29.2 C
Bogor
Saturday, July 18, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 419

Penataan Ruang Sebagai Pilar Pembangunan Perlu Evaluasi Komprehensif

0

Babakan Madang | Jurnal Bogor
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin mengungkap pentingnya penataan ruang sebagai salah satu pilar pembangunan di Kabupaten Bogor. Hal ini ia katakan saat memberikan arahan pada Forum Penataan Ruang Daerah (FPRD), di Bigland Sentul Hotel and Convention, Babakan Madang, Senin (18/12/23).

Kegiatan FPRD Kabupaten Bogor mengusung tema refleksi penyelenggaraan penataan ruang di Kabupaten Bogor tahun 2023. Acara dihadiri Kementerian Investasi / Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia, Kementerian ATR/BPN, Asosiasi Sekolah Perencanaan Indonesia (ASPI), Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (IAP), beserta jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

Sekda Burhanudin menjelaskan, penataan ruang merupakan salah satu pilar pembangunan yang memiliki peran strategis dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Selanjutnya, dalam rangka refleksi penyelenggaraan penataan ruang di Kabupaten Bogor, perlu mengevaluasi berbagai aspek yang terkait dengan penataan ruang.

“Antara lain perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang, dan pengendalian pemanfaatan ruang. Evaluasi tersebut perlu dilakukan secara menyeluruh dan komprehensif, sehingga dapat menghasilkan gambaran yang akurat tentang kondisi penataan ruang di Kabupaten Bogor,” jelas Burhanudin.

Ia melanjutkan, selain evaluasi, juga perlu dilakukan identifikasi berbagai tantangan dan permasalahan yang dihadapi dalam penyelenggaraan penataan ruang di Kabupaten Bogor. Identifikasi ini penting dilakukan untuk dapat menyusun strategi dan kebijakan yang tepat dalam mengatasi tantangan dan permasalahan tersebut.

“Secara umum, penyelenggaraan penataan ruang di Kabupaten Bogor telah berjalan dengan baik. Hal ini terlihat dari beberapa pencapaian yang telah diraih, kemudian kerjasama dan sinergi yang kuat diperlukan dari seluruh pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan penataan ruang,” ujarnya.

Burhanudin berharap, rapat ini dapat menjadi forum yang produktif untuk membahas berbagai hal terkait refleksi penyelenggaraan penataan ruang di Kabupaten Bogor tahun 2023. Melalui rapat ini, diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat bagi perbaikan penyelenggaraan penataan ruang di Kabupaten Bogor.

(nay nur’ain)

Polres Bogor Jaga Ketat Gudang KPU di Klapanunggal

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor
Jelang Pemilu 2024, Personil Sat Samapta dan Polsek Polsek Klapanunggal melakukan pengecekan serta pengamanan dalam dan luar gedung yang dijaga 24 jam pada Operasi Mantap Brata 2023 di gudang penyimpanan pendistribusian bahan baku di PT Indo Nakaya Abadi Spining Mill, Klapanunggal, Kabupaten Bogor.

Kasat Samapta Iptu Yogi Nugraha, S.E., M.H mengatakan anggota patroli Sat Samapta Polres Bogor dan Personil Polsek Klapanunggal telah melaksanakan penjagaan dan pengamanan gudang KPU PT Indo Nakaya Abadi Spining Mill guna mengecek situasi keamanan gudang sebagai tempat akhir penyimpanan kotak suara Pemilu 2024 yang akan datang.

“Pada saat patroli berlangsung situasi aman dan terkendali, keamanan gudang PT Indo Nakaya Abadi Spining Mill Kabupaten Bogor tetap terjaga dan kondusif selama 1X24 jam,” terangnya kepada Jurnal Bogor, Senin (18/12)

“Disamping itu kami telah melaksanakan patroli dialogis ke daerah rawan kejahatan, premanisme dan objek vital guna menjaga dan memelihara Kamtibmas di wilayah hukum Polres Bogor,” tambahnya.

Lebih lanjut Iptu Yogi mengatakan, patroli pun terus dilakukan dimana kegiatan dilakukan untuk mencari informasi seputar Pemilu 2024 agar tidak terjadi isu-isu yang beredar di masyarakat dan berita palsu menjelang Pemilu 2024.

“Dengan patroli bersama ini semoga bisa memberi rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, apabila menemukan hal-hal yang mengganggu kamtibmas dapat menghubungi Call Center (021) 110 operator kami melayani 24 jam aduan serta laporan masyarakat ataupun nomor aduan Polres Bogor di 0812 1280 55778 dan akan ditindak lanjuti baik-baik dari Polsek terdekat maupun dari Polres Bogornya langsung,” pungkasnya.

(nay nur’ain)

Warga Nambo Heran Ada Bau Bak Kotoran Sapi

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor 
Bau seperti kotoran hewan sapi membuat heran warga Desa Nambo, Klapanunggal, Kabupaten Bogor pada Senin (18/12) pagi. Bau itu diperkirakan muncul sekitar pukul 07.00 WIB.

Asep, salah satu warga yang sedang berjualan di sekitar Desa Nambo mengaku, mencium bau mirip kotoran sapi dan bau busuk sampah yang menyengat.

“Betul, pagi tadi sekitar pukul 07.00 WIB tercium bau banget, seperti kotoran sapi gitu. Tapi baunya tidak begitu lama, sekarang udah tidak mulai tercium lagi, mungkin kebawa angin,” ucap Asep, Senin (18/12).

Namun ia heran karena di sekitar pemukiman tidak ada peternakan sapi, kecuali di kawasan PT SBI yang memang ada peternakan sapi.

“Kalau disini perternakan sapi tidak ada, setahu saya yang ada cuma di kawasan SBI, yang mempunyai kandang sapi, dan ternak magot, yang makannya dari sampah,” paparnya.

Namun demikian perihal sumber bau tersebut apakah berasal dari peternakan sapi SBI, ia mengaku tidak tahu.

“Gak tau juga sih, kalau dari sana, yang jelas tadi baunya mirip bau kotoran sapi,” tuturnya.

Sementara warga lain Deni juga mengaku mencium bau busuk kotoran sapi yang cukup menyengat. Namun bau itu semakin siang menghilang, dan tidak tercium lagi.

“Ya, pagi tadi sih bau banget, sekarang udah gak tercium sih. Baunya seperti asin, saya tanya sama tetangga, bang ini bau dari mana ya, ia bilang ini dari kandang sapi yang ada di kawasan SBI, soalnya dia paham pernah kerja di kandang tersebut,” paparnya.

Ia mengaku, bau mirip kotoran sapi itu sudah sering terjadi, terutama di pagi hari. “Bau, hampir setiap hari, saya juga baru tahu ada kandang sapi di kawasan tersebut, mungkin sering terbawa angin sampai kesini baunya,” tutur Deni. .

Dikonfirmasi, Humas PT SBI Narogong, Bastian mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan sumber bau tersebut berasal dari PT SBI.

“Baunya, bau apa? Per pagi ini, saya belum dapat info apa-apa. Nanti saya coba tanya dulu sama tim di lapangan ya,” katanya.

(nay nur’ain)

Desa Sukasirna Bangun TPT dari Dana Desa

0

Jonggol | Jurnal Bogor
Dalam meningkatkan infrastruktur di wilayah pedesaan, sehingga perekonomian di daerah dapat meningkat ketika akses infrastruktur baik, TPT (Tembok Penahan Tanah) ataupun jalan dan yang lainnya memadai, maka dari itu pihak Pemerintah Desa Sukasirna, Jonggol, Kabupaten Bogor terus melakukan perbaikan dan pembangunan fasilitas umum untuk kepentingan masyarakat.

Salah satunya pihak Pemerintah Desa Sukasirna memaksimalkan pekerjaan TPT yang berlokasi di Kampung Raweuy RT 02/01 Desa Sukasirna dengan anggaran dari Dana Desa tahap ke 3 dengan Volume Panjang 115 cm, Lebar 30 cm dan Tinggi 110 cm.

Kaur Umum Ugih Iskandar mengatakan, upaya ini untuk memperkokoh akses jalan desa. Selain itu juga untuk mempermudah akses perekonomian warga setempat.

“Ini juga untuk mencapai tujuan mensejahterakan masyarakat. Oleh sebab itulah Pemerintah Desa Sukasirna memanfaatkan dana dari pemerintah ini dengan maksimal untuk kepentingan masyarakat,” ucapnya kepada Jurnal Bogor, Senin (18/12).

Lebih lanjut dikatakannya, satu per satu rencana pembangunan fisik yang ada di Desa Sukasirna telah dimusyawarahkan dan disepakati bersama antara Pemerintahan Desa, TPK, BPD, LPMD, RT, RW, dan tokoh masyarakat yang sudah dituangkan dalam APBDesa ataupun RKPJM Desa yang terlaksana sesuai jadwal yang sudah ditentukan.

Sementara itu Kepala Dusun 01, Paino memberikan tanggapan tentang dibuatnya TPT tersebut. Paino pun mengaku bangga kepada Pemdes Sukasirna yang sudah menganggarkan tiap-tiap dusun untuk ditalut jalannya supaya tidak terjadi penggerusan tanah.

“Karena dengan dibangunnya TPT ini jalan menuju pemukiman masyarakat jadi bagus dan mempermudah akses warga,” pungkasnya.

(andi/nay)

Hadirkan Tokoh Inspiratif, Raimuna Ranting Tanjungsari Tahun 2023 Berlangsung Meriah

0

Tanjungsari | Jurnal Bogor
Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Tanjungsari melalui Dewan Kerja Ranting melaksanakan kegiatan Raimuna Ranting Tanjungsari Tahun 2023 di Lapangan Desa Selawangi, Tanjungsari, Kabupaten Bogor, Jumat-Minggu, 15-17 Desember 2023.

Raimuna dengan tema  “Membangun Generasi Demi Terwujudnya Indonesia Emas 2045” dihadiri 163 peserta, 30 panitia, 11 tokoh inspirasi dan beberapa tamu undangan lainnya.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Kecamatan Tanjungsari, Suprijanto, SH dan dihadiri oleh Kasi Pendikes, Koramil, UPT Puskesmas, Perhutani, Pengawas, Ketua Kwarran, Mabigus, serta pengurus Kwaran Tanjungsari.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang ikut serta dan memberikan dukungan dalam terlaksananya kegiatan Raimuna Ranting Tanjungsari Tahun 2023, besar harap saya kegiatan ini menjadi pengalaman dan pembelajaran yang bermanfaat, mendorong motivasi untuk mengabdi tanpa henti di Gerakan Pramuka, khususnya untuk penegak dan pandega di Kwartir Ranting Tanjungsari,” kata Ketua DKR Tanjungsari, Aditia Pancoli dalam keterangannya, Senin (18/12/2023).

Dalam kegiatan ini Dewan Kerja Ranting Tanjungsari mengundang beberapa tokoh inspiratif dan narasumber yang ikut berpartisifasi di kegiatan Raimuna Ranting Tanjungsari yakni IPB University, UIN Bandung, Bursa Efek Indonesia, Bogor Youth Forum, Kepala Desa Selawangi, Polsek Tanjungsari, Puskesmas Tanjungsari, PPK, Panwas, Ranger INC, DKC dan DKN.

Dalam kegiatan ini pula, peserta Raimuna Ranting Tanjungsari mengunjungi Agrowisata Nuansa Alam , Curug Country dan juga Kampung Ramah Lingkungan yang merupakan kegiatan unggulan di Raimuna Ranting Tanjungsari.

Tujuan dalam kegiatan ini yaitu untuk mempererat persaudaraan, memelihara kebudayaan, meningkatkan ilmu pengetahuan dan keterampilan serta kebermanfaatan Pramuka penegak dan pandega di lingkungan masyarakat.

(anwar/rls)

Ratusan KPPS Desa Batulayang Ikut Tes Kesehatan

0

Cisarua | Jurnal Bogor
Ratusan calon Ketua Panitia Pemungutan Suara (KPPS) yang tersebar di Desa Batulayang, Cisarua, Kabupaten Bogor, dilakukan tes kesehatan. Kegiatan yang digagas Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Batulayang itu dilaksanakan di Aula Kantor Desa Batulayang, Senin (18/12/2023).

Ketua PPS Desa Batulayang, Johan Wahyudi mengatakan, kegiatan tes kesehatan terhadap calon KPPS ini, penting dilakukan menjelang pemilihan umum (Pemilu) 2024 nanti. Bahkan, tes kesehatan termasuk persyaratan wajib dilakukan semua calon KPPS.

Menurutnya, dari 30 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di Desa Batulayang, membutuhkan KPPS sebanyak 275 orang untuk mensukseskan pelaksanaan Pemilu pada 14 Februari 2024 nanti.

“Sebenarnya untuk KPPS berjumlah 210 ditambah dari Satlinmas 60 orang dan Linmas yang bertugas di Desa Batulayang 5 orang, jadi total semuanya sebanyak 275 orang,” ungkap Johan kepada wartawan.

Johan menerangkan, tes atau cek kesehatan bagi petugas KPPS, sesuai anjuran Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bogor yang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes).

“Cek kesehatan bagi petugas KPPS itu tidak bayar alias gratis. Dan syaratnya hanya melampirkan E-KTP dan kartu peserta BPJS, jika tidak memiliki cukup dengan KTP saja,” tuturnya.

Dalam sosialisasi rekrutmen petugas KPPS dan kegiatan cek kesehatan tersebut lanjut Johan, pihaknya mengaku sejauh ini lancar dan tidak ada kendala apapun.

“Alhamdulillah lancar. Kita bagi dua sesi, hari ini dari mulai TPS 1 hingga 15,  besok itu mulai TPS 16 sampai 30,” tambahnya.

Selain melaksanakan tes kesehatan selama dua hari, sambung Johan, semua calon KPPS juga akan mengikuti  kegiatan bimbingan teknis (Bintek).

“Rencananya besok (hari ini, red) ratusan calon KPPS ikut Bintek,” imbuhnya.

Johan menghimbau seluruh petugas KPPS, termasuk PPS Desa Batulayang untuk menjunjung tinggi netralitas. Bahkan, apabila ada rekan-rekan yang terdaftar di SIPOL (Sistem Informasi Partai Politik), maka harus membuat surat pengunduran diri maksimal 5 tahun kebelakang dan di tandatangani diatas materai oleh yang bersangkutan, baru kemudian setelah itu bisa mencalonkan diri sebagai petugas KPPS.

“Intinya semua petugas KPPS harus bersikap netral,” tukasnya.

(dede suhendar)

PMR SMAN 1 Cigombong Kunjungi Markas PMI Kota Bogor

0

Bogor | Jurnal Bogor
Palang Merah Remaja (PMR) SMAN 1 Cigombong Kabupaten Bogor mengadakan kunjungan ke markas PMI Kota Bogor, Senin (18/12/2023). Kedatangan sebanyak 20 anggota PMR SMAN 1 Cigombong itu merupakan program PMR diakhir masa jabatan masa kepemimpinan Ketua PMR SMAN 1 Cigombong Zyqri Prasetia.

Pada kegiatan kunjungan ini, mereka didampingi oleh pelatih dan pembina PMR SMAN 1 Cigombong untuk mengenal donor darah dan rombongan diterima oleh Bidang Relawan PMI Kota Bogor M.Iksan dan Kepala Unit Donor Darah Dokter Wisnu.

PMR SMAN 1 Cigombong itu diberikan edukasi dengan pemaparan meteri proses donor darah dan sekaligus tanya jawab. Selain itu, juga mereka mendapatkan wawasan pengetahuan dalam hal evakuasi saat kebencanaan.

Kegiatan kunjungan tersebut diisi dengan materi dan praktik tentang evakuasi bencana seperti evakusi pada saat bencana gempa bumi sehingga ketika terjadi bencana, siswa-siswa dapat melakukan evakuasi sesuai dengan SOP.

“Bukan hanya materi tentang evakuasi bencana, tetapi juga meteri tentang donor darah. Siswa siswi diperlihatkan bagaimana prosedur donor darah dari pertama sampai akhir tahap donor darah,” kata Sekretaris PMI Kota Bogor Zainal Mutaqien.

Anggota PMR SMAN 1 Cigombong Kabupaten Bogor juga diajak melihat jenis-jenis ambulans yang ada di markas PMI Kota Bogor, serta berkesempatan untuk berkeliling  kantor PMI Kota Bogor untuk melihat fasilitas dan ruangan kerja yang ada di markas PMI Kota Bogor.

“Semoga dapat menambah pengalaman serta dapat  dibagikan ke teman-temannya nanti di sekolah,” harap Zainal Mutaqien.

(wan)

Proyek Jalan Pancawati Mangkrak, PT BLP Terancam Kena Blacklist 

0

Caringin|Jurnal Bogor
PT Beta Lestari Prima (BLP) pelaksana proyek peningkatan ruas Jalan Veteran I (Pancawati-Cikereteg) di Desa Pancawati, Caringin, Kabupaten Bogor, terancam kena blacklist. Hal itu lantaran sampai saat ini BLP sebagai pemenang tender proyek yang nilainya mencapai Rp2,8 miliar tersebut, belum menyelesaikan pengerjaannya dan dipastikan mangkrak.

Pelaksana pekerjaan diketahui menerima Surat Perintah Kerja (SPK) sejak Agustus 2023 dan wajib menyelesaikan pekerjaan selama 120 hari kalender atau hingga akhir Desember 2023.

Sedangkan pantauan di lokasi, proyek betonisasi jalan sepanjang 830 meter tersebut tampak tak berjalan sesuai progress. Ruas badan jalan yang telah dicor baru beberapa puluh meter berikut pembangunan tembok penahan tebingan. Padahal, waktu tersisa hanya 12 hari.

Menyikapi kondisi tersebut, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, Wawan Hikal Kurdi, menegaskan, jika sampai batas waktu kontrak pekerjaan tak juga rampung maka pelaksana pekerjaan bisa diputus kontrak.

“Jika tidak selesai pekerjaan maka kontraktor pelaksana bisa diputus kontrak dan seluruh pihak yang terlibat dalam proyek terancam sanksi blacklist. Saya tegaskan, tidak ada program luncuran ya, perhatikan itu,”  tegas Wawan Hikal Kurdi.

Terkait hal tersebut, Wawan menandaskan pihak-pihak terkait seperti Dinas PUPR, konsultan, dan UPT harus menganalisa progress pekerjaan.

“Jika proyek tidak selesai sampai tanggal ditentukan, Desember 2023, berarti putus kontrak dan blacklist seluruhnya. Penyedia jasa PT maupun CV juga termasuk orangnya,” tandasnya.

Sebagai informasi, pembangunan Jalan Veteran I di Desa Pancawati tersebut telah lama diinginkan oleh masyarakat. Kondisi jalan cukup darurat dilintasi karena terjadi kerusakan parah. Mobilitas masyarakat dan wisatawan juga terkendala di jalur tersebut.

Sementara itu, pihak PT BLP yang beberapa kali dikonfirmasi tak memberikan tanggapan. Beberapa waktu sebelumnya, diperoleh informasi perusahaan terkendala permodalan sehingga mengandalkan uang muka proyek dari Pemkab Bogor.

Sementara, warga Desa Pancawati, Budi meminta agar Pemerintah Kabupaten Bogor tidak lagi mengikut sertakan PT BLP pada kegiatan lelang di tahun-tahun mendatang.

“Buat apa pengusaha seperti BLP diikutsertakan lagi lelang, sekarang saja sudah jelas merugikan kami sebagai warga Pancawati,” jelasnya.

Budi mengungkapkan, pembangunan jalan ini sangat diinginkan warga, karena kondisinya sudah sangat rusak parah dan rawan terjadi kecelakaan saat berkendara, karena jalan berlubang dengan diameter besar.

“Kondisi jalan sudah hampir tidak ada lagi aspalnya dan berlubang. Makanya, kami sangat ingin ada pembangunan, tapi setelah dibangun malah yang mengerjakan pengusaha tidak bertanggung jawab,” tukasnya.

(dede suhendar)

Caleg Asal Nanggung Digali Aspirasi dan Kepeduliannya Terhadap Pemuda

0

Nanggung | Jurnal Bogor
Sejumlah calon legislatif (caleg) yang akan berkompetisi di Pemilu 2024 asal Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor duduk bareng dengan para pemuda Nanggung.

Acara yang berlangsung di Gedung PGRI Nanggung pada Sabtu (16/12/2023) itu dikemas dalam kegiatan seminar politik yang digagas oleh Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Nanggung dengan tajuk pemuda dan demokrasi.

Sebanyak 7 caleg asal Kecamatan Nanggung hadir dalam seminar tersebut. Para caleg yang diundang yakni Usep Nukliri, H. Narya Sunarya, Peronia, Irma Komalasari, Agus Muhammad, Sarni, Irpan Darajat, dan Bustomi.

Ketua DPK KNPI Nanggung Isep Pirdaus mengatakan, sengaja mengundang sejumlah caleg asal Nanggung untuk menjadi pembicara. Hal ini tentu sebagai sikap organisasi, mengingat mereka yang akan mewakili kursi DPRD Kabupaten Bogor dan Provinsi Jawa Barat.

“Seminar ini aspirasi pemuda KNPI Nanggung dengan tujuan menggali aspirasi dari putra putri terbaik Nanggung,” katanya.

“Kita berharap agar putra putri terbaik dari Kecamatan Nanggung menunjukkan kecintaan dan kepedulian mereka terhadap kegiatan pemuda setempat,” tambahnya.

Dia menekankan, pentingnya memberikan pendidikan politik kepada pemuda untuk aktif berkontribusi dalam Pemilu 2024 dan mencegah praktik politik uang dan black campaign. 

“Agar para caleg dan dewan yang terpilih mendukung anggaran APBD yang menguntungkan pemuda, khususnya di Kecamatan Nanggung,” bebernya.

Meski diharapkan kehadiran seluruh caleg dalam acara tersebut, satu diantaranya Sarni yang saat ini sebagai anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) berhalangan hadir.

(andres)

Keluhan Warga Didengar, Kades Ciawi Realisasikan Pembangunan Jalan ke TPU

0

Ciawi | Jurnal Bogor
Keluhan warga Kampung Sacomot, Desa Ciawi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, saat membawa keranda mayat ke lokasi tempat pemakaman umum (TPU), akhirnya didengar pemerintah desa. Sebab, saat akan menguburkan jenazah warga yang meninggal, kondisi jalan yang masih tanah menjadi kendala.

Kepala Desa Ciawi, Nana Sumarna membenarkan adanya keluhan warga Kampung Sacomot di RT 03 RW 03 yang ingin akses jalan lingkungan menuju ke lokasi TPU, dilakukan pembangunan.

Jalan ke TPU diaspal

“Alhamdulillah tahun ini, akses jalan lingkungan yang tadinya masih tanah itu sudah kami bangun dengan melakukan pengaspalan,” ujarnya kepada Jurnal Bogor belum lama ini.

Menurutnya, pengaspalan jalan lingkungan yang tidak hanya menuju lokasi TPU itu, dilakukan dengan menggunakan sumber anggaran bantuan keuangan dari pemerintah pusat atau Dana Desa (DD) dengan panjang 300 meter, lebar 1,2 meter dan tinggi 0,10 centimeter.

 “Pengaspalan itu anggaran DD tahap pertama tahun 2023 dan menghabiskannya biaya sebesar 93 juta,” ujar Nana.

Nana mengungkapkan, untuk penyerapan anggaran DD tahun sekarang, di fokuskan terhadap pemerataan pembangunan jalan lingkungan yang ada di wilayah Ciawi. Sehingga, saat DD tahap kedua turun, langsung dialokasikan ke pembangunan jalan lingkungan yang bisa tembus ke wilayah Desa Banjarwaru.

 “Makanya begitu tahap dua cair, pembangunan jalan lingkungan kami lanjutkan dengan volume panjang 500 meter, lebar 120 meter dan tinggi 0,10 centimeter serta menghabiskan anggaran 140 juta,” paparnya.

Nana mengaku, sebagai desa mandiri tentunya pemerataan pembangunan menjadi skala prioritas. Tujuannya, agar setiap wilayah yang ada di Desa Ciawi merasakan program pembangunan tersebut.

“Hasilnya sekarang bisa kami lihat, pembangunan jalan lingkungan tinggal dua wilayah lagi, yakni RW 02 dan 03. Kami masuk kan kedalam program pembangunan di tahun depan,” jelasnya.

Nana berharap, setelah semua infrastruktur jalan, baik jalan desa maupun jalan lingkungan yang ada di wilayahnya Ciawi selesai dibangun, membawa dampak positif terhadap  masyarakat dan kemajuan wilayah.

“Harapan saya ke depan tidak ada lagi keluhan warga saat akan menguburkan jenazah ke lokasi TPU. Tak hanya itu, saat infrastruktur sudah bagus dapat berdampak terhadap meningkatnya perekonomian masyarakat,” imbuhnya.

Sementara, Ketua RT 03 RW 03 Kampung Sacomot, Asbulloh mengatakan, selama ini kondisi jalan yang masih tanah, kerap dikeluhkan warga terutama saat akan menguburkan jenazah ke TPU. Keluhan itu pun selalu disampaikan warga ketika sudah masuk musim hujan.

 “Soalnya kalau sudah masuk musim hujan, jalan menuju lokasi TPU yang hanya setapak itu menjadi licin dan becek. Makanya begitu ada keluhan warga, langsung saya sampaikan lagi ke desa,” ungkapnya.

Asbulloh pun mengapresiasi pemerintah desa yang secara langsung bekerja cepat dengan merealisasikan keluhan warga tersebut. Itu dibuktikan dengan membangun akses jalan lingkungan menuju TPU di tahun ini.

 “Setelah mengetahui jalan lingkungan ini dibangun, warga kami terlihat sangat senang. Saya dan warga berterimakasih sekali kepada Kades Ciawi, karena langsung merealisasikan  keinginan kami,” tukasnya.

(dede suhendar)