27.7 C
Bogor
Friday, September 25, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 29

21 Angkot Tua Langgar Aturan, 10 Unit Dikandangkan

0

Bogor | Jurnal Bogor

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kembali memperketat penertiban angkutan kota (angkot) yang tidak memenuhi ketentuan. Dalam operasi gabungan yang dipimpin langsung Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, di Jalan Ir. H. Juanda, Kecamatan Bogor Tengah, Selasa (14/7/2026), petugas menjaring puluhan angkot yang melanggar aturan, termasuk kendaraan yang sebelumnya sudah pernah ditindak namun kembali beroperasi.

Operasi yang melibatkan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Polresta Bogor Kota, TNI, dan instansi terkait itu menyasar angkot yang telah melewati batas usia operasional serta kendaraan yang tidak memenuhi persyaratan administrasi sebagaimana diatur dalam Peraturan Wali Kota (Perwali) Kota Bogor Nomor 11 Tahun 2026.

Kepala Bidang Angkutan Dishub Kota Bogor, Dody Wahyudin, mengatakan sebanyak 21 angkot yang terjaring merupakan kendaraan produksi tahun 2000 hingga 2002 yang seharusnya sudah tidak lagi beroperasi.

“Dari hasil pemeriksaan di lapangan terdapat 21 kendaraan angkutan kota yang rata-rata diproduksi tahun 2000 hingga 2002. Seluruhnya dilakukan penyitaan surat-surat kendaraan,” kata Dody.

Dari jumlah tersebut, 10 unit langsung dikandangkan di Kantor Dishub Kota Bogor karena tidak dapat menunjukkan dokumen sah, seperti STNK, izin trayek, maupun kartu uji KIR. Sementara kendaraan lainnya dikenai sanksi sesuai jenis pelanggaran yang ditemukan.

Angkot yang ditindak berasal dari sejumlah trayek, di antaranya trayek 02 Sukasari–Bubulak, trayek 08, trayek 06, dan trayek 01 Cipinang Gading–Merdeka.

Dishub juga menemukan beberapa angkot yang sebelumnya pernah terjaring razia, tetapi tetap nekat kembali beroperasi. Terhadap kendaraan yang membandel tersebut, petugas langsung mengambil tindakan tegas dengan mengandangkan armadanya.

Menurut Dody, pemilik kendaraan yang melanggar diwajibkan membuat surat pernyataan untuk melakukan peremajaan armada, mengubah fungsi kendaraan, atau menghapus kendaraan dari operasional. Berdasarkan Perwali Nomor 11 Tahun 2026, pemilik masih diberikan waktu enam bulan untuk memenuhi ketentuan tersebut.

“Pemilik maupun badan hukum akan diminta membuat surat pernyataan untuk melakukan peremajaan kendaraan, mengubah fungsi kendaraan, atau dilakukan penghapusan kendaraan,” ujarnya.

Selain itu, petugas juga menilang 16 angkot produksi tahun 2007 hingga 2009 yang masih berada dalam batas usia operasional, namun tidak memenuhi persyaratan administrasi.

Pelanggaran yang ditemukan antara lain izin trayek yang telah habis masa berlakunya, kartu pengawasan tidak aktif, belum menjalani uji KIR, hingga pengemudi yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

“Untuk kendaraan yang usianya masih di bawah 20 tahun, kami lakukan penilangan karena administrasinya tidak lengkap dan ada pengemudi yang tidak memiliki SIM,” jelas Dody.

Meski penertiban terus dilakukan, Dody mengakui program peremajaan armada masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya keterbatasan kemampuan finansial para pemilik angkot untuk mengganti kendaraan.

Dishub bersama Organda dan badan hukum sebenarnya telah memfasilitasi akses pembiayaan melalui perbankan. Namun, banyak pemilik angkot yang belum dapat memanfaatkan fasilitas tersebut karena terkendala hasil BI Checking yang tidak memenuhi persyaratan.

Hingga 14 Juli 2026, Dishub Kota Bogor mencatat sebanyak 313 armada telah berhenti beroperasi dari total 1.780 angkot yang izin trayeknya dicabut. Capaian tersebut merupakan hasil penertiban yang terus dilakukan untuk mempercepat program peremajaan angkutan kota.

Pemkot Bogor menegaskan operasi penertiban akan terus dilaksanakan secara berkala sebagai upaya meningkatkan keselamatan transportasi umum, menekan keberadaan kendaraan yang tidak laik jalan, serta mendorong modernisasi armada angkot agar masyarakat memperoleh layanan transportasi yang lebih aman, nyaman, dan berkualitas.

** Fredy Kristianto

Petani Pasirjaya Bersuara, Dukung Penuh Pengukuran Lahan oleh BPN

0

Cigombong | Jurnal Bogor – Ratusan petani penggarap di Desa Pasirjaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, menyatakan sikap tegas mendukung pelaksanaan pengukuran lahan oleh Kantor Pertanahan (BPN) Kabupaten Bogor.

Dukungan tersebut disampaikan melalui deklarasi para petani penggarap sebagai bentuk kepercayaan terhadap pemerintah dalam mewujudkan tertib administrasi pertanahan serta memberikan kepastian data dan hukum atas penguasaan maupun pemanfaatan lahan.

Petani Salak Jaya, Jono mengatakan, pengukuran lahan oleh BPN merupakan langkah penting untuk memberikan kejelasan dan kepastian bagi para petani yang selama ini menggantungkan hidup dari lahan garapan.

“Bagi kami para petani, lahan yang selama ini digarap merupakan sumber mata pencaharian dan penopang kehidupan keluarga. Karena itu, kami mendukung penuh pengukuran yang dilakukan BPN agar data di lapangan jelas dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Jono, Selasa (14/7/2026).

Menurut Jono, para petani menaruh kepercayaan terhadap proses pengukuran yang dilakukan oleh BPN sebagai lembaga pemerintah yang memiliki kewenangan di bidang pertanahan.

“Kami ingin proses ini berjalan sesuai aturan. Dengan adanya hasil pengukuran resmi dari BPN, tentunya akan ada kepastian data dan setiap persoalan pertanahan dapat diselesaikan secara transparan berdasarkan fakta di lapangan,” tegasnya.

Ia menambahkan, ratusan petani penggarap telah berkomitmen untuk mendukung dan menjaga kelancaran proses pengukuran lahan. Masyarakat juga diharapkan menghormati tahapan yang sedang dilakukan oleh pemerintah.

“Kami para petani penggarap satu suara mendukung pengukuran lahan oleh BPN. Kami mengajak semua pihak untuk menghormati proses ini dan bersama-sama menjaga situasi tetap aman serta kondusif,” ungkap Jono.

Lebih lanjut, Jono berharap pengukuran lahan dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan tertib administrasi pertanahan dan memberikan kepastian hukum bagi seluruh pihak yang berkepentingan.

“Harapan kami sederhana, pengukuran ini berjalan lancar dan menghasilkan data yang akurat. Semoga hasilnya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, pemerintah, dan tentunya para petani yang selama ini menggantungkan hidup dari lahan tersebut,” pungkasnya. Yudi

Ceceran Tanah Disorot, DPRD Kota Bogor Desak Kontraktor Batutulis Dievaluasi

0

Bogor | Jurnal Bogor

Ketua Komisi II DPRD Kota Bogor, Achmad Rifki Alaydrus, mendukung langkah Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim yang akan memberikan teguran kepada kontraktor pelaksana Proyek Trase Baru Batutulis apabila terbukti lalai dalam menerapkan standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) maupun pengamanan lingkungan proyek.

Menurut Rifki, proyek strategis bernilai besar di kawasan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, harus menjadi contoh pembangunan yang profesional, patuh terhadap aturan, serta mengutamakan keselamatan masyarakat.

“Kami mengapresiasi langkah cepat Wali Kota Bogor yang akan memberikan teguran kepada kontraktor pelaksana Proyek Trase Baru Batutulis apabila ditemukan kelalaian dalam pelaksanaan pekerjaan,” ujar Rifki, Selasa (14/7/2026).

Ia menegaskan, kontraktor memiliki tanggung jawab memenuhi seluruh ketentuan yang tercantum dalam kontrak pekerjaan, mulai dari aspek teknis, administrasi, penerapan K3, pengamanan area proyek, hingga mitigasi dampak terhadap masyarakat sekitar.

Menurutnya, seluruh kewajiban tersebut tidak boleh dipandang sebagai formalitas administrasi, melainkan harus diterapkan secara konsisten selama proyek berlangsung demi menjamin keselamatan pekerja maupun pengguna jalan.

“Seluruh aspek teknis, administrasi, K3, pengamanan lingkungan, dan mitigasi dampak kepada warga merupakan kewajiban yang harus dipenuhi kontraktor selama proyek berjalan,” tegasnya.

Selain meminta kontraktor menjalankan kewajibannya, Rifki juga mendorong aparat kewilayahan, khususnya camat dan lurah, agar lebih aktif melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan proyek di wilayah masing-masing.

Menurutnya, pemerintah di tingkat wilayah tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus hadir untuk memantau pekerjaan, menindaklanjuti keluhan masyarakat, serta memastikan seluruh kewajiban kontraktor dipenuhi sesuai ketentuan.

“Keberadaan pemerintah di tingkat wilayah sangat penting agar persoalan yang muncul bisa segera diselesaikan sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar,” katanya.

Pernyataan Rifki sejalan dengan sikap Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim yang sebelumnya menegaskan akan memberikan teguran keras kepada kontraktor apabila tidak menerapkan standar K3 secara maksimal di lokasi Proyek Trase Baru Batutulis.

Atensi tersebut muncul setelah ditemukan ceceran tanah di sekitar area proyek yang dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor.

“Nanti saya tegur kontraktor yang tidak menerapkan K3. Saya saja ke proyek mencontohkan menggunakan helm dan rompi. Masa mereka tidak menerapkan K3,” kata Dedie.

Sementara itu, perwakilan PT Promix Prima Karya selaku pelaksana proyek, Dudung Agus, menyampaikan pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk meminimalkan dampak pekerjaan terhadap lingkungan sekitar. Salah satunya dengan melakukan penyemprotan dan pembersihan kendaraan proyek yang keluar masuk area kerja secara rutin.

“Kami semprot pagi, siang, dan menjelang magrib,” ujarnya.

Meski demikian, hasil pantauan di lapangan masih memperlihatkan adanya material tanah yang tercecer di badan jalan sekitar lokasi proyek. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena berpotensi membahayakan pengguna jalan, khususnya saat arus lalu lintas padat.

Selain itu, penyemprotan air untuk membersihkan jalan juga dinilai dapat membuat permukaan aspal menjadi basah dan licin. Apabila masih terdapat sisa material tanah, kondisi tersebut berisiko meningkatkan potensi kendaraan tergelincir.

Karena itu, DPRD Kota Bogor berharap penerapan standar K3 dan pengamanan lingkungan proyek benar-benar dijalankan secara optimal agar pembangunan Trase Baru Batutulis dapat berlangsung tanpa mengabaikan aspek keselamatan masyarakat.

** Fredy Kristianto

Masjid Al-Madinah Salurkan Santunan Rp91 Juta untuk 355 Anak Yatim dan Dhuafa

0

Bogor | Jurnal Bogor

Masjid Al-Madinah Mutiara Bogor Raya menggelar Tabligh Akbar Muharram 1448 Hijriah yang dirangkaikan dengan santunan bagi anak yatim dan dhuafa, Minggu (12/7/2026). Kegiatan bertema “Mengukir Amal Saleh, Meraih Keberkahan Bersama” tersebut menjadi momentum mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian sosial sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah.

Sejak pagi, ratusan jamaah memadati ruang utama masjid. Lantunan dzikir, shalawat, serta hadroh mengiringi jalannya kegiatan yang diawali dengan pembacaan dzikir dan tahlil oleh Majelis Dzikir Mutiara. Suasana khusyuk semakin terasa saat Majelis Ta’lim Al-Madinah melantunkan Maulid Simtudduror sebelum memasuki rangkaian tabligh akbar.

Ketua DKM Al-Madinah, Slamet Iswantoro, mengatakan bahwa memakmurkan masjid merupakan tanggung jawab bersama seluruh umat, bukan hanya pengurus. Karena itu, ia mengajak seluruh jamaah untuk terus mendukung berbagai program DKM Al-Madinah selama masa kepengurusan periode 2026–2029.

Pada kesempatan tersebut, Slamet juga mengungkapkan rasa syukur atas tingginya kepedulian masyarakat. Melalui donasi yang terkumpul, panitia berhasil menghimpun dana santunan sebesar Rp91 juta.

Dana tersebut disalurkan kepada 85 anak yatim dan 270 warga dhuafa yang berasal dari lingkungan Perumahan Mutiara Bogor Raya, Graha Pajajaran, serta Kelurahan Katulampa.

“Kepercayaan masyarakat ini menjadi amanah bagi kami untuk terus menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi umat. Semoga setiap donasi yang diberikan menjadi amal jariyah bagi para donatur,” ujarnya.

Sementara itu, tausiyah disampaikan oleh Ustadz Samsam Nurhidayat yang mengajak jamaah menjadikan bulan Muharram sebagai momentum hijrah menuju kehidupan yang lebih baik. Menurutnya, amal saleh tidak hanya diwujudkan melalui ibadah seperti shalat dan dzikir, tetapi juga melalui kepedulian terhadap sesama, menjaga persaudaraan, serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Pesan tersebut kemudian diwujudkan melalui penyerahan santunan kepada para penerima manfaat. Senyum anak-anak yatim, rasa haru keluarga penerima, hingga antusiasme para donatur menjadi gambaran nyata semangat berbagi yang dibangun dalam kegiatan tersebut.

Bagi DKM Al-Madinah, program santunan tidak hanya menjadi agenda rutin tahunan, tetapi juga bagian dari upaya menjadikan masjid sebagai pusat ibadah sekaligus pusat pemberdayaan sosial. Melalui berbagai kegiatan kemasyarakatan, masjid diharapkan semakin dirasakan manfaatnya oleh warga sekitar.

Kesuksesan penyelenggaraan Tabligh Akbar Muharram 1448 Hijriah juga tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari Majelis Ta’lim Al-Madinah, masyarakat Perumahan Mutiara Bogor Raya, hingga GISMAT MBR GP (Gerakan Infaq dan Shodaqoh Masyarakat Mutiara Bogor Raya dan Graha Pajajaran).

Melalui kolaborasi tersebut, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa semangat berbagi dan gotong royong mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Masjid pun kembali menunjukkan perannya, bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat penguatan kepedulian sosial, persaudaraan, dan pemberdayaan umat.

** Fredy Kristianto

Hoiriya Coffe, Doa dari Seorang Ibu yang Kini Jadi Rumah Kedua untuk Nugas dan Pejuang Deadline

0

Bojonggede | Jurnal Bogor
Kalau biasanya cari tempat nugas harus ke Bogor Kota atau Depok, sekarang warga Bojonggede nggak perlu jauh-jauh lagi.

Hoiriya Coffe & Study Space resmi dibuka di Jl. Tugu Macan, Susukan, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor. Tempat ini datang membawa misi sederhana yaitu jadi ruang yang nyaman untuk belajar, bekerja, dan bertumbuh.

Pengumuman pembukaannya singkat tapi penuh makna: “Bismillah, alhamdulillah sudah buka”. Di balik pembukaan itu ada cerita haru.

Nama Hoiriya diambil dari nama almarhumah Ibu Hoiriah. Bagi pendirinya, kafe ini adalah bentuk legacy dan doa. Harapannya, setiap orang yang melangkah masuk ke sini membawa pulang sesuatu yang bermanfaat.

“Ini bukan cuma usaha. Ini amanah. Kami ingin tempat ini jadi ladang kebaikan, tempat orang merasa diterima dan punya ruang untuk berkembang,” ujar Jalaludin, pengelola Hoiriya Coffe, Senin (13/7/2026).

Bojonggede dan sekitarnya selama ini dikenal sebagai kawasan penyangga Jakarta, Bogor dan Depok. Banyak mahasiswa, pekerja, dan pelajar tinggal di sini. Tapi jujur, pilihan tempat yang enak buat fokus nugas masih terbatas.

Kebanyakan kafe musiknya kencang. Perpustakaan jam bukanya terbatas. Kantor sewa terlalu formal dan mahal. Nah, Hoiriya Coffe datang di tengah-tengah itu.

Dengan konsep kafe, resto dan study space, Hoiriya Coffe memposisikan diri sebagai “ruang ketiga”. Tempat di antara rumah dan kampus atau kantor. Tempat di mana kamu boleh produktif, tapi tetap santai.

Begitu masuk, vibesnya langsung kerasa. Interior didominasi warna terang dengan lampu gantung bulat yang bikin hangat. Meja panjang disiapkan untuk kerja kelompok. Ada juga meja-meja kecil untuk yang mau fokus sendirian. Tata letaknya sengaja dibuat lega, biar nggak pengap dan nggak ganggu konsentrasi.

Hoiriya Coffe nggak mau jadi “kafe biasa”. Makanya ada 3 pilar utama yang jadi unggulan:

1.  Co-working & Study Space
    Ini surganya anak skripsi, freelancer, dan tim project. Colokan ada di mana-mana, WiFi kencang, dan yang paling penting: suasananya tenang. Kamu bisa bawa laptop, buka buku, dan fokus berjam-jam tanpa merasa diusir.

2.  Meeting Room
    Capek meeting di cafe yang berisik? Hoiriya Coffe ada ruang khusus. Cocok untuk rapat tim, kelas kecil, bimbingan, atau pertemuan komunitas. Ruangan lebih privat dan bisa dipesan. Jadi diskusi bisa lebih fokus.

3.  Pojok Baca
    Buat kamu tim yang suka baca buku sambil ngopi, ada sudut khusus yang tenang. Ambil buku, pesan minuman, duduk. Simple. Tempat ini cocok buat isi ulang energi dan cari inspirasi.

Menu di Hoiriya Coffe juga disiapkan buat nemenin aktivitas seharian. Dari sarapan, makan siang, sampai dinner bareng teman. Ada kopi, non-kopi, camilan, sampai makanan berat. Jadi kamu bisa datang pagi buat nugas, siang meeting, sore lanjut nongkrong.

Lebih dari Sekadar Tempat Nongkrong
Yang bikin Hoiriya Coffe beda adalah niat di baliknya. Nama “Hoiriya” jadi pengingat terus-menerus bahwa tempat ini harus bermanfaat.

“Kami nggak mau ini cuma jadi tempat ngopi. Kami mau di sini lahir ide-ide baru. Skripsi selesai. Bisnis mulai. Komunitas ketemu. Itu harapan kami,” jelas Jalaludin.

Di era semua serba cepat dan bising, Hoiriya Coffe memilih jalur yang berbeda yakni pelan, hangat, dan fungsional. Tempat ini mengajak orang untuk berhenti sejenak, fokus, lalu bertumbuh.

Buat warga Bojonggede, Citeureup, Tajur, dan Depok Selatan, ini kabar baik. Nggak perlu lagi macet-macetan ke kota cuma buat cari tempat nyaman. Sekarang, ruang produktif sudah ada di dekat rumah.

Datang dan rasakan sendiri Hoiriya Coffe karena bisa untuk semua kalangan mulai dari pelajar, mahasiswa, pekerja, komunitas, sampai ibu-ibu arisan yang mau tempat meeting santai.

Hoiriya Coffe memiliki fasilitas co-working space, meeting room, pojok baca, wiFi, dan colokan.

“Di Hoiriya Coffe diharapkan bisa melahirkan karya dan ide-ide karena dari meja-meja ini lahir banyak karya, dari cangkir kopi ini lahir banyak diskusi, dan dari tempat ini lahir banyak kebaikan,” tandas Jalaludin.

(Wawan Hermawanto)

DPD PPSI Kota Bogor Resmi Dilantik, Usung Transformasi Pencak Silat

0

Kota Bogor | Jurnal Bogor – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) Kota Bogor menggelar pelantikan dan deklarasi kepengurusan periode 2026–2031 Minggu (12/7/2026), di Gedung DPRD Kota Bogor.

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi PPSI Kota Bogor dalam memperkuat organisasi sekaligus menjaga dan mengembangkan pencak silat sebagai bagian dari seni budaya dan jati diri bangsa.

Selain pelantikan dan deklarasi kepengurusan, acara turut dirangkaikan dengan Kaprigelan (Kabogoran) serta peluncuran blueprint Transformasi DPD PPSI Kota Bogor. Program tersebut diharapkan menjadi arah dan landasan organisasi dalam menjalankan berbagai program kerja selama empat tahun ke depan.

Ketua periode 2026-2031 Putera Hizriandra mengatakan, pelantikan kepengurusan baru harus menjadi awal untuk membangun organisasi yang semakin solid, profesional dan mampu memberikan ruang bagi para pelaku serta perguruan pencak silat.

Menurutnya, PPSI memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan pencak silat, khususnya di tengah perkembangan zaman dan derasnya arus budaya modern.

“Pencak silat bukan hanya berbicara tentang bela diri, tetapi di dalamnya terdapat nilai seni, budaya, karakter dan kearifan lokal. Kepengurusan yang baru harus mampu melakukan inovasi tanpa meninggalkan akar budaya pencak silat itu sendiri,” ujarnya.

Putera berharap, DPD PPSI Kota Bogor dapat membangun sinergi dengan pemerintah daerah, KORMI, komunitas seni budaya serta seluruh perguruan pencak silat yang ada di Kota Bogor.

Sementara itu, Ketua KORMI Kota Bogor, Zenul Mutaqin, menyambut positif pelantikan dan deklarasi kepengurusan DPD PPSI Kota Bogor periode 2026–2031.

Ia menilai, keberadaan PPSI memiliki peran penting dalam mengembangkan olahraga masyarakat berbasis seni dan budaya. Terlebih, pencak silat memiliki akar sejarah yang kuat dan dekat dengan kehidupan masyarakat Jawa Barat.

“KORMI tentunya mendukung berbagai program positif PPSI Kota Bogor. Kami berharap kepengurusan baru semakin aktif melakukan pembinaan, melahirkan berbagai kegiatan dan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam melestarikan pencak silat,” katanya.

Peluncuran blueprint Transformasi DPD PPSI Kota Bogor juga menjadi salah satu langkah strategis dalam membangun tata kelola organisasi yang lebih modern, terarah dan berkelanjutan.

Melalui kepengurusan periode 2026–2031, DPD PPSI Kota Bogor diharapkan mampu menjadi wadah pemersatu perguruan dan pelaku pencak silat, sekaligus membawa seni budaya pencak silat semakin dikenal dan dicintai generasi muda.

Pelantikan dan deklarasi tersebut sekaligus menegaskan komitmen PPSI Kota Bogor untuk terus menjaga warisan budaya bangsa serta menjadikan pencak silat sebagai bagian penting dalam pembangunan karakter masyarakat. Yudi

Optik Avicena Buka di Lawanggintung, Sediakan Softlens Berlisensi Dinkes dan Periksa Mata Gratis

0

Bogor | Jurnal Bogor
Kabar baik buat warga Bogor! Kini tidak perlu jauh-jauh ke pusat kota untuk cari kacamata dan softlens berkualitas. Optik Avicena dengan tagline “Your Eyes Are Gold” resmi hadir di Jl. Lawanggintung, persisnya di pertigaan belokan Lawanggintung sebagai Softlens & Glasses Shop terdekat.

Mengusung konsep toko modern dengan pelayanan cepat, Optik Avicena menyasar pelajar, mahasiswa, pekerja, hingga keluarga yang ingin menjaga kesehatan mata tanpa menguras kantong.

Jamin Aman, Softlens Berlisensi Dinkes RI
Salah satu yang jadi pembeda Optik Avicena adalah komitmen pada keamanan. Semua softlens warna yang dijual sudah berlisensi Dinkes RI dan terdaftar di Kementerian Kesehatan.

“Kami pastikan semua produk softlens aman. Kesehatan mata pelanggan adalah prioritas utama kami. Jangan sampai pakai softlens abal-abal,” tegas Jove, Owner Optik Avicena, Sabtu (11/07/2026).

Selain softlens, tersedia juga frame kacamata model terbaru untuk semua usia dan gaya. Buat yang punya resep dokter, Optik Avicena juga melayani pembuatan lensa minus, plus, hingga silinder.

Layanan Cepat, Bisa Ditunggu
Biar pelanggan nggak nunggu lama, Optik Avicena menawarkan layanan “bisa ditunggu”. Beberapa layanan unggulan di antaranya:

1.  Periksa Mata Dasar Gratis: Cek kondisi kesehatan mata awal
2.  Pemasangan Lensa Kacamata: Cepat dan sesuai resep dokter
3.  Konsultasi Frame & Softlens: Tim siap bantu pilihkan yang paling cocok dengan wajah dan kebutuhan

“Harga kami hemat. Tujuannya supaya semua kalangan bisa punya kacamata bagus, aman, dan stylish tanpa harus mahal,” tambah Jove di tempat Usahanya , Optik Avicena sangat strategis. Cukup cari neon flag besar berbentuk kacamata di area Pertigaan Belokan Lawanggintung. Interior toko terang, rapi, dan display produknya tertata sehingga pengunjung nyaman saat memilih.

Dengan hadirnya Optik Avicena, diharapkan masyarakat Bogor semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan mata dan menggunakan alat bantu penglihatan sesuai standar.

(Wawan Hermawanto)

–

Ini Zeb Cafe Buka di Bogor, Tawarkan Kare Oma dan Menu Harga Mulai 8 Ribuan

0

Bogor | Jurnal Bogor
Ini Zeb Cafe Tajur resmi hadir di Jl. Raya Tajur, Kota Bogor sebagai destinasi kuliner dan nongkrong baru warga Bogor Timur. Mengusung tagline “Good food, Good coffee, Good moment”, kafe ini hadir dengan konsep modern, nyaman, dan family friendly.

Dibuka setiap hari, Ini Zeb Cafe Tajur menargetkan semua kalangan mulai dari pelajar, mahasiswa, pekerja, hingga keluarga. Dengan harga mulai Rp8.000, kafe ini ingin memastikan semua orang bisa menikmati makanan enak tanpa memberatkan budget.

Menu Andalan: Kare Oma dan Teh Special Zeb
Sebagai pembeda, Ini Zeb Cafe Tajur menghadirkan menu signature Kare Oma Rp25.000. Menu ayam berkuah kare khas rumahan ini bisa dinikmati dengan nasi putih, roti canai, atau mie canai.

“Kare Oma adalah resep keluarga kami. Kami ingin pengunjung merasakan kehangatan masakan rumah di suasana kafe,” ujar Sigit, perwakilan manajemen Ini Zeb Cafe Tajur, Sabtu (11/07/2026)

Menu lain yang jadi ciri khas adalah Teh Special Zeb Rp8.000, racikan teh pilihan dengan rasa khas yang hanya ada di Ini Zeb Cafe Tajur.

Ini Zeb Cafe Tajur menyediakan lebih dari 40 varian menu mulai dari Warmindo Series, Rice Bowl, Noodle, Roti Bakar, Snack, Coffee Series, Tea, Refreshment, hingga Fresh Juice.

Untuk menunjang kenyamanan, kafe ini dilengkapi free wifi, area parkir luas, ruang karaoke, dan area yang nyaman untuk keluarga. Fasilitas ini membuat Ini Zeb Cafe Tajur cocok untuk nugas, meeting santai, gathering, hingga acara keluarga.

“Kami ingin jadi tempat di mana orang dapat 3 hal: makanan enak, kopi yang pas, dan momen berkesan bersama orang terdekat,” tutup Sigit.

(Wawan Hermawanto)

Wanam Sejahtera Lewat Sektor Pertanian, Mentan Amran: Anggaran untuk Papua Kami Tambahkan

0

Merauke | Jurnal Bogor
Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat komitmennya membangun kesejahteraan masyarakat Papua melalui sektor pertanian. Seiring keberhasilan program pengembangan pertanian di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan yang telah meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani, Kementan menambah alokasi anggaran untuk memperluas pembangunan pertanian di Tanah Papua sesuai aspirasi masyarakat.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan keberhasilan pembangunan pertanian di Wanam, Merauke telah mendorong semakin banyak masyarakat dan pemerintah daerah di berbagai wilayah Papua mengajukan program serupa. Karena itu, pemerintah menyesuaikan anggaran agar pembangunan pertanian dapat menjangkau lebih banyak daerah dengan komoditas yang sesuai karakteristik masing-masing.

“Rakyat Papua sudah menikmati dan peningkatan kesejahteraan luar biasa. Dan rakyat masih butuh tambahan. Saya sampaikan tolong usulkan kita siapkan tahun depan (anggaran tambahan),” kata Mentan Amran saat berdialog dengan masyarakat di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, dalam kunjungannya pada Minggu (5/7/2026) lalu.

Komitmen pemerintah tersebut disambut antusias masyarakat Wanam. Tokoh masyarakat, Mama Yasinta, mengatakan masyarakat telah lama menantikan hadirnya program pembangunan yang membawa harapan baru bagi kampung mereka.

“Aspirasi masyarakat yang selama ini kami tunggu dan kami rindu, sehingga lewat kuasa Tuhan kami sudah bertemu,” ujar Mama Yasinta.

Sementara itu, Kepala Kampung Wanam sekaligus pemilik hak ulayat, Arnold Awalik, menyatakan masyarakat menerima sepenuhnya program pemerintah di atas tanah ulayat mereka. Menurutnya, pembangunan sawah akan menjadi jalan bagi masyarakat adat untuk meningkatkan kesejahteraan.

“Kami dari Kelompok Tani Yeloko 1 dan Yeloko 2 dari Kampung Wanam menyatakan menerima program pemerintah di atas tanah ulayat kami. Kami sudah mempunyai alat, tetapi kami belum punya lahan persawahan pribadi. Kami ingin punya lahan persawahan sendiri supaya orang Papua yang tinggal di Wanam bisa punya kesejahteraan,” kata Arnold.

Menanggapi aspirasi tersebut, Mentan Amran langsung menyetujui usulan pembukaan lahan sawah sekitar 250 hektare di Wanam dan memastikan pengerjaannya dimulai tahun ini. Pemerintah juga akan menambah bantuan traktor, membangun jaringan irigasi, serta menerapkan teknologi pertanian modern agar kawasan tersebut menjadi percontohan pengembangan pertanian di Papua.

“Insyaallah selesai tahun ini. Kami yang bertanggung jawab. Nanti kami kirim traktor lagi, irigasi kami bangun, teknologi modern juga kita terapkan di Wanam sehingga masyarakat bisa menikmati hasil pertanian yang lebih baik,” ujar Mentan Amran.

Sebelumnya, pemerintah telah mengalokasikan bantuan pertanian senilai Rp1,3 triliun untuk Papua Selatan pada tahun 2026. Bantuan tersebut berupa alat dan mesin pertanian, pembangunan irigasi, jalan usaha tani, gudang, dryer, hingga pengembangan lahan pertanian yang seluruhnya diberikan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.

Mentan Amran menjelaskan, antusiasme masyarakat Papua terhadap pembangunan sektor pertanian terus meningkat. Bahkan, sejumlah kepala daerah bersama perwakilan petani dari Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan datang langsung ke Jakarta untuk mengusulkan program serupa di daerah masing-masing.

Oleh karena itu, Kementan menyesuaikan alokasi anggaran agar selaras dengan kebutuhan masing-masing daerah. Papua Pegunungan dan Papua Tengah, misalnya, akan mendapat masing-masing 100 ribu paket peralatan pertanian untuk mendukung pengembangan komoditas unggulan seperti ubi. Bantuan pengembangan kopi, kakao, sagu, hingga kedelai juga disiapkan sesuai potensi wilayah.

“Alhamdulillah kami ubah anggaran demi Papua yang kita cintai. Kami ubah anggaran, berikan peralatan untuk Papua Pegunungan 100 ribu paket, Papua Tengah 100 ribu paket, kemudian bantuan kopi ribuan hektare. Semua disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan keunggulan daerahnya,” ujar Mentan Amran.

Secara keseluruhan, pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp3,2 triliun untuk pembangunan pertanian di Papua pada tahun 2026. Dalam dua tahun terakhir, total dukungan pemerintah untuk sektor pertanian di Papua mencapai sekitar Rp5,3 triliun.

Mentan Amran menegaskan seluruh pembangunan pertanian dilakukan menggunakan anggaran pemerintah dan hasilnya sepenuhnya diperuntukkan bagi masyarakat. “Pemerintah yang kerjakan, anggaran dari pemerintah. Setelah jadi semua ini milik rakyat,” tegas Mentan Amran.

Melalui dukungan anggaran, pembangunan infrastruktur pertanian, serta kolaborasi bersama masyarakat adat, Kementerian Pertanian optimistis sektor pertanian akan menjadi penggerak utama kesejahteraan masyarakat Papua sekaligus memperkuat kontribusi Tanah Papua terhadap swasembada pangan nasional.

(Restu/BBPMKP)

Kuasa Hukum Desak Kasus Pengrusakan Rumah Kayu Naik Penyidikan

0

Bogor | Jurnal Bogor

Kasus perusakan rumah kayu milik warga di Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, terus bergulir. Tim kuasa hukum korban, E Suhendar, mendesak jajaran Polsek Bogor Selatan agar segera meningkatkan status penanganan perkara dari tahap penyelidikan ke penyidikan, serta menutup pintu mediasi bagi pihak terlapor.

E Suhendar menjadi korban perusakan setelah rumah kayu yang ia beli seharga Rp50 juta dari Kartika Yudha pada 1 April 2026, dibongkar paksa oleh sekelompok orang. Peristiwa itu terjadi pada 7 Juni 2026, di mana oknum berinisial DS alias Alex diduga memimpin pembongkaran pintu dan jendela rumah tersebut dengan dalih pengalihan hak atas tanah garapan.

Akibat aksi sepihak tersebut, korban mengalami kerugian materiel sebesar Rp50 juta dan telah menempuh jalur hukum dengan melaporkan kejadian ini ke Polsek Bogor Selatan.

Merespons lambatnya progres perkara, tim penasihat hukum korban yang terdiri dari Rahman Joko Purnomo, SH., Muhammad Firdaus, SH., Iwan Setiawan, SH., Endin Yusuf, SH., dan Anna Zeen Messe, SH., menyatakan akan terus mengawal kasus ini.

Perwakilan tim kuasa hukum, Muhammad Firdaus, SH., mengapresiasi kinerja Unit Reskrim Polsek Bogor Selatan yang sejauh ini dinilai objektif. Namun, ia menekankan perlunya langkah hukum yang lebih konkret.

“Kami meminta Polsek Bogor Selatan konsisten bersikap profesional dan transparan. Harapan kami, perkara ini segera ditingkatkan ke tahap penyidikan sesuai aturan yang berlaku agar memberikan efek jera dan mencegah terjadinya korban serupa di masa depan,” tegas Firdaus melalui keterangan tertulisnya, Minggu (12/7/2026).

Lebih lanjut, Firdaus memberikan ultimatum agar pihak kepolisian tidak membuka ruang mediasi terhadap terlapor. Menurutnya, tindakan perusakan tersebut telah memenuhi unsur pidana, sehingga proses hukum harus tetap ditegakkan tanpa kompromi.

“Tuntutan kami jelas: proses hukum harus berkeadilan. Kami minta Kapolsek dan Kanit Reskrim untuk tidak memberikan ruang mediasi dengan alasan apa pun. Jika bukti sudah cukup, maka berkas harus segera dinaikkan ke tahap penyidikan,” kata dia.

Kronologi Sengketa

Rumah kayu tersebut berdiri di lahan garapan yang sebelumnya milik sebuah perusahaan swasta (PT), yang kini statusnya telah diserahkan kepada Pemerintah Kota Bogor. Konflik mencuat ketika DS alias Alex mengeklaim tanah tersebut telah dioperalihkan kepada pihak lain, sehingga melakukan pembongkaran paksa tanpa koordinasi dengan pemilik rumah.

Hingga saat ini, pihak korban masih menanti langkah nyata dari kepolisian untuk memberikan kepastian hukum yang berkeadilan atas kerugian yang dialaminya.

** Fredy Kristianto | *