28.1 C
Bogor
Thursday, July 16, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 373

Tim Basket GSB Sukses Kawinkan Gelar Juara

0

jurnalinspirasi – Klub Galaxy Stars Bogor (GSB) seakan tak bosan meraih prestasi. Buktinya, mereka kerap berjaya di setiap kejuaraan.

Kali ini, GSB sukses mengawinkan gelar juara Kejurkot KU-12 yang dilangsungkan di The Bucketlist, Kamis (25/1/2024). Skuat putra dan putri berpesta setelah mengalahkan Bogor Raya (BR) di laga final.

Ketua GSB, Rd Iman Firmansyah mengaku puas sekaligus bangga dengan segudang prestasi yang diraih skuadnya. “Sungguh luar biasa apa yang dilakukan klub. Saya bangga dengan prestasi ini,” kata Rd Iman Firmansyah.

Tak lupa, Rd Iman Firmansyah mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen klub GSB. “Luar biasa dan apresiasi buat anak-anak, manajemen, tim pelatih, manajer dan tentunya peran orang tua,” sambung Rd Iman Firmansyah.

“Bersyukur dan Alhamdulillah sebagai klub yang boleh dibilang baru lahir di Kota Bogor, sudah punya prestasi yang menurut saya sangat luar biasa,” tambahnya.

Secara keseluruhan, GSB berhasil meraih empat gelar dalam Kejurkot yang digagas Perbasi Kota Bogor. GSB sukses meraih dua gelar di KU-12 (putra-putri), juara KU 10 mix, dan runner-up KU 8 mix.

(asep syahmid)

Sebanyak 2520 Petugas KPPS di Kecamatan Caringin Dilantik

0

jurnalinspirasi – Ribuan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang tersebar di 12 desa, di Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, resmi dilantik secara serentak di masing-masing desa, Kamis (25/1/2024).

Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Caringin, Herlan Wahyudi mengatakan, pelantikan KPPS ini sesuai dengan Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KKPU) Nomor 1669 Tahun 2023, tentang perubahan ketiga atas KKPU Nomor 476 Tahun 2022, tentang pedoman teknis pembentukan badan adhoc penyelenggara pemilihan umum dan pemilihan gubernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati dan walikota, serta wakil walikota.

“Berdasarkan keputusan tersebut, tanggal 25 Januari 2024 seluruh KPPS dilantik. Jadi bukan hanya di Caringin atau Kabupaten Bogor saja, pelantikan KPPS ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia,” ujarnya kepada Jurnal Bogor saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya.

Menurutnya, di pemilihan umum (Pemilu) tahun 2024 sekarang, untuk jumlah TPS di Kecamatan Caringin sebanyak 360 titik. Sehingga, secara keseluruhan jumlah petugas KPPS mencapai 2520 orang.

Adapun rincian jumlah TPS dan KPPS di masing-masing desa, lanjut Herlan, seperti untuk Desa Pasir Muncang terdapat 25 TPS dengan jumlah petugas KPPS sebanyak 175 orang, Cimande Hilir sebanyak 22 TPS dan petugas KPPS 154 orang, Caringin jumlah TPS 28 titik dengan petugas KPPS 196 orang, Cimande untuk TPS berjumlah 19 dengan petugas KPPS sebanyak 133 orang, Muara Jaya 19 TPS dan petugas KPPS 133 orang, Pasir Buncir terdapat 23 TPS dengan jumlah petugas KPPS 161 orang, sementara Desa Tangkil terdapat 26 TPS dan petugas KPPS sebanyak 182 orang.

Sedangkan lima desa lagi yang jumlah TPS diatas 30 titik yaitu, Desa Cinagara sebanyak 30 titik TPS dengan petugas KPPS 210 orang, Desa Ciherang Pondok jumlah TPS 35 titik dan petugas KPPS sebanyak 245. Sementara, sambung Herlan, untuk Desa Lemah Duhur dan Pancawati jumlah TPS dan KPPS nya sama, yakni jumlah TPS 44 titik dan petugas KPPS sebanyak 308 orang.

“Yang paling banyak jumlah KPPS dan TPS, Desa Ciderum dengan jumlah TPS 45 titik dan petugas KPPS sebanyak 315 orang,” paparnya.

Herlan berharap, para petugas KPPS yang sudah dilantik oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS) di tiap desa ini, bisa bekerja dengan baik dan profesional agar pelaksanaan Pemilu yang akan dihelat tanggal 14 Februari 2024, berjalan aman dan sukses di Kecamatan Caringin.

“Saya juga minta peran KPPS bisa mengajak masyarakat untuk datang ke TPS dan menyalurkan hak pilihnya. Apalagi hak pilih di Kecamatan Caringin jumlahnya mencapai sebanyak 95.327 suara,” imbuhnya.

Ketua PPS Desa Ciderum, Rosidin minta kepada semua KPPS yang sudah dilantik, langsung bekerja sesuai dengan tugas nya masing-masing. Sebab, setiap TPS yang di isi tujuh petugas KPPS, tentunya telah diberikan tugas dan kewajiban nya.

Rosidin menjelaskan, berdasarkan buku panduan KPPS oleh KPU, tugas anggota KPPS Pemilu 2024 dibagi menjadi beberapa peran, sesuai dengan kebutuhan dan kelancaran pemungutan suara di TPS, di antaranya tugas anggota KPPS satu (Ketua KPPS)
memanggil pemilih sesuai dengan nomor urut kedatangan yang tertera pada Model C6, menandatangani surat suara, memberikan jenis surat suara kepada pemilih, memberikan surat suara pengganti jika diperlukan, dan membantu memasukkan surat suara ke dalam alat bantu coblos tunanetra.

Tugas anggota KPPS dua, lanjut Rosidin, mempersiapkan surat suara yang akan diperiksa oleh ketua KPPS, tugas anggota KPPS tiga, mencatat jumlah pemilih, jumlah surat suara, serta sertifikat hasil perhitungan suara menggunakan formulir Model C1-KWK,
tugas anggota KPPS empat,
mencatat hasil penelitian terhadap setiap lembar surat suara yang diumumkan oleh ketua KPPS.

Begitu juga dengan tugas anggota KPPS lima, mengarahkan pemilih ke bilik suara kosong, membantu pemilih dengan disabilitas atau memerlukan bantuan, serta tugas anggota KPPS enam, membantu pemilih memasukkan surat suara ke dalam kotak suara sesuai jenisnya, dan memastikan semua surat suara dimasukkan ke dalam kotak suara sesuai jenisnya, dan memastikan semua surat suara dimasukkan ke dalam kotak suara.

“Untuk tugas anggota KPPS tujuh,
mengarahkan pemilih untuk mencelupkan jari ke tinta, memastikan tinta tetap pada jari pemilih, serta memperbolehkan pemilih keluar dari TPS setelah proses selesai,” terang Rosidin.

Rosidin menambahkan, peran utama KPPS adalah, menjaga integritas dan transparansi selama kegiatan Pemilu, termasuk perhitungan suara pada 14 Februari 2024 mendatang.

“Alhamdulillah dari 11 RW dan 46 RT di Desa Ciderum, hanya ada satu TPS saja yang diperuntukan untuk warga di dua RT. Selebihnya, di setiap RT terdapat satu TPS,” tukasnya.

(dede suhendar)

Pascakebakaran, Pasar Leuwiliang Bakal Dibangun Jadi Pasar Induk

0

jurnalinspirasi – Pemerintah Kabupaten Bogor berencana mengubah Pasar Leuwilang menjadi Pasar Induk pascakebakaran, beberapa waktu lalu. Rencananya perubahan Pasar Induk tersebut tengah digarap Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Bogor dan bakal terealisasi pada 2025 mendatang.

Kepala Disperindag Kabupaten Bogor, Arif Rahman mengungkapkan pascakebakaran, Pemkab Bogor sudah menyiapkan Tempat Penampungan Sementara (TPS) agar para pedagang tetap bisa berjualan. Bahkan Penjabat (Pj) Bupati Bogor Asmawa Tosepu sudah meninjau ke lokasi Pasar sesuai  dengan instruksinya Pasar Leuwilang agar seger adilakukan pembangunan.

Berdasarkan masukan dari PD Pasar sebagai pengelola pasar, mereka bakal melakukan sosialisasi ke pedagang pasar terkait rencana pembangunan tersebut. Hal tersebut agar tidak terjadi permasalahan dan suasana pasar kondusif saat dilakukan pembangunan.

“Mudah-mudahan tahun ini sudah ada informasi terkait bagi mana mekanisme anggaran pembangunan Pasar Leuwiliang. Apakah untuk pembangunan pasar,  kita bakal  menggunakan anggaran dari APBD, bantuan stimulus dari pusat (APBN) atau dikerjasamakan dengan pihak ketiga . Itu masih dalam kajian, plus dan minusnya nanti bakal nanti seperti apa,” ujar Arif saat menghadiri pelantikan KPPS di Desa Dramaga, Dramaga, kemarin.

Arif menambah setelah Idul Fitri bakal dibuatkan kajiannya dulu. Langka pertama,  yakni sosialisasi ke pedagang dan kedua dibuatkan  DED pasar dan pembangunan pasar tahun 2025.

“Instruksi Pj Bupati Bogor, untuk Pasar Leuwilang bakal naik tingkat menjadi Pasar Induk. Hal tersebut karena Pasar Leuwilang melayani beberapa pasar kecil di wilayah Bogor Barat,” bebernya.

Arif mengungkapkan relokasi TPS pedagang rencana awalnya di sekitar Terminal Leuwiliang. Namun, PD Pasar berembuk dengan para  pedagang agar TPS di dekat Pasar Leuwiliang. Kemudian sesuai dengan keinginan pedagang akhirnya TPS dibuat di dekat Pasar Leuwilang. Namun karena keterbatasan lahan TPS, untuk pedagang hanya disediakan kurang lebih sekitar 701 kios.

“Intinya, bagaimana bisa  memanusiakan pedagang artinya mereka  harus bisa kembali berjualan. Konsep Pasar Leuwilang kedepan bakal menjadi Pasar Induk bisa menampung seluruh pedagang Pasar Leuwilang,” tukasnya.

(arip ekon)

Warga Perumahan Ciomas Hill Temukan Bayi Perempuan

0

jurnalinspirasi – Warga perumahan Ciomas Hill, Desa Sukamakmur, Ciomas, Kabupaten Bogor dikejutkan adanya bayi perempuan terbungkus kantong plastik hitam yang ditinggalkan di area perumahan. Penemuan bayi tersebut awalnya ditemukan petugas keamanan perumahan sekitar pukul 01.45 Wib dini hari, Rabu (24/01/2024).

lokasi ditemukannya bayi yang terbungkus plastik

Kapolsek Ciomas, Kompol Iwan Wahyudi menjelaskan, pihaknya langsung menurunkan anggotanya untuk melakukan cek tempat kejadian perkara (TKP). Menurutnya, kondisi bayi pada saat ditemukan sehat dan sudah ditangani oleh bidan puskesmas dan warga.

“Anggota kita langsung merespons setelah mendapatkan laporan dari warga. Berdasarkan keterangan dari bidan yang menangani, bayi perempuan ini dalam kondisi sehat dengan berat 2,7 kg dan panjang 47 cm berjenis perempuan,” katanya.

Dalam hal ini kata dia, pihak kepolisian akan terus menyelidiki perkara tersebut dan memberikan perkembangan lebih lanjut.

“Kita juga meminta keterangan dari saksi-saksi di sekitar lokasi TKP dan melakukan pemeriksaan apakah ada CCTV di sekitar lokasi TKP,” bebernya.

Selain itu, dia juga meminta kepada masyarakat agar melaporkan, bilamana ada seorang warga yang diketahui baru melahirkan, tetapi tidak ada bayinya untuk melaporkan ke pihak berwajib setempat.

“Dihimbau kepada  masyarakat apabila mengetahui ada warganya yang diketahui baru melahirkan, akan tetapi keberadaan dari bayi yang dilahirkan tidak ada bersama ibu yang melahirkan segera melaporkan kepada pihak kepolisian,” pungkasnya.

(andres)

Melalui Pembinaan, Linmas di Jasinga Siap Amankan Pemilu

0

jurnalinspirasi – Puluhan anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) dan petugas ketertiban TPS diberikan pembinaan. Pembinaan Anggota Satlinmas berlangsung di Desa Sipak, Jasinga, Kabupaten Bogor, Kamis (25/1/2024)

Kanit Pol PP Kecamatan Jasinga Suhendi menjelaskan,  pembinaan bagi anggota Satlinmas karena memiliki peran penting dalam menundukung ketertiban dan keamanan pada  pelaksanaan pesta demokrasi akbar bagi rakyat.

Digelarnya pembinaan bagi Satlinmas yang dihadiri Muspika Kecamatan Jasinga itu guna menghadapi  Pemilu 2024 pada 14 Februari mendatang.

“Untuk mendukung ketertiban dan keamanan, di setiap desa di lingkup Kecamatan Jasinga. Ini merupakan layanan dasar bagi masyarakat. Oleh karenanya Satlinmas memiliki peran penting untuk menciptakan keamanan serta kenyamanan lingkungan. Maka itu,  jelang pemilu kehadiran anggota Satlinmas sangat diperlukan,” ujar Suhendi.

Keberadaan Satlinmas, jelas Suhendi merupakan salah satu unsur pendukung untuk menjaga wilayah lebih kondusif di masing masing desa.

“Karena Satlinmas merupakan penunjang dalam menciptakan ketentraman dan ketertiban umum  bagi masyarakat, terutama jelang Pemilu 2024,” tukasnya.

(arip ekon)

PPS Desa Wargajaya Lantik Ratusan KPPS Tekankan Sukses Tanpa Ekses

0

jurnalinspirasi – Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Wargajaya, Cigudeg, Kabupaten Bogor melantik ratusan anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Dalam pelantikan yang sebelumnya calon anggota KPPS itu mengucapkan sumpah janji untuk menjalankan tugas sebaik-baiknya dan jujur. Setelah itu, anggota KPPS juga dibekali tugas apel siaga dan orientasi.

Pelantikan tersebut berlangsung di gedung SDN Wargajaya dengan disaksikan oleh aparat Bhabinkamtibmas, Babinsa dan perwakilan dari KPU.

“Di Desa Wargajaya berjumlah 133 orang anggota KPPS yang saat ini dilantik, nantinya akan terbagi di 19 TPS,” kata Endang Hidayatullah yang akrab dipanggil Ipung, Kamis (25/01/2024).

Kata dia, anggota KPPS dilakukan pembekalan apel siaga dan orientasi agar nantinya tercipta pemilu yang damai dan sukses tanpa Ekses.

“Adapun untuk apel siaga dan orientasi itu adalah pembekalan kami untuk anggota KPPS yang nanti menjalankan tugas untuk di pemilu tahun 2024 agar pemilu di Desa Wargajaya ini sukses tanpa ekses,” bebernya.

Sebanyak 5.223 hak pilih di Desa Wargajaya dan petugas KPPS diharapkan bisa menjalankan tugas dengan semangat dan kompak.

“Karena kekompakan dan semangat dimiliki anggota KPPS insya Allah hasilnya pun tercipta pemilu yang sukses tanpa Ekses,” tukasnya.

(andres)

320 Anggota KPPS Cilebut Timur DilantikTPS Terunik Mendapatkan Reward dari Kades

0

Sukaraja | Jurnal Bogor
Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Cilebut Timur, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, melantik dan mengambil sumpah dan janji 320 anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dari 49 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Desa Cilebut Timur untuk Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024 yang digelar di halaman kebun jati H. Toto, Kamis (25/1).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Desa Cilebut Timur, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Ketua Panwascam, perwakilan Panitia Penyelenggara Kecamatan (PPK) Kecamatan Sukaraja dan 320 anggota KPPS dari 49 Tempat Pemungutan Suara (TPS) Desa Cilebut Timur.

Ketua PPS Desa Cilebut Timur, Hendro Gunawan mengatakan bahwa Desa Cilebut Timur yang terdiri dari 68 RT, 14 RW, Daftar Pemilih Tetap (DPT) ada 13.930 terakhir yang tercatat dan Tidak memenuhi syarat (TMS) atau yang meninggal tercatat 30 orang.

“Hendro menambahkan, “Kami punya catatan terkait DPT itu kan tidak akan berubah, sekitar 13.930 dan terakhir untuk TMS nya sekitar 30 orang yang meninggal untuk di wilayah Cilebut Timur, ” tambahnya.

Lebih lanjut Hendro menjelaskan terkait mekanisme tugas anggota KPPS dilapangan yaitu sesuai dengan tupoksi dan tanggungjawab masing-masing anggota di TPS, “yang penting nanti mereka melaporkan C Hasil yang sudah bersih, ” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Cilebut Timur Muchtar Kelana mengucapkan selamat kepada anggota KPPS yang telah dilantik, “anggota KPPS harus bersikap netral, jujur dan bekerja dengan sungguh-sungguh demi suksesnya Pemilu khususnya di Desa Cilebut Timur, ” ucapnya.

Menariknya, Kades Cilebut Timur akan memberikan reward untuk TPS terbaik dengan kategori TPS bersih, seragam terunik dan pelayanan terbaik sebagai bentuk apresiasi Kades Cilebut Timur.

“Ini bentuk apresiasi saya dengan memberikan reward satu ekor kambing, semoga dengan reward tersebut anggota KPPS jadi lebih semangat, nanti saya atau dari pihak desa akan menilai 49 TPS yang ada di wilayah Cilebut Timur. ” pungkasnya.
Aga Alamanda.

Kontingen Jabar di PON 2024 Diperkuat Empat Atlet Boling Kabupaten Bogor

0

jurnalinspirasi – Empat Atlet Boling Kabupaten Bogor dipastikan bakal jadi bagian Kontingen Jawa Barat pada pelaksanaan PON 2024 di Sumut- Aceh.

Saat ini empat atlet boling Kabupaten Bogor yang akan membela Jabar dalam PON 2024 itu saat ini sudah berada di Bandung mengikuti Pelatda Jabar di Bandung.

Sekum PBI Kabupaten Bogor, Kemal Fasya mengatkan, Keempat atlet boling Kabupaten Bogor yang membela Jabar itu diantaranya Moh Andyka Gamaputra, Naflah Fakhira Maulida, Rine Prominintya Dwi Utami dan Kenny Puja Nurwati

” Tim boling Jabar dalam PON 2024 ini mentargetkan 5 medali emas dan diharapkan para peboling Kabupaten Bogor bisa menyumbangkan medali emas bagi Jabar dalam PON 2024,” tegas Kemal Fasya, Kamis, 25 Januari 2024

Kemal menambahkan, cabor bolling Kabupaten Bogor yang diketuai oleh Elvada Yunanta termasuk cabor yang kerap menyumbang medali emas bagi Kabupaten Bogor dalam Porprov Jabar.

(asep syahmid)

Sayaga Wisata Sewakan Rest Area Gunung Mas ke Pengusaha Pasar Malam

0

jurnalinspirasi – Bukannya meyakinkan para pedagang kaki lima (PKL) yang ada disepanjang Jalan Raya Puncak, untuk mengisi kios atau tempat usahanya di lokasi rest area Gunung Mas, Cisarua, Kabupaten Bogor, pengelola malah sibuk mencari uang sampingan dengan menyewakan lahan parkir untuk membuka pasar malam.

Adji Supriono, staf pengelola rest area Gunung Mas membenarkan, di lokasi parkiran rest area akan ada pasar malam. Namun, pegawai BUMD Sayaga Wisata itu, enggan menyebutkan secara detail biaya sewa lahan oleh pengusaha pasar malam, berikut lama waktu menyewa lahan parkiran rest area tersebut.

Sementara, saat dikonfirmasi Direktur Umum (Dirum) Sayaga Wisata, Aminudin terkesan menolak untuk memberikan stetman, terkait keberadaan pasar malam yang membuka kegiatan usahanya di lokasi parkiran rest area Gunung Mas. Dirum yang dulunya aktif sebagai lembaga sosial masyarakat (LSM) tersebut, malah mengarahkan kepada Direktur Utama (Dirut) Sayaga Wisata, Supriadi Jufri.

“Ke pak Dirut aja ya, biar satu pintu. Atau ke Hani, pengelola rest area yang ada di sana,” ujar Aminudin kepada Jurnal Bogor melalui pesan WhatsApp, Rabu (24/1).

Namun, Direktur Utama (Dirut) Sayaga Wisata, Supriadi Jufri saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, sama sekali tidak menjawab. Begitu juga ketika di telepon melalui WhatsApp, orang nomor satu di perusahaan plat merah milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor itu, sama sekali tidak merespon.

Sebelumnya, pemilik Kedai Si Adudu yang membuka tempat usahanya dengan mengambil kios di rest area Gunung Mas menilai, adanya pasar malam di lahan parkir rest area, tidak akan berpengaruh apapun terhadap kondisi warungnya.

“Bagi saya, tidak ada pengaruhnya. Yang rame itu hanya didepan atau di lokasi pasar malam saja, kalau ke warung saya tidak berdampak sama sekali,” akunya.

Wanita berhijab yang setiap hari selalu sabar menunggu pembeli datang ke tempat usahanya di rest area Gunung Mas menceritakan, saat ada event besar seperti Bogor Fest yang dilaksanakan di lokasi parkiran, hanya ramai di depan saja. Sedangkan, warung-warung yang ada didalam tidak ikut terbawa ramai oleh pembeli.

“Pembeli yang datang ke warung kami bisa dihitung, ramainya hanya di lokasi acara saja,” jelasnya.

Yang diinginkan pedagang rest area, lanjutnya, pengelola rest area Gunung Mas membuka kembali gerbang yang ditutup. Sehingga, pengunjung perkebunan teh saat pulang bisa melalui gerbang yang langsung ke rest area.

“Sebelum ditutup, walau hanya Sabtu dan Minggu saja gerbang itu dibuka, warung kami ramai pembeli. Alhamdulillah, penghasilan kami bisa mencapai 100 ribu. Berbeda dengan hari biasa, paling kami hanya dapat 10 ribu, malah terkadang tidak dapat uang sama sekali,” keluhnya.

Semua pedagang yang sudah menempati kios di rest area Gunung Mas berharap, pihak pengelola melakukan terobosan atau berinovasi agar lokasi untuk berjualan para pedagang kaki lima (PKL) disepanjang jalur Puncak ini, menjadi ramai pengunjung.

“Saya yakin kalau sudah ramai pengunjung, kios-kios yang sekarang masih tutup, pasti mulai dibuka oleh pedagang,” tukasnya.

(dede suhendar)

Kenapa Korupsi Sulit Hilang? Ini Faktor Penyebabnya

0

Oleh: Nay Nur’ain
(Kabiro Jurnal Bogor Wilayah Bogor Timur)

jurnalinspirasi – Berita tentang korupsi seolah tak pernah henti, baik itu dilayar kaca, media sosial, maupun media masa. Tak hanya pegawai petinggi, korupsi mulai merambah ke kalangan bawah seperti TPK, Bendahara, bahkan Kepala Desa yang notabene merupakan jabatan karir sementara yang kapan saja bisa berhenti.

Bukan hanya itu saja, korupsi dikalangan pejabat PNS, Bupati, Wali Kota, Menteri seakan menjadi momok yang biasa saja, dan sudah tak asing lagi untuk kita dengar. Mungkin sebagian besar dari rakyat kecil bertanya, kenapa mereka masih saja korupsi, bukankah hidup mereka sudah enak, sudah punya gaji, juga sudah diberikan fasilitas oleh negara yang tidak semua warga negara bisa mendapatkan itu.

Tapi, fakta dan kenyataannya tidak demikian, adanya jabatan, kekayaan bahkan fasilitas ternyata tak membuat seseorang untuk tidak berniat korupsi. Taukan anda ada beberapa faktor yang seseorang itu melakukan korupsi walaupun sudah serba terpenuhi.

Alasan seseorang korupsi bisa beragam, namun secara singkat dikenal teori GONE untuk menjelaskan faktor penyebab korupsi. Teori GONE yang dikemukakan oleh penulis Jack Bologna adalah singkatan dari Greedy (Keserakahan), Opportunity (kesempatan), Need (Kebutuhan) dan Exposure (pengungkapan).

Teori GONE mengungkapkan bahwa seseorang yang korupsi pada dasarnya serakah dan tak pernah puas. Tidak pernah ada kata cukup dalam diri koruptor yang serakah. Keserakahan ditimpali dengan kesempatan, maka akan menjadi katalisator terjadinya tindak pidana korupsi. Setelah serakah dan adanya kesempatan, seseorang berisiko melakukan korupsi jika ada gaya hidup yang berlebihan serta pengungkapan atau penindakan atas pelaku yang tidak mampu menimbulkan efek jera.

Jika dijabarkan lagi, faktor penyebab korupsi meliputi dua faktor, yaitu internal dan eksternal. Mengutip buku Pendidikan Antikorupsi untuk Perguruan Tinggi yang bisa diunduh di sini, faktor internal merupakan penyebab korupsi dari diri pribadi, sedang faktor eksternal karena sebab-sebab dari luar.

Berikut kita bahas penyebab korupsi dari faktor internal dan eksternal ini:

Faktor Penyebab Internal

1. Sifat serakah/tamak/rakus manusia

Keserakahan dan tamak adalah sifat yang membuat seseorang selalu tidak merasa cukup atas apa yang dimiliki, selalu ingin lebih. Dengan sifat tamak, seseorang menjadi berlebihan mencintai harta. Padahal bisa jadi hartanya sudah banyak atau jabatannya sudah tinggi. Dominannya sifat tamak membuat seseorang tidak lagi memperhitungkan halal dan haram dalam mencari rezeki. Sifat ini menjadikan korupsi adalah kejahatan yang dilakukan para profesional, berjabatan tinggi, dan hidup berkecukupan.

2. Gaya hidup konsumtif

Sifat serakah ditambah gaya hidup yang konsumtif menjadi faktor pendorong internal korupsi. Gaya hidup konsumtif misalnya membeli barang-barang mewah dan mahal atau mengikuti tren kehidupan perkotaan yang serba glamor. Korupsi bisa terjadi jika seseorang melakukan gaya hidup konsumtif namun tidak diimbangi dengan pendapatan yang memadai.

3. Moral yang lemah

Seseorang dengan moral yang lemah mudah tergoda untuk melakukan korupsi. Aspek lemah moral misalnya lemahnya keimanan, kejujuran, atau rasa malu melakukan tindakan korupsi. Jika moral seseorang lemah, maka godaan korupsi yang datang akan sulit ditepis. Godaan korupsi bisa berasal dari atasan, teman setingkat, bawahan, atau pihak lain yang memberi kesempatan untuk melakukannya.

Faktor Penyebab Eksternal

1. Aspek Sosial

Kehidupan sosial seseorang berpengaruh dalam mendorong terjadinya korupsi, terutama keluarga. Bukannya mengingatkan atau memberi hukuman, keluarga malah justru mendukung seseorang korupsi untuk memenuhi keserakahan mereka. Aspek sosial lainnya adalah nilai dan budaya di masyarakat yang mendukung korupsi. Misalnya, masyarakat hanya menghargai seseorang karena kekayaan yang dimilikinya atau terbiasa memberikan gratifikasi kepada pejabat.

Dalam means-ends scheme yang diperkenalkan Robert Merton, korupsi merupakan perilaku manusia yang diakibatkan oleh tekanan sosial, sehingga menyebabkan pelanggaran norma-norma. Menurut teori Merton, kondisi sosial di suatu tempat terlalu menekan sukses ekonomi tapi membatasi kesempatan-kesempatan untuk mencapainya, menyebabkan tingkat korupsi yang tinggi.

Teori korupsi akibat faktor sosial lainnya disampaikan oleh Edward Banfeld. Melalui teori partikularisme, Banfeld mengaitkan korupsi dengan tekanan keluarga. Sikap partikularisme merupakan perasaan kewajiban untuk membantu dan membagi sumber pendapatan kepada pribadi yang dekat dengan seseorang, seperti keluarga, sahabat, kerabat atau kelompoknya. Akhirnya terjadilah nepotisme yang bisa berujung pada korupsi.

2. Aspek Politik

Keyakinan bahwa politik untuk memperoleh keuntungan yang besar menjadi faktor eksternal penyebab korupsi. Tujuan politik untuk memperkaya diri pada akhirnya menciptakan money politics. Dengan money politics, seseorang bisa memenangkan kontestasi dengan membeli suara atau menyogok para pemilih atau anggota-anggota partai politiknya.

Pejabat yang berkuasa dengan politik uang hanya ingin mendapatkan harta, menggerus kewajiban utamanya yaitu mengabdi kepada rakyat. Melalui perhitungan untung-rugi, pemimpin hasil money politics tidak akan peduli nasib rakyat yang memilihnya, yang terpenting baginya adalah bagaimana ongkos politiknya bisa kembali dan berlipat ganda.

Balas jasa politik seperti jual beli suara di DPR atau dukungan partai politik juga mendorong pejabat untuk korupsi. Dukungan partai politik yang mengharuskan imbal jasa akhirnya memunculkan upeti politik. Secara rutin, pejabat yang terpilih membayar upeti ke partai dalam jumlah besar, memaksa korupsi.

3. Aspek Hukum

Hukum sebagai faktor penyebab korupsi bisa dilihat dari dua sisi, sisi perundang-undangan dan lemahnya penegakan hukum. Koruptor akan mencari celah di perundang-undangan untuk bisa melakukan aksinya. Selain itu, penegakan hukum yang tidak bisa menimbulkan efek jera akan membuat koruptor semakin berani dan korupsi terus terjadi. 

Hukum menjadi faktor penyebab korupsi jika banyak produk hukum yang tidak jelas aturannya, pasal-pasalnya multitafsir, dan ada kecenderungan hukum dibuat untuk menguntungkan pihak-pihak tertentu. Sanksi yang tidak sebanding terhadap pelaku korupsi, terlalu ringan atau tidak tepat sasaran, juga membuat para pelaku korupsi tidak segan-segan menilap uang negara.

4. Aspek Ekonomi

Faktor ekonomi sering dianggap sebagai penyebab utama korupsi. Di antaranya tingkat pendapatan atau gaji yang tak cukup untuk memenuhi kebutuhan. Fakta juga menunjukkan bahwa korupsi tidak dilakukan oleh mereka yang gajinya pas-pasan. Korupsi dalam jumlah besar justru dilakukan oleh orang-orang kaya dan berpendidikan tinggi.

Banyak kita lihat pemimpin daerah atau anggota DPR yang ditangkap karena korupsi. Mereka korupsi bukan karena kekurangan harta, tapi karena sifat serakah dan moral yang buruk.

Di negara dengan sistem ekonomi monopolistik, kekuasaan negara dirangkai sedemikian rupa agar menciptakan kesempatan-kesempatan ekonomi bagi pegawai pemerintah untuk meningkatkan kepentingan mereka dan sekutunya. Kebijakan ekonomi dikembangkan dengan cara yang tidak partisipatif, tidak transparan dan tidak akuntabel.

5. Aspek Organisasi

Faktor eksternal penyebab korupsi lainnya adalah organisasi tempat koruptor berada. Biasanya, organisasi ini memberi andil terjadinya korupsi, karena membuka peluang atau kesempatan. Misalnya tidak adanya teladan integritas dari pemimpin, kultur yang benar, kurang memadainya sistem akuntabilitas, atau lemahnya sistem pengendalian manajemen.

Mengutip buku Pendidikan Antikorupsi oleh Eko Handoyo, organisasi bisa mendapatkan keuntungan dari korupsi para anggotanya yang menjadi birokrat dan bermain di antara celah-celah peraturan. Partai politik misalnya, menggunakan cara ini untuk membiayai organisasi mereka. Pencalonan pejabat daerah juga menjadi sarana bagi partai politik untuk mencari dana bagi kelancaran roda organisasi, pada akhirnya terjadi money politics dan lingkaran korupsi kembali terjadi.

Teori Fraud Triangle (TFT)

Teori lainnya soal penyebab korupsi disampaikan oleh peneliti Donald R Cressey yang dikenal sebagai Teori Fraud Tiangle (TFT). Teori ini muncul setelah Cressey mewawancarai 250 orang terpidana kasus korupsi dalam waktu 5 bulan.

Dalam teori tersebut, ada tiga tahapan penting yang mempengaruhi seseorang untuk melakukan korupsi, yaitu pressure (tekanan), opportunity (kesempatan), dan rationalization (rasionalisasi).

Seseorang memiliki motivasi untuk korupsi karena tekanan, misalnya motif ekonomi yang menjadi pelatuknya. Namun menurut Cressey tekanan ini terkadang tidak benar-benar ada. Seseorang cukup berpikir bahwa dia tertekan atau tergoda pada bayangan insentif, maka pelatuk pertama ini telah terpenuhi.

Kedua adalah kesempatan. Contoh yang paling mudah ditemui adalah lemahnya sistem pengawasan sehingga memunculkan kesempatan untuk korupsi. Menurut Cressey, jika dia tidak melihat adanya kesempatan maka korupsi tidak bisa dilakukan.

Ketiga adalah rasionalisasi. Cressey menemukan bahwa para pelaku selalu memiliki rasionalisasi atau pembenaran untuk melakukan korupsi. Rasionalisasi ini setidaknya menipiskan rasa bersalah pelaku, contohnya “saya korupsi karena tidak digaji dengan layak” atau “keuntungan perusahaan sangat besar dan tidak dibagi dengan adil”. **