24.6 C
Bogor
Sunday, March 29, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 30

Data Pengangguran Kota Bogor tak Akurat

0

Bogor | Jurnal Bogor

Komisi IV DPRD Kota Bogor menekankan pentingnya akurasi data ketenagakerjaan sebagai landasan utama pengentasan pengangguran di Kota Bogor.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Fajar Muhamad Nur menyoroti bahwa selama ini data pengangguran yang dimiliki Disnaker Kota Bogor hanya bersandar pada pemohon Kartu Kuning (AK-1).

​”Kami menekankan bahwa masalah utamanya bukan tidak ada data, melainkan akurasinya yang belum mencapai 100%. Data yang ada saat ini hanya berdasarkan masyarakat yang mengajukan kartu kuning. Karena itu, Komisi IV akan fokus memperkuat sistem pendataan agar kita memiliki data acuan yang benar-benar bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Fajar, Kamis (5/2).

​Berdasarkan data BPS yang dipaparkan dalam rapat​Tahun 2025 tingkat pengangguran Terbuka (TPT) tercatat di angka 7,95%. Target 2026 TPT diproyeksikan berada di angka 7,99%.

​Fajar menegaskan akan segera mengkaji ulang validitas angka tersebut. Apalagi Disnaker menyebut angka pengangguran terus berkurang setiap tahun.

“Ya tapi keluhan masyarakat terkait sulitnya mencari kerja masih tinggi. Kami perlu memastikan apakah data tersebut valid dan sinkron di lapangan,” tambahnya.

​Guna mengatasi masalah serapan tenaga kerja, Komisi IV mendorong adanya kolaborasi antara Disnaker dengan OPD lain, seperti Dinas Koperasi dan UMKM.

Strategi ini diharapkan menciptakan ekosistem yang sinkron antara ketersediaan lapangan kerja dan pemberdayaan ekonomi lokal.

​Beberapa poin strategis yang menjadi perhatian DPRD, kata Fajar, ​sistem informasi yang memperkuat promosi dan penyebaran informasi lowongan kerja di ruang publik.

​Kemudian evaluasi job fair yang menyoroti pelaksanaan job fair yang tahun ini hanya dianggarkan satu kali dan dinilai belum maksimal dalam memfasilitasi data perusahaan.

“DPRD berencana menggelar pertemuan khusus lintas sektor untuk mencari solusi konkret terhadap masalah serapan tenaga kerja,” jelasnya.

​Selain masalah data, Komisi IV juga mendesak percepatan penyelesaian fasilitas dan program di Balai Latihan Kerja (BLK).

Fajar meminta agar kurikulum pelatihan di BLK segera diperbarui agar relevan dengan kebutuhan industri kreatif saat ini.

​”Kami mendorong program pelatihan yang sesuai dengan kondisi sekarang, seperti pelatihan untuk menjadi affiliator, host streaming, hingga content creator. Fasilitasnya harus segera diselesaikan agar pemuda di Kota Bogor memiliki keahlian,” tutupnya.n Fredy Kristianto

Kecamatan Bojonggede Kolaborasi Bareng DPTR dan PMC Tanam Pohon di Jalur Bomang

0

Bogor | Jurnal Bogor

Aksi penanaman pohon serentak di 40 kecamatan se Kabupaten Bogor menggema. Kecamatan Bojonggede fokus hijaukan jalur Bojonggede Kemang (Bomang), Kamis (5/2).

Diikuti seluruh lapisan muspika se Kecamatan Bojonggede, seluruh kepala desa se Kecamatan Bojonggede, kegiatan tersebut berhasil menanam 1.636 bibit pohon jenis kayu dan buah-buahan.

Camat Bojonggede, Tenny Ramdhani mengungkapkan, aksi penanaman pohon tersebut merupakan bagian dari aksi penanaman pohon serentak di 40 kecamatan di Kabupaten Bogor.

Sesuai arahan Bupati Bogor Rudy Susmanto, kata Tenny, pihaknya bersama sejumlah pihak melaksanakan upaya penghijauan di jalur Bojonggede Kemang (Bomang).

Dalam hal ini, kata Tenny, untuk pengampu atau penyokong bibit Kecamatan Bojonggede mendapat support langsung dari Kadis DPTR Eko Mujiarto

“Ini aksi penanaman pohon kedua yang kami laksanakan. Aksi penghijauan ini akan terus berlanjut hingga wilayah perbatasan Bojonggede dan Kecamatan Tajur Halang,” kata Tenny.

Tenny berharap, dengan upaya kolaboratif bersama seluruh kalangan, dapat mewujudkan penghijauan jalur Bomang.

“Hari ini ada 1.636 pohon yang tertanam. Tahap kedua nanti ada 800 pohon lagi yang akan kami tanam di sepanjang 1,5 kilometer,” ungkapnya.

Sejumlah jurnalis yang tergabung dalam Pers Motor Club (PMC) juga ikut terlibat langsung dalam aksi tersebut.

Presiden PMC, Billy Adhiyaksa menambahkan, aksi penanaman pohon tersebut merupakan salah satu bagian dari program PMC di 2026.

“Hari ini kami memulai dan secara konsisten kami akan terus berkolaborasi dengan seluruh pihak dalam upaya penyelamatan bumi. Target PMC di 2026 25 ribu pohon bisa kami tanam di berbagai wilayah,” kata Billy.

Khusus untuk jalur Bomang, jelas Billy, PMC berkerjasama dengan EIGER Adventure Land (EAL) akan menyumbangkan 1.000 batang berbagai jenis pohon.

“Semoga upaya kolaboratif ini dapat menjadi ajakan positif kepada seluruh kalangan,” pungkasnya.

Diketahui, yang terlibat dalam penanaman pohon ini di antaranya, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) camat, kapolsek dan danramil.

Serta ikut andil juga ketua MUI kecamatan, Kepala KUA, Ketua TP PKK kecamatan yang juga melibatkan pemerintah desa dan kelurahan dengan mengikutsertakan ketua MUI, ketua PKK desanya, Babinsa, Babinkantibmas dan juga Linmas se Kecamatan Bojonggede.

Tak hanya itu, ikut dalam penanaman, termasuk para penggiat lingkungan hidup mulai satgas lingkungan hidup kecamatan dan komunitas peduli lingkungan.

** Fredy Kristianto

Kabupaten Bogor Miliki Masalah Jalan Rusak

0

Cibungbulang l Jurnal Bogor
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, H. Wasto, mengakui banyaknya jalan rusak di Kabupaten Bogor termasuk persoalan besar yang harus dituntaskan.

Dia menjelaskan, dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Cibungbulang, telah dibahas salah satu kondisi infrastruktur yang telah mengalami kerusakan berat. Menurutnya, masalah menahun ini menjadi pekerjaan rumah (PR) yang menuntut penyelesaian segera.

Namun, ia menekankan bahwa keterbatasan anggaran sering kali menjadi penghambat utama dalam proses eksekusi di lapangan.

”Memang banyak PR yang harus dikerjakan, sementara anggaran kita terbatas. Menentukan skala prioritas di tengah keterbatasan ini bukanlah perkara mudah. Namun, kami melihat Bupati Bogor memberikan perhatian yang sangat besar terhadap pembangunan infrastruktur jalan,” ujar Wasto, kemarin.

Wasto menambahkan, pihaknya memberikan apresiasi atas langkah strategis yang disusun oleh pimpinan daerah.

Ia menyebut Pemkab Bogor kini telah memiliki peta jalan (roadmap) yang jelas untuk memastikan kualitas jalan kabupaten menjadi lebih mantap dan tahan lama.

”Kami di DPRD tentu mendukung penuh langkah tersebut. Beliau (Bupati) sudah memiliki rancangan kerja agar jalan-jalan di Bogor lebih berkualitas,” lanjutnya.

Meski demikian, realisasi perbaikan jalan tersebut masih harus melewati tahap administratif dan penyesuaian keuangan daerah.

Saat ini, rencana pembangunan tersebut masih dalam tahap penyelarasan dengan pagu anggaran yang tersedia.

”Rencana ini baru saja dibahas dalam Musrenbang. Selanjutnya, kita akan melihat kesesuaiannya dengan pagu anggaran yang ada,” tukasnya.

** Arip Ekon

Warga Kampung Situ Bakal Direlokasi

0

Megamendung | Jurnal Bogor
Sedikitnya 100 kepala keluarga yang berada di Kampung Situ, Desa Sukaresmi, Megamendung, Kabupaten Bogor akan direlokasi rumahnya. Menurut Kepala Desa Sukaresmi Iim Ibrahim, relokasi perlu dilakukan karena keberadaan rumah milik penduduk yang ada di kampung tersebut sebagian tidak layak secara aturan kesehatan.

Iim Ibrahim menjelaskan, pemukiman itu cukup padat penduduknya dan lokasinya pub berada di tengah-tengah perkampungan lainnya. Gang-gang yang masuk ke tengah-tengah pemukiman sangat sempit dan gelap. Bahkan sinar matahari tidak tembus karena padatnya rumah di kampung tersebut.

“Relokasi harus dilakukan, kita prihatin terhadap kondisi kesehatan warga di sana. Dengan rumah yang tidak tersinari oleh matahari, sangat berbahaya bagi kesehatan. Jika ini tidak relokasi, penyakit paru-paru akan terus mengancam penduduk disana, ” ujar Kades Iim Ibrahim.

Menurutnya, rencana relokasi tersebut sudah dibahas di tingkat kecamatan dan respons dari Camat Megamendung Ridwan S.Sos mendukung langkah yang akan dilakukan oleh Kepala Desa Sukaresmi.

“Kita mengetahui kondisi warga disana, rumah yang padat sampai matahari tidak bisa tembus sangat berbahaya untuk kesehatan warga disana. Satu satunya jalan untuk menyelamatkan warga dari serangan penyakit paru-paru, mereka harus direlokasi ke tempat yang benar. Tinggal sekarang ini, supaya relokasi itu terwujud, pemerintahan desa harus siap menyediakan lahannya, ” tutur camat.

Selain rawannya terserang oleh penyakit paru-paru, warga disana juga selalu mengalami kendala dalam pengangkutan material. Yaitu mereka yang rumahnya berada di tengah tengah pemukiman.

“Posisi rumah saya itu berada di tengah, jauh dari jalan mobil, untuk mengangkut material bangunan merupakan suatu perjuangan yang tidak mudah, ” pungkas Adi, warga Kampung Situ.

** Dadang Supriatna

Penanganan Jalan Pascalongsor Perlu Swadaya Pemilik Vila

0

Megamendung | Jurnal Bogor
Pemerintah Desa Kuta, Megamendung, Kabupaten Bogor akan mengundang para pemilik vila dalam rencana perbaikan jalan desa yang mengalami kerusakan akibat diterjang bencana tanah longsor beberapa waktu lalu.

“Status jalan tersebut adalah jalan milik desa. Dan jika tidak cepat ditangani dengan perbaikan, badan jalan itu akan terus mengalami kerusakan. Kita lihat longsorannya terus melebar. Ini cukup berbahaya bisa memutuskan jalan tersebut. Untuk itu, kita akan mengundang para pemilik vila yang berada di sepanjang jalan tersebut, ” ujar Kades Kuta, Kusnadi, Kamis (5/2/2026).

Kondisi jalan yang menuju Kantor Desa Kuta tersebut hingga kini kondisinya memang masih rusak. Bahkan, secara perlahan longsor menggerus setengah badan jalan itu dan terus melebar. Hal ini menjadi kekhawatiran bagi pengemudi bus-bus pariwisata.

“Penyebab longsor tebingan jalan yang mau masuk ke arah desa terdapat berbagai faktor. Mulai dari curah hujan yang tinggi, juga seringnya bis bis pengangkut tamu ke vila-vila yang dikomersialkan. Wajar, telinganya jalan itu tidak kuat hingga terjadi longsor, ” ujar Kades Kuta, Kusnadi.

Diketahui, ruas jalan tersebut keberadaannya sebagian besar penggunanya adalah para pemilik vila. Rutinitas paling tinggi adalah para pemilik vila yang dikomersialkan, termasuk tamu-tamu yang ke vila banyak yang menggunakan armada bus tiga perempat. Dengan demikian beban badan jalan di titik terjadinya longsor tidak mampu menahan beban yang berat.

Dengan demikian, perihal rencana perbaikan langkah untuk penanganannya, pemerintah desa akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada para pemilik vila yang menggunakan akses jalan tersebut.

** Dadang Supriatna

Jumlah Murid Terus Meningkat, Desa Kuta Megamendung Butuh Gedung SD Baru

0

Megamendung | Jurnal Bogor

Pertambahan jumlah penduduk di Desa Kuta, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, dari tahun ke tahun terus meningkat. Kondisi tersebut seiring dengan bertambahnya jumlah anak usia sekolah dasar yang masuk sekolah setiap tahunnya. Akibatnya, Desa Kuta kini mengalami kekurangan gedung Sekolah Dasar (SD).

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di sektor pendidikan, Pemerintah Desa Kuta pada tahun 2026 menilai pembangunan sarana pendidikan, khususnya pengadaan gedung SD baru, menjadi sangat penting.

Kepala Desa Kuta, Kusnadi, mengatakan bahwa selain pembangunan infrastruktur lainnya, kebutuhan gedung sekolah dasar sudah sangat mendesak karena bangunan yang ada saat ini tidak lagi mampu menampung seluruh murid.

“Selain infrastruktur pembangunan sarana lainnya, ada yang tidak kalah penting, yaitu kebutuhan gedung baru untuk sekolah dasar. Karena gedung SD yang ada sekarang sudah tidak mampu menampung murid,” ujar Kusnadi, Kamis (5/2/2026).

Ia menjelaskan, gedung SD yang ada saat ini tidak hanya digunakan oleh siswa SD, tetapi juga dimanfaatkan oleh siswa SMP kelas jauh. Tingginya intensitas penggunaan gedung membuat aktivitas belajar mengajar harus dilakukan secara bergantian.

“Pagi sampai waktu Zuhur, gedung SD dipakai oleh murid-murid SD. Setelah itu, siangnya digunakan oleh anak-anak SMP kelas jauh,” ungkapnya.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Bogor dapat memberikan perhatian serius terhadap kebutuhan pembangunan gedung SD baru di Desa Kuta.

Salah seorang warga, Erni, menyampaikan bahwa keberadaan gedung sekolah baru sangat dibutuhkan demi kenyamanan anak-anak dalam menjalani proses belajar.

“Kalau ada gedung baru, tentu akan lebih nyaman bagi anak-anak dalam belajar,” katanya.

Hal senada disampaikan warga lainnya, Dadang Supriatna, yang berharap rencana pembangunan gedung SD baru dapat segera direalisasikan agar kualitas pendidikan di Desa Kuta semakin baik. Dadang

SDN Pasir Muncang 01 Numpang di Tanah Desa, Diminta Segera Direlokasi

0

Caringin | Jurnal Bogor

Keberadaan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pasir Muncang 01 yang berdiri sejak 1975 di atas tanah milik Desa Pasir Muncang, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, kembali menuai sorotan. Pasalnya, sekolah yang menempati lahan seluas sekitar 700 meter persegi tersebut berada satu hamparan dengan Kantor Desa Pasir Muncang sehingga dinilai mengganggu aktivitas pelayanan pemerintahan desa.

Ketua LSM Penjara, Bangbang, menilai kondisi tersebut sudah berlangsung terlalu lama dan menunjukkan minimnya kepedulian Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor serta anggota DPRD Kabupaten Bogor terhadap dunia pendidikan.

“Ini sudah puluhan tahun. Sangat ironis, pihak desa berkali-kali mengajukan relokasi sekolah karena mengganggu pelayanan masyarakat, namun hingga kini belum juga terealisasi. Ini bukti Disdik Kabupaten Bogor dan anggota DPRD Kabupaten Bogor tidak memiliki kepedulian,” kata Bangbang kepada wartawan, Rabu 5 Februari 2026.

Menurutnya, keberadaan sekolah yang satu hamparan dengan kantor desa membuat aktivitas keduanya tidak berjalan optimal. Baik pelayanan masyarakat di kantor desa maupun kegiatan belajar mengajar di sekolah menjadi terbatas.

Bangbang menegaskan, Disdik dan para wakil rakyat seharusnya lebih peka terhadap persoalan tersebut demi kenyamanan dan keberlangsungan pendidikan generasi penerus di Kabupaten Bogor.

“Anggota DPRD memiliki dana aspirasi. Untuk pembebasan lahan sekitar 1.000 meter persegi bagi sekolah dasar, nilainya diperkirakan cukup sekitar Rp1 miliar. Seharusnya bisa dianggarkan dari dana aspirasi jika memang peduli terhadap dunia pendidikan,” tegasnya.

Ia juga menilai, keberpihakan para wakil rakyat dapat dilihat dari kehadiran dan respons mereka dalam forum musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang).

“Kasus ini sudah berlangsung puluhan tahun, berganti bupati dan berganti anggota DPRD, namun tidak ada penyelesaian. Ini merupakan bentuk pembiaran. Disdik juga terkesan nyaman menumpang di atas tanah desa, sehingga pihak desa selalu harus mengalah setiap ada kegiatan,” ungkapnya.

Selain itu, Bangbang menilai Disdik Kabupaten Bogor tidak tanggap terhadap kondisi sekolah yang masih menumpang di lahan desa.

“Ini memalukan. Disdik seolah tidak bergerak cepat merespons keluhan pihak sekolah agar proses pembelajaran bisa lebih maksimal,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pasir Muncang, Yudi Wahyudin, membenarkan bahwa selama ini aktivitas pemerintahan desa sering terganggu akibat keberadaan sekolah yang berdampingan langsung dengan kantor desa.

“Selama ini kami sudah mengajukan relokasi sekolah tersebut, namun belum ada respons. Banyak kegiatan desa yang akhirnya terhambat dan tidak bisa berjalan secara fokus,” kata Yudi.

Ia menjelaskan, setiap hari Senin pelayanan desa terpaksa menyesuaikan jadwal karena halaman dan akses menuju kantor desa digunakan untuk pelaksanaan upacara bendera siswa.

“Setiap Senin pelayanan harus menunggu upacara bendera selesai, karena jalan menuju kantor desa dipakai untuk upacara,” jelasnya.

Selain itu, saat pemerintah desa menggelar rapat koordinasi, suasana kerap tidak kondusif karena bertepatan dengan jam istirahat siswa.

“Anak-anak bermain di halaman kantor desa saat jam istirahat, sehingga rapat sering tidak fokus,” ujarnya.

Yudi menambahkan, dalam Musrenbang tahun ini, relokasi SDN Pasir Muncang 01 telah diusulkan sebagai program prioritas untuk tahun anggaran 2027, khususnya untuk pengadaan lahan terlebih dahulu.

“Mudah-mudahan tidak dicoret karena ini kebutuhan penting demi peningkatan kenyamanan dan pelayanan, baik bagi pihak sekolah maupun pihak desa,” ucapnya.

Ia juga menyebutkan, pada jam istirahat, ratusan siswa sering memanfaatkan halaman kantor desa untuk bermain, ditambah orang tua siswa yang menunggu anak-anak mereka.

“Bahkan untuk pelaksanaan rapat Musrenbang desa bersama pihak kecamatan, kami sering memilih hari libur agar kegiatan bisa berjalan lebih fokus dan kondusif,” pungkasnya. Yudi

Putus Sekolah Tak Halangi Prestasi, Abdul Ropi Raih Juara Aeromodeling Nasional

0

Cigombong | Jurnal Bogor

Putus sekolah dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Bogor tidak membuat Abdul Ropi patah semangat untuk terus berkarya. Berbekal hobi membongkar dan merakit peralatan elektronik secara otodidak, pemuda asal Desa Ciburuy, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor ini justru berhasil menorehkan prestasi di tingkat nasional di bidang aeromodeling.

Abdul Ropi diketahui pernah meraih juara III pada ajang lomba aeromodeling tingkat nasional Piala Panglima TNI yang digelar di Lapangan Terbang Atang Sanjaya, milik TNI Angkatan Udara. Kegiatan tersebut diikuti peserta dari berbagai daerah di Pulau Jawa maupun luar Pulau Jawa.

Pesawat yang dilombakan merupakan hasil rakitan sendiri dengan memanfaatkan bahan polyfoam serta komponen elektronik bekas yang direkondisi. Jenis pesawat yang diikutsertakan dalam perlombaan tersebut adalah tipe pylon atau pesawat khusus balap.

“Pesawat yang saya rakit terbuat dari polyfoam, sedangkan komponen elektroniknya dari barang bekas. Jenis pesawatnya pylon atau pesawat balap. Alhamdulillah tim kami bisa meraih juara tiga,” ujar Abdul Ropi, Kamis (05/02/26).

Keterbatasan ekonomi sempat membuat Ropi harus berhenti sekolah di MAN 4 Bogor. Ayahnya bekerja sebagai pengemudi ojek, sehingga tidak mampu membiayai pendidikan lanjutan.

“Ayah saya kerjanya ngojek, jadi untuk kebutuhan keluarga sangat terbatas. Karena tidak punya biaya untuk melanjutkan sekolah, saya berhenti sekolah di MAN 4 Bogor,” ungkapnya.

Namun berkat kemampuannya memperbaiki peralatan elektronik, Ropi kemudian mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan melalui program beasiswa dari SMK Taman Global Cicurug, Kabupaten Sukabumi.

“Beberapa tahun kemudian saya diminta melanjutkan sekolah di SMK Taman Global dengan beasiswa dari Ibu Hajjah Lilih Kurniasih dan dukungan dari Kepala Sekolah, Bapak Nandang Tejakusuma, yang terus memberikan saya semangat,” katanya.

Ropi bukan lulusan sekolah kejuruan bidang elektronik. Seluruh kemampuan yang dimilikinya diperoleh secara mandiri tanpa pendidikan formal di bidang tersebut. Ia belajar melalui buku dan berbagai tayangan pembelajaran di media sosial.

“Saya belajar mandiri atau otodidak, dari buku dan juga dari media sosial. Komponen pesawat semuanya dari barang bekas. Contohnya, remote pesawat yang aslinya harganya sekitar Rp7 juta, saya beli dalam kondisi rusak lalu saya perbaiki, jadi modalnya hanya sekitar Rp500 ribu. Kamera pesawat yang harganya jutaan juga saya beli rusak Rp300 ribu, lalu bisa normal lagi,” jelasnya.

Berkat keahliannya tersebut, pada tahun 2023 Ropi membuka usaha jasa servis drone dan peralatan elektronik dengan nama Rovi Servis.

Ke depan, Ropi berharap dapat mengembangkan kemampuannya dengan membuat pesawat berukuran lebih besar.

“Kalau ada rezeki, saya ingin membuat pesawat yang lebih besar lagi, bahkan cita-cita saya ingin membuat pesawat Hercules,” pungkasnya. Yudi

Warga Desa Batutulis Nanggung Perbaiki PJU Jelang Ramadhan

0

Nanggung | Jurnal Bogor

Menjelang bulan suci Ramadhan, warga Desa Batutulis, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, kembali melakukan perbaikan Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang jalan lingkar Pasirgintung–Cipeutir, Desa Batutulis, tepatnya di jalur menuju TPU Makam Gede.

Perbaikan PJU tersebut tidak hanya bermanfaat untuk akses warga menuju area pemakaman, namun juga sangat membantu aktivitas para petani bunga sedap malam yang berada di kawasan hamparan Sawah Minggu.

Penggiat lingkungan Desa Batutulis, Asep Suryana, mengatakan kegiatan perbaikan PJU merupakan inisiatif warga yang selama ini rutin dilakukan. Terlebih, momen perbaikan kali ini bertepatan dengan datangnya bulan suci Ramadhan.

“Inisiatif warga memperbaiki PJU ini memang rutin dilakukan. Apalagi sekarang menjelang bulan puasa,” kata Asep Suryana, Kamis (5/2/2026).

Menurut Asep, perawatan PJU tidak hanya dilakukan menjelang Ramadhan saja. Pada bulan-bulan biasa pun, apabila terdapat PJU yang rusak atau tidak menyala, warga tetap melakukan perbaikan secara swadaya.

“PJU merupakan salah satu kebutuhan masyarakat. Jadi masyarakat sebagai penerima manfaat juga harus ikut merawat PJU itu,” ujarnya.

Asep yang juga menjabat sebagai ketua RT di lingkungan Desa Batutulis sekaligus menjadi bagian dari teknisi perbaikan PJU menyebutkan, apabila kondisi lampu PJU tidak menyala, maka langsung dilakukan penggantian lampu.

“Kalau lampunya mati, tentu kita ganti. Dari mana pun bantuan lampunya, yang penting jalan yang tadinya gelap sekarang bisa kembali terang,” ucapnya.

Ia berharap, menjelang Ramadhan seluruh PJU di wilayah tersebut dapat kembali menyala secara menyeluruh.

“Apalagi mendekati bulan puasa ini, kita upayakan PJU bisa menyala semua,” harapnya.

Diketahui, sebanyak 21 tiang PJU berbahan besi bantuan CSR PT Antam yang dibangun pada Maret 2025 lalu, kini lampunya diganti menggunakan lampu tembak.

“Supaya jangkauan cahayanya lebih jauh, beberapa tiang PJU menggunakan lampu tembak,” pungkas Asep. Arip Ekon

Bapenda Dongkrak PKB Melalui SI WAHID

0

Bogor | Jurnal Bogor

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor terus berinovasi dalam mendongkrak pendapatan daerah. Salah satunya dengan membuat aplikasi Si Wahid (Sistem Informasi Warga Himpun Data) yang akan diluncurkan dalam waktu dekat ini.

Kepala Bidang Pengendalian dan Penagihan Bapenda Kota Bogor, Febby Hendra Benjamin mengatakan bahwa aplikasi itu dibuat untuk menelusuri Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

“Aplikasi ini untuk menampung semua data PKB. Darisana terlihat mana yang menunggak dan mana yang tidak,” ucapnya kepada wartawan, Kamis (5/2).

Menurut dia, aplikasi SI WAHID nantinya akan tersambung ke Bapenda Jawa Barat (Jabar), mengingat PKB merupakan kewenangan mereka.

“Ini adalah ikhtiar Bapenda Kota Bogor membantu Jabar untuk mendongkrak pendapatan dari sektor PKB,” jelasnya.