27.8 C
Bogor
Thursday, September 24, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 3

Lomba Susur Sungai Meriahkan HUT RI ke-81 Megamendung

0

Megamendung | Jurnal Bogor
Beragam cara dilakukan Pemerintah Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Tahun ini, perayaan kemerdekaan dikemas melalui kegiatan yang tidak hanya bersifat hiburan, tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan.

Salah satunya melalui lomba susur sungai dilaksanakan pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Dalam kegiatan tersebut, para peserta diajak menyusuri aliran Sungai Ciliwung dan Sungai Cikabirus yang melintasi wilayah Kecamatan Megamendung sekaligus memungut sampah yang ditemukan di sepanjang aliran sungai.

Camat Megamendung, Ridwan mengatakan, konsep perayaan HUT RI tahun ini sengaja dibuat berbeda dari biasanya. Menurutnya, kegiatan kemerdekaan diharapkan tidak hanya menjadi ajang berkumpul dan bersenang-senang, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.

“Memang tahun ini kami ingin kegiatan HUT RI di Kecamatan Megamendung dibuat lebih bermanfaat. Salah satunya melalui kegiatan susur sungai ini, sehingga ada dampak nyata terhadap lingkungan,” ujar Ridwan.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan sungai. Pasalnya, masih ditemukan berbagai jenis sampah yang terbawa maupun sengaja dibuang ke aliran sungai.

“Ini bagian dari edukasi juga kepada warga. Selama ini aliran sungai di Megamendung masih dipenuhi sampah karena kesadaran sebagian masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan masih perlu ditingkatkan,” katanya.

Dalam lomba tersebut, peserta akan dibagi ke dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok diwajibkan mengumpulkan sampah yang ditemukan selama menyusuri sungai. Penilaian tidak hanya berdasarkan jumlah sampah yang berhasil dikumpulkan, tetapi juga mempertimbangkan jenis sampah yang diperoleh.

“Jadi peserta yang berhasil mengumpulkan sampah dalam jumlah banyak akan mendapatkan penilaian. Jenis sampah yang dikumpulkan juga menjadi bagian dari penilaian dan bisa menentukan pemenang,” jelas Ridwan.

Untuk mengikuti kegiatan tersebut, setiap peserta diwajibkan membawa kantong plastik, polibag, atau karung sebagai tempat menampung sampah. Wadah yang digunakan juga harus diberi tanda atau tulisan sesuai dengan nama kelompok masing-masing untuk memudahkan proses penilaian.

Ridwan berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan kepedulian warga terhadap kondisi sungai dan lingkungan di sekitar tempat tinggal mereka.

“Mudah-mudahan kegiatan ini bisa memberikan manfaat. Jadi HUT RI ke-81 di Kecamatan Megamendung bukan hanya meriah, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua BPD Desa Gadog, Azet Basuni menyambut baik pelaksanaan lomba susur sungai tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini memiliki manfaat ganda karena selain menjadi bagian dari perayaan HUT RI, juga secara langsung mengajak masyarakat terlibat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Ia menilai kebersihan sungai merupakan tanggung jawab bersama sehingga masyarakat tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah dalam menjaga kondisi aliran sungai.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat. Selain memeriahkan HUT RI, lingkungan, khususnya aliran sungai, bisa menjadi lebih bersih,” ujarnya.

(Dadang Supriatna)

Camat Megamendung Ajak Warga Sukseskan Operasi Bebersih Sampah

0

Megamendung | Jurnal Bogor
Pemerintah Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi dalam Operasi Bebersih Sampah yang akan dilaksanakan serentak pada 1 Agustus 2026.

Kegiatan ini menjadi upaya nyata untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman, sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.

Operasi bebersih sampah akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah desa, RT, RW, hingga masyarakat di setiap lingkungan.

Melalui semangat gotong royong, diharapkan budaya menjaga kebersihan dapat semakin tumbuh dan menjadi kebiasaan bersama.

Camat Megamendung, Ridwan, mengatakan keberhasilan kegiatan tersebut sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat. Karena itu, pihaknya mengajak para ketua RT dan RW untuk menjadi penggerak dalam mengajak warga membersihkan lingkungan masing-masing.

“Melalui RT dan RW, kami berharap partisipasi masyarakat dalam kegiatan Operasi Bebersih Sampah ini bisa tinggi sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai,” ujar Ridwan.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya sekadar membersihkan sampah, tetapi juga menjadi sarana edukasi agar masyarakat memiliki kepedulian yang lebih besar terhadap lingkungan sekitar.

“Inti dari kegiatan ini adalah mengedukasi masyarakat agar memiliki kepedulian terhadap lingkungannya. Jika lingkungan bersih dan sehat, saya yakin masyarakat juga akan hidup lebih sehat, nyaman, dan kualitas hidupnya semakin baik,” katanya.

Ridwan berharap Operasi Bebersih Sampah dapat berjalan sukses dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi lingkungan di Kecamatan Megamendung. Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk menyukseskan kegiatan tersebut melalui semangat gotong royong.

“Mari kita sukseskan Operasi Bebersih Sampah ini demi Megamendung yang lebih bersih, sehat, dan nyaman untuk kita semua,” tandasnya.

(Dadang Supriatna)

FEB Unpak Dampingi UMKM Cisarua Bidik Pasar Wisata Puncak

0

Cisarua | Jurnal Bogor – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pakuan (FEB Unpak) memberikan pendampingan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Cibeureum dan Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.

Pendampingan yang berlangsung selama delapan bulan sepanjang 2026 tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas pelaku UMKM agar mampu menangkap peluang ekonomi dari tingginya potensi pariwisata di Kawasan Puncak.

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat FEB Unpak, Ir. Iman Hilman, M.M., mengatakan potensi pariwisata Puncak harus memberikan dampak yang lebih besar bagi pelaku usaha lokal.

“Potensi UMKM di Desa Cibeureum dan Citeko sangat besar. Produk makanan dan minumannya beragam serta berkualitas. Namun, pengembangannya masih perlu diselaraskan dengan perubahan pasar dan kebutuhan wisatawan,” ujar Iman Hilman.

Menurutnya, pendampingan dilakukan untuk membantu pelaku UMKM memahami pasar, memperbaiki pengelolaan usaha, hingga meningkatkan kesiapan produk agar mampu masuk ke pasar pariwisata.

“Kami hadir untuk menjembatani potensi produk lokal tersebut agar tidak hanya menjadi penonton di rumah sendiri, tetapi mampu membaca pasar, mengelola arus kas, dan memenuhi standar pasar pariwisata,” katanya.

Program tersebut difokuskan pada tiga persoalan utama yang dihadapi pelaku UMKM, yakni manajemen pemasaran, branding dan packaging produk, serta akses terhadap permodalan.

Pendampingan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama berupa pemetaan kebutuhan yang dilaksanakan pada 28 Januari 2026 dengan melibatkan 16 pelaku UMKM olahan pangan di Aula Kantor Desa Cibeureum.

Dalam kegiatan tersebut, tim menggali berbagai kendala yang dihadapi pelaku usaha, mulai dari produksi hingga pemasaran. Produk yang dikembangkan para pelaku UMKM di antaranya kue gemblong, kue kering, kue basah, yoghurt, dan berbagai produk bakery.

Tahap berikutnya dilaksanakan pada 16 April 2026 melalui workshop penguatan bauran pemasaran dengan pendekatan Marketing Mix 7P, meliputi product, price, place, promotion, people, process, dan physical evidence.

Materi juga mencakup strategi branding dan packaging yang disesuaikan dengan karakter konsumen serta kebutuhan pasar wisata.

Sementara itu, pada 14 Juli 2026, tim melanjutkan pendampingan melalui pelatihan penyusunan proposal bisnis dan prosedur pengajuan pembiayaan. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Cisarua tersebut turut menghadirkan perwakilan Bank BJB Cabang Cibinong.

Tidak hanya mengandalkan pembiayaan perbankan, pelaku UMKM juga diarahkan memanfaatkan sumber permodalan alternatif, seperti BUMDesa, koperasi, serta program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL/CSR) dari perusahaan swasta maupun BUMN.

Ketua Forum UMKM Kecamatan Cisarua, Marlin, mengapresiasi pendampingan yang dilakukan FEB Unpak.

“Saya sangat berterima kasih kepada FEB Universitas Pakuan yang telah melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di Kecamatan Cisarua. Insya Allah ilmu yang disampaikan dan kegiatan pendampingan yang telah dilaksanakan sangat bermanfaat bagi teman-teman kami pelaku UMKM di Kecamatan Cisarua,” tutur Marlin, Rabu (16/9/2026).

Melalui program pendampingan berkelanjutan tersebut, UMKM di Desa Cibeureum dan Desa Citeko diharapkan semakin mampu mengembangkan usahanya sekaligus mengambil peran dalam rantai ekonomi pariwisata di Kawasan Puncak. Yudi

Kemendikdasmen Turunkan Bantuan Revitalisasi ke SDN Semeru 6 Kota Bogor

0

Bogor | Jurnal Bogor
Dunia pendidikan di Kota Bogor kembali mendapat perhatian pemerintah pusat. SDN Semeru 6 Kota Bogor yang berada di Jl. Dr. Semeru Gg. Kelor RT 02 RW 09, Menteng, Bogor Barat, Kota Bogor pada tahun anggaran 2026 ini resmi mendapatkan bantuan program Revitalisasi Satuan Pendidikan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Berdasarkan data yang diperoleh, sekolah tersebut menerima alokasi anggaran sebesar Rp 965.759.526. Anggaran tersebut diperuntukkan untuk rehabilitasi total sembilan unit sarana sekolah. Rinciannya meliputi tujuh ruang kelas, satu ruang administrasi, dan satu unit toilet. Jumlah dan jenis rehabilitasi tersebut telah sesuai dengan menu bantuan yang tercantum pada laman resmi Kemendikdasmen.

Kepala SDN Semeru 6 Kota Bogor, Dewi Sintawati, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa seluruh proses pekerjaan dilaksanakan dengan mekanisme swakelola. Prinsip pemberdayaan masyarakat menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan di lapangan.

Perekrutan tenaga kerja dilakukan dengan melibatkan warga di lingkungan sekitar sekolah. Proses tersebut dilakukan secara terbuka dengan berkoordinasi bersama Komite Sekolah, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) kelurahan setempat, serta pengurus Rukun Warga (RW).

“Langkah ini diambil guna memastikan program revitalisasi memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar sekaligus menjaga kondusivitas lingkungan,” ujar  Dewi Sintawati, S.Pd., M.Pd.,  saat ditemui pada Selasa (15/09/2026).

Selain itu, pelaksanaan revitalisasi ini juga sudah mendapatkan pengarahan dan pembinaan dari unsur SIGAP (Satgas Inpeksi Gabungan  Anti Pungli ) terdiri dari unsur TNI (Kodim dan Denpom), Polri, Kejaksaan, BIN dan Pemda (Inspektorat, Setda, Kesbangpol).

Tidak hanya perekrutan pekerja, penentuan Ketua Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) juga dilakukan melalui musyawarah. Pihak sekolah bersama komite dan LPM melakukan seleksi untuk memilih sosok yang memiliki kompetensi dan keahlian di bidang konstruksi, sesuai dengan persyaratan dan ketentuan teknis yang telah ditetapkan oleh Kemendikdasmen. Hal ini dilakukan untuk menjamin kualitas hasil pekerjaan sesuai standar.

Menanggapi isu terkait pengadaan material bangunan, pihak sekolah menegaskan bahwa seluruh pengadaan telah mengacu pada Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah disetujui dan tertuang dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara sekolah dan Kemendikdasmen.

Pihaknya menjelaskan, sebelum penyusunan RAB, tim konsultan perencana telah melakukan asesmen menyeluruh terhadap kelayakan material eksisting. Oleh karena itu, tidak semua material diganti secara total. Sebagai contoh, untuk material baja ringan, pergantiannya dilakukan secara selektif.

“Kami tetap membeli baja ringan karena terdapat beberapa ruangan yang struktur rangka atapnya masih menggunakan balok kayu dan ada ruangan yang memang memerlukan perubahan total pada rangka atapnya. Semua itu sudah sesuai dengan yang tertera pada RAB yang telah disetujui,” jelas Dewi Sintawati, S.Pd., M.Pd.,

Progres pengerjaan di lapangan yang sudah berjalan
-Prestasi Pelaksanaan : 28.015 %
-Prestasi Direncanakan: 21.350%
-Deviasi Lebih Cepat: + 6.665 %

Pihak SDN Semeru 6 Kota Bogor menyatakan komitmennya untuk menjalankan program secara transparan dan akuntabel. Pihak sekolah membuka ruang dialog bagi semua pihak yang ingin mengetahui perkembangan revitalisasi, sepanjang informasi tersebut berada pada ranah yang dapat dipublikasikan sesuai ketentuan.

(Wawan Hermawanto)

Perkuat Kelembagaan Pekebun, BPDP dan Kementan Gelar Pelatihan di Bengkulu

0

Bengkulu | Jurnal Bogor
Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Kementerian Pertanian memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) pekebun kelapa sawit melalui Pelatihan Penumbuhan Kebersamaan Pekebun.

Penguatan tersebut dilakukan melalui pelatihan bagi pekebun dari Kabupaten Bengkulu Utara yang berlangsung di Hotel Mercure Bengkulu Senin (14/9/2026). Kegiatan yang diikuti 27 peserta, diarahkan untuk meningkatkan kesadaran pekebun mengenai pentingnya membangun kebersamaan serta memperkuat kelembagaan kelompok.

Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan pekebun dalam mengaktifkan kelompok, membangun kemitraan, serta mengembangkan jejaring kerja sama. Penguatan kelembagaan diharapkan dapat menjadi fondasi bagi pekebun dalam mengelola usaha perkebunan secara lebih baik.

Penguatan kapasitas SDM dan kelembagaan menjadi bagian penting dalam mendorong produktivitas, efisiensi, dan daya saing perkebunan kelapa sawit sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekebun.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mendorong pengembangan kompetensi pekebun melalui kolaborasi antara BPDP dan Kementerian Pertanian.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memberikan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada aspek teknis perkebunan, tetapi juga membangun kemampuan pekebun dalam mengelola kelompok, mengembangkan kemitraan, serta memperluas jejaring kerja sama.

Sementara itu, Kepala BBPMKP Sukim Supandi mengatakan pelatihan penumbuhan kebersamaan pekebun menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kapasitas pekebun sekaligus memperkuat kelembagaan kelompok.

Menurutnya, pembelajaran yang diberikan diharapkan dapat diterapkan peserta setelah kembali ke kelompok dan lingkungan masing-masing sehingga manfaat pelatihan dapat berkembang secara lebih luas.

Ketua Kelompok Program dan Evaluasi BBPMKP, Sutrisno Sipahutar, mengatakan pekebun perlu memahami bahwa mereka merupakan bagian dari kelompok sosial yang memiliki kepentingan dan tujuan bersama.

“Sinergi antara BPDP dan BBPMKP ini ditujukan untuk memfasilitasi para pekebun sawit untuk meningkatkan kesadaran pentingnya kebersamaan dalam kelompok, kemampuan dalam mengaktifkan kelompok, kesadaran pentingnya bermitra dan kemampuan membangun jejaring kerja sama,” ujar Sutrisno.

Ia menjelaskan, melalui pelatihan peserta didorong untuk membangun kelompok sekaligus memperkuat kelembagaan yang telah ada. Kelembagaan kelompok yang semakin baik diharapkan dapat mendukung pekebun dalam mengakses berbagai program pemerintah sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang berlaku.

“Ke depan semua bantuan pemerintah akan diarahkan melalui kelompok. Sehingga teman-teman di sini kita bangun kesadarannya untuk membentuk kelompok dan kelembagaannya,” jelasnya.

Menurutnya, kemampuan mengelola kelompok menjadi fondasi penting agar pekebun dapat berkembang dan menjalankan usaha perkebunan secara lebih baik.

“Yang terpenting dalam pelatihan ini adalah bagaimana pola pikir mereka terhadap manajemen itu terbangun. Tidak sebatas budi daya. Budi daya itu penting, tetapi bagaimana kita memimpin dan membangun manajemen yang baik terkait perkebunan sawit milik rakyat, itu yang menjadi fondasi utamanya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu, Sri Herlin Despita, menyambut baik pelaksanaan Pelatihan Penumbuhan Kebersamaan Pekebun.

Menurut Sri Herlin, penguatan kelembagaan menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung pengelolaan kelompok pekebun di daerah. Melalui pelatihan, pekebun diharapkan semakin mampu membangun kelompok yang aktif dan memiliki tata kelola yang lebih baik.

“Dengan adanya pelatihan ini kita berharap kelembagaan pekebun di Provinsi Bengkulu semakin kuat dan kelompok tani kita semakin baik dalam mengelola kelompoknya, sehingga permasalahan-permasalahan di kelompok tidak terjadi lagi,” ujar Sri.

Ia berharap penguatan kelembagaan tersebut tidak hanya berdampak terhadap kemampuan pekebun dalam mengelola kelompok, tetapi juga mendukung peningkatan produktivitas perkebunan kelapa sawit.

Menurutnya, berbagai pelatihan yang dilaksanakan melalui kolaborasi BPDP dan BBPMKP diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pekebun dalam mengelola kebun secara lebih efektif.

“Yang paling utama, dengan adanya banyak pelatihan dari kolaborasi BPDP dan BBPMKP sawit ini, kita berharap peningkatan produksi sawit di Provinsi Bengkulu semakin tinggi, juga kesejahteraan petani sawit kita semakin baik,” katanya.

Melalui sinergi BPDP dan BBPMKP Kementerian Pertanian, peningkatan kapasitas pekebun diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan. Penguatan pengetahuan, manajemen, kepemimpinan, dan kelembagaan kelompok menjadi modal penting dalam mendukung pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang semakin produktif dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan pekebun.

(Restu/BBPMKP)

Pekebun Sawit Kaltim Diperkuat, Dari Pelatihan Menuju Kelembagaan yang Lebih Kuat

0

Samarinda | Jurnal Bogor
Penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu kunci meningkatkan produktivitas dan daya saing perkebunan kelapa sawit. Karena itu, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Kementerian Pertanian terus memperkuat kapasitas pekebun melalui Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit (SDMPKS).

Upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Penumbuhan Kebersamaan Pekebun Angkatan I bagi pekebun asal Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Pelatihan berlangsung pada 14–19 September 2026 di Samarinda dan diikuti 41 peserta, terdiri atas 33 laki-laki dan delapan perempuan.

Peserta mayoritas berasal dari Kecamatan Bengalon sebanyak 37 orang, Kecamatan Sangatta Utara dua orang, serta masing-masing satu orang dari Tanete Rilau dan Waru.

Pelatihan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan individu pekebun, tetapi juga mendorong tumbuhnya kebersamaan dalam kelompok, mengaktifkan kelembagaan pekebun, membangun kemitraan usaha, dan memperluas jejaring kerja sama.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pembangunan sektor perkebunan tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan produksi. Penguatan SDM dan kelembagaan juga menjadi fondasi penting agar sektor perkebunan mampu berkembang secara produktif, efisien, dan berdaya saing.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengapresiasi dukungan BPDP dalam pengembangan kompetensi SDM perkebunan melalui kolaborasi dengan Kementerian Pertanian.

Menurutnya, peningkatan kapasitas pekebun perlu berjalan beriringan dengan penguatan kelembagaan. Kelompok pekebun yang aktif dapat menjadi ruang untuk bertukar informasi dan pengalaman, membangun kemitraan, serta mencari solusi atas berbagai persoalan usaha perkebunan secara bersama-sama.

Kolaborasi BPDP dan BBPMKP tersebut telah memasuki tahun kelima. Kepercayaan BPDP kepada BBPMKP dalam menyelenggarakan pelatihan SDM perkebunan kelapa sawit menjadi bagian dari komitmen bersama untuk meningkatkan kompetensi pekebun sekaligus memperkuat kelembagaan dan tata kelola usaha perkebunan.

Kepala BBPMKP Sukim Supandi mengatakan pelatihan dirancang tidak hanya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga membangun kemampuan peserta dalam bekerja sama dan mengembangkan jejaring kemitraan.

“Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru serta mampu mengimplementasikan hasil pembelajaran di kelompok maupun kelembagaan pekebun sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Sukim.

Penguatan kelembagaan menjadi salah satu hasil yang diharapkan dari proses pengembangan SDM pekebun. Ketua Kelompok Penyelenggaraan Pelatihan Manajemen Non Aparatur dan Pengelolaan Kerja Sama Pelatihan BBPMKP, Renata Dayang Naguratta Damanik, mengatakan kebersamaan merupakan modal penting bagi pekebun untuk meningkatkan kapasitas sekaligus mengembangkan kelompok.

“Dengan adanya pengembangan SDM, harapannya kapasitas sumber daya manusia pekebun semakin meningkat. Kesadaran untuk saling menguatkan juga semakin tumbuh, karena kalau berkelompok pasti lebih kuat dibandingkan sendiri-sendiri,” ujar Renata.

Menurut Renata, selama lima tahun pelaksanaan kerja sama dengan BPDP, BBPMKP tidak hanya menyelenggarakan pelatihan, tetapi juga melakukan evaluasi dan pemantauan untuk melihat sejauh mana pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh peserta diterapkan setelah kembali ke wilayah masing-masing.

Hasil evaluasi menunjukkan adanya perkembangan positif di sejumlah wilayah. Salah satunya ditandai dengan terbentuknya koperasi yang berasal dari kelompok-kelompok pekebun yang sebelumnya mengikuti pelatihan.

“Dari hasil evaluasi kita, di beberapa wilayah bahkan sudah bisa membangun koperasi. Dari kelompok petani yang sebelumnya ikut pelatihan, kemauan untuk membentuk sesuatu secara bersama-sama akhirnya semakin kuat,” katanya.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa pelatihan dapat menjadi pintu masuk bagi penguatan kelembagaan. Pengetahuan yang diperoleh peserta tidak berhenti pada individu, tetapi dapat dikembangkan menjadi gerakan bersama melalui kelompok dan kelembagaan pekebun.

Ketua Tim Kerja Program BBPMKP sekaligus Ketua Penyelenggara Pelatihan, Triane Widya Anggriani, mengatakan pelatihan di Kalimantan Timur merupakan bagian dari sinergi BPDP dan BBPMKP dalam meningkatkan kompetensi dan kapabilitas SDM perkebunan kelapa sawit.

“Pada tahun ini pelatihan di Kaltim, khususnya bagi pekebun dari Kabupaten Kutai Timur, digelar 14–19 September 2026,” jelas Triane.

Materi pelatihan disusun berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Perkebunan Nomor 40/Kpts/KB.020/E/05/2025 dengan total 36 jam pelajaran (JP).

Materi mencakup peningkatan kesadaran kelompok, kemitraan usaha pekebun, pengelolaan kelompok, pembangunan jejaring, dinamika kelompok, penguatan penumbuhan kebersamaan, serta overview dan integrasi.

Untuk memperkuat proses pembelajaran, peserta mendapatkan pendampingan dari fasilitator dan praktisi yang berasal dari Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur, Dinas Perkebunan Kabupaten Kutai Timur, serta Widyaiswara BBPMKP Ciawi.

Peserta juga mengikuti pre-test dan post-test, evaluasi penyelenggaraan dan fasilitator, serta menyusun rencana tindak lanjut. Peserta yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dan memenuhi ketentuan akan memperoleh sertifikat yang ditandatangani Kepala BBPMKP.

“Dengan persiapan yang matang kita juga berharap pelatihan ini bisa berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi peserta. Selain itu, pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kelompok sehingga kebersamaan dan kapasitas pekebun semakin kuat,” pungkas Triane.

Melalui kolaborasi BPDP dan Kementerian Pertanian, pengembangan SDM pekebun diharapkan tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan. Lebih jauh, pelatihan diharapkan mampu melahirkan kelompok pekebun yang semakin aktif, mampu membangun kemitraan, serta memiliki kelembagaan yang kuat untuk mengembangkan usaha perkebunan kelapa sawit secara berkelanjutan.

(Restu/BBPMKP)

ITB Dewantara Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Sukabumi

0

Sukabumi | Jurnal Bogor
Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Dewantara kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat dengan menyalurkan bantuan bagi korban musibah kebakaran di Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu (12/9/2026).

Bantuan tersebut merupakan hasil kepedulian dan penggalangan bantuan dari Yayasan Dewantara bersama Yayasan Anugerah Insani yang disalurkan dalam bentuk pakaian, perlengkapan mandi, selimut, kebutuhan rumah tangga, serta uang tunai.
Bantuan diserahkan secara langsung kepada masyarakat terdampak oleh dosen dan tenaga kependidikan ITB Dewantara.

Kehadiran civitas akademika ITB Dewantara di lokasi tidak hanya dimaksudkan untuk menyerahkan bantuan, tetapi juga sebagai bentuk solidaritas dan dukungan moral kepada masyarakat Kasepuhan Ciptamulya yang sedang berupaya bangkit setelah mengalami musibah besar.

Kebakaran yang terjadi pada 25 Juli 2026 tersebut mengakibatkan kerusakan yang cukup besar. Sebanyak 51 rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan berat dan berdampak terhadap 51 kepala keluarga atau sekitar 159 jiwa. Selain rumah warga, kebakaran juga menghanguskan sedikitnya 49 leuit atau lumbung padi yang selama ini menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat adat Kasepuhan Ciptamulya. Sejumlah fasilitas umum dan sosial juga ikut terdampak, warung, MCK, kendaraan, serta sepeda motor. Kerugian material akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp2,5 miliar.

Rektor ITB Dewantara, Dr. Yasnimar Ilyas, menyampaikan bahwa penyaluran bantuan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian civitas akademika terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah. Menurutnya, hubungan ITB Dewantara dengan masyarakat Ciptamulya juga bukan merupakan hubungan yang baru terjalin. Sekitar satu tahun sebelumnya, civitas akademika ITB Dewantara telah melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di wilayah tersebut.Ungkapnya Sabtu( 12/09/2026)

“Ini adalah bentuk kepedulian kami kepada masyarakat Kasepuhan Ciptamulya yang sedang mengalami musibah. Setahun lalu civitas ITB Dewantara pernah hadir dan melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di desa ini. Karena itu, ketika masyarakat mengalami musibah kebakaran, kami merasa terpanggil untuk kembali hadir dan memberikan dukungan sesuai dengan kemampuan kami,” ungkap Dr. Yasnimar Ilyas.

“Kami menyadari bahwa bantuan ini tidak mungkin mengganti seluruh kerugian dan kehilangan yang dialami masyarakat. Namun kami berharap apa yang kami bawa hari ini dapat sedikit meringankan beban mereka. Yang lebih penting, kami ingin menunjukkan bahwa masyarakat Ciptamulya tidak sendiri. Ada kepedulian dan solidaritas dari keluarga besar ITB Dewantara,” ujarnya.

Sementara itu, Abah E. Suhendri Wijaya (Abah Hendrik), selaku Ketua Adat Kasepuhan Ciptamulya, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepedulian keluarga besar ITB Dewantara yang kembali hadir di tengah masyarakat setelah musibah kebakaran. Menurutnya, kedatangan civitas akademika ITB Dewantara memiliki makna yang sangat berarti bagi masyarakat, terlebih karena sebelumnya ITB Dewantara telah hadir melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat di wilayah Kasepuhan Ciptamulya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada ITB Dewantara, Yayasan Dewantara dan Yayasan Anugerah Insani yang sudah datang langsung ke sini dan memberikan bantuan kepada masyarakat kami. Bagi kami, bantuan ini bukan hanya tentang pakaian, perlengkapan atau kebutuhan lainnya, tetapi yang paling penting adalah perhatian dan kepedulian yang diberikan kepada kami. Kami merasa tidak sendiri dalam menghadapi musibah ini,” ungkap Abah.

Abah juga menyampaikan bahwa masyarakat Kasepuhan Ciptamulya masih membutuhkan dukungan dari berbagai pihak untuk dapat memulihkan kembali kehidupan mereka setelah kehilangan rumah, harta benda, serta leuit yang merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat adat.

“Kami berharap hubungan baik dengan ITB Dewantara dapat terus terjalin. Dulu mereka datang untuk pengabdian kepada masyarakat, sekarang mereka datang kembali ketika kami sedang terkena musibah. Ini menunjukkan bahwa mereka tidak hanya datang ketika ada kegiatan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap masyarakat,” tambahnya.

(Wawan Hermawanto)

Calsic Chapter Bogor Raya Juara Umum Calsic Games 2026 di PON Calsic 3

0

Jakarta | Jurnal Bogor
Calsic Chapter Bogor Raya meraih gelar juara umum Calsic Games 2026 pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Calsic 3, Minggu (13/9/2026). Event ini diikuti seluruh chapter Calsic se-Indonesia dan berlangsung dengan meriah, penuh semangat sportivitas serta kekompakan.

Kontingen Bogor Raya tampil konsisten di berbagai cabang lomba. Mulai dari olahraga, games kekompakan, hingga lomba kreativitas chapter. Dengan persiapan matang dan latihan intens, Calsic Chapter Bogor Raya mampu menunjukkan mental juara dan kerja sama tim yang solid.

Puncak pengumuman juara umum disambut haru oleh seluruh anggota yang hadir. Piala bergilir dan tropi juara umum akhirnya dibawa pulang ke ‘Kota Hujan’. Dengan hasil ini Bogor Raya tidak hanya banyak dalam jumlah anggota, tetapi juga kuat dalam prestasi dan kekompakan.

Ketua Calsic Chapter Bogor Raya Agus Ubenk  menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak.  Menurutnya hasil ini berkat kerja keras bersama. Dari tim atlet, tim kreatif, tim konsumsi, sampai seluruh anggota yang terus mendukung dan mendoakan sehingga bisa meraih juara 1 basket, juara 1 badminton singel dan double , juara 1 catur, juara 1 senam dan juara 2 lari balok.



“Kita bisa menjadi juara umum ini milik kita semua. Semoga jadi penyemangat untuk terus menebar manfaat, bukan hanya di internal komunitas tapi juga untuk masyarakat Bogor Raya,” ujarnya, Selasa (15/9/2026).

PON Calsic 3 sendiri menjadi wadah silaturahmi nasional antarchapter. Selain bertanding, para peserta juga mengikuti kegiatan sosial, diskusi organisasi, dan pawai kebersamaan. Hal ini menunjukkan bahwa Calsic bukan sekadar komunitas otomotif, tetapi juga komunitas yang peduli olahraga, kreativitas, dan pengabdian sosial.

Ketua Umum Calsic Nasional Sayid Kusfitriana  turut mengapresiasi performa Bogor Raya. “Persaingan tahun ini sangat ketat. Bogor Raya tampil luar biasa dalam hal kekompakan dan sportivitas. Selamat untuk Juara Umum,” ujarnya.

Dengan raihan ini, Calsic Chapter Bogor Raya semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu chapter teladan. Ke depan, pengurus berkomitmen untuk terus membina anggota, menggelar kegiatan positif, dan menjaga nama baik komunitas di kancah regional maupun nasional.

(Wawan Hermawanto)

Bakat Renang Qonita Antarkan SDN Sirnagalih 5 Raih Prestasi

0

Tamansari | Jurnal Bogor – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswi SDN Sirnagalih 5, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor. Qonita Putri Sandhika, siswi kelas 2C, berhasil meraih Juara 1 nomor 25 meter gaya dada Grup C Kelas 2 Putri pada ajang Starfish Fun Swimming Series 3.

Kompetisi tersebut merupakan perlombaan renang antarpelajar dan perkumpulan renang yang digelar oleh Sport Club Bogor Raya. Keberhasilan Qonita menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah sekaligus menunjukkan potensi dan bakat yang dimiliki para peserta didik di bidang olahraga.

Kepala SDN Sirnagalih 5, Johan, mengapresiasi prestasi yang berhasil diraih Qonita. Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hasil dari semangat dan kerja keras yang patut dipertahankan.

“Alhamdulillah, kami sangat bangga dengan prestasi yang diraih Qonita. Semoga prestasi ini terus berkembang dan menjadi motivasi bagi dirinya untuk meraih prestasi yang lebih tinggi,” ujar Johan, Senin (14/9/2026).

Ia berharap keberhasilan Qonita dapat menjadi pemicu sekaligus penyemangat bagi siswa-siswi lainnya untuk terus mengembangkan bakat dan potensi yang dimiliki, baik di bidang olahraga maupun bidang lainnya.

“Harapannya, semoga dengan prestasi yang diraih bisa menjadi pemicu dan penyemangat teman-teman yang lain untuk terus berprestasi,” pungkasnya. Yudi

Dedie Rachim Ajak Warga Budayakan Berolahraga dan Dukung Atlet di Porprov XV

0

Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) Tahun 2026 tingkat Kota Bogor diikuti oleh berbagai lapisan masyarakat dengan antusias yang dipusatkan di Lapangan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Sabtu (12/9/2026).

Sejak pagi, masyarakat telah berkumpul bersama Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim didampingi Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil, untuk mengikuti apel yang dilanjutkan dengan senam sehat, cek kesehatan gratis dan pemberian penghargaan.

Dalam sambutannya, Dedie Rachim mengatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus melakukan peningkatan berbagai fasilitas masyarakat. Pasalnya, olahraga merupakan investasi bagi bangsa.

“Melalui olahraga, kita membangun manusia Indonesia seutuhnya. Karena pembangunan bukan hanya pembangunan infrastruktur saja, tetapi yang lebih diutamakan adalah bagaimana kita membangun manusianya. Selanjutnya, masyarakat yang gemar berolahraga akan tumbuh menjadi masyarakat yang lebih bugar, produktif, memiliki kualitas hidup yang baik dengan pikiran yang positif,” ujarnya.

Haornas 2026 yang mengangkat tema “Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar” ini harus diwujudkan menjadi gerakan bersama serta menjadi bagian penting dari pembangunan nasional.

Pada kesempatan itu, Dedie Rachim mengajak masyarakat untuk ikut menyemarakkan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-XV Jawa Barat Tahun 2026, karena Kota Bogor menjadi salah satu kota tuan rumah yang menargetkan 100 medali emas.

“Jangan lupa, bulan November 2026 ini kita akan menjadi tuan rumah Porprov ke-XV tahun 2026. Saya mengharapkan seluruh partisipasi dari masyarakat untuk hadir menyaksikan, mendukung, dan juga tentu memberikan support kepada atlet-atlet Kota Bogor,” ujarnya.

Di samping itu, Kota Bogor juga secara konsisten terus melaksanakan berbagai pemeriksaan kesehatan gratis dan mendorong serta mengedukasi warga untuk peduli terhadap kesehatan.

“Alhamdulillah, hari ini Kota Bogor masih menempati ranking pertama aktivitas penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan gratis tertinggi di Jawa Barat. Dan bersamaan dengan itu, olahraga harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, di tempat kerja, di kelurahan, di ruang publik, hingga lingkungan keluarga,” ujarnya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor, Anas S. Rasmana, dalam apel membacakan sejarah singkat Haornas 2026 yang diperingati setiap 9 September.

“Haornas diperingati setiap tahun sebagai momentum untuk membangun kesadaran dan budaya olahraga masyarakat. Maka, Haornas hari ini diselenggarakan. Jika dahulu Haornas lahir dari semangat mempertahankan eksistensi dan persatuan bangsa, maka tantangan hari ini berkembang, olahraga menjadi kebiasaan hidup masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap Haornas dapat dimaknai sebagai momentum untuk menggerakkan olahraga dari sekadar pertandingan menjadi kebutuhan, dari prestasi segelintir atlet menjadi kebugaran untuk seluruh masyarakat, serta gerak kaki saat ini menjadi budaya hidup aktif dan bugar bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Dedie Rachim memberikan penghargaan kepada tokoh olahraga sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dalam memajukan dunia olahraga dan melahirkan prestasi di Kota Bogor.

Penghargaan diberikan kepada Basuki sebagai tokoh olahraga yang berjasa dalam memajukan olahraga prestasi di Kota Bogor. Selanjutnya, Kusnandar sebagai tokoh olahraga yang berjasa dalam memajukan olahraga disabilitas di Kota Bogor.

Kemudian, Sugeng Riyadi sebagai tokoh olahraga yang berjasa dalam memajukan olahraga masyarakat di Kota Bogor.

Dedie Rachim menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para tokoh yang telah berjuang bersama serta menjadi inspirasi untuk meningkatkan keolahragaan di Kota Bogor.

“Terima kasih atas dedikasi dengan daya dan upaya yang diberikan dalam memajukan keolahragaan di Kota Bogor,” ucap Dedie Rachim.

Upaya itu, lanjut Dedie Rachim, juga sejalan dengan arah kebijakan Pemkot Bogor yang konsisten melakukan pembinaan serta berkomitmen meningkatkan sarana dan prasarana keolahragaan di Kota Bogor.

Tahun ini, Lapangan Yasmin akan segera diselesaikan sehingga pada akhir tahun nanti bisa digunakan. Untuk tahun 2027, Pemkot Bogor juga melalui penganggaran yang disetujui oleh DPRD Kota Bogor akan membangun gelanggang olahraga di Bogor Barat serta sarana olahraga di Bogor Timur.

“Jadi, nantinya masyarakat tidak saja bisa menikmati fasilitas di pusat kota, tetapi juga bisa tersebar di berbagai kecamatan di Kota Bogor,” ucapnya.

Tokoh Keolahragaan Disabilitas Kota Bogor, Kusnandar, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan yang diberikan.

Ia telah aktif melakukan pembinaan sejak tahun 2005 dalam memajukan keolahragaan disabilitas Kota Bogor.

“Potensi keolahragaan disabilitas ini banyak. Sama seperti masyarakat pada umumnya, ada yang olahraga biasa sekadar beraktivitas, ada yang lanjut mengikuti olahraga prestasi dan sebagainya. Intinya, semua bisa jika ada kemauan dan usaha. Karena disabilitas juga memiliki hak yang sama seperti masyarakat lainnya,” kata Kusnandar.