26.8 C
Bogor
Saturday, April 11, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 475

Tingkatkan Kompetensi Peternak Milenial ASEAN: Kementan Gelar Online Training Kesehatan Hewan

0

Bogor | Jurnal Bogor
Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) menggelar Online Training on Animal Husbandry and Health Management for ASEAN Countries 2023 untuk meningkatkan Kompetensi peternak Milenial di kawasan ASEAN.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, Satu ASEAN adalah satu kawasan dan satu market yang harus bisa diurusi dengan baik.

“ASEAN harus menjadi tren kepentingan Global. Terutama dalam manajemen dan Kesehatan Hewan untuk mendukung produktivitas ternak,” ungkapnya ketika membuka Online Training on Animal Husbandry and Health Management for ASEAN Countries 2023, Selasa (19/09).

Lebih lanjut, Mentan SYL menambahkan, krisis iklim yang terjadi saat ini membuat ketahanan pangan terganggu dan harus ditanggulangi bersama.

“Pangan menjadi dunia dan cara menghadapi salah satunya kebersamaan. Kita perlu saling dukung dari sisi teknologi, budidaya pertanian (termasuk Peternakan) maupun mekanisasi pertanian,” ujar Syahrul.

Karenanya, Online Training on Animal Husbandry and Health Management for ASEAN Countries 2023 ini sangat penting, apalagi Pertanian sudah membuktikan untuk membangun resistensi global.

Kepala BPPSDMP, Prof Dedi Nursyamsi mengataka, dalam ASEAN Working Group di Laos 2023, Indonesia mendapatkan tugas untuk melakukan pelatihan online untuk negara -negara ASEAN yang dilakukan oleh BBPKH Cinagara.

Dalam pelatihan online ini akan disampaikan pemeliharaan ternak terutama terkait penyakit hewan yang kerap muncul, terutama selama El Nino. “Penanggulangan penyakit hewan ternak menjadi bagian untuk meningkatkan produksi ternak kita juga,” sebutnya.

Seperti diketahui, Peternakan seringkali dihinggapi berbagai permasalahan kesehatan ternak, mulai dari penyakit Mulut dan Kuku (PMK), penyakit lumpy skin disease (LSD), hingga Flu Burung yang kini menjadi endemik di kawasan ASEAN.

Sebagai pelaksana Online Training, Balai Besar Pelatihan Peternakan dan Kesehatan Hewan (BBPKH) menyediakan kurikulum pelatihan pemeliharaan dan kesehatan hewan.

“Pelatihan ini diikuti oleh 17 orang peternak Milenial dari 8 negara ASEAN dan dilakukan secara simultan selama 3 hari 19-21 September 2023,” sebut Kepala BBPKH, Wasis Sarjono.

Wasis menambahkan, Pemeliharaan dan kesehatan hewan ternak adalah dua faktor penting dalam menjaga keberhasilan peternakan yang berkelanjutan. Hewan ternak yang sehat tidak hanya meningkatkan produktivitas peternakan tetapi juga memastikan kualitas produk yang dihasilkan.

Terkait kesehatan ternak dilakukan vaksinasi, perawatan Kesehatan Rutin, manajemen stress hingga pemeliharaan kebersihan dan higienitas.

Dalam menjalankan praktik pemeliharaan dan menjaga kesehatan hewan ternak, pelatihan memainkan peran penting.

“Peternak yang terlatih dengan baik akan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang kebutuhan hewan ternak mereka dan cara mengatasi masalah kesehatan yang mungkin timbul. Pelatihan juga dapat membantu mereka mengadopsi praktik terbaru dalam industri peternakan yang berubah dengan cepat,” pesannya.

** bbpmkp

Untung Gede, Kementan Latih Jutaan Petani dan Penyuluh Lakukan Hilirisasi Pertanian

0

Cinagara | Jurnal Bogor
Kementerian Pertanian (Kementan) membuka Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh (PSPP) Volume 8 “Peningkatan Nilai Tambah Komoditas Pertanian” dan Online Training on AWGATE “Animal Husbandary and Health Management” di Cinagara, Bogor, Jawa Barat, Selasa (19/8).

Dalam saambutannya, Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo mengatakan, dalam arahannya mengatakan, Indonesia seperti negara lainnya memetik pelajaran tiga tahun terakhir dengan pendekatan global yang baru.

“Tidak ada negara yang kuat sendiri. Kesadaran gejala alam dan COVID-19, membuktikan kekuatan negara bergantung dengan negara lain,” kata Mentan Syahrul dalam arahannya saat membuka pelatihan ini.

Seminggu ini, kata dia, ada sebuah paradigma yang berubah yaitu pendekatan kawasan mengenai penyelamatan kemanusiaan melalui pertanian yang terjadi karena COVID-19, ketegangan politik antaranegara Rusia dan Ukraina dan kesadaran climate change.

Menurut dia, pelatihan ini bertujuan untuk pempersiapkan frame akademik petani dalam menghadapi  tantangan yang ada. Selain itu, untuk membangun sistem manajemen dan orientasi baru terhadap program yang ada.

 “Membuat perilaku baru terhadap pangan juga menjadi tujuan pelatihan yang krusial. Jangan main-main dengan pertanian,” kata SYL, sapaan mentan Syahrul.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan, di antara tujuan pembangunan pertanian adalah meningkatkan kesejahteraan petani.

“Kesejahteraan petani baru meningkat manakala pendapatannya meningkat. Kalau pendapatan meningkat berarti harus diawali dengan produksitivitasnya yang meningkat,” kata dia.

Meski demikian, Dedi mengingatkan bahwa peningkatan produksi dan produktivitas tidak menjamin dapat meningkatkan pendapatan petani. Sebab, biaya produksi semakin mahal.

“Oleh karena itu, nilai tambah keuntungan dan produk yang dihasilkan petani harus meningkat. Bagaimana caranya? Harus diolah dulu. Petani padi jangan jual padi, petani menimal jual beras atau produk-produk pangan berbasis beras,” ucap Dedi.

Karena itu, salah yang dibahas pada PSPP ini adalah bagaimana petani mendapatkan nilai tambah yang maksimal. Jadi petani itu bukan hanya sebagai pelaku utama, tetapi juga harus menjadi pelaku usaha.

PSPP ini akan dilaksanakan selama tiga hari, tanggal 19 – 21 September 2023. Peserta yang mengikuti pelatihan ini sebanyak  1,8 juta, yang sebagian besar mengikuti secara online.

Bersamaan, Kementan juga menggelar Animal Husbandary and Health Management selama tiga hari dari tanggal 19-21 September 2023. Kegiatan ini diikuti oleh 17 peserta dari delapan negara ASEAN.

Berdasarkan saran dari ASEAN Working Group, Indonesia mendapat tugas untuk melaksanakan Online Training on AWGATE Animal Husbandary and Health Management, yang dilaksanakan BBPKH, salah UPT Kementan di Bogor.

** bbpmkp

Kualitas Udara Buruk, Kecamatan Bogor Tengah Lakukan Uji Emisi

0

jurnalinspirasi.co.id – Buruknya kualitas udara di Kota Bogor belakangan ini, direspon Pemerintah Kecamatan Bogor Tengah dengan menyelenggarakan uji emisi kendaraan roda dua dan empat dengan menggandeng Auto2000 Siliwangi di Kantor Kecamatan Bogor Tengah sejak Senin (18/9) hingga Selasa (19/9).

Camat Bogor Tengah, Dicky Iman Nugraha mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu ikhtiar dalam menekan tingkat pencemaran polisi udara. Kendati, asap dari kendaraan bermotor bukan menjadi faktor utama pencemaran udara.

“Kami ingin berkontribusi terhadap kota dengan melakukan uji emisi. Kami harap kendaraan yang ada dinyatakan layak digunakan, sehingga polusi dapat ditekan,” ujar Dicky kepada wartawan, Selasa (19/9).

Menurut dia, giat uji emisi merupakan ikhtiar yang paling mudah untuk dilakukan, mengingat di kawasan Bogor Tengah tidak terdapat pabrik.

“Kalau untuk polisi udara dari pembakaran sampah, Insya Allah sudah ditekan karena kita melakukan penyisiran. Tapi masih ada satu sampai dua titik yang jadi tempat pembakaran sampah,” ucapnya.

Dicky menegaskan bahwa uji emisi kendaraan tak hanya diperuntukan bagi warga Bogor Tengah, tapi untuk masyarakat yang ingin menguji kendaraannya.

“Kita coba selama dua hari, kalau animo tinggi akan diperpanjang sampai Sabtu (23/9). Mudah-mudahan saja program ini bisa dibawa hingga ke tingkat kota,” ungkap dia.

Dicky menyatakan, selama dua hari pelaksanaan, sedikitnya ada 50 kendaraan yang telah diuji emisi.

Lebih lanjut, kata dia, untuk seluruh kendaraan dinas milik Kecamatan Bogor Tengah dan kendaraan pribadi ASN kesemuanya telah dinyatakan lulus uji emisi. “Alhamdulilah semua lulus uji emisi,” tandasnya.* Fredy Kristianto

Kementan: Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh Bisa Memperluas Akses KUR dan Menggerakkan Pertanian

0

Bogor | Jurnal Bogor
Kementan telah mengambil langkah besar untuk mendorong pertumbuhan pertanian dengan inisiatif “Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh,”. Hal ini terlihat semakin meningkatnya keterampilan petani dan penyuluh secara teknis hingga membuka dan memperluas akses KUR untuk menggerakkan agribisnis.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyoroti peran krusial penyuluh dan petani dalam perjuangan meningkatkan produksi dan mutu hasil pertanian Indonesia.

“Dalam Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh, kita akan membekali petani dan penyuluh dengan keterampilan dan pengetahuan yang mereka butuhkan untuk mengelola pertanian dengan cemerlang,” ungkapnya.

Program ini bertujuan menciptakan korps pertanian yang terampil, siap untuk mengangkat sektor pertanian menuju masa depan yang lebih modern dan berdikari.

Hasilnya? Pertanian Indonesia semakin produktif, efisien, dan bersaing di tingkat global, membawa dampak positif signifikan pada perekonomian negeri ini.

Sejak tahun 2020, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) telah menyelenggarakan beragam Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh Pertanian dengan berbagai tema yang menarik.

Kepala BBPSDMP Prof Dedi Nursyamsi saat soft opening Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh Volume 8 di tahun 2023 “Peningkatan Nilai Tambah Pertanian”, Selasa (19/09) di Cinagara, Bogor mengatakan, program ini tidak hanya membuka pintu bagi petani untuk meningkatkan keterampilan mereka, tetapi juga menciptakan peluang baru dalam dunia pertanian, mendukung pertumbuhan ekonomi, dan mendorong kesejahteraan masyarakat desa.

Prof Dedi Nursyamsi

“Pelatihan sejuta ini merupakan yang ke 8 dan laporannya rata rata 1,6 juta, maka pelatihan ini sudah tembus 12 juta. Tentunya tidak terlepas dari dukungan semua pihak seluruh UPT BPPSDMP dan seluruh insan Pertanian,” tuturnya.

Prof Dedi bahkan menyebutkan, Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh ini memberikan dampak luar biasa. Salah satu contohnya adalah terhadap akses KUR yang tentunya  menjadi indikasi pembangunan pertanian berjalan lancar.

“Pelatihan ini bisa mendongkrak petani mendapatkan KUR. Hingga sekarang sudah 4 juta orang akses KUR dengan total Rp 80 Trilliun. Inilah peran dari pelatihan yang luar biasa,” ungkapnya.

Prof Dedi menambahkan, KUR ini menjadi pendorong utama dalam menghidupkan serta mendorong kemajuan agribisnis para petani, sehingga sektor pertanian berkembang dan memberikan dampak positif yang luar biasa.

“KUR ini menginspirasi semangat petani untuk tetap gigih dalam bercocok tanam, panen, dan menjual hasil pertanian mereka, tanpa memandang kendala apa pun,” cetusnya.

Seperti yang kita ketahui, misi utama pertanian adalah meningkatkan kesejahteraan petani dengan meningkatkan produktivitas dan hasil produksi mereka.

** bbpmkp

Dilantik jadi Anggota DPRD Jabar, Kang Dechan Suarakan Aspirasi Warga Kabupaten Bogor

0

Bandung | Jurnal Bogor
Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor Dede Chandra Sasmita resmi duduk di DPRD Jawa Barat, Senin (18/9). Kang Dechan dilantik menggantikan Asep Wahyuwijaya yang mundur pindah ke Partai Nasdem.

Dede Chandra Sasmita (kanan)

Setelah resmi dilantik Kang Dechan pun menyatakan siap menyuarakan aspirasi warga Kabupaten Bogor.”Lebih bisa menyuarakan aspirasi dari warga Kabupaten Bogor,” katanya.

Dede menjelaskan, waktu yang dimiliki untuk duduk di DPRD Jabar periode 2019 – 2024 memang tidak panjang. Karena periode itu bakal berakhir dengan berlangsungnya pemilihan legislatif 2024.

Namun demikian, bakal ada sejumlah prioritas yang akan disuarakan sebagai wakil rakyat dari Kabupaten Bogor. “Pertama adalah persoalan infrastruktur,” cetusnya.

Ia mencontohkan, di wilayahnya masih dijumpai jalan dengan lebar sekitar 5 sampai 6 meter namun memiliki intensitas kendaran yang tinggi. Misalnya di daerah Jasinga Bogor. Sehingga membutuhkan  dorongan untuk perbaikan.

Kemudian pemekaran wilayah Kabupaten Bogor Barat. Menurutnya, realisasi pemekaran wilayah itu perlu disuarakan lebih lanjut agar bisa segera terwujud. “Itu juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Sementara Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat Anton Sukartono Surato mengungkapkan, pergantian itu dilakukan karena ada pilihan mundur dari pihak Asep Wahyuwijaya. “Beliau (Asep.red) mundur secara pribadi. Pindah ke Partai Nasdem,” jelasnya.

Kendati demikian, Anton juga tidak mengetahui secara pasti alasan mundurnya Asep dari Partai Demokrat. “Alasannya apa jangan tanya saya,” tuturnya.

Anton berharap hadirnya anggota baru itu bisa menjadi energi di DPRD dalam upaya mensejahterakan masyarakat. Dalam kesempatan itu juga, Anton mengungkapkan bahwa Penggantian Antar Waktu (PAW) di internal Fraksi Demokrat bakal berlangsung lagi. Artinya tidak hanya pergantian terhadap Asep. “Setelah ini ada PAW untuk Pak Irfan (Irfan Suryanagara.red). Pak Irfan lagi menghadapi masalah,” jelasnya.

Asep S.Sayyev|*

Meriahkan Mapag Mulud, Warga Lemah Duhur Tumpah ke Jalan

0

Caringin|Jurnal Bogor
Warga Desa Lemah Duhur, Caringin, Kabupaten Bogor, tumpah ruah menyaksikan dan mengikuti pawai dongdang dalam kegiatan Mapag Bulan Mulud tahun 2023. Kegiatan tahunan itu dilaksanakan di Jalan Cimande – Cikodok.

Acara mapag bulan mulud kali ini mengambil tema “Meningkatkan Rasa Cinta Generasi muda Terhadap Tradisi Seni dan Budaya. Tujuannya sendiri untuk menyambut datangnya bulan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Pantauan Jurnal Bogor, sejumlah warga membawa hasil bumi yang dihiasi dengan dongdang seperti sayuran, beras, buah-buahan dan yang lainnya untuk dibawa ke balai Desa Lemah Duhur.

Tidak hanya itu, perwakilan Pemerintahan Desa se-Kecamatan Caringin turut berpartisipasi dalam memeriahkan kegiatan tersebut, salah satunya dengan mendatangkan kendaraan operasional ambulance dari masing-masing desa yang ada di wilayah Kecamatan Caringin.

“Intinya kegiatan ini untuk menyambut bulan Robiul Awal dan mapag bulan mulud serta pagelaran pentas seni budaya Cimande,” kata Kepala Desa Lemah Duhur Ujang Najmudin, Minggu (17/9/2023).

Menurutnya, setiap tahunnya ada perubahan dalam kegiatan mapag bulan mulud, seperti pada tahun sekarang jumlah peserta yang ikut memeriahkan acara ini sangat fantastis.

“Alhamdulillah, untuk tahun sekarang ada perubahan yakni bertambah meriah dan semangat. Apalagi ada 36 personil RT, para pelajar dari berbagai sekolah, santri dari pesantren, karang taruna dan lainnya,” ujarnya.

Dari 36 RT, kata Ujang, setidaknya ada 39 dongdang yang turut memeriahkan acara tersebut. Jumlah dongdang ini nantinya bakal dinilai oleh pihak panitia.

“Ya, ada penilaian nantinya untuk nominasi ke 1, 2 dan 3. Pada intinya apa yang kami lakukan itu guna “ngamumule” budaya leluhur Cimande antara Desa Lemah Duhur dan Desa Cimande. Tujuannya untuk memperlerat silaturahmi di Lemah Duhur ini ada beberapa lingkung seni dan para budayawannya ada di Desa Cimande,” terangnya.

Ujang menjelaskan, selama masih dianggarkan dalam dana desa, kegiatan mapag bulan mulud akan terus dilanjutkan, apalagi hal ini sudah berjalan selama lima tahun.

“Saya berharap, kedepan bisa terus dilaksanakan setiap tahunnya meskipun jika saat nanti saya sudah tidak menjabat lagi, karena ini pelestarian budaya kami,” jelasnya.

Sementara, Camat Caringin Endi Rismawan, mengapresiai atas apa yang dilaksanakan oleh Pemerintah Desa Lemah Duhur dan bisa diikuti oleh desa-desa lain khususnya yang ada di wilayah Kecamatan Caringin.

“Ini program satu kegiatan tapi bisa dua dilaksanakan, dimana selain mapag bulan mulud atau menyambut kelahiran Nabi Muhammad SAW, juga ngamumule budaya. Terlebih Cimande ini sudah menjadi ikon tersendiri, bukan nasional lagi tapi sudah mendunia seperti Silat Cimande,” terang Endi.

** Dede Suhendar

Kendaraan Roda Empat Dilarang Melintas, Warga Keluhkan Penutupan Jembatan Cikereteg

0

Caringin|Jurnal Bogor
Penutupan Jembatan Cikereteg, Kabupaten Bogor yang saat ini masih dalam proses pembangunan oleh PT Brantas Adipraya dikeluhkan warga. Sebab, penutupan jembatan yang merupakan akses Jalan Bocimi (Bogor, Ciawi, Sukabumi) itu, dianggap mendadak tanpa ada pemberitahuan terlebih dulu kepada masyarakat.

Edwin Suwandana, warga Biotrop Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor mengatakan, Jembatan Cikereteg yang berada di ruas Jalan Bocimi ini, merupakan akses utama warga atau pengguna jalan baik yang akan ke wilayah Sukabumi maupun Bogor dan Jakarta. Sehingga, jalur tersebut setiap harinya ramai dilintasi pengendara, baik roda dua maupun empat.

Seharusnya, lanjut Edwin, sebelum melakukan penutupan jalur dan melarang pengendara roda empat atau lebih melintas Jembatan Cikereteg yang sudah selesai dibangun, alangkah baiknya ada pemberitahuan terlebih dahulu kepada masyarakat maupun pengguna jalan.

 “Ini kan jalur nasional, bagusnya tiga hari atau dua hari sebelum ditutup, dari pihak pelaksana proyek mensosialisasikan nya kepada masyarakat luas. Saya tanya kepada tukang ojek yang setiap hari mangkal di Cikereteg, penutupan itu langsung dilakukan saat Minggu (17/9) malam,” ungkap Edwin yang saat itu akan melintas ke wilayah Sukabumi menggunakan kendaraan roda empat warna hitam.

Ia mengungkapkan, pihak pelaksana proyek tidak bisa semena-mena dan seenaknya saja melakukan penutupan jembatan dengan melarang kendaraan roda empat melintas. Semestinya, ketika akan menutup jembatan, ada pemberitahuan secara tertulis dan ditujukan kepada Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) baik itu Ciawi maupun Caringin.

 “Surat pemberitahuan itu nanti disebar ke masing-masing desa di dua kecamatan tersebut. Setelah itu, sosialisasi atau pemberitahuan juga harus dilakukan pelaksana proyek dengan meng-upload ke media sosial agar masyarakat luas juga bisa tahu, pembuatan spanduk bertuliskan pemberitahuan penutupan jembatan dari mulai kapan dan selama berapa hari, itu juga membantu informasi kepada masyarakat agar tidak melintas jembatan selama penutupan dilakukan,” papar Edwin.

Hal senada juga diungkapkan Dinda Nur Qodriah, warga Kecamatan Caringin. Dimana penutupan jembatan agar tidak ada kendaraan roda empat melintas, terkesan mendadak tanpa ada pemberitahuan seperti sebelumnya.

 “Saya habis nginep di rumah nenek di Kota Bogor dan siang pulang, tiba-tiba angkutan umum (angkot) yang saya ditumpangi berhenti di sekitar Ranji Kecamatan Ciawi, lantaran tidak bisa melintas jembatan. Terpaksa saya harus berjalan kaki untuk naik kendaraan angkot lagi agar sampai ke rumah. Akhirnya jadi dua kali naik angkot,” imbuhnya.

Pantauan di sekitar lokasi Jembatan Cikereteg, pascapenutupan dengan melarang kendaraan roda empat melintas jembatan, banyak berjejer kendaraan angkot baik di sekitar Ranji Kecamatan Ciawi untuk warga yang akan menuju Bogor dan Jakarta, serta angkot untuk warga yang akan menuju wilayah Sukabumi.

Hingga berita ini diturunkan, dari pihak PT Brantas Adipraya belum memberikan keterangan apapun terkait penutupan Jembatan Cikereteg untuk dilintasi kendaraan roda empat.

** Dede Suhendar

Adanya Bendungan Cibeet, Andri Rahman Berharap Pemasangan SPAM Sampai ke Jonggol

0

Jonggol | Jurnal Bogor
Ikut hadir ketika meninjau lokasi Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Cijuray dan Cibeet serta Inpres Jalan Sukamakmur – Sukawangi, Camat Jonggol Andri Rahman berharap ada dampak yang positif yang turut dirasakan oleh warga Kecamatan Jonggol.

“ Saya senang sekali dengan adanya PSN di wilayah Bogor Timur. Selain akan berdampak positif bagi ekonomi warga, pastinya juga akan berdampak terhadap lingkungan dan kondisi sekitar,” ungkap Andri Rahman kepada Jurnal Bogor, Senin (18/9/23).

Andri Rahman menyebut, walaupun Kecamatan Jonggol tidak masuk dalam lokasi PSN tersebut, tapi nantinya akan tetap terkena dampak dalam pekerjaan itu, dan diharapkan dampak yang didapatkan adalah dampak yang positif sehingga bisa dirasakan oleh semua warga khususnya Jonggol.

“ Keberadaan  Bendungan Cibeet ini nantinya diharapkan turut membantu kondisi perairan masyarakat Jonggol. Dimana kita ketahui, ada beberapa titik rawan kekeringan di Kecamatan Jonggol yang sampai saat ini masih belum terselesaikan,” papar Andri.

Dirinya berharap dengan adanya Bendungan di Cibeet bisa membantu persediaan air untuk wilayah Jonggol. Khususnya Desa Weninggalih dan sekitarnya yang selalu kekeringan tiap tahunnya.

“ Bahkan kalo bisa mah ada SPAM yang mengarah ke Jonggol dari Bendungan Cibeet,” harapnya.

Sementara Sirojudin (55) tokoh masyarakat Jonggol mensupport semua PSN yang masuk ke wilayah Bogor Timur. Namun, dirinya pun turut mengingatkan pemerintah agar tidak hanya mengucukan bantuan saja melainkan juga memantau sampai persoalan dari setiap proyek itu bisa selesai dengan sempurna.

“ Saya harap, perjalanan pekerjaannya pun dipantau sampai selesai, jangan hanya setelah dapat dikerjakan lalu ditingalkan, apalagi ini proyek yang nilainya puluhan miliar rupiah, dan menyangkut nasib orang banyak,” pungkasnya.

** Nay Nurain

Achmad Fathoni Lihat Pembuangan PT KIM, PT Trijaya dan PT Kahaptek yang Air Buangannya Dikeluarkan Melalui Saluran ke Sungai

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor
Gerahnya masyarakat dengan aksi pegusaha nakal yang sembarangan dalam membuang limbah ke aliran Sungai Cileungi dan berbuntut demonya masyarakat, membuat Anggota DPRD Kabupaten Bogor Achmad Fathoni melakukan pengecekan mandiri guna membantu Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor untuk mencari tahu siapa pelaku pengusaha nakal yang tidak taat aturan itu.

“ Ya, sesuai yang saya sampaikan di Rakor Kamis lalu, bahwa masyarakat sudah kesal dan jengkel bahkan mulai putus harapan terkait pencemaran, dan para pencemarnya sebenarnya sudah diketahui. Bahkan saya sering dapat laporannya,” ungkap Politisi PKS tersebut kepada Jurnal Bogor, Senin (18/9/23).

“ Saya apresiasi acara Rakor, tapi saya minta ini jangan berhenti, harus lanjut dengan adanya tim gabungan yang menindaklanjutinya,” jelasnya

Untuk membuktikan apa yang dia sampaikan tersebut, sambung Fathoni, dirinya didampingi oleh patroli sungai mengecek beberapa lokasi yang sudah bertahun-tahun membuang limbahnya. Fathoni juga sengaja hanya tinjau beberapa lokasi saja, yang sebenarnya juga sudah beberapa ditinjau sebelumnya.

“ Sangat mudah menemukannya, tinggal tindak lanjut berupa tindakan tegas serta penutupan salurannya,” tegasnya.

Lebih lanjut Fathoni mengatakan, dirinya  ingin mengajak perusahaan-perusahaan di sepanjang DAS Cileungsi serta anak sungainya untuk bersama-sama susur sungai agar mereka merasakan langsung dampak limbah yang mereka buang.

“ Saya langsung kirim foto/video tersebut disertai share lokasinya ke DLH Kabupaten Bogor serta Penegakan KLHK. Semoga segera ada tindakan nyata, minimal penutupan saluran dan penghentian pembuangan air limbah ke Sungai,” tandasnya.

Dia menyarankan untuk menghentikan pembuangan limbah ke sungai, semua bisa merasakan dampaknya. Sehingga mereka bisa sadar untuk tidak langsung mencemari sungai.

“Coba lakukan penghentian semua buangan limbah ke sungai, kita akan bisa merasakan dampaknya, bisakah bersih kembali?. Susur Sungai kali ini saya melihat 3 lokasi yakni pembuang air PT KIM, PT Trijaya dan PT Kahaptek,” pungkasnya.

** Nay Nuráin

Gelar Panen Raya, Desa Kalongliud Sukses Jalankan Program Ketahanan Pangan

0

Nanggung | Jurnal Bogor
Pemerintahan Desa Kalongliud, Nanggung, Kabupaten Bogor sukses menjalankan program ketahanan pangan desa di sektor pertanian dan peternakan  yang bersumber anggaran dari dana desa tahun 2023.

Hal ini terbukti dengan kegiatan panen raya yang dilakukan oleh empat kelompok tani dihadapan warga sekitar, stakeholder pemerintah desa dan muspika Nanggung serta PT. Aneka Tambang (Antam) Pongkor.

Keberhasilan itu juga, dapat apresiasi dari semua kalangan yang hadir pada panen raya tersebut. Sebab, tak hanya muspika dan PT Antam, warga yang hadir juga merasakan hasil daripada panen raya tersebut.

Kepala Desa Kalongliud Jani Nurjaman mengatakan, ketahanan pangan itu adalah bagian dari pada tindak lanjut amanat Peraturan Presiden (Perpres) dan Peraturan Menteri Desa tentang prioritas penggunaan anggaran dana desa, salah satu nya adalah untuk program ketahanan pangan sebesar 20 persen.

“Ini adalah bagian daripada bentuk keberhasilan kami yang dilaksanakan oleh para kelompok tani sedesa Kalongliud, dan bagian bentuk apresiasi kami juga selaku stakeholder Pemdes dan Muspika Kecamatan untuk ikut serta dalam rangka melaksanakan panen raya,” katanya, Senin (18/09/2023).

Jani membeberkan, kegiatan tersebut dapat support dari perusahaan  BUMN yaitu PT Antam Pongkor, selaku pendamping untuk terus melakukan edukasi, motivasi dan penyuluhan kepada para kelompok tani tersebut.

“Pada prinsipnya ini adalah anggaran 20 persen yang kami implementasikan kepada warga masyarakat. Kami alokasikan untuk program pertanian melalui holtikultura dan hewani yaitu  budidaya domba dengan menyerap anggaran secara keseluruhan 2,90 juta,” katanya.

Jani menjelaskan, ada empat kelompok tani yang melaksanakan kegiatan tersebut dengan luas lahan sekitar 7 hektare lebih. Hebatnya, kata Jani di tengah cuaca kemarau melanda saat ini tidak menyulutkan semangat kelompok tani untuk terus bercocok tanam.

Bahkan, sebagian kelompok tani untuk  mendapatkan hasil panen yang baik, mereka rela mengambil air dari jauh. Di akui Jani,  ini  bagian dari pada sumber kehidupan masyarakat, yang mana Kalongliud wilayahnya agraris dan mayoritas masyarakatnya juga petani.

Dengan pola saat ini, petani  bagaimana caranya tetap terjaga walaupun musim kemarau, dengan cara menyiram tanaman di malam hari dan bahkan  mengambil air dari jauh.

“Panen raya ini bagian dari pada bentuk motivasi kami, selaku pemerintah desa. Untuk mendukung para kelompok tani. Kami hadir untuk mensukseskan pertanian yang ada di desa khususnya yang ada di Desa Kalongliud, semoga ini dapat berkembang dan berkelanjutan,” katanya.

Sementara Kordinator Penyuluh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) wilayah III Leuwiliang Towapa, kagum dengan apa yang saat ini dilakukan oleh Poktan dan Pemdes Kalongliud. Karena untuk pelaksanaan program dana desa di Kecamatan Nanggung salah satunya Desa Kalongliud yang sudah memprakarsai.

“Ini bukti kongkrit penyaluran dana desa untuk ketahanan pangan bisa terealisasi, empat kelompok tani yang didanai kegiatan dana desa yang diperuntukkan untuk tanaman holtikultura khususnya cabe,” katanya.

Dia membeberkan di tengah cuaca kemarau panjang yang mengahantui para petani, pihaknya dan pemerintah daerah akan selalu hadir di tengah para petani melalui program program bantuan seperti pompa air.

“Program pertama kita harus penghematan penggunaan air terutama untuk tanaman holtikultura salah satunya cabai. Jika iklim ini berkelanjutan kita ada terobosan melalui bantuan pompa air,” bebernya.

Intinya kata dia, pihaknya mengarahkan pada pelaku utama dalam hal ini petani yang dari tahun ketahun, sudah mempunyai pompa air agar supaya dioptimalkan penggunanya dengan catatan air di permukaan bumi ini ada.

“Tapi kalau tidak ada dan jauh dari sumber. Kita berupaya bagaimana caranya para pelaku utama bikin sumur bor sehingga untuk memenuhi kebutuhan tanamannya bisa tercukupi,”

Ditempat yang sama salah satu ketua kelompok tani (Poktan) Husni mengaku bersyukur dengan adanya program ketahanan pangan tersebut. Awalnya para petani mengaku kebingungan karena tidak memiliki cukup dana.

“Sebelumnya kami mengalami hambatan, karena keterbatasan dana ditambah sulitnya air karena mengalami kekeringan. Padahal kami berkeinginan untuk berkebun, sehingga saat ini kami sangat bahagia sekali setelah adanya bantuan dari pemerintah ini,” pungkasnya.

** Andres