34.9 C
Bogor
Sunday, November 8, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 3

Kerukunan dan Keberagaman Jadi Kekuatan Kota Bogor

0

Bogor | Jurnal Bogor

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengukuhkan pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kota Bogor periode 2026-2031 di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Rabu (4/11/2026).

Usai pengukuhan, Dedie Rachim menyampaikan bahwa para pengurus forum merupakan tokoh-tokoh yang diharapkan dapat menjadi panutan masyarakat. Ia menegaskan, perbedaan latar belakang tidak boleh menjadi penghalang untuk membangun kebersamaan dan menjaga kondusivitas Kota Bogor.

Menurutnya, kekuatan forum terletak pada kapasitas, kapabilitas, serta kesamaan semangat dan kebersamaan para pengurus dalam menjaga persatuan.

“Sebagai tokoh Kota Bogor, Bapak ibu harus berkontribusi menjaga kondusivitas, menyampaikan pikiran dan pandangannya untuk kebaikan sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadapi dinamika yang ada. Kemajuan harus diraih bersama, komunikasi dan silaturahmi harus kita kuatkan,” ucap Dedie Rachim.

Ia menambahkan, selamat menjalani tugas mulia ini dan tetus menjaga Kota Bogor sebaik-baiknya karena ini tanggung jawab bersama.

Dedie Rachim menuturkan, Kota Bogor memiliki kekhasan dalam menjaga kerukunan dan keberagaman. Sejak dahulu hingga saat ini, Kota Bogor mampu menjaga kehidupan masyarakat yang harmonis tanpa konflik rasial.

Asimilasi yang terbangun melalui sikap saling menghargai dan menghormati menjadi kekuatan yang harus terus dipelihara. Menurutnya, nilai-nilai tersebut telah menjadi bagian dari karakter masyarakat Kota Bogor yang tidak boleh tergerus oleh perubahan zaman maupun kepentingan pihak-pihak tertentu.

Dedie Rachim menambahkan, kebersamaan yang telah terbangun selama ini dilandasi nilai-nilai luhur untuk menjadikan Kota Bogor sebagai tempat bagi seluruh masyarakat untuk hidup berdampingan, saling menghormati, serta bersama-sama membangun peradaban dan kemajuan.

“Semua harus hidup rukun berdampingan, harus mau saling bersilaturahmi. Dan Kota Bogor istimewa, hampir semua perwakilan tokoh agama bukan hanya secara formal ada di organisasi, tetapi sudah menjadi sahabat dan betul-betul menjadi keluarga besar Kota Bogor,” ucapnya.

Modalitas ini, sambungnya, yang kemudian menjadi sebuah proses teknis menghadapi apa pun kondisi dan tantangan yang hadir melalui proses dialog yang positif dan betul-betul bisa membuat Kota Bogor aman, nyaman, dan kondusif.

Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol. Adhitya Panji Anom, yang turut hadir dalam pengukuhan tersebut, berharap para pengurus forum dapat berkontribusi menjaga keamanan, kenyamanan, dan ketertiban di Kota Bogor.

Ia menegaskan, kepolisian siap berkolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat, khususnya para pengurus forum yang baru dikukuhkan.

“Diharapkan para pengurus dapat berkontribusi terhadap kondisi dan situasi Kota Bogor agar selalu aman, nyaman, dan tertib. Secara umum kami ingin berkolaborasi dengan semua elemen Kota Bogor, khususnya yang baru dikukuhkan. Saran dan masukan kami harapkan,” katanya.

** Fredy Kristianto

Arena Pencak Silat Pecah! Porprov XV Jabar 2026 jadi Daya Tarik Antusiasme Warga Bogor

0

Bogor | Jurnal Bogor
Suasana meriah dan penuh semangat mewarnai hari pertama pertandingan cabang olahraga (cabor) pencak silat dalam gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026 di GOR Pajajaran Kota Bogor, Rabu (4/11/2026).

Antusiasme penonton yang memadati arena pertandingan menjadi bukti bahwa pencak silat merupakan salah satu cabang olahraga yang sangat dinantikan masyarakat Kota Bogor.

Sejak pertandingan berlangsung, atmosfer arena terasa begitu hidup. Sorak-sorai penonton, dukungan para suporter, serta semangat para atlet yang berlaga menghadirkan suasana kompetisi yang penuh energi dan ketegangan. Setiap pertandingan menjadi momen yang menarik perhatian, terlebih ketika para pesilat menunjukkan kemampuan, ketangkasan, teknik, dan keberanian dalam memperebutkan kemenangan.

Pencak silat tidak hanya menjadi ajang adu kemampuan dan prestasi, tetapi juga menghadirkan kebanggaan terhadap olahraga tradisional yang telah menjadi bagian dari identitas bangsa Indonesia. Semangat sportivitas dan perjuangan yang ditampilkan para atlet turut memberikan warna tersendiri dalam kemeriahan Porprov XV Jawa Barat 2026.

Bagi Kota Bogor, pertandingan pencak silat menjadi salah satu momentum yang sangat dinantikan. Tingginya antusiasme masyarakat dan dukungan para suporter semakin memperkuat atmosfer pertandingan sekaligus menjadikan arena pencak silat sebagai pusat perhatian dalam rangkaian penyelenggaraan Porprov.

Kemeriahan ini menunjukkan bahwa Porprov XV Jawa Barat 2026 bukan sekadar ajang kompetisi olahraga, melainkan juga perayaan kebersamaan, semangat daerah, dan kecintaan masyarakat terhadap olahraga.

Dengan atmosfer pertandingan yang semakin semarak, pencak silat dalam Porprov XV Jawa Barat 2026 menjadi salah satu daya tarik yang memperkuat kemeriahan pesta olahraga di Kota Bogor. Dukungan masyarakat diharapkan terus mengalir kepada para atlet yang berjuang membawa nama daerah dan mengukir prestasi terbaik.

(Zacky Bariqlana/mg-uika)

Kalahkan Kabupaten Bekasi 2-1, Ajeng dan Caca Antar Voli Pasir Putri Kabupaten Bogor Jadi Runner-up Pool R dan Lolos ke Babak II Porprov Jabar 2026

0

Bekasi | Jurnal Bogor
Tim Voli Pasir Putri Kabupaten Bogor kembali menorehkan hasil positif dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026 di Lapangan Voli Pasir Ciketing Udik, Kota Bekasi. Pasangan andalan Kabupaten Bogor, Ajeng dan Caca, berhasil mengalahkan pasangan Kabupaten Bekasi dengan skor 2-1.

Kemenangan tersebut menjadi hasil penting bagi perjalanan tim Voli Pasir Putri Kabupaten Bogor. Dengan raihan tersebut, pasangan Ajeng dan Caca berhasil menempati posisi runner-up Pool R sekaligus memastikan langkah mereka untuk melanjutkan perjuangan ke Babak II Porprov Jawa Barat 2026.

Hasil ini menjadi bukti semangat juang, kerja sama, serta mental bertanding yang terus ditunjukkan oleh kedua atlet dalam menghadapi persaingan di cabang olahraga voli pasir.

Kapten tim, Ajeng, mengungkapkan rasa syukur atas kemenangan yang berhasil diraih bersama rekannya, Caca. Menurutnya, hasil tersebut merupakan buah dari kerja keras, kekompakan, serta dukungan dari seluruh tim.

“Alhamdulillah, kami bersyukur bisa meraih kemenangan atas Kabupaten Bekasi. Pertandingan berlangsung dengan perjuangan yang tidak mudah, tetapi kami berusaha tetap fokus, saling menguatkan, dan memberikan kemampuan terbaik di lapangan. Hasil ini menjadi motivasi bagi kami untuk tampil lebih baik lagi di Babak II. Mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Kabupaten Bogor,” ungkap Ajeng.

Sementara itu, Ketua Umum PBVSI Kabupaten Bogor, H. Dede Chandra Sasmita, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas perjuangan Ajeng dan Caca yang telah berhasil mengamankan kemenangan sekaligus memastikan posisi sebagai runner-up Pool R.

Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan, kerja keras atlet, serta dukungan dan kolaborasi seluruh elemen yang terlibat dalam tim.

“Saya mengapresiasi perjuangan Ajeng dan Caca yang telah menunjukkan semangat juang dan membawa hasil positif bagi Kabupaten Bogor. Kemenangan ini patut kita syukuri, tetapi jangan sampai membuat kita cepat berpuas diri. Perjalanan masih panjang dan tantangan berikutnya tentu akan semakin berat,” ujar H. Dede Chandra Sasmita.

Ia juga berpesan agar seluruh atlet tetap menjaga kekompakan, konsentrasi, dan kondisi fisik, serta terus meningkatkan kemampuan untuk menghadapi pertandingan selanjutnya.

“Kami berharap para atlet tetap fokus, jaga semangat, dan berikan penampilan terbaik di setiap pertandingan. Kami juga memohon doa dan dukungan seluruh masyarakat Kabupaten Bogor agar tim Voli Pasir Putri dapat terus melangkah jauh dan mengharumkan nama Kabupaten Bogor di Porprov Jawa Barat 2026,” tambahnya.

Dengan keberhasilan ini, pasangan Ajeng dan Caca diharapkan mampu menjaga momentum positif dan tampil semakin solid pada pertandingan babak dua.

(yev/cc)

Kota Bogor Pesta 100 Poin

0

Bogor | Jurnal Bogor

Tim basket 5×5 putra Kota Bogor semakin dekat dengan tiket babak delapan besar Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026. Kepastian itu terbuka setelah Ruben dan kawan-kawan mencatat kemenangan kedua dengan skor mencolok 100-39 atas Kabupaten Cianjur di GOR GDC Depok, Selasa (3/11/2026).

Kemenangan dengan selisih 61 poin tersebut mempertegas dominasi skuad Kota Hujan di babak penyisihan. Sebelumnya, tim besutan Muhammad Nurifa itu juga sukses menaklukkan Kota Cimahi.

Tambahan dua kemenangan menjadi modal berharga bagi Kota Bogor untuk mengamankan posisi menuju fase delapan besar. Produktivitas para pemain yang mampu menembus angka 100 poin juga menjadi gambaran tajamnya lini serang tim putra.

Sepanjang pertandingan, Ruben dan rekan-rekannya tampil meyakinkan. Mereka mampu mengendalikan jalannya laga sekaligus menjaga intensitas permainan hingga membukukan kemenangan telak atas Cianjur.

Pelatih basket putra Kota Bogor, Muhammad Nurifa, mengapresiasi perjuangan anak asuhnya. Ia menilai hasil positif tersebut tidak lepas dari kerja keras, kekompakan, dan kemampuan pemain menjalankan strategi yang telah disiapkan tim pelatih.

Apresiasi serupa juga disampaikan asisten pelatih Ricky Haddi. Keduanya berharap performa apik tersebut bisa dipertahankan hingga pertandingan terakhir penyisihan.

Namun, tim pelatih mengingatkan para pemain agar tidak cepat puas. Sebab, satu pertandingan krusial masih menanti dan akan menentukan peluang Kota Bogor melangkah ke babak berikutnya.

Pada laga pamungkas penyisihan, Kota Bogor dijadwalkan berhadapan dengan Kabupaten Bandung Barat. Pertandingan ini menjadi kesempatan bagi Ruben dan kawan-kawan untuk menyegel tiket perempat final Porprov XV Jawa Barat 2026.

Bermodal dua kemenangan beruntun, skuad Kota Hujan kini dituntut menjaga fokus dan konsistensi. Targetnya jelas, menutup babak penyisihan dengan hasil maksimal sekaligus memastikan tempat di delapan besar.

Fredy Kristianto

Derby Bogor Jadi Milik Kota Bogor

0

Bogor | Jurnal Bogor

Kota Bogor berhasil mengamankan kemenangan penting atas rival sekotanya, Kabupaten Bogor, dalam pertandingan hockey putra nomor indoor Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026. Duel bertajuk Derby Bogor Raya tersebut berlangsung di Eden Sport Centre, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, Senin (2/11/2026).

Kemenangan ini diraih setelah tim hockey putra Kota Bogor tampil meyakinkan pada pertandingan yang berlangsung dengan tempo tinggi. Kedua tim saling melancarkan serangan sejak kuarter pertama demi mengamankan keunggulan.

Persaingan berlangsung ketat pada paruh awal pertandingan. Namun, memasuki dua kuarter terakhir, Kota Bogor mampu memanfaatkan peluang dan mencetak tiga gol ke gawang Kabupaten Bogor.

Hasil positif tersebut menjadi tambahan modal bagi Kota Bogor untuk bersaing dalam perebutan medali emas. Pasalnya, nomor hockey indoor putra menggunakan sistem setengah kompetisi, sehingga tim dengan catatan kemenangan terbanyak memiliki peluang terbesar menjadi juara.

Pelatih Hockey Kota Bogor, Fitri Ayu Hendriyani, menilai peluang anak asuhnya untuk meraih medali emas masih terbuka. Namun, ia mengingatkan para pemain agar tidak cepat puas karena perjalanan menuju podium tertinggi masih cukup panjang.

Terlebih, regulasi baru yang membatasi usia pemain maksimal 19 tahun membuat persaingan antartim memiliki karakter tersendiri.

Menurut Fitri, kemenangan atas Kabupaten Bogor tetap menjadi bahan evaluasi. Apalagi, Kota Bogor masih harus menjalani lima pertandingan berikutnya dengan menghadapi lawan yang memiliki karakter permainan berbeda.

“Setiap lawan memiliki karakter permainan yang berbeda. Hal itu membuat kami harus selalu fokus dalam menerapkan strategi di lapangan,” ujar Fitri, Senin (2/11/2026).

Ia menambahkan, regulasi U-19 memberikan warna baru dalam persaingan hockey Porprov kali ini. Seluruh daerah dituntut mengandalkan pemain muda untuk bersaing di level provinsi.

Fitri mengungkapkan, skuad Kota Bogor mayoritas diperkuat pemain yang masih duduk di bangku sekolah. Usia pemain termuda mencapai 15 tahun, sedangkan yang tertua berusia 18 tahun.

Sementara itu, sejumlah lawan diperkuat pemain berusia hingga 19 tahun yang sebagian besar sudah mengenyam pendidikan perguruan tinggi.

Dari sisi postur tubuh, Fitri mengakui pemain Kota Bogor relatif lebih muda dan memiliki ukuran fisik lebih kecil dibandingkan beberapa lawannya. Karena itu, peningkatan kekuatan fisik menjadi salah satu fokus persiapan tim.

“Mereka juga tinggi dan lebih besar dari kami. Namun, hal itu bisa ditutupi dengan memperkuat fisik agar berani saat berduel di lapangan,” tegasnya.

Terpisah, Ketua Pengurus Cabang Federasi Hockey Indonesia (Pengcab FHI) Kota Bogor, Dedeh Rohayati, mengapresiasi perjuangan tim putra yang mampu melewati pertandingan Derby Bogor Raya dengan kemenangan.

Menurutnya, kekuatan antardaerah dalam nomor indoor putra relatif berimbang. Penerapan regulasi pemain U-19 juga membuat peluang setiap kontestan untuk memperebutkan medali emas semakin terbuka.

“Kualitas mereka berimbang. Apalagi dengan regulasi tim U-19, membuat setiap tim memiliki peluang yang sama untuk meraih medali emas,” kata Dedeh.

Ia berharap para pemain tetap menjaga konsistensi, disiplin dalam latihan, serta mampu mempertahankan fokus selama pertandingan berikutnya.

Dedeh juga mengingatkan capaian hockey Kota Bogor pada Porprov Jawa Barat 2022 yang berhasil membawa pulang medali emas melalui nomor Hockey Five putra outdoor.

Kini, pihaknya berharap prestasi tersebut dapat kembali terulang melalui nomor indoor pada Porprov XV Jawa Barat 2026.

“Pada Porprov Jabar 2022 kami meraih medali emas di nomor Hockey Five putra outdoor. Nomor indoor mudah-mudahan rezekinya kami pada tahun ini,” pungkasnya.

Fredy Kristianto

Sengketa Lahan Sentul City, CBA Minta BPK Turun Tangan

0

Bogor | Jurnal Bogor

Polemik sengketa lahan antara PT Sentul City Tbk dengan sejumlah warga di kawasan Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, semakin memanas. Kali ini, Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) turun tangan mengaudit klaim kepemilikan tanah perusahaan pengembang tersebut.

Desakan itu muncul setelah CBA menyoroti laporan keuangan konsolidasian PT Sentul City Tbk tahun 2025 dan 2024. Dari hasil analisisnya, Uchok menemukan sejumlah aset tanah perusahaan dengan total luasan cukup besar tercatat menjadi jaminan pinjaman kepada pihak ketiga.

Kondisi tersebut, menurut Uchok, perlu ditelusuri lebih jauh untuk memastikan asal-usul perolehan tanah sekaligus mengantisipasi kemungkinan persoalan tumpang tindih klaim kepemilikan dengan lahan yang dikuasai masyarakat.

“Berdasarkan analisis terhadap laporan keuangan konsolidasian PT Sentul City Tbk Tahun 2025 dan 2024, terungkap bahwa sebagian besar tanah yang diklaim perusahaan sejatinya telah digadaikan atau dijadikan sebagai jaminan utang kepada pihak ketiga,” ujar Uchok kepada wartawan, Senin (2/11/2026).

Ia memerinci, terdapat beberapa kelompok aset tanah Sentul City yang tercatat terikat dalam skema penjaminan utang.

Pertama, lahan seluas 66,44 hektare yang tersebar di Desa Hambalang, Sumur Batu, Bojong Koneng, dan Citaringgul, Kecamatan Babakan Madang. Aset tersebut digunakan sebagai jaminan pinjaman kepada perseorangan melalui perantara PT Ciptadana Capital.

Kedua, lahan seluas 26,39 hektare di Desa Bojong Koneng dan Sumur Batu serta 48,89 hektare di Desa Cadas Ngampar. Kedua bidang tanah tersebut tercatat menjadi jaminan pinjaman dari PT Bintang Harapan Desa.

Ketiga, lahan seluas 31,61 hektare yang berada di Desa Citaringgul, Karang Tengah, Bojong Koneng, dan Babakan Madang. Berdasarkan laporan per 31 Desember 2024 dan 2025, aset tersebut menjadi jaminan pinjaman perusahaan dan SGC kepada Queen Bridge Investment Ltd.

Keempat, lahan seluas 0,8 hektare yang tersebar di Desa Babakan Madang, Bojong Koneng, dan Sumur Batu. Aset tersebut juga tercatat sebagai jaminan kepada PT Mandala Andalan Prima atas pinjaman perusahaan dan BJA.

Atas temuan tersebut, CBA meminta Kementerian ATR/BPN dan BPK melakukan penelusuran menyeluruh terhadap riwayat penguasaan serta legalitas aset tanah yang diklaim Sentul City.

“Pihak BPN atau Kementerian ATR/BPN sebaiknya segera meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan audit investigasi atas klaim tanah oleh PT Sentul City Tbk. Langkah ini sangat penting untuk menelusuri secara pasti asal-usul perolehan klaim tanah tersebut, agar tidak ada masyarakat pemilik sertifikat dan girik sah yang dirugikan,” tegasnya.

Uchok juga meminta agar tindakan pembongkaran maupun aktivitas pembangunan di atas lahan yang masih disengketakan tidak dilakukan secara sepihak sebelum status hukum tanah benar-benar terang.

Terlebih, sejumlah warga mengaku masih rutin membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) atas lahan yang kini diklaim sebagai aset perusahaan.

Menurutnya, pemerintah tidak boleh mengabaikan persoalan tersebut karena menyangkut kepastian hukum dan perlindungan hak masyarakat.

Di sisi lain, konflik lahan tersebut juga menjadi persoalan serius bagi pemilik Palm Boko, Ozzy Sudiro. Ia mengaku telah melaporkan dugaan perusakan lahan dan dugaan pemerasan yang melibatkan oknum PT Sentul City ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Jawa Barat.

Ozzy menyebut, aktivitas alat berat dan puluhan pekerja di lokasi masih terus berlangsung. Ia mengaku setiap hari menyaksikan pekarangan yang diklaim sebagai miliknya mengalami kerusakan akibat aktivitas pembuldoseran.

“Kami kumpulkan terus bukti-bukti perusakan yang mereka lakukan setiap hari. Sudah kami ingatkan soal aturan main dan hukum yang berlaku, mereka tetap membuldoser lahan kami. Aroma arogansinya sangat kental, dua kali dipanggil Polda juga mereka mangkir dan tetap melakukan aktivitas pembangunan di atas lahan kami,” ungkap Ozzy.

Ia menambahkan, dirinya bersama sejumlah pemilik lahan lain di sekitar Bojong Koneng tetap membayar pajak kepada pemerintah. Lokasi lahan tersebut diketahui berdekatan dengan Padepokan Garuda Yaksa dan kediaman Presiden RI Prabowo Subianto.

Ozzy mempertanyakan sikap pemerintah daerah karena pembayaran pajak warga tetap diterima, sementara penguasaan lahan mereka kini dipersoalkan oleh pihak pengembang.

“Pajaknya kami bayar terus dan diterima oleh pemerintah, sementara sekarang lahannya diklaim milik Sentul City. Pemerintah daerah juga harus ikut bertanggung jawab atas kisruh ini,” tandasnya.

Sementara itu, Corporate Communication PT Sentul City Tbk, Febryan, membantah adanya persoalan legalitas dalam penguasaan lahan perusahaan yang disengketakan dengan Ozzy Sudiro.

Ia menegaskan, Sentul City memiliki dokumen kepemilikan berupa Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) yang diterbitkan Kantor Pertanahan ATR/BPN Kabupaten Bogor.

“Terkait isu sengketa lahan dengan Saudara Ozzy Sudiro (Palm Boko) di Desa Bojong Koneng, kami menegaskan bahwa PT Sentul City Tbk menguasai dan memiliki bukti kepemilikan surat yang sah secara hukum berupa Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) resmi yang diterbitkan oleh Kantor Pertanahan ATR/BPN Kabupaten Bogor,” kata Febryan.

Ia menjelaskan, proses perolehan lahan perusahaan telah dilakukan melalui prosedur hukum yang berlaku sejak era 1990-an. Menurutnya, kepemilikan tersebut juga mengacu pada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria.

Febryan juga menegaskan, pembayaran PBB maupun kepemilikan surat oper alih garapan yang dibuat di bawah tangan tidak serta-merta menjadi bukti kepemilikan hak atas tanah.

“Sesuai ketentuan hukum pertanahan nasional, SHGB merupakan bukti hak tertinggi dan sah yang diakui oleh negara. Penguasaan fisik tanpa alas hak yang sah di atas lahan SHGB perusahaan merupakan bentuk illegal occupation yang dapat berkonsekuensi hukum,” tegasnya.

Terkait desakan CBA agar BPK melakukan audit terhadap laporan keuangan perusahaan, Febryan menyatakan Sentul City terbuka terhadap proses pemeriksaan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Terkait desakan tersebut, kami menegaskan bahwa pihak Sentul City sangat terbuka dan kami siap mengikuti seluruh prosedur serta aturan hukum yang berlaku,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, penjaminan aset tanah bersertifikat kepada pihak ketiga merupakan praktik bisnis yang sah dan lazim dilakukan dalam kegiatan pembiayaan. Mekanisme tersebut, kata dia, telah diatur dalam ketentuan hukum mengenai Hak Tanggungan di Indonesia.

“Penjaminan aset justru membuktikan bahwa kepemilikan atas tanah tersebut sah secara legal formal sehingga diakui oleh lembaga keuangan dan perbankan,” pungkas Febryan.

Fredy Kristianto |*

Sebelum Merawat Orang Lain, Mahasiswa Kesehatan Diajak Belajar Merawat Diri Sendiri

0
  • Melalui Internship Mental Health 2026, sebanyak 200 mahasiswa Poltekkes Kemenkes Jakarta III diajak mengenali tekanan akademik, mengelola kelelahan, dan membangun ketangguhan diri.

Bekasi | Jurnal Bogor
Menjadi calon tenaga kesehatan bukan hanya tentang belajar merawat orang lain, tetapi juga tentang kemampuan mengenali dan merawat diri sendiri.

Pesan tersebut menjadi salah satu pokok pembahasan dalam kegiatan Internship Mental Health 2026 yang mengangkat tema “Beranjak Dewasa: Bertahan, Bertumbuh, dan Pulih Bersama”, pada Sabtu, 31 Oktober 2026, di Ruang Theater Poltekkes Kemenkes Jakarta III, Jatiwarna, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Kegiatan yang diikuti sekitar 200 mahasiswa secara luring dan daring melalui Zoom ini dibuka oleh Ketua Tim Kerja Mahasiswa dan Ikatan Alumni Poltekkes Kemenkes Jakarta III, Citra Amaniah Anhar, M.Si.

Dalam sambutannya, Mullah Muhammad Umar, Ketua Pelaksana Internship Mental Health 2026 menyampaikan pesan yang menjadi semangat kegiatan:

Kita mungkin tidak selalu bisa menyembuhkan luka satu sama lain, tetapi setidaknya kita bisa belajar untuk tidak membiarkan siapa pun merasa sendirian dalam proses penyembuhannya.

Pesan ini menegaskan pentingnya kepedulian, kebersamaan, dan dukungan dalam perjalanan menjaga kesehatan mental.

Hadir sebagai narasumber tunggal, Bunda Lili Marliyuana, Certified Self-Healing Professional, Emotional Healing Therapist, sekaligus Direktur ABCo Therapy Center.

Dalam sesi selama 90 menit termasuk tanya jawab, Bunda Lili membawakan materi bertajuk “LESS STRESS, MORE PROGRESS: Navigating Academic Pressure and Growing with Resilience”.

Materi ini mengajak mahasiswa melihat lebih dekat berbagai tekanan yang sering hadir dalam kehidupan perkuliahan, mulai dari tugas yang menumpuk, ujian, praktikum, tuntutan keluarga, perbandingan dengan teman, hingga kekhawatiran menghadapi masa depan.

Bunda Lili mengingatkan bahwa kelelahan bukan sesuatu yang harus selalu disembunyikan atau dilawan dengan memaksakan diri. Mahasiswa perlu belajar mengenali kapan tubuh dan pikirannya membutuhkan jeda, serta memahami perbedaan antara kelelahan biasa dan burnout akademik.

Menurutnya, nilai akademik memang penting sebagai bagian dari proses belajar, tetapi bukan penentu harga diri seseorang.

Belajar Mengelola Tekanan dengan Langkah Sederhana

Dalam pemaparannya, mahasiswa diperkenalkan pada empat langkah praktis untuk menghadapi tekanan, yaitu mengenali kondisi diri, menenangkan respons tubuh dan pikiran, menyusun kembali prioritas, serta membangun hubungan dengan orang-orang yang dapat memberikan dukungan.

Peserta juga mengikuti latihan sederhana Pause, Breathe, Notice, Prioritize  untuk belajar berhenti sejenak, menyadari kondisi diri, dan menentukan satu langkah kecil yang dapat dilakukan.

Selain itu, Bunda Lili mengajak mahasiswa memahami bahwa menjadi tangguh bukan berarti harus selalu kuat, tidak boleh menangis, atau mampu menyelesaikan semua persoalan sendirian.

Resiliensi justru berarti mau belajar menyesuaikan diri, mencoba strategi baru, mengenali batas kemampuan, dan berani meminta bantuan ketika diperlukan.

Dari Seminar Menjadi Langkah Nyata Merawat Diri

Salah satu sesi aplikatif dalam kegiatan ini adalah My 7-Day Wellness & Growth Plan. Mahasiswa diajak membuat komitmen sederhana untuk tujuh hari ke depan melalui empat hal: menjaga kebutuhan fisik (Body), merawat pikiran dan emosi (Mind), menentukan tindakan realistis (Action), serta mengenali orang atau layanan yang dapat memberikan dukungan (Support).

Mahasiswa juga diingatkan untuk tidak ragu mencari bantuan dari dosen wali, konselor kampus, psikolog, dokter, atau tenaga profesional apabila tekanan yang dialami semakin berat dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.

Melalui materi ini, Bunda Lili ingin menegaskan bahwa merawat diri bukanlah bentuk keegoisan, melainkan bagian dari tanggung jawab, terutama bagi mereka yang kelak akan menjalankan profesi di bidang kesehatan.

“Your worth is bigger than your grades. Your growth is bigger than your struggles. You don’t have to be perfect to make progress.”

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa nilai diri seseorang jauh lebih besar daripada pencapaian akademiknya. Setiap mahasiswa memiliki perjalanan, kemampuan, dan waktu bertumbuh yang berbeda.

Melalui Internship Mental Health 2026, diharapkan mahasiswa tidak hanya semakin siap menghadapi tantangan perkuliahan, tetapi juga lebih peduli terhadap kesehatan dirinya, mampu mengelola tekanan secara sehat, dan tumbuh menjadi calon tenaga kesehatan yang memiliki kepedulian terhadap diri sendiri maupun orang lain.

Karena dalam perjalanan bertumbuh dan pulih, kita tidak harus berjalan sendirian. LESS STRESS, MORE PROGRESS.

(Wawan Hermawanto)

Pabrik Karet Peninggalan Belanda di Cigudeg Terbengkalai Belasan Tahun

0

Cigudeg | Jurnal Bogor
Bangunan bekas pabrik karet yang berada di wilayah Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, terbengkalai dan tidak lagi beroperasi. Bangunan tersebut bahkan disebut telah ditinggalkan selama belasan tahun.

Pantauan di lokasi, kondisi bangunan terlihat memprihatinkan. Sejumlah bagian atap seng telah rusak dan berlubang, sementara struktur bangunan mulai lapuk. Tanaman liar juga terlihat tumbuh di sekitar hingga bagian dalam bangunan.

Selain bangunan utama, di kawasan tersebut masih terlihat sejumlah fasilitas dan peralatan lama yang sudah tidak digunakan. Kondisi itu memperlihatkan bahwa lokasi tersebut telah lama ditinggalkan dari aktivitas produksi.

Menurut warga setempat, Lukman, bangunan tersebut merupakan bekas pabrik pengolahan karet yang sudah tidak beroperasi sejak belasan tahun lalu. Aktivitas pengolahan karet kemudian berpindah ke lokasi lain.

“Bangunan ini bangunan karet yang sudah terbengkalai belasan tahun dan sudah tidak beroperasi. Bangunan ini sudah pindah dan ini bangunan dari zaman Belanda,” ujar Lukman.

Keberadaan bangunan tua tersebut hingga kini masih menjadi saksi sejarah aktivitas industri karet di wilayah Cigudeg. Meski sudah tidak digunakan, sebagian struktur bangunan masih berdiri di tengah kawasan yang kini dipenuhi rerumputan dan pepohonan.

Kondisi bangunan yang semakin rusak juga membuat jejak sejarah industri karet di kawasan tersebut perlahan tergerus waktu. Hingga kini, belum diketahui adanya rencana pemanfaatan kembali terhadap bangunan bekas pabrik tersebut.

(Maulida Intan Susanti/mg-uika)

Dedie Rachim: Kota Bogor Siap 100 Persen

0

Bogor | Jurnal Bogor

Kota Bogor mengklaim telah merampungkan seluruh persiapan sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026. Tak hanya fokus menyukseskan penyelenggaraan, Pemkot Bogor juga membidik target ambisius dengan mengincar 100 medali emas.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan kesiapan penyelenggaraan 28 cabang olahraga (cabor) yang menjadi tanggung jawab Kota Bogor telah mencapai 100 persen. Kepastian tersebut diperoleh setelah dilakukan evaluasi bersama panitia, ketua kontingen, serta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bogor.

Bahkan, sejumlah pertandingan sudah mulai dilaksanakan. Salah satunya cabang olahraga panahan yang berlangsung di GOR Pajajaran.

“Untuk penyelenggaraan 28 cabang olahraga yang menjadi tanggung jawab Kota Bogor, alhamdulillah semuanya sudah 100 persen siap. Bahkan hari ini kami mulai pertandingan untuk panahan di GOR Pajajaran,” ujar Dedie seusai memimpin rapat persiapan Porprov XV Jabar 2026 di Aula Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor, Kelurahan Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan, Senin (2/11/2026).

Meski seluruh venue dan kebutuhan utama pertandingan dinyatakan siap, Pemkot Bogor masih menyoroti persoalan logistik dan akomodasi. Dua aspek tersebut dinilai perlu mendapat perhatian serius agar tidak mengganggu pelayanan terhadap atlet maupun ofisial dari luar daerah.

Dedie meminta panitia melakukan penghitungan ulang antara kebutuhan dan kapasitas fasilitas yang tersedia. Dengan begitu, seluruh kebutuhan kontingen dapat dipastikan terpenuhi sebelum kompetisi berlangsung.

“Masih ada catatan, terutama masalah logistik dan akomodasi yang harus dihitung ulang. Jumlah kebutuhan dan ketersediaannya belum sepenuhnya sama. Kami minta dalam waktu tidak terlalu lama semuanya sudah bisa dipastikan sehingga tidak terjadi kekurangan,” tegasnya.

Di sisi lain, Pemkot Bogor juga mulai mengarahkan perhatian pada pencapaian prestasi kontingen. Dedie optimistis target 100 medali emas bukan hal yang mustahil untuk diwujudkan, sepanjang seluruh atlet mampu menunjukkan performa terbaiknya.

Untuk mendukung ambisi tersebut, ia menilai keterlibatan masyarakat menjadi salah satu faktor penting. Warga Kota Bogor diajak tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut memberikan dukungan langsung kepada atlet yang sedang bertanding.

Salah satu titik pertandingan yang diharapkan ramai dikunjungi masyarakat adalah Green Forest di kawasan Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan. Lokasi tersebut dijadwalkan menjadi arena pertandingan delapan cabang olahraga.

Dedie pun meminta jadwal pertandingan dipublikasikan secara luas agar masyarakat mengetahui lokasi dan waktu pertandingan serta bisa datang memberikan dukungan.

“Masyarakat saya minta memberikan dukungan pada saat atlet-atlet kami bertanding. Ada delapan cabang olahraga yang diselenggarakan di Green Forest, Pamoyanan. Jadwal pertandingannya bisa dipublikasikan agar masyarakat mengetahui dan datang memberikan semangat,” tuturnya.

Menurut Dedie, dukungan langsung dari masyarakat diharapkan mampu membangun atmosfer kompetisi yang semarak sekaligus meningkatkan motivasi para atlet untuk mempersembahkan prestasi bagi Kota Bogor.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama mengawal perjuangan kontingen Kota Bogor dalam ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.

“Mari beramai-ramai kita dukung atlet-atlet Bogor dalam rangka meraih emas dan menjadikan Kota Bogor mencapai target 100 medali emas di Porprov ke-15 tahun 2026 ini,” pungkasnya.(*)

Jejaring Pelayanan Stunting dan Wasting Diperkuat RSUD R.Moh.Noh Nur Bersama FKTP Serta Rumah Sakit Tipe C dan D

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor
Dalam upaya memperkuat koordinasi dan kolaborasi lintas fasilitas pelayanan kesehatan guna menekan angka prevalensi stunting dan wasting, RSUD R. Moh. Noh Noh Leuwiliang sukses menyelenggarakan kegiatan Pertemuan Penguatan Jejaring Rumah Sakit Terkait Pelayanan Stunting dan Wasting dengan FKTP, RS Tipe D, dan RS Tipe C. Kegiatan penting ini dilaksanakan di Aula Soekarno Hatta, Lantai 2 RSUD R. Moh. Noh Noh Leuwiliang, pada Selasa, 27 Oktober 2026.

Acara ini dihadiri oleh jajaran manajemen rumah sakit, perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, para ahli gizi, serta perwakilan dari puluhan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas di wilayah kerja sekitar, serta rumah sakit mitra seperti RS Assyifa Leuwiliang dan RS Karya Bhakti Pratiwi.

Pertemuan dibuka secara resmi oleh Wakil Direktur Pelayanan RSUD R. Moh. Noh Noh Leuwiliang, dr. Esther Melanni, M.Kes, yang menekankan pentingnya membangun sinergi dan ruang diskusi terbuka bersama Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dalam menangani persoalan gizi anak secara komprehensif.

Sesi pemaparan materi menghadirkan narasumber ahli, di antaranya Dokter Spesialis Anak dr. Ammar Fauzan Islami, Sp.A, yang memaparkan materi mengenai “Program Nasional Penurunan Prevalensi Stunting dan Wasting”, serta pemaparan materi “Tata Laksana Nutrisi Gizi Kurang Tanpa Komplikasi” oleh Desy Nur Arista, A.Md. Gz. Selain itu, kegiatan ini turut diisi dengan edukasi kesehatan mengenai peran probiotik oleh perwakilan PT. Yakult Indonesia Persada.

Berikut adalah poin-poin penting yang dibahas dalam rangkaian pertemuan penguatan jejaring tersebut:

Urgensi Program Nasional: Stunting dan wasting menjadi perhatian serius pemerintah mengingat dampaknya pada jangka pendek berupa gagal tumbuh dan gangguan motorik, di mana Indonesia menempati peringkat kedua di dunia dan Provinsi Jawa Barat berada di urutan pertama.

Intervensi Dini di Puskesmas: Pencegahan terbukti jauh lebih efektif dibanding pengobatan, dengan mengoptimalkan 11 program intervensi spesifik dan sensitif pada sasaran 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) anak hingga usia 6 tahun.

Penguatan Alur Rujukan dan Rujuk Balik: Penyelarasan mekanisme rujukan dari posyandu ke Puskesmas, hingga penanganan lanjutan di rumah sakit melalui pemantauan indikator kunjungan rujuk balik yang terkoordinasi.

Tata Laksana Nutrisi Terpadu: Standarisasi asesmen status gizi (pengukuran antropometri BB/U, PB/U, TB/U, dan BB/TB) serta penentuan jenis makanan dan evaluasi berkala guna mencegah perburukan kondisi gizi anak.

“Pertemuan ini menjadi ajang strategis untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi antar fasilitas pelayanan kesehatan dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting serta wasting, sehingga pelayanan kesehatan bagi anak dapat berjalan lebih optimal dan berkesinambungan,” pihak manajemen RSUD R. Moh. Noh Noh Leuwiliang menyampaikan dalam sesi penutupan.

Melalui jejaring pelayanan yang terintegrasi antara rumah sakit rujukan, Puskesmas, dan Dinas Kesehatan, RSUD R. Moh. Noh Noh Leuwiliang optimis penanganan kasus stunting dan wasting di wilayah Kabupaten Bogor dapat ditangani secara cepat, tepat, dan berkelanjutan demi mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas.

(yev/cc)