25.7 C
Bogor
Sunday, April 12, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 262

Kecamatan Tamansari di Hebohkan Kemunculan 5 Ekor Monyet Liar

0

Jurnal Bogor – Staf Kecamatan Tamansari di hebohkan kemunculan lima ekor monyet liar di halaman kantor Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Jumat (17/5/2024).

Menurut informasi warga, kemunculan 5 ekor monyet bermula di gang Pala di atas genting warga. “Gak tau darimana monyet liar itu,” ujar Dede

Adam staf Kecamatan Tamansari mengatakan, ketika mau berangkat jumatan pukul 11.00 WIB, tiba-tiba muncul lima ekor monyet berjalan di halaman kantor Kecamatan, entah datang darimana munculnya monyet tersebut.

Kemunculan monyet liar yang penting tidak menggangu dan tidak membahayakan bagi warga. Diduga kemunculan monyet liar dari Citiis.

“Monyet itu hanya melintas ke halaman kantor Kecamatan, entah pada kemana monyet liar tersebut,” ujar Adam.

(Yudi)

Pemcam Tamansari Dorong Bentuk Pokdarwis Jembatan Komunikasi

0

Jurnal Bogor – Wilayah Tamansari, Kabupaten Bogor banyak destinasi wisata baik wisata alam, Situ, penginapan restoran, hotel dan cafe, menjadi salah destinasi wisata alternatif Puncak Bogor bagi para wisatawan.

Camat Tamansari Yudi Hartono mengungkapkan, Itu langkah yang bagus untuk mengembangkan pariwisata lokal dan mempromosikan potensi wisata yang ada di Kabupaten Bogor. Dengan adanya Pokdarwis, masyarakat bisa lebih terorganisir dalam mengelola dan mempromosikan destinasi wisata di daerah mereka.

“Semoga ini dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dan memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal. Apakah Anda ingin mendapatkan informasi lebih lanjut tentang Pokdarwis atau tempat-tempat wisata di Tamansari,”ungkap Camat, Jumat (17/5/2024).

Menurutnya, Pokdarwis sebagai jembatan komunikasi antara pelaku usaha dengan masyarakat sekitar dan pengunjung.

“Sehingga pengunjung berwisata mendapatkan fasilitas pelayanan dan kenyamanan. Jangan sampai justru berwisata ketika pulang mereka membawa kesal, karena mungkin ada perlakuan yang tidak menyenangkan di jalan atau kelompok-kelompok yang tidak jelas karena belum terkoordinasi dengan bai,” jelasnya.

Mereka dapat membantu mengkoordinasikan kegiatan promosi, menyediakan informasi tentang destinasi wisata lokal, memberikan saran tentang kegiatan yang bisa dilakukan, serta menjawab pertanyaan atau kebutuhan pengunjung dengan baik.

Maka, kita Pemerintah Kecamatan Tamansari, mendorong membentuk Pokdarwis sebagai ujung komunikasi dan sebagai juga sarana komunikasi antara pelaku usaha dan masyarakat sekitar.

“Dengan memiliki Pokdarwis yang efektif, komunikasi antara semua pihak terlibat dalam industri pariwisata dapat berjalan lancar, meningkatkan pengalaman wisatawan, dan meningkatkan pengembangan pariwisata secara keseluruhan,” jelasnya.

(Yudi)

Terciduk Buang Sampah Sembarangan Diberikan Sanksi Sesuai Perda

0

Jurnal Bogor – Adanya tumpukan sampah liar di wilayah desa Sukamantri, Kecamatan Tamansari, akhirnya di tertibkan dan memasang bambu-bambu agar oknum warga tidak membuang ketempat itu.

Tumpukan sampah liar sepertinya dengan sengaja di buang begitu saja oleh oknum warga yang melintas di kawasan tersebut.

Sekdes Sukamatri Fuja Aditiya Suryadiningrat mengatakan, kami bersama pengurus RT/RW, LPM memasang bambu-bambu dan memberi plang agar tidak membuang sampah ke lokasi tersebut.

“Iya, tadi kami pasang bambu. Oknum warga yang membuang sampah ke tempat itu bukan dari warga Sukamatri, diduga sampah-sampah itu sengaja d buah oleh oknum warga lain,” ungkapnya, Jumat (17/5/2024).

Lanjut Fuja, apabila diketahui ada oknum warga membuang sampah ke tempat itu lagi, maka kita akan berikan sanki sesuai peraturan daerah Kabupaten Bogor, no 4 tahun 2015 tentang ketertiban umum.

“Kami ingin menciptakan lingkungan yang bersih, serta terbebas dari sampah-sampah liar. Dan menghimbau agar membuang sampah pada tempatnya,” tegas Fuja.

(Yudi)

KONI Apresiasi Prestasi Atlet Karate PPOPM Kabupaten Bogor

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Ketua KONI Kabupaten Bogor, Dedi Ade Bachtiar mengatakan sangat bangga dengan torehan fantastis skuad Karate PPOPM Kabupaten Bogor pada Kejurnas PPLP, PPLPD dan SKO 2024 di Manado, Sulut yang digelar tanggal 13 – 17 Mei 2024.

Apalagi, kata Dedi, Kejurnas Karate ini diikuti 27 PPLP, PPLPD, SKO dan SMANOR yang ada di Indonesia.
“Luar biasa dan saya bangga dengan prestasi para atlet karate PPOPM dalam Kejurnas kali ini. Tentunya ini akan menjadi modal bagus bagi FORKI Kabupaten Bogor yang sudah punya atlet masa depan,” terang Dedi Ade Bachtiar, Kamis, 16 Mei 2024.

Intinya, sambung Dedi, KONI Kabupaten Bogor sangat mengapresiasi apa yang telah dicapai para atlet Karate PPOPM Kabupaten Bogor.

Dalam ajang Kejurnas Karate antar PPLP, PPLPD dan SKO 2024 ini tim karate PPOPM Kabupaten Bogor mendulang 1 emas dan 5 perak sekaligus juara umum ketiga dan bisa mengalahkan PPLP Jabar dan SKO Ragunan dalam klasemen medali.

“Nantinya para atlet karate peraih medali di ajang Kejurnas harus masuk dalam bank data atlet potensial masa depan FORKI Kabupaten Bogor” tegas Dedi.

Dedi berharap prestasi hebat para atlet Karate PPOPM ini harus menjadi motivasi para atlet dicabor lainnya.

” PPOPM harus menjadi kawah Candradimuka para atlet masa depan yang harus dioptimalkan semua cabor yang ada di KONI Kabupaten Bogor,” pungkasnya. Aga

Belasan Kendaraan Wisata di Jalur Puncak Terjaring Ramcek, Imbas Kecelakaan di Subang

0

Jurnal Bogor – Imbas peristiwa maut kecelakaan Bus Wisata SMK Lingga Kencana Depok di Subang, Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor melakukan pengecekan kendaraan di Jalur Puncak, Bogor.

Kepala Dishub Kabupaten Bogor, Agus Ridho mengatakan, kegiatan ramp check dilakukan terhadap kendaraan-kendaraan wisata yang melintas di wilayah Kabupaten Bogor.

“Menyikapi kejadian kecelakaan yang kemarin di Subang, kami bersama kepolisian dan TNI melakukan langkah-langkah salah satunya melakukan ramp check terhadap kendaraan wisata,” ungkapnya kepada wartawan di Ciawi, Kamis (16/5/2024).

Sebanyak belasan kendaraan wisata terjaring pemeriksaan oleh petugas gabungan tersebut. Dari pemeriksaan tersebut, lanjut Agus Ridho, banyak ditemukan pelanggaran administrasi oleh kendaraan wisata.

“Dari kegiatan hari ini, lumayan banyak, dan kebanyakan ada juga yang memang administrasi, KIR (pengujian kendaraan bermotor) habis,” ujarnya.

Kepada petugas kepolisian mengenakan penilangan atas pelanggaran administrasi tersebut. Sementara sebagian kendaraan lainnya dinyatakan memenuhi syarat kelayakan jalan.

Menurutnya, kegiatan pengecekan ini akan dilakukan secara rutin, terutama di jalur-jalur wisata seperti di Jalur Puncak.

Dengan kegiatan ini, pihaknya berharap dapat meminimalisir terjadi kecelakaan di wilayah Kabupaten Bogor.

“Tentunya harapan kita kegiatan ramcek ini akan terus kita lakukan secara rutin, dan walaupun di hari kerja, apalagi di hari libur kita terus lakukan,” pungkasnya.

(Yudi)

Cegah Aksi Tawuran, SMPN 1 Ciomas Bersama Polsek Ciomas Berikan Arahan Kepada Pelajar

0

Jurnal Bogor – Meminimalisir aksi tawuran antar pelajar, SMPN 1 Ciomas bekerjasama dengan kepolisian sektor Ciomas dengan memberikan edukasi dan himbauan di kalangan pelajar.

Upaya tersebut sangat positif dengan memberikan edukasi dan himbauan tentang pentingnya menjauhi aksi tawuran bisa membantu menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan damai bagi para pelajar.

“Kolaborasi antara sekolah dan kepolisian sangat penting untuk mengatasi masalah tersebut secara efektif. Semoga upaya ini dapat memberikan dampak positif dan mengurangi kasus tawuran di SMPN 1 Ciomas,” ucap Humas SMPN 1 Ciomas Siswanto, Kamis (16/5/2024).

Lanjut Siswanto, setiap selesai ujian terakhir siswa-siswi di kumpulkan di lapangan, kami mengundang dari Polsek memberikan arahan untuk mengantisipasi mengantisipasi tawuran ataupun kenakalan remaja.

Di akhir ujian yang biasa tradisi corat-coret itu jangan terjadi. Dan alhamdulillah di SMPN 1 Ciomas tidak pernah terjadi. Apabila terjadi akan diberikan sanksi.

“Alangkah baiknya baju-baju seragam bisa disumbangkan ke adek kelasnya yang berhak menerima bantuan, jadi pada MPLS seragam itu di pakai,” jelasnya.

Sementara, Kapolsek Ciomas Kompol Iwan Wahyudi mengatakan, sebelum itu terjadi, kami mengambil langkah-langkah untuk preventif pencegahan anak-anak yang akan tawuran dan mengumpulkan. Kemudian kita panggil orang tuanya supaya tawuran itu tidak terjadi.

Sanksi bagi siswa yang kedapatan tawuran sesuai prosedur, dan bilamana membawa senjata tajam, kita akan proses sesuai barang bukti.

Lebih lanjut, kata Iwan, tindakan tegas dari pihak kepolisian, bilamana kedapatan membawa sajam, kita berkoordinasi dengan pihak sekolah.

Saya berharap kepada para siswa-siswi Jangan terpancing ikut tawuran apalagi ikut-ikutan gank motor.
“Kita terus memberikan arahan-arahan kepada sekolah-sekolah di wilayah Kecamatan Ciomas,” ungkap Kompol Iwan Wahyudi.

(Yudi)

Kecamatan Tamansari Gelar Rakor Percepatan Penurunan Angka Stunting

0

Jurnal Bogor – Untuk mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Bogor menuju zero stunting, Pemerintah Kabupaten Bogor lakukan Rembuk Stunting Tingkat Kabupaten Bogor.

Menindaklanjuti percepatan penurunan angka stunting menuju zero stunting di Kabupaten Bogor, Kecamatan Tamansari mengadakan rapat kerja (Rakor) dengan puskesmas, kader posyandu, TP PKK di aula kantor Kacamatan Tamansari terkait penurunan angka stunting diwilayahnya.

“Rapat kerja seperti itu tentu sangat penting untuk mengkoordinasikan upaya penurunan angka stunting. Melibatkan puskesmas, kader posyandu, dan TP PKK adalah langkah yang tepat untuk mencapai tujuan zero stunting,” ungkap Camat Yudi Hartono kepada Jurnal Bogor, Kamis (16/5/2024).

Ia menjelaskan, Itu suatu rencana yang komprehensif. Dengan melibatkan semua pihak terkait, akan lebih mudah untuk mengintervensi dan memberikan dukungan yang dibutuhkan dalam upaya menurunkan angka stunting. Semoga rapat kerja tersebut menghasilkan langkah-langkah yang efektif.

Terlebih, kata Camat, itu bisa memaksimalkan penggunaan dana desa untuk program ketahan pangan tentu merupakan langkah yang cerdas. Memperkuat ketahanan pangan masyarakat akan membantu mengurangi risiko stunting dengan memastikan akses terhadap makanan bergizi.

“Ini juga merupakan investasi jangka panjang dalam kesehatan dan perkembangan anak-anak. Bagaimana rencana detailnya untuk mengimplementasikan program ketahanan pangan ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, kata Yudi, validasi ulang data adalah langkah penting untuk memastikan bahwa intervensi yang direncanakan berdasarkan informasi yang akurat dan terkini. Dengan memastikan data yang valid, agar dapat mengidentifikasi dengan tepat area-area yang membutuhkan perhatian lebih dalam upaya penurunan angka stunting.

Berharap Kecamatan Tamansari bebas dari stunting adalah cita-cita yang sangat mulia. Dengan upaya bersama dan komitmen dari semua pihak terkait, target tersebut bisa tercapai.

“Semoga semua langkah yang direncanakan dan dilaksanakan dapat membawa dampak positif dan menghasilkan perubahan yang signifikan dalam mengatasi stunting di wilayah tersebut,” pungkasnya.

(Yudi)

Kementan Dorong Transformasi Tata Kelola Pembangunan Pertanian Lewat Kompetensi Kepemimpinan Strategis

0

JURNAL Inspirasi – Kementerian Pertanian mendorong transformasi tata kelola pembangunan pertanian dari pertanian konvensional ke pertanian modern, salah satunya melalui peningkatan kompetensi kepemimpinan strategis.

Kepemimpinan strategis yang dibangun mengacu pada visi, misi dan tujuan organisasi serta berlandaskan pada program-program yang dirancang, utamanya meningkatkan produktivitas pertanian untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Ketahanan pangan menjadi isu strategis dan prioritas kebijakan pemerintah saat ini. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan pangan merupakan aspek paling strategis yang wajib dibangun bersama. Ketahanan Pangan identik dengan ketahanan negara.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi yang menyatakan visi Indonesia emas, yaitu mewujudkan Indonesia sebagai negara berdaulat, maju, dan berkelanjutan. Untuk mewujudkannya potensi sektor pertanian di Indonesia harus dioptimalkan guna peningkatan produksi pertanian.

Upaya peningkatan kepemimpinan strategis dilakukan Kementan melalui Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) tingkat II angkatan X yang diselenggarakan oleh Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP)

Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Muhammad Amin dalam kesempatan pembukaan PKN tingkat II, Selasa (14/05/2024) mengatakan tujuan pelatihan adalah mengembangkan kompetensi kepemimpinan strategis pada Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama atau setingkat Eselon II yang akan berperan dalam melaksanakan tugas serta fungsi kepemerintahan di instansinya masing-masing.

Nantinya dengan kompetensi kepemimpinan strategis yang mereka miliki, para pemimpin dapat menjalankan visi dan misi organisasi serta program-program yang mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan. Pelatihan ini juga akan menciptakan pemimpin yang berintegritas, bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).

Amin menambahkan PKN tingkat II juga merupakan momen membangun networking bagi para peserta.

“PKN Tingkat II juga dalam rangka membangun networking dari anak bangsa dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada tahun 2045”, kata Amin.

Sementara itu, Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kompetensi Lembaga Administrasi Negara (LAN), Basseng mengatakan trasnformasi di bidang pertanian masih dapat dioptimalkan karenanya dibutuhkan pemimpin-pemimpin baru yang memiliki pengetahuan luas, global mindset sehingga dapat diimplementasikan dalam membangun pertanian.

“Melalui pelatihan ini, kita akan mencoba mengumpulkan pengetahuan terbaik untuk menciptakan tata kelola pembangunan pertanian yang efektif dan baik, serta dapat memberikan masukan untuk peningkatan produksi pertanian kita”, jelas Basseng.

Lebih lanjut Basseng mengatakan kedepannya tata kelola pembangunan pertanian diharapkan dapat memanfaatkan teknologi dan Artificial Intelligence (AI).

PKN Tingkat II Angkatan X, diselenggarakan mulai tanggal 14 Mei hingga 13 September 2024 secara hybrid dengan total peserta 54 orang, terdiri atas 27 peserta dari Kementerian Pertanian dan 27 orang dari non Kementerian Pertanian.

(BPPSDMP/bbpmkp)

Cetak ASN Kompeten, Assesment Center Kementan Siap Akreditasi

0

JURNAL Inspirasi – Lembaga Assesment Center Kementerian Pertanian terus berupaya meningkatkan mutu dan kualitas penyelenggaraan penilaian kompetensi bagi ASN, salah satunya melakukan proses akreditasi atau pengakuan kelayakan.

Penyelenggaraan penilaian kompetensi melalui assessment center menjadi salah satu bagian dan sekaligus berperan dalam pembentukan manajemen talenta ASN.

Akreditasi bertujuan menjamin kualitas hasil penilaian kompetensi yang dilaksanakan oleh lembaga penyelenggara, serta dapat memenuhi standar penilaian yang ditetapkan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Mengundang BKN sebagai instansi pembina penyelenggaraan kompetensi ASN, Proses akreditasi sampai pada tahap verifikasi pemenuhan dokumen dan visitasi yang dilakukan Senin (13/05/2024) di Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP).

Penilaian kompetensi merupakan salah satu wujud komitmen Kementerian Pertanian untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas SDM ASN yang profesional dan berkualitas. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi menekankan pentingnya ASN profesional.

“Jadilah ASN profesional yang memiliki kompetensi sesuai dengan profesi yang ditekuni, mempunyai pengetahuan, sikap, keterampilan, motivasi, dan atribut lain yang diperlukan agar dapat berhasil dalam pekerjaannya”, sebut Dedi.

Adapun unsur penilaian dalam proses akreditasi meliputi tiga hal yaitu pertama unsur organisasi/kelembagaan yang mencakup penilaian terhadap kedudukan, tugas dan fungsi, ketersediaan Standar Operasional Prosedur (SOP), sarana dan prasarana, fasilitas, anggaran, penjaminan mutu dan pelaporan.

Kedua, unsur SDM, mencakup penilaian terhadap komitmen pimpinan, kuantitas dan kualifikasi asesor, dan ketersediaan tenaga adminisitrasi pengelola. Ketiga, unsur metode dan pelaksanaan yang mencakup kesesuaian antara metode dan alat ukur yang digunakan dengan kompetensi yang diukur termasuk proses penyelenggaraannya.

Asesor BKN, Dwi Wahyu Atmaji pada saat visitasi mengatakan SDM merupakan faktor penting dalam sebuah insititusi. Hadirnya Undang-Undang ASN terbaru, yaitu UU No 20 tahun 2023, menekankan tiga hal utama dalam penilaian ASN, yaitu kualifikasi, kompetensi, dan kinerja. Adanya lembaga assesment center diharapkan mampu menghasilkan ASN yang kompeten.

“SDM ASN kita sangat banyak jumlahnya, kita sangat berkeinginan lembaga assesment center ini dapat menghasilkan SDM yang berkompeten dan bermitra dengan kita (BKN)”, ungkap Dwi.

Dwi menambahkan apabila lembaga assesment center Kementan ini telah mendapatkan akreditasi, maka dapat berkontribusi menyelenggarakan penilaian kompetensi untuk lembaga lainnya. Dan apabila berhasil meraih akreditasi A, lembaga dapat menyelenggarakan penilaian kompetensi bagi pejabat eselon I atas dasar rekomendasi dari instansi pembina.

Kepala BBPMKP, Yusral Tahir menyambut baik proses akreditasi oleh BKN.

“Kami sangat memerlukan akreditasi ini karena kedepannya, kami ingin sekali pejabat-pejabat kita berkompeten di bidangnya. Ini usaha bersama untuk membangun SDM Kementan yang profesional”, jelas Yusral.

Visitasi akreditasi berlangsung selama dua hari, dimulai tanggal 13 hingga 14 Mei 2024 di BBPMKP.

(BPPSDMP/BBPMKP)