JURNAL Inspirasi – Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar sosialilasi hasil survei penilaian integritas tahun 2023 yang diselenggarakan pada Rabu (29/05/2024) oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian dihadiri oleh seluruh jajaran lingkup Kementan secara luring di Kantor Pusat Kementerian Pertanain dan daring melalui aplikasi zoom. Hal ini sebagai bentuk komitmen Kementan membangun integritas dan mencegah korupsi.
Hal itu sejalan dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman untuk menyelenggarakan sosialisasi internal tentang pemahaman antikorupsi. Mentan Amran dalam berbagai kesempatan menegaskan integritas menjadi langkah pertama untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat.
Sebagai informasi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melaporkan hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) Tahun 2023 kepada Kementan. Survei tersebut mendorong Kementan untuk melakukan perbaikan guna memberantas kasus korupsi.
Inspektur Jenderal (Irjen) Kementan, Setyo Budiyanto mengatakan, pihaknya berkomitmen melakukan perbaikan salah satunya melalui kerjasama dan membangun komitmen dengan seluruh pegawai Kementan.
“Harapannya kita bisa tingkatkan (nilai) dan itu membutuhkan kerjasama serta kerja keras dari semua pegawai.” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, Setyo mengarahkan kepada seluruh pegawai Kementan untuk melakukan manajemen media berupa “kampanye narasi” dan “kampanye opini” guna membangun dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap Kementan.
Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian Kementan Nurwahida menyampaikan aspek penilaian SPI memiliki bobot terbesar dalam penilaian reformasi birokrasi. Nurwahida menekankan pentingnya mengutamakan pelayanan prima kepada masyarakat dan menerapkan core values BerAkhlak dalam bekerja.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Kepala Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Yusral Tahir mengarahkan kepada seluruh ASN maupun Non-ASN untuk menghadiri sosialisasi tersebut yang bertempat di Aula Bina Karakter BBPMKP.
Kegiatan ini merupakan proses internalisasi yang mendorong pemahaman dan peningkatan integritas kepada ASN dan Non-ASN lingkup BBPMKP terhadap pelaksanaan dan penilaian SPI di lingkungan BBPMKP, dengan target nilai SPI dan reformasi birokrasi di BBPMKP semakin baik di tahun 2024.
JURNAL Inspirasi – Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian (Kementan) melatih jutaan petani dan penyuluh untuk mengantisipasi darurat pangan nasional.
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengatakan, prioritas pemerintah saat ini adalah menggenjot produksi padi dan jagung untuk mencegah krisis pangan di Indonesia.
“Kalau krisis energi mungkin kita masih bisa bergerak, tapi kalau krisis pangan, seluruh aktivitas terhenti, bahkan negara pun tidak ada tanpa pangan. Sehingga, ini menjadi prioritas pemerintah saat ini,” kata Mentan Amran.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengatakan, situasi dunia dalam kondisi tidak menentu dengan sekira 60 negara mengalami krisis pangan dan 900 juta penduduk dunia terdampak krisis pangan.
Krisis pangan, kata Dedi, disebabkan oleh pandemi COVID-19, climate change (perubahan iklim), dan geopolitical tension, terutama perang Rusia dan Ukraina, yang hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda usai.
“Di Indonesia, sejak Februari tahun lalu hingga Maret tahun kita mengalami fenomena alam yang disebut El Nino, kemarau yang berkepanjangan,” ujar Dedi saat Konferensi Pers menjelang Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh (PSPP) Volume 10 Tahun 2024, Jakarta, Kamis (30/5).
Dedi mengatakan, beras adalah kebutuhan pokok Indonesia. Per bulannya, kebutuhan beras dalam negeri tidak kurang dari 2,6 juta ton atau setara 1 juta hektare luas panen dengan produktivitas 5,2 ton per hektare.
Dedi menjelaskan, komsusmsi beras dalam negeri setiap bulannya tidak kurang dari 2,6 juta ton atau setara 1 juta hektare luas panen dengan produktivitas 5,2 ton per hektare. Sementara Indonesia hanya mampu menghasilkan beras 30,2 juta ton per tahun.
“Artinya kita masih defisit 1 juta beras. Belum lagi cadangan beras pemerintah (CBP) 2,5 juta ton, berarti dijumlah kurang lebih 3,5 juta ton beras setiap tahun. Itu setara dengan 7 juta ton gabah kering giling (GKG),” jelas Dedi.
Berdasarkan data yang ada, pada Maret 2024, petani baru bisa menanam seluas 800.000 hektare atau dengan kata lain terjadi kekurangan tanam seluas 300.000 hektare, yang akibatnya akan defisit beras.
“Oleh karena itu, kita harus melakukan perluasan tanam dan meningkatkan indeks pertanaman (IP) kita di lahan rawa dan lahan tadah hujan agar produksi beras kembali melimpah,” ujar Dedi.
Kementan saat ini tengah fokus menggenjot produksi dua komoditas pokok, yaitu padi dan jagung nasional melalui optimalisasi lahan rawa, pompanisasi, dan tumpang sisip padi gogo di lahan perkebunan.
Dedi mengatakan, optimalisasi rawa sedang dilakukan di 11 provinsi dengan target meningkatkan IP 100 menjadi 200 untuk daerah yang sudah dilakukan survei investigasi dan desain (SID).
“Lahan rawa kita umumnya cuman tanam satu kali dalam satu tahun. Lahan Rawa kalau kita tingkatkan IP dari satu kali menjadi dua dalam satu tahun berarti kita harus optimasi lahannya. Kita harus perbaiki salurannya dan sebagainya,” sambung dia.
Kementan juga menggalakkan program bantuan pompanisasi, khususnya di lahan persawahan tadah hujan ber-IP satu yang dekat dengan sumber air. Program ini akan dilakukan 500 hektare di Pulau Jawa dan 500 hektae di luar Pulau Jawa.
“Kita punya lahan tadah hujan 3-4 juta hektare, yang baru tanam satu kali dalam satu tahun karena apa irigasinya hanya mengandalkan hujan. Kalau ini kita tingkatkan IP-nya jadi dua kali, produksi kita juga akan meningkat,” ujar dia.
Selanjutnya, kata Dedi, Kementan juga menggalakkan tumpang sisip padi gogo di lahan perkebunan sawit dan kelapa yang sedang mengikuti program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).
“Kita ada lahan sawit dan kakao sekitar 500.000 hektare untuk program tumpang sisip padi gogo,” kata Dedi.
Dengan latar belakang ini maka BPPSDMP akan menyelenggarakan PSPP Volume 10 Tahun 2024 bagi Petani, Penyuluh Pertanian, dan Bintara Pembina Desa (Babinsa) dengan tema “Gerakan Antisipasi Darurat Pangan Nasional”.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta dalam peningkatan produksi padi melalui optimalisasi lahan rawa dan pompanisasi di lahan sawah tadah hujan serta pemanfaatan lahan perkebunan untuk padi.
PSPP ini akan dilaksanakan selama tiga hari, tanggal 5 – 7 Juni 2024 secara luring di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan dan daring serentak di UPT Pelatihan Pertanian, Kantor Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten/kota, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), dan Kantor Koramil di seluruh Indonesia.
Peserta pelatihan ditargetkan sebanyak 1.800.000 orang yang terdiri dari 24.607 penyuluh pertanian PNS, 12.480 penyuluh pertanian PPPK, 1.385 penyuluh pertanian THL Pusat, 8.775 penyuluh pertanian THL Daerah, 72.875 Babinsa, dan 1.679.878 petani.
Jurnal Bogor – Satgas Saber Pungli Provinsi Jawa Barat menyebut kasus pungli masih didominasi oleh parkir-parkir liar di kawasan wisata. Termasuk kawasan wisata Puncak, Kabupaten Bogor.
Kepala Bidang Ops Satgas Saber Pungli Provinsi Jawa Barat, AKBP Harso Pudjohartono mengatakan, sejauh ini pungli masih didominasi oleh pungli-pungli parkir, yang kita tahu beberapa waktu lalu viral di wilayah Bogor.
Pihaknya tidak memungkiri, kawasan wisata menjadi salah satu obyek dari praktik pungli.
“Berbagai jenis pungutan yang melebihi ketentuan tentu merupakan bagian dari pungli,” ujarnya, Kamis (30/5/2024).
Untuk itu, pihaknya meminta masyarakat proaktif jika menemukan adanya indikasi praktik pungli di kawasan wisata.
“Di himbau kepada masyarakat bila menemukan adanya peristiwa pungli, silahkan bisa melapor kepada kami baik yang di Provinsi maupun kabupaten/kota,” terangnya.
Sebagai bentuk antisipasi, pihaknya juga memiliki mobil keliling yang bertugas dalam memantau kegiatan pariwisata dari praktik pungli. Saat ini, mobil tersebut terus bergerak di kawasan – kawasan wisata di wilayah Jawa Barat.
“Kita punya mobil keliling yang di mana di situ memantau, patroli ke tiap-tiap obyek wisata yang rawan pungli. Kita ngepos, dan melakukan pemantauan,” tuturnya.
Kendati demikian, hanya memiliki satu unit, pihaknya belum menerjunkan mobil tersebut ke wilayah Kabupaten Bogor.
“Sementara ini karena kita baru ada satu mobil di Kabupaten Bogor, sehingga belum mencakup semuanya. Diharapkan dari Saber Pungli Kabupaten Bogor bisa menyelenggarakan serupa,” pungkasnya.
JURNAL Inspirasi – Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi darurat pangan yakni melakukan optimalisasi lahan rawa, sawah tadah hujan dan lahan perkebunan.
“Kalau sebelumnya ditanam sekali, sekarang ini harus bisa dua kali tanam,” kata Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi pada konferensi pers Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh Volume 10 Tahun 2024 bagi Petani, Penyuluh Pertanian, dan Babinsa dengan tema “Gerakan Antisipasi Darurat Pangan Nasional” via zoom, Kamis (30/5/2024).
Upaya ini untuk mensiasati defisit beras sebesar 3,5 juta ton per tahun. Dengan adanya 3 langkah optimalisasi lahan rawa, tadah hujan dan perkebunan, produksi padi diharapkan meningkat dan bisa menyediakan 4 juta ton beras.
“Kita sedot air dari sungai untuk lahan tadah hujan agar bisa tanam padi. Kita lakukan pompanisasi dan perkebunan yang masih muda juga disela-selanya kita tanam padi atau jagung,” jelasnya.
Dedi Nursyamsi memastikan luas tanam diperlebar agar indeks tanam meningkat dua kali lipat sehingga jika luas tanam mencapai 2 juta hektare maka akan menghasilkan 8 juta ton gabah padi atau setara 4 juta ton beras.
“Kalau ini dilakukan maka tidak lagi defisit beras. Malah bisa melakukan swasembada beras,” tandasnya.
Untuk itu dia mengajak seluruh elemen mulai dari petani, penyuluh pertanian hingga babinsa untuk mensukseskan Gerakan Antisipasi Darurat Pangan Nasional dengan melakukan optimalisasi lahan pertanian.
“Kebutuhan petani kita penuhi, pupuk sudah tersedia 9,55 juta ton setelah adanya subsidi pupuk Rp26 triliun, termasuk Pak Menteri Pertanian (Andi Amran Sulaiman) telah mengajukan ABT (alokasi biaya tambahan) sebesar Rp6 triliun untuk program ini,” jelasnya.
Jurnal Bogor – Menghadapi Penerimaan Peserta Didik Baru tahun 2024, SMAN 1 Tamansari, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor menggelar sosialisasi PPDB.
Ketua Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMAN 1 Tamansari, Rena Supriyadi mengatakan, untuk PPDB di tahun ini ada yang berbeda dengan PPDB sebelumnya tahun 2023 yang lalu.
“Pada tahun 2023 tahap 1 itu, khusus Afirmasi dan di tahap 2 nya zonasi, sekarang di tahun 2024 ini justru di tahap 1 nya itu untuk keluarga ekonomi tidak mampu (KETM) dan zonasi, kemudian baru ditahap 2 nya jalur prestasi, akademik, jalur PDBK, perpindahan dan jalur anak guru, itu yang menjadi perbedaan,” ujar Rena Supriyadi, Kamis (30/5/2024).
Ia menjelaskan, jalur zonasi pada prinsipnya tidak ada yang berbeda dari tahun sebelumnya masih 50 persen, intinya surat domisili dan Kartu Keluarga (KK) ditentukan paling lama 1 tahun tidak boleh kurang dari 1 tahun.
“Jalur zonasi ini 50 persen ditentukan dari jarak lokasi sekolah ke rumah dan batas usia ketika itu ada yang lebih tua usianya maka itu yang lebih di prioritaskan,” jelasnya.
Lebuh lanjut, pihaknya menghimbau untuk para peserta yang mendaftar PPDB 2024 ini, dan selalu menjadi perhatian adalah penentuan titik koordinat yang sejak tahun lalu itu banyak menjadi persoalan.
“Pendaftar yang didaftarkan secara kolektif oleh sekolah SMP maupun MTS itu harus di dampingi oleh orang tua, ketika penentuan titik koordinat, karena sebelum dicetak surat pertanggungjawaban mutlak oleh pendaftar, di cek kembali apakah benar titik lokasi dengan tempat tinggal para pendaftar,” paparnya.
Menurutnya, di tahun 2023, itu banyak sekali terjadi kesalahan penentuan titik koordinat, sehingga banyak peserta pendaftar dari jalur zonasi tidak diterima
“Berharap para pendaftar PPDB harus matang menentukan jalur mana yang akan di pilih, dan jangan berfikir bahwa nilainya besar nanti saja di tahap 2. Padahal dia bisa di jalur zonasi, maka sebaiknya kalau lokasi rumahnya merasa dekat dengan sekolah lebih baik daftar di tahap satu jalur zonasi,” pungkasnya.
Cibinong | Jurnal Bogor – Serius maju sebagai Bakal Calon Bupati (Bacabup) Bogor pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 mendatang, Sulhajji Jompa mengembalikan formulir pendaftaran kepada Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bogor, pada Rabu (29/5/24).
Sulhajji Jomba bersama tim diterima langsung oleh Ketua Desk Pilkada PPP, Ferry Roveo Checanova, Sekretaris Desk Pilkada dan Anggota Desk Pilkada.
Sulhajji mengatakan, dengan pengembalian formulir pendaftaran ini menandakan keseriusannya maju sebagai Bacabup Bogor.
“Hari ini saya kembalikan formulir ke PPP, sebagai bukti bahwa sulhajji jompa serius menyatakan diri bahwa siap untuk menjadi pilihan masyarakat Kabupaten Bogor,” kata Sulhajji kepada Wartawan.
Dengan begitu, lanjut Sulhajji, PPP merupakan partai kedua secara resmi mendaftarkan diri sebagai Bacabup 2024 setelah PKB. Setelah itu, lanjut Sulhajji, dia akan melakukan pendaftaran ke PKS pada pekan depan.
“Insya allah minggu depan saya akan melakukan silaturahmi dengan PKS. Partai Islam yang saya pilih karena tinggkat kecenderungan hati dan keyakinan saya sebagai muslim. Namun semua partai baik dan bagus, mudah-mudahan kedepannya bisa bersilaturahmi dengan partai lain,” jelasnya.
Dia mengaku yakin akan dipilih oleh PPP untuk mewakili pada Pilkada mendatang, karena tim seleksi dipastikan akan memilih calon yang terbaik melalui fit and proper test.
“Tentu nantinya ada fit and proper test, saya kira tim seleksi akan mencari yang terbaik dan obyektif melihat mana yang punya kemampuan. Karena kan pasti ada tools dan ada ukurannya, saya yakin obyektifitas akan dikedepankan,” tuturnya.
“Saya kira Partai yang membuka diri seperti PPP ini adapah partai yang sangat serius ingin mendapatkan pemimpin yang terbaik,” tambahnya.
Menurutnya, keinginan untuk menjadi Bacabup hanya ingin mensejahteraka masyarakat. Karena, Kabupaten Bogor ini memiliki sumberdaya alam dan manusia yang sangat luar biasa. Namun sampai saat ini manfaatkan belum merata ke seluruh pelosok Bumi Tegar Beriman ini.
“Lebih kepada keinginan untuk memberdayakan sumber daya lebih maksimal. Kabupaten Bogor ini memiliki sumberdaya manusia dan alam yang sangat luar biasa. Tapi kemudian masih terjadi disana sini ketidak maksimalan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu harus bisa diolah secara maksimal,” tegasnya.
“Jadi ada model yang akan saya tawarkan karena saya lama di perencanaan, maka dengan keahlian itu akan saya maksimalka untuk mengelola potensi sumberdaya ini lebih produktif,” sambungnya.
Sementara itu, Ketua Desk Pilkada PPP Kabupaten Bogor, Ferry Reveo Checanova menuturkan, kandidat yang sudah mengembalikan sampai hari ini dari 9 yang mengambil formulir baru 8 yang mengembalikan.
“Yang terakhir hari ini mengembalikan adalah Sulhajji Jompa. Saya kira untuk persyaratan sudah lengkap,” tuturnya.
Sementara itu, calon dari internal sampai saat ini belum ada. Namun dipastikan Ketua DPC PPP Kabupaten Bogor, Elly Rachmat Yasin akan mendaftar dalam waktu dekat ini.
“Seperti Bu Elly juga belum daftar, paling besok. Tapi kita pastikan akan mengambil formulir, karena bu elly merupakan kader terbaik,” jelasnya.
Setelah penutupan Desk Pilkada ini, lanjut Vio sapaan akrabnya, akan dilakukan fit and proper test. Nanti itu akan dilakukan oleh DPC.
“Kalau saya sebagai Ketua Desk Pilkada hanya membuka pendaftaran dan menerima pengembalian berkas,” ujarnya.
Menutut Vio, setelah dilakukan fit and proper tes yang akan dilaksanakan pada tanggal 9 Juni nanti maka setelah itu akan diumumkan siapa yang dipilih untuk mewakili PPP pada Pilkada 2024 mendatang. Aga
Cibinong | Jurnal Bogor – Sebanyak 43 anggota Jaringan Jurnalis Bogor (JJB) yang tergabung dari berbagai media massa di Bogor dikukuhkan, Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Suryanto Putra di Taman Panca Karsa, Cibinong, Rabu (29/5/2024). “Kami minta Jaringan Jurnalis Bogor dapat menghasilkan produk jurnalisme yang baik dan berkualitas,” kata Suryanto saat mewakili Pj. Bupati Bogor pada pengukuhan anggota dan pengurus JJB. Hadir kegiatan tersebut, perwakilan Forkopimda, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bogor, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bogor, para tokoh Kabupaten Bogor, dan jajaran Pemkab Bogor. Suryanto Putra berharap, para pengurus mampu menjadikan JJB sebagai sumber informasi terpercaya bagi masyarakat, dengan menghadirkan berita yang akurat, objektif, dan berimbang. Lanjut dia, di tengah tantangan era disrupsi saat ini, para jurnalis harus dapat tetap menghasilkan produk jurnalisme yang baik dan berkualitas.
“Pengurus JJB agar berkinerja optimal dan merumuskan program kerja yang berkualitas untuk kemajuan jurnalisme dan menjawab berbagai tantangan yang tengah dihadapi insan pers khususnya di Kabupaten Bogor,” ujarnya. Suryanto menjelaskan, Pemkab Bogor tentunya sangat berkepentingan untuk terus bersinergi dengan pers sebagai salah satu pilar demokrasi serta media komunikasi antara pemerintah dan masyarakat dalam pembangunan. “Kami butuh masukan dan kontribusi dari rekan jurnalis dalam rangka menjalankan roda pembangunan,” ungkapnya. “Jalinan kerjasama harus terus kita tingkatkan, utamanya kita akan segera menyambut Pilkada Kabupaten Bogor tahun 2024. Kontribusi jurnalis dalam menyebarluaskan berita dan informasi yang menyejukan, memberikan pendidikan politik yang baik, serta sosialisasi Pilkada kepada masyarakat sangat dibutuhkan,” pungkasnya. Aga
Jurnal Bogor – Pemdes Tamansari, Kecamatan Tamansari, menggelar sosialisasi dan pembentukan satgas Desa Bersinar (Bersih dari Narkoba).
Sosialisasi dan pembentukan desa bersih dari narkoba akan membantu meningkatkan kesadaran masyarakat dan menciptakan lingkungan yang lebih aman dan sehat bagi semua orang.
“Semoga upaya tersebut berhasil dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi Desa Tamansari,” ungkap Kades Tamansari, Sunandar, Rabu (29/5/2024).
Kegiatan ini atas Partisipasi dari unsur Kesbangpol dan BNNK Kabupaten Bogor sebagai narasumber dalam kegiatan sosialisasi tersebut tentu sangat berharga.
Lebih lanjut, mereka bisa memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang bahaya narkoba dan upaya pencegahannya berdasarkan pengetahuan dan pengalaman mereka dalam bidang tersebut.
“Semoga dengan bantuan mereka, pesan anti-narkoba dapat disampaikan dengan lebih efektif kepada masyarakat Desa Tamansari,” jelas Sunandar.
Menciptakan desa yang bersih dari peredaran dan penggunaan narkoba adalah langkah yang sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan dan keamanan masyarakat.
“Dengan sosialisasi dan pembentukan kesadaran, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada terhadap bahaya narkoba dan bersama-sama menjaga lingkungan dari pengaruh negatifnya. Semoga upaya ini memberikan hasil yang positif dan berkelanjutan bagi Desa Tamansari,” pungkasnya.
KIM (Komunitas Informasi Masyarakat) adalah komunitas yang dibentuk oleh masyarakat, dari masyarakat dan untuk masyarakat serta secara mandiri dan kreatif melakukan aktivitas pengelolaan informasi dan pemberdayaan guna memberikan nilai tambah bagi masyarakat itu sendiri.
KIM ini berdasarkan Permenkominfo Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Konkuren Bidang Komunikasi dan Informatika, bahwa Dinas melaksanakan kemitraan dengan pemangku kepentingan, salah satunya adalah Komunitas Informasi Masyarakat, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (2) huruf a. Di Kota Bogor, KIM ada di 68 kelurahan. Salah satu tugasnya adalah mendayagunakan informasi dan komunikasi guna meningkatkan potensi di wilayah.
Dodongkal Pak Godeg Muarasari
Dodongkal, salah satu kudapan tradisional yang kini jarang dijumpai tapi masih tetap ada. Dodongkal yang memiliki cita rasa manis ini terbuat dari bahan dasar tepung beras yang dicampur parutan kelapa, garam, daun pandan dan gula merah, kemudian dikukus.
Salah seorang produsen yang masih bertahan di Kota Bogor ialah Wawan Kusbianto atau yang dikenal Dodongkal Pak Godeg.
Usaha rumahan ini merupakan turun temurun dari keluarganya sejak 20 tahunan lalu. Lokasinya di RT 5, RW 4, Kelurahan Muarasari, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Baginya usaha ini mesti dipertahankan, sama halnya dengan seni tradisional.
“Alhamdulillah saya sudah punya NIB, sertifikat halal dan usaha ini sudah puluhan tahun. Saya juga sudah generasi ketiga sejak tahun 2014 meneruskan orang tua,” katanya.
Sehari ia mengaku bisa menghabiskan bahan baku beras sebanyak 30 liter yang dihaluskan dengan alat penggiling menjadi tepung beras. Yang menjadi ciri khas dari Dodongkal yaitu wadah atau tempat untuk mengukus yang berupa anyaman bambu berbentuk kerucut seperti tumpeng atau disebut Aseupan. Nantinya kukusan berbentuk kerucut tersebut dimasukkan ke dalam alat pengukus yang disebut seeng.
“Untuk daunnya kita menggunakan daun pisang batu. Kita benar-benar menggunakan bahan tradisional dan bebas bahan pengawet,” tuturnya.
Di daerahnya ada 30 pedagang dodongkal. Wawan secara pribadi memiliki 5 pedagang keliling yang menggunakan sepeda motor.
“Pemasarannya menggunakan motoris atau keliling, karena saat ini tidak ada tempat untuk berjualan dan memasarkannya,” katanya.
Untuk prosesnya pembuatannya mulai dari pukul 11.00 WIB hingga waktu subuh. Harganya bervariasi, tergantung ukuran dan pemesanan, mulai dari Rp 3.000 hingga Rp 100.000.
“Kalau yang motoris Rp 3.000 – Rp 5.000 satu porsinya,” katanya.
Wawan menginginkan adanya penelitian dari Pemkot Bogor atau IPB University mengenai tepung beras agar kuat lama dan kualitasnya tidak menurun, agar ke depan dodongkal bisa dibuat secara praktis dimanapun dan kapanpun. Sebab, saat ini belum ada tepung instan dodongkal di pasaran.
Menambahkan, Ketua KIM Muarasari, Aris Setyo Sudarmo menyampaikan, pasca Covid-19 belum ada pergerakan lagi dari dinas atau instansi terkait. Sebelumnya sering ada pelatihan, seperti pengemasan. Din berharap usaha ini bisa tetap eksis karena ini merupakan makanan tradisional tanpa bahan pengawet dan ada inovasi dodongkal instan.
Bagi yang ingin memesan Dodongkal Pak Godeg bisa langsung menghubungi pemiliknya, Wawan Kusbianto, 08568213244. Ada rasa original, Stroberi, coklat, nanas dan keju.
Cooxers, Brand Sepatu Lokal Produk Asli Mulyaharja
Kehadiran brand sepatu lokal semakin berkembang pesat dalam beberapa tahun belakang ini. Dari sekian banyak merek sepatu lokal yang ada di Kota Bogor, ada satu yang diciptakan oleh warga Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, yaitu sepatu merek Cooxers. Tepatnya di Pabuaran Pasir RT. 001/010.
Kata Cooxers sendiri diambil dari kata plesetan kaki dalam bahasa sunda kasar (cokor) yang dikemas dalam tulisan kebarat-baratan. Sepatu yang desain dan kualitasnya menawan ini kini makin banyak digunakan oleh banyak orang. Kualitasnya berani di adu dengan merek-merek ternama yang sudah malang melintang di pasar internasional.
“Yang membedakan sepatu Cooxers dengan brand lainnya adalah dalam segi desain, dimana Cooxers dapat menciptakan desain berupa corak dan gambar sesuai keinginan pemesan,” kata Ketua KIM Mulyaharja, Hedi Maulana.
Tardi, satu dari tiga orang pendiri sepatu merek Cooxers mengungkapkan bahwa asal muasal terciptanya Cooxers terinspirasi dari buka usaha jasa digital printing produk sepatu yang telah digelutinya jauh sebelum Pandemi Covid-19.
“Pandemi Covid-19 waktu itu cukup berdampak bagi usaha digital printing kami, sehingga harus memutar otak mencari jalan keluar agar usaha tidak bangkrut dan harus berinovasi,” kata Tardi.
Kehadiran Cooxers diharapkan mampu merespon dan menjawab keinginan pasar yang merasa bosan dengan desain sepatu yang itu-itu saja dan pastinya dengan harga yang terjangkau di konsumen.
“Selain kami telah menciptakan desain pada sepatu Cooxers, namun bisa juga lho memesan sepatu dengan corak atau gambar dari si pemesan, namun saat ini kami menerima pembuatannya minimal 20 pasang, “ kata Tardi
Saat ini Cooxers telah menampung pekerja lokal sebanyak 15 orang dan menghasilkan produk pesanan sekurangnya 2.000 pasang sepatu setiap bulannya yang dikirim ke berbagai kota/kabupaten yang ada di pelosok tanah air.
Nah, buat kalian yang merasa bosan dengan corak sepatu yang itu-itu saja dan ingin tampil lebih percaya diri dengan desain buatan sendiri, Cooxers-lah jawabannya atau mungkin mau tanya-tanya dahulu, silahkan menghubungi Tardi dengan nomor kontak 0813-8094-5219.
Jurnal Bogor – Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Bogor bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Bogor, menyelenggarakan Pelatihan bagi guru Bimbingan dan Konseling (BK) sekolah swasta se-Kota Bogor.
Pelatihan dengan tema “Membangun Lingkungan Sekolah yang Aman dan Inklusif serta Strategi Efektif Melawan Bullyin.”
Kedua materi disampaikan oleh pakar di bidang pendidikan dan Psikologi, yakni Intony Yuswanto, MBA, CI dan Pusda Sari, M.Psi.
Peserta sangat antusias dan mengikuti pendidikan dengan sungguh-sungguh dari pukul 09.00 sampai dengan jam 15.00 WIB, Rabu (29/5/2024).
Ketua BMPS Ade Sarip dalam sambutannya menyampaikan, keberadaan BMPS harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh anggota penyelenggara sekolah swasta.
“Untuk itu, dengan dukungan pihak sponsorship dari Diginusa Kompas Gramedia Group, BMPS Kota Bogor mampu menyelenggarakan pelatihan tanpa memungut biaya sepeserpun dari para peserta,” ujarnya.
Lanjut Ade, saat ini adalah waktunya untuk semua pihak berkolaborasi menjaga kualitas pendidikan di Kota Bogor, semua harus saling belajar berbagi hal-hal yang baik.
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Irwan Riyanto, dalam sambutannya menyampaikan, guru BK adalah kunci keberhasilan dan kemajuan sekolah. Kadis menceritakan pengalamannya yang sering dinasihati saat sekolah oleh Guru BK.
“Saya bisa berdiri di depan Bapak dan Ibu, karena ada peran Guru BK saat saya menuntut ilmu,” tutupnya.