Sukajaya l Jurnal Bogor Meninggalnya Dede Ridwan, anak pertama dari Ade Ruhandi atau dikenal Jaro Ade menjadi kabar kesedihan di awal Februari 2026.
Suasana duka dan kesedihan yang mendalam menyelimuti kediaman keluarga Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi di Desa Cileuksa, Sukajaya, Kabupaten Bogor.
Diketahui, Dede Ridwan (23) terlibat kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Leuwiliang-Cigudeg pada Minggu (1/2) malam.
Ia menghembuskan nafas terakhir di RSUD Moh Noh Nur Leuwiliang setelah sempat menjalani perawatan medis pada Senin (2/2), sekitar pukul 04.30 WIB.
“Sebelum peristiwa meninggal dunia, almarhum ini sempat pulang dulu ke Cileuksa rumah neneknya,” ungkap Uwa Fajar, kakak tertua Jaro Ade.
Almarhum, sambung Fajar, kemudian hendak pulang ke rumah orang tuanya di Cibinong dengan mengendarai motor.
Saat di lokasi kejadian, almarhum mencoba menyalip kendaraan lainnya namun gagal hingga terpeleset dan menabrak kendaraan truk dari arah berlawanan.
“Kalau meninggalnya ini almarhum di RSUD Leuwiliang, sempat dibawa ke Puskesmas Cigudeg, terus dilarikan ke RSUD Leuwiliang, dan sudah ditangani di rumah sakit, dan sekitar subuh pukul 04.30 WIB almarhum meninggal dunia,” tuturnya.
Jenazahnya kemudian dibawa ke rumah keluarga di Desa Cileuksa, Sukajaya dan dikebumikan di tempat pemakaman keluarga pada pukul 09.00 WIB.
Hingga Senin (2/2) malam, karangan bunga terus berdatangan ke rumah duka. Keluarga serta kerabat keluarga Jaro Ade masih memenuhi rumah duka dan mendoakan kepergian Dede Ridwan.
Ciomas | Jurnal Bogor – Kapolsek Ciomas AKP Hendra Kurnia melaksanakan kegiatan Analisa dan Evaluasi (ANEV) pelaksanaan tugas anggota Polsek Ciomas, sebagai upaya meningkatkan disiplin dan kinerja personel, Selasa (02/02/26).
Dalam arahannya, AKP Hendra Kurnia menegaskan pentingnya peningkatan kedisiplinan anggota serta optimalisasi pelayanan prima kepada masyarakat di wilayah Kecamatan Ciomas.
Selain itu, Kapolsek juga menekankan agar seluruh personel terus meningkatkan upaya preemtif dan preventif dalam meminimalisasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya kasus pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), aksi geng motor, serta tawuran.
Tak hanya itu, jajaran Polsek Ciomas juga diingatkan untuk mewaspadai potensi bencana alam yang dapat terjadi di wilayah hukum Polsek Ciomas, serta meningkatkan kesiapsiagaan dalam memberikan pelayanan dan respons cepat kepada masyarakat.
“Melalui kegiatan ANEV tersebut, Kapolsek berharap kinerja anggota semakin profesional dan kehadiran Polri di tengah masyarakat dapat terus dirasakan,” ungkapnya, Yudi
Tamansari | Jurnal Bogor – Pemerintah Desa Tamansari terus memperkuat program ketahanan pangan desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tamansari Mandiri dengan mengembangkan budidaya ayam petelur sebagai salah satu unit usaha produktif desa.
Kepala Desa Tamansari, Sunandar, mengatakan bahwa program budidaya ayam petelur merupakan bagian dari strategi pemerintah desa dalam mendukung ketersediaan pangan sekaligus mendorong peningkatan perekonomian masyarakat dan pendapatan asli desa.
“Ini merupakan salah satu program ketahanan pangan yang ada di Desa Tamansari, yaitu budidaya ayam petelur yang dikelola melalui BUMDes Tamansari Mandiri,” ujar Sunandar, Senin 02/02/26).
Menurutnya, unit usaha peternakan ayam petelur tersebut saat ini masih berada pada tahap awal pengembangan. Populasi ayam petelur yang dikelola BUMDes Tamansari Mandiri baru sekitar 1.000 ekor. Meski demikian, tingkat produktivitas ternak sudah cukup baik.
“Populasi ayam petelur yang kami kelola saat ini masih sekitar 1.000 ekor. Dari jumlah tersebut, produksi telur mencapai sekitar 85 persen,” jelasnya.
Sunandar menjelaskan, hasil produksi telur dari budidaya ayam petelur tersebut dipasarkan kepada sejumlah mitra kerja yang telah menjalin kerja sama dengan BUMDes Tamansari Mandiri. Selain itu, sebagian hasil produksi juga disalurkan untuk memenuhi kebutuhan dapur MGB.
“Penjualannya ke mitra dan juga untuk kebutuhan dapur MGB,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pengembangan unit usaha budidaya ayam petelur ini diharapkan mampu menjadi salah satu penggerak ekonomi desa. Selain menciptakan sumber pendapatan baru bagi BUMDes, program ini juga diharapkan dapat membuka peluang kerja bagi warga sekitar.
Lebih lanjut, Sunandar menuturkan bahwa pemerintah desa berencana untuk terus melakukan pengembangan secara bertahap, baik dari sisi peningkatan kapasitas kandang maupun penambahan jumlah populasi ayam petelur, seiring dengan kesiapan sarana, prasarana, serta dukungan anggaran.
“Ke depan tentu akan kami kembangkan secara bertahap, baik dari sisi jumlah populasi ayam maupun pengelolaannya, agar usaha ini bisa semakin optimal dan berkelanjutan,” katanya.
Melalui program budidaya ayam petelur yang dikelola BUMDes Tamansari Mandiri ini, Pemerintah Desa Tamansari berharap dapat memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa, menjaga ketersediaan bahan pangan khususnya telur, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang berbasis potensi desa.
Program ini juga sejalan dengan komitmen Pemerintah Desa Tamansari dalam mengoptimalkan peran BUMDes sebagai motor penggerak ekonomi desa dan sebagai wadah pengelolaan usaha produktif yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Yudi
Ratusan siswa pencak silat aliran Cimande yang rutin mengikuti latihan di Padepokan Saung Penca Cimande, Desa Cimande, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, terpaksa harus mengantre panjang saat menggunakan fasilitas MCK. Pasalnya, padepokan yang menjadi tempat belajar seni bela diri tersebut hanya memiliki satu unit MCK.
Padepokan Saung Penca Cimande merupakan salah satu pusat pelestarian budaya pencak silat aliran Cimande. Setiap hari Minggu atau hari libur sekolah, ratusan anak-anak datang untuk mengikuti latihan secara gratis tanpa dipungut biaya.
Ketua Saung Penca Cimande, Aki Didih, mengatakan keterbatasan fasilitas MCK menjadi kendala utama dalam kegiatan latihan para siswa.
“Ya mau bagaimana lagi, karena kami hanya memiliki satu unit MCK. Mau tidak mau anak-anak harus antre cukup lama setiap kali latihan,” ujar Aki Didih, Minggu (1/2/2026).
Ia menjelaskan, Saung Penca tidak hanya mengajarkan seni bela diri, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kearifan lokal, tata krama, serta kecintaan terhadap budaya leluhur.
“Kami di sini mendidik generasi muda sekaligus melestarikan dan merawat budaya peninggalan leluhur, agar generasi muda ke depan tidak melupakan budayanya sendiri,” jelasnya.
Aki Didih berharap Pemerintah Kabupaten Bogor melalui dinas terkait, khususnya Dinas Kebudayaan, dapat membantu melengkapi sarana dan prasarana padepokan yang dipimpinnya.
“Harapan kami, Pemkab Bogor dapat membantu melengkapi kebutuhan infrastruktur Saung Penca, salah satunya penambahan fasilitas MCK, agar anak-anak tidak lagi harus antre saat latihan,” pintanya.
Ia juga menegaskan, seluruh siswa di Saung Penca Cimande tidak dipungut biaya latihan. Namun, para siswa diajarkan untuk bersedekah sesuai kemampuan sebagai bentuk pendidikan karakter.
“Tidak ada iuran atau bayaran bulanan. Anak-anak hanya diajarkan untuk bersedekah sesuai kemampuannya. Nanti setiap bulan Muharram, hasilnya kami kumpulkan dan dibagikan dalam bentuk santunan kepada anak-anak yatim,” pungkasnya. Yudi
Sukajaya l Jurnal Bogor Setelah dikomplain warga lantaran bau tak sedap akibat sampah hingga pihak kepolisian dari Mapolsek Cigudeg mendatangi lokasi tersebut, kepala SPPG Fahrurrozi mengaku, perihal sampah MBG di Sukajaya telah rutin diangkut oleh DLH dalam waktu seminggu dua kali.
“Satu minggu dua kali sampah MBG itu diangkut.” kata Fahrurrozi saat dihubungi Jurnal Bogor, Sabtu (31/1/2026)
Menangggapi adanya komplain warga, pihaknya merespons dan telah menemukan solusi dengan dibuatnya pembuangan sampah sementara.
“Solusinya sudah ada, kini tengah berperoses pembuatan TPS. Ya, hari ini tengah proses pembuatan penampungan sampah itu.” tandasnya.
Lebih jauh Fahrurrozi menyebut, tentu masih banyaknya warga di Sukajaya yang masih membuang sampah di sembarang tempat yang seharusnya menjadi sorotan.
Masih ada, kadang warga membuang sampah itu ke kali.
Tak sampai disitu, termasuk banyaknya tumpukan sampah di jalan Raya Kabupaten Bogor tepatnya di kebon kelapa Pasir Nangka menuju Cigudeg itupun harus disorot.
Sebelumnya diberitakan, sejumlah warga di Desa Sukaraksa, Cigudeg, Kabupaten Bogor menggeruduk keberadaan dapur MBG. Pasalnya, kedatangan warga pun bukan tanpa sebab, mereka memprotes bau tak sedap diduga akibat sampah yang berasal dari aktivitas dapur MBG tersebut.
Informasi dihimpun hingga beredarnya video yang berdurasi 60 detik itu, limbah Dapur MBG di Desa Sukajaya, Kecamatan Sukajaya hingga mencemari lingkungan di Desa Sukaraksa, Kecamatan Cigudeg sekitar radius 200 meter.
Video itu beredar Jumat (31/1/2026) sekitar pukul 20:00 WIB malam memperlihatkan kekecewaannya dan memprotes dapur MBG itu.
Sebelumnya warga sudah menyampaikan keluhannya ke pengelola MBG terkait limbah yang menggangu warga tersebut.
” Karena belum juga ada tindakan sama juga bohong.” keluhnya di video itu.
“Kegiatan MBG buang sampahnya kemana limbahnya kemana, Jangan sampai program itu jalan tetapi merugikan masyarakat.”
Sampai berita ini ditayangkan, ketika dikonfirmasi perihal tersebut kepala SPPG Fahrurrozi tak merespons.
Tamansari | Jurnal Bogor – MTs Nurussa’adah menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di halaman sekolah, Desa Sirnagalih, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Aktualisasi Nilai-nilai Kenabian dalam Tradisi Pendidikan yang Islami”.
Acara dihadiri Kepala Desa Sirnagalih Amat Suparta, Kepala MTs Nurussa’adah, jajaran dewan guru dan staf sekolah, para siswa-siswi, warga sekitar, serta penceramah Ustadz Jihad Maulana Yusuf.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Jihad Maulana Yusuf menyampaikan pentingnya adab dalam menuntut ilmu, khususnya sikap hormat kepada guru sebagai teladan dan perantara ilmu bagi para pelajar.
“Sebagai pelajar, sudah sepatutnya menghormati guru, karena melalui merekalah ilmu dan nilai-nilai kebaikan ditanamkan,” ujarnya.
Kepala MTs Nurussa’adah, Nazarudin Usman mengatakan bahwa peringatan Isra Mi’raj merupakan bagian dari program kokurikuler sekolah yang bertujuan memperkuat pembinaan karakter dan nilai keislaman peserta didik.
“Kegiatan ini menjadi sarana pembinaan karakter serta penguatan nilai-nilai keislaman bagi siswa MTs Nurussa’adah,” kata Usman, Sabtu (31/01/26).
Sementara itu, Kepala Desa Sirnagalih sekaligus ketua Komite MTs Nurussa’adah Amat Suparta, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan keagamaan yang digelar pihak sekolah. Menurutnya, peringatan Isra Mi’raj memiliki peran penting dalam membentuk akhlak generasi muda serta mempererat hubungan antara sekolah dan masyarakat.
“Kami dari pemerintah desa mendukung penuh kegiatan keagamaan di lingkungan sekolah, karena berdampak positif bagi pembentukan akhlak dan kepribadian islami anak-anak,” pungkasnya. Yudi
Sinergi dan semangat kepramukaan terpancar jelas dalam kegiatan Perkemahan Gabungan yang dilaksanakan oleh SMK PGRI Kemang dan SMK Yasindo Parung. Bertempat di tengah asrinya Wisata Alam Candali, kegiatan ini berlangsung khidmat selama dua hari satu malam, mulai tanggal 28 hingga 29 Januari 2026.
Mengusung tema “Pembentukan Karakter Peserta Didik”, kegiatan ini dirancang untuk menempa kemandirian, kedisiplinan, dan jiwa korsa para siswa. Seluruh rangkaian acara berjalan dengan sangat baik dan penuh antusiasme. Tidak hanya seru dengan berbagai permainan ketangkasan, momen api unggun dan renungan malam memberikan kesan mendalam serta makna filosofis bagi seluruh peserta.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta didik mampu mengimplementasikan nilai-nilai Dasa Darma Pramuka dalam kehidupan sehari-hari, menjadi pribadi yang tangguh, serta memiliki karakter yang kuat dalam menghadapi tantangan masa depan.
🚀 JADILAH BAGIAN DARI KELUARGA BESAR KAMI!
Ingin merasakan serunya belajar sekaligus membangun karakter lewat kegiatan-kegiatan keren seperti ini? Penerimaan Peserta Didik Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 telah dibuka! Dapatkan pendidikan berkualitas yang tidak hanya fokus pada hardskill, tapi juga pembentukan karakter dan kreativitas. Jangan sampai ketinggalan untuk bergabung bersama SMK PGRI Kemang atau SMK Yasindo Parung.
Depok | Jurnal Bogor Menengok kuliner di Taman Secawan 2 di Kota Depok, serasa sedang berada di Italy, spot kuliner yang berada di Jalan Jambu 5, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoranmas, Kota Depok, yang mulai beroperasi sejak 4 Februari 2025 lalu, terus menunjukan eksistensinya.
Di Foodcourt Taman Secawan 2 pengunjung bisa menikmati Kuliner dengan beragam jenis makanan, mulai dari Nasi Kebuli, Pempek, Dimsum, Gohyong, Ayam Bakar, Bakwan Malang, Nasi Jeruk, Mie Ayam dan ada juga Wahana permainan anak, disini para pengujung bisa menikmati kuliner dengan suasana yang santai ekslusif ditepi sungai diringi musik dan bisa bernyanyi dengan lagu kesukaannya masing-masing
Saat memasuki area Taman Secawan 2 pengunjung disambut dengan musik dan aroma sedap dari berbagai masakan menggugah selera dan membuat nafsu makan meningkat. Seluruh tenan berada dalam barisan panjang berhadap-hadapan, yang membantu pengunjung agar mudah berkeliling dan memilih jajanan.
Dari beberapa tenan yang ada disini, ada satu tenan yang menyajikan menu khas, yaitu, Nasi Kebuli Ala D’poer Vie, tersedia dengan 2 pilihan, Nasi Kebuli Kambing dan Ayam, menu yang kaya akan bumbu rempahnya ini cukup membuat selera makan meningkat dengan lauk ayam atau kambingnya yang empuk sangat lezat saat disantap
Evie Pratiwi sang pemilik mengatakan jika dirinya sudah menjalani usaha ini beberapa tahun silam, gagasannya membuat Nasi Kebuli ini karena pada awalnya berdiri sekitar tahun 2015 belum ada yang menjajakan hidangan ini di Depok, sehingga diwujudkannya Nasi Kebuli Ala D’poer Vie ini hingga saat ini berjalan hampir 11 tahun
“Ide ini timbul karena dulu belum ada yang berjualan Nasi Kebuli disini dan banyaknya permintaan yang datang sama aku, jadi sudahlah aku coba wujudkan, hingga saat ini tidak terasa sudah 11 tahun berjalan, walaupun mungkin saat ini Nasi Kebuli di Depok sudah menjamur ya.” ucapnya
Evi pun menambahkan, jika keberadaanya di Foodcourt Taman Secawan 2 ini tidak hanya ada Nasi Kebuli saja, ada juga Pempek, Dimsum Mentai, Kebab, Gohyong dan Minuman Lemon Sereh yang menjadi favorit dan best seller dari setiap pengunjung yang datang kesini maupun melalui pemesanan secara Online di 0852-4727-1005
“Iya di Secawan 2 ini bukan hanya Nasi Kebuli aja, ada juga Pempek, Dimsum Mentai, Kebab, Gohyong dan Minuman Lemon Sereh semuanya best seller dari setiap pengunjung yang datang kesini maupun melalui pemesanan secara Online.” ujarnya
Sebagai salah satu pelaku UMKM di Kota Depok dan Ketua UMKM Pancoranmas sangat mengapresiasi pada keberadaan spot kuliner seperti Secawan 2 ini yang dikelola oleh Kelurahan Depok Jaya dan warga sekitar sehingga menjadikan tempat ini layaknya tempat pertemuan antara pembeli dan penjual makanan, dimana pelaku usaha merasa terwadahi dan mendapatkan tempat untuk berjualan yang bersih dan nyaman
“Jadi selain makanannya enak-enak di Secawan 2, tempatnya pun bersih dan nyaman, ini semua berkat pengelolaan yang baik dari Kelurahan Depok Jaya dan warga sekitar, jadi buat semua orang yang suka kulineran kesini aja, nikmati dan datang langsung aja dijamin puas dan berkesan kulineran di Secawan 2,” pungkasnya.
Cigudeg I Jurnal Bogor Sejumlah warga di Desa Sukaraksa, Cigudeg, Kabupaten Bogor menggeruduk keberadaan dapur MBG. Pasalnya, kedatangan warga pun bukan tanpa sebab, mereka memprotes bau tak sedap diduga akibat sampah yang berasal dari aktivitas dapur MBG tersebut.
Informasi dihimpun hingga beredarnya video yang berdurasi 60 detik itu, limbah Dapur MBG di Desa Sukajaya, Kecamatan Sukajaya hingga mencemari lingkungan di Desa Sukaraksa, Kecamatan Cigudeg sekitar radius 200 meter.
Video itu beredar Jumat (31/1/2026) sekitar pukul 20:00 WIB malam memperlihatkan kekecewaannya dan memprotes dapur MBG itu.
Sebelumnya warga sudah menyampaikan keluhannya ke pengelola MBG terkait limbah yang menggangu warga tersebut.
” Karena belum juga ada tindakan sama juga bohong.” keluhnya di video itu.
“Kegiatan MBG buang sampahnya kemana limbahnya kemana, Jangan sampai program itu jalan tetapi merugikan masyarakat.”
Sampai berita ini ditayangkan, ketika dikonfirmasi perihal tersebut kepala SPPG Fahrurrozi tak merespons.
Bogor | Jurnalbogor Selama tiga tahun menjalankan program penanganan kasus kekerasan pada anak berbasis masyarakat di Kota Bogor, akhirnya Yayasan Sejiwa (Semai Jiwa Amini) membuka Sekretariat Ruang Aman Sejiwa di Jalan Aria Surialaga Cibalagung, Kelurahan Pasir Kuda, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, tepatnya berada di area sekolah pendidikan Yayasan Al-Mustarih Bogor.
Ruang Aman Sejiwa itu pun secara resmi dibuka oleh Ketua Yayasan Sejiwa, Retno Wahyuni dan Ketua Koordinator Sejiwa Bogor, Aldilah Rahman, Ketua KPAID Kota Bogor Dede Siti Amanah, serta Ketua Yayasan Al-Mustarih, Dian Pintaningdyah, pada Jumat 30 Januari 2026.
Ketua Yayasan Sejiwa, Retno Wahyuni menuturkan, bahwa yayasan ini didirikan oleh Diena Haryana di Jakarta pada 2004. Kemudian, yayasan ini berfokus pada keamanan, perlindungan anak, dan pendidikan karakter, baik di dunia nyata maupun dunia maya. Dan pendiri yayasan merupakan orang yang aktif mengedukasi masyarakat terkait perundungan atau bullying.
“Lahirnya Yayasan Sejiwa ini karena didasari rasa kekhawatiran dan prihatin terhadap perkembangan anak, dimana kala itu sudah terjadi kasus kekerasan pada anak, seperti kasus bullying,” kata Retno di sela kegiatan.
Berdasarkan data, lanjut Retno, bahwa kasus bullying setiap tahunnya selalu bertambah. Menurutnya, salah satu penyebab meningkatnya kasus tersebut karena lemahnya pengawasan orang tua terhadap anak-anaknya saat menggunakan teknologi digital seperti HP.
Sehingga, kasus tersebut sering terjadi di lingkungan sekolah maupun di lingkungan rumahnya masing-masing, dan hal inilah yang membuat Yayasan Sejiwa terus konsisten dalam memberikan edukasi dan sosialisasi tentang bahaya bullying.
“Untuk pusat kita ada di Jakarta, kemudian kita juga membuka ruang aman Sejiwa ini di sejumlah daerah di Indonesia, salah satunya di Kota Bogor ini yang bekerjasama dengan Yayasan Pendidikan Al-Mustarih,” ujar Retno.
Sementara, Koordinator Yayasan Sejiwa untuk wilayah Bogor, Aldilah Rahman menambahkan, bahwa di launchingnya ruang aman Sejiwa ini merupakan bentuk komitmen sejiwa yang kurang lebih sudah 3 tahun melaksanakan program pendampingan terhadap kasus kekerasan pada anak yang berbasis masyarakat.
“Ruang aman sejiwa ini merupakan wadah atau sarana masyarakat yang membutuhkan informasi maupun yang ingin melakukan pendampingan perihal tentang kekerasan pada anak atau keluarga. Dan alhamdulillah hari ini kita sudah melaunching ruang aman sejiwa yang berkolaborasi dengan Yayasan Pendidikan Al-Mustarih,” kata Aldilah Rahman.
Tenaga Pendidik yang kini mengajar di SDN Bubulak 1 Kota Bogor itu pun mengungkapkan, bahwa dalam penanganan maupun pencegahan terhadap kekerasan pada anak ini tidak bisa berjalan sendiri, melainkan harus berkolaborasi dengan semua elemen, dari mulai pemerintahan, KPAI, TNI-Polri, tokoh masyarakat, sekolah, bahkan kolaborasi dengan masyarakat untuk sama-sama memberikan pelayanan dan edukasi terkait pencegahan dalam menangani kasus tersebut.
“Jadi kami hadir untuk memberikan edukasi dan juga solusi kepada masyarakat, terlebih para orang tua tentang bagaimana cara menangani anak-anaknya ketika mendapat perlakuan kekerasan. Termasuk kita juga mensosialisasikan kepada para orang tua dan sekolah agar kekerasan pada anak tidak terjadi,” ungkap Aldi.
Di tempat yang sama, Ketua KPAID Kota Bogor Dede Siti Amanah mengatakan, bahwa pihaknya menyambut baik dan mengapresiasi aksi nyata yang sudah dilakukan oleh teman-teman yayasan sejiwa ini. Dia juga mengaku sudah mengenal cukup lama dengan para pengurus Sejiwa.
“Ini satu hal yang sangat luar biasa. Bagi KPAID sendiri ketika kiprah ini nyata dibuktikan dengan adanya ruang aman sejiwa di Bogor tentunya sangat membantu seluruh pihak, baik pemerintahan maupun KPAID. Jadi harapan kami menunggu kiprah sejiwa ini, dan tentunya bisa berkolaborasi bersama-sama dalam menangani kasus kekerasan pada anak, khususnya di Kota Bogor,” ungkapnya.
Ketua Yayasan Al-Mustarih, Dian Pintaningdyah menyampaikan hal yang sama. Dimana dirinya sangat menyambut keberadaan Ruang Aman Sejiwa yang berada dilingkungan Al-Mustarih. Menurut Dian, dengan adanya keberadaan ruang aman sejiwa ini merupakan hal positif, karena Al-Mustarih dan Sejiwa bisa membantu masyarakat di sekitar Bogor Raya.
“Artinya, Al-Mustarih tidak hanya peduli pendidikan atau pelindung kepada anak untuk warga Al-Mustarih saja, tetapi lingkupnya lebih luas yaitu Bogor Raya. Dan ini juga sesuai dengan apa yang kami harapkan karena dapat mendukung terkait perlindungan kepada anak,” kata Dian.
Kemudian, lanjut Dian, ternyata ruang aman sejiwa ini tidak hanya tentang pelindung anak saja, tetapi menangan permasalahan perempuan seperti terjadi kasus kekerasan dalam rumah tangga dan ruang aman sejiwa bisa memberikan solusi dalam menangani permasalahan tersebut.