29.2 C
Bogor
Wednesday, June 24, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 3

Subhan: SE DTSEN Persulit Warga Miskin

0

Bogor | Jurnal Bogor

Desakan agar Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengkaji ulang Surat Edaran (SE) Nomor 100.3.4.2.16-Dinsos Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), semakin kencang.

Anggota DPRD Kota Bogor asal Partai Demokrat, Subhan menilai, penerapan surat edaran tersebut justru berpotensi mempersulit masyarakat kurang mampu untuk memperoleh hak atas bantuan sosial (bansos).

Subhan menilai Pemkot Bogor keliru dalam mengimplementasikan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) serta Keputusan Menteri Sosial Nomor 79 Tahun 2025.

Menurutnya, ketentuan mengenai DTSEN tidak mengikat pemerintah daerah secara mutlak dalam penyaluran bantuan sosial. Terlebih, hingga kini masih ditemukan ketidaksesuaian antara data dengan kondisi masyarakat di lapangan.

“Untuk pemerintah daerah tidak terikat dengan DTSEN desil. Masih banyak ketidaksesuaian antara data dengan kondisi riil masyarakat. Karena itu, Pemkot jangan salah kaprah dalam mengimplementasikan Inpres Nomor 4 Tahun 2025 dan Kepmensos Nomor 79 Tahun 2025,” ujar Subhan.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Bogor telah memiliki dasar hukum berupa Peraturan Wali Kota Nomor 101 Tahun 2022 tentang tata cara penganggaran, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, pertanggungjawaban, serta monitoring dan evaluasi hibah dan bantuan sosial. Menurutnya, surat edaran tidak boleh bertentangan ataupun mengesampingkan ketentuan yang telah diatur dalam Perwali tersebut.

“Seharusnya Pemkot mengkaji ulang terbitnya surat edaran itu. Jangan sampai surat edaran justru mengangkangi Perwali yang masih berlaku sebagai dasar pelaksanaan bantuan sosial di daerah,” katanya.

Subhan juga mengingatkan bahwa Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam rapat bersama DPR RI telah menegaskan bahwa penggunaan DTSEN tidak bersifat mengikat bagi pemerintah daerah.

Selain itu, ia menegaskan Inpres maupun Keputusan Menteri Sosial tidak berlaku surut. Oleh sebab itu, menurutnya, regulasi yang telah berlaku di daerah tetap harus menjadi acuan dalam penyaluran bantuan sosial.

“Inpres dan Kepmensos itu tidak berlaku surut. Yang berlaku surut hanya untuk perkara tertentu seperti pelanggaran HAM berat dan tindak pidana korupsi. Selama Perwali masih berlaku, maka itu yang harus dijadikan pedoman,” tegasnya.

Subhan menilai penerapan SE Nomor 100.3.4.2.16-Dinsos Tahun 2025 secara kaku justru berpotensi menghilangkan hak masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan.

“Akibat adanya surat edaran ini, masyarakat kecil semakin dipersulit untuk mendapatkan hak bantuan sosial. Pemkot harus segera mengevaluasi dan mengkaji ulang kebijakan tersebut agar penyaluran bansos benar-benar berpihak kepada warga yang membutuhkan,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana, Lintas Relawan Pondok Aren Gelar Pertemuan Kolaborasi

0

Tangerang Selatan | Jurnal Bogor
Dalam upaya memperkuat sistem keselamatan dan keamanan lingkungan, sejumlah organisasi kerelawanan di Kecamatan Pondok Aren menggelar pertemuan kolaborasi silaturahmi pada Sabtu (20/6/2026) malam.

Kegiatan yang dimulai pukul 19.00 WIB di Pos Relawan Pemadam Kebakaran Jl. Pd. Pucung Indah 2 No.3 Blok A1, Pondok Pucung, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan dihadiri jajaran Relawan Damkar Kecamatan Pondok Aren, pengurus Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) Tangsel, serta tim medis dari Ambulance Ercom.

Pertemuan strategis ini fokus membahas rencana kolaborasi aksi nyata dalam penanggulangan bencana serta menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di wilayah lingkungan Pondok Aren.

Dengan menggabungkan keahlian di bidang pemadaman, penyelamatan, dan respons medis darurat, kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat penanganan situasi kritis di masyarakat.

Ketua Relawan Damkar Kecamatan Pondok Aren, Riko, menyampaikan harapan besarnya agar momentum ini menjadi titik balik kuatnya sinergi antar-relawan di tingkat akar rumput.

“Semoga dari pertemuan ini menjadi awal dari kolaborasi kekompakan jajaran kerelawanan di zona pemerintahan 11 kelurahan di Kecamatan Pondok Aren,” ujar Riko di sela-sela kegiatan.

Melalui integrasi kekuatan dari 11 kelurahan yang ada di Pondok Aren, para relawan berkomitmen untuk saling mendukung, berbagi informasi cepat, dan melakukan edukasi tanggap bencana secara masif kepada warga.

Sinergi ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan Pondok Aren yang lebih aman, kondusif, dan tangguh dalam menghadapi berbagai potensi bencana.

(Wawan Hermawanto)

ITB Dewantara Gelar Seminar Umum Bahas Peran Manajemen dalam Pengembangan Bisnis Digital

0

Bogor | Jurnal Bogor
Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Dewantara menyelenggarakan Seminar Umum bertema “Peran Manajemen dalam Mengembangkan Bisnis Digital di Era Modern” pada Sabtu, 20 Juni 2026, di Gedung Aula Grahatara, Yayasan Dewantara.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 11.00 WIB ini menghadirkan Prof. Dr. Henry Eryanto, MM., Guru Besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ) sebagai pembicara utama.

Seminar yang terbuka bagi mahasiswa dan umum tersebut dihadiri oleh para dosen ITB Dewantara serta lebih dari 150 mahasiswa dari Program Studi Manajemen, Program Studi Bisnis Digital, dan Program Studi Sistem Teknologi Informasi.

Kehadiran peserta yang memadati aula menunjukkan tingginya minat generasi muda terhadap perkembangan bisnis digital dan pentingnya ilmu manajemen dalam menghadapi era transformasi digital.

Dalam sambutannya, Dr. Zeze Zakaria Hamzah, Wakil Rektor ITB Dewantara menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah hadir dan mengikuti kegiatan dengan penuh antusias.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Prof. Dr. Henry Eryanto yang telah berkenan berbagi ilmu dan pengalaman kepada civitas akademika ITB Dewantara. Kami juga mengapresiasi para mahasiswa dan dosen yang hadir. Seminar seperti ini menjadi sarana penting untuk memperluas wawasan, meningkatkan kompetensi, serta mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan dunia bisnis dan teknologi yang terus berkembang,” ungkapnya.

Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Henry Eryanto, MM. menegaskan bahwa keberhasilan bisnis digital tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi, tetapi juga pada kemampuan manajemen dalam mengelola strategi, sumber daya manusia, proses bisnis, serta pengambilan keputusan berbasis data.

Menurutnya, ilmu manajemen tetap menjadi fondasi utama dalam pengembangan bisnis digital. Fungsi-fungsi manajemen seperti Planning, Organizing, Actuating (Leading), dan Controlling (POAC) harus diterapkan secara tepat agar transformasi digital mampu menghasilkan nilai tambah dan keunggulan kompetitif bagi organisasi.

“Teknologi adalah enabler, tetapi keberhasilan bisnis digital sangat ditentukan oleh bagaimana manajemen mampu merancang strategi, membangun organisasi yang adaptif, memimpin perubahan, dan mengendalikan kinerja melalui data,” jelas Prof. Henry.

Seminar berlangsung interaktif dengan tiga sesi tanya jawab yang mendapat respons luar biasa dari peserta.

 Berbagai pertanyaan kritis disampaikan mahasiswa terkait strategi digital, kepemimpinan, inovasi, hingga penerapan manajemen dalam bisnis berbasis teknologi.

Salah satu pertanyaan menarik disampaikan oleh Yana, mahasiswa ITB Dewantara, yang menanyakan tentang pentingnya penerapan konsep POAC dalam aplikasi bisnis di era digital.

Menanggapi hal tersebut, Prof. Henry menjelaskan bahwa meskipun teknologi terus berkembang, prinsip-prinsip dasar manajemen tetap relevan dan menjadi pedoman utama dalam menjalankan bisnis modern.

Menurutnya, planning diperlukan untuk menentukan arah dan strategi digital, organizing untuk mengelola sumber daya dan teknologi secara efektif, Leading untuk mendorong inovasi dan kolaborasi, serta controlling untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai target melalui pengukuran berbasis data.

Antusiasme mahasiswa terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan serta diskusi yang berkembang selama seminar berlangsung. Kegiatan ini memberikan wawasan baru mengenai pentingnya integrasi antara ilmu manajemen dan teknologi digital dalam menciptakan bisnis yang berkelanjutan dan kompetitif.

Melalui penyelenggaraan kuliah tamu yang menghadirkan profesor dan akademisi terkemuka, ITB Dewantara terus berkomitmen meningkatkan kualitas pembelajaran serta memperkaya pengalaman akademik mahasiswa. Seminar ini diharapkan menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam menjalani kehidupan, dunia kerja, maupun mengembangkan usaha di era digital yang semakin dinamis.

(Wawan Hermawanto)

AHY Pastikan Renovasi MTsN Kota Bogor Segera Rampung

0

Bogor | Jurnal Bogor

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infra), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau langsung progres rehabilitasi dan renovasi Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri Kota Bogor, Jumat (19/6/2026). Proyek yang menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) tersebut kini telah mencapai progres sekitar 95 persen dan ditargetkan segera rampung.
“Tadi saya mendapatkan penjelasan bahwa progres rehabilitasi dan renovasi madrasah tsanawiyah ini sekitar 95 persen. Jadi, sebentar lagi tuntas,” ujar AHY saat meninjau lokasi.
AHY mengatakan, MTs Negeri Kota Bogor merupakan salah satu dari 127 madrasah tsanawiyah di Jawa Barat yang mendapat program rehabilitasi dan renovasi dari pemerintah. Secara nasional, program serupa menyasar 1.397 madrasah dengan total anggaran mencapai sekitar Rp4 triliun.
Menurutnya, program tersebut menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan. Program ini juga merupakan respons pemerintah pascainsiden robohnya bangunan pondok pesantren di Sidoarjo, Jawa Timur, pada September 2025 yang mengakibatkan korban jiwa.
“Kita berharap bangunan fasilitas pendidikan, bukan hanya yang berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, tetapi juga yang berada di bawah Kementerian Agama, baik untuk pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar maupun pendidikan menengah, dapat semakin layak, aman, dan nyaman,” katanya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan rehabilitasi dilakukan secara bertahap. Pada tahap pertama tahun 2025, pemerintah merenovasi 548 madrasah dengan anggaran sekitar Rp1,3 triliun. Selanjutnya, tahap kedua melalui skema single year contract mencakup 13 madrasah di Kalimantan Barat dengan anggaran sekitar Rp60 miliar.
Sementara itu, tahap kedua melalui skema multi year contract 2025–2026 meliputi 836 madrasah dengan nilai anggaran sekitar Rp2,35 triliun. Hingga saat ini, progres pengerjaannya secara nasional telah mencapai sekitar 62 persen.
AHY menegaskan, pembangunan infrastruktur pendidikan merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan sumber daya manusia Indonesia yang unggul.
“Kita ingin anak-anak kita, generasi penerus bangsa, mendapatkan pendidikan yang berkualitas dengan didukung fasilitas yang aman, kokoh, dan nyaman. Dengan begitu proses belajar mengajar dapat berjalan lebih optimal, baik bagi peserta didik maupun para guru,” ujarnya.
Selain meninjau hasil renovasi bangunan, AHY juga mengapresiasi lingkungan MTs Negeri Kota Bogor yang dinilai tertata rapi, hijau, dan terus dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, termasuk sarana olahraga.
Menurutnya, pendidikan tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan akademik, tetapi juga harus mampu membentuk karakter, integritas, keterampilan, serta kesehatan peserta didik.
“Tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas, keterampilan, dan tubuh yang sehat. Itulah fondasi utama untuk mencetak sumber daya manusia unggul menuju Indonesia yang semakin maju,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

Braga Bandung Bangkit Lagi: 14 Destinasi Wajib Dikunjungi di Kawasan Kolonial

0

Bandung | Jurnal Bogor
Kawasan Braga kembali jadi primadona wisata Bandung. Jalan bersejarah bergaya kolonial ini sekarang dipenuhi kafe estetik, galeri seni, dan spot kuliner yang bikin suasana hidup dari pagi sampai malam. Semua bisa dijelajah jalan kaki, jadi cocok buat wisata singkat tapi berkesan.

Berikut 14 destinasi populer di sekitar Braga yang lagi ramai diburu wisatawan:

1. Pasar Braga
Titik awal favorit pecinta kuliner. Menawarkan batagor, siomay, camilan tradisional, sampai jajanan modern. Suasana merakyat berpadu dengan atmosfer seni dan sejarah Braga. Lokasi: Dekat Jl. Braga, Bandung.

2. Kopi Toko Djawa
Kafe legendaris dengan interior klasik yang masih asli. Tempat nongkrong favorit sambil menikmati kopi dan nuansa tempo dulu.

3. Gedung Merdeka
Bangunan bersejarah bekas tempat Konferensi Asia-Afrika 1955. Sekarang jadi museum dan spot foto ikonik di ujung Jl. Braga.

4. Braga City Walk
Mall outdoor yang menyatu dengan kawasan Braga. Banyak toko fashion lokal, restoran, dan area nongkrong dengan view jalan Braga.

5. Toko Buku Palasari
Surga buat pecinta buku bekas dan langka. Letaknya nggak jauh dari Braga, cocok buat yang suka berburu buku unik.

6. Rumah Mode
Pusat factory outlet Bandung. Banyak brand lokal dengan harga miring, cocok buat belanja oleh-oleh.

7. Alun-alun Bandung 
Lapangan ikonik dengan rumput sintetis dan Masjid Agung di tengahnya. Cuma 10 menit jalan kaki dari Braga, ramai terutama malam hari.

8. Jalan Asia-Afrika
Jalan bersejarah sejajar dengan Braga. Penuh museum, restoran tua, dan toko suvenir.

9. Museum Pos Indonesia
Museum unik dengan koleksi perangko dan sejarah pos di Indonesia. Bangunannya sendiri bergaya art deco yang cantik.

10. Braga Permai
Restoran legendaris sejak 1923. Menawarkan menu Eropa dan Indonesia dengan suasana klasik yang nggak berubah sejak dulu.

11. Kafe dan Galeri Seni Sepanjang Braga
Hampir tiap gedung tua di Braga sekarang jadi kafe atau galeri. Beberapa terkenal karena desain interior unik dan spot foto estetik.

12. Street Art Braga
Mural dan seni jalanan menghiasi gang-gang kecil di sekitar Braga. Bikin jalan-jalan jadi lebih hidup dan cocok buat konten.

13. Vredeburg Coffee & Eatery
Tempat nongkrong dengan view langsung ke Jl. Braga. Menu kopi dan makanan Barat-nya jadi favorit anak muda.

14. Pasar Baru Bandung
Pusat tekstil dan fashion murah, 15 menit jalan kaki dari Braga. Banyak yang mampir setelah puas jalan-jalan di Braga.

Braga berhasil jaga identitas kolonialnya tapi tetap relevan buat anak muda. Fasad bangunan tua dipertahankan, tapi isinya sekarang jadi ruang kreatif. Kombinasi aroma kopi, arsitektur klasik, dan seni jalanan bikin pengalaman di sini terasa autentik dan nggak membosankan.

Kawasan ini juga mudah diakses dari Stasiun Bandung dan Alun-alun, jadi sering jadi rute wajib wisatawan yang baru datang ke Bandung.

(Wawan Hermawanto)

Serela Riau by Kagum Hotels Perkuat Posisi sebagai Akomodasi Strategis di Kawasan Riau Street Bandung

0

Bandung | Jurnal Bogor
Serela Riau by Kagum Hotels terus memperkuat posisinya sebagai salah satu pilihan akomodasi strategis di kawasan Riau Street, Bandung. Hotel yang dikelola oleh Kagum Hotels ini menawarkan fasilitas dan lokasi yang mendukung kebutuhan wisatawan maupun pelaku bisnis yang berkunjung ke Kota Bandung.

Berlokasi di distrik perbelanjaan Bandung, Serela Riau by Kagum Hotels memiliki 83 kamar yang dilengkapi dengan fasilitas brankas dan pelayanan oleh staf profesional. Hotel ini dirancang untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi tamu selama menginap.

Dari sisi lokasi, Serela Riau by Kagum Hotels berada 1 kilometer dari pusat Kota Bandung dan 1,9 kilometer dari Taman Balai Kota Bandung. Akses transportasi umum juga tersedia dengan mudah, dengan halte bus Masjid Istiqomah berjarak 250 meter dan Stasiun Kereta Api Bandung yang dapat ditempuh dalam 25 menit berjalan kaki. Untuk akses ke Bandara Husein Sastranegara, hotel berjarak sekitar 15 menit perjalanan darat.

Fasilitas pendukung yang tersedia meliputi restoran dan bar lounge di dalam hotel. Tamu juga dapat menjangkau berbagai pilihan kuliner di sekitar hotel, termasuk Hummingbird Eatery yang berjarak sekitar 6 menit berjalan kaki dan menyajikan hidangan Eropa.

Dengan posisinya yang berada di kawasan Riau Street yang dikenal sebagai pusat fashion, kuliner, dan aktivitas bisnis di Bandung, Serela Riau by Kagum Hotels menjadi pilihan yang relevan bagi tamu yang mengutamakan kemudahan akses ke pusat kota, area perkantoran, dan pusat perbelanjaan.

Cluster General Manager Serela Riau by Kagum Hotels Tri Joko Susanto menyampaikan bahwa fokus utama hotel adalah memberikan pengalaman menginap yang nyaman dan aman bagi setiap tamu.

“Serela Riau by Kagum Hotels berkomitmen untuk menjadi rumah kedua bagi tamu yang datang ke Bandung. Dengan lokasi yang strategis dan layanan profesional dari tim kami, kami berharap dapat mendukung kebutuhan akomodasi baik untuk wisata maupun bisnis,” ujarnya, Sabtu(20/06/2026)

Serela Riau by Kagum Hotels merupakan bagian dari jaringan Kagum Hotels yang berfokus pada penyediaan akomodasi dengan standar pelayanan profesional di lokasi-lokasi strategis di Indonesia.

(Wawan Hermawanto)

Alat Vibro PUPR Dirusak, Proyek PSEL Kayumanis Terancam Mangkrak

0

Bogor | Jurnal Bogor

Pekerjaan pembukaan trase menuju lokasi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kelurahan Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, terhambat setelah alat vibro milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor diduga dirusak dan dicuri oleh orang tak dikenal.
Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Juniarti Estiningsih, mengatakan aksi perusakan baru diketahui pada Sabtu (20/6/2026) pagi saat petugas hendak melanjutkan pekerjaan pemadatan lahan. Saat diperiksa, alat vibro tidak dapat dioperasikan karena kabelnya telah diputus, sementara aki kendaraan hilang.
“Begitu dicek pagi tadi alat ini tidak bisa jalan. Setelah diperiksa ternyata kabelnya diputus dan akinya diambil. Kami langsung melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian karena sudah menghambat pekerjaan,” ujar Juniarti.
Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti aparat kepolisian dengan mendatangi lokasi proyek untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Hingga kini, polisi masih menyelidiki kasus tersebut, termasuk menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi guna mengidentifikasi pelaku.
Juniarti menjelaskan, alat vibro tersebut merupakan satu-satunya unit yang dimiliki PUPR Kota Bogor. Keberadaannya sangat vital karena digunakan untuk memadatkan tanah setelah proses land clearing dan pengerukan sebelum memasuki tahapan pekerjaan berikutnya.
Akibat perusakan tersebut, target penyelesaian pembukaan trase menuju kawasan PSEL Kayumanis yang semula dijadwalkan rampung pada akhir Juni 2026 terancam molor.
“Yang dirusak ini aset negara. Dampaknya pekerjaan kami jadi tertunda. Seharusnya selesai akhir Juni, sekarang bisa molor karena alat ini harus diperbaiki terlebih dahulu,” ungkapnya.
Ia menuturkan, PUPR belum memiliki alat pengganti lantaran hanya mempunyai satu unit vibro. Saat ini, pihaknya berupaya memperbaiki alat tersebut agar pekerjaan dapat kembali dilanjutkan secepat mungkin.
“Kami hanya punya satu alat vibro. Jadi mau tidak mau harus diperbaiki dulu, dan ini tentu menghambat pekerjaan di lapangan,” katanya.
Juniarti mengaku terkejut dengan kejadian tersebut. Pasalnya, selama hampir dua bulan proses pembukaan trase berlangsung, tidak pernah terjadi gangguan maupun tindakan perusakan di lokasi proyek.
“Selama hampir dua bulan pekerjaan berjalan aman, dari depan sampai ke belakang tidak ada masalah. Baru kali ini terjadi. Warga, khususnya di RW 06 Kelurahan Kayumanis, juga kaget dengan kejadian ini,” ujarnya.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak merusak fasilitas pemerintah karena selain menghambat pembangunan, tindakan tersebut merupakan perusakan aset negara yang memiliki konsekuensi hukum.
“Kami berharap masyarakat dapat menjaga aset pemerintah. Kalau ada persoalan, jangan sampai dilampiaskan dengan merusak alat kerja karena dampaknya justru menghambat pembangunan yang manfaatnya juga untuk masyarakat,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

158 Siswa MTs Nurussa’adah Resmi Dilepas, Suasana Haru Warnai Prosesi Wisuda

0

Tamansari | Jurnal Bogor – MTs Nurussa’adah menggelar acara perpisahan dan pelepasan siswa kelas IX Tahun Ajaran 2025-2026 dengan mengusung tema “Menebar Kebaikan, Merajut Kenangan, Menjalin Generasi Beriman”. Kegiatan berlangsung khidmat dan meriah di Gedung Sekolah Citra Pariwisata, Bogor Selatan, Sabtu (20/6/2026).

Acara pelepasan dihadiri oleh para siswa, orang tua, dewan guru, serta jajaran sekolah. Suasana haru dan bahagia mewarnai prosesi wisuda yang menjadi penanda berakhirnya masa pendidikan para siswa di tingkat madrasah tsanawiyah.

Kepala MTs Nurussa’adah, Nazarudin Usman, mengatakan bahwa kegiatan tersebut bukan hanya menjadi momen perpisahan, tetapi juga ajang mempererat tali silaturahmi antara sekolah, siswa, dan orang tua.

“Semoga jalinan silaturahmi antara para wisudawan, orang tua, dan pihak sekolah tetap terjaga dengan baik. Kami berharap seluruh lulusan MTs Nurussa’adah dapat meraih kesuksesan dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” ujarnya, Sabtu (20/6/2026).

Ia menambahkan, MTs Nurussa’adah terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui pengembangan sarana dan prasarana yang memadai guna menunjang proses belajar mengajar.

Pada tahun ajaran 2025-2026 ini, MTs Nurussa’adah berhasil meluluskan sebanyak 158 siswa. Pihak sekolah berharap seluruh lulusan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya serta menjadi generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan berprestasi.

Sementara itu, perwakilan orang tua siswa, Rizal, menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru dan pihak sekolah yang telah membimbing serta mendidik anak-anak selama menempuh pendidikan di MTs Nurussa’adah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh dewan guru yang telah memberikan ilmu, bimbingan, dan perhatian kepada anak-anak kami. Semoga apa yang telah diberikan menjadi amal kebaikan dan membawa manfaat bagi masa depan mereka,” ungkapnya.

Pada penghujung acara, suasana haru terasa saat prosesi sungkeman kepada orang tua dan pengalungan medali kepada para siswa. Kegiatan semakin semarak dengan berbagai penampilan kreatif dari siswa MTs Nurussa’adah, mulai dari pertunjukan musik, seni tari, hingga pencak silat yang mendapat apresiasi dari para tamu undangan. Yudi

Polsek Caringin Aksi Bersih-Bersih Masjid Sambut Hari Bhayangkara ke- 80

0

Caringin | Jurnal Bogor – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 yang akan diperingati pada 1 Juli 2026 mendatang, jajaran Polsek Caringin menggelar kegiatan bakti sosial berupa aksi bersih-bersih masjid, Jumat (19/6/2026).

Kegiatan yang dipimpin langsung Kapolsek Caringin AKP Jajang tersebut dilaksanakan di Masjid Besar Al-Mukhlisin yang berada di Kampung Bunder, Desa Caringin, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Dalam kegiatan itu, anggota kepolisian bersama personel lainnya tampak membersihkan area dalam dan luar masjid, mulai dari halaman, tempat wudhu, ruang salat hingga lingkungan sekitar masjid.

Aksi sosial tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Polri dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80, sekaligus mempererat hubungan antara kepolisian dengan masyarakat melalui kegiatan yang menyentuh langsung kehidupan warga.

Kapolsek Caringin AKP Jajang mengatakan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial dalam memperingati Hari Bhayangkara, melainkan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat.

“Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini, kami ingin menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan. Masjid merupakan tempat ibadah yang harus dijaga kebersihan dan kenyamanannya agar masyarakat dapat beribadah dengan khusyuk,” kata AKP Jajang.

Menurutnya, Polri saat ini tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk terus hadir membantu masyarakat dalam berbagai kegiatan positif.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Polri hadir bukan hanya saat ada persoalan keamanan, tetapi juga dalam kegiatan sosial, gotong royong, dan pelayanan kepada masyarakat. Semoga kegiatan seperti ini semakin mendekatkan hubungan antara kepolisian dan warga,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa peringatan Hari Bhayangkara tahun ini menjadi momentum untuk meningkatkan pengabdian institusi Polri kepada masyarakat serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan.

Sementara itu, warga sekitar menyambut positif kegiatan yang dilakukan jajaran Polsek Caringin tersebut. Mereka mengaku senang dan mengapresiasi kepedulian anggota kepolisian yang turun langsung melakukan kegiatan sosial di lingkungan masyarakat.

Salah seorang warga setempat mengatakan bahwa kegiatan seperti itu memberikan contoh positif mengenai pentingnya menjaga kebersihan, terlebih di tempat ibadah.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan dari Polsek Caringin. Semoga kegiatan seperti ini terus dilakukan karena selain menjaga kebersihan lingkungan masjid, juga mempererat hubungan antara masyarakat dengan aparat kepolisian,” ungkapnya.

Dengan semangat Hari Bhayangkara ke-80, Polsek Caringin berharap berbagai kegiatan sosial yang dilakukan dapat semakin memperkuat sinergitas antara Polri dan masyarakat, sehingga tercipta lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh rasa kebersamaan. Yudi

Bertahun Menunggu Bantuan, Rumah Penyandang Disabilitas di Caringin Kian Memprihatinkan

0

Caringin | Jurnal Bogor – Di tengah himpitan ekonomi, Aa Subrowi, seorang penyandang disabilitas warga Kampung Cikalang RT 04 RW 06, Desa Caringin, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, tetap berjuang memenuhi kebutuhan keluarganya.

Sehari-hari, pria paruh baya tersebut menghabiskan waktu di depan kompor mengolah berbagai jenis gorengan yang kemudian dijual di warung miliknya. Sementara itu, sang istri setiap pagi rutin membantu perekonomian keluarga dengan berkeliling menjajakan gorengan dari rumah ke rumah warga sekitar.

Namun, di balik perjuangannya mencari nafkah, Aa Subrowi dan keluarganya harus hidup dalam kondisi rumah yang memprihatinkan. Bagian atap rumah sudah mengalami kerusakan dan dikhawatirkan sewaktu-waktu roboh. Selain itu, sejumlah dinding rumah juga mengalami retak cukup parah yang mengancam keselamatan penghuni.

“Kami hanya bisa pasrah dengan kondisi tempat tinggal kami saat ini. Meski hati kecil kami selalu diselimuti rasa khawatir akan kejadian yang tidak kami harapkan, semoga Allah SWT selalu melindungi keluarga kami,” tutur Aa Subrowi, Jumat (19/6/2026).

Ia mengaku rumahnya sudah beberapa kali didatangi oleh berbagai pihak. Bahkan, data dan dokumentasi kondisi rumahnya telah beberapa kali diambil untuk keperluan pendataan.

“Sering rumah kami didatangi beberapa pihak, difoto dan diminta data. Tapi sampai saat ini belum ada realisasi. Mungkin memang belum ada rezeki kami,” sambungnya.

Sementara itu, Pemerintah Caringin melalui Sekretaris Desa (Sekdes) membenarkan bahwa rumah milik Aa Subrowi pernah diusulkan untuk mendapatkan bantuan pervbaikan rumah tidak layak huni (Rutilahu).

“Rumah tersebut pernah kami usulkan. Namun sampai saat ini kami juga masih menunggu. Kami akan terus berupaya mencari solusi. Selain program Rutilahu, mudah-mudahan ada program pemerintah lainnya yang bisa membantu perbaikan rumah milik Pak Aa Subrowi,” paparnya.

Kini, Aa Subrowi dan keluarganya hanya bisa berharap adanya bantuan dari pemerintah maupun para dermawan agar dapat memiliki rumah yang lebih layak dan aman untuk ditempati. Yudi