29.1 C
Bogor
Wednesday, April 8, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 450

Selama 3 Bulan PKL, Siswa SMK Dijemput Guru Cendikia Muslim

0

Kades Nanggung Juga Apresiasi Hadirnya IAIB  

Nanggung l Jurnal Bogor
Sejumlah siswa SMK Cendikia Muslim melakukan Praktik Kerja Lapangan (PKL) selama 3 bulan di Kantor Pemerintahan Desa Nanggung, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. Usai PKL, siswa-siswi SMK Cendikia Muslim dijemput salah satu guru pembimbing Neni Mardiani, S.Pd.i, Senin (9/10/2023).

“Selama PKL berlangsung apa yang diberikan,  semoga menambah ilmu  serta dapat  meningkatkan mutu belajar siswa,” kata Neni Mardiani.

Penjemputan terhadap lima siswa yakni Rika, Amel, Risna, Abi serta Jaya, merupakan siswa kelas 11 SMK  Cendikia Muslim diharapkan dapat menambah pengalaman dan menjadi motivasi untuk terus belajar.

“Diterimaya siswa  Cendikia Muslim di pusat pelayanan masyarakat di Kantor Pemerintah Desa Nanggung kami ucapkan banyak terimakasih,” ungkap Neni.

Sementara Kepala Desa Nanggung Ahmad Sodik saat menerima penjemputan, mengingatkan siswa-siswi SMK Cendekia Muslim agar sejak dini harus mempersiapkan mental  untuk memasuki dunia kerja.

“Dnia kerja yang semakin ketat, mental serta SDM bagi generasi mendatang tentu harus dibangun,” kata dia.

Ahmad Sodik juga mengapresiasi berdirinya Institut Agama Islam Bogor (IAIB) di wilayah Kecamatan Nanggung. Sebab, hadirnya IAIB tentu menaikan rangking pendidikan di Kabupaten Bogor.

Dia juga mengatakan belum adanya Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) non formal  di Desa Nanggung, pihaknya akan konsultasi langsung dengan pendiri perguruan tinggi IAIB bagaimana  PKBM itu bisa hadir berada di tengah masyarakat.

** Arip Ekon

Ade dan Dede Terpaksa Tinggal di Hunian tak Layak

0

Cigombong | Jurnal Bogor
Kediaman yang dihuni oleh pasangan Ade dan Dede Mulyani di Kampung Benteng RT 01 RW 01, Desa Tugujaya, Cigombong, Kabupaten Bogor sudah tidak layak huni. Selain atapnya yang sering bocor saat hujan, kamar tidur dan kamar mandi dijadikan satu ruangan yang hanya dibatasi dengan tembok setengah badan.

Bahkan, akibat kecilnya bangunan rumah yang dihuni oleh 6 jiwa tersebut, tengah rumah dijadikan tempat peralatan dapur. Tampak ketika memasuki rumah tersebut, kumuh dan minim kesehatan, kenyamanan dan keselamatan bagi penghuni.

Seorang tetangganya Yudi menjelaskan, Dede Mulyani memiliki suami hanya seorang buruh pembuat batako di wilayahnya.

Ditengah harga bahan pangan saat ini naik, penghasilan dari suaminya untuk sehari-harinya pun kadang tidak cukup. Terlebih dia masih mempunyai anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar.

“Kediaman Ibu Dede kalau hujan pasti bocor, karena  atapnya terbuat dari genteng yang sudah usang,” kata Yudi, Senin (9/10/2023).

“Suami penghasilannya tidak menentu, sehingga begitu sulit untuk memiliki rumah yang layak dan untuk biaya makan sehari-harinya pun begitu pas-pasan. Karena memiliki 3 orang anak dan ibu dari Dede Mulyani juga tinggal di rumah ini,” tambahnya.

Yudi menjelaskan, tetangganya tersebut membutuhkan bantuan dari pemerintah agar memiliki hunian yang layak begitu juga dengan ekonominya. Pasalnya, keluarga tersebut sudah tidak dapat bantuan apa pun dari pemerintah.

“Saya berharap pemerintah dapat memberikan bantuan. Terakhir keluarga ibu ini mendapatkan bantuan BLT, 3 tahun  yang lalu,” pungkasnya.

** Andres

Keterbatasan Ekonomi, Warga Cisarua Tempati Hunian tak Layak dan Kesulitan Berobat

0

Cisarua | Jurnal Bogor
Seorang nenek di Kampung Batukasur RT 05 RW 03, Desa Batulayang, Cisarua, Kabupaten Bogor butuh uluran tangan pemerintah.

Pasalnya, nenek Anah (70) hanya tinggal seorang diri di tempat hunian yang tergolong sudah tidak layak. Sebab, atap rumah yang di tinggalinya tersebut sudah bocor.

Ditambah lagi, kondisi Nenek Anah saat ini sedang mengalami sakit. Dikatakan tetangganya Dedy bahwa, kondisi rumah nenek Anah yang sudah menjanda tersebut sering tergenang banjir.

“Kondisinya sudah tua dan janda, memiliki 3 anak yang semua sudah berumah tangga, nenek Anah hidup sendiri di rumahnya yang sudah banyak atapnya yang bocor, kalau hujan pasti banjir dalam rumahnya,” katanya, Minggu (8/10/2023).

Dia menjelaskan, untuk kebutuhan sehari-harinya nenek Anah hanya mengandalkan ketiga anaknya yang bekerja sebagai buruh bangunan. Sehingga, tidak cukup untuk merenovasi rumah yang telah lama di tempatinya tersebut.

“Untuk sehari-harinya. Nenek Anah hanya mengandalkan dari anaknya yang bekerja sebagai buruh bangunan,” jelasnya.

Kendati begitu, kata dia, bahwa nenek Anah mendapatkan bantuan dari pemerintah berupa PKH. Namun, untuk sakit saat ini tengah dideritanya tidak dapat dibawa berobat karena keterbatasan ekonomi.

“Sudah mendapatkan bantuan PKH dari pemerintah. Tapi tidak memiliki BPJS PBI, sementara nenek Anah saat ini sedang sakit sudah 3 hari,” pungkasnya.

** Andres

Selain Hunian tak Layak, Warga Ciomas Ini Kekurangan Kebutuhan Sehari-hari

0

Ciomas | Jurnal Bogor
Kondisi rumah Ucah (58) memprihatinkan. Warga Kampung Marga Baru, RT 02 RW 12 Desa Pagelaran, Ciomas, Kabupaten Bogor ini butuh perhatian pemerintah.

Pasalnya, hunian tempat tinggal seorang ibu rumah tangga tersebut tak layak huni. Tampak dari luar hanya berdindingkan kayu dan bambu bekas. Sementara, dinding yang bercat biru muda sebagian terbuat dari triplek.

Tak hanya itu, rumah dengan luas 4×6 tersebut, kayu penyangganya atap sudah keropos dan mengalami  bocor di sebagian rumahnya pada saat hujan turun.

Ucah menceritakan, rumahnya tersebut sempat dibangun oleh program PNPM pada 20 tahun silam. Namun karena kesulitan ekonomi Ucah hanya bisa pasrah tidak dapat kembali merenovasi huniannya tersebut.

Bangunan, yang ditempati lima jiwa oleh keluarga Ucah ini sangat memprihatinkan. Selaian kondisi bangunannya juga hanya memiliki satu kamar dan tidak memiliki kamar mandi.

“Dulu punya suami dari suami pertama punya anak tiga, suami pertama meninggal, anak ibu pada di ambil orang, dan ibu menikah lagi punya anak 2 sama suami sekarang yang penghasilan suami hanya 100 ribu dalam seminggu,” katanya, Minggu (8/10/2023).

Jadi kata dia, untuk mencari uang tambahan dirinya mengambil daun pakis lalu dijual dan penghasilannya terkadang dapat Rp10 ribu untuk kebutuhan makan sehari-hari.

“Biaya anak yang sekolah sehari 5 ribu itupun kalu ada. Kadang gak jajan anak yang sekolah. Karena pendapetan suami ibu seminggu 100 ribu dia kerja serabutan,” pungkasnya.

** Andres

Desa Leuwisadeng Terbantu Samisade Bisa Bangun Infrastruktur

0

Leuwisadeng l Jurnal Bogor
Pemerintah Desa Leuwisadeng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor saat ini tengah fokus membangun sejumlah infrastruktur seiring pemanfaatan anggaran APBD Kabupaten Bogor melalui program Samisade (Satu Miliar Satu Desa) yang diterima.

Rohom Hidayatullah

Program Samisade yang dianggarkan Pemerintah Kabupaten Bogor dari tahun sebelumnya hingga masuk  tahun anggaran 2023  ini, berdampak positif dengan berkurangnya beban Pemerintah Desa karena keinginan masyarakat mulai terjawab.

“Adanya Samisade ini bisa meng-cover pemerataan pembangunan di Leuwisadeng. Seperti pengerjaan hotmix jalan yang berlokasi di Kampung Pamungguan RT 005 RW 005,” kata Kepala Desa Leuwisadeng Rohom Hidayatullah, kemarin.

Begitu juga program Samisade menjawab salah satu kebutuhan betonisasi jalan  di Kampung Pasir Mede RT 03 RW 05 sepanjang  400 meter.

Tak hanya itu,  melalui program Samisade  semakin menegaskan dengan wujud bermacam bangunan infrastruktur lainnya yang masuk ke wilayah pelosok kampung

“Pascapandemi ini, program Samisade bisa menjawab kebutuhan masyarakat, karena bangunan infrastruktur sangat dibutuhkan masyarakat desa,” tambah  staf Desa Leuwisadeng Dadang Abdullah.

Pemanfaatan Samisade juga diarahkan untuk mendukung  dalam pemberdayaan tenaga lokal. Alokasi pembangunan itu tentu saja  menjawab sesuai kebutuhan masyarakat.

** Arip Ekon

UPT PPOPM Fasilitasi Semua Kebutuhan Atlet PPOPM di Kejurnas Atletik

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Kesiapan UPT PPOPM Dispora Kabupaten Bogor menyambut pelaksanaan Kejurnas Atletik antar PPLP, PPLPD dan SKO Atletik 2023 patut diapresiasi secara positif.

Pelaksanaan Kejurnas Atletik antar PPLP, PPLPD dan SKO Atletik 2023 akan berlangsung di Lintasan Atletik Stadion Pakansari dan Lapangan PASI Pakansari, Cibinong , Kabupaten Bogor pada tanggal 23 sampai 28 Oktober 2023.

Kepala UPT PPOPM Dispora Kabupaten Bogor, Sujana mengatakan, pihaknya akan memberikan fasilitas full kepada 18 Atlet PPOPM dan jajaran pelatihnya yang akan tampil pada pelaksanaan Kejurnas Atletik antar PPLP, PPLPD dan SKO Atletik 2023.

” Perlengkapan Kontingen Atletik PPOPM Kabupaten Bogor yang akan berlaga di Kejurnas Atletik sudah kami inventarisir, ” ujar Sujana, Minggu, 8 Oktober 2023

Sujana menambahkan, pihaknya juga akan kembali menggelar rapat dengan pelatih dan jajaran pengelola terkait persiapan dan kesiapan para atlet Atletik PPOPM yang akan bertanding pada Kejurnas Atletik kali ini.

Sementara itu, Kasubag TU UPT PPOPM, Hendrik Sulihadi menegaskan pihaknya sudah melakukan survei lokasi penginapan yang akan digunakan para atlet PPOPM Kabupaten Bogor selama Kejurnas Atletik antar PPLP, PPLPD dan SKO Atletik 2023.

” Insya Allah Tim Atletik PPOPM Kabupaten Bogor akan mendapatkan fasilitas hotel yang sangat mumpuni selama pelaksanaan Kejurnas Atletik,” tegas Hendrik.

Intinya, kata Hendrik, semua atlet dan official Tim Atletik PPOPM Kabupaten Bogor menginap di hotel selama event Kejurnas dilangsungkan.

” UPT PPOPM wajib memberikan kenyamanan bagi semua atlet Atletik dan pelatih yang akan bertanding pada Kejurnas kali ini,” paparnya.

** asep syahmid

Dispora Sukses Gelar Pelatihan Instruktur Senam

0

Megamendung | Jurnal Bogor
Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor sukses menggelar pelatihan Instruktur Senam pada pekan lalu di salah satu hotel yang ada di Kawasan Megamendung.

Pelatihan Instruktur Senam kali ini sangat spesial karena sekalian sosialisasi Senam Bogor Bugar, SKJ Pelajar dan SBJJ Volume 2.

” Alhamdulilah pelatihan instruktur senam kali ini berjalan sukses. Semua INORGA dan Masyarakat Senam yang ambil bagian merasa puas,” tegas Subkor Olahraga Rekreasi Tradisional dan Layanan Khusus, Dispora Kabupaten Bogor, Dedi Supriadi, Minggu, 8 Oktober 2023

Dedi menambahkan, kemungkinan besar program pelatihan Instruktur Senam ini kembali digulirkan tahun depan.

Sementara itu, Kadispora Kabupaten Bogor, Asnan AP mengatakan sangat terkesan dengan antusias para peserta yang mengikuti pelaksanaan pelatihan Instruktur Senam dan sosialisasi Senam Bogor Bugar.

Asnan AP berharap, pasca pelatihan ini semua instruktur bisa terus mensosialisasikan Senam Bogor Bugar. Pada pelatihan Instruktur Senam yang dilangsungkan dari tanggal 4 sampai 6 Oktober 2023 diikuti 40 peserta yang ambil bagian.

** asep syahmid

UKM LDK Al Intisyar Berikan Kurikulum Dakwah Untuk Anggota Baru

0

Bogor | Jurnal Bogor
Untuk menjadi modal utama dalam mempelajari dakwah lebih dalam, UKM Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Al Intisyar UIKA Bogor memberikan kurikulum dakwah untuk anggota baru pada kegiatan Studi Wisata Islam Terpadu (SWITER) pada 6 – 8 Oktober 2023.

Kegiatan tersebut menjadi wadah untuk para anggota baru bisa saling mengenal antaranggota, pengurus, maupun alumni.

“Tujuan diadakannya kegiatan ini yaitu sebagai gerbang awal mahasiswa baru untuk mengenal apa itu UKM LDK dan kemana langkah perjuangan dari lembaga dakwah yang ada di kampus kita tercinta. Selain itu juga sebagai perkenalan antaranggota baru yang telah memilih UKM LDK sebagai tempat untuk mereka berproses,” ujar Ketua Umum LDK Al Intisyar Andre, Minggu (8/10/23).

Lebih lanjut Andre mengungkapkan, SWITER tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya, karena dihadiri para alumni serta dikemas dengan tema dan kegiatan-kegiatan yang menarik.

“Kegiatan dalam SWITER ini antara lain MABIT yaitu malam bina iman dan takwa, jurit malam, makan bersama, outbound, penyampaian materi, debat isu, penyampaian kurikulum, ikrar peserta, dan kegiatan menarik lainnya,” jelasnya.

** Maria Ulfah/cc-uik

Mahasiswa FISIP Unida Bahas Adaptasi dan Tantangan Jurnalis di Era Digital dalam Kegiatan ‘Communication on Discuss’

0

Ciawi | Jurnal Bogor
Jurnalisme yang dipraktikkan oleh media konvensional, seperti media cetak suratkabar, media radio maupun media penyiaran televisi, sudah mulai ketinggalan zaman. Dari sisi teknologi komunikasi melalui Internet, distribusi berita dapat dilakukan dengan cepat, bahkan real time diterima khalayak dalam media portal berita online.

Konsep atau definisi berita juga dapat mulai berubah. Definisi sebuah berita, yang telah menghadapi tantangan yang dapat dikatakan sebagai suatu peluang sekaligus Upaya bertransformasi dalam era digital. Artikel ini meninjau jurnalisme konvensional dalam era digital yang sekaligus sebagai sebuah peluang dan transformasi.

Untuk menghadapi perubahan ini, Himpunan Mahasiswa Sains Komunikasi (Himakom) dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Djuanda (Unida) telah mengambil langkah proaktif dengan mengadakan kegiatan Communication on Discussion (COD) secara daring pada Sabtu (7/10/23).

COD Volume 3 adalah kelanjutan dari COD Volume 1 yang berlangsung pada bulan April, membahas berbagai aspek dalam bidang Public Relations, dan COD Volume 2 pada bulan Agustus, yang memfokuskan diri pada jurnalisme dengan bahasan Feature News. Kali ini, COD Volume 3 terus mengupas isu-isu dalam dunia jurnalisme, dengan perhatian khusus pada kredibilitas jurnalis di Era Digital.

Nadiya Anggraeni, Wakil Ketua Himakom, mengungkapkan harapannya bahwa kegiatan ini akan membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis, terutama dalam menghadapi tantangan era digital yang terus berkembang.

“Kita berada di era digital yang dipenuhi dengan perubahan pesat, di mana hampir semua aktivitas kita kini berlangsung secara digital. Oleh karena itu, sangat penting bagi dunia jurnalisme untuk terus beradaptasi dengan perubahan ini,” ujar Nadiya.

Nurul Assyifaturohmah, Ketua Pelaksana COD Volume 3, menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah untuk menginspirasi mahasiswa Sains Komunikasi agar dapat mengeluarkan kreativitas mereka dalam menghadapi era digital ini.

“Kami berharap bahwa melalui partisipasi dalam kegiatan ini, mahasiswa dapat mengembangkan wawasan dan pengetahuan yang bermanfaat bagi mereka yang bercita-cita menjadi jurnalis di era digital,” tambah Nurul. Salah satu pembicara dalam acara ini, Maria Fitriah S.Sos., M.Si., adalah seorang dosen yang mengajar mata kuliah jurnalisme di Universitas Djuanda. Dia berbagi pengalaman dan wawasan tentang tantangan-tantangan yang dihadapi oleh jurnalis dalam era digital.

“Dalam era digital ini, generasi saat ini harus bersiap untuk beradaptasi. Jurnalis harus memiliki keterampilan dalam menyampaikan konten, baik dari segi visual maupun tulisan. Kreativitas menjadi kunci dalam menyajikan berita, dan juga penting untuk bisa bergerak dengan cepat,” paparnya.

Dalam dunia jurnalisme, mahasiswa Sains Komunikasi FISIP Unida telah meraih berbagai prestasi pada tahun 2023. Beberapa di antaranya adalah prestasi 3 mahasiswa, Aji Santoso, Mutiara Sjahrani, dan Uswatun Khasanah, yang berhasil meraih juara 2 dalam kompetisi Journalight di Pekom (Pekan Komunikasi) UI.

Siti Zulfa juga mencatat prestasi dengan meraih juara 2 dalam lomba Menulis Feature dalam acara Commparty di UNS, serta juara 3 dalam Lomba Opini di Kompetisi Ultras Fest 3.0 yang diselenggarakan oleh LPM Suara USU. Salah satu peserta acara, Khonsa, memberikan pandangannya tentang Communication on Discuss Volume 3.

** Putri Aisah Adhetia/cc-und

Punya Kantor dan Mobil Operasional, MUI Caringin Diapreasias MUI Kabupaten Bogor

0

Caringin | Jurnal Bogor
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Caringin mendapat apresiasi dari  MUI Kabupaten Bogor. Alasannya, MUI Caringin yang dipimpin KH. Entis Sutisna tersebut, mampu menjalankan organisasi secara baik. Selain memiliki kantor sekretariat yang representative, juga memiliki mobil operasional. Hal ini diungkapkan bendahara umum MUI Kabupaten Bogor H. Tohirudin saat pembinaan ketua MUI dan pengurus MUI tingkat desa se-Kecamatan Caringin.

Hadir dalam kegiatan pembinaan MUI desa tersebut, Camat Caringin Endi Rismawan, Danramil Ciawi, Kapolsek Caringin, serta pengurus MUI desa.

“Saya mengapresiaisi MUI Caringin yang luar biasa, selain aktif juga beda dengan yang lain, yakni sudah memiliki kendaraan operasional dan kantor sekretariat MUI,” kata KH. Tohirudin dalam sambutannya.

Dia menjelaskan, hingga saat ini masih bisa dihitung dengan jari MUI kecamatan  yang memiliki kantor MUI, bahkan hanya Caringin yang mandiri mampu memiliki kendaraan operasional untuk kegiatan MUI.

“Kalau yang punya kantor ada beberapa kecamatan, namun yang luar biasa adalah Caringin sudah punya kendaraan operasional. Nah, ini membuktikan tingginya dukungan masyarakat terhadap MUI sehingga harus menjadi teladan dan motivasi bagi yang lain,” ucapnya.

Sementara itu wakil ketua MUI Kecamatan Caringin KH. Yusup Jamili menambahkan, kendaraan operasional tersebut bantuan dari salah satu hamba Allah untuk mendukung kegiatan program MUI Caringin.  Selain itu memang kebersamaan dan kekompakan dengan Muspika cukup tinggi.

“Alhamdulillah, kalau kendaraan operasional kami dapat hibah dari salah seorang tokoh masyarakat untuk kegiatan MUI, dan alhamdulillah sangat bermanfaat,” kata KH. Yusup.

Yusup menjelaskan, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Camat Caringin dan seluruh jajaran dan lapisan masyarakat Caringin, atas dukungan dan kerja sama yang sudah terjalin sehingga membuat program MUI Caringin berjalan dengan baik.

“ Kegiatan ini terlaksana dan sukses, berkat dukungan semua pihak khususnya pak camat, dan semua lapisan serta jajaran MUI,” ucapnya.

Yusup berharap dengan kegiatan pembinaan yang dilaksanakan dan dihadiri oleh petinggi MUI Kabupaten Bogor tersebut, mampu menjadi motivasi dan meningkatkan semangat serta pengetahuan jajaran MUI desa maupun MUI kecamatan.

“Kami berharap, kegiatan ini akan mampu meningkatkan pemahaman dan pengetahuan semua jajaran MUI baik desa maupun kecamatan, selain itu kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi MUI desa dan MUI kabupaten. Sehingga akan terjalin hubungan silaturahmi yang lebih erat,” pungkasnya.

** Dede Suhendar