29.1 C
Bogor
Wednesday, April 8, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 449

NPCI Kabupaten Bogor Optimis SKOD Terealisasi 2024

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Harapan pengurus NPCI Kabupaten Bogor akan memiliki Sekolah Khusus Olahraga Disabilitas (SKOD) Kabupaten Bogor bisa terealisasi pada tahun 2024.

Hal tersebut dikatakan oleh Ketua dan Sekum NPCI Kabupaten Bogor, M Misbach dan Ripin Sembiring kepada awak media.

Misbach mengatakan SKOD Kabupaten Bogor sudah jadi prioritas usulan dari NPCI Kabupaten Bogor.

” Kami sudah sampaikan soal SKOD ini kepada Kadispora, Komisi IV DPRD dan juga kepada Ketua DPRD Kabupaten Bogor,” ucap Misbach, Selasa, 10 Oktober 2023.
Selanjutnya, kata Misbach, SKOD akan jadi solusi nyata bagi peningkatan prestasi para atlet disabilitas yang masih usia pelajar.

Ripin Sembiring selaku Sekum NPCI Kabupaten Bogor tampak yakin pada tahun 2024 usulan soal SKOD akan terealisasi.

” Semua Stakholder sudah mendukung penuh. Mudah-mudahan tahun depan sudah bisa dibentuk SKOD,” kilah Ripin Sembiring

Menurutnya, lokasi SKOD yang ideal harus berada dekat komplek PPOPM Kabupaten Bogor di Karadenan, Cibinong.

” Saya yakin kalau ada SKOD maka NPCI Kabupaten Bogor akan banyak menghasilkan para atlet berkualitas dan bisa menjadi andalan Jabar atau Indonesia juga pada ajang Internasional,” tuntasnya.

** asep syahmid

Atlet Baru NPCI Bisa Sumbang 18 Emas di Peparnas 2024

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Ketua NPCI Kabupaten Bogor, M Misbach optimis para atlet baru NPCI bisa mendulang medali emas pada pelaksanaan Peparnas 2024 di Sumut – Aceh.

Setidaknya ada 18 atlet NPCI Kabupaten Bogor yang baru akan ikut dalam Peparnas di Sumut-Aceh 2024.

” Dari 18 Atlet tersebut kami berharap bisa mendulang lebih dari 20 medali emas bagi Kontingen Jabar pada Peparnas 2024,” ujar M Misbach, Selasa, 10 Oktober 2023

Misbach menambahkan, saat ini 18 Atlet binaan NPCI Kabupaten Bogor itu tengah ikut Pelatda Peparnas di Jabar.

” Para atlet yang baru itu bergabung dengan para atlet yang sudah langganan jadi bagian Kontingen Jabar pada ajang Peparnas,” cetusnya.

Sementara itu, Sekum NPCI Kabupaten Bogor, Ripin Sembiring mengatakan, NPCI Kabupaten Bogor berpeluang bisa menambah atlet baru.

Pasalnya, kata Ripin, NPCI Jabar akan melakukan seleksi dan degradasi kepada para atlet yang akan ikut Pelatda Peparnas 2024.

” Ada sekitar 30 atlet binaan NPCI Kabupaten Bogor yang akan ikut seleksi tahap kedua pada bulan November dan Desember 2023,” pungkasnya.

** asep syahmid

4 Anaknya Putus Sekolah, Siti Alami Sakit Parah dan Butuh Bantuan Pemerintah

0

Ciomas | Jurnal Bogor
Siti Nurhasanah (43), warga Kampung Babakan RT 03 RW 02 Desa Sukaharja, Ciomas, Kabupaten Bogor tengah berjuang melawan penyakit yang dideritanya.

Akibat keterbatasan ekonomi, istri dari tukang ojek, Muhammad Sanusi ini tidak dapat membawa berobat sehingga saat ini mengalami sakit parah, bahkan 4 anaknya putus sekolah.

Belum diketahui penyakit apa yang dideritanya. Namun, yang dialami selama tiga bulan ini  benjolan di area payudaranya pecah, sehingga memperparah keadaan Siti Nurhasanah.

Salah satu keluarganya Rina mengatakan, penyakit yang diderita Siti Nurhasanah sudah menahun. Tidak diobati karena keterbatasan ekonomi.

“Sakit payudara karena ada benjolan di payudara. Sudah lama sakitnya dan sekarang benjolan tersebut pecah mau berobat tidak ada BPJS, biaya dan transportasinya,” katanya, Selasa (10/10/023).

“Jadi benjolannya sudah lama, tapi pas parahnya baru ada 3 bulan ini. Karena  keterbatasan ekonomi sampai sekarang belum pernah berobat sama sekali. Sampai pecah benjolannya, hanya diobati dengan dedaunan,” tambahnya.

Dia menjelaskan, suaminya seorang tukang ojek pangkalan dan ojek yang digunakannya bukan milik pribadinya, melainkan milik orang lain sehingga terpaksa penghasilan dari ojek tersebut masih harus dibagi dua dengan pemilik kendaraan tersebut.

Bahkan, kata dia, keluarga Siti memiliki 4 anak yang berpendidikan hanya di sekolah dasar. Selain itu keluarga tersebut juga tidak memiliki apa-apa di dalam rumahnya.

“4 anaknya putus sekolah SD semuanya. Jadi keluarga ini juga butuh seperti, kasur, sandang pangan dan ingin jualan di rumah  dan perabotan rumah tangga,” katanya.

Dia menjelaskan Siti sempat memiliki BPJS Mandiri dari tempat suaminya bekerja di salah satu perusahaan swasta, akan tetapi suaminya tersebut berhenti bekerja sehingga kini BPJSnya tidak aktif.

Dia berharap, pemerintah dapat membantu kondisi keluarga Siti Nurhasanah agar dapat sembuh dari penyakit yang di deritanya saat ini.

** Andres

Program Jaksa Jaga Desa Mulai Disosialisasikan

0

Jonggol | Jurnal Bogor
Jaksa Jaga Desa, salah satu program tak wajib disosialisasikan oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor kepada seluruh desa se-Kabupaten Bogor. Program Jaksa Jaga Desa tersebut, merupakan program untuk menjaga kepala desa yang ingin dijaga oleh pihak kejaksaan. Hal tersebut disampaikan oleh Camat Jonggol Andri Rahman yang baru saja Kecamatan Jonggol mendapatkan giliran sosialisasi program tersebut.

“ Hari ini Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor melalui Kasie Intel melakukan sosialisasi Program Jaksa Jaga Desa. 14 kepala desa beserta, Ketua BPD, TKP dan bendahara desa mengikuti kegiatan tersebut, yang juga sekaligus diberikan pemahaman terkait administrasi desa,” ungkap Andri kepada Jurnal Bogor, Senin (9/10/23).

Andri menyebut, program ini bukanlah program yang wajib diikuti oleh desa. Jika kepala desa ingin bergabung dalam Jaksa Jaga Desa maka kades wajib menyetorkan semua administrasi keuangan yang ada di desa. Mulai dari administrasi Dana Desa, Anggaran Dana Desa, Bantuan Provinsi, Bantuan Keuangan Daerah, dan semua proyek pekerjaan yang ada di desa wajib disetorkan kepada kejaksaan.

“ Namun jika tidak mau bergabung dengan program Jaksa Jaga Desa. Hal tersebut tidak perlu dilakukan, hanya saja nantinya tidak ada pendampingan jika kades terkendala kesalahan atau penyimpangan dalam penggunaan anggaran,” tandasnya.

Keuntungan bagi desa yang ikut bergabung dalam Program Jaksa Jaga Desa ialah, jika kades melakukan sebuah kesalahan dalam penggunaan anggaran dan itu diketahui oleh kejaksaan maka akan dilakukan pendampingan terlebih dahulu, dan tidak langsung diserahkan ke APH.

“ Namun jika tidak bergabung dalam Program Jaksa Jaga Desa, maka kejaksaan tidak akan turun tangan jika kades terjerembab dalam kesalahan dalam penggunaan administrasi. Jadi, kegiatan hari ini lebih kepada pendampingan, mau atau tidak kades didampingi oleh kejaksaan dalam pengolaan anggaran,” jelasnya.

Semua yang dilakukan oleh kejaksaan ini hanya bersifat sosialisasi, tidak ada unsur keharusan untuk mengikuti program Jaksa Jaga Desa. Jika nanti ada hal yang harus ditindaklanjuti terkait penyimpangan yang dilakukan oleh kades, maka kejaksaan akan melakukan koordinasi dengan inspektorat untuk melakukan pengecekan ulang.

“ Dan jika kades tersebut misalnya melakukan kesalahan, selama dia bisa bertanggung jawab atas kesalahan tersebut, maka akan diberikan kesempatan. Tapi ini hanya berlaku untuk kades yang ikut dalam program Jaksa Jaga Desa,” paparnya.

“ Namun bukan berarti, program ini memberikan keleluasaan kepada kades untuk melakukan penyimpangan, jangan mentang-mentang dibina oleh kejaksaan kades semena-mena dalam mengelola anggaran. Justeru seharusnya, makin waspada dan bekerjalah dengan amanah,” tambahnya.

Sejauh ini sebagai Camat Jonggol, sambung Andri, dirinya akan selalu mendukung kegiatan yang memang positif, dan dirinya berharap kepada kepala desa jangan salah penilaian. Program Jaksa Jaga Desa bukan untuk memback-up, melainkan untuk membina.

“ Ini proram untuk pembinaan, bukan back-up. Pada dasarnya tidak ada manusia yang kebal hukum di dunia ini siapapun yang memback-up. Pesan saya untuk para kades jangan salah paham, adanya jaksa di desa untuk membina bukan untuk melindungi, salah tetaplah salah,” tegasnya.

** Nay Nur’ain

Usai Bungkam Bajul Ijo, Persib Langsung Fokus Hadapi Borneo FC

0

Bandung | Jurnal Bogor
Persib Bandung mengamankan tiga poin penting di kandang Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo Sabtu (7/10) lalu.

Itu adalah kemenangan penting jelang BRI Liga 1 2023/24 melakukan jeda internasional di FIFA Match Day pertengahan Oktober ini. 

Ciro Alves yang turut berkontribusi mencetak gol dalam kemenangan 3-2 Maung Bandung, menurutnya tim bermain luar biasa pada laga tersebut. Comeback yang sukses dilakukan membawa Persib mempertahankan peringkat tiga, membuntuti dua tim di atasnya Madura United FC dan Borneo FC Samarinda. 

“Kemenangan penting bagi kami. Persebaya merupakan tim yang bagus, mereka menunjukkan permainan bagus, mereka bisa unggul di babak pertama. Tapi kami pada babak kedua bermain luar biasa,” kata Ciro Alves dilansir dari laman resmi PT Liga Indonesia Baru, Senin, 9 Oktober 2023.

Persib bisa rehat sejenak untuk mengumpulkan energi menatap laga lanjutan melawan pemuncak klasemen Borneo FC Samarinda 21 Oktober mendatang. Ada empat kemenangan berturut-turrut yang bisa dicatatkan Persib, ini sudah pasti jadi modal berharga. 

Pelatih Persib Bojan Hodak meliburkan tim selama tiga hari kedepan sebelum kembali fokus ke pelatihan Rabu (11/10). Menurut Bojan, kemenangan beruntun menambah kepercayaan diri timnya jelang duel melawan tim peringkat satu. 

“Ini jadi kemenangan penting bagi kami dan sekarang kami akan fokus menghadapi Borneo FC. Kami dalam kemenangan beruntun dan itu menambah kepercayaan diri pemain,” papar Bojan. 

Pada FIFA Match Day kali ini, sejumlah pemain Persib akan memperkuat timnas. Marc Klok, Rachmat Irianto, dan Edo Febriansah dipanggil Timnas Indonesia. Sementara Daisuke Sato dipanggil Timnas Filipina. 

** asep syahmid

Kadispora Minta Tim Atletik PPOPM Tunjukan Kualitas di Kejurnas Atletik 2023

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Kadispora Kabupaten Bogor, Asnan AP minta kepada semua atlet Atletik PPOPM Kabupaten Bogor harus all out dan menunjukan kualitasnya saat ambil bagian dalam event Kejurnas Atletik antar PPLP, PPLPD dan SKO Atletik 2023.

Menurutnya, Tim Atletik PPOPM Kabupaten Bogor punya potensi besar dalam mendulang emas pada Kejunas Atletik antar PPLP, PPLD dan SKO Atletik 2023.

” Tim Atletik PPOPM Kabupaten Bogor akan diperkuat para atlet yang belum lama ini mendulang medali pada event Popda ataupun Popnas 2023. Ini yang menjadi rasa percaya diri saya saat ini,” ucap Asnan AP, Senin, 9 Oktober 2023.

Selain itu, kata Asnan AP, dengan bertanding di rumah sendiri tentunya ini akan menjadi motivasi para atlet PPOPM Kabupaten Bogor akan lebih meningkat.

Seperti diketahui event Kejurnas Atletik 2023 ini akan diikuti semua PPLP, PPLD dan SKO Atletik yang ada di Indonesia.

Kejurnas Atletik antar PPLP, PPLPD dan SKO Atletik 2023 ini akan dilangsungkan di Lintasan Atletik Stadion Pakansari dan Lapangan PASI Kabupaten Bogor, 23 sampai 28 Oktober 2023.

** asep syahmid

Pertahankan Hak, Ratusan Eks Karyawan PT Bostinco Doa Bersama Santri

0

Cileungsi | Jurnal Bogor
Perwakilan eks para pekerja PT Bostinco yang di-Putus Hubungan Kerja (PHK) melakukan doa bersama dengan santri-santri Pondok Pesantren Darussalam Koposari, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Minggu (8/10/23).

Doa bersama ini dilakukan sebagai ikhtiar memohon kepada Sang Pencipta berkaitan dengan perjuangan 132 orang eks pekerja PT Bostinco yang di-PHK oleh perusahaan pada 5 tahun lalu, dan pada 10 Oktober 2023 akan dibacakan putusan di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Dalam keterangannya, korban PHK Joko membenarkan bahwa dia dan kawan-kawan sebanyak 132 orang telah di-PHK perusahaan 5 tahun lalu. Dan akibat PHK tersebut telah menimbulkan berbagai masalah sosial. Bahkan ada yang telah meninggal dunia, ada yang bercerai akibat masalah ekonomi, ada yang terputus sekolah anaknya akibat ekonomi dan masalah sosial lainnya.

“Harapan kami, Pengadilan Niaga Pada pengadilan negeri Jakarta Pusat dapat mengabulkan permohonan 132 orang eks pekerja Bostinco, agar segera ada kepastian hukum dan keadilan bagi kami,” ucap Joko kepada wartawan.

“Kami mohon dengan sangat kepada yang mulia majelis hakim yang menangani kasus kami, agar melihat nasib kami dan memberikan keadilan kepada kami. Sedih pak atas apa yang kami alami, semoga jeritan kami didengar oleh pihak-pihak terkait,” sambungnya, sambil tak kuasa menahan air mata.

Solihin, salah satu koordinator eks pekerja PT Bostinco, menyampaikan, tadinya para pekerja yang di-PHK bermaksud ingin mencari keadilan dengan menyampaikan aspirasi ke Istana Negara untuk mencari keadilan dan kepastian hukum.

“Ya tadinya kami akan menyampaikan aspirasi ke gedung Istana Negara. Namun atas berbagai saran akhirnya kami menundanya, dan akhirnya kami mengadakan doa bersama di pesantren,” singkatnya.

Sementara kuasa hukum eks pekerja PT Bostinco Afif Johan SH, MH., memberikan keterangan tentang kronologi masalah tersebut.

Menurutnya, hampir 5 tahun sejak 19 November tahun 2018, 132 orang pekerja PT Bostinco yang sedianya hendak mulai bekerja seperti biasanya di hari Senin, kemudian diarahkan menuju kantin perusahaan kemudian diumumkan bahwa mereka di-PHK tanpa menjelaskan hak-hak pekerja akan didapat akibat PHK, seperti uang pesangon maupun penghargaan masa kerja termasuk gaji pada bulan berjalan pun saat itu tidak diberikan.

“ Akibat tidak adanya kepastian akan hak pekerja, kemudian pekerja berproses untuk memenuhi haknya dengan mengajukan perundingan bipartit hingga mediasi tak kunjung ada kepastian mengenai hak para pekerja tersebut,” jelasnya.

Lebih lanjut Afif Johan mengatakan, guna mengupayakan pemenuhan haknya, terpaksa para pekerja mengajukan upaya perselisihan di Pengadilan Hubungan Industrial pada PN Bandung dengan Register Perkara Nomor 266/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Bd.

Majelis Hakim kemudian memutus bahwa PT Bostinco wajib membayar total nilai kekurangan upah dan kompensasi PHK sejumlah Rp15.490.769.566.

“Tidak terima putusan PHI, upaya kasasi PT Bostinco pun tidak dikabulan dan Majelis Hakim Kasasi Mahkamah Agung dengan register perkara Perkara Nomor 1360K/ Pdt.Sus.PHI/2020 tertanggal 9 November 2020 tetap menguatkan putusan PHI,” paparnya.

Ia juga menyampaikan, pasca putusan MA perkara telah berkekuatan hukum tetap namun sebagai pihak yang kalah perusahaan tidak kunjung juga menjalankan amar putusan sehingga para pekerja mengajukan permohonan eksekusi dan mengajukan kepada pengawasan ketenagakerjaan agar melakukan upaya hukum legal yang diatur oleh UU Cipta Kerja mengenai dugaan pidana tidak membayarkan kompensasi PHK.

“Putusan pengadilan pidana pada PN Cibinong yang juga menegaskan agar penanggungjawab perusahaan melaksanakan pembayaran kompensasi PHK dan kekurangan upah selama bekerja. Sampai hari ini hak-hak eks pekerja PT Bostinco yang telah mendapatkan putusan berkekuatan hukum tetap belum juga dilaksanakan oleh perusahaan,” cetusnya.

Afif Johan SH, MH berharap, demi mendapatkan kepastian haknya dan memperoleh keadilan, pihaknya mengajukan permohonan PKPU. Pria yang aktif di dunia ketenagakerjaan dan aktif di dunia pesantren itu, meyakini bahwa majelis hakim Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat akan mengabulkan permohonan PKPU 132 eks pekerja PT Bostinco demi keadilan, kepastian hukum bagi para korban PHK.

“Akhirnya kami mengajukan upaya permohonan PKPU di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan register perkara No. 251/pdt.sus/PKPU/2023 yang rencananya akan diputus besok hari selasa 10 Oktober 2023,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Cegah Eksploitasi Anak, Pemdes Ciangsana dan Sejiwa Adakan Peningkatan Kapasitas Orang Tua

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Pemerintah Desa Ciangsana berkolaborasi dengan Yayasan Sejiwa menggelar pelatihan untuk meningkatkan kapasitas “mencegah dan mengatasi eksploitasi seksual pada anak”, di aula kantor Desa Ciangsana, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Minggu (8/10/23).

Program Manager Sejiwa, Dika mengatakan pendidikan dan pengetahuan terkait kekerasan seksual ini perlu supaya anak-anak bisa terjaga, terutama ketika anak-anak tidak dalam jangkauan atas pengawasan orang tua. Misalnya, ketika anak-anak bermain di dunia online, karena sekarang kekerasan seksual terjadi juga bukan hanya di dunia nyata saja, tapi juga di dunia online.

“ Oleh karena itu, khususnya bagi Desa Ciangsana ini untuk orang tua semuanya, bapak, ibu, atau pun kakak, agar bisa mengasih tau ke anak-anaknya terkait kekerasan seksual,” ucap Dika.

“Ini adalah hal yang harus diperhatikan, dan juga harus dijaga. Jadi jangan lupa orang tua harus tetap update menjaga anak-anak dalam kekerasan seksual di dunia nyata maupun dunia online,” tambahnya.

Sementara Kepala Desa Ciangsana H. Udin Saputra SH.MM menyampaikan pada dasarnya  pelatihan seperti ini sangat penting bagi masyarakat yang mempunyai anak, bisa menjadi edukasi bagi para orang tua.

“Saya rasa kegiatan ini sangat bagus, semoga bisa terus dilanjutkan sehingga warga saya terutama orang tua yang memiliki anak bisa mengawasi anaknya, sehingga anak kita menjadi cerdas dalam menggunakan media sosial,” jelasnya kepada Jurnal Bogor, Senin (9/10/23).

“Kedepannya anak-anak Ciangsana khususnya remaja, atau dari usia balita sampai remaja sudah tau menggunakan media sosial yang baik,” sambungnya.

Hal senada juga disampaikan Ramdani, pegiat sekolah orang tua yang juga berkolaborasi dengan Yayasan Sejiwa pada acara workshop parenting ini membahas tentang masalah perlindungan anak dari kejahatan anak secara online. Acara ini diinisiasi oleh Sejiwa sebagai upaya untuk mengedukasi para orang tua dalam masalah perlindungan anak dari kejahatan seksual secara offline maupun online.

” Harapan kami kepada para orang tua mudah-mudahan dengan adanya workshop ini bisa memberi edukasi, bisa memberikan wawasan yang baik dan pemahaman yang baik tentang menjaga anak-anak dari kejahatan seksual secara offline maupun online,” jelasnya.

** Nay Nur’ain

594 Rumah Tangga di wilayah PLN ULP Jonggol Menerima Pasang Listrik Gratis

0

Jonggol | Jurnal Bogor
PLN Gunung Putri, ULP Jonggol kembali merealisasikan bantuan pemerintah kepada masyarakat kurang mampu berupa Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) Gratis. Hal tersebut disampaikan Manager PLN UP3 Gunung Putri Alamsyah Anwar.

Dia menjelsakan, BPBL merupakan program bantuan  pemasangan baru listrik dari pemerintah bagi rumah tangga kurang mampu meliputi pemasangan instalasi tenaga listrik, biaya sertifikasi laik operasi (SLO), biaya penyambungan baru ke PLN, dan pengisian token listrik perdana. Penerima BPBL terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial.

“ Dengan penerapan program BPBL seluruh lapisan masyarakat dapat mengakses listrik sebagai bentuk energi berkeadilan. Bantuan ini sejalan dengan komitmen PLN, mendukung program pemerintah dalam meningkatkan  taraf hidup masyarakat dan rasio elektrifikasi (RE),” ungkapnya kepada Jurnal Bogor, Senin (9/10/23).

Alamsyah Anwar menjelaskan, peresmian dan penyalaan pertama telah dilakukan pada Agustus 2023 dan sampai hari ini telah direalisasikan penyalaan kepada seluruh penerima bantuan sebanyak 594 rumah tangga kurang mampu yang tersebar di 3 kecamatan di wilayah kerja PLN ULP Jonggol yakni Kecamatan Cariu, Sukamakmur dan Kecamatan Tanjungsari.

“Jumlah  keseluruhan penerima Bantuan Pasang Baru Listrik Gratis (BPBL) dengan Daya Terpasang 900VA di UP3 Gunung Putri  wilayah kerja ULP Jonggol berjumlah 594 Rumah Tangga, dan penyalaannya telah mencapai  100 %,” jelasnya.

Sementara  General Manager UID Jawa Barat mengatakan upaya ini merupakan bentuk dukungan PLN terhadap program pemerintah, dimana seluruh  masyarakat dapat menikmati listrik dan menggerakan roda perekonomian guna peningkatkan taraf hidup masyarakat.

“ Oleh karena itu, pihaknya siap untuk mensukseskan program BPBL karena hal ini juga sebagai dukungan mengejar target rasio elektrifikasi 100% pada 2024,” cetusnya.

Ditempat yang sama, salah satu penerima bantuan sambungan listrik dari kp Cimenyan Desa Sukadamai, Kecamatan Sukamakmur, Imas Marlina mengucapkan  syukur alhamdulillah atas bantuan listrik yang diterima. Sebelum mendapat bantuan ini, dia dapat listrik dari rumah tetangga.

“Dengan bantuan ini, saya jadi punya listrik sendiri. Terima kasih PLN dan pemerintah, sekarang kami dapat menikmati listrik 24 jam sehari,  anak-anak bisa belajar dengan lebih nyaman,” pungkasnya penuh syukur.

** Nay Nur’ain

Uwak Yadi, Kasubag Rasa Pengawas

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Sosok Yadi Supriadi adalah salah satu nama yang sangat dikenal oleh semua kalangan olahraga di Kabupaten Bogor.

Yadi Supriadi alias Uwak Yadi merupakan pejabat baru di UPT Sarpras Dispora Kabupaten Bogor dan menempati posisi Kasubag TU UPT Sarpras Dispora.

Baginya jabatan adalah nomor sekian dan tidak pernah dikejar-kejar atau diminta-minta dengan berbagai cara.

Makanya, meskipun sudah menduduki jabatan Kasubag TU UPT Sarpras Dispora Kabupaten Bogor, Uwak Yadi masih tetap berbaur bahkan terjun langsung ke lapangan dalam menjaga kebersihan dan keamanan Stadion Pakansari

Tak heran, jika ada yang mengatakan kalau Yadi Supriadi adalah Kasubag Rasa Pengawas.

” Saya tak pernah meminta jabatan tertentu. Saya sudah banyak kenal dengan para inohong dari dulu. Tapi saya tetap percaya kalau jabatan itu adalah sebuah kepercayaan dan amanah,” tegas Yadi Supriadi, Senin, 10 Oktober 2023.

Sejak ditetapkan jadi Kasubag UPT Sarpras Dispora beberapa waktu lalu, sosok Yadi Supriadi tetap membumi dan tidak sombong.

** asep syahmid