28.8 C
Bogor
Tuesday, April 7, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 434

Jasa Raharja Berikan Jaminan Kecelakaan Kepada Ahli Waris Laka Lantas Tol Jagorawi

0

Jagorawi | Jurnal Bogor

Jasa Raharja Bogor yang diwakili oleh Pihak Pelayanan memberikan santunan kecelakan lalu lintas di ruas Tol Jagorawi pada Senin (9/10/23), dimana korban Desi Distiasari meninggal dunia. Pemberian jaminan kecelakaan lalu lintas diterima langsung oleh ahli waris yang merupakan orang tua korban sebesar Rp50 juta rupiah, Kamis (19/10/23).

Pelayanan Jasa Raharja Kedi mengatakan, sudah seharusnya pihaknya memberikan apa yang menjadi hak untuk ahli waris. Kedi menyebut, dasar dari Jasa Raharja sendiri dalam memberikan santunan untuk korban kecelakaan ialah kronologi yang berdasarkan laporan dari pihak kepolisian.

“ Secara syarat sudah memenuhi, maka kewajiban kami memberikan santunan. Saya mewakili pimpinan mengucapkan turut berduka cita, dan pergunakan dana santunan ini sebaik mungkin untuk kebutuhan,” katanya.

Ibu Korban, Sumiati (60) mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang sudah membantu, dan dirinya sudah ikhlas akan kepergian anaknya yang merupakan tulang punggung, dan menjadikan kecelakaan tersebut sebagai suatu musibah.

“ Saya menerima uang ini sebetulnya sedih, karena harus ditukar dengan nyawa anak kesayangan saya. Namun, kembali kepada takdir yang sudah ditentukan oleh Allah SWT. Saya akan mencoba untuk ikhlas menghadapi semuanya,” ungkap Sumiati kepada Jurnal Bogor.

Dia pun mengucapkan banyak terimakasih kepada pihak kepolisian yang sudah gerak cepat dalam menangani kecelakaan lalu lintas yang dialami oleh anaknya. Begitupun kepada pihak Jasa Raharja, sambung Sumiati, hanya ucapan terimakasih yang bisa diucapkan.

“ Saya ucapkan terimakasih kepada Kasatlantas Polres Bogor AKP.R. Rizky Guntama Ganda Permana.S.I.K, kepada Kanit Gakkum Polres Bogor Ipda Angga Nugraha Firmansyah SH,MH, dan kepada anggota Gakkum Subnit Tol Aiptu Indra Wahyu Heryanto dan Bripka Nurman. Karena beliau semua sudah membantu anak saya dan juga membantu proses pencairan Jasa Raharja untuk anak saya,” tuturnya.

** Nay Nur’ain

Andri Rahman Raih Penghargaan Camat Terbaik

0

Anugerah Pajak Daerah Kabupaten Bogor Tahun 2023

Jonggol | Jurna Bogor
Camat Jonggol Andri Rahman S.STP, M.Si mendapatkan penghargaan sebagai camat terbaik dalam konteks sebagai Pejabat Pembuat Akta Tanah Sementara (PPATS). Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Bupati Bogor Iwan Setiawan dalam Anugerah Pajak Daerah Kabupaten Bogor 2023 di Ballroom Pullman Ciawi Vimala Hills Resort Spa, Megamendung, Kabupaten Bogor, Kamis (19/10/23).

“Alhamdulilah pada hari ini saya mendapatkan penghargaan sebagai camat terbaik dalam konteks PPATS yang juga turut mendongkrak pendapatan untuk Kabupaten Bogor,” ungkap Andri kepada Jurnal Bogor.

Andri menyebut, dalam penghargaan ini Kecamatan Jonggol dan Camat sebagai PPATS selalu lebih awal dalam menyetorkan administrasi kepada BPN sebagai pelaporan. Batas pengiriman pelaporan itu setiap tanggal 5, dan Kecamatan Jonggol selalu menyetorkan berkas sebelum tanggal yang ditentukan tersebut.

“Penghargaan ini saya persembahkan untuk semua aparatur Pemerintah Kecamatan Jonggol, juga untuk semua warga Jonggol. Adanya penghargaan ini harus memicu untuk bekerja lebih baik lagi kedepannya,” tutur Andri sapaan akrabnya.

Andri menargetkan untuk tahun berikutnya, harus ada minimal 3 desa di Kecamatan Jonggol yang harus lunas pajak. Awalnya dirinya menargetkan Desa Weninggalih dan Sukagalih yang harus lunas pajak, mengingat di wilayah tersebut hanya ada sedikit wajib pajaknya.

“ Namun untuk tahun berikutnya, saya akan menargetkan kepada para kepala desa untuk jadi desa lunas pajak. Mengingat, pendapatan pajak mereka itu berpengaruh  terhadap BHPRD yang akan mereka dapatkan, jadi pendapatan pajaknya harus benar-benar digenjot,” cetusnya.

Andri menyebut, untuk pajak bumi dan bangunan dibawah 100 ribu itu masih digratiskan, maka desa harus pintar-pintar dan aktif untuk menggenjot pendapatan pajak di wilayahnya. Memang, sambung Andri, salah satu kendala dalam penagihan pajak ialah ada beberapa lahan yang sudah dikuasai perusahaan tapi masih atas nama pemilik awal, dalam arti belum diganti jadi nama perusahaan.

“ Dan ada juga, yang SPPT-nya ada tapi objeknya tidak ada. Hal-hal itu yang membuat pajak di desa tidak tercapai, maka dari itu saya menekankan kepada para kades untuk segera melaporkan dan merubah jika ada hal-hal seperti itu,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Pemdes Sanja Dapat Penghargaan Desa Lunas Pajak 2022-2023

0

Citeureup | Jurnal Bogor
Pemerintah Desa Sanja, Citeureup, Kabupaten Bogor kembali meraih penghargaan Desa Lunas Pajak tahun 2022 – 2023 yang diberikan Bupati Iwan Setiawan pada Anugerah Pajak Daerah Kabupaten Bogor Tahun 2023 dan Launching Aplikasi Lapor Pak di Pullman Ciawi Vimala Hills Resort, Kamis (19/10/2023).

Kepala Desa Sanja Edi Yusuf yang mengucapkan terimakasih kepada semua pihak terutama petugas PLD, terkhusus untuk Hadi sebagai koordinator yang selalu berupaya menekankan target pajak Desa Sanja tercapai.

“ Saya ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang terlibat atas penganugerahan desa lunas pajak yang diraih oleh Desa Sanja ini tidak lepas dari kerjasama semua pihak, termasuk terimakasih kepada para ketua RT yang sudah rajin menagih PBB kepada warga,” ungkap Edi Yusuf kepada Jurnal Bogor, Kamis (19/10/23).

Edi Yusuf menyebut, target pencapaian pajak sendiri untuk Desa Sanja itu mencapai 100 persen dan semua buku, dan dirinya berharap hal ini terus dipertahankan untuk kedepannya. Menurutnya, selain kinerja petugas pajak yang memang berperan penting, dalam hal ini pun ia berterimakasih kepada masyarakat yang sudah dengan sadar untuk membayar pajak.

“ Penghargaan ini semua masyarakat Desa Sanja. Karena berkat mereka sadar akan pajak, maka Desa Sanja bisa mencapai 100 persen dan mendapatkan penghargaan. Mari kita jadi warga yang taat pajak,” ajak Edi.

Sementara Koordinator PLD Desa Sanja Hadi juga mengucapkan teriamakasih kepada masyarakat, karena dengan kesadarannya sudah rajin dalam membayar pajak sehingga berdampak kepada Desa Sanja yang mendapatkan penghargaan.

“ Saya hanya menagih dan menyadarkan kepada masyarakat, bahwa dari pajak yang kita bayarkan ini bisa mendorong pembangunan di desa, dan juga bisa membiayai operasional pemerintahan desa. Oleh karena itu, kami sebagai PLD memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk taat pajak, “ pungkasnya.

Hadi berharap, taat pajak ini bukan hanya ditekankan kepada masyarakat saja yang notabene hanya hitungan ratus. Tapi, dia dan tim pun akan melakukan penekanan taat pajak kepada pengusaha-pengusaha yang ada di Desa Sanja.

“ Baik masyarakat maupun pengusaha, kami berharap taatlah dalam membayar pajak, adapun oknum-oknum penikmat pajak itu, jika memang terbukti laporkan kepada pihak yang berwajib,” tuturnya.

** Nay Nur’ain

Samisade Tahap 1 Desa Sukasirna Selesai 60 Persen

0

Jonggol | Jurnal Bogor
Pemerintah Desa Sukasirna, Jonggol, Kabupaten Bogor baru saja menyelesaikan pekerjaan Satu Miliar Satu Desa (Samisade) tahap 1 tahun anggaran 2023, Kamis (19/10/23).

Kepala Desa Sukasirna Iwan Setiawan mengatakan, untuk anggaran Samisade tahun 2023 ini dialokasikan pada 4 titik untuk pekerjaan betonisasi jalan dan pengaspalan jalan.

“Ada 4 titik yang kita bangun dari anggaran Samisade tahun ini,” ungkap Iwan sapaan akrabnya kepada Jurnal Bogor.

Iwan menjelaskan, adapun titik lokasi pekerjaan ialah untuk titik 1 pengaspalan Jalan Desa Kp. Raweuy RT.01/03 dengan volume panjang 360 meter x lebar 2,5 meter x tinggi 0,03 meter baru berjalan 60 persen. Untuk titik yang ke 2 yaitu betonisasi jalan desa Kp Bojong Korod RT 02/10 dengan volume panjang 120 meter x Lebar 3 meter x tinggi 0,15 meter ini pun baru berjalan 60 persen.

“Untuk titik yang ke-3 yakni betonisasi jalan desa Kp Tegal Salam RT 01 dan 02/ RW 08 dengan volume panjang 240 meter x lebar 3 meter x tinggi 0,015 meter baru berjalan 60 persen. Dan untuk titik yang terakhir betonisasi jalan desa di Kp Tegal Sempug RT 01/07 dengan volume panjang 180 meter x lebar 2 meter x tinggi 0,15 meter baru berjalan 60 persen,” bebernya.

Iwan berharap, kedepannya warga senantiasa bisa merawat jalan yang sudah diupayakan bagus oleh Pemdes Sukasirna. Karena dengan kita punya rasa memilki, untuk merawat jalan tersebut tidak perlu bergantung lagi kepada pemerintah.

“ Jangan sampai, pemdes hanya berkutat untuk pembangunan jalan saja, jika jalan desa dan jalan lingkungan sudah mulus semua. Maka tinggal meningkatkan pemberdayaan dan pembinaan  untuk masyarakat kedepannya,” tutur Iwan.

Sementara salah satu warga Kp Bojong Korod, Asep mengucapkan terimakasih kepada pemerintah desa dan Pemerintah Kabupaten Bogor yang sudah memberikan anggaran Samisade untuk percepatan pembangunan di desa.

“ Ini kan musim politik, kami sebagai warga berharap program Samisade ini jangan dijadikan ajang politik di masa kepemimpinan seseorang. Tapi program ini harus terus berjalan, siapapun yang menjadi orang nomor satu di Kabupaten Bogor nanti,” tandasnya.

“Mengingat, baru Kabupaten Bogor yang bisa memberikan anggaran Samisade kepada setiap desa se Indonesia. Ini sudah jadi kemajuan untuk Kabupaten Bogor, jadi program ini harus dipertahankan. Karena jika hilang, bukan kemajuan tapi kemunduran,” tambahnya lagi.

** Nay Nur’ain

Pembeli Kembali Normal, Pedagang Kuliner Mulai Mengais Untung

0

Dramaga | Jurnal Bogor
Puluhan para pemilik warung dan restoran yang menjajakan aneka jajanan kuliner yang membuka usaha di sepajang jalan Babakan Raya di Desa Babakan, Dramaga, Kabupaten Bogor kini kembali bisa bernafas lega.

Pasalnya, sejak pasca-Covid awal 2023 hingga akhir medio Agustus lalu, tak kurang dari 60 persen dari semua para pengusaha kuliner yang membuka usahanya di sepanjang jalan tersebut, mengalami kebangkrutan akibat sepi pembeli.

“Tapi sekarang, atau tepatnya sejak seminggu ini, pembeli yang jajan yang datang ke kios kami baik itu para mahasiswa mahasiswi IPB maupun warga yang lewat, alhamdulilah sudah kembali normal dan banyak mampir membeli”, kata Rini, sang pemilik kios jajanan Takoyaki di jalan Babakan Raya kepada Jurnal Bogor.

Menurut pengakuan Rini, sekitar sebulan lalu saja dalam sehari omzet penjualan Takoyakinya sangat menurun drastis, atau paling banter sehari cuma mengantongi penjualan Rp75 ribu saja.

“Tapi Sejak seminggu kemarin hingga sekarang (Kamis/19/10/2023), penjualannya melonjak sangat signifikan, yakni dalam sehari saya bisa menjual 50 bungkus porsi Takoyaki dengan harga 1 porsinya Rp 12.500 atau pendapatan yang saya raih setiap hari sekitar Rp625 ribu”, ungkapnya.

Di lokasi yang sama, Hendrik pemilik kios ayam Geprek mengungkapkan hal senada, menurut dia, jika saja dalam seminggu kedepan penghasilan dari kios ayam gepreknya tidak alami perubahan bahkan merugi terus, Hendrik mengaku akan hengkang dan menyudahi saja satu satunya usaha yang selama ini jadi penopang hidup bagi keluarganya.

“Tapi alhamdulilah, ternyata selama seminggu ini penjualan ayam geprek dan es buah yang saya jual omzetnya sudah kembali normal, sehingga yang tadinya berniat akan tutup usaha, ya terpaksa niat tersebut saya batalkan.” ujarnya.

Dari pantauan Jurnal Bogor, ternyata dampak menururnya omzet penjualan yang dialami oleh ratusan pemilik restauran dan pemilik aneka warung jajanan kuliner di kawasan Babakan Raya itu, tak lain disebabkan menurunnya jumlah mahasiswa dan mahasiswi yang tinggal indekost di rumah rumah warga yang lokasinya memang banyak bertebaran di sepanjang jalan Babakan Raya maupun jalan Babakan Tengah. Lantaran mereka lebih memilih tinggal di asrama yang disediakan oleh pihak perguruan tinggi.

“Termasuk banyak mahasiswa yang sudah selesai kuliah. Akan tetapi kini hampir 4.200 lebih mahasiswa dan mahasiswi semester atas, mukai memilih tinggal di rumah kost yang ada di luar kampusnya”, ungkap Hendrik.

** Bayup

Bupati Iwan Setiawan Beri Penghargaan Para Wajib Pajak Terbaik

0

Ciawi | Jurnal Bogor
Bupati Bogor Iwan Setiawan memberikan penghargaan kepada para wajib pajak terbaik yang sudah membayarkan pajaknya tepat waktu dan tepat jumlah. Apresiasi juga diberikan kepada PPAT, PPATS, desa, kelurahan, kecamatan dan instansi / lembaga / organisasi atau pihak lain yang telah mendukung optimalisasi penerimaan pajak daerah Kabupaten Bogor.

Penghargaan diberikan pada kegiatan Anugerah Pajak Daerah Kabupaten Bogor tahun 2023 dan launching aplikasi Lapor Pak, yang diselenggarakan Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda), di Hotel Pullman, Ciawi, Kamis (19/10).

Hadir pada kegiatan tersebut, Bupati Bogor, Direktur Pendapatan Daerah pada Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Kepala BPSDM Provinsi Jawa Barat, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, perwakilan Forkopimda, Sekretaris Daerah, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bogor, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor 1 dan 2, Kepala Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah (P3D) wilayah Kabupaten Bogor, Pimpinan Bank BJB Cabang Cibinong, Bank BRI, Direktur BUMD, Kepala Perangkat Daerah, Camat, Ketua Tim Percepatan Pembangunan Strategis Daerah Kabupaten Bogor, jajaran Kepala Desa dan Lurah, para wajib pajak.

Bupati mengungkapkan, anugerah pajak merupakan kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun oleh Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Bappenda. Kegiatan ini bukan hanya seremonial, tapi bagaimana Pemkab Bogor memberikan penghargaan kepada para wajib pajak, dan stakeholder pajak lainnya yang berkontribusi membangun Kabupaten Bogor dengan membayar pajak tepat waktu dan tepat jumlah.

“Semoga penghargaan ini menjadi pemicu para wajib pajak dan stakeholder pajak lainnya untuk semakin berkontribusi dalam pembangunan. Karena berbagai program pembangunan untuk masyarakat dapat terlaksana berkat kontribusi para wajib pajak yang taat membayar pajak,” ungkap Iwan.

Iwan menambahkan, Pemkab Bogor berkomitmen kuat mengelola pajak dengan baik dan amanah demi kepentingan pembangunan di wilayah Kabupaten Bogor.

“Dan kami pun wajib melindungi seluruh para wajib pajak yang ada di Kabupaten Bogor, salah satu contohnya pada saat terjadinya pandemi,” paparnya.

Pada kesempatan tersebut, diluncurkan juga aplikasi “Lapor Pak” oleh Bappenda Kabupaten Bogor. Bupati Iwan Setiawan menuturkan, apresiasi atas inovasi aplikasi “Lapor Pak”, melalui aplikasi digital ini desa dan kelurahan lebih mudah melaporkan perkembangan potensi PAD di wilayahnya secara berkelanjutan, akurat dan akuntabel.

“Pemerintah desa dan kelurahan harus mengenali, menggali dan melaporkan potensi pajak dan retribusi daerahnya. Semakin besar potensi penerimaan pajak dan retribusi daerah nya maka semakin besar potensi BHPRD yang akan diterima desa serta menjadi pertimbangan dalam penganggaran pelaksanaan pembangunan di kelurahan,” tutur Iwan.

Mewakili Pj. Gubernur Jawa Barat, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Barat, Hery Antasari mengatakan, kegiatan ini adalah bentuk engagement yang luar biasa antara pemerintah dengan para stakeholder pajaknya, serta meningkatkan masyarakat pemahaman tentang pentingnya pajak daerah sebagai kunci utama pembangunan.

“Mewakili Pj. Gubernur memberikan apresiasi kepada Pemkab Bogor dan para wajib pajak di Kabupaten Bogor yang sudah berkontribusi dalam pembangunan dengan membayar pajak,” kata Hery.

Heri melanjutkan, aplikasi “Lapor Pak” membuktikan kesiapan Kabupaten Bogor untuk menjadi yang paling depan dalam pelaksanaan Undang-Undang Nomor 1 tentang Hubungan Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah. Dimana pendataan terkait potensi sangat penting dilakukan.

Berikutnya Kepala Bappenda Kabupaten Bogor, Arif Rahman menjelaskan, tantangan pemerintah daerah setiap tahun dalam mengoptimalisasikan pendapatan daerah tentu tidaklah mudah, dibutuhkan peran serta semua pihak. Salah satu sektor penerimaan yang memberikan kontribusi besar pada pendapatan daerah Kabupaten Bogor adalah Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan pajak daerah merupakan primadona ddalam penerimaan PAD.

“Alhamdulillah, sampai dengan tanggal 16 oktober 2023 untuk pajak daerah, telah terealisasi sebesar Rp.2,2 triliun lebih atau sekitar 89.40 persen dari target sebesar Rp.2,5 triliun. Untuk itu, Pemkab Bogor merasa perlu memberikan apresiasi dan penghargaan kepada berbagai pihak yang telah memberikan kontribusinya terhadap pencapaian target penerimaan pajak daerah,” jelas Arif.

Arif menerangkan, kegiatan anugerah pajak daerah Kabupaten Bogor diharapkan dapat memotivasi wajib pajak, kepala desa, lurah, PPAT, PPATS, camat, instansi vertikal, lembaga, organisasi, atau pihak lain yang membantu pemungutan pajak untuk terus berperan aktif dalam upaya pemungutan pajak daerah.

“Sehingga peran masyarakat sebagai salah satu pilar pembangunan, menjadi sangat penting dan sangat dihargai,” terangnya.

Untuk diketahui, penghargaan diberikan kepada pihak-pihak yang telah mendukung optimalisasi penerimaan pendapatan daerah khususnya pajak daerah, yang terdiri dari wajib pajak terbaik yang telah membayar pajak tepat waktu dan tepat jumlah, sebanyak 31 wajib pajak. Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) yang memberikan kontribusi terbaik terhadap penerimaan BPHTB dan melaksanakan pelaporan bulanan pembuatan akta tepat waktu, sebanyak 3 PPAT. Pejabat Pembuat Akta Tanah Sementara (PPATS) yang memberikan kontribusi terbaik terhadap penerimaan BPHTB dan melaksanakan pelaporan bulanan pembuatan akta tepat waktu, sebanyak 3 PPATS.

Kecamatan terbaik dengan realisasi penerimaan pajak daerah terbesar, sebanyak 3 kecamatan. Kecamatan terbaik dengan pencapaian target pajak daerah tertinggi, sebanyak 3 kecamatan. Desa dan kelurahan yang telah mendukung optimalisasi penerimaan PBB-P2 di Kabupaten Bogor serta telah melunasi PBB-P2 buku 1 atau buku 1 dan buku 2 tahun pajak 2023, sebanyak 48 desa dan 1 kelurahan. Serta instansi / lembaga / organisasi / pihak lain yang telah mendukung optimalisasi penerimaan pendapatan daerah Kabupaten Bogor, sebanyak 10 instansi.

Dede Suhendar

Proyek Dibiarkan Terbengkalai, Warga Pertanyakan PT Beta Lestari Prima

0

Caringin | Jurnal Bogor
Proyek rekontruksi Jalan Cikereteg-Pancawati yang dikerjakan PT Beta Lestari Prima dengan nomor dan tanggal SPMK 620/A.069-380.3130/TING-JLN/PJJ.1/SPMK/DPUPR, tgl 31 Agustus 2023, dipertanyakan warga Desa Pancawati, Caringin, Kabupaten Bogor. Sebab, proyek yang nilainya mencapai 2,8 miliar lebih itu, dibiarkan terbengkalai dan tidak terlihat adanya para pekerja.

Abu Bakar, warga Desa Pancawati mengaku heran dengan pihak ketiga yang melaksanakan pengerjaan proyek jalan. Pasalnya, pengerjaan rekontruksi jalan yang merupakan akses utama warga Pancawati beraktivitas, seakan dikerjakan tidak serius.

Menurutnya, sudah beberapa hari ini di lokasi proyek tidak terlihat adanya aktivitas pengerjaan oleh para pekerja. Bahkan, bahan material untuk pembuatan drainase jalan seperti pasir, dibiarkan terbengkalai di bahu jalan.

 “Kurang lebih sudah satu minggu ini tidak ada yang bekerja. Padahal, dari awal mulai pengerjaan sampai sekarang, pihak ketiga baru membangun drainase dengan hanya beberapa meter saja,” kata Bakar, panggilan akrab Ketua RT di Desa Pancawati tersebut kepada Jurnal Bogor, Kamis (19/10).

Bakar mempertanyakan alasan tidak adanya aktivitas pembangunan oleh para pekerja pemenang proyek dibawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) tersebut. Padahal, progres pembangunan belum terlihat.

 “Apa mungkin pemenang lelang proyek jalan ini tidak bermodal, makanya tidak ada pengerjaan,” ungkapnya.

Apabila hal itu benar, lanjutnya, dimana pemenang proyek rekontruksi jalan ini pengusaha kere atau tidak bermodal, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor harus segera bertindak. Sehingga, pembangunan jalan yang selama ini sangat diinginkan masyarakat Pancawati, dapat diselesaikan sesuai rencana anggaran belanja (RAB) dan gambar.

 “Saya minta dinas terkait jangan diam saja, harus mengambil langkah agar pembangunan jalan Pancawati terus dilakukan sampai selesai,” papar Bakar.

Bakar menjelaskan, kondisi jalan Pancawati, mulai dari Kampung Ciherang Satim sampai Cipare atau ujung jalan ini sudah rusak parah dan rawan terjadi kecelakaan tunggal terutama pengendara roda dua.

 “Kalau sampai proyek ini mangkrak atau tidak diselesaikan pengerjaannya oleh pihak kontraktor, pastinya kami sebagai masyarakat Pancawati sangat marah. Bisa jadi kami akan mendatangi dinas terkait dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Infrastruktur Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah II agar PT. Beta Lestari Prima ditindak tegas,” imbuhnya.

Sementara, pengamat jalan UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah II yang bertugas di Kecamatan Caringin, Sarip membenarkan di lokasi proyek rekonstruksi Jalan Cikereteg-Pancawati sudah sekitar satu minggu tidak ada kegiatan pengerjaan.

“Tidak tahu kenapa, informasi nya pelaksana menghentikan dulu pengerjaan,” ujarnya.

Sarip mengungkapkan, pihaknya sudah melaporkan permasalahan itu kepada pimpinan dalam hal ini Kepala UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan. Termasuk untuk laporan progres pengerjaan yang sudah minus 4 persen.

“Tadi juga pejabat pembuat komitmen (PPK) sudah datang dan menerima laporan yang terjadi di lokasi proyek rekonstruksi Jalan Cikereteg-Pancawati,” tukasnya.

** Dede Suhendar

Camat Nanggung Ae Saepulloh Terima Penghargaan Pencapaian Pajak Daerah Tertinggi

0

Nanggung l Jurnal Bogor
Kali pertama Kecamatan Nanggung yang dipimpin Camat Nanggung Ae Saepulloh mendapat penghargaan dari Bupati Bogor Iwan Setiawan sebagai kategori kecamatan dengan pencapaian target pajak daerah tertinggi pada acara Anugerah Pajak Daerah Kabupaten Bogor Tahun 2023 dan Launching Aplikasi Lapor Pak di Pullman Ciawi Vimala Hills Resort, Kamis (19/10/2023).

“Alhamdulillah, keberhasilan ini tidak terlepas dari banyaknya dukungan, peran serta masyarakat dan pemerintah desa. Maka prestasi yang diterima, kami ucapkan terimakasih untuk masyarakat maupun para kepala desa,”  ujar Ae Saepulloh.

Kecamatan Nanggung pada anugerah tersebut bersaing dengan 40 kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor. Ae Saepulloh menjelaskan penghargaan ini bukti kesadaran masyarakat Kecamatan Nanggung mengalami kemajuan dalam membayar pajak.

“Ya, ini bukti warga Kecamatan Nanggung semangat telah menunaikan kewajiban dalam membayar PBB atau pajak lainnya.  Tentu dengan membayar pajak maka kita dapat  berkontribusi nyata dan berpartisipasi dalam mendukung program pembangunan yang ada di Kabupaten Bogor,” jelasnya.

Sementara Bupati Iwan Setiawan memberikan penghargaan kepada 101 wajib pajak di Kabupaten Bogor, mulai dari Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), camat, kepala desa hingga instansi atau organisasi yang telah mendukung optimalisasi penerimaan pendapatan daerah.

“Wajib pajak itu rutin tiap tahun diberikan apresiasi oleh Pemda dan wajib pajak dari berbagai jenis ada hotel, restoran, PPAT, notaris,” kata Bupati.

Dengan anugerah itu, Bupati berharap dapat memacu wajib pajak membayar pajak tepat waktu dan tepat jumlah. “Biar mereka berlomba-lomba dalam kebaikan, juga kebanggaan dapat penghargaan dari kita,” paparnya.

Iwan meminta semua yang berhubungan dengan pajak dapat ditingkatkan kembali kesadarannya dalam membayar pajak. Bupati juga mengapresiasi Bappenda Kabupaten Bogor yang mencapai target setiap tahunnya.

** Arip Ekon

HUT KORPRI, 32 Tim Berlaga di Turnamen Mini Soccer

0

jurnalinspirasi.co.id – Memperingati HUT KORPRI ke-52, Pemerintah Kota (Pemkot) menyelenggarakan berbagai kegiatan, salah satunya adalah turnamen mini soccer di Lapangan Manunggal yang dimulai sejak 16 hingga 19 Oktober 2023.

Ketua Panitia Turnamen Mini Soccer, Dicky Iman Nugraha mengatakan bahwa turnamen tersebut diikuti oleh sebanyak 32 tim dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di Pemkot Bogor, dengan menggunakan sistem setengah kompetisi.

“Selain memperebutkan juara satu sampai tiga, panitia juga memberikan apresiasi bagi top scorer,” ujar Dicky kepada wartawan, Kamis (19/10).

Dicky yang juga menjabat Camat Bogor Tengah ini mengatakan bahwa turnamen ini adalah ajang mempererat tali silaturahim antar pegawai di lingkungan Pemkot Bogor. Selain untuk membudayakan olahraga antar instansi.

“Kami berharap dengan adanya turnamen ini, tali silaturahim akan semakin kuat, dan kompak. Sehingga dapat membangun Kota Bogor lebih baik lagi,” ucapnya.* Fredy Kristianto

Akew Siapkan Bonus Untuk Tim Orienteering Kabupaten Bogor

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Ketua KORMI Kabupaten Bogor Rieke Iskandar mengapresiasi keterlibatan atlet orienteering yang bernaung di bawah FONI turun ke kejurnas Orienteering di Karang Anyar, Jawa Tengah

Rieke bahkan menjanjikan akan memberikan bonus kepada atlet FONI Kabuaten Bogor apabila bisa meraih emas di Kejurnas Orienteering.

“Kalau dapat medali emas, KORMI akan memberikan bonus sebagai bentuk apresiasi kita,” ujar Rieke.

Meski begitu, pria yang akrab disapa Akew ini mengimbau agar atlet bermain lepas, tanpa memikirkan target.

“Kalau bermain lepas, saya yakin hasil malah akan jauh lebih maksimal,” imbuh Akew saat pelepasan Tim Orienteering Kabupaten Bogor bertolak ke Kejurnas di Karang Anyar, Jateng, Rabu, 18 Oktober 2023

Sebagai informasi, orienteering dimulai pada akhir abad ke-19 di Swedia. Istilah orienteering pertama kali digunakan pada tahun 1886, yang memiliki arti melintasi suatu daerah yang tidak diketahuidengan bantuan peta dan kompas.

Di Swedia, orienteering berkembang dari hanya sekadar pelatihan militer menjadi olahraga yang kompetitif untuk perwira militer dan warga sipil.

Namun akhirnya kompetisi orienteering dibuka untuk umum dan diselenggarakan di Norwegia pada tahun 1897.

Sementara di Indonesia orienteering menjadi salah satu materi dalam ekstrakurikuler Pramuka.

Orienteering adalah aktivitas luar ruangan untuk menemukan sejumlah lokasi di medan sebenarnya dengan menggunakan peta dan kompas.

Federasi Orienteering Nasional Indonesia (FONI) Kabupaten Bogor, membidik satu medali emas, pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Orienteering 2023 di Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah, 19 hingga 23 Oktober 2023.

FONI Kabupaten Bogor, akan menurunkan delapan atlet orienteering yang akan berlaga di Kejurnas kali ini.

Ketua FONI Kabupaten Bogor Herry Suko A mengatakan, pihaknya menargetkan satu emas pada kejurnas Orienteering.

Herry menambahkan, FONI Kabupaten Bogor memiliki atlet potensial yang bisa meraih dua medali emas.

“Kita turun di kategori umur 20 dan kategori umur 35 tahun,” Kata Herry saat acara pelepasan atlet di Sekretariat Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Bogor di Pakansari, Gate 6.

Herry menjelaskan bahwa kejurnas ini juga bertepatan dengan Kejuaraan Dunia Orienteering. Sehingga, kata dia, hasil yag diraih menentukan peringkat FONI Kabupaten Bogor di dunia.

“Saingan terberat kita itu Singapura, tapi kita optimistis bisa meraih hasil terbaik di kejurnas ini,” ujar Herry.

** asep syahmid