EIGER berjalan selaras dengan peningkatan ekonomi warga setempat, tanpa mengesampingkan misi pelestarian hutan dan pemulihan lahan kritis.

Acara ini turut mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah. Hadir dalam pembukaan, Camat Megamendung, Ridwan, bersama Kepala Desa Sukagalih, Alwansyah Sudarman, yang mengapresiasi inisiatif EIGER dalam membuka peluang kerja luas bagi warganya.

“Kami mengapresiasi EIGER Adventure Land yang mengutamakan warga sekitar dalam penyerapan tenaga kerja. Ini adalah langkah konkret untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kami,” ujar Ridwan. Ia juga memotivasi para peserta agar tetap optimis dan menunjukkan kemampuan terbaik mereka selama proses seleksi.

Direktur Utama EIGER Adventure Land, Imanuel Wirajaya, menekankan bahwa standar rekrutmen perusahaan tidak hanya mengejar kompetensi teknis, tetapi juga integritas karakter.

“Membangun organisasi bukan sekadar soal keahlian, tapi juga karakter. Kami mencari individu yang selaras dengan nilai-nilai perusahaan untuk menciptakan dampak bermakna bagi masyarakat dan lingkungan,” tegas Imanuel.

Hingga saat ini, EIGER Adventure Land telah mempekerjakan lebih dari 200 warga asli Megamendung. Ke depannya, saat kawasan ini resmi beroperasi penuh, potensi lapangan kerja dipastikan akan terus bertumbuh secara inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat Kabupaten Bogor.

** Fredy Kristianto