26.4 C
Bogor
Saturday, July 25, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 528

Tim Gabungan Temukan Warga Tegal yang Tenggelam di Cisadane

0

Ciseeng | Jurnal Bogor
Korban tenggelam di Sungai Cisadane, Desa Putatnutug, Ciseeng, Kabupaten Bogor pada, Rabu (13/9/23) berhasil ditemukan oleh petugas gabungan, Kamis (14/9/23) sekitar pukul 09.00 wib.

Diketahui, korban berinisial KHD (17) merupakan warga Perumahan Telaga Kahuripan, Desa Tegal, Kemang, Kabupaten Bogor.

Kepala Desa Tegal Omat Jaya Dihati membenarkan korban adalah warganya bahkan tetangga dekatnya. Setelah mendapat laporan pada malam kemarin, kata dia, langsung ke lokasi bersama sejumlah warga dan keluarga korban juga ikut menyaksikan pencarian malam kemarin.

“Alhamdulillah tadi pukul 09.00 wib. Korban ditemukan masih di lokasi korban tenggelam. Menurut saya ini korban tenggelam bukan hanyut, kalau hanyut keberadaan jasad korban pasti sudah pindah lokasi,” ujarnya kepada wartawan saat dikonfirmasi.

Masih kata Kades, dirinya dan keluarga serta jajaran Pemerintah Desa Tegal mengucapkan bela sungkawa yang sebesar-besarnya kepada keluarga almarhum, semoga almarhum diterima iman islamnya, serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan oleh Allah SWT.

“Saya baru selasai dan sekarang mengarah pulang dan akan ke rumah keluarga almarhum, saya ucapakan banyak terima kasih kepada petugas gabungan dari semalam melakukan pencarian, dan terima kasih kepada tokoh masyarakat yang ikut hadir saat pencarian, sekali lagi kita doakan almarhum, semoga husnul khatimah, amin,” ucapnya.

** Andres

Ronald Wilson Music School Tempat Les Musik Berkualitas

0

jurnalinspirasi.co.id – Ronald Wilson Music School (RWMS) dapat menjadi salah satu pilihan untuk menyalurkan bakat anak anda di bidang musik.

Sekolah yang berdiri sejak 2016 silam, RWMS telah menjadi tempat les musik favorit lantaran lebih modern karena fleksibel tempat dan waktu belajar.

“Ronald Wilson Music School merupakan sekolah musik online untuk murid-murid modern karena flexible tempat dan waktu belajarnya sehingga bisa menjangkau murid yg jauh lokasinya,” ujar Manager RWMS, Nova kepada wartawan, Kamis (14/9/2023).

Ia mengatakan bahwa sistem les onlinenya adalah private one on one melalui aplikasi zoom dan google meet. Sebelumnya, RWMS merupakan tempat les musik privat di Bukit Cimanggu City (BCC) Kota Bogor yang mengawali sekolah musik piano.

Namun, saat pandemi Covid-19 dilakukan perubahan besar. Beruntung, RWMS sudah punya persiapan mumpuni sejak awal. Sistem dan perlengkapan sudah ada.

Owner RWMS, Ronald Wilson menjelaskan bahwa pandemi Covid-19 hanya menjadi trigger untuk mempercepat gebrakan les musik itu secara online atau virtual.

“Yang membedakan adalah karena RWMS sudah siap dan lengkap baik secara sistemnya, e-book, iringan musik, pengajar yang kompeten,” kata pria 37 tahun itu.

Saat ini, kata dia, sudah ada kurang lebih 130 murid dan akan terus bertambah. Bahkan, kini pihaknya telah memiliki kelas vokal yang sudah dibuka sejak Oktober 2023.

Sejauh ini, murid RWMS banyak berasal dari mancanegara. Seperti Amerika Serikat, Inggris, New Zealand, Kuwait, Belanda dan Australia, Singapura dan sebagian besar dari indonesia.

“Awalnya berdiri di bogor sebagai tempat les rumahan yaitu tahun 2016. Namun sejak pandemi 2020 kami berfokus di les musik online untuk membantu murid-murid ingin les namun terkendala baik dari jarak dan waktu juga lokasi,” paparnya.

Sebagai informasi, Ronald Wilson sudah mengantungi sejumlah prestasi dan penghargaan. Dimulai dari juara festival dalam negeri hingga event skala internasional. Salah satunya menjadi pemenang Canta Al Mar Festival di Barcelona. * Fredy Kristianto |*

Warga Diminta Berhemat, BPBD Distribusikan Air Bersih

0

Fenomena El Nino yang tengah melanda Indonesia berdampak pada minimnya curah hujan di Kota Bogor. Kondisi ini pun berimbas pada menurunnya air tanah, atau mata air, baik milik warga maupun milik Perumda Tirta Pakuan.

Lantas apa upaya Pemkot Bogor agar ketersediaan air bersih tetap mengalir?

Kesulitan air bersih mulai terasa di beberapa titik di Kota Bogor. Seperti halnya 680 warga Kampung Munjul, RW 06, Kelurahan Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor sudah mengalami krisis air bersih.

Terbaru, warga Kampung Muara RT 002/010, Kelurahan Sindangrasa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, yang mengalaminya.

Sebanyak 20 kepala keluarga (KK) dengan total 60 jiwa melaporkan dampak kemarau tersebut ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor.

Tercatat, BPBD Kota Bogor sudah menerima laporan sebanyak 680 warga dari 210 KK yang berada di dua RT itu melaporkan kekeringan. Begitu juga dengan 20 KK yang terdampak kekeringan di Muara Sari, Kelurahan Sindangrasa Kecamatan Bogor Timur. Sehingga BPBD Kota Bogor langsung mengirim air bersih, pada Jumat (25/8/2023) lalu.

“Penyaluran air bersih sudah kami lakukan sejak pukul 09.25 WIB,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Teofilo Patrocinio Freitas.

Menurut pria yang akrab disapa Theo, kekeringan terjadi akibat cuaca saat ini memasuki musim kemarau. Sehingga Sumur mulai mengering dan warga mulai kesulitan untuk mendapatkan air bersih.

“Kejadian ini menyebabkan sumur yang digunakan oleh warga sekitar sebagai sumber air sehari-hari warga menjadi kering, sehingga warga sekitar mulai kesulitan untuk memenuhi kebutuhan air bersih setiap harinya,” ucapnya.

Dilanjutkan Theo, adapun rincian dari 680 warga terdampak kekeringan, di antaranya di RT 04/06 ada sebanyak 120 KK, dengan total 395 jiwa. Lalu, di RT 05/06 ada sebanyak 90 KK dengan 285 Jiwa.

“Assessment dan pendistribusian air bersih sebanyak 5.000 liter (1 ritase) kepada warga terdampak sudah selesai dilakukan oleh personil TRC-PB BPBD Kota Bogor di lokasi kejadian,” papar dia.

Kemudian, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak kecamatan dan kelurahan setempat.

Di tempat terpisah, Direktur Teknik (Dirtek) Perumda Tirta Pakuan, Ardani Yusuf mengakui bila sejak pertengahan Agustus lalu pihaknya mencatat, ada beberapa lokasi atau sumber yang telah terjadi penurunan. Salah satunya mata air Kota Batu.

“Kapasitas air yang biasanya mencapai 60-70 liter per detik, saat ini turun 40-50 persen menjadi 35 liter per detik,” terang Ardani.

Hal itu pun direspon pihak dengan sejumlah langkah antisipasi. Untuk menjaga kestabilan air baku, Perumda Tirta Pakuan melakukan pengurasan-pengurasan pada Intake maupun Bendung yang dimiliki, untuk menjaga air yang masuk sesuai kebutuhan.

Upaya selanjutnya yakni dengan melakukan pembangunan untuk menambah kapasitas air di SPAM Cipinang Gading, yang ditargetkan bisa beroperasi pada Desember 2023. SPAM ini nantinya akan melayani wilayah Mulyaharja, yang saat ini belum tersentuh air bersih, padahal memiliki 5 ribu pelanggan.

Penambahan kapasitas juga dilakukan di SPAM Katulampa sebesar 300 liter per detik. Pembangunan ini ditargetkan rampung 15 bulan ke depan, yakni pada September 2024.

Pengaturan pasokan air dari wilayah lain, juga akan dilakukan oleh Perumda Tirta Pakuan pada kondisi tertentu. Daerah yang pasokan airnya melimpah akan membantu supply melalui sistem interkoneksi.

Minimnya curah hujan juga berdampak pada menurunnya tinggi muka air (TMA) di Bendung Katulampa. Selama beberapa pekan terakhir, TMA bahkan mencapai 0 centimeter.

Menanggapi kondisi itu, Ardani menyebut pasokan air masih mencukupi. Sejauh ini, lanjutnya, masih ada 1.000-2.000 liter per detik air yang mengalir, yang artinya masih jauh melebihi kapasitas yang dibutuhkan pihaknya, yakni 300 liter per detik.

“Kami menghimbau kepada masyarakat dengan adanya kondisi ini, untuk lebih menghemat air bersih walaupun kondisi Perumda Tirta Pakuan masih stabil. Untuk masyarakat di wilayah yang kekeringan saat air mengalir segera tampung air,” ucap Ardani.

Terima Gratifikasi, Kepsek SDN Cibereum 1 Dicopot

0

jurnalinspirasi.co.id – Wali Kota Bima Arya mencopot Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Cibeureum 1 lantaran sang kepsek melakukan gratifikasi saat proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Bima mengatakan bahwa pemberhentian Kepsek SDN Cibeureum 1 berlaku pada Rabu (13/9).

“Suratnya sudah dilayangkan kemarin, berdasarkan aturan, kepala sekolah memiliki waktu 15 hari untuk menyampaikan keberatan,” ujar Bima Arya, Rabu (13/9).

Tetapi, kata Bima, apabila kepsek tak keberatan, maka pemberhentian akan diproses sesegera mungkin. Pencopotan itu, berawal dari adanya dugaan pungli yang dilakukan kepsek.

Kemudian, lanjut Bima, dugaan ini langsung diinvestigasi oleh Pemkot Bogor melalui Inspektorat. Kemudian, sang kepsek memberhentikan salah seorang guru honorer bernama Reza karena dianggap tidak mematuhi kepala sekolah, dan dianggap mengakses data pribadi dari WhatsApp kepsek hingga akhirnya diberhentikan.

“Kepala sekolah sendiri sudah di-BAP oleh Inspektorat dan terbukti telah melakukan gratifikasi,” katanya.

Kata dia, pemberhentian salah satu guru tersebut mendapatkan reaksi dari guru-guru dan juga siswa. “Saya ke sini karena ingin mendengar langsung dari Pak Reza dan Ibu Kepala Sekolah,” ucap Bima.

Menanggapi hal itu, Bima Arya langsung melakukan mediasi sekaligus ingin mendengarkan keterangan dari guru tersebut.

“Akhirnya disepakati oleh kepsek untuk menerima keputusan Wali Kota terkait pemberhentian beliau dan juga membatalkan keputusan kepala sekolah untuk memberhentikan Pak Reza,” ungkapnya.

“Jadi Pak Reza bisa langsung mengajar, supaya anak-anak tidak terganggu. Supaya anak-anak bisa lanjut terus belajar dan ini menjadi pembelajaran untuk semua,” tandasnya.* Fredy Kristianto

Bima Pastikan Guru Cabul Dipecat

0

jurnalinspirasi.co.id – Guru cabul berinisial BBS dipastikan dipecat dari Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Demikian dikatakan Wali Kota Bogor, Bima Arya.

Menurut dia, gurus SDN Pengadilan 2 yang telah melecehkan delapan siswi itu diberhentikan sesuai dengan aturan berlaku.

“Pelaku sudah diamankan, dan status yang bersangkutan ini P3K maka kami akan memroses pemberhentian sambil yang bersangkutan diproses secara hukum,” ucap Bima kepada wartawan, Rabu (13/9/2023).

Menurut Bima, pihaknya mendapatkan laporan terjadi kasus pelecehan seksual di SDN Pengadilan 2 Kota Bogor. “Saya langsung berkoordinasi dengan Pak Kapolres untuk memastikan proses hukum berjalan terhadap pelaku,” ungkapnya.

Selain itu, Bima juga menginstruksikan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor untuk segera menunjuk pengganti pelaku yang merupakan wali kelas di SDN Pengadilan 2. Hal ini dilakukan untuk memastikan kelancaran Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah tersebut.

“Saya minta bersama KPAID dan dinas untuk melakukan pendampingan tapi pastikan juga adanya penyuluhan kepada anak-anak disini, termasuk juga akan kami koordinasikan dengan KPAID anak-anak perlu diberikan edukasi yang tepat sehingga kita bisa mengantipasi tidak kembali terjadi peristiwa serupa,” tegasnya.

Bima mengaku bahwa dirinya merasa prihatin sebab kasus ini tidak terdeteksi sejak awal, dan Bima menekankan perlunya edukasi dan penyuluhan agar semua pihak dapat memahami pentingnya melapor jika terjadi kasus serupa.

“Termasuk guru-guru, adabnya bagaimana, etikanya bagaimana dan mekanisme pelaporan agar anak anak tidak takut melapor, jadi kalau ada apa-apa silahkan melapor,” ujarnya.

Bima juga meminta mekanisme pelaporan harus lebih mudah, semaksimal mungkin setiap ruang kelas dapat dipasang CCTV. “Karena dilakukan di dalam kelas, sehingga semaksimal mungkin sekolah dapat melakukan pengadaan CCTV diruang kelas agar semua bisa diawasi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polresta Bogor Kota, Kompol Rizka Fadillah mengatakan oknum guru tersebut telah mengajar di sekolah tersebut selama empat tahun.

“Dan baru diangkat menjadi ASN atau P3K belum lama ini,” kata Kompol Rizka.

Ia menegaskan bahwa polisi terus melakukan komunikasi intensif dengan pihak sekolah, tujuannya agar apabila ada korban lain dari guru predator seksual ini bisa segera melapor ke polisi.

“Kita masih melakukan komunikasi intensif dengan sekolah. Kita memberikan pemahaman, meminimalkan aspek traumatis kepada korban,” tandas Kompol Rizka Fadhila.* Fredy Kristianto

Pol PP dan Polisi Tertibkan Galian di Taluk Waru, Pelaku Galian Kabur

0

Nanggung l Jurnal Bogor
Tak menunggu waktu lama, tindakan tegas dilakukan petugas Satpol PP dan pihak kepolisian yang melakukan penertiban galian tambang teras di Kampung Taluk Waru, Desa Curugbitung, Nanggung, Kabupaten Bogor.

Pol PP Kecamatan Nanggung dan jajaran kepolisian dari Mapolsek Nanggung langsung mendatangi galian C yang diduga ilegal.

“Galian itu, sudah kami tertibkan bersama Kapolsek kemarin,” kata Kanit Pol PP Kecamatan Nanggung Rahmansyah kepada Jurnal Bogor, Kamis (14/9).

Namun saat di lokasi, pelaku (galian) sudah tidak ada, itupun yang ada hanya alat berat saja.

Kami cari cari juga pelaku galian itu tidak ada. Gak tau kemana. Pelaku mau saya panggil ke kecamatan,”ujar Rahmansyah.

Penertiban galian itu, bentuk respons kecamatan dan kepolisian atas keluhan warga lantaran keberadaan tambang teras itu dinilai membahayakan dan khawatir sewaktu-waktu bisa terjadi longsor.

Sebelumnya anggota DPRD Kabupaten Bogor Permadi Dalung mendukung proses penutupan.

“Kalau galian tak berizin  dipastikan tidak ada inkam ke Kabupaten Bogor,” jelasnya.

Jangan sampai, kata Dalung, kerusakan jalan akibat adanya galian itu, Pemkab  Bogor yang memperbaiki, namun hasil usaha dari galian itu hanya untuk kepentingan pribadinya. Namun jika usaha berizin, ada pendapatan yang masuk ke pemerintah dan pemanfaatannya untuk membangun Kabupaten Bogor.

Sekedar informasi  galian C yang berada di lokasi tebingan setinggi sekitar 30 meteran dan jarak lokasinya pun sangat berdekatan dengan jalan milik Kabupaten Bogor menuju Malasari.

** Arip Ekon

KPAID Sebut Dua Siswi SDN Pengadilan 2 Trauma Berat

0

jurnalinspirasi.co.id – Kasus pencabulan di SDN Pengadilan 2 Kota Bogor, mendapat perhatian serius dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAID) Kota Bogor pun telah mengambil langkah-langkah penting untuk mengatasi situasi ini dan memastikan keamanan anak-anak di masa depan.

Salah satu tindakan pertama yang diambil oleh KPAID Kota Bogor berkolaborasi dengan UPTD PPA Kota Bogor yakni memberikan penanganan psikologis kepada anak-anak yang menjadi korban.

Kepada wartawan, Ketua KPAID Kota Bogor, Dede Siti Aminah mengatakan bahwa pihaknya menggandeng UPTD PPA Kota Bogor untuk menangani trauma yang dialami oleh para korban dengan pendampingan dari ahli psikolog.

“Anak sudah ditangani oleh ahlinya yakni psikolog. Insyaallah segala macam bentuk trauma yang dialami oleh para korban, bisa diantisipasi dan diobati,” ucapnya pada Rabu (13/9).

KPAID juga menyoroti aspek lain dari kejadian ini. Dede menyebut ada informasi dari kepala sekolah bahwa beberapa hari terakhir, di sekolah menjadi ramai dengan pengunjung yang tidak dikenal oleh guru dan murid.

Hal ini, lanjutnya, menciptakan kondisi yang tidak kondusif untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). “Oleh karena itu, fokus KPAID tidak hanya pada penanganan korban, tetapi juga pada pemulihan kondusifitas kegiatan belajar mengajar di sekolah,” ungkapnya.

Terkait dengan jumlah korban sebenarnya, Dede menuturkan bahwa ada 14 orang korban yang telah melaporkan kejadian ini, tetapi hanya 8 orang diantaranya yang bisa memberikan keterangan secara lengkap.

“Jumlah korban 14 orang itu ynag terdeteksi melaporkan, namun yang bisa menceritakan secara lengkap itu ada delapan orang. Jadi yang lainnya mungkin tidak bisa menceritakan dengan lengkap. Tetapi kita terus mengidentifikasi kemungkinan-kemungkinan korbannya bisa terus bertambah, kita tunggu saja sebab kita bersama UPTD PPA sedang dalam identifikasi tersebut,” bebernya.

KPAID menyebutkan bahwa UPTD PPA telah memiliki psikolog dan penanganan yang lengkap. Meskipun ada dua anak yang mengalami trauma cukup berat, KPAID tetap optimis bahwa dengan penanganan yang intens dan berkelanjutan, proses pemulihan bisa lebih cepat.

“Berdasarkan informasi ada dua anak yang trauma cukup berat dan satu diantaranya mengalami trauma lebih berat, sedangkan kondisi anak lainnya masih dalam kedaan baik tidak separah dua anak yang trauma cukup berat itu,” jelasnya.

Dede mengungkapkan bahwa semua anak yang menjadi korban masih bersekolah, namun dalam pendampingan pihak UPTD PPA.

Dede mengimbau kepada orang tua untuk tidak melepas pengawasan anak kepada orang-orang yang dianggap bisa dipercaya. Dede menegaskan orangtua harus tetap waspada dan aware terhadap anak-anak mereka.

“Kita juga berencana nanti akan melakukan pembinaan kepada orang tua, guru dan murid untuk pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan,” tandasnya.* Fredy Kristianto

Dunia Pendidikan Tercoreng, Komisi IV Minta Bima Copot Kadisdik

0

jurnalinspirasi.co.id – Dunia pendidikan di Kota Bogor kembali digemparkan atas adanya kasus dugaan pungli yang melibatkan Kepala Sekolah SDN 01 Cibeureum. Terduga pun langsung dicopot dari jabatannya sebagai kepala sekolah, setelah disambangi langsung oleh Wali Kota Bogor, Bima Arya Rabu (13/8).

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Bogor, Devie P. Sultani mengaku merasa miris. Karena belum mereda kasus carut marut Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di tingkat SMP dan SMA sederajat beberapa waktu silam, kini muncul kasus dugaan pungli atau gratifikasi di tingkat SD.

Devie merasa Kota Bogor benar-benar tercoreng oleh kasus yang terjadi di dunia pendidikan. Buruknya sistem pendidikan yang ada di Kota Bogor seakan-akan menggambarkan slogan ‘Anti Pungli’ yang terbentang diatas banner dan terpasang di setiap sekolah yang ada di Kota Bogor hanya ‘lip service’ belaka.

Bukan hanya itu, Kepala Sekolah SDN 01 Cibeureum juga melakukan pemecatan secara sepihak kepada salah satu guru honorer yang mengajar di sana. Adanya abusive of power yang ditunjukkan oleh Kepala Sekolah SDN 01 ini, dinilai oleh Devie sebagai bentuk kegagalan sistem pendidikan di Kota Bogor.

“Menurut saya menjadi PPDB tahun ini adalah yang terburuk dalam perjalanannya selama ini dan ternyata slogan-slogan anti pungli hanya menjadi Lip Service saja,” ujar Devie kepada awak media setelah mengikuti rapat Paripurna di DPRD Kota Bogor.

Sujatmiko, selaku kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor menurut Devie harus bertanggungjawab. Pasalnya, Disdik yang berperan sebagai pembina sekolah-sekolah dan lembaga pendidikan, ternyata tidak bisa memberikan gambaran positif di tahun ini. Sebab, selain kasus gratifikasi, terkuak pula kasus pelecehan yang dilakukan oleh oknum guru SD.

“Kami meminta wali kota segera mencopot Kadisdik,” tegasnya.

Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh aparat kepolisian, pelaku pelecehan berinisial BBS (30), telah melakukan tindakan bejat itu sejak 2022. Devie pun merasa prihatin kepada para korban. Sekolah yang seharusnya bisa menjadi rumah kedua bagi para siswa, malah menjadi tempat yang menyimpan trauma bagi para korban pelecehan.

“Saya sudah tidak bisa berkata-kata lagi. Intinya kami dari DPRD Kota Bogor siap memberikan perlindungan dan membantu proses pemulihan para korban. Ini merupakan kenyataan pahit yang harus kita telan bahwa sekolah bukan lagi tempat yang aman,” kata Devie.

Predikat Kota Layak Anak yang baru-baru ini disematkan ke Kota Bogor pun kini jadi pertanyaan. Apakah memang benar, Kota Hujan sudah layak untuk anak. Apakah visi misi Kota Ramah Keluarga sudah tercapai di askhir masa jabatan Wali Kota Bima Arya. Devie secara tegas akan mengambil langkah tegas dengan melakukan rapat kerja khusus membahas persoalan sektor pendidikan di Kota Bogor.

“Saya berharap predikat itu seharusnya betul betul dirasakan oleh warga Kota Bogor. Saya sendiri sekarang sudah merasa tidak nyaman dengan kondisi saat ini banyaknya kasus-kasus yang menimpa anak. Tentu kami dari DPRD akan menggunakan fungsi pengawasan kami dengan menggelar rapat kerja khusus membahas hal ini dalam beberapa waktu ke depan,” tegas Devie.

“Dengan adanya kekacauan dan porak porandanya dunia pendidikan, harus ada orang yang bertanggungjawab,” pungkasnya.* Fredy Kristianto

In Memorial Ongaku Haji Baidar, Saudagar Karet yang Baik dan Sukses

0

Jurnalinspirasi.co.id – Bismillahir Rahmanir Rahiem. Pagi Rabu (13/9/2023) saya berduka, baca WA, ongaku wafat subuh tadi, ucapan berlangsungkawa dari anak kemenakan, cucu dan cicit Arsyad Family cukup ramai.

Dimana dan kapan dimakamkan onga H.Baidar, itu salah satu pertanyaan yang terbaca di WAG Arsyad Family, dikirim kmdku Yean Asnudi.SPd, MPd. Saran dan usulan saya onus AA kepada anakda Roni bin Baidar , yaitu jenazah onga H.Baidar agar disholatkan dulu jenazahnya di masjid Al Mukmin Kp Baru Timur, yang almarhum pernah mengabdi membangun masjid jamiak tersebut.

Dan masjid itu adalah tempat sholat fardu berjamaahnya almarhum yang tak pernah tinggal selalu sholat di masjid Al Mukmin. Kampung Baru, setelah sholat berjemaah sholat zhuhur dilanjutkan dengan sholat jenazah.

Insya Allah banyak warga yang menyolatkan. Setelah itu acara pelepasan jenazah dengan sambutan dari abang ustadz H.Abbas Main. Kemudian peti jenazahnya  dibawa ke lokasi pemakamannya di tanah wakaf pemakaman warga Desa Kp.Baru. Jika saya tak salah almarhum onga Baidar yang ikut aktif mempelopori pembelian tanah wakaf tersebut sekitar pada tahun 1980-an.

Selanjutnya di lokasi makam, warga pengantar berdoa dipimpin abang Abbas Main, kakak iparku, dengan prosesi pemakaman Islami yang khusyuk dan tawadduh, serta bertawaqal illallah.

Innalillahi wainna illahi roojiun..
Al Fatihah..
Allahummagh.firlahu.warhamhu, waaafii wakfuanhu wanuzhulahu.

Kita doakan, almarhum wafat dalam keadaan husnul khotimah. Kita doakan juga agar arwahnya ditempatkan pada golongan orang-orang yang sholeh, berada di Syurgajannatunnaim. Aamiin.

Kepergian ongaku ini saya sungguh sedih dan mengingat kebaikannya selama hidupnya, terutama terhadap saya salah satu adiknya, yang ia didik. Saya banyak kesan kebaikannya.

Onga Baidar adalah orangnya baik dan sholeh, rajin beribadah, suka menolong dan membantu kerabatnya dan mitra kerjanya, beliau telah berjasa di tengah keluarga kami alm Haji Arsyad Kahar sebagai penyokong dan tulung punggung ekonomi keluarga, membantu omaknya Hj.Darana bintI Djamin dalam memghidupi anak yatim, setelah kita ditinggal wafat ayah H Arsyad, Selasa malam tanggal 21 Maret 1971, persis sakaratul maut dan wafat ayah dan ibuku, juga meningal dunia dan dimakamkan pada hari Rabu. Katanya termasuk pertanda hari yang baik, insya Allah.

Alhamdulillah, kita anaknya omak.alm Hj.Daranah, kini hidup selamat, tidak ada yang hidup berkekurangan alias miskin dan terlantar rasanya tidak ada. Insya Allah. Itu berkat bantuan salah satunya jasa dari alm onga H.Baidar semasa hidupnya.

Untuk diketahui, bahwa ayah onga Baidar, informasi dari ibundaku ayahnya bernama Lazim, wafat ketika onga Baidar berusia balita, di umur lk 8 bulan. Omakku kematian suami, menjanda sambil bersekolah agama Islam Madrasah Tsamaratul Azhar, Ranting Tarbiyah Cerenti, bangunan sekolahnya diatas bukut di Desa Koto Peraku Cerenti. Ibuku sejak gadis dan janda muda desa, ketika itu hingga wafatnya memang omakku cantik, cerdas dan pintar mengaji membaca kitab suci Al Quran, dan paham artinya huruf-huruf Arab.

Cerita ibuku kepadaku semasa hidupnya, ayahku H.Arsyad Kahar, orangnya juga agak “parlente”, berpenampilan dan berbusana “necis”, hobinya menembak burung atau binatang seperti tupai di lahan perkebunan desa, termssuk Desa Pulang Jambu, daerah rumah nenekku Maitah. Ketika ayahku berjalan-jalan mencari burung-burung liar, terbang dan hinggap di pepohonan, seketika itu ayahku mencuri pandang, melihat ibuku yang janda cantik di pelataran rumah nenekku Maitah.

Beliau menyapa, dan kemudian bertegur sapa, ibuku sering diberi oleh-oleh cendramata oleh pak Arsyad, akhirnya ibuku luluh,  singkat cerita mereka menikah resmi, punya anak 9 orang, dan menjadi 10 orang anak kandung ibuku Daranah, yang sulung onga Baidar.

Padahal  ayahku berprofesi saudagar karet pada waktu itu adalah suami orang namanya Hj.Fatimah, beranak 3 orang, salah seorang diantara anaknya ongaku H Edward Arfa.SH, hidup rukun, tetapi lama kemudian ibu Fatimah minta cerai dengan H.Arsyad Kahar.

Sewaktu usia balita ongku Baidar dipelihara oleh nenekku Maitah di Desa Pulang Jambu Kec.Cerenti, karena ibu janda muda “kembang’ bersekolah agama. Setelah ibuku berumah tangga yang disunting H Arsyad, onga Baidar kembali kepangkuan ibuku, dipelihara dan dibesarkan ibu/omakku H.Darana bin Djamin (wafat diusia 106 thn, pada tahun 2021 yang lalu).

Kata omakku, ayahku sangat sayang kepada anak tirinya Baidar, sehingga ayahku mendidiknya menjadi saudagar karet, “mamboli gotah” dari para penyadap karet di beberapa desa seperti di Candi, Topiang Komang dll. Jatuh bangun usaha ongaku, karena waktu itu, dia agak “nakal” suka main judi, tetapi ayahku sabar mendidiknya, akhir onga Baidar taubat tidak nakal lagi, berkeluarga menyunting gadis desa yang cantik bernama Ramona, dan selanjutnya sukses berusaha, menjadi saudagar ghotah. Orangnya jujur, sehingga para Tauke China sangat senang berteman bisnis dengan ongaku itu, para Tsuke sering memberikan pinjaman modal untuk membeli karet berton-ton per minggu dibawa ke Rengat dengan perahu kapal “blungkang’ milik Tauke China pebisnis karet.  Ongaku sukses menjadi “induk somang” dengan para panakiiak gotah, urang kampuang yang berlangganan, yang menjadi “anak somangnya” tahun1970 sd 1980-an, masa jayanya.

Kata ibuku, pernah orang lain, memanggilnya Baidar anak Lazim, dia ongaku marah kepada orang tersebut, karena di masa usia balita dan remaja, beliau hanya  mengetahui, mengenal dan mengakui bahwa ayahnya adalah Haji Arsyad, ayah kandungku yang ganteng itu.

Begitulah ceritanya bahwa saya memang berlain ayah dengan ongaku itu. Walaupun demikian faktanya, tetapi saya juga merasakan bahwa ongaku Haji Baidar itu adalah kakak kandung saya yang sesungguhnya, dan beliau berhak dipanggil juga H.Baidar Arsyad, jika saya menulis surat kepadanya ketika saya berstatus sebagai siswa SMA di Pekanbaru  dan mahasiswa IPB, berkuliah di Bogor.

Alm ongaku Baidar Arsyad ini sangat hormat dan memuliakan ibunya, omak kandungnya Hj.Daranah bin Djamin, terutama makanan, beliau selalu tidak lupa, jika membeli ikan Patin sungai yang gurih, atau ikan Tapah, Belida, Bawung dll, atau daging sapi atau kerbau atau tunjang kaki sapi untuk istri dan makanan anak-anaknya, beliau selalu menitipkan dan mengirim untuk ibunya di rumah di Kp Bukit Gudang Desa Kp.Baru Cerenti. Juga terkadang mengirim ke omakku, masakan lawuk-pawuk enak-lezat, yang dimasak kak Ramona, istrinya.

Makanya saya berkeyakinan, bahwa anak yang memuliakan ibunya seperti alm.ongaku akan banyak rezeki melimpah oleh Allah SWT itu yang saya amati pada sosok ongaku Baidar itu, yang pernah berjaya bisnisnya.

Saya adiknya banyak belajar dan menarik pelajaran (lesson learned) dari cara kehidupannya. Dia adalah guru Kehidupanku dan panutanku, suritauladan dalam berbisnis, beragama dan bermasyarakat.

Onga Baidar adalah seorang sosok “pengganti” alm ayahku. Dialah orang, dunsanakku, yang mendidik dan mengajar menjalani hidup dgn bekerja keras, prihatin, disiplin dan berdagang untuk mendapatkan penghasilan yang cukup agar hidup layak.

Saya sudah lama, belasan tahun sejak 1973 bekerja dan menumpang hidup dengannya, titipan omakku di keluarganya, guna membantu, menjadi asisten beliau, bekerja banyak rupa baik di rumah tangganya membantu kakak Ramona, menjaga warung “toko kelontong” beternak memelihara sapi dan kerbau, berdagang membeli gotah, membantu bongkar muat, dan lain-lain.

Sekolah saya dari sejak SDN no.1 Cerenti di kls 5 dan 6, lanjut ke SMPN Cerenti, lanjut lagi ke SMPP Nomor 49 di Pekanbaru, hingga masuk ke PT IPB Bogor ditanggung biaya hidup dari beliau, dan sebahagian besar dari beliau, dan sebagian lagi dari kakakku, yang lain diantaranya andak Hj. Nurmi Arsyad Abbas dll.

Setelah beberapa semester kuliah di IPB Bogor tahun 1982, saya dibantu oleh ongaku H.Edward Arfa SH, pak hakim mukim di kota Tg Pinang Kepulauan Riau, sampai selesai studi Sarjana di prodi Sosek Faperikan  IPB, riset di kawasan Barelang.

Onga Baidar usaha bisnisnya pun mulai agak menyusut dan tak berkembang akibat perubahan zaman, ketika saya akan menamatkan kuliah S1 di IPB University. Walaupun saya memdapat beasiswa, tetapi terus terang kurang mencukupi hidup waktu itu dan alhamdulillah saya dibantu onga Edward, hakim  Ketua di PN Tg Pinang dalam penyelesaian riset  untuk penyusunan karya ilmiah Skripsi, studi di pulau Bintan dan sekitarnya di Kep.Riau.

Saya bersyukur kepada Allah SWT  atas kemurahan hati sanak saudaraku, mau menyisihkan sebagian rezekinya untuk studi lanjutan adiknya di Perguruan Tinggi dari onga H.Baidar (85 thn), onga H. Edward (82 thn), mereka berdualah sungguhnya sangat besar jasanya, juga para dunsanak/kerabat yang telah membantuku baik material dan moril untuk kelancaran pendidikan saya.

Dan terima kasih saya ucapkan kepada mereka-mereka, khususnya kepada onga Baidar bin Lazim (85 thn) yang hari ini berpulang ke rahmahtullah dengan tenang. Satu dua hari lalu ngobrol dengan anak-anaknya, beliau meminta maaf dan mengkonfirmasi pembagian tanah warisannya, kata Roni Baidar. Semoga almarhum husnul khotimah, dan perbuatan-kebaikan dan kebajikan selama hidupnya menjadi amal sholeh dan dianugerahi  pahala yang melimpah, sehingga memudahkannya menghadap Allah SWT, Sang Maha Pencipta (Al Khalik) dan Pemilik Alam semesta beserta isinya.

Saya bersama keluarga mendoakan, semoga arwah onga Baidar yang wafat hari ini Rabu 13 September 2023 menjelang subuh, di Klinik Medica Taluk Kuantan, Riau ditempatkan di Syurgajannatunnaim, Aamiin.

Almarhum onga Baidar adalah orang sholeh, rajin dan taat beribadah, juga berakhlaq mulia, suka membantu orang dan sanak family yang butuh dan susah hidup.

Orangnya jujur, berpuluh tahun lamanya dipercaya menjadi bendaharawan Masjid Al Mukmin Desa Kp Baru, keuangan masjid sehat dan pembangunan masjid masjid berjalan terus karena ongaku dipercaya jemaah masjid, orangnya amanah, punya modal duit dan mau berkorban, berdarma, berinfaq atau bersedeqah.

Kesan dan pengalamanku yang lain bersamanya, onga Baidar adalah pekerja keras, disiplin pemanfaatan waktu, sukses berdagang (saudagar) gotah (karet), terkadang mencari ikan di sungai Kuantan dengan alat tangkap jaring dan jala, dan berusaha ternak Sapi dan Kerbau, dan perkebunan karet dan sawit yang sukses di Kecamatan Cerenti.

Dalam berdagang karet, dia dipercaya oleh beberapa Tauke Gotah, keturunan China yang ada di desa kami Kecamatan Cerenti, salah satu teman bisnisnya bang Senci, nama WNI-nya Ibrahim. Saking akrabnya mereka berkongsi dagang, saling menolong dan membantu, akhirnya mereka berdunsanak adat (sanak Gito) berdua, dan mengajak bersama omakku Hj.Daranah. Sehingga omakku menjadi ibu angkatnya abang Senci dan cucu angkat dari anak-anak kandungnya abang Ibrahim “Senci” warga keturunan Tinghoa tersebut. Hingga kini kami tetap bersaudara, berkomunikasi saling teleponan dan WA-an.

Hingga sekarang, saya dengan “keponakanku” anak bang Senci (Ibrahim) yakni Ayun, Acai, Singkiang, Acin, Akuang,  Lihua, Likiua dll, masih bersambung. Faktanya ada beberapa diantara putra-putra Alm bang Senci mempestakan anak-anaknya, saya diundang, alhamdulillah saya pun hadir beserta keluarga baik di Jakarta maupun di kota Bandung.

Demikian itulah watak baik (good caracters) almarhum ongaku Baidar, beliau pandai bergaul dengan siapapun, antar sesama terutama dengan para penyadap karet yang menjadi “anak semang” langganan berjual-beli hasil perkebunan karet, gotah di daerahnya. Ongaku sering membantu mereka para penyadap pohon karet, “panakiak gotah” pada musim paceklik tiba, biasanya pada musim hujan yang cukup lama dan berhari-hari. Ongaku Baidar memberikan pinjaman uang atau utang belanja barang berupa bahan-bahan Sembako seperti beras, gula, kopi, teh, rokok dll.

Alhamdulillah, ongaku Baidar, termasuk saudagar pribumi karet ysng sukses di zamannya tahun 1970-an, murah rezeki dan hartanya pun banyak, termasuk “orang kaya”, berada, dan terpandang di kampungku semasa itu. Tapi gaya hidup ongaku Baidar selalu berpenampilan sederhana, tidak bermewah-mewahan (hedon) dan tidak sombong.

Saya tahu wataknya, beliau karena beberapa tahun, saya membantunya, dan dipercaya memegang kunci brangkas uangnya yang isinya jutaan rupiah di laci meja warung yang saya jaga dan duduki, ketika beliau pergi keluar kota, urusan dagang dan berdarmawisata di Padang, Bukit Tinggi dan Pekanbaru. Sayalah orang kepercayaannya, dan saya dididik jujur dengan kepercayaan penuh.

Apa yang saya lakukan tersebut adalah amanah yang harus saya jaga baik-baik, saya tak mau mengambil uang untuk kepentingan pribadiku, kecuali sepengetahuan dan persetujuannya.

Alhamdulillah, saya dididik almarhum onga Haji Baidar dengan berlatih kerja keras, disiplin dan diberi kesempatan mengelola warung barang-barang kelontong dan sembakonya, berdagang karet (ghotah) serta dipercaya memegang uang kas dan brangkasnya, alhamdulilah saya memiliki pengalaman berharga, kepercayaan (trust) dan modal sosial (social capital) yang baik, banyak,  untuk saya bisa.hidup pernah  “susah” di rantau orang selama bersekolah, menuntut ilmu.

Dalam perjalanan hidup selama saya bersekolah di SMPPN No.49 Pekanbaru, dan berkuliah di IPB Bogor, hidupku sehari-hari “pas-pasan” jika malu dibilang sulit, hidup miskin dan agak memprihatinkan. Tapi alhamdulillah dari ujian hidup, karena saya sudah dididik oleh ongaku dengan ilmu “perjuangan hidup” candradimuka.

Hasil didikan ongaku Baidar selama membantunya, saya bernasib hidupku menjadi begini, alhamdulillah Allah SWT memberikan nikmat-Nya yang cukup banyak, hidup senang dan berbahagia bersama keluarga dan para Dunsanak (kerabat) Arsyad Family.

Hari ini, Rabu 13 September 2023, langit Cerenti berduka, dan kami juga sangat berduka, kehilangan sosok, seorang kakak yang baik, telah menjadi panutan. Kami dalam keluarga besar, akan dimakamkan disamping istrinya kakak Ramona di TPU tanah wakaf Desa Kp.Baru Cerenti. Saya dan kita hanya bisa berdoa, semoga arwah ongaku H.Baidar diterima disisi-Nya ditempat mulia Syurgajannatunnaim Aamiin.

Dan keluarga yang ditinggalkannya, diberikan kesabaran dan bertawaqalillah. Saya sendiri, ingin sekali pulang melihat wajah ongaku yang terakhir kali dan ikut mengantarkan ke pusaranya. Akan tetapi tidak bisa saya kerjakan saat ini untuk pulang ke kampung, berangkat dari Kota Bogor menuju Cerenti. Insya Allah beberapa lagi ke depan saya bisa pulang kampung untuk berziarah ke pemakaman ongaku yang aku cintai, nanti.

Saya sudah menelpon anakku Roni Baidar SP dan adikku Latifah Arsyad, bahwa saya memberitahu dan minta izin belum bisa pulang kampung, karena putriku kedua Inna Rahmawati SP.Kom akan operasi sakit usus buntu, dan juga ada tugas mengajar di kampus UNIDA, memasuki awal semester TA 2023/2024. Mohon doanya dan harap maklum.

Demikian narasi memorial ongaku Haji Baidar, yang wafat hari ini, sebagai curahan kasih sayang dan menghormati kepergian almarhum ongaku Baidar, saya pun menulis agar mereka yang membaca tahu bahwa almarhum orang baik, insya Allah sholeh.

Wabillahit taufik walhidayah wr wb.
Wassalam

====✅✅✅

Penulis:
Dr.Ir.H.Apendi Arsyad, M.Si
(Dosen Ssnior dan Pendiri Universitas Djuanda Bogor, Pendiri dan Wasek Wankar ICMI Pusat merangkap Ketua Wanhat MPW ICMI  Orwil Khusus Bogor, Konsultan K/L negara, Pegiat dan Pengamat Sosial)

Lihat Warga Kesulitan Air Bersih, CEO UMP Group Bantu 3 Tangki Air

0

Jonggol | Jurnal Bogor
Mendapati warga Kp. Cisewu, Desa Sukajaya, Jonggol, Kabupaten Bogor kesulitan air bersih, UMP Group menurunkan bantuan 3 tangki air bersih yang disebar di 3 titik, Rabu (13/9/23).

CEO UMP Group Acep Supriadi mengatakan, dalam hal kemanusiaan seperti ini dirinya sebagai pengusaha harus turut andil untuk membantu warga yang kesulitan air bersih. Apalagi terlihat dihadapannya, mungkin bagi sebagian orang yang memiliki kelebihan ekonomi bisa melakukan pengeboran untuk mendapatkan air, tapi tidak untuk mereka yang kekurangan ekonomi.

“ Air merupakan kebutuhan utama manusia, oleh karena itu jika tidak ada air bersih saya bisa membayangkan betapa kerepotannya warga,” ungkap Acep sapaan akrabnya kepada Jurnal Bogor, Rabu (13/9/23).

Acep yang juga Ketua Korwil Presidium Kecamatan Jonggol menjelaskan, untuk hari ini 3 tangki air bersih dibagikan di 3 titik wilayah yakni, tangki pertama di RT 02 dan RT 01/ RW 03, tangki kedua disalurkan ke RT 04/RW 03, dan tangki ketiga disalurkan ke RT 03/RW 03.

“ Saya hanya berharap bantuan air bersih yang diberikan ini bisa sedikit membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga, dan kemungkinan akan ada pembagian air di titik lainnya juga yang memang benar-benar membutuhkan,” tandasnya.

“ Saya mengajak, semua pengusaha yang ada di wilayah Desa Sukajaya, Kecamatan Jonggol khususnya untuk turun tangan membantu warga, terutama bantu kebutuhan air bersihnya. Mengingat, di wilayah ini ada pengusaha kavling, ada pengusaha material, dan pengusaha lain. Jika turut mengirim rutin setiap minggunya saja mungkin warga tidak akan kekurangan air bersih,” cetusnya.

Sementara Acih (41) warga RT 02/RW 01 mengucapkan terimakasih kepada Acep Supriadi yang sering kali membantu warga dan terlibat dalam kegiatan-kegiatan social.

“ Kalo beliau sering terlibat dalam kegiatan sosial, suka ngadain santunan yatim, khitanan massal dan lomba-lomba untuk warga sekitar, sekarang alhamdulilah juga ikut bantu ngirim air,” paparnya.

** Nay Nur’ain