29.1 C
Bogor
Sunday, July 12, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 304

MUI Kabupaten Bogor Berpesan, Agar Proaktif Dalam Membina di Wilayah Masing-Masing

0

Jurnal Bogor – Majlis Ulama Indonesia Kabupaten Bogor mengadakan pembinaan kepada MUI Kecamatan dan Desa, di aula kantor Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Rabu (15/5/2024).

Kegiatan tersebut, turut dihadiri KH. Abi Cucun pimpinan pondok pesantren Darrul Fikri Al-Andalusy Tamansari, Sekum MUI Kabupaten Bogor, DKM, Danramil, Kapolsek Ciomas, dan para kepala desa se-Kecamatan Ciomas.

Sekretaris Umum MUI Kabupaten Bogor Dr. H. Irfan Awaluddin mengatakan, pembinaan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman keorganisasian MUI dan memperkokoh ukhuwah ulama yang ada di Kabupaten Bogor.

“Kepada semua pengurus MUI Kecamatan dan Desa untuk terus bersinergi dengan pemerintah, baik di desa dan Kecamatan, agar proaktif dalam membina di wilayah masing-masing,” ungkapnya,

Sementara Camat Ciomas Tirta Junarta, kegiatan ini
atas kerjasama dan sinergitas ulama dan Umaro di Kecamatan Ciomas.

“Intinya lebih kepada tugas dan fungsi MUI dengan memahami sejarah MUI, sekaligus peran serta dalam kemaslahatan umat,” singkatnya.

(Yudi)

Sekdes Sukamantri Geram! Adanya Tumpukan Sampah Liar

0

Jurnal Bogor – Tumpukan sampah liar terlihat di jalan Sukamantri, Kecamatan Tamansari, dikeluhkan warga maupun pengguna jalan yang melintas. Pasalnya sudah di pasang larangan buang sampah di lokasi tersebut, namun tidak di gubris oleh orang yang membuang sampah sembarang.

Terlihat tumpukan sampah liar tepat berada di pinggir jalan Sukamantri, namun setiap harinya sampah yang sengaja di buang oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Sekdes Sukamantri Fuja Aditiya Suryadiningrat membenarkan adanya tumpukan sampah liar di wilayah Desa Sukamantri, tapi itu merupakan sampah liar yang sengaja di buang oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

“Tumpukan sampah liar masuk di wilayah RT 01/12. Kita sudah kordinasi dengan kepala dusun setempat agar segera di bersihkan sampah liar tersebut,” ujar Fuja, Rabu (15/5/2024).

Menurutnya, pernah juga ada orang yang membuang sampah ke tempat lain kita panggil orangnya dan diberikan peringatan atau teguran.

Mungkin sampah itu, kata Fuja, orang lewat dan membuang sampah kesitu, dan itu bukan warga Sukamatri.

“Kita ingin di wilayah Desa Sukamatri terbebas dari sampah-sampah liar,” tandasnya.

(Yudi)

PKS Usulkan Dua Kader PPP Tunggu 3 Besar Penjaringan

0



Cibinong | Jurnal Bogor
Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bogor baru akan merajut koalisi Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) setelah proses penjaringan calon kepala daerah partainya menyisakan tiga nama.
Meski sudah bersilahturahmi dengan sebagai besar partai parlemen di Pemkab Bogor, PPP wilayah setempat belum memastikan arah koalisi Pilkada 2024.
Ketua DPC PPP Kabupaten Bogor, Elly Rachmat Yasin mengatakan, bahwa partainya baru dapat mulai arah koalisi setelah tahapan penjaringan partainya.
“Nanti kalau penjaringan calon kepala daerah PPP yang sekarang sudah 12 nama menjadi tiga orang saja, baru arah koalisi PPP untuk Pilkada akan mulai ditentukan,” ujar Elly kepada Jurnal Bogor, Selasa (14/5).
Anggota DPR RI Fraksi PPP itu menegaskan, bahwa agenda lintas partai politik yang sedang dilakukan bukan kepastian dalam koalisi Pilkada 2024.
“Kalau sekarang itu hanya silahturahmi antar partai politik saja. Kalau namanya koalisi itu sudah menentukan Calon Bupati dan Wakil Bupati,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, bahwa pihaknya telah silahturahmi politik dengan hampir seluruh partai parlemen.
“Hampir semua kami sudah bersilahturahmi. PPP hanya belum silahturahmi dengan Gerindra dan PAN saja,” ungkapnya.
Sementara itu, pada hari yang sama yakni Selasa (14/5), DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Bogor melakukan silahturahmi ke PPP Kabupaten Bogor.
Ketua DPD PKS Kabupaten Bogor, Dedi Aroza mengungkapkan, pihaknya menjalin komunikasi politik dengan partai berlambang Ka’bah di wilayah Bumi Tegar Beriman.
“Silahturahmi biasa setelah Idul Fitri. Tetapi karena memang tahun ini merupakan tahun politik, kami juga mengajak menyamakan persepsi Kabupaten Bogor kedepan,” ungkap Dedi Aroza.
Lebih lanjut Anggota DPRD Kabupaten Bogor itu menerangkan, bahwa pihaknya dan PPP memiliki peluang berkoalisi dalam Pilkada 2024.
“Kami memiliki kesamaan visi dengan PPP dan dulu juga pernah bareng-bareng. Untuk Pilkada nanti, internal PKS ada dua nama untuk diusulkan jadi kandidat Pilkada November nanti yaitu saya dan Pak Agus Salim,” tandas Dedi Aroza. n Noverando H

Ponpes Nurul Iman Parung Bogor: Sebuah Fenomenal Kejayaan Dakwah Islam

0

JURNAL Inspirasi – Alhamdulillah
Saya bersama istri bisa berkunjung dan hadir dalam acara Sosialisasi Program DPP Perempuan ICMI di Ponpes Al Insyiriyah Nurul Iman Parung Kabupaten Bogor. Gelar acaranya talkshow yang bertemakan “Dengan Aklaqul Karimah Menciptakan Manusia Unggul”.  Mereka yang diundang sebagai Narsum, manusia tokoh hebat yang kompeten di bidangnya, mereka adalah:
1. Prof.Dr.Arif Satria SP.MSi
2. Prof.Dr.Amany Lubis Lc.MA
3. Drs. Welya Safitri.MSi, dan
4. Dr.Umi Waheeda.S.Psi.MSi

Acara Talkshow bertempat di Masjid Toha, Ponpes Al Insyriyah Nurul.Iman Parung Bogor, yang sekaligus forum sosialisasi program pemberdayaan sosial DPP Perempuan ICMI.

Forum sosialisasi dan.acara Talkshow dihadiri ribuan orang para santri (SD, SMP, SMA dan STIA) Ponpes Nurul Iman yang memenuhi ruang masjid yang besar tersebut.

Menurut informasi jumlah populasi lk 15.000 orang santri yang menuntut ilmu-pengetahuan umum dan agama Islam di ponpes tersebut,  yang dipimpin.oleh seorang ibu yg sholehah yg cantik dan gigih berhati mulia, bernama Dr.Umi.Waheedah S.Psi.MSi.(56 thn)

Ponpes Nurul Iman areal pendidikan agama dan umum-ipteks yang sangat luas yakni sekitar 37 ha, yang terdiri dari 26 ha untuk sarana pendidikan dan sisanya 11 ha untuk pengembangan usaha pertanian, perikanan dan perikanan dll sebagai usaha untuk memperoleh “income generating” untuk membiayai program dan kegiatan pendidikan dan dakwah Islamiyah.

Ponpes Nurul Iman, Parung berdiri pada tahun 1998, yang dirintis dan didirikan Abah Habib Assegaf, wafat thn 2021, dan kini dilanjutkan pengelolaannya oleh istrinya almarhum Dr.Umi Waheedah. Alhamdulillah saya lihat sarana pendidikan ponpes modern Nurul Iman Parung Bogor, berkembang pesat dengan populasi santri yang sangat besar, saat ini santri (santriwan dan santriwati) sebanyak 15 ribu orang, yang santri dari seluruh Indonesia.

Mengikuti pendidikan di ponpes Nurul Iman, bebas biaya (gratis). Luar biasa kemampuan manajerial pendidikan Ponpes ini, membebaslan biaya. Solusimya ponpes ini memiliki usaha mandiri, ada 15 cabang usaha agribisnis ponpes ini. Pengelolaan Ponpes Nurul Iman di Parung merupakan sebuah fenemonal dakwah Islam yang berkemajuan dan berperadaban, benar-benar Al Quran dan Assunah Rasullulullah Muhammad SAW, mereka secara berjemaah, mengamalkan dengan baik dan istiqomah, alias tidak diselewengkan.

Karena memang, faktanya di lingkungan sosial, ada diantaranya banyak lembaga pendidikan yg menggunakan simbol-simbol kemuliaan Islam (ayat-ayat Quran dan Assunnah). Akan tetapi kenyataannya, jujur kita berkata banyak disalahgunakan atau diselewengkan (abuse of power) oleh mereka oknum yang “berkuasa”, bukan untuk kepentingan sosial (nirlaba) dan dakwah Islamiyah, akan tetapi “nauzubillslahi minzaliq” untuk memperkaya pribadi dan keluarganya (nepotistik dan membangun dinasti), dengan pola pengelolaan pendidikan bertameng dan berkedok “Yayasan sosial/nirlaba” dgn gusture dan life style yang hedon, arogan, otoriter dan eksploitatif-kapitalistik.

Menurut info dari Dr.Umi Waheedah, pada thn 1998 pernah menerima santri dari luar negeri yakni Singapura, Malaysia dan Turky, kemudian sejak 2-3 tahun Ponpes Nurul Iman Parung Bogor tidak lagi menerima lagi santri dari negara lain.

Kata Dr.Umi Waheedah mereka ingin fokus mendidik generasi muda Islam Indonesia, yang fuqoro masakin dari kalangan anak yatim, berasal dari berbagai etnis di Indonesia, sedangkan untuk mengembangkan pendidikan dan dakwah Islamiyah ke luar negeri, mereka para ustadz dan ustazah Ponpes Nurul Iman, yang pergi ke negara-negara lain yang mengundangnya untuk bertausyiah. Biasanya jika berdakwah ke negara lain, langsung dipimpin oleh Dr.Umi Waheedah, yang dulunya berasal muslimah dari negara jiran Singapura (lulusan S3 Psikologi UI)

Demikian catatan berkunjung ke Ponpes Al Insyiriyyah Nurul Iman Parung Bogor. Senang sekali berkunjung ke ponpes ini, bertemu ibu Dr.Umi Waheedah yang cerdas dan ramah.

Sukses dan berbahagia selalu dalam lindungan dan pertolongan Allah SWT. Aamiin
Syukron barakallah
Wassalam

====✅✅✅

Dr.Ir.H.Apendi Arsyad, M.Si
(Pendiri dan Wasek Wankar ICMI merangkap Ketua Wanhat MPW ICMI Bogor, Pendiri dan Dosen Senior Universitas Djuanda Bogor, Konsultan, Pegiat, Pengamat dan Kritikus Sosial melalui tulisannya dimuat di media sosial)

Pemdes Tamansari Alokasikan Dana Desa Untuk Mendongrak Perekonomian Warga

0

Jurnal Bogor – Pemdes Tamansari pengalokasian anggaran Dana Desa (DD) t tahun 2023 untuk ketahanan pangan sebagai pemulihan ekonomi dampak dari pendemi. Pemerintah pusat membuat program, yakni ketahanan pangan baik di Provinsi, Kota dan Kabupaten.

Kepala Desa Tamansari Sunandar mengatakan, kami alokasikan untuk ketahan pangan dari DD tahap I tahun 2023 sekitar Rp 200 juta. Anggaran dana desa untuk ketahanan pangan sangat penting untuk mendukung kesejahteraan masyarakat setempat.

“Alokasi dana tersebut tampaknya sangat beragam dan berpotensi memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat desa Tamansari,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, anggaran tersebut kita kombinasikan di bidang penggemukan kambing, bebek petelur, budidaya jamur, dan budidaya ikan lele adalah strategi yang beragam dan berpotensi memberikan manfaat yang besar.

“Dengan melibatkan kelompok masyarakat (Pokmas) dalam pengelolaan usaha tersebut dapat meningkatkan partisipasi dan keterlibatan mereka dalam pembangunan desa,” jelas Sunandar, Rabu (15/5/2024).

Lebih lanjut, Sunandar mengatakan, untuk kambing kita jual pertahun di bulan haji, dan telur bebek ada yang ngambil meski produksi nya belum stabil.

Menurutnya, penggemukan kambing ada 40 ekor, bebek telur 500 ekor. Untuk jamur tiram sendiri sehari baru bisa memanen 10-20 kg dan itu masih skala kecil, karena baru berjalan setahun. Minimal untuk biaya operasional dan pakan bisa terakomodir.

“Ia berharap, ini bisa menjadi sumber penghasilan ekonomi warga desa Tamansari,” ungkapnya.

(Yudi)

Marak Pungli di Obyek Wisata, Menparekraf Agar Bentuk Pokdarwis

0

Jurnal Bogor – Untuk menekan pungli di obyek wisata alam. Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengajak para warga yang berada di lingkungan obyek dan destinasi wisata membentuk kelompok sadar wisata (Pokdarwis) agar dapat di bina langsung pemerintah demi keberlanjutan Pariwisata di dalam negeri.

Banyaknya laporan dan aduan masyarakat hterkait pungutan liar dari para wisatawan yang viral di media sosial satu per satu telah di proses hukum dan di beri sanksi sosial berupa video permintaan maaf dan kerja sosial membersihkan sampah di obyek wisata dan sebagainya.

Berkaitan dengan klaim lahan oleh sekelompok pihak yang menjadi obyek wisata seperti danau atau situ, air terjun dan kawasan hutan. Menparekraf Sandiaga Uno menepis dan memastikan jika lahan tersebut sejatinya di atas tanah negara. Yang lazimnya tidak di kuasai secara individu atau kelompok tanpa legalitas hukum yang sah.

Di sisi lain, banyaknya kelompok masyarakat lokal yang terjun ke obyek wisata alam dan menjadi viral di media sosial menjadi tugas pemerintah daerah dalam penataan dan ketertiban di lokasi tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bogor Yudi Santosa menjelaskan, ada keterbatasan pemerintah dalam hal infratruktur di obyek wisata. Melalui pengelolaan oleh masyarakat sekitar banyak fasilitas obyek wisata seperti jalan, jembatan , toilet yang memadai untuk wisatawan, Rabu (15/5/2024).

“Di puncak Bogor terdapat organisasai kepariwisataan yang di kelola oleh pemuda dan remaja desa, diantaranya Kompepar, Desa Wisata, bahkan Karang Taruna Desa belum termasuk organisasai kemasyarakat yang mengambil bagian mengelola obyek wisata alam,” ungkapnya.

“Pemkab Bogor berharap komunikasi antara pemangku kepentingan itupun dapat di lakukan dengan baik dan tidak menimbulkan citra buruk pariwisata di wilayahnya,” tegasnya.

(Yudi)

Ketua DPRD Kabupaten Bogor Dorong Industri Pariwisata Bebas Pungli

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor menentang keras adanya pungutan liar (pungli) yang kerap terjadi di lokasi wisata Bumi Tegar Beriman.
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto mengatakan, bahwa bukan hanya dapat merugikan masyarakat tetapi juga pemerintah setempat, karena kehilangan pendapatan asli daerah (PAD).
“Wisata menjadi salah satu tulang punggung ekonomi masyarakat. Sehingga jangan sampai masyarakat enggan berkunjung karena maraknya pungli,” ujar Rudy kepada Wartawan, kemarin.
Wasekjen DPP Partai Gerindra itu menyoroti pungli yang kerap terjadi di kawasan wisata. Dia menilai hal tersebut adalah racun bagi pariwisata.
“Jangan sampai pungli dibiarkan saja mengganggu pariwisata. Perlu ada tindakan tegas terhadap para pelaku pungli,” ungkap Rudy.
Menurut Rudy, pungli biasanya marak dalam berbagai bentuk. Bahkan terkadang, ada yang melakukannya dengan paksa sehingga membuat wisatawan enggan berkunjung kembali.
“Tentu perlu ada penindakan untuk tindakan tersebut. Apalagi saat ini, informasi bisa cepat menyebar. Sangat mudah menyebarkan informasi tentang keluhan wisatawan tersebut,” ungkapnya.
Leboh lanjut ia memaparkan, agar pemerintah daerah hingga tingkat desa di Kabupaten Bogor lebih peduli terkait perilaku pungli. Sebab, Kabupaten Bogor menjadi salah satu destinasi wisata yang banyak dikunjungi.
“Berbagai wisata ada di Kabupaten Bogor. Jangan sampai kawasan wisata terjadi dengan adanya pungli,” paparnya.
Sebelumnya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bogor dengan Gerak Cepat (Gercep) lakukan penindakan terhadap oknum yang lakukan pungli terhadap wisatawan yang hendak berwisata ke wilayah Desa Cibadak, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor beberapa waktu lalu, melalui Aduan Masyarakat (Dumas) yang viral di media sosial.
Kepala Disbudpar Kabupaten Bogor, Yudi Santosa mengatakan, pihaknya lantas ambil langkah terhadap adanya Dumas atas dugaan Pungli di Sukamakmur itu.
“Setelah menerima aduan masyarakat secara gerak cepat kami langsung melakukan koordinasi dengan Forum Koordinasi Kecamatan (Forkopimcam) Sukamakmur dan turun langsung melakukan pengecekan ke lokasi kejadian dan memanggil oknum Pungli tersebut, untuk meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi hal serupa yang merugikan masyarakat,” ujar Yudi kepada Wartawan, kemarin.
Ia menambahkan, pihaknya tidak akan tinggal diam atas prilaku ilegal yang dapat berpengaruh terhadap keamanan dan kenyamanan wisatawan yang datang ke wilayah Bumi Tegar Beriman.
“Yang jelas kami tidak mentolerir adanya pungli di lokasi wisata. Kami langsung memonitor untuk memastikan masalah seperti apa, dan berkoordinasi dengan Forkopimcam Sukamakmur untuk menyelesaikan kasus ini,” katanya.
Lebih lanjut ia memaparkan, pihaknya juga lakukan banyak upaya dalam mendongkrak kualitas industri pariwisata di Kabupaten Bogor.
“Kami telah melakukan pembinaan terhadap para pelaku wisata dan juga masyarakat melalui kelompok sadar wisata (Pokdarwis) untuk senantiasa memberikan kenyamanan dan keamanan terhadap para wisatawan yang berwisata ke Kabupaten Bogor,” tandasnya. Aga

Global Mindset Diperlukan Dalam Tatakelola Pembangunan Pertanian

0

JURNAL Inspirasi – Pemimpin memiliki peran startegis dalam pembangunan pertanian sehingga tatakelolanya dibutuhkan pemimpin yang memiliki global mindset. Hal itu diungkapkan Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kompetensi LAN RI, Dr. Basseng M.Ed pada acara Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan X Kementerian Pertanian di BBPMKP, Selasa (14/5/2024).

“Karena pemimpin itu yang menentukan arah. Mereka (para peserta) akan dibekali pengembangan kompetensi dalam dua bidang kompetensi, pertama tatakelola dan kedua kepemimpinan,” ujar Basseng.

Menurutnya, aspek lain yang ingin dibangun dalam penyelenggaraan pelatihan adalah para peserta yang akan menjadi pemimpin ini bisa memiliki global maindset, bukan keindonesiaan atau sektornya saja.

“Tapi bisa melihat negara-negara yang terbukti mumpuni bidang pertanian. Mereka bisa adopsi dilihat aplikasinya bisa diterapkan atau bagaimana di kita (Indonesia) sehingga nantinya bisa membuat strategi transpormasi tatakelola pembangunan pertanian,” jelas Basseng.

Dari pelatihan ini kata dia, diharapkan lahir pemimpin eselon 2 yang bisa membawa perubahan sesuai unit kerja. Bahkan sekarang di era teknologi informasi era 4.0 dan AI (artificial intelligence atau kecerdasan buatan) tak bisa hindari.

“Para peserta harus bisa memanfaatkan teknologi seperti AI itu dalam memperbaiki tatakelola pertanian sehingga bisa terjadi efiesensi, efektivitas, kecepatan dalam pelayanan yang diharapkan saling kontribusi hingga terjadi perubahan tatakelola pertanian, ujung-ujungnya untuk produksi pertanian,” jelasnya.

Menurutnya, setiap tatakelola selalu ada peluang untuk meningkatkan produktivitas seperti yang sedang digarap dalam kepelatihan kepemimpinan, peserta bisa melihat peluang itu dan bisa memanfaatkan teknologi seperti AI.

“Setia peserta akan membuat proyek perubahan, bukan sekedar peningkatan pengetahuan atau arah kognitif saja, tetapi action learning denga cara bekerja, bukan hanya mendengar ceramah. Akan melakukan proyek perubahan di instansinya masing-masing,” ungkap Basseng.

Dari proyek perubahan ini secara kumulatif kata dia dapat memperbaiki tatakelola pertanian, dan peserta dari berbagai kementerian dan lembaga (KL) diperlukan untuk bersinergi.

“KL ada kelautan perikanan, badan pangan dan lainnya. Tentu setiap perubahan perlu dikawal, makan ada Polri dari sektor pertanian bisa bersinergi, perlu kolaborasi. Tentu tidak bisa dikerjakakan Kementan saja, perlu sinergi kelasnya perlu heterogen seperti ini,” jelasnya.

Kepala Pusat Pelatihan Pertanian Dr. Muhammad Amin, M.Si menyebutkan, Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan X Kementerian Pertanian berasal dari sejumlah KL dengan komposisi peserta 50 persen diluar Kementan seperti dari Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kelautan dan Perikanan, BRIN, KPK, Polri, serta ada dari sejumlah Pemkab dan Pemkot.

“Tahun ini berbeda, 50 persen dari Kementan dan 50 persen non Kementan, tahun sebelumnya Kementan 60 persen. Pencapaian evaluasi dari aspek akademik, pembelajaran di lapangan, aktualiasi kepemimpinan dan sikap prilaku,” tandasnya.

(say)

Geram dengan Pembuang Sampah, Riky Zoy Siapkan Satu Juta Bagi yang Bisa Menangkapnya

0

Kemang | Jurnal Bogor
Permasalahan sampah masih menjadi persoalan klasik di Kabupaten Bogor yang harus segera diatasi. Geram dengan pembuang sampah nakal di wilayahnya, Ketua RW 06, Desa Tegal Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor siapkan hadiah untuk siapa saja yang bisa menangkap.

“Iya betul saya sebagai Ketua RW 06 sangat sedih meihat wilayahnya dipenuhi sampah, bukan hanya kumuh tumpukan sampah itu bisa menyababkan penyakit, saya sediakan hadiah Rp1 juta buat warga atau siapa saja yang bisa menangkap pelaku pembuang sampah sembarangan itu,” ujar Ketua RW 06 Riky Zoy kepada wartawan. Selasa (14/5/24).

Masih kata Bang Zoy sapaan akrabnya, titik lokasi yang menjadi tempat sampah oleh oknum tidak bertanggunga jawab tersebut, seperti di Jalan Nagrog, Kampung Nagrog, sepanjang jalan Kabupaten itu menjadi kumuh dan kotor, juga mengeluarkan bau yang tidak sedap, juga bisa meyebabkan penyakit.

“Sebagai efek jera untuk pembuang sampah, nantinya KTP atau SIM pelaku kita Cetak dan kita pasang dispanduk, sebagai sanksi untuk orang menyepelekan masalah sampah, saya juga meminta UPT Kebersihan untuk segera mengkut sampah. Bila dibiarkan lama saya yakin orang tidak bertanggung jawab itu berpikir bahwa jalan ini TPS,” papar Bang Zoy.

Menurutnya, cara yang ia lakukan ini semata-mata untuk menggugah kesadaran warga agar ikut berperan menangani sampah. Cara ini pun dinilai cukup akan membuahkan hasil yang baik sehingga masyarakat berlomba-lomba mengawasi pembuangan sampah di lingkungannya. 

“Selain itu, cara ini juga sebagai upaya preventif demi menjaga kebersihan lingkungan bersama-sama. Ini bentuk komitmen kami untuk menjaga dan melakukan pengawasan kebersihan lingkungan di Desa Tegal, Kecamatan Kemang, khususnya di RW 06,” tutup Zoy. Aga

Lima Guru SMP IT BBS Lulus Seleksi Guru Penggerak

0

Jurnal Bogor – Lima guru SMP IT Bina Bangsa Sejahtera atau BBS Kota Bogor, berhasil melewati tahapan seleksi Guru Penggerak. Guru Penggerak adalah program dari Kemendikbudristek sebagai bagian dari rangkaian Kurikulum Merdeka.

Guru yang lulus dan kemudian mengikuti diklat selama 6 bulan, diharapkan menjadi para pemimpin perubahan di dunia pendidikan yang saat ini berubah dengan cepat.

YBBS yayasan yang menaungi SMP IT BBS sangat bersyukur dengan kelulusan ini apalagi SMP IT BBS unit baru di lingkungan yayasan BBS.

“Semoga guru-guru yang telah lulus mampu mengikuti diklat dengan baik dan menjadi pemimpin pembelajaran di unitnya.” kata Prof. Asep Saefuddin, Selasa (14/5/2024).

Guru-guru yang lulus, Gina Agustina, Halimah, Nailul Hikmah, Khoerunisa, Chaerul Tingkar mengucap syukur mampu melewati tahapan seleksi Guru Penggerak ini.

“Mohon doa dan dukungannya untuk kami,” pungkasnya.

Kepala sekolah SMP IT BBS, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak. “semoga mereka mampu menjaga semangat dan tetap mau terus belajar serta tetap rendah hati,” ucap Syabar.

(Yudi)