26.3 C
Bogor
Wednesday, April 22, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 528

Sekolah Swasta yang Gunakan Lahan Pemda Siap-siap Hengkang Per 2027

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Mengacu kepada aturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2014, Peraturan Gubernur dan Peraturan Daerah perihal penggunaan lahan dimana dengan dasar Peraturan Menteri tersebut, bagi satuan pendidikan yang sudah berdiri tetapi status kepemilikan tanahnya belum milik pemerintah, Pemerintah Daerah atau badan penyelenggara, diberi tenggang waktu memenuhi syarat kepemilikan tanah atas nama penyelenggara dalam jangka waktu paling lambat 10 tahun setelah berlakunya peraturan menteri tersebut.

Mengacu kepada aturan tersebut, Kepala Seksi Bidang Aset, Eko sudah menyurati semua penyelelenggaran satuan pendidikan yang menggunakan lahan milik pemda untuk bisa pindah dan menyerahkan bangunan yang dibangunnya di lahan milik pemda tersebut, paling lambat tahun 2027.

“Jika mengikuti aturan Menteri, harusnya tahun 2024 ini semua penyelenggaran pendidikan yang menggunakan lahan fasos fasum atau lahan milik Pemda Bogor sudah tidak diperbolehkan lagi. Tapi, Pemda punya kebijakan dan kami berikan tenggang waktu sampai tahun 2027 mendatang,” ungkap Eko kepada Jurnal Bogor.

Eko menyebut, banyak sekolah swasta terutama yayasan yang sampai saat ini masih menggunakan lahan milik Pemda. Ada dari mereka yang keukeuh minta diganti bangunannya jika disuruh pindah, sedangkan dari awal mereka tahu, bahwa lahan yang mereka tempati itu milik Pemda. Masa iya, selama puluhan tahun mereka bisnis di bidang pendidikan tidak mampu untuk membeli lahan sendiri.

“ Harusnya mereka sudah punya lahan sendiri, walaupun mereka bayar sewa ke Pemda tetap tidak bisa untuk dimiliki, seperti Labs School Kaizen, Yayasan Fajar Hidayah yang ada di Kota Wisata, itu sekolah bisnis dengan biaya sekolah yang luar biasa, dan masih menggunakan lahan pemda sampai saat ini,” cetusnya.

Eko menyebut, sudah bersurat kepada sekolah-sekolah tersebut untuk bisa pindah per tahun 2027 dari lahan Pemda, dan untuk bangunan yang sudah mereka bangun harus diserahkan ke Pemda, karena itu perjanjian awalnya, semua bangunan yang ada di lahan pemda itu harus diserahkan ke pemda.

“Ada satu yayasan di Kenari yang minta bangunannya diganti oleh Pemda. Jelas kami tidak mau, karena apa, lahan yang mereka tempati lahan kami, kami juga tidak menyuruh mereka untuk membangun, dan selama mereka berbisnis pendidikan, kenapa tidak membeli lahan sendiri. Sedangkan jangka waktu pinjam pakai itu puluhan tahun, harusnya sudah punya lahan sendiri,” tandasnya.

“ Sejauh ini masih sudah kami berikan surat penberitahuan batas penggunaan lahan, jika masih ngeyel mungkin nanti Pemda akan melakukan tindakan, karena 2027 itu waktu kebijakan yang kami berikan dari seharusnya jika mengacu kepada Peraturan Menteri,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Hangtuah Disebut Gunakan Lahan Fasos Fasum, Kasi Bidang Aset Sebut Perumahan TNI AL Belum Serahkan Fasos Fasum

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Terkait persoalan lahan fasos fasom Perumahan TNI AL yang saat ini ditempati oleh Yayasan Hangtuah, Kepala Seksi Bidang Aset BPKAD Kabupaten Bogor, Eko menyebut sampai saat ini belum ada lahan fasos fasum yang diserahkan oleh perumahan yang berlebel anggota, baik dari Polri ataupun TNI. Menurutnya, dirinya bingung jika ditanya itu lahan fasos fasum atau bukan, karena memang untuk perumahan-perumahan tersebut sampai saat ini belum ada yang menyerahkan fasos fasumnya kepada Pemda Bogor.

“ Jika ditanya apakah itu lahan fasos fasum atau bukan, saya bingunng jawabnya, karena memang belum pernah menyerahkan kepada kami,” cetus Eko kepada Jurnal Bogor beberapa waktu lalu.

Menurutnya, jika pun pihak Pemdes memiliki dasar siteplan itu bisa saja sewaktu-waktu berubah tata letak dan kelolanya. Tapi yang jelas, untuk Perumahan TNI AL di Desa Sukamanah, Jonggol, Kabupaten Bogor sampai saat ini belum pernah menyerahlan lahan fasos fasumnya kepada Pemda.

“Jika kita berbicara aturan kan sudah jelas, itu 60:40 yang harus diserahkan kepada Pemda dari luasan lahan yang dibangun untukpPerumahan. Kebanyakan, jika perumahan yang berlebel anggota itu kan dikerjakan oleh pihak mereka sendiri yang menjadi pengembangnya, dan bukan hanya Perumahan TNI AL saja, tapi Perumahan Polri yang di Cikeas, kemudian yang di Cariu itu ada Perumahan TNI juga, itu belum ada yang menyerahkan fasos fasumnya kepada Pemda,” beber Eko.

Eko berharap, untuk setiap pengembang perumahan agar dengan kesadarannya menyerahkan lahan fasos fasumnya kepada Pemda. Karena jika ada jalan yang rusak itu bisa dimasukkan ke Musrembang untuk dibenahi oleh Pemda, dan juga lahan fasos fasum itu kan bukan hanya dinikmati oleh penghuni perumahan saja, itu bisa dinikmati oleh semua warga Kabupaten Bogor jika sudah diserahkan.

“Dari lahan fasos fasum itukan bisa dibangun GOM, sekolahan, Puskesmas, dan dan fasilitas lain yang memang dibutuhkan masyarakat sekitar. Jadi saya harapkan, untuk pengembang perumahan apapun, mari mengikuti aturan yang berlaku, karena dari lahan fasos fasum yang diberikan, akan banyak manfaat yang dirasakan oleh masyarakat,” ungkapnya.

Sementara Kepala Desa Sukamanah Hadai Sutardi masih belum percaya jika Perumahan TNI AL belum menyerahkan fasos fasum kepada Pemda. Pasalanya, dirinya punya bukti siteplan saat perumahan itu dibangun.

“ Dari lahan fasos fasum itu kami ingin membangun sarana olahraga untuk warga Desa Sukamanah yang belum memiliki lokasi sarana olahraga. Makanya, kenapa saya berani membuat plang bahwa itu lahan pemda, karena saat itu sudah ada penjelasan bahwa 6000 m itu adalah lahan Pemda,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Perjuangkan Pembangunan Desanya, Achmad Fathoni Kembali Realisasikan Pokirnya untuk Drainase Lingkungan di Ciangsana

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Warga Dusun 1 dan Dusun 2, Desa Ciangsana, Gunung Putri, Kabupaten Bogor kini sudah bernafas lega. Pasalnya persoalan drainase yang selalu menjadi persoalan dikala hujan hingga menimbulkan banjir. Kini sudah agak hilang kekhawatirannya dengan adanya bantuan pembuatan drainase yang didorong oleh anggota DPRD Kabupaten Bogor, Achmad Fathoni.

“Alhamdulillah hari ini saya bisa hadir di Gg Dewa untuk meninjau dimulainya pelaksanaan dari perjuangan aspirasi warga berupa pembangunan drainase lingkungan di Dusun 1 dan Dusun 2,” ungkap Fathoni sapaan akrabnya kepada Jurnal Bogor, Minggu (30/7/23).

Fathoni menyebut, ini adalah Pokir ketiga yang sudah direalisasikan untuk Desa Ciangsana. Setelah sebelumnya adalah drainase di Dusun 2 nyambung ke Komplek TWP TNI-AL. Lalu bantuan Baktor, dan peralatan untuk KRL Cinta dan  Cantik. Kemudian nanti ada yang ke-4 yaitu TPT di sepanjang perbatasan Dusun 1 Kp Cikeas Ilir dengan Komplek TWP TNI-AL yang 1 atau 2 bulan lagi dilaksanakan.

“Saya berharap, apa yang sudah saya perjuangkan untuk masyarakat ini bisa bermanfaat. Saya akan berusaha semampu saya, selama saya masih dipercaya oleh masyarakat dan masih duduk di DPRD Kabupaten Bogor. Insya Allah semua aspirasi yang menjadi keluhan di masyarakat akan terealisasi satu per satu,” cetusnya.

Sementara Kepala Dusun 1, Sarta mengucapkan terimakasih atas aspirasi dari Pokirnya Achmad Fathoni. Sehingga, pembuatan drainase yang sudah lama diidamkan kini terealisasi.

“ Terimaksih pak dewan atas aspirasinya, dan kami harapkan juga untuk kontraktor agar bisa mengerjakan pekerjaan ini dengan baik sesuai yang kami harapkan,” tuturnya.

DI tempat yang sama, pelaksana pekerjaan CV Hanura Jaya, Harry meminta maaf kepada warga jika selama pekerjaan mengganggu lalu lintas warga. Menurutnya, untuk pekerjaan ini yang terdiri dari 2 paket, akan diusahakan bisa selesai dalam kurun waktu 3 minggu.

“Semoga dalam waktu 3 minggu pekerjaan ini bisa selesai dan saya berharap tidak ada kendala apapun serta cuaca bisa mendukung,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Sedikit Kritik Seminar Bogor Dayeuh Ulama (BDU)

0

Oleh:
Dr. Apendi Arsyad *)

jurnalinspirasi.co.id – Alhamdulillah, seminar Kembalikan BDU terlaksana dengan baik, sebagian besar narasumber (narsum) hadir dengan paparan materi ysng cukup menggugah dan menarik. Para pesertanya pun relatif banyak dan beragam, berasal dari sejumlah kalangan profesi dan ormas-ormas, terutama Ormas Islam, baik pria dan perempuan jumlahnya berimbang.

Pun ada beberapa ulama Bogor juga hadir, diantaranya Dr.KH Mahyudin Junaidi (tokoh panutan saya dari MUI Pusat), Ustad Daud, Ustad Ray Iskandar, Ustad W Dhani, ustad Imam Syafii, Ustad Irfan tokoh penggerak BDU, dll.

Hadir juga dalam seminar BDU yaitu Ketua Orda ICMI Botim/Ketum DMI Kab.Bogor Kang.Iwan Kurniawan dkk, Ketua ICMI Orda Boteng, budayawan kita uda S Ramelius dkk, dan Pimpinan Orsat-Orsat ICMI Kota Bogor, Botim, Boteng dll.

Alhamdulillah Seminar BDU semakin berbobot hadir bpk Drs.H.Dedi Rahiem MM, Wakil Wali Kota Bogor yang menyatakan dalam sambutan Pemkot Bogor tetap komitmen Kota Bogor sebagai Dayeuh Ulama, dengan memberikan dana hibah yang cukup besar, miliaran rupiah bagi LSM dan Ormas Islam termasuk bantuan Ponpes, guru mengaji Al Quran dan para Marbot masjid dengan memberikan pelayanan kesehatan gratis.

Ada pula arahan dan nasehat ulama Dr.KH Muhyudin Junaidi, mengingatkan kita umat Islam akan bahaya sekularisme, liberalisme, pluralisme, dan komunisme (ateisme). Satu dasawarsa terakhir kian tampsk haluannya “kekiri-kirian” dan perlu diwaspadai.

Seminar semakin marak dan berkualitas, karena adanya dukungan yang kuat dari Ketua Yayasan Pakuan Siliwangi, bpk H.Subandi Almarsudi, dalam sambutan beliau menginginkan agar Bogor kembali sebagai Dayeuh Ulama sesuai dengan fakta sejarah bahwa budaya Sunda-Pakuan Siliwangi sangat erat kaitannya dengan ajaran agama Islam berdasarkan Al Quran dan Sunnah Rasullah Muhammad SAW.

Hatur nuhun kang Rd Ace Sumanta (Ketua OC Ssminar, Waket MPW ICMI Orwilsus Bogor) dan Cak Dillah (sekum.ICMI Bgr dan moderator seminar BDU) atas share gambar-gambar kegiatan Seminar BDU di kampus UNPAK Bogor, Sabtu 29 Juli 2023, kemarin. Saya mengucapkan selamat dan sukses serta terima kasih atas kerja ikhlas, kerja keras, dan bekerja cerdas, sehingga seminar BDU terealisasi dengan baik.

Akan tetapi saya peroleh gambar-gambar aktivitas rangkaian seminar BDU justeru nggak ada seperti presentasi 5 narasumber, para peserta yang bertanya, etc

Simbol-simbol ICMI sangat kurang disebut dalam acara seminar, bahkan penyebutan ICMI Orwil Khusus sebagai penyelenggara “lupa”. Padahal yang mengundang dipakai kop surat ICMI. Acara pembacaan puisi terlalu banyak memakan waktu, sehingga membuat alokasi waktu presentasi dan diskusi berkurang.

Mudah-mudahan kedepan harapannya, tidak terjadi seperti itu lagi, jangan melenceng dari agenda pokok semula yakni seminar BDU.

Demikian saya menyampaikan beberapa kritik dari teman-teman peserta Seminar BDU, terutama dari aktivis ICMI Orwilsus Bogor. Jadi.acara ini topik Kembalikan Bogor Dayeuh Ulama (BDU) agak kabur bahkan “tenggelam” bahkan konten penghargaan literasi lebih mendominasi.

Kriteria-kriteria penghargaan tersebut kita pun tidak tahu dan tak paham. Sekedar saling mengingatkan kepada kebenaran dan menegakan etika berorganisasi.

Alhamdulillah sebenarnya cara Seminar BDU dilihat secara keseluruhan cukup bagus dan bermakna, kini tinggal kita menyusun Prosiding Seminarnya BDU agar jangan sampai gagasan-bagus dan sejumlah rekomendasi “menguap begitu saja ditelan bumi”, terutama materi Keynote Speaker oleh Rektor UNPAK Bogor bpk Prof.Dr.rer.Pol Didik Notosujono, bicara bahwa para pemimpin adat dan raja-raja Siliwangi-Pakuan itu penganut Islam yang taat, Raja-raja Pakuan Pajajaran bersahadat sebelum mendapat amanah berkuasa.

Saya berharap, mohon materi sambutannya dan materi 5 pemakalah dari saya Dr.Apendi Arsyad, Ustad Salman Iskandar, Dr.Rahmat Rosadi dan Rd.Ace Sumanta, janganlah sampai hilang. Itu kumpulan dokumen yang sangat berharga untuk merumuskan program aksi dan kegiatan-kegiatan dakwah Islamiyah, kembalikan Bogor sebagai Dayeuh (habitat atau tempat lahir dan besarnya) para Ulama hebat yang berpengaruh, hingga dunia Arab, Eropa Turky Usmani disana sepeti karya pemikiran mama KH Abdullah bin Nuh, KH.Falaq, KH Ahmad Sanusi, KH Sholeh Iskandar, KH Muchtar dan banyak lagi ulama host yang lainnya.
Syukron atas perhatiannya, barakalah.
Wassalam.
=====✅✅✅
*) Ketua Wanhat ICMI Orwilsus Bogor, pencetus dan penginisiasi pertama kali ide dan opini BDU di mass media, dan salah seorang narsum seminar dengan topik khusus makalahnya “Kembalikan BDU”, Pendiri dan Dosen Universitas Djuanda Bogor kampus ,”bertauhid”, Pendiri dan Wasek.Wankar ICMI Pusat, Pegiat dan Pengamat Sosial.

Hadits Hari Ini

0

Keutamaan Shalat Pada Waktunya

Sahih al-Bukhori:496

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ: سَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَيُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ؟ قَالَ:

الصَّلاَةُ عَلَى وَقْتِهَا. قَالَ: ثُمَّ أيّ؟ قَالَ: ثُمَّ بِرُّ الْوَالِدَيْنِ. قَالَ: ثُمَّ أيّ؟ قَالَ: الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ.

Dari Abdullah, dia berkata: Aku pernah bertanya kepada Nabi saw, amalan apakah yang paling dicintai oleh Allah? Beliau menjawab:

Shalat pada waktunya. Dia (Abdullah) bertanya lagi: Kemudian apa lagi? Beliau menjawab: Kemudian berbakti kepada kedua orang tua. Dia bertanya lagi: Kemudian apa lagi? Beliau menjawab: Jihad fi sabilillah.

Pesan :
Ketika ditanya mengenai amalan yang paling dicintai Allah, Rasulullah menjawab: Shalat pada waktunya. Hal ini menunjukkan keutamaan shalat yang dilaksanakan tepat pada waktunya, karena manusia sering kali terhasut godaan setan dan menuruti hawa nafsunya sehingga mengakhirkan shalat, bahkan ada yang sampai melewatkan shalat tersebut. Karena itu dibutuhkan jihad nafsu yang kuat agar dapat menolak godaan setan dan hawa nafsu, dan melaksanakan shalat tepat pada waktunya.

Stunting Anak Bisa Dicegah Lebih Dini

0

Bogor | Jurnal Bogor

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak. Gangguan tersebut identik dengan postur tubuh yang pendek serta kurus.

“Stunting itu identik dengan pendek kemudian kurus, kalau pendek gemuk kemungkinan besar bukan stunting,” ujar dokter spesialis anak dari RS. PKU Muhammadiyah Temanggung, dr. Galih Herlambang, Sp.A dikutip dari RMOL, Minggu (30/7/2023).

Kondisi perawakan pendek itu di mana panjang atau tinggi badan anak menurut usianya kurang dari -2.00 standar deviasi berdasarkan jenis kelamin yang disebabkan oleh kekurangan zat gizi kronis dan berulang.

“Stunting merupakan masalah utama di malnutrisi anak, jadi ada 150 juta anak di usia balita yang mengalami stunting,” kata Galih.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), stunting berkaitan dengan faktor kemiskinan, buruknya gizi dan kesehatan ibu hamil, penyakit atau infeksi berulang, dan pola asuh atau pemberian makan yang tidak sesuai.

Galih menyebutkan penyebab risiko stunting pada anak antara lain kondisi kesehatan dan nutrisi ibu pada masa kehamilan, ibu hamil yang menderita anemia, pola asuh dan pemberian makan yang salah, serta asupan makanan pendamping ASI (MPASI) yang tidak adekuat.

Selain itu, terdapat sejumlah penyakit kronis yang berkontribusi terhadap munculnya stunting antara lain prematuritas atau pertumbuhan janin terhambat, gizi buruk, alergi makanan atau susu sapi, dan kelainan metabolik bawaan.

Stunting memiliki berbagai dampak bagi anak. Mulai dari dampak pada pertumbuhan yaitu perawakan tubuh anak menjadi lebih pendek daripada rata-rata seusianya, berat badan yang kurang, dan komposisi tubuh tidak proporsional.

Kemudian terdapat dampak terhadap perkembangan yaitu mengganggu atensi atau pelancaran berpikir dan memori, kecerdasan dan skor IQ lebih rendah, proses perkembangan terlambat terutama pada usia 1-3 tahun, hingga masalah psikososial seperti cemas, depresi, serta kurang percaya diri.

Galih menjelaskan pencegahan stunting dimulai sedini mungkin yaitu dari masa remaja. Remaja perempuan yang sehat dan bahagia akan terhindar dari risiko stunting pada anaknya kelak.

Kemudian, untuk ibu hamil perlu mendapat nutrisi yang optimal dan hindari kehamilan saat mengidap anemia karena akan meningkatkan dua risiko pada bayi yaitu prematuritas dan berat badan lahir yang rendah.

Pencegahan lainnya adalah pemberian asupan nutrisi berupa inisiasi menyusui dini (IMD), air susu ibu, dan MPASI untuk bayi dibawah usia dua tahun. Sementara untuk balita dianjurkan memberikan asupan nutrisi yang baik dan cukup serta tindakan pencegahan penyakit.

Pemberian nutrisi yang baik dan cukup menjadi penting bagi proses pertumbuhan dan pencegahan stunting pada anak terutama ketika dua tahun pertama kehidupannya.

“Kalau mau memperbaiki anak dengan gangguan pertumbuhan, yang membutuhkan makanan terutama, adalah di dua tahun pertama ketika sudah lebih dari dua tahun akan sulit,” kata Galih.

Galih juga menyampaikan sejumlah tindakan penanganan ketika menghadapi stunting yaitu melakukan konsultasi dengan dokter anak untuk mengevaluasi penyebab dan penanganan yang tepat.

Selain itu, anak perlu diberikan imunisasi untuk mencegah infeksi dan penyakit berat, asupan nutrisi atau zat gizi yang tepat dan benar sesuai usia, serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

** yev

ICMI Proaktif Merespons Gejala “Sospol Kekirian” di Tanah Air Indonesia

0

jurnalinspirasi.co.id – Syukron info bang Prof Andi tentang gejala sosial politik di tanah air kita semakin menguatnya hegemoni China komunis Tiongkok dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara kita. Perlu peningkatan kewaspadaan nasional dan kontribusi ICMI dalam penyadaran ATHG.

Menarik fenomena sosial politik hubungan Indonesia dengan China yang dikemukakan Prof Andi kepada saya via WA japri, usul saya sudah saatnya kita kupas tuntas oleh MPP ICMI tentang kecenderungan gejala sosial yang kita amati dan rasakan ini.

Saya mengajak kita buat dokumen berupa konsepsi “Respons” ICMI terhadap fenomena ini sebagai buku putih.  Jika perlu Wankar ICMI bekerjasana melakukan kajian politik luar negeri Indonesia dengan Lembaga-lembaga resmi pemerintah seperti Lemhanas dll. Selanjutnya kita berikan ke petinggi militer dan atau pimpinan MUI dll.

Hayoo. Cides ICMI yang dipimpin bang Prof Andi Faisal  bergerak menginisiasi pertemuan seperti FGD, seminar atau sejenisnya. Apa yang dikemukakan bang Prof Andi, opini soal sudah membesarnya pengaruh Tiongkok tersebut dalam beberapa segi kehidupan, itu merupakan ancaman bahkan ATHG.  Saya sependapat dan sudah ada beberapa artikel saya di medsos yang menyinggung tentang NKRI dalam “bahaya” etc.

Semoga teman-temsn aktivis memiliki kesadaran kolektif terhadap permasalahan ancaman atau kenungkinan “aneksasi” China Komunis -Tiongkok terhadap Indonesia, NKRI yang sama-sama kita cintai ini.

Bagus juga ide ICMI dimasukan dan didokumentasi dalam materi usulan RPJPMN 2025-2045, yang kita bahas dalam FGD di FEM IPB University Darmaga Bogor kemarin Jumat 28 Juli 2023.

Usul saya gagasan atau respon ICMI bisa masuk dalam bidang Hubungan Luar Negeri yang diketuai bpk Prof Tirta, dan atau bidang keagamaan yang diketuai bang Prof Andi Faisal itu sendiri agar dimasukan gagasan yang kita bicarakan ini.

Dalam melihat trend gejala sosial politik, yang bandulnya bergerak”kekirian”, menurut saya AA sudah waktunya MPP ICMI, terutama Wankarnya aktif melakukan kajian-kajian, dan sudah waktunya berperan proaktif mencermati dan mengantisipasi dalam upaya memberikan “warning” penyelamatan bangsa dan negara.

Dokumen ICMI tersebut akan dipercaya publik, terutama oleh para petinggi militer dan para pimpinan ulama Indonesia, sebab berasal dari para ilmuwan, apalagi kita menyusun konsepnya berdasarkan kaidah-kaidah ilmiah (scientific).

Hayoo, bergerak ICMI,

Save NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 yang merupakan para Pahlawan Bangsa, diantaranya yang terdepan merebut, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan RI adalah para ulama, ustadz dan santri. Itu fakta sejarah nasional Indonesia yang tak terbantahkan, dimana deretan daftar nama Pahlawan Nasional adalah para ulama, insya Allah kami dari Bogor sedang berjuang sejak tahun 2016 hingga sekarang, untuk menjadikan alm KH Sholeh Iskandar sebagai Pahlawan Nasional yang mendapat pengakuan negara atas jasa-jasanya kepada rakyat, bangsa dan negara.

Mohon doanya, semoga Allah SWT mengabulkannya. Insya Allah juga kami para aktivis dakwah Islam, yang digerakan ICMI Orwil Khusus Bogor sedang berjuang pula untuk mengembalikan “Bogor sebagai Dayeuh Ulama”.

Hari ini Sabtu 29 Juli 2023, bertempat di Universitas Pakuan (UNPAK) Bogor kami menyelenggarakan seminar mengenai Bogor Dayeuh Ulama, dgn Keynote speaker Rektor UNPAK Bogor, bpk Prof Dr Didik Notosudjono.

Adanya kegiatan ini dalam upaya penetrasi budaya asing Cap Go Meh (CGM) perayaan tahun baru China (Imlek), yang dipaksakan imaroh (Pemkot) Bogor menjadi budaya Nusantara sebagai simbol “kerukunan dan perdamaian” yang dirayakan setiap tahunnya secara besar-besar dengan promosi yang dibiayai APBD, uang rakyat, itu sebuah penyalahgunaan dan penyimpangan.

Dalam hal ini barangtentu, perayaan CGM yang kini marak di Indonesia, termasuk Kota Bogor mengusung budaya Tapekong yang.musrik itu sudah sepatutnya kita lawan, karena dilarang agama Islam (Dinulislam) baik aqidah maupun syariah Islamiyah.

Para ulama host spt Prof.KH Didin Hafidudin, Alm KH Adam Ibrahim (Ketua MUI Kota Bogor) dll juga sudah mengeluarkan pendapat dan fatwahnya demikian di media massa, tetapi tidak dihiraukan. Janganlah kekuarga dan keturunan anak cucu dan cicit kita dirusak aqidahnya, atau bahkan dimurtadkan oleh rezim yang tengah berkuasa (the ruling party) ini. Hal yang demikian ini sudah seharusnya kita kritisi dan hentikan, stop pemusrikan bagi rakyat muslim Indonesia.

Demikian narasi ringkas tentang gejala sospol yang pro Aseng- China, bahayanya bagi kelangsungan NKRI ysng patut diantisipasi ormas Islam Intelektuil.spt ICMI. ICMI harus meningkatkan kewaspadaan nasional, berkontribusi dengan pemikiran-pemikiran yang cerdas berdasarkan kaidah Keislaman. keIndonesiaan/Kebangsaan dan Kecendekiawanan/Kepakaran (Keilmuwanan).

Syukron barakallah.

Wasaalam.

====✅✅✅

Penulis:
Dr.Ir H.Apendi Arsyad, M.Si
(Pendiri ICMI di Malang thn 1990, Wasek.Wankar iCMI Pusat, Ketua Wanhat ICMI Orwilsus Bogor, Pendiri dan Dosen Universitas Djuanda Bogor: Konsultan K/L negara: Pegiat dan Pengamat Sosial)

DB Pimpin KONI Kabupaten Bogor, Kang Dechans Apresiasi Cabor Sportif

0

Plt Bupati: Jangan Ditarik ke Arah Politik

Cisarua | Jurnal Bogor

Dedi Ade Bachtiar alias DB memimpin KONI Kabupaten Bogor periode 2023-2027 menggantikan Junaidi Samsudin alias Junsam setelah terpilih dengan suara terbanyak pada Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) di Hotel Grand Ussu, Cisarua, Kamis (27/7) malam. DB meraih 38 suara, sedangkan rivalnya Rike Iskandar alias Akew dengan 21 suara dari total 62 suara pemilih dengan 2 yang abstain atau tidak memilih.

Salah satu cabang olahraga (cabor) pendukung DB, yakni bola voli mengapresiasi hasil Musorkab, dimana semua cabor telah bersikap sportif. “Demi kebaikan ke depannya seiring dengan visi Bogor Sport and Tourism,” kata Ketua Umum PBVSI (Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia) Kabupaten Bogor Dede Chandra Sasmita.

Pada Musorkab itu, situasi sempat memanas ketika rapat oleh pimpinan sidang sementara, namun kembali kondusif ketika Dede Chandra Sasmita alias Kang Dechans memimpin persidangan bersama Nuradi dan Didi Furqon. Kang Dechans berharap dunia olahraga Kabupaten Bogor terus menggeliat seiring adanya perubahan dan perbaikan.

“Tentu dengan adanya saling dukung dengan adanya cita-cita bersama memajukan olahraga Kabupaten Bogor,” ungkap Dechans yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor ini.

Setelah terpilihnya DB, Kang Dechans bersama ketua umum KONI Kabupaten Bogor dan Fitri Putra Nugraha alias Nungki menjadi tim formatur untuk menyusun kepengurusan baru.

Sementara sebelumnya Musorkab dibuka Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan yang mengingatkan agar pemilihan Ketua Umum KONI tidak ditarik ke ranah politik.  Iwan yang juga sebagai ketua cabang olahraga tarung derajat menepis isu Musorkab kali ini sebagai ajang perebutan kekuasaan di dunia olahraga.

“Bukan kekuasaan tapi mengemban tugas sosial, lihat atlet kita,” jelasnya.

Selain itu, kata Iwan, berhembus juga isu pertarungan antara dua tokoh politik Kabupaten Bogor. Padahal di setiap cabang olahraga ada yang memiliki warna partai politik tertentu. Justeru dia meminta agar ada upaya sama-sama membangun Bogor yakni di bidang olahraga.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Wawan Haikal Kurdi juga merespons Musorkab terlihat kondusif dan sama-sama berupaya mempertahankan juara. “Harapannya yang baik dipertahankan dan yang kurang baik diperbaiki,” kata ketua umum cabor paralayang ini.

** Asep Saepudin Sayyev

Peringati Tahun Baru Islam, Pemdes Cimande Hilir Santuni Ratusan Anak Yatim

0

Caringin|Jurnal Bogor

Warga Desa Cimande Hilir, Caringin, Kabupaten Bogor memadati kantor desa mulai dari pukul 07.00 WIB hingga malam hari. Kedatangan warga itu, untuk ikut memeriahkan tahun baru Islam yang dilaksanakan Pemerintah Desa (Pemdes) Cimande Hilir setiap datangnya bulan Muharam.

Kepala Desa (Kades) Cimande Hilir, Yudistira mengaku, kegiatan peringatan tahun baru Islam dengan mengadakan berbagai acara, mulai dari pawai dongdang, santunan anak yatim, pengajian bersama semua warga yang dilaksanakan pada siang hari.

“Acara juga dilanjutkan pada malam sehabis sholat Isya dengan mengadakan pawai obor serta melaksanakan sholawat dan dzikir bersama,” katanya kepada wartawan saat kegiatan berlangsung, Kamis (27/7).

Dijelaskan SP sapaan akrab Kades Cimande Hilir, untuk pawai obor diarak dan dibawa setiap warga yang ada di enam rukun wilayah (RW). Dengan masing-masing RW membawa satu dongdang ke lokasi kegiatan pengajian di depan kantor desa.

“Sebagai simbolis kami juga menyuapi anak yatim dengan nasi tumpeng yang dibawa warga didalam dongdang. Alhamdulillah tahun ini sebanyak 200 anak yatim piatu yang kami santuni,” ungkapnya.

Ada perbedaan antara kegiatan bulan Muharam tahun lalu dengan sekarang, dimana kata SP, perayaan tahun baru Islam kali ini, diakhiri dengan berdzikir dan bersholawat yang dihadiri sekitar 3000 jemaah dari 88 majlis dzikir se Jawa Barat (Jabar).

“Insya Allah para jemaah yang berasal dari luar Kabupaten Bogor pun akan hadir di acara puncak peringatan tahun baru Islam ini. Semua jemaah akan ikut bersholawat bersama mama tanah baru,” paparnya.

SP berharap, melalui kegiatan ini banyak manfaat yang didapat oleh warga Desa Cimande Hilir, baik itu selalu memperhatikan anak yatim maupun semakin bertambahnya keimanan dengan selalu bersholawat.

“Semoga Allah SWT memberikan keberkahan serta meridhoi acara yang kami laksanakan ini. Tentunya kegiatan seperti sekarang akan terus dilaksanakan setiap tahun nya,” ucapnya.

Sementara, Kepala Dusun (Kadus) Kampung Tenggek Desa Cimande Hilir, Muhtadin mengapresiasi kegiatan peringatan tahun baru Islam yang dilaksanakan pemdes. Pasalnya, baru di kepemimpinan Kades SP setiap bulan Muharam ini selalu mengadakan acara islami.

“Perayaan tahun baru Islam kali ini sungguh sangat meriah dibanding kan sebelumnya. Bisa dilihat begitu antusiasnya warga dengan hadir di acara ini,” akunya.

Muhtadin minta agar kegiatan tersebut harus tetap dilakukan Pemdes Cimande Hilir di setiap datangnya tahun baru Islam. Sehingga, warga dapat ikut turun memeriahkan kegiatan islami ini.

“Bayangkan saja, pagi acara dimulai dengan pawai dongdang, pengajian ibu-ibu dan dilanjutkan pemberian santunan kepada anak yatim. Malamnya dilanjutkan dengan pawai obor dan diakhiri dengan dzikir serta bersholawat bersama semua warga maupun para jemaah majlis dzikir se-Jabar,” imbuhnya.

** Dede Suhendar

DLH Jabar Sosialisasikan Pergub No 45 Tahun 2022

0

Gunung Putri  | Jurnal Bogor

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat sosialisasikan Peraturan Gubernur Jawa Barat No. 45 Tahun 2022 tentang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Cilamaya dan Bekasi. Kegiatan berlangsung di gedung Aula Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Kamis (27/07/23).

Sosialisasi tersebut dihadiri oleh DLH Kabupaten Bogor, Patroli Sungai, Camat Gunung Putri, Kepala Desa se-Kecamatan Gunung Putri, serta aktivis peduli lingkungan.

Kepala Bidang Penataan Hukum Lingkungan Provinsi Jawa Barat, Nita Nillawati Wala mengatakan, kegiatan yang dilakukan oleh DLH Jabar itu lebih kepada membangun kepedulian bersama-sama dengan masyarakat yang berkaitan dengan pengelolaan sampah, yang menjadi salah satu konsen mensosialisasikan gerakan perubahan perilaku masyarakat.

” Ini adalah salah satu agenda kita, untuk mengajak masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan,” ungkapnya kepada Jurnal Bogor.

Dalam hal ini, sambung Nita, masyarakat masih belum terbiasa untuk mengurangi penanggulangan sampah, seperti contohnya sampah rumah tangga. Masyarakat harus bisa beralih menggunakan produk-produk yang berkali-kali bisa digunakan, bukan memakai produk yang hanya sekali pakai, Karena itu bisa menimbulkan banyaknya sampah.

” Kita harus kembali kepada jaman nenek moyang kita, menggunakan peralatan yang bisa berulang ulang dipakai, sehingga sampah yang kita produksi pun akan berkurang,” cetusnya.

Nita menghimbau kepada masyarakat, apabila menemukan suatu kegiatan pembuangan limbah ke sungai bisa melaporkan hal tersebut untuk ditindaklanjuti. Menurutnya, DLH Jabar memiliki suatu wadah ECIS,  tempat pengaduan masyarakat jika menemukan kegiatan yang membuang limbahnya ke sungai. Dan itu bisa kita tindaklanjuti sesuai dengan undang-undang yang ada.

” Ada petugas yang melakukan pengawasan yaitu PPLH namanya, pejabat pengawas lingkungan hidup, dan ini sudah diamanatkan oleh undang-undang yang jelas,” jelasnya.

“Kalaupun ada perusahan-perusahaan yang nakal dan masih membuang limbahnya ke sungai sudah pasti akan kita tindak lanjuti, mulai dari pengawasan, sangsi administrasi perdata hingga pidana. Nanti akan kita lihat dari tingkatanya,” katanya.

Nita berpesan kepada masyarakat dan para pengusaha agar tetap peduli terhadap lingkungan.

“Sejauh ini pemerintah yang sudah bagus dengan bagaimana pelaksanaannya, sekarang tinggal kembali lagi kepada  masyarakat, pelaku usaha, akademis, media sosial agar dapat membantu melakukan hal serupa bersama-sama untuk perbaikan lingkungan dan menjaga lingkungan,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain