22.4 C
Bogor
Monday, April 6, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 414

Pekerja Pembangunan Pasar Sementara Keluhkan Terganggu Aktivitas Pedagang dan Pengunjung

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor
Pembangunan pasar sementara yang direlokasi dari Pasar Tohaga Leuwiliang, Kabupaten Bogor yang belum lama ini terbakar dikeluhkan para pekerja.

Pasalnya, sudah hampir 15 hari para pekerja mengaku sangat terganggu dengan banyaknya lalu lalang aktivitas pedagang hingga tempat parkiran di pelataran pasar membuat pekerjaan tak maksimal.

Pembangunan yang dialokasikan dari Biaya Tak Terduga (BTT) dari Pemkab Bogor yang dimulai 23 Oktober itu juga belum muncul progres yang signifikan.

“Kendalanya dari lalu lalang pedagang sama pengunjung kalau di lokasi bisa melihat masih dikerjakan motor sudah pada masuk, terkadang baru dicor kaya gini suda diinjak-injak dan itu jadi kendala kami sebagai pekerja dan hasil kita yang jelas untuk memaksimalkan sedikit susah,” kata Kepala Tukang Pekerja Pasar Sementara Leuwiliang Nardi kepada wartawan, Senin (6/11/2023).

Pengecoran pelataran yang dikerjakan oleh 20 orang pekerja itu mengaku, keluhannya tersebut sudah disampaikan kepada pendamping pasar. Disisi lain untuk pemakaian bahan material yang paten pun terhalang oleh parkiran yang berada di pelataran.

“Pekerja ada 20 orang untuk pengeceron saja, untuk kualitas beton umum yang kita pakai 125K, sementara pakai manual molen karena untuk pakai readymix terus terang lokasinya juga kaya gini parkiran kendaraan motor banyak,” keluhnya.

“Setiap kendala kami sampaikan kepada pendamping pasar. Hambatan terjadi sejak mulai pertama bekerja karena pasar ini beroperasi 24 jam,” tambahnya.

(andres)

Desa Kalongliud Terdampak Hujan Deras dan Angin Kencang

0

1 Jembatan Putus dan Puluhan Rumah Terendam Banjir dan Rusak Ringan

Nanggung | Jurnal Bogor
Wilayah Desa Kalongliud, Nanggung, Kabupaten Bogor terkena dampak  banjir dan longsor akibat hujan deras dan angin kencang yang terjadi pada Sabtu (04/11/2023).

Dampak dari peristiwa tersebut, puluhan rumah terendam banjir dan satu jembatan penghubung RW mengalami putus.

Kepala Desa Kalongliud Jani Nurjaman mengatakan, hujan lebat yang disertai angin kencang selama tiga jam membuat beberapa titik di wilayahnya terkena dampak.

“Sehubungan dengan telah terjadi hujan lebat yang disertai angin kencang, pada  Sabtu 04 November 2023 sejak jam 16:30 WIB sampai 18.30 WIB, sehingga terjadi dampak banjir dan longsor,” katanya saat dikonfirmasi Jurnal Bogor, Senin (6/11/2023).

Jani menjelaskan, saat hujan dan angin kencang berlangsung rumah di Kampung Bongas RW 05 sebanyak  21 Rumah mengalami rusak ringan. Di Kampung  Bongas RW 09 ada 9 rumah rusak ringan serta di kampung Liud RW 03 terdapat 1 rumah rusak ringan.

“Di sebagian wilayah yang masuk ke rumah warga dan longsor di beberapa titik wilayah pemukiman serta putusnya jalan dan 1 unit jembatan desa, penghubung antar wilayah RW. Akibat tergerus oleh derasnya air,” jelasnya.

Kata dia, wilayah yang mengalami longsor dan erosi satu jembatan dengan volume 6× 7 meter mengalami  rusak berat di Kampung Tegallega Permai yaitu terputus dan beberapa titik tebing tanah longsor.

“Satu unit jembatan desa putus, 30 meter tebing tanah longsor ringan, namun diperkirakan jika turun hujan lagi berpotensi longsor ke pemukiman warga,” bebernya.

Dalam kejadian itu, Jani menyatakan, jumlah kerugian yang dialami, baik korban dan yang terdampak terjadi akibat bencana banjir dan angin kencang telah diberitahukan kepada pihak terkait melalui surat terlampir. Jani menghimbau kepada warga agar selalu hati-hati terlebih jika rumah warga berada di tebing.

(andres)

Kerap Terjadi Kemacetan, Rekayasa Lalulintas 2-1 di Jalan Raya Dramaga Belum Maksimal

0

Dramaga l Jurnal Bogor
Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kemacetan di Jalan Raya Dramaga – Kampus IPB University, mulai Senin, 6-9 November 2023. Namun rekayasa lalulintas 2-1 ini belum maksimal dan masih terjadi kemacetan di jalan tersebut.

Kabid (Kepala Bidang) Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor Dadang Kosasih  mengaku rekayasa lalulintas 2 jalur saat ini masih terjadi penumpukan kendaraan di gerbang utama IPB. Dishub pun langsung melakukan evaluasi dan menempatkan anggota di pertigaan yang menjadi titik kemacetan.

“Uji coba rekayasa ini kita lakukan dari hari Senin sampai dengan Kamis (9/11).  Setelah itu kita lakukan evaluasi lagi dan sejauh mana efektifnya rekayasa lalulintas tersebut,” ujarnya.

Dadang menambah kendaraan yang hendak masuk pertigaan Babakan masih dilakukan penutupan dan kendaraan semuanya diwajibkan memutar di gerbang IPB.

Untuk pertigaan Duta Berlian masih dilakukan penutupan dengan menggunakan water barrier. Selain itu ada juga petugas Dishub Kabupaten yang berjaga.

“Ada 13 petugas yang berjaga di titik kemacetan.  Sampai saat ini belum ada sanksi bagi ke kendaraan yang melanggar. Namun, sanksi tilang dilakukan oleh Kepolisian. Itu juga bagi kendaraan yang melanggar jam operasional  seperti truk tambang,” ungkapnya.

Sementara kemacetan parah di Jalan Raya Dramaga – Kampus IPB University terjadi hampir setiap hari terutama pada jam sibuk yakni pagi dan sore hari. Sedangkan rekayasa lalulintas yang dilakukan Dishub yakni berikut ini.

Jadwal jam 06.00 – 08.00 WIB
Arus kendaraan dari arah Leuwiliang menuju Kota Bogor, dibuat 2 lajur dan arus kendaraan dari arah Bogor menuju Leuwiliang dibuat 1 lajur.

Jadwal jam 16.00 – 18.00
Arus kendaraan dari Kota Bogor menuju Leuwiliang, dibuat 2 lajur dan arus kendaraan dari arah Leuwiliang menuju Kota Bogor dibuat 1 lajur.

Semua kendaraan dari arah Leuwiliang yang akan menggunakan Jl Lingkar Dramaga (JLD) dan Jl Perwira, wajib memutar pada area SPBU Dramaga (Seberang KFC Dramaga), karena pada pertigaan dua jalan tersebut dipasang barrier.

Lalu semua kendaraan dari arah Kota Bogor, Ciomas dan Jl Perwira, yang akan menuju Jl Lingkar Kampus IPB dan Jl Babakan Raya, wajib memutar pada ujung median depan gerbang utama Kampus IPB.

(arip ekon)

Menangkan Ganjar-Mahfud di Kota Bogor, Empat Parpol Bentuk Tim Pemenangan Daerah

0

jurnalinspirasi.co.id – Empat partai politik (parpol) pendukung calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) Ganjar Pranowo-Mahfud MD melakukan konsolidasi internal di Sekretariat Tim Pemenangan Daerah Ganjar-Mahfud di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Tanah Sareal, Minggu (5/10) malam.

Diketahui, keempat parpol pendukung dan pengusung pasangan Ganjar-Mahfud adalah PDI Perjuangan, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), dan Partai Persatuan Indonesia (Perindo).

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bogor, Dadang Iskandar Danubrata (DID) mengatakan bahwa rapat konsolidasi itu bertujuan untuk menetapkan susunan pengurus tim pemenangan daerah Ganjar-Mahfud.

“Susunan tim pemenangan daerah Ganjar-Mahfud merupakan gabungan dari para pengurus partai,” ucapnya kepada wartawan, Senin (6/10).

DID menegaskan, dalam rapat itu telah disepakati bahwa Andri Amaral (PDI Perjuangan) ditetapkan sebagai Ketua Tim Pemenangan Daerah Kota Bogor.

Sementara posisi Sekretaris Tim Pemenangan Daerah adalah Ahmad Aswandi dari PPP. Sedangkan jabatan bendahara diisi oleh Ika Kartika asal Partai Hanura.

“Kalau untuk lain-lainnya ditempatkan di direktorat yang kurang lebih ada 11 direktorat. Posisi itu diisi oleh perwakilan perwakilan oleh Perindo, PPP, PDI Perjuangan, Hanura, dan profesional,” jelasnya.

DID menyatakan bahwa pada kesempatan itu, pihaknya juga meresmikan Sekretariat Tim Pemenangan Daerah Ganjar-Mahfud.

“Rapat dihadiri oleh lebih dari 100 orang terdiri dari jajaran pengurus dpc dan juga pengurus dari keempat partai,” tegasnya.

Lebih lanjut, kata Dadang, untuk memenangkan pasangan Ganjar-Mahfud harus dilakukan dengan cara gotong royong dengan cara turun ke masyarakat sambil memperkenalkan visi dan misi untuk mempercepat pembanguan agar Indonesia lebih maju.

“Yang pasti perjuangan ini tidak akan mudah tapi dengan kekompakan dan juga bergotong royong kerjasama yang baik dari keempat partai ini. Saya yakin pasangan Ganjar-Mahfud bisa meraih kemenangan di Kota Bogor,” tandasnya.* Fredy Kristianto

Rehabilitasi DI Cisewu Bak Proyek tak Bertuan, Acep Supriadi: Matrial Pasir yang Digunakan Sudah Tidak Layak, Dewan Harus Turun Lapangan

0

Jonggol | Jurnal Bogor
Rehabilitasi fungsi jaringan irigasi Daerah Irigasi (DI) Cisewu 1, Desa Sukajaya, Jonggol, Kabupaten Bogor mendapatkan protes keras dari warga Cisewu. Pasalnya, selain menggunakan bahan material seperti pasir dan batu yang bersumber dari kali, kontrator proyek juga tidak menyertai papan proyek di lokasi sebagaimana informasi terkait pekerjaan tersebut.

Tokoh pemuda Cisewu, Acep Supriadi mengatakan, sebagai warga Cisewu merasa kecewa akan pekerjaan yang dilakukan oleh kontraktor. Pasalnya, selain diduga tidak sesuai spek, material yang digunakan pemborong tersebut pun sangat tidak layak, karena menggunakan pasir dari kali yang sudah bercampur dengan tanah.

“ Proyek ini sangat diharapkan warga untuk mengaliri air, namun jika cara kerjanya seperti ini, saya sebagai warga sangat kecewa. Kontraktor seakan ingin mengambil untung sebanyak-banyaknya sehingga menggunakan bahan material yang tidak layak pakai,” ungkapnya Acep kepada Jurnal Bogor, Senin (6/11/23).

Acep menyebut, dirinya yang juga pernah membangun jaringan irigasi untuk warga sangat menyayangkan tindakan yang dilakukan kontraktor. Apalagi, biaya yang dikeluarkan bernilai ratusan juta yang notabene berasal dari pajak yang dikumpulkan oleh masyarakat Kabupaten Bogor.

“ Kontraktor itukan tinggal mengerjakan saja, anggaran sudah disediakan oleh Pemda. Cuma yang membuat saya heran juga, fungsi dari konsultan pengawas dan dan UPT Pengairan itu bagaimana. Masa penggunaan material begitu dibiarkan,” gerutu Acep yang juga sebagai Ketua Koordinator Presidium Kecamatan Jonggol.

“ Saya berharap, dengan adanya keluhan ini, ada dewan yang turun dan dinas terkait untuk mengkroscek pekerjaan tersebut,” tambahnya.

Sementara, salah satu pekerja Abdi (bukan nama sebenarnya) mengatakan, dia hanya disuruh untuk menggunakan pasir yang sudah menyatu dengan tanah, meskipun secara kualitas memang sudah tidak layak.

“ Mungkin warga disini menggali pasir dan ditaruh di darat, tapi sama si bos suruh dipake pasir itu, kalo dari kualitas kurang bagus, karena dipegang juga adukan langsung ancur,” katanya.

“ Konsultan saya gak tau, kalo si bos juga jarang ke lokasi, untuk orang dinas kalo datang cuma foto-foto aja,” bebernya.

Terpisah, salah satu warga Muhidin membenarkan apa yang disampaikan oleh salah satu pekerja, pasalnya dia juga pernah melihat langsung ke lokasi sistem kerja disana. Muhidin menyebut, kemungkinan besar para pekerja itu tidak berdaya akan apa yang diinstruksikan oleh atasannya.

“ Mereka itu hanya pekerja, kalo pun ada sanksi dan teguran ya sama kontraktor, kan ada pelaksana, ada pengawas konsultan ada juga dari Dinas PU. Jika mereka bekerja mungkin bahan material itu tidak boleh digunakan, “ kata Muhidin.

Lebih lanjut Muhidin berharap, suara warga Cisewu ini didengar minimal oleh dewan dari Bogor Timur. Jika mereka merasa wakil rakyat, silakan turun ke lapangan dan lihat apa yang menjadi keluhan warga.

“ Harapannya dewan bisa turun, kalo ada yang turun saya siap untuk menjelaskan, karena saya memantau pekerjaan dari awal,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Rehabilitasi Fungsi Jaringan Irigasi D.I Cisewu 1 Jonggol dikerjakan oleh CV Guna Mandiri yang beralamat di Jl,Salak Raya No.17 RT.03/RW.01, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat dengan memakan anggaran sebesar Rp 322 juta rupiah dengan ruang lingkup dan output pekerjaan sebagai berikut

1) Ruang lingkup/batasan lingkup pengadaan pekerjaan konstruksi pembuatan talang saluran menggunakan beton bertulang mutu beton f’c 21,7 Mpa (K250), pembuatan pilar talang menggunakan pasangan batu, pembuatan tiang talang menggunakan beton bertulang mutu beton f’c 14,5 Mpa (K250), pembuatan TPT menggunakan pasangan batu, pembuatan lining saluran dan lantai saluran menggunakan pasangan batu.

2) Keluaran/produk yang dihasilkan dari pelaksanaan pengadaan pekerjaan konstruksi adalah 7 buah tiang talang, 2 buah pilar talang, talang beton bertulang tinggi 1,10 m dan panjang 31,00 m, TPT pasangan batu tinggi 3,00 m dan panjang 26,00 m, lining saluran pasangan batu tinggi 1,00 m dan panjang 26,00 m, lantai saluran pasangan batu lebar 1,00 m dan panjang 26,00 m.

(nay nuráin)

Proyek BBWS Abaikan Keselamatan Pengendara Motor

0

Sukajaya| Jurnal Bogor
Aktivitas pengerukan tanah yang dilakukan oleh pihak perusahaan pada proyek Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sungai Cidurian mengabaikan keselamatan pengendara motor. Tak sedikit sepeda motor terjatuh akibat jalan licin karena adanya lumpur dan tanah di permukaan jalan di wilayah Desa Harkatjaya, Sukajaya, Kabupaten Bogor.

Staf Desa Harkatjaya Utom membenarkan adanya aktivitas pengerukan tanah untuk pengurukan proyek pengendali banjir di Daerah Aliran Sungai (DAS) yang saat ini dikerjakan di wilayah Desa Urug, Sukajaya.

“Untuk pembuatan jalan yang ke (wilayah) Desa Urug tanahnya disitu sekalian digali terus hujan longsor lagi,” kata Utom kepada wartawan, Senin (6/11/2023).

Jadi kata dia, aktivitas pengerukan tanah tersebut pihaknya tidak tahu menahu lantaran belum ada izin ke pihak desa.

“Kalau untuk izin sebetulnya pas (awal) itu akan dilaksanakan ya memang kita hadir di Desa Urug, intinya kami memberikan izin adanya pembangunan adapun pengerukan dan lainya kita gak tahu, karena memang awalnya sudah memberi izin itu jadi bagian daripada itu atau perusahaan,” katanya.

Sementara itu, Kasie Trantib Satpol PP Kecamatan Sukajaya Jono menyatakan, dirinya tidak mengetahui aktivitas penggalian tanah yang dilakukan oleh salah satu perusahaan tersebut, lantaran belum adanya koordinasi kepada pihak kecamatan terkait adanya kegiatan yang dilakukan.

“Kurang tau (aktivitas apa) tapi katanya PT, tapi gak ada koordinasi ke pihak kecamatan,” bebernya.

Diakuinya, dampak pengerukan tanah tersebut dinilai membahayakan bagi pengguna jalan, lantaran tanahnya bercecer ke badan jalan dan membuat licin apalagi akhir-akhir ini wilayah tersebut sering hujan.

“Saya sudah bilang ke pihak PT untuk ditutup dulu karena musim hujan jangan gali-gali sembarangan,” katanya.

Menurutnya, sudah ada beberapa pengendara motor yang terjatuh saat melintas di jalan tersebut.

“Makanya saya tadi subuh banyak yang jatoh, saya sengaja turunin Damkar untuk penyemprotan,” katanya.

Untuk itu, pihaknya kedepan akan memberikan teguran kepada pihak perusahaan yang melakukan aktivitas pengerukan tanah tersebut.

“Sementara saya bersihkan dulu jalannya kalo udah rencana saya akan menegur ke pihak PT,” pungkasnya.

(andres)

Dechan Komitmen Kembangkan Talenta Lokal

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Ketua PBVSI Kabupaten Bogor Dede Chandra Sasmita mengatakan komitmen dan fokus menggali talenta atlet lokal menjadi pegangan dari jajaran pengurus PBVSI Kabupaten Bogor dalam menatap Porprov Jabar 2026.

Ia bersikeras pada Porprov Jabar 2026 mendatang PBVSi Kabupaten Bogor akan menggunakan para pemain lokal yang saat ini jadi binaan PBVSI Kabupaten Bogor.

Tak hanya itu, kata Dechan, perhelatan event Bola Voli Putri Bupati Cup 2023 juga sebagai salah satu ajang mencari potensi atlet voli Kabupaten Bogor yang potensial.

” Kami saat ini banyak mendukung event Bola Voli yang digelar di beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor. Hal ini untuk menggairahkan olahraga bola voli di masyarakat Kabupaten Bogor,” ujar Dechan, Senin, 6 November 2023.

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor ini melanjutkan, event Turnamen Bola Voli Bupati Cup 2023 kategori putri akan dilakukan pada tanggal 12 sampai 16 November 2023 di GOR Ksatria Arena Karadenan, Cibinong, Kabupaten Bogor.

” Pemain putri yang akan ambil bagian dalam event Bupati Cup 2023 ini adalah pemain kelahiran 2003 dan ber KTP Kabupaten Bogor,” ujar anggota DPRD Provinsi Jabar dari Partai Demokrat .

Selanjutnya, tambah Dechan, mudah mudahan dalam event Bupati Cup 2023 ini akan muncul talenta potensial yang bisa diproyeksikan masuk dalam skuad bola voli Kabupaten Bogor menuju Porprov Jabar 2026.

(asep syahmid)

Lima Pemain Baru Gairahkan Motivasi Persikabo 1973

0

Bogor | Jurnal Bogor
Persikabo 1973 sudah meresmikan kedatangan lima pemain asing baru mereka, yang akan diandalkan untuk mengarungi putaran kedua kompetisi Liga 1 2023/24.

Pada putaran pertama kemarin, Laskar Padjajaran yang masih dikomandoi Aidil Sharin Sahak menggaet enam pemain asing. 

Mereka adalah Rafael Conrado (CF), Jose Varela (MF), Kaishu Yamazaki (MF), Kainoa Bailey (DF), Nikola Kovacevic (DF), dan Pedrinho (MF).

Dari kelima nama di atas, praktis hanya Pedrinho saja yang dipertahankan, dan sisanya resmi dilepas.

Para amunisi baru Laskar Padjajaran bahkan sudah melakoni debutnya di laga melawan RANS Nusantara FC pada Sabtu (4/11) kemarin.

Kelima legiun impor tersebut adalah Keven Aleman (MF), Junior Bakayoko (DF), Caca Basilio (MF), Myat Kaung Khant (MF) dan Pedro Augusto (FW).

Empat nama pertama sudah mencatatkan menit bermain untuk Laskar Padjajaran, bahkan Keven berhasil mencetak gol di laga debutnya melalui sebuah sepakan spektakuler.

Pelatih Aji Santoso mengakui hadirnya pemain baru ini memberikan gairah dan semangat baru dalam tim.

Ia juga berharap bisa meneruskan hasil positif saat bertandang ke markas Persija Jakarta pada Kamis (9/11) mendatang.

“Dengan hadirnya pemain baru ini berubah ya, saya bisa melihatnya di latihan, mudah-mudahan saja ini jadi awal yang bagus,” ucap Aji dilansir dari laman resmi PT Liga Indonesia Baru ( LIB) Senin, 6 November 2023.

“Berikutnya kami sudah ditunggu lawan berat, Persija tim yang bagus, dimana pertandingan kemarin mereka menang lawan PSM. Saya akan mempersiapkan tim lebih maksimal untuk lawan Persija,” sambungnya.

(asep syahmid)

Gunakan Tanah Warga untuk Bedeng dan Lintasan Alat Berat Tanpa Izin, Kontraktor Pembangunan Pasar Gunung Putri Dinilai Sembrono

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor
Belum usai persoalan izin lingkungan dengan warga, kontraktor proyek pengerjaan Pasar Gunung Putri di Perumahan Griya Bukit Jaya (GBJ) Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, diduga menggunakan lahan milik warga tanpa izin untuk menjalankan kegiatannya.

Proyek yang dikerjakan oleh CV Bela Persada dengan nilai Rp7,3 miliar dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Bogor itu, dinilai sembrono. Pasalnya, kontraktor menggunakan lahan milik Acang Suryana untuk akses jalan, menaruh alat berat dan membuat bedeng atau rumah sementara pekerja tanpa izin pemiliknya.

” Tanah saya dipakai tempat parkir alat berat beko. Tanah saya dirusak untuk dipakai akses jalan dan sekarang sedang dibangun bedeng kontraktor. Semua itu belum atau tidak ada ijin dari saya,” kata Acang Suryana kepada Jurnal Bogor, Senin (6/11/23).

Acang mengaku keberatan dengan sikap kontraktor yang sudah merugikan tersebut.  Apalagi, Acang yang merupakan warga perumahan GBJ dan memiliki lahan tepat berada disamping pembangunan Pasar Gunung Putri itu, tidak pernah dilibatkan dalam hal apapun sampai saat ini.

” Kalau sudah begini, apakah RT dan RW mau bertanggung jawab. Intinya saya keberatan. Bukan dengan pembangunan pasarnya melainkan etika sopan santunnya yang tidak menghargai orang lain,” tegasnya.

“Saya sebagai warga perumahan Griya Bukit Jaya RT 08 RW 28 tidak pernah merasa minta diwakilkan oleh RT dan RW terkait masalah pasar,” tambahnya

Bahkan, sambung Acang, dia juga tidak dilibatkan dalam atau diberitahu oleh RT dan RW setempat terkait setuju atau tidak setuju adanya pasar tepat berada disamping lahan miliknya.

“Intinya bahwa saya selaku pemilik tanah seluas 12.000 m2 yang lokasinya bersebelahan dengan lokasi pembangunan Pasar Gunung Putri sama sekali tidak dilibatkan atau diberitahu oleh pelaksana pembangunan pasar mulai dari pengukuran dan pemasangan patok tetangga batas tanah,” ujarnya.

“Karena tetangga terdekat dan terdampak adanya pasar ya saya langsung karena tanah saya bersebelahan dengan bangunan pasar,” sambungnya.

Karena sudah merusak tanah miliknya tanpa izin, tegas Acang, sudah diserahkan kepada kuasa hukum untuk melakukan langkah selanjutnya karena sudah sangat merugikan.

“Sedang dipelajari oleh tim kuasa hukum saya (langkah selanjutnya). Yang pasti sudah ada 3 pasal yang dilanggar kontraktor yakni, perusakan tanah, memasuki pekarangan orang lain tanpa ijin dan membangun diatas tanah milik orang lain tanpa ijin pemiliknya,” pungkasnya.

(nay nuráin)

Diguyur Hujan Deras Selama 2 Hari, Jalan di Dusun 5 Longsor

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor
Hujan disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Bogor akhir-akhir ini membuat sebagian wilayah mengalami banjir, longsor dan merusak atap rumah akibat terjangan hujan dan angin. Hal tersebut turut dialami warga Dusun 5 Kp Cikuda, Desa Bojong Nangka, Gunung Putri, Kabupaten Bogor dimana tebingan mengalami longsor, hingga menutup area jalan raya yang biasa dilintasi warga sekitar.

Kepala Desa Bojong Nangka Hadji Amir mengatakan peristiwa longsor terjadi diakibatkan hujan deras dan angin kencang yang mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu Malam. Hingga longsoran material tanah yang tidak terhalang TPT tersebut memenuhi jalan raya.

“ Lokasi terdampak longsor akibat hujan deras diantaranya di kp.Cikuda Dusun 5 Desa Bojong Nangka yang menyebabkan tertutupnya akses jalan warga,” kata Hadji Amir kepada Jurnal Bogor, Senin (6/11/23).

Hadji Amir bersyukur dalam kejadian tersebut tidak ada warga yang melintas sehingga tidak ada korban jiwa. Dia pun menurunkan 1 unit alat berat untuk membersihakn material longsor agar jalan yang biasa dilalui oleh warga bisa segera dilintasi kembali.

“ Alhamdulillah hanya dalam hitungan jam akses sudah bisa dilalui, karena kita langsung gercep menurunkan alat berat untuk merapikan longsoran tanah di area tersebut,” tuturnya.

” Untuk mengantisipasi terjadinya hal serupa harus dibangunkan turap. Kita akan berkordinasi dengan pemerintahan daerah, langkah dan solusi apa yang harus dilakukan. Apakah pembangunan turab tersebut menggunakan menggunakan APBD atau DD,” tambahnya.

Lebih lanjut, Hadji Amir berpesan agar warga lebih waspada dengan kondisi cuaca saat ini mengingat, sudah memasuki musim penghujan, dimana bencana alam bisa terjadi kapan saja tanpa diketahui.

“Selalu waspada, sudah masuk musim hujan, bersihkan selokan-selokan agar air bisa mengalir tanpa ada hambatan, “ pesannya.

Sementara, salah satu warga Abidin (33) menjelaskan saat longsor dirinya mendengar ada suara gemuruh seperti ada barang jatuh sekitar pukul 23.00 WIB. Karena lokasi logsor bisa dibilang tidak terlalu jauh dari kediamannya.

“ Sudah dua hari ini kan hujan angin terus ya, dan pada malam Senin itu saya mendengar seperti ada suara gemuruh, kirain geluduk atau apa. Soalnya petir sama geluduk juga rame, eh gak taunya longsor pas pagi mau berangkat kerja,” jelasnya.

“ Alhamdulilahnya Pemdes gercep, dan jalan kembali bisa dilintasi warga. Soalnya akses jalan cuma lewat situ aja, kalo buat saya pribadi bisa muter cuma jauh banget,” tambahnya mengakhiri.

(nay nuráin)