23.5 C
Bogor
Monday, April 6, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 394

Dari Timur Indonesia, Wamentan RI Ajak Generasi Muda Berperan dalam Pembangunan Pertanian

0

Manokwari | Jurnal Bogor
Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia (RI) berkomitmen terus memfasilitasi generasi milenial terjun menjadi petani dan wirausaha muda pertanian.

Dalam rangka kunjungan kerja di Papua Barat, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Harvick Hasnul Qolbi menyambangi Politeknik Pertanian (Polbangtan) Manokwari. Pada kesempatan tersebut Harvick meminta agar generasi muda dapat mengambil peranan dalam pembangunan pertanian di Indonesia Timur.

Pihaknya optimistis, kaum milenial yang inovatif dan memiliki gagasan yang kreatif akan mampu mengawal pembangunan pertanian cemerlang, Indonesia gemilang.

Menurut Wamentan, sesuai arahan Presiden Republik Indonesia agar petani milenial yang merupakan generasi penerus petani harus terus digaungkan.

Ia mengaku prihatin dengan data BPS jumlah petani terdapat dari 33,4 juta petani Indonesia tetapi hanya terdapat 2,7 juta generasi muda yang terlibat langsung dalam bidang pertanian.

“Jadi Polbangtan di Kementerian Pertanian hadir tentunya untuk terus mewujudkan regenerasi petani agar anak muda tertarik berkarir di bidang agriculture, bukan hanya on farm tapi off farm seperti harapan Presiden Jokowi sampai ke hilirisasi,” sebut Harvick.

Lebih lanjut, Harvick berharap pencapaian-pencapaian pemerintah dapat diimbangi dengan pengetahuan di bidang pertanian bagi generasi penerus bangsa.

Selain diikuti oleh ratusan mahasiswa,Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Polbangtan Manokwari juga dihadir penyuluh pertanian, petani P4S, DPA dan DPM yang ikut menyambut meriah kedatangan Wamentan beserta rombongan (2/12/2023).

Hadir mendampingi Wamentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi yang mengharapoan peran mahasiswa untuk terlibat aktif dalam peningkatan produktivitas pertanian guna mencegah terjadinya krisis pangan.

“Krisis pangan tidak boleh terjadi di negara kita, solusinya kita harus genjot produktivitas sumber pangan kita,” ungkapnya

Dedi juga menghimbau agar kehadiran penyuluh dapat terus mendampingi petani untuk memastikan inovasi teknologi dapat dipahami dan diaplikasikan oleh petani, mulai dari pemanfaatan sarana dan prasarana pertanian hingga pemilihan bibit unggul yang bisa mendongkrak produksi.

(bbpmkp)

Dialog Capres Anies Bersama PWI, Pers Harus Hindari Berita Provokatif

0

Jakarta | Jurnal Bogor
Calon Presiden (Capres) nomor urut 1, Anies Baswedan mengimbau pers harus menghindari berita- berita provokatif karena dapat memperkuat polarisasi di masyarakat, apalagi saat masa kampanye jelang Pemilu 2024.

“Berita-berita provokatif hanya akan menguntungkan buzzer dan memperkuat polarisasi di masyarakat. Jadi, jangan beri “feeding” kepada buzzer,”ujar Capres Anies Baswedan pada acara Dialog Capres 2024 Bersama Persatuan Wartawan Indonesia di kantor PWI Pusat, Gedung Dewan Pers, Jalan Kebon, Jakarta.

Anis Baswedan mengatakan, selama menjadi Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 tak pernah menggunakan buzzer untuk melawan kritik masyarakat. Justru, katanya, sebagai penjabat negara ia selalu membuka ruang kritik untuk publik.

Jika nanti ditakdirkan terpilih sebagai presiden pun, Anies Baswedan berjanji  tidak akan menggunakan buzzer. Dia menghimbau pers untuk menjalankan fungsi kontrol sosial dan mendidik masyarakat dengan membuka ruang kritik dan memberikan ruang yang sama kepada pemerintah untuk menjawab kritik tersebut dengan data dan fakta yang dimilikinya.

Dikatakan, pers harus netral dan objektif. Tapi, dalam hal-hal tertentu, misalnya melihat kejahatan, jelas harus berpihak memerangi kejahatan.

Sementara Ketua Umum PWI Pusat Hendry Ch Bangun mengatakan, acara dialog Capres Bersama PWI digelar sebagai bagian dari perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2024. Acara puncak HPN itu akan berlangsung di Jakarta tanggal 9 Februari 2024 mendatang.

Sebelum dengan Capres Anies Baswedan, PWI sudah menggelar acara dialog dengan Capres Ganjar Pranowo, persisnya Kamis (30/11) lalu, di tempat yang sama.

(yev/rls)

Seorang Pelajar di Ciampea Tewas dengan Luka Bacok di Leher, Begini Kesaksian Warga

0

Ciampea | Jurnal Bogor
Seorang siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) warga Kampung Poncol Desa Ciampea, Ciampea, Kabupaten Bogor tewas dengan mengalami luka bacok di bagian leher.

Korban dengan kondisi tegeletak di bahu jalan raya, berlumuran darah dan luka benda tajam di leher itu viral di perpesan WhatsApp. Dalam narasi yang beredar korban berinisial BS (16) asal sekolah SMK Golden korban pembacokan.

Insiden itu terjadi di Pasar Lama Desa Ciampea, Jumat (1/12/2023), sekitar pukul 12:20 Wib. Korban dibawa ke RS Kramat Jati guna penyelidikan lebih lanjut yang ditangani Polsek Ciampea.

“Iya betul, korban sudah dibawa ke RS Kramat Jati Jakarta guna penyidikan dan penyelidikan lebih lanjut,” kata Kapolsek Ciampea Kompol Suminto.

Sementara, Kepala Desa Ciampea Suparman membenarkan bahwa korban adalah warganya. Dia juga ikut prihatin dengan kejadian tersebut, saat ini pihak keluarga sedang menunggu kepulangan jasad korban di RS Jakarta.

“Iya betul, korban itu warga saya, kita ikut prihatin dengan kejadian hal ini menimpa warga kami, saya juga mau melayat ke kediaman korban sekarang korban masih di rumah sakit,” katanya.

Dia menuturkan, bahwa menurut kesaksian warga, korban berada di posisi tengah berboncengan di sepeda motor dengan dua temanya, sesampainya di TKP, tiba-tiba ada yang membacok.

“Saya juga gak tau, korban mau berangkat ke sekolah atau bukan, tapi kalau berangkat ke sekolah mereka bukan ke arah sekolahnya, kalau kesaksian warga, jadi korban ini tiba-tiba ada yang bacok, posisi korban yang duduk di tengah,” tuturnya.

Dia menghimbau, kedua orang tua untuk selalu memantau kegiatan anak-anaknya, dan agar anak-anak yang akan berangkat sekolah untuk tidak menggunakan seragam sekolah.

“Jadi sekarang jamannya udah kaya gini, jadi saya minta kalau berangkat ke sekolah di usahakan untuk menggunakan pakaian bebas saja, setalah di sekolah baru ganti seragam sekolah. Dan kedua orang tua juga harus selalu mengontrol, kalau mau berangkat sekolah di periksa tasnya, takutnya membawa sajam,” pungkasnya.

(andres)

Dispora Bangun Kebersamaan Lewat Sinergitas

0

Megamendung | Jurnal Bogor
Optimalisasi kinerja semua bidang yang ada di Dispora Kabupaten Bogor menjadi salah satu agenda utama dari kegiatan sinergitas yang dilakukan Dispora Kabupaten Bogor salah satu OPD yang ada di Pemkab Bogor. Hal tersebut dikatakan oleh Kadispora Kabupaten Bogor, Asnan AP disela sela acara Sinergitas Dispora di salah satu hotel yang ada di kawasan Megamendung, Kamis, 30 November 2023

Asnan AP menambahkan, kegiatan sinergitas yang dilakukan Dispora Kabupaten Bogor ini punya spirit yang positif dan sportif serta diikuti sekitar 168 orang ASN dan Non ASN semua bidang serta UPT yang ada di Dispora Kabupaten Bogor.

” Membangun kebersamaan menuju optimalisasi kinerja Dispora menjadi tema sentral kegiatan sinergitas Dispora kali ini,” ucap Asnan AP.

Lebih lanjut, kata Asnan AP, dengan sinergitas kali ini diharapkan akan mampu menjadi motivasi dan menggairahkan spirit kebersamaan dalam optimalisasi kinerja semua ASN dan Non ASN yang ada di Dispora Kabupaten Bogor.

Dalam kesempatan yang sama, tambah Asnan AP, dengan adanya sinergitas ini secara tidak langsung Dispora punya target untuk meningkatkan optimalisasi atau capaian kinerja pada semua bidang yang ada di Dispora.

Kegiatan Sinegitas Dispora yang akan berlangsung hingga Jumat, 1 Desember 2023 melibatkan para pengelola dan pelatih cabor yang ada di UPT PPOPM Kabupaten Bogor.

Asnan AP mengatkan, kegiatan Sinergitas Dispora ini masuk dalam salah satu program kegiatan dari Subag Umum dan Kepegawaian ( Subag Umpeg) Dispora Kabupaten Bogor.

(asep syahmid)

Kades Terjebak Dalam “Sistem” 

0

Lu Cincai Gue Jaga, Lu Gak Cincai Gue Periksa?      

Oleh: Nay Nur’ain

Seringnya dilakukan pembinaan, baik dari BPK RI, BPK Provinsi, Kejaksaan Negeri, Kejaksaan Tinggi ternyata tak membuat kepala desa paham akan dalam penyalahgunaan anggaran desa. Pasalnya, setiap tahunnya pasti ada saja kepala desa yang terjerat dalam kasus penyalahgunaan anggaran desa hingga masuk kedalam Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Bahkan tak jarang, alasan yang menggelikan seperti khilaf, nyawer biduan serta punya isteri muda bahkan untuk beli skincare menjadi alasan kepala desa tersebut harus berurusan dengan hukum dan berakhir dijeruji besi.

Tapi tahukah anda, dengan kekhilafan yang dilakukan oleh kepala desa tersebut terdapat beberapa pihak juga yang seharusnya dipertanyakan perannya. Pasalnya, kepala desa sudah dikawal oleh beberapa pihak, mulai dari pendamping desa tingkat kecamatan, pendamping desa tingkat kabupaten, tim monitoring dan evalusi, inspektorat, kejaksaan, bahkan TNI dan Polri yang diwakili oleh Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas.

Bukan hanya itu, pembinaan dan pemahaman tentang angaran dana desa pun bisa dibilang sering dilakukan baik oleh internal dari pemerintahan itu sendiri maupun menggandeng pihak ketiga yang juga memakan anggaran yang fantastis.

Lalu apa yang membuat kepala desa masih terjerat hukum dan berakhir dijeruji besi?. Dan kemana pihak-pihak yang mengelilingi kepala desa dan mempelototi anggaran desa tersebut jika masih saja ada kepala desa yang terjerat dengan hukum, apakah ada oknum yang bermain mata atau sebagian besar dari mereka tidak bekerja dan bahkan tidak berdaya.

Hal-hal seperti ini yang seharusnya menjadi evalusi penting bagi Aparat Penegak Hukum (APH). Mengingat, pengawas berlapis itu sudah dilakukan, dan pembinaan berbasis juga sudah dikerjakan, jangan sampai anggaran yang tidak sedikit itu justeru menjerat kepala desa kedalam sistem yang membuat mereka tidak berdaya dan harus mengikuti arus.

Hingga ada istilah mau tidak mau, suka tidak suka, mereka yang menyandang jabatan kepala desa harus mengikuti sistem sekalipun itu berbenturan dengan hati dan anggaran yang harus dikeluarkan.

Oleh karena itu, dalam hal ini masyarakat diminta jeli dan harus mau belajar tentang sistem yang ada di desa.

Kenapa?, agar masyarakat bisa paham jika kepala desa itu sudah dikelilingi oleh segelintir aparat dalam pelaksanaan penggunaan anggaran desa. Jadi jika masih ada desa yang terjerat, bukan hanya kepala desanya saja yang diseret karena sebagai pengguna anggaran melainkan harus ada jawaban dari peran mereka yang berkecimpung di dalam lingkar anggaran desa.

Jangan sampai ada istilah lu cincai gue JAGA, lu gak cincai gue PERIKSA ???? ….

Sistem seperti ini harus betul-betul diubah dari akarnya, dan kita harus akui jika setiap instansi pasti akan selalu ada oknum yang mengotori. Dan oknum-oknum inilah yang harus dibasmi dan jangan diberikan toleransi.

**

Dewan Apresiasi Rekonstruksi Jalan Cisaranten Cimanggu

0

Leuwisadeng l Jurnal Bogor
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor Nurodin mengapresiasi inovasi yang diterapkan dalam proyek rekonstruksi jalan Cisaranten- Cimanggu di Desa Sadengkolot, Kecamatan Leuwisadeng.

Pembangunan betonisasi yang dikerjakan pihak  penyedia  jasa CV Candra Mulya Nugraha sepanjang 912 meter dengan lebar 4 meter dan tinggi 25 cm itu meski diketahui  medannya yang sulit namun pengerjaan jalan tersebut membuktikan progresnya.

Menurut Nurodin, ada solusi dari persoalan yang selama ini menjadi alasan. Dia melihat sebetulnya alasan saja,  misalkan ketika yang namanya satu titik pembangunan itu sudah dibuat perencanaan jauh sebelum pelaksanaan, artinya semua kemungkinan kesulitan medan dan lain sebagainya sudah disusun dalam Detail Engineering Design (DED) dan DED tentu  menggunakan uang yang tidak kecil.

“Kalau hari ini misalkan, masih banyaknya proyek yang mangkrak ngapain juga dibuat perencanaan penyusunan DED oleh ahli. Toh memang keluar duit banyak yang akhirnya tetap tidak menjadi solusi gitu,” beber Nurodin saat dihubungi Jurnal Bogor, Kamis (30/11).

“Yang menjadi pertanyaan adalah ini persoalan  keseriusan dari penyedia jasa,” tandasnya lagi.

Dia mencontohkan pembangunan ruas jalan di Saranten Cimanggu. Disana terdapat adanya tanjakan curam yang tentu sangat membahayakan. Tetapi dengan keseriusan karena memang kalu meshing fluent fabrikasi itu ke lokasi tidak bisa diatur tonasenya.

“Tapi penyedia jasa ini dia coba dibuatnya inovasi dengan meshing fluent di lapangan yang menggunakan alat canggih dan alat berat lainnya. Akhirnya kapasitas tonasenya angkutannya bisa disesuaikan dengan sibetonnya naik ke mobil dam truk, terus dum truknya disesuaikan karena ada tanjakan yang curam. Nah itukan pembangunan jalan tersebut bisa dipercepat seperti itu,” jelasnya.

Nurodin menjelaskan, sebetulnya yang minim itu adalah inovasi kreatifitas dan   bertanggung jawab dari pelaksanaan projek. Namun, lagi lagi itu semua dipengaruhi oleh sumber daya mereka dan modal mereka dan ini harus menjadi contoh untuk kontraktor lainnya.

“Secara objektif melihat pembangunan jalan, membuktikan, rekonstruksi jalan Cisaranten Cimanggu  hasilnya  bagus begitu juga hasil cek labnya juga bagus. Kami tidak melihat siapa pemilik perusahaannya. Tapi kami melihat lebih objektif karena memang oreantasinya dilihat hasil dari kegiatan pembangunan,” bebernya.

Dia mengapresiasi terlihat hasilnya bagus dan bisa dikerjakan dengan waktu cepat dan tidak bertele-tele dengan banyak alasan. “Contoh seperti pembangunan jalan di Cigudeg Kiarasari Cisangku kalau diliat dari progres sepertinya masih jauh dari harapan. Keliatan pembangunan jalan di Cisangku sepertinya mangkrak,” tukasnya.

(arip ekon| andres)

H Taopik: Dengan Tulisan, Pesan yang Disampaikan Akan Tetap Hidup

0

Menulis Bisa jadi Pesan Dakwah

Leuwiliang l Jurnal Bogor
Kepala Sekolah SMAN 1 Leuwiliang, Kabupaten Bogor H.Taopik, S.Pd, M.Pd.I  sejak masih dibangku S2 telah menyalurkan hobinya sebagai penulis. Bahkan tak heran, karya tulisan yang dihasilkannya telah menghasilkan belasan buku.

Istri dari Gubernur Jawa Barat Atalia Praratya Ridwan Kamil menerima buku dari H.Taopik

“Ketika mau menulis itu, cuman belum mendapatkan jalan bagaimana cara menulis dengan baik, ditambah terkungkung oleh aturan-aturan tulisan yang baku. Orientasi tulisan yang disampaikan, yakni lebih kepada pesan moral atau dakwah,” kata H Taopik kepada Jurnal Bogor, Kamis (30/11)

Dengan mencari pahala sebanyak-banyaknya, maka itu isi  tulisan yang dipilih adalah seputar religi. Karya tulisannya dituangkan sudah  16 buku yang dihasilkan dan sudah menyebar luas di berbagai kalangan pembaca.

Bahkan buku hasil tulisan H Taopik sudah diterima sejumlah tokoh penting seperti istri dari Gubernur Jawa Barat Atalia Praratya Ridwan Kamil, Bupati Bogor Iwan Setiawan, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Dedi Supandi, serta dosen Universitas Brawijaya.

H Taopik lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB)  kini dikaruniai 3 anak dan 2 cucu. Sebelum eksis menjadi penulis, dia mengaku terinspirasi oleh salah satu teman penulis yang mengatakan bahwa penulis itu tidak akan mati, karena dengan tulisnya dia akan tetap hidup.

Ketua MKKS SMK Kabupaten Bogor H Budiantoro bersama Kadisdik Provinsi Jabar Dedi Supandi

“Contoh Imam Syafei, Imam Ghozali, Imam Hanafi dan Imam Hambali dengan tulisannya walaupun orangnya sudah meninggal tetapi pesan yang sampai hingga kini masih tetap hidup,” ungkapnya.

Dengan menularkan ilmu yang dimiliki, kini tak sedikit yang mengikuti H Taopik, baik para  guru maupun  anak didiknya mereka mengawali  mencoba untuk menjadi penulis. “Malah ada beberapa  mereka sudah mencetak buku sendiri melalui aplikasi online,”

Menurut H.Taopik, pesan yang sampaikan  bahwa dengan tulisan kita akan tetap hidup, namun ketika kita memberikan pesan melalui lisan orang akan lupa. “Karena memang  dengan tulisan-tulisan itu relatif tidak akan habis,” jelasnya.

(arip ekon)

Hanyut Puluhan Kilometer, Jasad Warga Rancabungur Ditemukan

0

 Leuwiliang | Jurnal Bogor
Korban yang terseret di Sungai Cianten setelah membuat konten di Curug Cigamea Kampung Sukaresmi, Desa Karacak, Leuwiliang, Kabupaten Bogor telah ditemukan dengan kondisi meninggal dunia.

Jasad seorang pria berinisial US (35), warga Desa Rancabungur itu ditemukan di radius penemuan dari LKP 10 kilometer. Korban ditemukan dengan posisi terlentang di pinggir bebatuan sungai di wilayah Desa Galuga, Cibungbulang.

“Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban, ditemukan pada pukul 12.05 wib, korban ditemukan dengan posisi terlentang di pinggir bebatuan sungai, dalam kondisi meninggal  dunia dan korban dibawa ke RSUD Leuwiliang,” kata Komandan Tim Basarnas Jakarta, Faber Sinaga, Kamis (30/11/2023).

Sebelumnya, setelah membuat konten di Curug Cigamea Kampung Sukaresmi, Desa Karacak, seorang wisatawan lokal tenggelam hingga ganti hari belum ditemukan.

Korban terbawa arus Sungai Cianten tersebut bernama US, warga Desa Rancabungur, Kecamatan Rancabungur. Kejadian itu terjadi, Selasa (28/11/2023), pukul 16.00 Wib.

Tim gabung Basarnas hingga Rabu (29/11/2023) siang masih menyusuri sungai hingga ke beberapa titik.

Menurut warga sekitar, Rohidin, awalnya korban bersama dengan tiga temannya menyeberang sungai dan datang ke tempat tersebut tanpa ijin ke warga yang sedang memancing di lokasi. Sesaat sampai di Curug Muara korban sempat mengabadikan moment sekitar.

(andres)

PT Solusi Bangun Indonesia Dukung Penanggulangan Polusi dengan Lakukan Penanaman Pohon di Kabupaten Bogor

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor
Sebagai bentuk kontribusi perusahaan dalam menjaga lingkungan dan menanggulangi polusi udara di Kabupaten Bogor, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) Pabrik Narogong yang merupakan anak usaha dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor, melakukan penanaman pohon di ruang terbuka hijau yang berada di Jalan Tegar Beriman, Cibinong, Kamis (30/11/23).

Acara penanaman ini turut dihadiri oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK, Tulus Laksono, SH, Direktur Pengendalian Kerusakan Lahan KLHK, Ir. Edy Nugroho Santoso dan Sekda Kabupaten Bogor, Drs.H.Burhanudin, M.Si, serta disaksikan (secara daring) oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang turut melakukan penanaman pohon secara terpisah di ruang terbuka hijau di Pulo Gadung, Jakarta Timur.

Tingginya mobilisasi dari aktivitas masyarakat dan industri di wilayah Jabodetabek, turut berkontribusi terhadap kemajuan perekonomian di Indonesia. Namun hal ini juga berdampak pada peningkatan polusi udara di wilayah tersebut. Penanaman pohon menjadi salah satu langkah untuk membantu menyerap karbon dan melepaskan oksigen untuk perbaikan kualitas udara.

Corporate Communications Manager SBI, Novi Maryanti menyampaikan bahwa selain mendukung inisiatif para pemangku kepentingan, SBI juga berkomitmen mendorong upaya-upaya keberlanjutan guna mencapai target SDGs 2030.

“Dengan mengintegrasikan penanaman pohon ke dalam strategi pembangunan berkelanjutan, kita membantu menciptakan dunia yang seimbang bagi generasi mendatang. Inisiatif penanaman pohon tidak hanya berkontribusi pada lingkungan, tetapi juga memperkuat fondasi menuju masyarakat yang berkelanjutan,” tutur Novi.

Senada, Sekretaris Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK, Tulus Laksono, SH, juga mengapresiasi atas dukungan SBI dalam membantu Pemerintah Kabupaten Bogor dalam menjaga keasrian lingkungan.

“Kegiatan ini memiliki peran penting dalam mendukung berbagai aspek pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu, ketika masyarakat terlibat dalam penanaman dan pemeliharaan pohon, hal ini tidak hanya meningkatkan kesadaran lingkungan tetapi juga memberdayakan mereka secara ekonomi. Kami sangat berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah berkontribusi aktif dalam pengelolaan lingkungan di areanya,” kata Tulus.

Selama kurun waktu antara tahun 2020-2023, SBI Pabrik Narogong telah melakukan penanaman pohon sebanyak 14.800 pohon bersama mitra binaannya yaitu Koperasi Swadaya PriBUMI dengan program Serbu Pacu (Sedekah Seribu Pohon Untuk Anak Cucu). Program ini juga melibatkan peran serta dari Bank Sampah, tim Desa Tangguh Bencana (DESTANA) serta Kampung Ramah Lingkungan di desa-desa sekitar area operasional sebagai bagian dari gerakan yang mengajak masyarakat bukan hanya memikirkan kondisi lingkungan tapi juga untuk anak cucu di masa depan. Selain itu, SBI juga terus mengoptimalkan beragam inisiatif seperti pemanfaatan bahan baku dan bahan bakar alternatif, penurunan emisi, efisiensi energi, serta penurunan beban pencemaran air sebagai bagian dari komitmen Perusahaan dalam membawa perubahan positif yang berkelanjutan bagi bumi.

Untuk diketahui, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk adalah sebuah perseroan terbuka yang mayoritas sahamnya (83,52%) dimiliki dan dikelola oleh PT Semen Indonesia Industri Bangunan (SIIB) – bagian dari grup PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG. Perseroan menjalankan usaha yang terintegrasi dari semen, beton siap pakai, agregat dan layanan pengelolaan limbah yang mengoperasikan empat pabrik semen di Narogong (Jawa Barat), Cilacap (Jawa Tengah), Tuban (Jawa Timur), dan Lhoknga (Aceh), dengan total kapasitas 14,8 juta ton semen per tahun, dan mempekerjakan lebih dari 2.000 orang.

(nay nuráin)

Bank Sampah Bersinar Raih Juara 1 dalam Bank Sampah Award PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk 2023

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor
Bank Sampah Bersinar Desa Bantarjati, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor menjadi Juara 1 dalam Penganugerahaan Bank Sampah Award 2023 yang dilaksanakan di Taman Wisata Balekambang, RT 04/02, Kamis (30/11/23).

Ketua Bank Sampah Bersinar, Rubangi mengatakan, bank sampah memiliki peran strategis sebagai sarana edukasi, instrumen perubahan perilaku masyarakat dan modal penerapan ekonomi sirkular di Indonesia dalam rantai nilai pengelolaan sampah.

“Syukur alhamdulillah Bank Sampah Bersinar mendapatkan juara satu dari penganugerahan Bank Sampah Award 2023. Ini merupakan kali pertama kami mengikuti ajang ini dan langsung menjadi juara. Penganugerahan ini merupakan apresiasi atas upaya yang telah kami jalankan dalam menerapkan prinsip-prinsip CSR,” kata Rubangi kepada Jurnal Bogor.

Rubangi juga mengapresiasi kepada PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk yang sudah konsisten dalam menyalurkan CSR-nya. Sehingga lembaga yang ada di desa bisa menjalankan poksinya untuk benar-benar berperan di masyarakat. Seperti halnya rekan-rekan di bank sampah yang sudah rela meluangkan waktunya untuk mengangkut sampah keliling di masyarakat.

“Dengan meraih juara 1 agar seluruh anggota Bank Sampah Bersinar lebih semangat dan bisa lebih mengembangkan prestasi kinerjanya,”harap Rubangi.

Sementara, tim CSR PT Indocement Tbk Yadi R mengatakan, dengan mengadopsi konsep pengelolaan sampah berbasis masyarakat, merupakan program CSR pengelolaan sampah terpadu berbasis investasi pertama di Kabupaten Bogor dan program ini dilakukan di 12 desa binaan.

Melalui program ini, sambung Yadi, CSR PT Indocement Tbk menginisiasi sejumlah kegiatan inovatif dan bekerja sama dengan pemerintah desa serta kelompok masyarakat untuk mengatasi permasalahan lingkungan dan sosial. Kelompk-kelompok bank sampah ini menjalin sinergi, berkolaborasi, dan berkomitmen dalam mendukung terwujudnya ekonomi berkelanjutan.

“CSR PT Indocement Tbk juga memberikan pengetahuan kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah rumah tangga hingga pelatihan pengolahan sampah organik. Selain itu, dilakukan pula kolaborasi dengan bank sampah untuk mengelola sampah non-B3 dari perusahaan menjadi produk bernilai ekonomi yang dilandasi dengan identifikasi permintaan pasar,” pungkas Yadi mengakhiri.

(andi /nay)