22.4 C
Bogor
Tuesday, April 7, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 365

Komisi II Desak Wali Kota Bentuk Pansel Direksi Perumda PPJ

0

jurnalinspirasi.co.id – Masa Bhakti direksi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Pakuan Jaya (PPJ) akan pungkas dalam dua bulan ke depan atau tepatnya pada Februari 2024 mendatang.

Anggota Komisi II DPRD Kota Bogor, Ahmad Aswandi pun mendesak Wali Kota Bima Arya segera membentuk Panitia Seleksi (Pansel) Direksi Perumda PPJ, mengingat waktu yang semakin mepet.

“Masa jabatan direksi tinggal sebentar lagi. Wali Kota Bogor harus segera membentuk pansel untuk menseleksi calon direksi baru,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (27/12).

Pria yang akrab disapa Kiwong itu menegaskan, bila pembentukan Pansel harus segera dilaksanakan, untuk menjaring sosok yang kredibel dan qualified dalam memajukan perusahaan pelat merah itu.

Saat disinggung mengenai kabar perpanjangan direksi Perumda PPJ. Kiwong menegaskan bahwa hal itu tidak perlu dilakukan. Meski perpanjangan jabatan bisa dilakukan.

“Tidak perlu pakai perpanjangan masa jabatan direksi. Memang dalam aturan diperbolehkan, tapi itu kan penilaiannya subjektif,” tegasnya.

Kiwong menyatakan bahwa mekanisme seleksi menggunakan pansel adalah langkah yang paling fair dalam menentukan posisi jabatan direksi. “Mekanisme pansel itu lebih dari. Sebab, pasti ada pendaftar yang memang qualified dan bisa memajukan Perumda PPJ,” ucapnya.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim menyebut ada kemungkinan melakukan perpanjangan masa jabatan direksi Perumda PPJ.

Namun hingga saat ini, belum ada tanda-tanda Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor membentuk panitia seleksi.

Dedie Rachim mengatakan, alasan kemungkinan perpanjangan masa jabatan direksi Perumda PPJ, salah satunya terkait pencapaian direksi yang dianggap sudah sangat baik dan masih ada Pekerjaan Rumah (PR) yang harus diselesaikan.

“Sebetulnya ada pencapaian yang sangat baik dari direksi BUMD, khususnya Perumda Pasar Pakuan Jaya. Sebetulnya bukan hanya itu, Perumda Tirta Pakuan dan Bank Kota Bogor juga baik, tapi kan hanya Perumda Pasar Pakuan Jaya yang (masa jabatan direksi) mendekati akhir,” ungkapnya.

Selain dianggap berprestasi, lanjut Dedie, masih ada harapan untuk menyelesaikan PR yang kini masih berproses. Diantaranya proses revitalisasi Pasar Padasuka (Cumpok), Plaza Bogor dan revitalisasi beberapa pasar lain termasuk PR mengelola Pasar Teknik Umum (Pasar TU Kemang) agar lebih baik.

“Nah, berbagai pertimbangan itulah yang kemudian muncul keinginan kita untuk memperpanjang (masa jabatan direksi Perumda Pasar Pakuan Jaya). Supaya PR-PR itu bisa selesai sesuai harapan,” jelasnya.

Untuk teknis perpanjangan masa jabatan direksi Perumda Pasar Pakuan Jaya, Dedie menekankan bahwa ada harapan untuk dilakukan perpanjangan satu paket alias semua jajaran direksi.

“Kalau bisa satu paket (ya bagus), kan ada pertimbangan kinerja hingga pertimbangan dewan pengawas, nanti itu kita lihat,” pungkasnya.* Fredy Kristianto

Pemkot Targetkan Bogor Jadi Kota Kreatif UNESCO di Tahun 2024

0

Pemkot Bogor sedang mengejar menjadi Kota Kreatif. Melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor berupaya keras mendorong kota hujan menjadi Kota Kreatif UNESCO yang diakui secara mendunia. Seperti apa?

Konteks pembangunan kota kreatif di Indonesia berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo, yakni ekonomi kreatif harus menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia. Selain itu, kebijakan pembangunan jangka panjang di daerah sudah terdapat pertumbuhan ekonomi kreatif. Harapannya dapat meratakan pembangunan di daerah dan mendorong percepatan pembangunan pusat pertumbuhan ekonomi dengan menggali potensi daerah.

Kepala Disparbud Kota Bogor, Iceu Pujiati mengatakan, untuk menjawab tantangan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno yang menganggap Kota Bogor memiliki peluang besar karena punya banyak potensi di dunia Ekraf.

“Ada 3 sektor dari 17 sub sektor yang menonjol di Kota Bogor, yakni kuliner, fashion dan kriya. Saat ini kami bersama Forum Ekraf REKA Bogor sedang memproses indikator-indikator yang bisa membuat Kota Bogor menjadi Kota Kreatif,” ujarnya.

Salah satu upaya yang ia lakukan adalah pendataan pada para pelaku Ekraf di Kota Bogor. Iceu menyebut dalam catatan REKA Bogor terdapat 690 pelaku Ekraf di kota ini.

Target menjadi Kota Kreatif ini akan dikejar secara bertahap, mulai dari tingkat provinsi, nasional, hingga internasional. Iceu mengatakan Kota Bogor bersaing dengan Depok dan Solo. Meski begitu dirinya yakin dan optimistis Kota Bogor dapat tampil mewakili Indonesia.

“Kita (Kota Bogor) punya kuliner yang bervariasi dan banyak inovasinya. Di samping itu di Kota Bogor juga terdapat tempat-tempat kuliner dan makanan yang legendaris berusia puluhan hingga ratusan tahun. Tempat-tempat makannya juga punya ceritanya masing-masing,” ucapnya.

Ia berharap Kota Bogor bisa mencapai target menjadi Kota Kreatif yang diakui dunia. Iceu memasang target angan-angan itu terwujud di tahun 2024 mendatang.

Nah, untuk menjadi kota kreatif ada 18 indikator dan dan Kota Bogor sudah mengajukan aplikasi ke UNESCO. Ke-18 indikator kota kreatif antara lain pertama, peran dan dasar-dasar bidang kreatif dalam sejarah kota.

Kedua, pentingnya ekonomi dan dinamika sektor budaya dan jika mungkin, dari bidang kreatif yang menjadi perhatian, data pada kontribusinya terhadap pembangunan ekonomi dan lapangan kerja di kota, jumlah perusahaan budaya dan lain-lain.
Ketiga, pameran, konferensi, konvensi dan peristiwa nasional dan atau internasional lainnya yang diselenggarakan oleh kota selama lima tahun terakhir dan ini ditujukan untuk para profesional di bidang kreatif yang menjadi perhatian, diantaranya pencipta, produsen, pemasar, promoter.

Keempat, festival, konvensi dan acara skala besar lainnya yang diselenggarakan oleh kota dalam lima tahun terakhir di bidang kreatif yang menjadi perhatian dan ditujukan pada penonton lokal, nasional, dan atau internasional.

Kelima, mekanisme, kursus dan program untuk mempromosikan pendidikan kreativitas dan seni bagi kaum muda di bidang kreatif yang menjadi perhatian, baik dalam sistem pendidikan formal maupun informal.

Keenam, belajar seumur hidup, pendidikan tinggi, sekolah kejuruan, sekolah musik dan drama, residensi dan pembentukan pendidikan tinggi lainnya yang mengkhususkan diri di bidang kreatif yang menjadi perhatian.

Ketujuh, pusat penelitian dan program di bidang kreatif yang menjadi perhatian.

Kedelapan, ruang dan pusat kreasi yang diakui, produksi dan penyebaran kegiatan barang dan jasa di bidang kreatif yang menjadi perhatian, di tingkat profesional misalnya inkubator perusahaan budaya, kamar dagang.

Kesembilan, fasilitas utama dan ruang-ruang budaya yang didedikasikan untuk berlatih, promosi, dan sosialisasi di bidang kreatif yang menjadi perhatian dan ditujukan untuk masyarakat umum dan atau pemirsa tertentu seperti pemuda, kelompok rentan.

Kesepuluh, menunjukkan maksimal tiga program atau proyek yang dikembangkan oleh kota dalam lima tahun terakhir untuk mempromosikan partisipasi yang lebih luas dalam kehidupan budaya, khususnya di bidang kreatif yang menjadi perhatian, terutama yang ditujukan kelompok sosial yang rentan atau tidak beruntung.

Kesebelas, menunjukkan maksimal tiga program atau proyek yang dikembangkan dalam lima tahun terakhir di bidang kreatif yang bersangkutan yang telah membantu dan atau memperkuat hubungan kerja sama antara kota, sektor swasta, pencipta, masyarakat sipil dan atau akademisi.

Kedua belas, peran profesional utama dan organisasi masyarakat sipil non-pemerintah yang aktif dalam kota di bidang kreatif yang menjadi perhatian.

Ketiga belas, kebijakan dan langkah-langkah utama yang dilakukan kota dalam lima tahun terakhir untuk meningkatkan status pencipta dan mendukung karya kreatif, khususnya di bidang kreatif yang menjadi perhatian.
Keempat belas, kebijakan dan langkah-langkah utama yang dilakukan oleh kota dalam lima tahun terakhir untuk mendukung pendirian dan pengembangan industri budaya lokal yang dinamis di bidang kreatif yang menjadi perhatian.

Kelima belas, inisiatif kerja sama internasional utama di bidang kreatif yang menjadi perhatian, dikembangkan dengan kota dari berbagai negara dalam lima tahun terakhir.

Keenam belas, mekanisme dukungan, program, dan proyek yang dilakukan oleh kota dalam lima tahun terakhir dengan mendirikan sinergi antara bidang kreatif yang menjadi perhatian dengan sedikitnya satu bidang kreatif lainnya yang difasilitasi oleh jaringan (cross-cutting atau proyek lintas sektoral).

Ketujuh belas, inisiatif kerja sama internasional dan atau kemitraan yang dikembangkan dalam lima tahun terakhir yang melibatkan sedikitnya dua dari tujuh bidang kreatif yang difasilitasi oleh jaringan atau proyek lintas sektoral.

Terakhir, fasilitas utama dan ketersediaan infrastruktur dan acara, seperti pameran, konferensi, dan konvensi, yang diselenggarakan oleh kota dalam lima tahun terakhir dengan tujuan mempromosikan bidang kreatif yang dicakup oleh jaringan daripada bidang kreatif utama yang menjadi perhatian oleh aplikasi.

CSR Perusahaan Belum Sentuh Kemajuan Olahraga

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Kabupaten Bogor memiliki ribuan jumlah perusahaan yang bergerak di berbagai sektor, namun pemanfaatan Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan dinilai masih belum optimal, khususnya terhadap kemajuan dunia olahraga di bumi ‘Tegar Beriman’.

“CSR memang belum menyentuh kemajuan olahraga, sehingga kedepan perlu sinergitas antara perusahaan besar yang beroperasi di Kabupaten Bogor bisa menjadi bapak angkat untuk klub atau pengurus cabang olahraga,” kata Ketua Harian Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Bogor, Solahudin dalam keterangannya, Rabu (27/12/2023).

Seperti halnya cabang olahraga lain, bola voli diakui Solahudin memerlukan bapak angkat mengingat banyaknya event yang harus dilakukan dan diikuti sesuai kalender kegiatan. Program bapak angkat perusahaan disebutkannya dapat membantu perkembangan voli.

“Pada Mei 2024 nanti juga PBVSI bersiap dengan Kejurda Jabar. Nah, agar geliatnya bagus, memang perlu sokongan pihak luar dalam hal ini perusahaan misalnya jadi sponsor,” jelasnya.

PBVSI Kabupaten Bogor kata dia sangat respek dengan PT Nassau Sport Indonesia yang telah menyatakan bersedia menjadi bapak angkat bola voli. Produsen alat-alat olahraga itu pada Turnamen Bola Voli Bupati Bogor Cup 2023 telah membantu dengan menjadi sponsor.

“Kami angkat topi buat Nassau memiliki tujuan yang sama dengan kita ingin memajukan dunia olahraga khususnya bola voli,” tandas Solahudin yang juga Wakil Ketua Panitia Turnamen Bola Voli Bupati Bogor Cup 2023.

Sebelumnya pada saat pembukaan Turnamen Bola Voli Bupati Bogor Cup 2023, Ketua Umum PBVSI Kabupaten Bogor Dede Chandra Sasmita menyatakan terimakasihnya kepada Nassau. “Bola yang diberi Nassau kita bagikan lagi ke tim peserta yang nantinya bisa mereka gunakan di klubnya masing-masing,” ungkap Kang Dechan, panggilan akrab Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jabar ini.

(ases.sayyev)

Bupati Cup Tanpa Bupati

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Turnamen bola voli Bupati Bogor Cup 2023 di GOR Cibinong, Karadenan, Selasa (26/12/2023) tanpa kehadiran Bupati Iwan Setiawan. Begitu juga dengan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor Asnan AP dan Ketua Umum KONI Kabupaten Bogor Dedi Bachtiar yang berhalangan hadir hingga turnamen dibuka Sekretaris Umum KONI Fitri Putra Nugraha alias Nungki dan dihadiri sejumlah camat seperti Camat Cibinong, Pamijahan dan Parungpanjang.

Naotalia Apapyo

Ketua Panitia Naotalia Apapyo memastikan turnamen bola voli Bupati Bogor Cup 2023 untuk menjaring talenta-talenta pemain yang akan disiapkan untuk kejuaraan tingkat Provinsi Jawa Barat sehingga turnamen dibuat antarkecamatan untuk melihat potensi pemain yang ada di wilayah.

“Event ini bagian dari peningkatan kompetensi olahraga, khususnya bola voli,” kata Nao, panggilan akrabnya.

Ketua PBVSI (Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia) Kabupaten Bogor Dede Chandra Sasmita tak mempermasalahkan tidak hadirnya bupati. Tim voli kecamatan yang ikut bertanding sebanyak 12 tim telah menunjukkan eksistensi klub-klub bola voli.

“Saya yakin yang hadir disini karena rasa tanggungjawab terhadap cabang olahraga khususnya voli,” kata Kang Dechans.

Dia juga mengagendakan Kabupaten Bogor akan mengajukan tuan rumah Kejurda Jabar 2024 dan sasarannya adalah meraih prestasi terbaik untuk Porda Jabar 2026 di Kota Bogor. “Dari turnamen ini akan disaring dan nanti direncanakan untuk latihan dengan tim Lavani B,” jelasnya.

Dede Chandra Sasmita

Sementara Fitri Putra Nugraha menyatakan respek dengan PBVSI karena Dede Chandra Sasmita dinilai memiliki niat memajukan dunia voli Kabupaten Bogor. KONI kata dia memiliki tekad Kabupaten Bogor di Porda Jabar 2026 ingin juara umum.

“Harus sama-sama punya tekad, kalau Kabupaten Bogor ingin kahiji (nomor satu) semua cabor harus kahiji termasuk bola voli kita harus support,” kata dia.

KONI juga menyatakan terimakasih kepada panitia dan PBVSI telah menggarap turnamen dengan serius seperti yang telah ditunjukkan SBY di Lavani sehingga bisa bersinar di Livoli Divisi Utama dan SEA League.

(aseps.sayyev)

Kolaborasi Indocement dengan Universitas Paramadina, SDN Gunung Putri 05 Jadi Lokasi Pengabdian PKM Program Magister Ilkom

0

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi
Universitas Paramadina, Jakarta, berkolaborasi dengan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, untuk menggelar pelaksanaan pengabdian masyarakat yang dilakukan Kelompok Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Program Magister Ilmu Komunikasi (Ilkom).

Pengabdian masyarakat yang dilaksanakan PKM Program Magistres Ilmu Komunikasi yang dilaksanakan baru-baru ini bertempat di SDN Gunung Putri 05,Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, dan mengajak para siswa itu untuk ikut mengkampanyekan penyelamatan bumi.

“Pengabdian masyarakat yang kita laksanakan di SDN Gunung Putri, Kabupaten Bogor ini mengangkat tema soal “Beraksi Dengan Warna, Selamatkan Bumi Kita”, kegiatan yang dilaksanakan di SDN Gunung Putri 05 ini sangat tepat dan relevan dengan tema karena sekolah ini merupakan salah satu sekolah Adiwiyata mitra Indocement Kompleks Pabrik Citeureup,” kata Ketua Kelompok PKM, Fariz Alwy, dalam keterangan tertulisnya yang disebar melalui Tim Divisi Corporate Social Responsibility PT Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk, Selasa (26/12).

Fariz mengatakan, program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengajarkan siswa-siswi SDN Gunung Putri 05 teknik ber-story telling yang baik dan benar, serta memberi motivasi bagi mereka untuk berani tampil di depan kelas/publik.

“Kegiatan ini tidak hanya sekadar memberikan materi pembelajaran kepada siswa sekolah, namun juga merupakan sebagai bentuk nyata dari komitmen mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina 2023 dalam memberikan kontribusi positif kepada masyarakat. Program ini diharapkan dapat terus berkelanjutan secara mandiri atas inisiatif masyarakat sendiri,” ujar Fariz.

Fariz mengaku, seluruh mahasiswa yang ikut kegiatan pengabdian masyarakat sangat senang ketika berada di tengah-tengah siswa SDN Gunung Putri 05, apalagi para siswa sangat aktif bertanya seputar program penyelamatan bumi.

“Tema ‘Beraksi Dengan Warna’, kami ingin mengajarkan mereka bahwa setiap cerita bisa menjadi alat yang kuat untuk menyampaikan pesan, dan warna dapat menjadi media yang menyenangkan untuk mengungkapkan kreativitas mereka,” kata Fariz Alwy.

Sebagai bagian dari kegiatan tersebut, kelompok mahasiswa menyediakan galon bekas sebagai media untuk menggambar. Rifqi Muhammad, anggota kelompok yang memimpin sesi ini, menjelaskan pemilihan galon bekas sebagai media gambar tidak hanya sebagai alat praktek semata, melainkan juga mengandung pesan mendalam.

“Kami ingin menyampaikan pesan tentang keberlanjutan dan kreativitas. Galon bekas dapat menjadi pot tanaman yang berguna atau tempat sampah yang indah setelah dihias. Dengan ini, kami berharap dapat mengajarkan siswa-siswi SDN Gunung Putri 05 tentang pentingnya mendaur ulang dan kreativitas dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Rifqi.

Kepala sekolah SDN Gunung Putri 05 mengatakan, kehadiran PKM Program Magister Ilmu Komunikasi di sekolah yang dipimpinnya itu telah memberikan banyak ilmu dan pengetahuan kepada para siswa.

“Siswa-siswi kami terlihat sangat antusias dan bersemangat dalam mengikuti kegiata ini, karena mereka tidak hanya belajar teknik-teknik ber-story telling, tetapi juga menyadari potensi kreativitas yang dapat mereka ungkapkan melalui seni dan penggunaan barang bekas yang sesuai dengan visi misi sekolah kami yang peduli terhadap lingkungan,” ungkap Supriyadi.

Division Manager Corporate Social Responsibility PT Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk, Gadang Wardono menegaskan, Indocement selalu siap bekerja sama dengan berbagai pihak untuk melaksanakan program pemberdayaan masyarakat termasuk dengan pihak mahasiswa Universitas Paramadia. “Kami percaya dan yakin, melalui kolaborasi dengan berbagai pihak dapat membawa dampak positif bagi masyarakat, khusus yang tinggal di desa-desa binaan perusahaan,” kata Gadang menutupi. *

(mochamad yusuf)

Tim Voli Cibinong Melenggang ke Babak 8 Besar Bupati Cup 2023

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Tim bola voli Kecamatan Cibinong berhasil menjadi juara Grup D turnamen bola Voli Bupati Cup 2023 yang dilangsungkan di GOR Karadenan, Cibinong, 24-27 Desember 2023.

Skuad bola voli Cibinong yang dimanajeri Juman Pelupessy berhasil meraih tiga kali kemenangan yakni menang lawan Bojong Gede 3-0. Selanjutnya menang lawan Leuwiliang 3-0 dan mengalahkan Parung Panjang 3-0

Pada babak 8 besar yang akan dilangsungkan Rabu, 27 Desember 2023, Tim Voli Kecamatan Cibinong akan meladeni Tim Ciampea selaku runner up B.

” Mudah mudahan kami akan kembali meraih kemenangan pada babak 8 besar,” ujar Juman Pelupessy, Selasa, 26 Desember 2023.

Juman menegaskan, semua pemain voli Cibinong sangat on fire dalam menatap laga 8 besar Bupati Cup 2023.

Ia juga sangat bangga dengan support yang diberikan Camat Cibinong, Acep Sajidin kepada Tim Voli Cibinong.

Bahkan, kata Juman, Camat Cibinong datang langsung dan memberikan suport kepada Tim Voli Cibinong.

Dalam kesempatan yang sama, Camat Cibinong, Acep Sajidin sangat mengapresiasi turnamen bola voli antar Kecamatan se Kabupaten Bogor yang dilakukan Dede Chandra Sasmita selaku Ketua PBVSI Kabupaten Bogor.

Acep Sajidin berharap event voli ini harus menjadi event tahunan yang dilakukan PBVSI Kabupaten Bogor.

Skuad Voli Kecamatan Cibinong:

Rakka Langgeng
Henrikus Rianaditya
Muhammqd Yudha Setiyawan Putra
Putra Kusma Raharjo
Mayckel Bimas Prama Darwan
Danu Adi Kuncoro
Moehammad Ariyadh Hafizh Dwi Haryfaiq
Fadlan Nur Faiq

(asep syahmid)

Tak Kunjung Rampung Dikerjakan, Kontraktor Jalan Petir Terancam Blacklist

0

Dramaga l Jurnal Bogor
Kontraktor proyek Jalan Petir terancam diputus kontrak. Pasalnya, hingga  saat ini betonisasi jalan mulai dari Desa Petir hingga Desa Neglasari, Dramaga, Kabupaten Bogor belum juga rampung dikerjakan.

Kepala UPT Jalan dan Jembatan Wilayah Ciomas, Andri membenarkan sesuai dengan jadwal pelaksanaannya, CV Ratu Eva mulai mengerjakan dari 28 Agustus sampai dengan 28 Desember.

“Tentunya ada sanksi jika pihak kontraktor tak sanggup menyelesaikan pekerjaan. Salah satunya perusahaan bisa diputuskan kontrak dan diblacklist,” ujarnya, Selasa (26/12/2023).

Andri menambah proyek Jalan Petir senilai Rp 4 miliar lebih, pekerjaan masih minus dan diperkirakan sekitar 32,8 persen.

Pihaknya juga sudah  melakukan rapat rencana putus kontrak terkait proyek tersebut. Namun, masih ada alternatif lain yakni pihak kontraktor bisa mengajukan penambahan waktu pekerjaan. Itu pun ada kajian teknis juga.

“Pihak kontraktor bisa memohon untuk penambahan waktu pekerjaan bisa sekitar 50 hari kerja. Jika putus kontrak,  hasil pekerjaan yang sudah dikerjakan hanya itu saja yang akan dibayar oleh pemerintah,” ungkapnya.

Andri mengungukapkan ketika proyek Jalan Petir tidak rampung dikerjakan. Ada kemungkinan sisa pekerjaan proyek jalan tersebut bakal ditender ulang oleh ULP di tahun 2024.

“Selama ini sanksi bagi perusahaan yang tak sanggup menyelesaikan pekerjaan, ancamannya hanya putus kontrak dan perusahaan tersebut diblacklist. Sanksi administrasi saja, tidak ada sanksi pidana. Terhitung di wilayahnya sudah ada tiga perusahaan yang rawan putus kontrak di tahun ini,” tukasnya.

Sebelumnya untuk memastikan progres pekerjaan dan banyak keluhan warga karena belum rampungnya proyek jalan utama tersebut, Camat Dramaga Atep S. Sumaryo mengontrog langsung ke lokasi pekerjaan jalan yang memiliki pagu anggaran Rp 4 miliar tersebut.

“Kami sempat telepon kepala UPT Jalan dan Jembatan wilayah Ciomas terkait pembangunan Jalan Petir sudah sejauh mana. Namun, telepon saya tidak dijawab dan WhatsApp juga tidak dibalas. Untuk mengetahui lebih jelas progres proyek tersebut kita langsung ke lokasi dan ternyata pekerjaan betonisasi jalan belum rampung dikerjakan,” ujar Atep S. Sumaryo,.

Atep mengatakan, sejauh ini hasil monitoring dari tingkat Kecamatan Dramaga, proyek Jalan Petir yang dikerjakan oleh pihak ketiga yang merupakan Anggaran Pembelanjaan Daerah (APBD) Kabupaten Bogor belum selesai 100 persen. Bahkan, di lokasi menemukan beberapa jalan beton yang retak.

Meski demikian, dia berharap pihak kontraktor segera menyelesai pekerjaanya, karena proyek tersebut berhubungan erat dengan kelancaran mobilisasi warga.

“Persoalan proyek Jalan Petir yang belum rampung pekerjaan sudah dilaporkan ke Sekda Kabupaten Bogor. Termasuk bakal menyurati Dinas PUPR. Kita juga berharap cepat selesai supaya tidak mengganggu kelancaran mobilitas warga arus lalulintas yang merugikan, baik secara ekonomi maupun sosial,” jelasnya.

Atep menegaskan, perusahaan rekanan atau pihak ketiga agar lebih profesional didalam pekerjaan dan memilik time line yang jelas. Supaya tidak terlalu lama terbengkalai sehingga dapat menggangu kelancaran arus lalulintas di Petir dan sebaliknya.

“Apalagi akhir akhir ini musim penghujan sudah masuk serta intensitas hujan cukup tinggi sehingga jalan yang seharusnya selesai pengerjaan ini menambah masalah baru,”tandasnya.

(arip ekon)

Warga Nambo Demo Bau dari PT Fresh

0

Klapnunggal | Jurnal Bogor
Sejumlah warga RT 11 dan 12, RW 06, Dusun 03, Desa Nambo, Klapanunggal, Kabupaten Bogor mendatangi PT Fresh On Time Seafood, yang berada di dekat tempat tinggal mereka. Warga meminta tanggungjawab manajemen atas dampak pengerukan dan pemerataan tanah yang rawan longsor yang di atasnya itu pemukiman warga. Warga juga mengeluhkan bau tidak sedap.

Warga menginginkan adanya pemasangan turap atau Bronjong pada tebing setelah dilakukan pengerukan dan pemerataan di areal perusahaan dan untuk tenaga kerja warga minta dari masyarakat terdekat di perusahaan tersebut.

“Warga dirugikan karena bau limbah menyengat, ketakutan yang berkepanjangan risau longsor terjadi karena saat ini sedang ada pengerukan dan pemerataan tanah di areal perusahaan yang di atasnya itu pemukiman warga,” kata HR, salah satu warga, Jumat (22/12/23).

Selama ini, kata dia, pabrik dianggap warga telah berbuat seenaknya. Pabrik tidak memperhatikan keberadaan warga di sekitarnya. Buktinya, sejak didirikan beberapa tahun lalu, pabrik tidak pernah memperhatikan keluhan warga.

Bau tidak sedap itu berasal dari timbunan ikan yang menjadi bahan baku perusahaan tersebut yang akhirnya menimbulkan bau amis yang sangat menyengat.

Ditempat yang sama Dede, Ketua RW06 menjelaskan, terjadinya aksi warga menggeruduk PT Fresh On Time Seafood  ini, kata dia, sebab, sebelumnya perusahaan itu sudah diberi surat tindak lanjut permohonan warga beberapa hari yang lalu, akan tetapi dari pihak perusahaan tidak ada jawaban permohonan warga tersebut. Dalam surat tersebut, warga memohon pertanggungjawaban terkait dampak pengerjaan pemerataan tanah.

“Selain menimbulkan aroma bau yang tidak sedap, tenaga kerjanya pun semua dari luar wilayah Desa Nambo, tidak ada satu pun warga saya yang bekerja di pabrik itu dan selama ini tidak ada kompensasinya dari perusahaan, khususnya kepada warga RT 12 dan RT 11, selain itu perusahaan melakukan pengerukan dan pemerataan tanah pakai alat berat tidak ada izin lingkungan,” kata Dede kepada Jurnal Bogor.

Dia berharap setelah adanya aksi warga ini, pihak perusahaan atau management PT Fresh On Time Seafood bisa lebih tanggap dan cepat untuk merealisasikan permintaan atau permohonan warga Desa Nambo, khususnya warga di  RT. 12 dan RT 11.

(andi/nay)

Diskusi Publik Soroti Keputusan MK yang Kontrovesial

0

Bogor | Jurnal Bogor
Mahasiswa dari berbagai kampus bergabung dalam diskusi publik yang hangat mengenai kontroversi keputusan Mahkamah Konstitusi (MK).

“Keputusan ini menjadi sorotan utama, memicu berbagai pendapat dan reaksi dari masyarakat,” ujar salah satu mahasiswa disela- sela kegiatan di Kabupaten Bogor, kemarin.

Menurutnya, beberapa pihak memberikan dukungan penuh dan melihatnya sebagai langkah sesuai dengan prinsip keadilan dan konstitusi.

“Namun, ada juga kelompok yang mengecam keputusan tersebut. Ini jelas mengkhawatirkan dampak negatif terhadap stabilitas hukum dan tatanan sosial,” katanya.

Untuk diketahui, diskusi tersebut melibatkan aktivis, akademisi, dan tokoh masyarakat. Panel dan forum daring diadakan untuk mendiskusikan implikasi keputusan MK, menciptakan ruang bagi beragam pandangan dan analisis.

“Mahasiswa dan pakar demokrasi turut serta, membentuk dinamika diskusi publik yang semakin kompleks,” ucap Ketua Visi Nusantara Maju, Yusfitriadi.

Ia pun menjelaskan, pada akhir acara setiap narasumber menyoroti bahwa demokrasi yang dibuat-buat berujung pada penindasan yang berkepanjangan.

“Mereka menekankan bahwa kekuasaan yang tidak mengindahkan demokrasi adalah awal dari keruntuhan suatu negara karena hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah,” tegas Yusfitriadi.

(nay)

Targetkan 80 Ribu Suara di Dapil VI, RY Minta Semua Caleg Bahagiakan Timses dan Relawan

0

Rancabungur | Jurnal Bogor
Ketua DPC PPP Kabupaten Bogor, Hj Elly Rachmat Yasin mentargetkan raihan suara PPP di Dapil VI Kabupaten Bogor harus mengalami peningkatan yang sangat signifikan.

Anggota DPR RI Fraksi PPP ini berharap suara PPP di Dapil VI bisa mencapai pada angka 80 ribu suara dari total 500 ribuan lebih hak pilih di Dapil VI

” Semua caleg di Dapil VI harus kerja keras supaya PPP bisa meraih 2 kursi dari Dapil VI yang terdiri dari Ciseeng, Gunung Sindur, Parung, Ranca Bungur, Bojong Gede, Kemang dan Tajur Halang,” ujar Elly Rachmat Yasin dalam sambutannya pada saat pengukuhan dihadapan 1200 relawan dan timses Sugara salah satu caleg PPP No 1 Untuk DPRD Kabupaten Bogor dari Dapil VI di Rancabungur, Selasa, 26 Desember 2023

Apalagi, kata Elly Rachmat Yasin, Sugara merupakan mantan Caleg PPP pada Pileg 2019.

” Minimal Sugara harus bisa evaluasi hasil Pileg 2019 untuk jadi motivasi pada Pileg 2024. Insya Allah kalau semua caleg PPP di Dapil VI kerja keras maka PPP bisa meraih 2 kursi DPRD Kabupaten Bogor dari Dapil VI,” paparnya.

Tokoh PPP Kabupaten Bogor, H Rachmat Yasin yang hadir dalam acara pengukuhan relawan dan timses Sugara mengatakan tanpa kerja keras semua caleg PPP, timses, relawan dan struktur partai maka suara PPP akan sulit mengalami kenaikan yang sangat signifikan di Kabupaten Bogor.

H Rachmat Yasin

Makanya, kata Bupati Bogor 2 periode dari PPP ini menegaskan, semua caleg PPP di Dapil VI ataupun Dapil lainnya serta elemen relawan, timses dan simpatisan pendukungnya harus all out door to door melakukan sosialisasi ke masyarakat.

RY melihat dalam Pileg 2024 ini semua caleg dari PPP berpeluang besar menjadi anggota DPRD Kabupaten Bogor.

Lebih lanjut, pelopor insentive RT/ RW, Guru Ngaji dan Amil di Kabupaten Bogor ini meminta semua Caleg PPP harus bisa memperhatikan dan membahagiakan semua timses dan relawannya yang ada di tingkat Korcam, Kordes dan TPS.

” Saya apresiasi apa yang telah dilakukan Sugara dan para caleg PPP lainnya di Dapil VI yang telah membentuk timses dan relawan. Saya yakin ikhtiar para caleg PPP ini akan berdampak positif pada raihan suara PPP di Kabupaten Bogor,” kata RY yang juga mantan Ketua DPW PPP Jabar.

Namun, tambah RY, ia minta Sugara ataupun caleg PPP lainnya pada semua Dapil harus tetap kerja keras lagi sampai pada pelaksanaan Pileg 2024 tanggal 14 Pebruari 2024

Dalam kesempatan yang sama, H Masduki Isa alias Docklay salah satu timses Sugara mengatakan siap all out bagi pemenangan Sugara di Dapil VI.

Docklay mengaku siap berkonstribusi minimal 6 ribu suara atau lebih dari Kecamatan Bojong Gede.

” Pada Pileg 2019 saya juga ikut jadi Caleg dan mendapatkan suara sekitar 5000 an di Kecamatan Bojong Gede. Sekarang saya berada dalam barisan Sugara. Maka suara saya pada Pileg 2019 tentunya akan satu arah dengan langkah saya yang sudah mendukung Sugara,” bebernya

Doklay menambahkan, ketika Sugara memintanya untuk jadi Timses dalam Pileg 2024 ia hanya berkata singkat kepada Sugara.

” Ketika Sugara minta saya jadi Timses, saya hanya mengatakan saya siap jadi Timses ente, asalkan ente jangan pernah tinggalkan sholat lima waktu. Alhamdulilah Sugara nurut apa yang saya katakan ,” tutur Docklay.

Sugara ketika ditanya target suara dalam Pileg 2024 secara tegas mengatakan mentargetkan 25 ribu suara.

” Saya sudah bergerak 5 bulan dan sudah membentuk 1200 timses pemenangan di tingkat Korcam, Kordes dan TPS dan saya juga sudah melakukan evaluasi hasil Pileg 2019,” pungkas Sugara.

(asep syahmid)