28.3 C
Bogor
Thursday, February 5, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 5

Roadshow Harlah 100 Tahun NU, PCNU Kota Bogor Jalin Silaturahmi Kebangsaan dengan Dandim 0606

0

Bogor | Jurnal Bogor
Menjelang peringatan Harlah Nahdlatul Ulama (NU) ke-100, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bogor menggelar rangkaian Roadshow Harlah Satu Abad NU melalui silaturahmi kebangsaan dan dialog strategis bersama Komandan Distrik Militer (Dandim) 0606 Kota Bogor, Kolonel Kav Gan Gan Rusgandara, S.Hub.Int, Kamis kemarin.

Silaturahmi tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Bogor, H. Edi Nurochman, didampingi Heri Firdaus serta jajaran pengurus PCNU Kota Bogor lainnya. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban, meskipun Kota Bogor tengah diguyur gerimis. Suasana cair terbangun melalui canda ringan yang mengiringi dialog kebangsaan antara kedua belah pihak.

Dalam pertemuan tersebut, H. Edi Nurochman menyampaikan sejumlah agenda strategis PCNU Kota Bogor, khususnya terkait penguatan moderasi beragama, upaya pencegahan radikalisme, serta penguatan program-program kebangsaan yang menjadi komitmen NU dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ketua PCNU Kota Bogor juga menyampaikan harapan agar TNI, khususnya Kodim 0606 Kota Bogor, dapat terus berperan aktif dan bersinergi dalam mendukung berbagai program PCNU Kota Bogor yang akan dijalankan selama lima tahun ke depan, baik dalam bidang sosial, keagamaan, maupun kebangsaan.

Sementara itu, Cak Roni, selaku Ketua Panitia Harlah 100 Tahun NU Kota Bogor, secara khusus menyampaikan undangan kepada Dandim 0606 Kota Bogor untuk dapat hadir dan berpartisipasi dalam karnaval dan pawai budaya Harlah Satu Abad NU yang akan dipusatkan di Balai Kota Bogor. Kegiatan tersebut direncanakan berkeliling Kebun Raya Bogor, dengan menampilkan beragam atraksi budaya, partisipasi UMKM, serta orasi kebangsaan sebagai refleksi semangat persatuan dan kebhinekaan.

Roadshow dan silaturahmi kebangsaan ini menjadi bagian penting dari rangkaian peringatan Harlah Satu Abad NU PCNU Kota Bogor, sekaligus menegaskan komitmen NU untuk terus membangun kolaborasi dengan seluruh elemen bangsa, termasuk TNI, dalam menjaga perdamaian, toleransi, dan nilai-nilai kebangsaan.

**say/cc

Berbahaya, Jalur Roda Dua Batutulis Retak

0

Bogor | Jurnal Bogor

Jalur khusus roda dua Jalan Shaleh Danasasmita, Kelurahan Batutulis kembali mengalami keretakan, pasca cuaca ekstrem yang melanda Kota Bogor, belakangan ini.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran masyarakat, terutama mereka yang melintasi jalur tersebut setiap hari.

Berdasarkan pantauan di lokasi, retakan memanjang terlihat membelah permukaan aspal di sisi jalan.

Handy M, salah seorang warga Kelurahan Pamoyanan yang kerap melintasi jalur tersebut, menyampaikan keresahannya.

Menurutnya, keretakan tersebut sangat membahayakan, terutama saat kondisi gelap atau hujan lebat yang menutupi pandangan pengendara.

“Kami sebagai pengguna jalan merasa sangat khawatir dengan kondisi retakan ini. Kalau tidak segera diperbaiki, risikonya sangat besar bagi keselamatan pemotor. Kami mendesak Dinas PUPR Kota Bogor untuk segera melakukan tindakan nyata sebelum terjadi kecelakaan,” ujar Handy kepada wartawan, Jumat (30/1).

Senada dengan Handy, sejumlah warga berharap, pemerintah tidak hanya melakukan penambalan sementara, melainkan pengecekan struktur jalan secara menyeluruh.

Hal ini penting untuk memastikan apakah retakan tersebut disebabkan oleh faktor beban kendaraan atau adanya penurunan stabilitas tanah di area tersebut.

Diketahui, jalur khusus roda dua di kawasan Batutulis, tepatnya di Jalan Saleh Danasasmita, Kecamatan Bogor Selatan, resmi dibuka kembali per 26 Agustus 2025 lalu.

Jalan sementara sepanjang 250 meter ini beroperasi dua arah khusus motor untuk mengatasi dampak longsor sebelumnya, dengan lebar jalan terbatas sekitar 2,5 meter.

** Fredy Kristianto

Akibat Longsor Jalur 3 Desa di Nanggung Lumpuh

0

Nanggung l Jurnal Bogor
Akses jalan utama yang menghubungkan Desa Curugbitung, Cisarua dan Desa Malasari, Nanggung, Kabupaten Bogor tertutup akibat tebingan jalan longsor, Kamis (29/1/2026), sekitar pukul 16.30 WIB.

Hujan yang terus menerus beberapa terakhir ini di wilayah Kabupaten Bogor bagian Barat menyebabkan tebing sekitar 10 meter itu longsor, tepatnya Kampung Nunggul di Desa Curugbitung,
Longsor tersebut bukan pertama terjadi, awal tahun 2020 di jalan di lingkup Desa Curugbitung maupun ditengah padat penduduk kerap terjadinya longsor hingga menelan korban jiwa.

“Longsor menutup Jalan Ace Tabrani di Kampung Nunggul,” ujar Sekretaris Desa Curugbitung, Iyus, saat dikonfirmasi.

Diketahui para Ketua RT/RW hingga masyarakat bergotong royong membersihkan material longsor yang sempat menutup akses jalan itu. Kejadian longsor itu telah dilaporkan, baik UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan, maupun Polsek, dan Koramil setempat.

Gotong royong membersihkan material longsoran selain oleh masyarakat, juga tim gabungan Forkopimcam Nanggung yang ambil bagian membuka akses vital yang tertutup tanah akibat longsor itu.

Kendaraan roda dua kini dapat melintas namun secara terbatas, akan tetapi kendaraan roda empat sementara menggunakan jalur alternatif dengan jarak yang lebih jauh hingga memutar melalui Desa Bantarkaret.

Kepala UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah VI Cigudeg, Bobby Wahyudi mengatakan, pihaknya menurunkan tim ke lokasi serta menyiapkan alat berat guna percepatan membersihkan longsoran tanah tersebut.

“Alat berat milik UPT sedang dijemput dari Jasinga. Jika memungkinkan dan aman, malam ini akan dimobilisasi ke lokasi. Namun jika dinilai berisiko, pembersihan akan dilanjutkan pagi hari,” jelas Bobby.

Masyarakat pun diminta bersabar menunggu jalan itu aman. “Kami sarankan masyarakat terutama pengendara sementara menggunakan jalur alternatif melalui Jalan Raya Bantarkaret,” harapnya.

** Rahman Ependi

Koperasi Desa Ditunggu Warga, Agen Sembako Ketar-ketir

0

Ciawi | Jurnal Bogor
Pemerintah desa yang ada di setiap kecamatan kini tengah merintis pengadaan lahan untuk pembangunan koperasi desa. Pengadaan lahan ini merupakan hal yang dirasakan penuh tantangan oleh setiap desa. Hal ini karena pengadaan lahan tersebut harus hibah hingga banyak desa masih perlu waktu untuk mendapatkannya.

Hadirnya koperasi desa tersebut, seiring dengan informasi yang didapatkan masyarakat akan berpihak kepada masyarakat dengan janji memberikan kesejahteraan. Adanya hal tersebut, koperasi desa kini benar-benar dinanti oleh masyarakat.

“Membaca dari pemaparan pemerintah, hadirnya koperasi desa ini akan membantu sekali bagi kebutuhan dan usaha warga. Mulai dari pinjaman hingga ke pengadaan kebutuhan pokok. Untuk ini kita selalu warga terus mengikuti perkembangannya, dan berharap koperasi tersebut cepat berdiri dan memberikan pelayanan kepada warga, ” ujar Cucun, warga Telukpinang, Ciawi.

Fokus pembangunan gedung koperasi dipercayakan kepada jajaran TNI yang ada di setiap kecamatan, kini membuat para pengusaha agen sembako ketar ketir dibuatnya. Mereka menilai, koperasi desa akan menjadi pesaing dalam usahanya.

Pantauan di berbagai wilayah, agen-agen sembako yang dikuasai warga luar pulau Jawa ini terus merambah ke pelosok desa. Usaha yang melayani pembeli mulai dari partai besar hingga kecil ini membuat pemilik warung kecil mati kutu. Karena harga yang dijual oleh para agen sembako jauh lebih murah.

“Kehadiran agen sembako dimana mana, warung kecil seperti kita jadi sepi. Pembeli lebih memilih belanja ke mereka, untuk itu jika koperasi desa sudah ada, itu akan sangat membantu keberlanjutan usaha kita, ” pungkas Rosipah, seorang pedagang di Ciawi.

** Dadang Supriatna

Dua Tiang Miring Bikin Pengguna Jalan Was-was

0

Nanggung l Jurnal Bogor
Dua tiang besi yang terlihat miring di jalan raya di Desa Bantarkaret, Nanggung, Kabupaten Bogor membuat pengguna jalan was-was. Mereka khawatir tiang tersebut sewaktu-waktu roboh dan
membahayakan pengguna jalan.

Selain miring juga tampak kesemrawutan kabel yang menempel di tiang besi diduga milik perusahaan PT Telkom Indonesia bersinggungan dengan jaringan listrik milik PT PLN. Kondisi ini dikhawatirkan dapat berpotensi gangguan keselamatan terutama bagi pengendara.

Sejumlah pengendara mengaku saat melintas di jalur itu harus menghindari tiang besi miring yang mengarah ke badan jalan itu.

“Khawatir tiang besi itu ambruk, maka saat berkendara harus menghindar tiang besi miring,” kata Andriawan, salah satu pengendara asal Kampung si Dempok Desa Bantarkaret kepada Jurnal Bogor, Kamis (291/2026).

Apalagi jalan tersebut merupakan akses utama masyarakat di jalan kabupaten dengan hilir mudiknya kendaraan karena akses utama masyarakat dan juga jalur menuju perusahaan PT Antam.

Selain itu, Adriawan menjelaskan, tebingan di sepanjang jalan itu juga sering terjadi longsor disebabkan karena labilnya kontur tanah.

“Bisa saja tiang listrik miring itu sewaktu waktu ambruk karena kontur tanah yang labil,” kata dia.

Warga juga mempertanyakan legalitas pemasangan tiang tersebut serta pihak yang bertanggung jawab terhadap perawatan dan pengamanannya. Hingga kini, warga mengaku belum mengetahui ke mana harus melaporkan kondisi tersebut.

“Ini jalan kabupaten, tapi sampai sekarang belum ada penanganan. Kami bingung harus mengadu ke siapa,” katanya.

Warga juga mempertanyakan terkait status kepemilikan tiang, perizinan pemasangan, serta rencana penanganan di lokasi tersebut.

“Instansi terkait kami harap segera melakukan pengecekan dan penanganan agar tidak membahayakan keselamatan pengguna jalan,” tandasnya.

** Arip Ekon

Tiga Panel Menyala, UPT Perhubungan Kembali Jadwalkan Perbaikan PJU di Bantarkaret

0

Nanggung l Jurnal Bogor
Setelah tiga panel penerangan jalan umum (PJU) di Kampung Jatake-Nutug di Desa Bantarkaret, Nanggung, Kabupaten Bogor menyala, kini UPT Pelaksana Teknis Pengelolaan Prasarana dan Perlengkapan Perhubungan (UPT PPP) Wilayah V Jasinga kembali berencana untuk perbaikan PJU di sepanjang jalan masih di wilayah Bantarkaret.

Diketahui ada sekitar 5 panel PJU kondisinya belum menyala diantaranya PJU yang berada di Kampung Cadas Leueur yang mati sejak tiga bulan terakhir.

Salah satu bagian teknisi lapangan pada UPT Perhubungan yang berkantor di Jasinga Yaya, saat di konfirmasi Jurnal Bogor pihaknya merespons perihal kondisi PJU yang belum menyala tersebut.

“Kita jadwalkan kembali ke wilayah Bantarkaret terkait progres perbaikan PJU yang belum menyala itu. Pekan depan akan mengunjungi dan menindaklanjuti PJU yang mati itu,” kata Yaya Kamis (29/1/2026).

“Untuk perbaikannya kami akan berkoordinasi dengan Pemerintah Desa setempat,” tambah Yaya.

Salah satu penyebab PJU tak menyala karena terputusnya kabel berikut panel PJU yang hilang.

“Benar, PJU di Bantarkaret itu masih ada yang mati. Sebab matinya PJU itu, jelas kabel dan lampunya itu tidak ada,” jelasnya.

** Arip Ekon

Jakarta Harus Waspada, Debit Air Dari Hulu Terus Membesar

0

Cisarua | Jurnal Bogor
Curah hujan di kawasan Puncak Cisarua, Kabupaten Bogor dimana kawasan itu merupakan kawasan hulu Sungai Ciliwung dan beberapa sungai lainnya kondisi aliran airnya kini terus semakin besar.

Yang terpantau selama tiga hari ini hujan turun dengan intensitas tinggi. Komunitas masyarakat yang peduli terhadap kondisi sungai Ciliwung tidak henti-hentinya memberikan informasi kepada warga atau rekannya yang berada di hulu sungai. Hal ini diperlukan ketika musim hujan agar jangan sampai ada korban akibat derasnya air yang mengalir di sungai tersebut.

“Kita memiliki saudara dan teman yang berada di wilayah hilir sungai. Untuk ini kita tetap selalu mengingatkan dengan memberi informasi kondisi aliran sungai-sungai yang ada di wilayah hulu. Seperti untuk saat ini, kondisi cuaca di wilayah Puncak sudah tiga hari ini hujan turun terus menerus baik siang maupun malam. Dengan kondisi seperti ini, potensi kiriman banjir dari wilayah hulu sangat tinggi, ” tutur Budiono.

Sementara itu, pantauan sungai Ciliwung di bendungan Katulampa, hingga Kamis (29/1/2026) siang masih terpantau status siaga 3 dengan volume air berada di level 70 centimeter. Level ini merupakan status waspada terhadap kondisi aktivitas sungai Ciliwung.

Selain itu, dampak masih buruknya cuaca di wilayah Cisarua Puncak, menyebabkan aktivitas masyarakatnya kini cukup terganggu. Khususnya bagi kaum ibu rumah tangga. Mereka kini tengah berjuang untuk mengeringkan pakaian. Terlebih, bagi ibu ibu yang sedang punya anak kecil pakaian atau popok yang kering benar-benar menjadi kebutuhan utama.

“Sudah satu minggu ini tidak ada matahari, kalaupun hujannya reda disini ditutupi kabut hingga kami tidak bisa menjemur pakaian. Alternatif untuk mendapatkan suhu panas untuk mengeringkan pakaian, kami membuat penyinaran dengan bohlam yang bening, ” tutur Bedah, salah seorang ibu rumah tangga.

** Dadang Supriatna

Kapolsek Ciomas Tanam Jagung Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional

0

Ciomas | Jurnal Bogor
Kapolsek Ciomas, Polres Bogor, AKP Hendra Kurnia, melaksanakan kegiatan penanaman jagung dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia. Kegiatan tersebut berlangsung di Kampung Cipayung RT 02 RW 07, Desa Sukaharja, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor.
Penanaman jagung ini merupakan bagian dari program penanaman jagung serentak seluas 750 hektare yang digagas Polda Jawa Barat. Untuk wilayah hukum Polsek Ciomas, penanaman dilakukan di lahan seluas 1 hektare dengan jenis jagung hibrida.
Kapolsek Ciomas AKP Hendra Kurnia mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk nyata dukungan Polri terhadap upaya pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional melalui Program Ketahanan Pangan.
“Penanaman jagung ini merupakan bagian dari program Polda Jabar dengan total luas 750 hektare. Untuk Polsek Ciomas, kami melaksanakan penanaman di Desa Sukaharja dengan luas lahan satu hektare,” ujar AKP Hendra, Kamis (29/01/26).
Kegiatan penanaman tersebut dihadiri oleh Forkopimcam Ciomas, Kepala Desa Sukaharja, personel Polsek Ciomas, Koramil, Satpol PP, PPDK, PPL, serta kelompok tani setempat. Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan sinergi lintas sektor dalam mendukung ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Ciomas.
AKP Hendra berharap, melalui kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, meningkatkan produktivitas pertanian, serta memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal.
“Semoga kegiatan ini dapat mendorong semangat para petani dan menjadi kontribusi nyata Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional,” pungkasnya.

** Yudi

HOTD Sukabumi Sambut Siswa PKL SMKS Doa Bangsa guna Dukung Pengembangan Kompetensi Digital

0

Sukabumi | Jurnal Bogor
Komitmen Witel Priangan Barat dalam mendukung dunia pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia unggul terus diwujudkan melalui program praktik lapangan. Pada Senin (26/01), Head of Telkom Daerah (HOTD) Sukabumi, Igor M Farhan, secara resmi menerima para siswa dari SMKS Doa Bangsa yang akan melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL).

Kegiatan penerimaan ini dilakukan secara formal dengan kehadiran Bapak Andriansyah selaku koordinator dari pihak sekolah. Dalam kesempatan tersebut, Igor M Farhan memberikan arahan mengenai pentingnya adaptasi teknologi dan pengenalan budaya kerja di lingkungan industri telekomunikasi bagi para siswa sebagai persiapan menghadapi dunia kerja nyata.

Selama masa PKL, para siswa SMKS Doa Bangsa akan mendapatkan bimbingan langsung dari tim ahli Telkom untuk memperdalam keahlian teknis maupun administratif. Program ini diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman praktis, tetapi juga memperkuat sinergi antara institusi pendidikan dan industri dalam mencetak tenaga kerja yang kompeten di bidang teknologi informasi.

Sinergi ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui transfer pengetahuan (knowledge sharing). Dengan adanya program ini, diharapkan para siswa dapat menyerap ilmu sebanyak mungkin guna menunjang kurikulum sekolah dan daya saing mereka di masa depan.

(yev/cc)

Podcast Indibiz Angkat Kisah Perjuangan UMKM Lokal Bangkit dan Bertahan

0

Bogor | Jurnal Bogor
Indibiz Witel Priangan Barat menghadirkan ruang berbagi inspiratif bagi pelaku usaha lokal melalui Podcast Indibiz, yang kali ini menghadirkan pelaku UMKM kerajinan tangan, Latifah Herawati, Owner Hera Craft. Kegiatan podcast ini digelar pada Selasa (27/1/2026) di Ruang Podcast Indibiz Witel Priangan Barat.

Dalam sesi podcast tersebut, Latifah Herawati berbagi kisah perjalanan membangun usaha kerajinan Hera Craft yang dijalaninya di tengah berbagai tantangan hidup. Dengan ketekunan dan semangat pantang menyerah, ia terus mengembangkan usahanya hingga mampu bertahan dan tumbuh sebagai UMKM lokal yang produktif.

Melalui Podcast Indibiz, Indibiz Witel Priangan Barat menghadirkan ruang berbagi cerita dan inspirasi bagi UMKM, sekaligus menjadi pendamping yang mendorong pelaku usaha untuk saling belajar dan menguatkan. Kisah-kisah nyata dari pelaku UMKM diharapkan dapat menjadi motivasi bagi pelaku usaha lainnya untuk terus berjuang dan beradaptasi dalam menghadapi dinamika bisnis.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Indibiz sebagai ekosistem yang mendukung pengembangan UMKM melalui pendekatan inspiratif, edukatif, dan kolaboratif. Dengan menghadirkan cerita perjuangan pelaku usaha secara langsung, Podcast Indibiz diharapkan dapat memperluas wawasan serta menumbuhkan optimisme bagi UMKM di wilayah Priangan Barat dan sekitarnya.

(yev/cc)