24.1 C
Bogor
Tuesday, April 7, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 442

Bahayanya Penyakit 3 Ta di dalam Birokrasi Pemerintahan

0

Jurnalinspirasi.co.id – Astaghfirullahalaziem. Penyakit 3 Ta,  tetap marak, kambuhan dan berjangkit pada para pejabat dan petinggi Pemda-pemda di daerah Riau. Begitu juga di daerah lain hampir sama. Life stylenya, hedonis, penikmat hidup di lokasi discotik, sarana hiburan sering atau langganan juga ada kasus tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di tempat kemaksiatan itu.

Tiga (3 Ta) maksudnya gemar atau doyan atau rakus tahta, harta dan wanita dalam kehidupan, secara berkelindan, free sex, LGBT. Suatu perbuatan haram, yang sangat merusak sendi-sendi kebudayaan dan peradaban masyarakat berkemajuan yang diberkahi Allah Tuhan Yang Maha Esa, sebagaimana isi sila pertama falsafah bangsa dan ideologi negara Pancasila.

Perbuatan tak terpuji gemar 3 Ta, berkelindan dalam berperilaku haram dan kemaksiatan, seperti gemar sogok menyogok dan suap menyuap, free sex, hidup bermegah-megahan (hedonist) yang sangat dilarang dan diharamkan ajaran agama mana pun. Apalagi terutama digunakan untuk mengejar, meraih dan merebut kekuasaan, dengan cara dan pendekatan transaksional, istilah populernya “wani piro’. Terjemahannya “tidak ada makan siang gratis”. Itu istilah populis gilanya untuk memburu kekuasaan,  terutama unruk mendapatkan posisi puncak (tahta) seperti gubernur, bupati, walikota, kades. Demikian itu amat jelas perbuatan haram yang sesat dan menyesatkan.

Padahal menurut kitab suci Al Quran jabatan itu adalah amanah, yaitu kekuasaan yang dipergilirkan oleh Allah dalam sistem kemasyarakatan yang sehat dan hasil dari proses permusyawarahtan dari kalangan tokoh masysrakat,  para cerdik pandai, jaum cendekiawan, para ulama, kiyai dan ustadz untuk menghasilkan kemufakatan sosial, baca sila ke-4 Pancasila. 

Sekarang zaman now yang edan ini, atau era jahiliah moderen dikejar dan diperjual belikan, alias sogok menyuap, grafitasi, korupsi. Implikasinya kasus penangkapan oleh KPK kasus korupsi jual beli jabatan. Kepala dinas di dalam birokrasi Pemkot dan Pemkab di daerah-daerah sering terjadi, tanpa henti-hentinya hingga kini.

Memburu tahta, pejabat publik di pemerintahan tersebut,  sungguh mahal harganya ratuaan juta bahkan miliaran rupiah, berbiaya tinggi (high cost) baik biaya politik (cost politic)  untuk berbelanja atribut partai dan keperluan konstestan spt spanduk,  biner,  baju kaos,  selendang caleg dan atau calbup dll maupun uang sogokan tim sukses dan uang serangan pajar untuk mendapatkan dukungan suara (money politic). Serangan fajar dengan membagi-bagikan uang kepada para calon pemilih,  sering dan umumnya banyak terjadi menjelang penyelenggaraan Pemilu dilakukan, H min 2 atau 1.

Mesin tim sukses caleg atau calbub, cagub dan capres bekerja intensif pada saat itu di lingkungan masyarakat. Walaupun jauh hari uang dan barang haram sudah didistribusikan dan disebar ke daerah basis-basis pemilihan parpol,  dimana sebagian besar masyarakat berafiliasi.  Walaupun hasil “kajian” dan “pooling” timses hanya berupa laporan spekulatif, bersifat ABS, carmuk untuk menyenangkan pihak sponsor,  penyandang dana. 

Timses caleg dan cabub/calkot, cagub ini sangat pintar,  menipu sang pemburu kekuasaan maniak,  mereka timses ingin mencari keuntungan.  Mereka beranggapan,  ini kesempatan yang baik untuk berdagang suara,  politik yang mereka kenal adalah proses transaksional,  tidak ada kaitan moral,  etika dan ahlaqulkarimah,  yang penting bisa menjadi “pemenang” semu.

Dengan pola berperilaku dan budaya berpolitik pragrmatis dan amoral tersebut,  dampaknya kemana-mana,  antara lain perbuatan korupsi,  kolusi dan nepotisme (KKN) antar pejabat dengan para pengusaha terutama penguasaha yang ikut terlibat dalam proses “tender” proyek-proyek pembangunan daerah yang didanai APBD menjadi bancakan. 

Selain itu pengumpulan dana politik untuk cost and money politic untuk mempertahankan dan merebut serta meraih tahta kembali, setelah meraih kekuasaan tertinggi, pejabat di daerah, ditempuh beberapa cara antara lain mengejar fee izin investasi pemanfaatan sumberdaya alam seperti perkebunan sawit, pertambangan,  berburu rente di lapangan usaha perdagangan, fee promosi jabatan dinas,  dan pungli-pungli mendapatkan dana llegal dan haram lainnya.

Tidak menjadi rahasia lagi untuk mendapatkan tahta,  berupa jabatan publik di daerah,  membutuhkan dana miliaran rupiah. Memang bangsa kita saat ini korban politik,  demokrasi liberal,  bukan demokrasi Pancasila sebagaimana sila ke-4, musyawarah dan mufakat atas hikmah kebijakan, yakni demokrasi akal sehat,  bukan akal bejat, transaksional yang sesat menyesatkan, gejalanya semakin menggila (demograzy) banyak terjadi saat ini zaman now di tengah masyarakat kita.

Dampak negatif dari “proses demograzy” tersebut adalah salah produk pilpres,  pileg,  pilbub dan pilwakot adalah  para penguasa yang gemar,  doyan 3 Ta (tahta, harta dan wanita).

Jadi kita dapat menyimpulkan bahwa terjadinya kasus aib dan memalukan antara lain seperti kasus sekamar Wabub Rohil,  om. Sulaiman dan Bupati Meranti Riau yang tertangkap KPK korupsi,  juga Bupati Kuansing tertangkap tangan KPK menerima suap dari pimpinan perusahaan besar sawit di Riau untuk memuluskan perpanjangan izin usaha perkebunan dan lain-lainnya.

Hal ini bisa kita pahami akibat perbuatan suka bermaksiat, penyakit akut 3 Ta,  gemar tahta,  harta dan wanita. Pejabat negara dan pemerintahan yang bergelimang harta haram, pola berperilakunya akan menggemari wanita lain, dengan selingkuh, istri simpanan dan atau istri kawin siri, akhirnya pusing sendiri mengelola rumah tangga banyak istri dan mani. Napsu birahi dan serakah itulah yang mengendalikan para pemburu jabatan publik di negeri ini, akhirnya ditangkap, diadili di PB, kemudian terbukti bersalah, dan masuk penjara. Kejadian kriminal korupsi sangat memalukan dan menjatuhkan martabat diri dan keluarganya.

Dimana letak permasalahannya,  kok bisa terjadi,  karena kita semakin menjauh dari ideologi,  falsafah bangsa Pancasila,  dan kehidupan berkonstitusi sesuai UUD 1945 pun terlupakan dalam kehidupan bermasyarakat,  berbangsa dan bernegara kita .

Sekian, semoga menjadi bahan perenungan, sehingga para pejabat pemerintahan berhentilan mendewakan 3 Ta. Kembalilah ke jalan yang benar, bekerja profesional dengan tata kelola yang baik (good governance) atas landasan moral, etika dan sistem nilai-norma kemaslahtan (sila-sila Pancasila dan pasal-pasal UUD 1945 Asli), serta mencampakan pola berperilaku kemungkaran dan kemudaratan, yang sesat dan menyesatkan, sehingga tujuan dan cita-cita bernegara untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur akan segera bisa kita raih bersama warga bangsa.
Syukron.barakalah.
Wassalam

===✅✅✅
Penulis:
Dr Ir H.Apendi Arsyad, M.Si
(Dosen Senior dan Pendiri Universitas Djuanda Bogor, konsultan K/L negara, pegiat dan pengamat serta kritikus sosial)

Gandeng LKPP, Kementan Tingkatkan Tata Kelola Pengadaan Barjas Pemerintah Lewat PBJ

0

Bogor | Jurnal Bogor

Kementerian Pertanian melalui Biro Umum dan Pengadaan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian dan Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) bekerjasama dengan Lembaga Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) membekali para Aparatur Sipil Negara (ASN) nya melalui Pelatihan Barang dan Jasa (PBJ) level-1.

Pelatihan tersebut merupakan salah satu bukti komitmen Kementan dalam meningkatkan tata kelola pemerintah yang baik (good governance) dan transparan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan pihaknya terus berupaya untuk meningkatkan kapasitas SDM pertanian melalui peningkatan kompetensi, baik teknis, manajerial dan sosio-kultural serta mendorong mereka mempunyai sertifikasi kompetensi.

Sertifikasi kompetensi merupakan proses pemberian sertifikat kompetensi secara sistematis dan obyektif melalui uji kompetensi. Acuannya standar kompetensi kerja nasional Indonesia, standar internasional dan atau standar khusus”, kata Dedi

Sertifikasi kompetensi merupakan proses penilaian standar kompetensi atau kecakapan seseorang dalam hal pengelolaan pengadaan barang dan jasa pemerintah. Dengan mengikuti sertifikasi kompetensi maka SDM pengelola fungsi PBJP dapat dipastikan telah memiliki standar kompetensi yang memadai dan memenuhi aspek kompetensi sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Peserta meSebanyak 80 PNS di lingkungan Kementerian Pertanian mengikuti pelatihan yang berlangsung pada 9 hingg 25 Oktober 2023 mendatang dengan metode blended learning yaitu tahapan e-learning dan tatap muka klasikal di BBPMKP. Uji Kompetensi pengadaan barjas akan dilaksanakan setelah kegiatan pelatihan yaitu pada tanggal 26 dan 27 Oktober 2023. Selama pembelajaran peserta dibimbing dan didampingi oleh Narasumber yang tersertifikasi oleh LKPP sebagai pengajar Pelatihan Kompetensi Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Level-1.

Kepala BBPMKP Yusral Tahir berharap peserta dapat memperoleh manfaat dari pelatihan PBJ.

“Dengan mengikuti pelatihan dan sertifikasi kompetensi ini, maka SDM pengelola fungsi PBJP dapat dipastikan telah memiliki standar kompetensi yang memadai dan memenuhi aspek kompetensi sesuai dengan peraturan perundang-undangan”, jelas Yusral.

** Restu/Nita BBPMKP

Dampak MK Jika Kabulkan Gugatan

0

Eskalasi Politik Panas Hingga Pertegas Dinasti Jokowi

Bogor | Jurnal Bogor
Mahkamah Konstutusi (MK) rencananya akan membacakan putusan gugatan batas minimal usia persyaratan calon presiden dan wakil presiden pada Senin (16/10/2023). Walaupun MK disebut-sebut baru akan membacakan putusan, namun banyak pihak berpersepsi, bahwa MK akan mengabulkannya.

Oleh karena itu tidak sedikit elemen anak bangsa dari berbagai elemen yang meminta MK untuk tidak mengabulkannya.

“Dampak dari putusan MK jika mengabulkan gugatan tersebut tidak hanya berdampak pada eskalasi dan peta politik menjelang pemilu 2024. Namun dampaknya bisa lebih mengerikan dari hanya sekedar itu,” kata Founder Visi Nusantara Maju, Yusfitriadi dalam keterangannya, Minggu (15/10/2023).

Menurut Yusfitriadi dampak pertama, mempertegas bangunan dinasti politik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Indikasi jokowi membangun dinasti Politik sudah terlihat ketika Boby Nasution dan Gibran menjadi kepala daerah. Kemudian disusul dengan melantik ketua MK Anwar Usman yang merupakan iparnya.

“Pada fenomena itu sebetulnya sudah jelas bagaimana Jokowi sedang membangun dinasti kekuasannya. Sehingga jika MK mengabulkan gugatan peesyaratan minimal usia calon presiden dan wakil presiden, semakin mempertegas dan sulit dibantah bahwa Jokowi sedang membangun dinasti kekuasaan.

Bisa dipastikan Jokowi lah presiden terpilih pascareformasi yang terlihat jelas secara kasat mata membangun dinasti kekuasaan.

“Padahal kita paham nepotisme merupakan salah satu tuntutan reformasi untuk dihilangkan. Dengan kondisi ini, tidaklah berlebihan jika Jokowi merupakan presiden yang tidak mengemban amanat reformasi,” jelasnya.

Lalu dampak kedua, pengkhianatan reformasi secara berjama’ah. Ketika MK mengabulkan gugatan syarat minimal usia calon presiden dan wakil presiden, maka Gibran yang merupakan anaknya presiden Jokowi berpotensi besar menjadi calon wakil presiden, baik berpasangan dengan Ganjar maupun dengan Prabowo.

Tidak sedikit partai politik yang berdiri pascareformasi dan politisi yang berlatarbelakang aktifis 98 mendorong ke arah terciptanya bangunan dinasti kekuasaan tersebut. Dengan melupakan perjuangan yang berdarah-darah.

Menurut Yusfitriadi, dengan heroik menjatuhkan Soeharto diantaranya dengan dengan alasan menumbuhsuburkan korupsi, kolusi dan Nepotisme (KKN).

Sedangkan dampak ketiga, eskalasi politik akan semakin panas. Ketika MK mengabulkan gugatan tersebut, dan Gibran menerima pianangan calon wakil presiden, tentu saja eskalasi politik akan semakin memanas.

Tidak hanya diantara kontestan pemilu 2024, namun juga panasnya eskalasi tersebut akan terjadi di tengah-tengah masyarakat. Lembaga negara mana yang masih bisa dipercaya, MK sudah jadi alat kekuasaan, korupsi terjadi besar-besarab di kementrian, KPK yang seharusnya menjadi penegak hukum anti korupsi malah terindikasi masuk ke dalam “lingkaran setan” perilaku korupsi.

Sementara dampak keempat, akan terjadi “perang terbuka” antara Megawati dengan PDIP-nya berhadapan dengan Jokowi dan kekuatan politik yang diendorsenya. Sudah sangat santer disebut-sebut gugatan syarat usia minimal calon presiden dan wakil presiden adalah upaya menyiapkan karpet merah untuk Gibran menjadi calon wakil presiden.

Jika Gibran menerima pinangan Koalisi Indonesia Maju (KIM) untuk mendapingi Prabowo sebagai calon presiden, maka bukan sekedar memanasnya eskalasi, namun jauh lebih dahsyat dari itu. Dimana akan terjadi “perang terbuka” antara Megawati dan PDIP-nya dengan Jokowi dan kekuatan politik yang diendorsenya.

“Perang terbuka ini akan menimbulkan kegaduhan politik yang mampu mempengaruhi kondisi masyarakat menjelang pemilu 2024. Dan sudah bisa dipastikan jalanya proses pemilu akan banyak diwarnai dengan suhu yang panas di semua lapisan masyarakat. Sehingga sulit untuk mengatasi maslah ini selain MK tidak mengabulkan gugatan syarat minimal usia calon presiden dan wakil presiden,” ungkap Yusfitriadi.

Andai pun MK mau mengabulkan, harus ditambahkan dengan klausul mulai berlaku pada pemilu 2029, namun yang lebih elegan kata Yusfitriadi, jika MK mengabulkan dan memberlakukan putusannya untuk pemilu 2024, maka Gibran menolak pinangan calon presiden dan koalisi manapun untuk menjadi calon wakil presiden. “Ini sikap Gibran yang paling elegan dan secara politis, akan mendapatkan simpati rakyat sebagi investasi politik Gibran ke depan,” tandasnya.

** yev-cc/rls



Israel Dikutuk Bombardir Warga Gaza

0

Bogor | Jurnal Bogor
Puluhan massa di Kota Bogor menggelar aksi bela Palestina di Tugu Kujang, Minggu (15/10). Demonstrasi tersebut dengan menginjak dan membakar bendera zionis Israel. Massa mengutuk ulah Israel yang memborbardir warga Gaza hingga ribuan nyawa pun melayang.

Kepada wartawan, koordinator aksi, Agil Mulqi Syahrial mengatakan bahwa aksi injak hingga bakar bendera Israel dilakukan sebagai bentuk kekecewaan, dan perlawanan atas kedzaliman yang berpuluh-puluh tahun dilakukan Israel terhadap Palestina.

“Bakar bendera Israel ini bagian dari rasa kekecewaan kita. Apa yang dilakukan Israel merupakan kejahatan kemanusiaan,” ujar Agil.

Kejahatan kemanusiaan sangat terlihat, ketika Israel meminta warga Palestina untuk meninggalkan Gaza. Namun, dalam perjalanan mereka terus dibombardir.

“Info terbaru tadi pagi kami menyimak dibeberapa media, warga di Gaza diminta evakuasi ke sisi lain, tapi dalam perjalanannya ternyata mereka tetap dibombardir dengan keji,” tegasnya.

Ia pun mengajak kepada semua umat di dunia, bahwa peristiwa Palestina dan Israel adalah peristiwa kemanusiaan. Dimana, kedzaliman yang terus dilakukan bertahun-tahun, sehingga rakyat Palestina melakukan perlawanan.

“Mudah-mudahan ke depan bisa terwujud perdamaian dan tidak ada lagi konflik,” ungkapnya.

Menurut dia, dunia harus mendorong dan memastikan agar Palestina lepas dari pendudukan zionis Israel.

“Perdamaian dan kemerdekaan bagi negara Palestina dengan mengembalikan wilayah teritorial Palestina,” katanya.

** Fredy Kristianto

Jelang Sumpah Pemuda, Pemdes Nagrak Gelar Turnamen Badminton

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor
Jelang Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober mendatang, Pemerintah Desa Nagrak, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, mengadakan Turnamen Badminton Pemdes Nagrak Cup 2023, Minggu (15/10/23).

Kepala Desa Nagrak H. Agus Sahrudin mengatakan turnamen ini yang ke-3 kalinya. Hanya saja kali ini digelar jelang Sumpah Pemuda diikuti oleh 9 tim yang terdiri dari 110 orang peserta se-Desa Nagrak.

“ Untuk katagorinya single dan dobel, ada pria dan wanita juga itu kita bebaskan selama rivalnya memang seimbang. Mengingat kegiatan ini hanyalah kegiatan hiburan yang diadakan oleh Pemdes untuk mempererat tali sitalurahmi dengan warga,” ungkap H. Agus sapaan akrabnya kepada Jurnal Bogor.

H. Agus menyebut, kegiatan seperti ini sudah menjadi agenda rutin setiap tahunnya. Hanya karena sebelumnya ada Pandemi Covid 19, kegiatan yang mengundang keramaian ini ditiadakan selama 2 tahun ke belakang.

“ Saya berharap, turnamen ini bisa berjalan lancar sehingga silaturahmi yang menjadi tujuan awal diadakannya turnamen ini betul-betul terjalin. Khususnya antar pecinta olehraga badminton di Desa Nagrak,” imbuhnya.

“ Pesan saya kepada warga yang mengikuti kegiatan ini jaga kondusifitas saat kegiatan sedang berlangsung. Sesuai dengan motto kita menyelenggarakan kegiatan ini yaitu silaturahmi, olahraga dan hiburan,” tambahnya.

Untuk hadiahnya sendiri, sambung H. Agus, sudah menyiapkan hadiah istimewa untuk pemenang, dan pemain terbaik. “ Ada hadiah istimewa, kalo disebutin jadi gak surprise dong,” tandasnya.

Sementara, Saiful (33) salah satu peserta mengucapkan terimakasih kepada Pemdes Nagrak yang sudah memberikan wadah untuk warga yang mencintai olahraga. “ Selain badminton Pemdes juga mengadakan turnamen sepak bola. Apresiasi untuk kades, karena olahraga itu bisa menyatukan warga,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Kantor Desa Babakan Bakal Pindah ke Dekat Situ Babakan

0

Dramaga l Jurnal Bogor
Kantor Desa Babakan, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor bakal direlokasi ke lahan milik IPB yang berada di Situ Babakan. Hal tersebut karena kondisi kantor desa yang tidak refresentatif, sempit dan tidak memiliki parkir yang luas.

Kepala Desa Babakan Ahmad Yani menjelaskan, pihak desa bersama Camat Dramaga sudah menghadap ke rektor IPB, terkait persoalan adanya lahan milik IPB yang bakal digunakan untuk kantor Desa Babakan. Tentunya,  keinginan tersebut disambut baik oleh rektor IPB dan mempersilakan lahan yang berada di dekat situ Babakan digunakan untuk kantor.

“Kita berharap IPB bisa secepatnya meralisasikan keinginan Pemdes Babakan. Ketika sudah ada surat persetujuan dari IPB akan penggunaan lahan tersebut baru kita usulan ke Pemkab pembangunan kantornya,” ujarnya .

Tidak hanya persoalan pemindahan kantor desa, kata Yani, kedepan jalan lingkar kampus bakal ditata menjadi pusat kuliner. Apalagi, situ Babakan sudah tertata dengan baik .

“Kita berharap kedepan perekonomian warga Desa Babakan semakin meningkat dan memiliki kantor desa yang luas dengan pemandangan yang asri menghadap ke situ,” tukasnya.

** Arip Ekon

Wow, Eks Lahan PTPN di Sukaresmi Jadi Galian Tanah, Ide Siapa?

0

Sukamakmur | Jurnal Bogor
Puluhan truk bermuatan tanah sudah hampir satu pekan hilir mudik berdatangan ke wilayah Kp Cikupa Gintung RT 001/RW 011, Desa Sukaresmi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor untuk menggali tanah eks PTPN VIII Menteng bekas kebun karet.

Bukan hanya merusak lingkungan, aktivitas galian ilegal tersebut pun diduga melanggar aturan karena berada di lahan milik pemerintah. Namun saat ini lahan tersebut diklaim lahan HGU milik PT Bukit Jonggol Asri (BJA).

Salah satu warga Leuwi Kopo Dadeng Saefudin (45) mengatakan, galian tanah tersebut berjalan sudah hampir satu pekan. Pihak penggali sepertinya membuka jalur sendiri, melintasi lewat hutan yang tidak terlalu banyak penduduknya.

“ Mereka buka jalur sendiri, arah Leuwi Kopo jalur Cipamingkis tembus bendungan Mengker irigasi,” tandas Dadeng kepada Jurnal Bogor, Minggu (15/10/23).

Dadeng menyebutkan tidak mungkin pemerintah tidak tahu, karena saat didinya ingin mengetahui lokasi persis dimana galian tersebut, ada yang berseragam Satpol PP dan ada orang yang berseragam pemerintah.

“ Pasti taulah, cuma kan kerjaannya emang cuma begitu. Dulunya lahan itu adalah kebun karet eks PTPN. Namun sekarang diklaim oleh BJA. Terus mau digali aja kali sama mereka, menurut rekan saya yang juga bekerja disana, tanah tersebut dibawa ke PIK Jakarta,” bebernya.

Sementara Ketua Himpunan Masyarakat Bogor Timur (HMBT) Cep Entoh Sidik mengaku heran akan kinerja pemerintah di wilayah Sukamakmur, khususnya dalam penegakan Perda. Dia mempertanyakan apakah sekarang ini pemerintah mengikuti aturan pengusaha atau menyalahgunakan kuasanya.

“ Kita semua tahu Sukamakmur itu rawan longsor, belum kelar urusan usaha kavling ilegal yang seolah dilegalkan oleh Pemcam. Yang lebih aneh lagi, mereka leluasa lahan HGU dijadikan galian tanah dan dijual ke PIK,” tandas Culeng sapaan akrabnya.

Culeng yang juga sebagai Caleg dari Fraksi Hanura menjelaskan, jika HGU itu sudah jelas peruntukannya untuk apa. “ Kok bisa aparat setempat membiarkan lahan HGU dijadikan galian ilegal, diperjualbelikan pula,” herannya.

“ Saya berharap, Kades jangan hanya jadi penonton, dan Pak Camat juga jangan seolah tidak tahu, begitupun Pol PP sebagai penegak Perda jangan hanya menunggu. Ingat jabatan dan jengkol yang dipakai pertaruhannya dunia akhirat,” tuturnya.

“ Siapapun yang menjadi beking dari pelaksaaan kegiatan di eks lahan PTPN ini, tetap warga Sukamakmur yang dirugikan saat alam marah,” tambahnya.

Sementara Kepala Desa Sukaresmi dan Camat Sukamakmur ketika dikonfirmasi via WhatsApp  perihal keberadaan kegiatan galian tanah di lahan eks PTPN, tidak memberikan tanggapan.

** Nay Nur’ain

Evaluasi Tari ke–3, Sanggar Seni Citra Budaya Dapat Mandat Khusus dari Kadisbupar

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor
Sanggar Seni dan Rias Citra Budaya Desa Cicadas menggelar evaluasi tari ke-3 yang berlangsung di halaman Apartemen Gunung Putri Square, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Minggu, (15/10/23). Sanggar ini dapat mandat khusus dari Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bogor Deni Humaedi untuk bisa mengembangkan lagi.

Deni mengakui baru 2 kali menghadiri undangan Sanggar Seni dan Rias Citra Budaya Desa Cicadas yang berpusat di Kota Bogor ini telah dibuat terkesima. “Saya terkesima, ternyata sudah banyak perkembangan,” tutur Deni.

Adapun yang dimaksud sudah banyak perkembangan, jelas Deni, terlihat karena sanggar tari ini mulai berani tampil di luar, dan juga sudah mulai membuka ruang untuk berkolaborasi dengan pelaku UMKM dan para pengusaha. Deni menyebut, memang sudah seharusnya kegiatan evaluasi tari dilaksanakan diluar sanggar, selain untuk menguji mental anak, juga sekaligus memperkenalkan sanggar itu sendiri.

” Ya dengan tampil diluar kan sekalian mempromosikan sanggarnya, dan ada banyak kemungkinan juga, siapa tau awalnya liat-liat dan tertarik akhirnya mendaftar,” ucapnya.

Lebih lanjut Deni menjelaskan, dia memiliki kewajiban untuk memajukan kebudayaan dan pariwisata yang ada di Kabupaten Bogor.

” Alhamdulillah dengan kemajuan Kabupaten Bogor, dengan adanya Perda Kebudayaan Daerah ini akan semakin masif dan makin hebat lagi,” katanya.

“Saya juga turut mengapresiasi untuk sanggar Citra Budaya Desa Cicadas masuk nominasi juara harapan tahun lalu. Itu sangat luar biasa disaksikan para seluruh kecamatan, SKPD dan pokoknya sangat luar biasa,” tandasnya.

Pada acara itu turut hadir Kepala Disbudpar Kabupaten Bogor,  Deni Humaedi, Kepala Desa Cicadas Dian Hermawan, anggota seni tari dan rias serta ratusan tamu undangan dari berbagai kalangan. Kegiatan evaluasi naik tigkat tersebut turut dimeriahkan oleh gebyar UMKM yang didominasi oleh UMKM seputar Desa Cicadas.

Pimpinan Sanggar Citra Budaya Desa Cicadas Neneng Kurniasih mengatakan, kegiatan evaluasi tari ke-3 diikuti oleh 67 peserta dari 8 kelas.

“Alhamdulillah kali ini, acara evaluasi tari ke-3 kita adakan di luar, di apartemen Gunung Putri Square. Dan ini pertama kalinya kita melakukan kegiatan evaluasi di luar, dan alhamdulillah respons dari pihak Apartemen sanggar mensupport betul,” ucap Neneng kepada Jurnal Bogor.

Neneng yang merupakan CEO Sanggar Citra Budaya Desa Cicadas juga mengucapkan terimakasih kepada Apartemen Gunung Putri Square yang sudah memberikan support. Dalam kesempatan tersebut Neneng sekaligus menyampaikan kepada audien, jika ingin bergabung dengan sanggarnya cukup dengan mendaftar saja dan gratis.

” Ya kalo pendaftaran khusus hari ini kita buka secara gratis,  kalau untuk syaratnya yang penting punya jiwa seni dan disupport oleh orangtuanya,” tuturnya.

** Nay Nurain

Sambut Sumpah Pemuda, Anak-anak Pasirgintung Lakukan Lintas Alam

0

Nanggung l Jurnal Bogor
Peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2023 mendatang, warga Pasirgintung di lingkup RW 03 dan RW 04 Desa Batutulis, Nanggung, Kabupaten Bogor menyambutnya dengan menggelar lintas alam. Kegiatan yang kedua kalinya digelar itu dominan diikuti anak-anak di usia sekolah TK, SD dan SMP.

Diawali start dari lapangan pemersatu Pasirgintung menuju tempat bersejarah, yakni situs Prasasti Jambu Batutulis, mereka berjalan mereka berjalan sepanjang 3 kilometer.

“Agar anak anak sejak dini menanamkan sikap peduli terhadap lingkungan sekitar,” ujar salah satu panitia pada perayaan Sumpah Pemuda Wiska Fredinda, Minggu (15/10).

“Bukan hanya kepada lingkungan, sikap peduli dan empati terhadap sesama juga penting diajarkan pada anak,” tambah Wiska.

Pada saat kegiatan, anak-anak juga diajarkan cara sederhana untuk membuang sampah pada tempatnya. Hal ini agar di masa depan anak terbiasa dengan kegiatan-kegiatan positif, sehingga kedepan bisa menularkan terhadap generasi mendatang.

Dengan demikian, sejak dini ditanamkan dalam diri anak untuk menjaga lingkungan serta mencintai budaya dan menjaga kearifan lokal. Tak hanya itu, ditengah semakin canggihnya teknologi, maka harus terus diisi ragam kegiatan bagi anak, sepanjang tidak mengganggu jam belajar sekolah maupun waktu belajar mengaji di rumah.

“Kita juga beri nasihat agar tidak saling membuli dan memang harus diperkuat pembelajaran norma dan etika. Anak-anak juga harus dibina serta diarahkan sesuai hobinya, seperti mendukung permainan sepak bola atau kegiatan permainan lainnya yang dikemas dengan suasana yang menyenangkan,” jelasnya.

** Arip Ekon

Ajak Siswa Teladani Akhlak Nabi, MI Negeri 1 Bogor Gelar Maulidan

0

Leuwisadeng | Jurnal Bogor
Puluhan murid Madrasah Ibtidaiyah (MI) Negeri 1 Bogor di Desa Sadeng, Leuwisadeng, Kabupaten Bogor mengikuti kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1445 hijriah.

Kegiatan yang berlangsung di halaman sekolah dengan tajuk “Meladani Akhlak, Serta Meningkatkan Kecintaan Kepada Nabi Muhammad SAW” tersebut diikuti penuh khidmat dan kebersamaan.

“Alhamdulillah anak-anak sangat antusias dan semangat dalam kegiatan tahunan ini, dan baru kali ini kegiatan dilaksanakan dihalaman sekolah yang biasanya di dalam sekolahan,” kata Kepala MIN 1 Bogor Atin, Kamis (12/10/2023).

Dia menjelaskan, bahwa pemberi tausiyah merupakan alumni di sekolah tersebut dengan memaparkan tentang akhlak sebagai mana Nabi sabdakan dalam hadis. Bahwa nabi diutus ke dunia ini untuk menyempurnakan akhlak.

“Untuk terutama siswa/siswi yang ada disini, guru maupun orang tua itu mempersatukan akhlak. Mudah-mudahan akhlakul karimah,” jelasnya.

Dia berharap, dengan begitu adanya perubahan terhadap sikap anak-anak yang mengemban pendidikan di sekolah tersebut.

“Alhamdulillah anak-anak disini tata cara seperti sikap yang menunjukkan kesopanan, kesantunan, rasa hormat itu sudah dilakukan dengan baik,” katanya.

Sementara penceramah dari Jakarta, H Ade Suhari selain memberikan tausyiah terhadap jema’ah yang hadir juga langsung mempraktikkan seperti tata cara salim dan tahpiz yang baik. Selain itu juga memberikan door prize kepada anak anak pelajar tersebut.

Kata dia, bahwa salah satu cara untuk meneladani Rasulullah SAW adalah dengan senantiasa belajar dan bertanya.

“Rasulullah SAW adalah orang yang paling berilmu dan paling banyak mengajarkan ilmu kepada umatnya. Oleh karena itu, kita harus senantiasa belajar dan bertanya agar dapat menjadi orang yang berilmu dan bermanfaat bagi orang lain,” katanya.

Ustaz Ade juga menyampaikan bahwa kita harus meneladani Rasulullah SAW dalam hal akhlak dan perilakunya. Rasulullah SAW adalah sosok yang penyayang, dermawan, dan selalu berbuat baik kepada sesama.

“Tidak hanya dari ilmu, keteladanan Rasulullah SAW juga bisa kita tiru dari akhlak dan perilakunya, Rasulullah lah sebaik-baiknya manusia yang bisa kita jadikan pedoman,” pungkasnya.

** Andres