24.1 C
Bogor
Sunday, March 29, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 32

Desa Sukamantri Maksimalkan Pelayanan, Kantor Desa Direnovasi Lewat Bankeu

0

Tamansari | Jurnal Bogor

Pemerintah Desa Sukamantri, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, merealisasikan bantuan keuangan (Bankeu) dari Pemerintah Kabupaten Bogor untuk merenovasi sekaligus membangun aula Kantor Desa Sukamantri sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Sekretaris Desa Sukamantri Fuja Aditiya Suryadingrat mengatakan, bangunan kantor desa tersebut sebelumnya sudah ada. Namun, seiring meningkatnya kebutuhan pelayanan dan aktivitas pemerintahan desa, pihaknya melakukan renovasi serta penambahan aula untuk menunjang kegiatan rapat dan aktivitas kemasyarakatan.

“Bangunan ini sebelumnya sudah ada, hanya kita maksimalkan dengan renovasi dan penambahan aula untuk keperluan rapat serta kegiatan lainnya,” ujarnya, Rabu (04/02/26).

Ia menjelaskan, sejumlah ruangan yang ada sebelumnya digunakan untuk kegiatan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), serta PKK.

Untuk tahap awal pembangunan, Pemerintah Desa Sukamantri menerima bantuan keuangan dari Pemerintah Kabupaten Bogor sebesar Rp 250 juta. Pengajuan anggaran tersebut dilakukan pada tahun 2024 dan telah dibahas melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes).

Menurutnya, hingga saat ini pembangunan kantor desa belum sepenuhnya rampung karena masih terdapat rencana pembangunan lantai dua.

Seiring dengan kebutuhan penyelesaian pembangunan, Pemerintah Desa Sukamantri kembali mengusulkan kelanjutan pembangunan kantor desa melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) serta Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2026 dengan nilai anggaran sebesar Rp 900 juta.

Sekretaris desa menambahkan, fokus pembangunan kantor desa melalui bantuan keuangan dilakukan karena infrastruktur dasar desa, khususnya pembangunan jalan, saat ini sudah dinilai rampung.

“Karena infrastruktur jalan sudah selesai, maka anggaran kami maksimalkan untuk pembangunan dan renovasi kantor desa agar pelayanan kepada masyarakat dapat semakin optimal,” tutupnya. Yudi

Forkopimcam Ciomas Kompak Aksi Bersih Lingkungan

0

Ciomas | Jurnal Bogor – Forkopimcam Ciomas menggelar aksi bersih-bersih lingkungan di sepanjang Jalan Raya Ciomas, Kabupaten Bogor, sebagai bentuk sinergitas lintas sektor dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan wilayah.

Kegiatan tersebut diikuti Kapolsek Ciomas AKP Hendra Kurnia, Danramil Ciomas, Camat Ciomas, serta jajaran Polsek Ciomas, Koramil, Satpol PP dan staf Kecamatan Ciomas. Aksi bersih-bersih menyasar bahu jalan, saluran air, serta sejumlah fasilitas umum di sepanjang ruas Jalan Raya Ciomas.

Kapolsek Ciomas AKP Hendra Kurnia mengatakan, kegiatan bersih-bersih ini merupakan wujud kepedulian Forkopimcam terhadap lingkungan sekaligus upaya mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan di ruang publik.

“Lingkungan yang bersih akan menciptakan suasana yang sehat, aman, dan nyaman bagi masyarakat. Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran warga agar tidak membuang sampah sembarangan,” kata AKP Hendra Kurnia, Rabu (04/02/26).

Ia menambahkan, kebersihan lingkungan juga berperan penting dalam mencegah timbulnya berbagai penyakit serta meminimalisir terjadinya genangan air yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat dan pengguna jalan.

Melalui kegiatan ini, Forkopimcam Ciomas berharap sinergitas lintas instansi dapat terus terjaga dalam mendukung program kebersihan dan penataan lingkungan di wilayah Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor. Yudi

Desa Sinarsari Jalankan Tiga Program Ketahanan Pangan Dukung MBG

0

Dramaga | Jurnal Bogor – Pemerintah Desa Sinarsari bersama BUMDes Sinar Berkah, Desa Sinarsari, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, melaksanakan Program Ketahanan Pangan Tahun Anggaran 2025 guna mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah pusat.

Program tersebut direalisasikan melalui tiga kegiatan utama, yakni budidaya pisang barangan jumbo merah, budidaya kacang kedelai Jepang (edamame), serta peternakan ayam petelur.

Kepala Desa Sinarsari, Ukon, mengatakan bahwa program ketahanan pangan ini merupakan upaya pemerintah desa dalam memperkuat ketersediaan pangan bergizi sekaligus mendorong peningkatan perekonomian masyarakat desa.

“Pelaksanaan program ini tidak hanya untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis, tetapi juga menjadi bagian dari pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan usaha desa oleh BUMDes Sinar Berkah,” kata Ukon, Rabu (04/02/26).

Ia menjelaskan, budidaya pisang barangan jumbo merah dipilih karena memiliki potensi pasar yang cukup baik dan sesuai dengan kondisi lahan di Desa Sinarsari. Sementara itu, budidaya edamame dinilai memiliki nilai jual tinggi serta peluang pasar yang terus berkembang.

Selain sektor pertanian, Pemerintah Desa Sinarsari juga mengembangkan peternakan ayam petelur sebagai salah satu sumber penyedia protein hewani bagi masyarakat.

“Melalui peternakan ayam petelur, kami berharap dapat membantu memenuhi kebutuhan telur untuk mendukung program MBG, sekaligus membuka peluang usaha baru bagi warga,” ujarnya.

Ukon menambahkan, seluruh kegiatan program ketahanan pangan tersebut dikelola oleh BUMDes Sinar Berkah dengan melibatkan masyarakat setempat, mulai dari proses budidaya hingga pengelolaan hasil produksi.

Ke depan, Pemerintah Desa Sinarsari menargetkan program ketahanan pangan ini dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat kemandirian pangan di tingkat desa. Yudi

SDN Sukaluyu 2 Tamansari Tunggu Kepastian Pembangunan Pagar Sekolah

0

Tamansari | Jurnal Bogor – SDN Sukaluyu 2, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, kembali mengusulkan pembangunan pagar sekolah guna mengamankan aset dan lingkungan sekolah dari potensi tindak kejahatan.

Usulan tersebut telah disampaikan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat desa hingga kecamatan. Namun hingga memasuki tahun 2026, pembangunan pagar belum juga terealisasi.

Berdasarkan pantauan di lokasi, area sekolah masih terbuka tanpa pagar pembatas. Kondisi tersebut dinilai rawan, mengingat akses keluar masuk lingkungan sekolah tidak terkontrol.

Kepala SDN Sukaluyu 2, Adang Rohendi, mengatakan pihaknya telah mengajukan pembangunan pagar sejak Musrenbang tahun 2023.

“Kami sudah mengusulkan pembangunan pagar melalui Musrenbang, baik di tingkat desa maupun kecamatan. Tapi sampai sekarang belum ada realisasi. Bahkan sekarang sudah tahun 2026 dan belum ada tindak lanjut,” ujar Adang kepada Jurnal Bogor, Rabu (04/02/26).

Menurutnya, lokasi sekolah cukup jauh dari permukiman warga sehingga tingkat kerawanan terhadap pencurian relatif tinggi.

“Sekolah ini jauh dari rumah warga. Karena tidak ada pagar, kondisi sekolah menjadi rawan pencurian,” katanya.

Selain itu, Adang menambahkan bahwa SDN Sukaluyu 2 berada dalam satu hamparan dengan SDN Sukaluyu 3 dan saat ini tengah dalam proses penggabungan sekolah.

“SDN Sukaluyu 2 satu hamparan dengan SDN Sukaluyu 3, sehingga dilakukan merger. Saat ini kami masih menunggu surat keputusan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor,” jelasnya.

Ia berharap instansi terkait dapat segera memberikan kepastian serta merealisasikan pembangunan pagar sekolah demi keamanan lingkungan pendidikan. Yudi

Diduga Pemicu Bencana Longsor Sukamakmur, Pemkab Bogor Segel Dua Developer

0

Sukamakmur | Jurnal Bogor
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor lakukan penyegelan terhadap dua perusahaan di Desa Pabuaran Kecamatan Sukamakmur, yang diduga pemicu bencana longsor dan berdampak terhadap 60 rumah warga setempat rusak.

Plt Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto mengatakan, bahwa Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) pihaknya segel dua developer di Sukamakmur.

“Kami segel penghentian kegiatan terhadap Perumahan Sajiva. Bukan hanya itu, perusahaan menjual kaveling tanah yakni Harmoni juga kami lakukan penyegelan. Kedua perusahaan itu diduga penyebab terjadinya longsor yang mengakibatkan 60 rumah warga retak-retak dan roboh,” ujar Eko kepada Jurnal Bogor, Rabu (4/2).

Ia menambahkan, bahwa kedua kegiatan perusahaan developer di Sukamakmur tersebut belum dapat melanjutkan proyek pembangunan selama segel masih terpasang.

“Nanti tunggu hasil kajian tim geologi untuk kelanjutan dua perusahaan yang telah kami segel tersebut. Untuk sekarang dihentikan,” kata Eko.

Sementara itu, Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan, bahwa pembangunan tidak boleh menimbulkan dampak buruk terhadap keseimbangan lingkungan dan keselamatan masyarakat.

“Pertama, aspek lingkungan harus menjadi prioritas. Kedua, kami tidak ingin ada pembangunan yang berdampak pada kerusakan lingkungan. Ketiga, kami juga mengacu pada surat edaran Gubernur Jawa Barat yang meminta penghentian sementara proses perizinan perumahan,” tegas Rudy.

Lebih lanjut Rudy memaparkan, pihaknya telah menghentikan sementara aktivitas di beberapa titik lokasi dan meminta perangkat daerah terkait untuk menginventarisasi seluruh kegiatan pembangunan, khususnya di Kecamatan Sukamakmur.

“Siapa pun yang berinvestasi di Kabupaten Bogor akan kami fasilitasi sesuai aturan, namun jangan sampai investasi berdampak negatif bagi warga sekitar,” papar Rudy. n Noverando H

Sempat Hilang, MD Ditemukan tak Bernyawa di Cisadane

0

Bogor | Jurnal Bogor

Upaya pencarian terhadap MD (8), bocah yang dilaporkan hanyut di aliran Sungai Cisadane sejak Selasa (3/2/2026), akhirnya membuahkan hasil. Tim SAR gabungan menemukan korban pada Rabu (4/2/2026) pagi dalam kondisi meninggal dunia.

Jasad korban ditemukan tersangkut kurang lebih 2 kilometer dari titik awal kejadian, yakni di wilayah Gang Kosasih RT 003/RW 001, Kelurahan Gunung Batu, Kecamatan Bogor Barat.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Dimas Tiko, mengonfirmasi bahwa penemuan terjadi saat tim melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai sejak pagi hari.

“Betul, korban atas nama Muhammad Dirga sudah ditemukan pagi ini oleh tim gabungan. Lokasi penemuannya berjarak sekitar 2 kilometer dari titik lokasi kejadian (LKP). Kondisinya saat ditemukan sudah meninggal dunia,” ujar Dimas Tiko saat dikonfirmasi.

Mengenai kondisi fisik korban, Dimas menjelaskan bahwa terdapat beberapa luka luar pada tubuh bocah malang tersebut. Luka-luka ini diduga kuat akibat benturan saat korban terbawa arus sungai yang cukup deras.

“Secara visual, memang ditemukan ada beberapa luka atau lecet pada tubuh korban. Hal ini diduga akibat benturan dengan material sungai atau bebatuan saat korban hanyut,” tambahnya.

Penyerahan ke Pihak Keluarga
Setelah berhasil dievakuasi dari aliran sungai, petugas langsung membawa jenazah Muhammad Dirga ke rumah duka untuk segera diserahkan kepada pihak keluarga.

“Saat ini korban sudah berada di rumah duka untuk proses pemulasaraan. Kami dari BPBD dan unsur terkait turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan,” tutup Dimas.

Dengan ditemukannya korban, operasi SAR di wilayah Kelurahan Gunung Batu dinyatakan selesai dan seluruh unsur yang terlibat telah kembali ke satuan masing-masing.

** Fredy Kristianto

Idrus Iskandar Resmi Pimpin DPD Perindo Kabupaten Bogor

0

Jakarta | Jurnal Bogor
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Indonesia (Perindo) secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Perindo Kabupaten Bogor dalam sebuah agenda yang berlangsung di kantor DPP Perindo, Jakarta, Selasa (3/l22026).

Penyerahan SK tersebut menjadi bagian dari langkah konsolidasi organisasi partai dalam memperkuat struktur kepengurusan di tingkat daerah, khususnya menjelang agenda politik mendatang. SK Plt Ketua DPD Perindo Kabupaten Bogor diserahkan langsung oleh Ferry Rizki Juliyansyah selaku Sekretaris Jenderal DPP Perindo kepada Idrus Iskandar yang kini resmi mengemban amanah baru tersebut.
Dalam sambutannya, perwakilan DPP Perindo menyampaikan harapan agar kepemimpinan baru dapat membawa semangat konsolidasi, memperkuat soliditas kader, serta meningkatkan kerja-kerja politik partai di tengah masyarakat Kabupaten Bogor.
“Kami berharap Plt Ketua yang baru dapat segera melakukan konsolidasi internal, menyusun program kerja yang menyentuh kebutuhan masyarakat, serta membesarkan Partai Perindo di Kabupaten Bogor,” ujar Ferry Rizki Juliyansyah dalam keterangannya.
Sementara itu, Idrus Iskandar menyatakan kesiapan dirinya untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab yang telah diberikan oleh DPP. Ia menegaskan komitmennya untuk merangkul seluruh kader dan pengurus di tingkat cabang hingga ranting.
“Ini adalah amanah besar. Saya siap bekerja maksimal, memperkuat struktur partai hingga ke akar rumput, serta menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Bogor,” ungkapnya.
Dengan penyerahan SK tersebut, diharapkan roda organisasi DPD Perindo Kabupaten Bogor dapat berjalan lebih efektif dan solid dalam menjalankan visi serta misi partai.
Acara penyerahan SK ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah antara jajaran pengurus DPP Perindo dan perwakilan DPD Perindo Kabupaten Bogor. n-Rahman Efendi

Kementan dan Komisi IV DPR RI Laporkan Produsen MinyaKita Jual di Atas HET

0

Jakarta | Jurnal Bogor
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI bersama Kementerian Pertanian (Kementan) melaporkan produsen minyak goreng MinyaKita yang menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Langkah tegas ini mengemuka dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR RI dengan agenda Kesiapan dan Pengamanan Harga serta Stok Pangan Strategis Menjelang Ramadan.

Anggota Komisi IV DPR RI, Rajiv Singh, mengungkapkan bahwa pelaporan tersebut merupakan tindak lanjut dari inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Pasar Tagog, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (28/1/2026).

“Kemarin di Pasar Tagog Padalarang saya mendampingi Pak Menteri. Produsennya, perusahaannya Sinar Mas, kita laporkan. Yang melaporkan Pak Menteri dan Komisi,” tegas Rajiv Singh dalam rapat kerja, Selasa (03/02/2026)

Rapat Komisi IV DPR RI menegaskan dukungan penuh terhadap langkah cepat dan tegas Kementerian Pertanian dalam menindak pelanggaran harga pangan, khususnya komoditas strategis yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan.

Sebelumnya, saat melakukan sidak di Pasar Tagog, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menemukan mayoritas harga pangan strategis masih berada dalam kondisi aman dan di bawah HET. Harga telur ayam ras tercatat sekitar Rp28.000 per kilogram, daging ayam Rp30.000–Rp37.000 per kilogram, serta daging sapi Rp125.000 per kilogram.

Namun, sidak tersebut juga menemukan pelanggaran serius pada komoditas minyak goreng MinyaKita yang dijual Rp18.000 per liter, jauh di atas HET pemerintah sebesar Rp15.700 per liter.

“Ini sudah offside. Tidak boleh ada yang menjual di atas HET. Selama setahun ini kita lakukan imbauan, tapi sekarang penindakan. Saya langsung laporkan dan serahkan ke Dirkrimsus untuk ditelusuri dan ditindak tegas. Kalau perlu, izinnya dicabut,” tegas Mentan Amran.

Harga MinyaKita diatur dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1028 Tahun 2024 dengan HET Rp15.700 per liter di tingkat konsumen. Pemerintah juga memperkuat pengendalian pasokan melalui Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 43 Tahun 2025 yang mewajibkan produsen memasok minimal 35 persen realisasi Domestic Market Obligation (DMO) kepada Perum Bulog dan ID FOOD sebagai distributor lini 1.

Mentan Amran menekankan bahwa pemerintah tidak lagi hanya mengedepankan pendekatan persuasif, melainkan akan mengambil langkah hukum tegas terhadap pelanggaran yang merugikan masyarakat.

“Saya minta aparat melacak dari hulu ke hilir. Siapa yang menetapkan harga harus ditelusuri. Ini komitmen kami melindungi daya beli masyarakat,” ujarnya.

Komisi IV DPR RI menilai langkah pelaporan dan penindakan tersebut sebagai bentuk kehadiran negara dalam menjaga stabilitas harga pangan dan melindungi masyarakat dari praktik dagang yang merugikan. DPR menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor antara Kementerian Pertanian, aparat penegak hukum, dan pemerintah daerah.

Pengawasan intensif akan terus dilakukan melalui sinergi lintas sektor antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan pelaku usaha guna memastikan distribusi pangan berlangsung tertib dan harga tetap terjangkau selama Ramadhan dan Idulfitri.

(Restu/bbpmkp)

Komisi IV DPR RI Apresiasi Mentan Amran: Swasembada Pangan Tercapai Lebih Cepat dari Target Presiden

0

Jakarta | Jurnal Bogor
Komisi IV DPR RI mengapresiasi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman atas keberhasilan mencapai swasembada pangan nasional lebih cepat dari target yang ditetapkan Presiden RI. Capaian ini dinilai memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus memastikan stabilitas stok beras menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Apresiasi tersebut disampaikan Anggota Komisi IV DPR RI, I Ketut Suwendra, dalam Rapat Kerja terkait Kesiapan dan Pengamanan Harga serta Stok Pangan Jelang Ramadan yang digelar di Jakarta, Selasa (3/2/2026). Ia menegaskan capaian ini merupakan hasil kerja keras Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman beserta seluruh jajaran Kementerian Pertanian.

“Kami mengapresiasi prestasi yang dicapai Kementerian Pertanian. Target swasembada pangan yang awalnya dipasang Presiden empat tahun, kemudian dipercepat menjadi tiga tahun, dengan kerja keras tim Pak Menteri akhirnya bisa dicapai hanya dalam satu tahun. Ini sudah diumumkan langsung oleh Bapak Presiden dan Pak Menteri juga memperoleh penghargaan atas capaian tersebut,” ujar I Ketut Suwendra.

Senada, Firman Subagyo, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Dapil Jawa Tengah, juga memberikan apresiasi atas kinerja cepat dan terukur Kementerian Pertanian dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.

“Kami memberikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian yang telah mampu mencapai target swasembada pangan dalam waktu yang relatif lebih cepat dibandingkan target yang ditetapkan Presiden. Ini menunjukkan kerja nyata dan kepemimpinan yang kuat,” ungkap Firman.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Ajbar, memberikan apresiasi atas keberhasilan pemerintah dan Kementerian Pertanian dalam melewati masa sulit kebijakan tanpa impor beras.

“Saya ingin memberi apresiasi kepada kita semua, terutama kepada Menteri Pertanian dan seluruh jajaran. Masa sulit dan menantang dengan kebijakan tanpa impor beras pada 2025 berhasil kita lewati dengan baik. Ujian terberat ada pada Desember 2025 dan Januari 2026, dan Alhamdulillah semuanya dapat dilalui dengan baik. Bahkan hingga saat ini cadangan beras pemerintah masih tersedia lebih dari 3 juta ton. Ini adalah hasil kerja sama yang patut kita apresiasi bersama,” ujar Ajbar.

Dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah telah melakukan berbagai langkah antisipatif untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas pangan nasional selama Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Berdasarkan prakiraan kalender nasional, puasa Ramadan diperkirakan berlangsung pada 18 Februari hingga 19 Maret 2026, dengan Idul Fitri jatuh pada 20–21 Maret 2026, menunggu keputusan sidang isbat.

“Berdasarkan hasil pemantauan, proyeksi neraca pangan, serta evaluasi lapangan yang kami lakukan bersama Badan Pangan Nasional, pemerintah daerah, dan pelaku usaha, kondisi produksi, pasokan, dan stok pangan strategis nasional berada dalam kondisi cukup dan aman untuk menghadapi Ramadan,” ujar Mentan Amran.

Ia menjelaskan, untuk komoditas utama seperti beras, jagung, bawang merah, cabai merah, daging ayam, telur ayam, dan minyak goreng, kebutuhan nasional diperkirakan dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri.

Secara khusus untuk beras, Mentan Amran memaparkan bahwa kondisi nasional sangat terkendali. Pada periode Ramadan, Indonesia memiliki stok awal sekitar 11,61 juta ton, ditambah produksi sekitar 7,98 juta ton, dengan kebutuhan sekitar 5,12 juta ton. Dengan demikian, neraca beras nasional menunjukkan surplus sekitar 14,48 juta ton, sementara stok beras nasional per Januari 2026 tercatat sekitar 3,34 juta ton, yang dinilai sangat memadai untuk menjaga stabilitas hingga Idul Fitri.

“Kami juga terus melakukan pengamanan produksi di tengah musim hujan dan panen raya, distribusi pasokan dari wilayah surplus ke wilayah defisit, monitoring harga harian melalui early warning system, koordinasi intensif dengan pelaku usaha dan BUMN pangan, serta operasi pasar dan pengawasan bersama Satgas Pangan,” jelasnya.

Dengan kondisi pasokan yang memadai dan langkah pengamanan yang konsisten, Mentan Amran menyatakan optimistis ketersediaan dan stabilitas harga pangan strategis selama Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah dapat terjaga dengan baik, sekaligus tetap melindungi kepentingan petani dan peternak nasional.

“Kami berharap dukungan dan arahan dari Komisi IV DPR RI agar upaya ini dapat berjalan semakin efektif dan berkelanjutan,” pungkasnya.

(Restu/bbpmkp)

Panen Raya Bawang Merah di Cirebon, Kementan Pastikan Pasokan Aman Jelang Ramadan hingga Lebaran

0

Cirebon | Jurnal Bogor
Pemerintah memastikan pasokan bawang merah asal Kabupaten Cirebon dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadan hingga Lebaran. Kepastian tersebut disampaikan Kementerian Pertanian (Kementan) saat pelaksanaan panen raya bawang merah di Desa Ender, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Sabtu (31/1/2026).

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan, Agung Sunusi, mengatakan produktivitas bawang merah di Kecamatan Pangenan rata-rata mencapai 10 ton per hektare. Capaian tersebut dinilai sangat baik, mengingat wilayah Cirebon dalam beberapa bulan terakhir terdampak cuaca ekstrem.

“Jika mengacu pada data BPS, rata-rata nasional berada di kisaran 11 hingga 12,5 ton per hektare. Dengan kondisi hujan hampir setiap hari dan cuaca ekstrem, capaian Cirebon ini sudah di atas ekspektasi dan sangat luar biasa,” ujar Agung.

Ia mencontohkan, pada satu hamparan lahan seluas 26 hektare di Desa Ender saja, potensi produksi bawang merah dapat mencapai sekitar 260 ton. Jumlah tersebut baru berasal dari satu lokasi panen.

Agung menjelaskan, berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon dan Champion Bawang Merah setempat, hingga menjelang Lebaran terdapat sekitar 350 hektare lahan bawang merah siap panen yang tersebar di empat kecamatan sentra produksi. Dengan asumsi produktivitas rata-rata 10 ton per hektare, pasokan bawang merah dari Cirebon dinilai cukup untuk mengamankan kebutuhan selama Ramadan hingga Lebaran.

“Artinya, Kabupaten Cirebon siap mengamankan pasokan bawang merah untuk puasa dan tentunya Lebaran,” tegasnya.

Menurut Agung, pola tanam bawang merah di Cirebon berlangsung secara berkelanjutan. Setelah panen, petani langsung melakukan pengolahan lahan dan penanaman kembali tanpa jeda panjang. Saat ini, selain 350 hektare yang sedang dipanen, terdapat sekitar 500 hektare lahan yang sudah kembali ditanami.

“Tidak ada istilah lahan tidur. Panen ada, tanam juga ada. Ini sejalan dengan arahan Bapak Menteri Pertanian agar produksi dan harga bawang merah tetap aman dan stabil,” ujarnya.

Dari sisi distribusi, bawang merah hasil panen Cirebon hanya memerlukan waktu pengeringan sekitar dua hingga tiga hari sebelum dipasarkan, termasuk ke wilayah Jabodetabek. Hal ini dinilai mendukung kelancaran pasokan nasional.

Terkait harga, Agung menyebut harga bawang merah di tingkat petani saat ini berada di kisaran Rp25.000 per kilogram. Dengan kondisi tersebut, diharapkan harga di tingkat konsumen berada di kisaran Rp35.000 per kilogram, sesuai dengan harga acuan pemerintah.

“Harga berada di rel yang tepat. Petaninya tersenyum, konsumennya juga tenang dan bisa fokus beribadah menyambut Ramadan,” katanya.

Ketua Champion Bawang Merah Kabupaten Cirebon, Syaiful, mengakui bahwa produktivitas bawang merah di Kecamatan Pangenan sedikit menurun akibat cuaca ekstrem. Dalam kondisi normal, produktivitas bisa mencapai 12–14 ton per hektare, namun saat ini rata-rata berada di angka 10 ton per hektare.

“Meski turun, petani masih untung. Dengan luas panen sekitar 350 hektare dan produktivitas 10 ton per hektare, pasokan bawang merah Cirebon aman hingga pasca-Lebaran,” ujar Syaiful.

Ia menambahkan, harga bawang merah di tingkat petani untuk ukuran sedang berada di kisaran Rp25.000 per kilogram, sementara kualitas super di pasaran dapat mencapai Rp30.000 per kilogram. Dengan biaya produksi sekitar Rp15.000–Rp18.000 per kilogram, margin keuntungan petani dinilai masih sangat layak.

“Petani untung, konsumen tersenyum. Semua senang,” katanya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Makam Wada, Nashori, menyampaikan bahwa pada harga Rp20.000–Rp25.000 per kilogram, petani sudah berada pada posisi menguntungkan. Namun demikian, ia menyoroti masih kuatnya peran tengkulak dalam rantai perdagangan bawang merah di Cirebon.

“Rata-rata bawang di sini sudah dibeli tengkulak sejak usia tanaman 45 hari, dan transaksi dilakukan langsung di lahan,” ungkapnya.

Ia menyebut sebagian besar bawang merah Cirebon dibeli oleh tengkulak dari Brebes, sehingga di pasar sering dikenal sebagai bawang Brebes meski berasal dari Cirebon. Ke depan, ia berharap adanya dukungan pemerintah berupa permodalan dan fasilitas pergudangan.

“Harapan kami, Cirebon bisa difasilitasi menjadi kawasan sentra bawang merah seperti Brebes, sehingga nilai tambahnya tetap berada di daerah,” ujarnya.

Senada, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Deni, menjelaskan bahwa penurunan produktivitas dari kondisi normal 12–14 ton per hektare menjadi sekitar 10 ton per hektare merupakan dampak langsung dari cuaca ekstrem. Meski demikian, capaian tersebut masih tergolong aman dan menguntungkan bagi petani.

“Dengan luas panen sekitar 350 hektare dan produktivitas rata-rata 10 ton per hektare, pasokan bawang merah Cirebon tetap terjaga untuk memenuhi kebutuhan menjelang Ramadan hingga pasca-Lebaran,” katanya.

Deni menambahkan, dari sisi harga, kondisi di tingkat petani masih berada dalam koridor yang sehat. Harga bawang merah di kisaran Rp20.000–Rp25.000 per kilogram, bahkan hingga Rp30.000 per kilogram untuk kualitas super, masih memberikan margin keuntungan yang memadai. Namun, pihaknya mencatat adanya tantangan tata niaga, khususnya ketergantungan pada tengkulak serta keterbatasan permodalan dan fasilitas pascapanen.

“Masukan dari kelompok tani menjadi perhatian kami. Ke depan, kami akan mendorong fasilitasi pembiayaan dan penguatan pascapanen agar bawang merah Cirebon memiliki identitas sendiri dan mampu bersaing sebagai kawasan sentra,” pungkasnya.

(Restu/bbpmkp)