28.2 C
Bogor
Friday, July 10, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 256

Jadi Sampah Visual, APK Cakada Diberangus

0

jurnalinspirasi.co.id – Tim gabungan Satpol PP Kota Bogor, KPU, Bawaslu, TNI-Polri, Dishub, dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan menertibkan alat peraga kampanye (APK) pasangan calon kepala daerah (cakada) di kawasan Sistem Satu Arah (SSA) pada Selasa (8/10/2024).

Kabid Trantibum Satpol PP Kota Bogor, Andry Sinar mengatakan bahwa penertiban ini dilakukan sesuai dengan keputusan KPU Kota Bogor Nomor 640 tahun 2024, yang menetapkan lokasi kampanye dan pemasangan APK Pilkada Kota Bogor.

“Pemasangan APK di seluruh wilayah Kota Bogor sudah diatur bersama Forkopimda dan stakeholder. Kawasan SSA adalah salah satu lokasi yang tidak diperbolehkan,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (8/10/2024).

Menurut dia, APK yang ditertibkan berupa spanduk kecil yang dipasang di pohon, tiang listrik, dan tiang lampu.

“APK yang kami turunkan akan diserahkan ke Bawaslu sebagai barang bukti pelanggaran,” kata dia.

Andry menegaskan, selain kawasan SSA, beberapa titik lain yang dilarang untuk pemasangan APK termasuk sepanjang Jalan Sudirman, kawasan Lodaya hingga Gramedia Pajajaran, tempat ibadah, fasilitas kantor pemerintah, dan beberapa area lainnya.

“Kami fokus di SSA, dan ke depan akan bertahap menertibkan di lokasi lainnya,” katanya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Bogor, Herdiyatna, menekankan bahwa penertiban ini adalah tindak lanjut dari rapat koordinasi Desk Pilkada Kota Bogor 2024 bersama Forkopimda.

“Dalam rapat itu, kami meminta agar APK di kawasan SSA segera ditertibkan, karena sesuai kesepakatan kawasan ini merupakan area ring 1 yang tidak boleh ada APK,” kata Herdiyatna.

Ia juga menjelaskan bahwa beberapa lokasi di Kecamatan Bogor Tengah yang diperbolehkan untuk pemasangan APK antara lain Jalan Cilibende, Jalan RE Martadinata, dan beberapa titik lain di Kelurahan Babakan Pasar, Cibogor, Ciwaringin, dan Kebon Kalapa.

Ketua KPU Kota Bogor, Habibi Zaenal Arifin menegaskan bahwa titik pemasangan APK telah diatur dengan SK KPU Kota Bogor.

“Penertiban hari ini menyasar APK yang dipasang di lokasi yang tidak sesuai dengan ketentuan KPU. Semua sudah difasilitasi di setiap kelurahan dan sesuai prosedur yang telah ditetapkan,” tegasnya.

“Sebelum penentuan titik lokasi pemasangan APK kami melakukan rapat koordinasi dulu dengan kepolisian, Satpol PP, Dishub termasuk dengan pasangan calon. Ukuran APK juga sudah diatur dalam PKPU. Dan telah diputuskan juga di kawasan SSA ini clear tidak ada APK. Terkait pelanggaran itu ranahnya Bawaslu,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

Satpol PP Sebut Preman Biang Kerok Menjamurnya Pedagang

0

jurnalinspirasi.co.id – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor memastikan akan mensterilkan kawasan Pasar Merdeka dari PKL pada akhir bulan Oktober ini.

Kepala Satpol PP Kota Bogor, Agustian Syach mengatakan bahwa pasca penangkapan sembilan preman yang beroperasi di kawasan tersebut oleh Polresta Bogor Kota, jumlah PKL berkurang hingga 50 persen.

“Sudah berkurang, bahkan ada sekitar 50 PKL yang sudah masuk ke dalam tempat relokasi di Mawar,” ujar Agustian Syach kepada wartawan, Selasa (8/10).

Ia menegaskan bahwa di kawasan Pasar Merdeka ada kurang lebih sebanyak 384 PKL, sementara kapasitas lapak Pasar Mawar sebagai tempat relokasi ada 400 lapak.

“Lapak secara kapasitas muat. Sekarang hanya tinggal menunggu administrasi legalitas saja. Awalnya Perumda PPJ sudah sepakat membentuk koperasi dalam pengelolaannya. Tapi seiring berjalannya waktu menjadi mentah,” katanya.

“Saat ini, PPJ menginginkan adanya perjanjian kerjasama (PKS) soal pengelolaan Pasar Mawar antara PPJ, dinas terkait, dan kecamatan. Sebab, swasta kan tidak boleh mengelola pasar tradisional,” tambah Agustian Syach.

Lebih lanjut, kata dia, permasalahan terus menjamurnya PKL di kawasan Pasar Merdeka lantaran adanya kelompok preman yang selama ini membekingi para pedagang.

“Sekarang para preman sudah ditangkap polisi. Insya Allah bisa steril dari PKL kawasan itu. Sebenarnya kuncinya adalah memberangus preman hingga ke akarnya, sebab kalau tidak mereka pasti akan membawa pedagang baru ke tempat itu,” beber mantan Camat Bogor Tengah itu.

Kata dia, Polresta Bogor Kota bersama TNI dan Satpol PP sudah bersepakat untuk mendirikan pos pengamanan terpadu di kawasan itu. Tujuannya, agar kelompok preman tidak lagi menguasai area tersebut.

“Akar permasalahan di kawasan Merdeka itu preman. Selama preman masih ada, area tersebut sulit untuk disterilkan dari PKL,” imbuhnya.

Sementara itu, Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polresta Bogor Kota meringkus bos preman yang biasa memalak ratusan pedagang di Pasar Merdeka, Kecamatan Bogor Tengah, berinisial J (28) warga Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, setelah sebulan buron pada Minggu (6/10/2024).

Saat ditangkap, polisi menyita barangbukti berupa sebilah senjata tajam (sajam) jenis golok, longsongan peluru gotri, dan CO2 airgun.

“Jadi golok, dan airgun itu dia pergunakan untuk mengintimidasi pedagang agar memberikan jatah uang. Pelaku juga kerap berbuat kekerasan bila pedagang melawan,” ujar Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso.

Menurut Kapolresta, saat ditangkap di kawasan Pasar Merdeka, J langsung dites urin oleh polisi. Hasilnya, residivis tersebut positif mengandung amfetamin.

“Di dalam tas pelaku juga ditemukan alat penghisap sabu,” tegas Kombes Pol Bismo.

Berdasarkan pengakuan sementara, J mengaku memungut Rp10 hingga Rp15 ribu per pedagang setiap malamnya.

“Ada sekitar 100 pedagang di pasar tumpah yang dipungut setiap malam. Biasanya pelaku ini menjalankan aksinya saat subuh hingga pagi,” jelasnya.

** Fredy Kristianto

Zenal Abidin Dorong Penambahan Sekolah dan Puskesmas Rawat Inap

0

jurnalinapirasi.co.id – Komposisi pimpinan DPRD Kota Bogor akhirnya lengkap, pasca dilantiknya H Zenal Abidin sebagai Wakil Ketua II DPRD dan Dadang Iskandar Danubrata menjadi Wakil Ketua III DPRD pada Selasa (8/10/2024).

Pasca pelantikan, H Zenal mengatakan bahwa pihaknya akan fokus untuk mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor fokus membangun sekolah baru, khususnya SMP Negeri. Hal itu lantaran jumlah sekolah menengah pertama di ‘Kota Hujan’ masih minim, sehingga kerap memicu polemik dalam PPDB.

“Sudah waktunya Kota Bogor fokus membangun sekolah baru di tiap kecamatan. Sebab, biar bagaimanapun pembangunan infrastruktur manusia lebih penting ketimbang estetika kota,” ujar H Zenal kepada wartawan, Selasa (8/10).

Menurut dia, jumlah SMP Negeri di Kota Bogor masih jauh dari kata ideal, seiring dengan terus bertambahnya jumlah penduduk.

“Kota Bogor sudah jadi kota metropolitan, sudah saatnya fokus pada pembangunan SDM,” ucap politisi Gerindra itu.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga akan mendorong Pemkot Bogor untuk meningkatkan layanan kesehatan. Salah satunya dengan memperbanyak jumlah puskesmas rawat inap, bukan hanya untuk ibu melahirkan, namun juga bagi penderita penyakit ringan.

“Kapasitas RSUD Kota Bogor kerap overload. Ini harus dipikirkan, saya pikir penambahan puskesmas rawat inap adalah salah satu solusi untuk memeratakan layanan kesehatan. Sambil kita pikirkan cara menambah jumlah tenaga medis,” katanya.

Terkait kebutuhan anggaran, sambung dia, DPRD dan Pemkot Bogor bisa berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jabar dan pusat atau menggunakan intervensi CSR.

“Segala inovasi dan terobosan harus dibuat dan dicoba untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

Dokter Rayendra Sosok Pemimpin yang Dirindukan Rakyat

0

jurnalinspirasi.co.id – Ratusan warga Kelurahan Rancamaya, Kota Bogor, berbondong-bondong mengikuti acara dialog Calon Wali Kota Bogor Dokter Rayendra, belum lama ini.

Kedatangan Dokter Rayendra sore itu sontak mengundang sorak dan tepuk tangan warga. Tokoh masyarakat setempat juga turut mengelukan momen berharga itu.

“Dokter Rayendra, Wali Kota Kita! Bogor Glowing,” lantang Kemas, tokoh masyarakat setempat menyambut Dokter Rayendra.

Kemas yang juga selaku perwakilan warga tak kuasa menahan kerinduannya. Tanpa aba-aba, ia langsung memeluk Dokter Rayendra.

** Fredy Kristianto

Eka Maulana Nostalgia di Layungsari, Bertemu Banyak Sahabatnya

0

jurnalinspirasi.co.id – Calon Wakil Walikota Bogor, Eka Maulana punya banyak kenangan semasa bersekolah di kawasan Layungsari, Bogor Selatan.

Ya, alumni SMP Negeri 9 dan SMA Negeri 4 Kota Bogor itu sumringah ketika bertemu para sahabatnya kala ia bersekolah.

Ragam cerita tergambar dari agenda kegiatan sosialisasi di kawasan itu. Mulai dari tukang dagang biasa ia nongkrong semasa sekolah hingga warga setempat yang mengenalnya, tampak menyambut hangat Eka Maulana yang tengah blusukan di Layungsari.

Berbagai aspirasi dari warga, lantas ia bungkus rapi untuk kemudian diperjuangkan di Pilwalkot Bogor 27 November 2024 mendatang.

“Alhamdulillah bisa ketemu warga, temen sekolah dulu bahkan guru-guru saya semasa sekolah dulu,” kata Eka Maulana.

Eka juga mengatakan, kawasan Layungsari bagi dirinya terlalu banyak memory yang sulit dilupakan.

“Ketemu kang Roso, kang jualan es tempat dulu nongkrong jaman sekolah. Alhamdulillah bisa menyerap aspirasi dari mereka juga,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

Problem Sampah dan Pengangguran di Kemang jadi Perhatian Jaro Ade

0

JURNAL Inspirasi – Persoalan sampah dan sulitnya mencari pekerjaan masih menjadi PR bagi pemerintah. Sekelumit cerita itu disampaikan masyarakat Desa Jampang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Selasa (8/10/2024).

Oha, tokoh masyarakat Desa Jampang mengungkapkan, jika persoalan sampah dan ketersediaan lapangan pekerjaan adalah masalah krusial yang harus dipecahkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

“Masyarakat disini pengen masalah sampah dan lapangan pekerjaan mampu ditangani bupati dan wakil bupati Bogor kedepan” ungkap Oha saat berdialog dengan calon wakil bupati Bogor, Jaro Ade.

Sementara itu, calon wakil bupati Bogor Jaro Ade mengaku siap mengakomodir dan menampung aspirasi warga Desa Jampang terkait berbagai persoalan sisial di masyarakat.

“Pasangan nomor urut 1, Rudy Susmanto – Jaro Ade didikung 18 partai koalisi dan 50 anggota DPRD Kabuapten Bogor. Para wakil rakyat itu, memiliki tugas dan kewajiban untuk merealisasikan janji-janji politiknya,” kata Jaro Ade.

Jaro Ade tak menampik persoalan sampah dan minimnya lapangan pekerjaan masih menjadi PR Pemkab Bogor hangga saat ini. Kendati demikian, bukan berarti pemerintah tutup mata, berbagai upaya dan usaha terus dilakukan untuk menekan angka pengangguran di Kabupaten Bogor.

“Menambah lapangan pekerjaan untuk menekan angka pengangguran, sudah tertuang dalam visi misi kami. Dan ketika Rudy Susmanto dan Jaro Ade ditakdirkan menjadi bupati dan wakil bupati Bogor, secara otomatis itu menjadi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bogor,” tururnya.

Untuk mewujudkan harapan masyarakat, tentunya Kabupaten Bogor harus memiliki pemimpin yang memberikan solusi konkrit terkait persoalan sosial yang terjadi ditengah-tengah masyarakat.

“Untuk itu saya mengajak kepada seluruh warga Jampang yang hadir disini, jangan lupa tanggal 27 November 2024 datang ke TPS, karena satu suara menentukan masa depan Kabupaten Bogor. Jika bapak ibu ingin solusi konkrit, jangan sampai salah pilih pemimpin,” pungkasnya.

(yev/rls)

Jaro Ade Datangi Pengrajin Keset, UMKM Masuk Visi Misinya

0

JURNAL Inspirasi – Pasangan nomor urut 1, Rudy Susmanto – Ade Ruhandi alias Jaro Ade kembali melakukan sosialisasi kepada masyarakat, kali ini calon wakil bupati Bogor, Jaro Ade menyapa masyarakat Desa Jampang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor.

“Meningkatkan perekonomian masyarakat melalui UMKM salah satu program yang masuk dalam visi misi paslon nomor urut 1, Rudy Susmanto – Jaro Ade,” ujar Jaro Ade saat berdialog dengan pengrajin keset, Kampung Jampang Gang Mesjid, di RT 002/ 06, Desa Jampang, Kecamatan Kemang, Selasa (8/10/2024).

Jaro Ade mengatakan, baik UMKM maupun ekonomi kreatif merupakam urat nadi perekonomian Indonesia, untuk itu pemerintah harus memperhatikan para pelaku usaha kecil menengah yang berada di Kabupaten Bogor.

“Selain pemberian modal kepada para pelaku UMKM, dalam visi misi kami juga ada program pelatihan dan pembekalan bagi para ibu-ibu agar memiliki skil agar bisa menjadi pelaku usaha,” kata Jaro Ade.

Namun yang terpenting, lanjut Jaro Ade, pemerintah juga harus memikirkan bagaimana memasarkan produk-produk hasil karya para pelaku UMKM.

“Karena, yang menjadi keluhan para pelaku usaha kecil menenang itu adalah memasarkan produk mereka. Nah, ini lah PR terpentingnya bagi pemerintah,” ucap Jaro Ade.

Sementara itu Ibu Yati (58) salah seorang pelaku UMKM pengrajin keset mengeluhkan soal minimnya bantuan untuk modal usaha yang telah digelutinya selama belasan tahun dan menjadi salah satu sumber pemasukan untuk menghidupi keluarganya.

“Yang pertama saya berharap adanya bantuan yang berkelanjutan dari pemerintah, kemudian bantu kami memasarkannya, karena yang paling sulit itu menjual produk yang kami bikin pak,” pintanya.

(yev/rls)

Rudy Susmanto Gelar SAJADAH Dapat Dukungan PCNU Kabupaten Bogor

0

JURNAL Inspirasi – Setelah melaksanakan sholat subuh di masjid wilayah Desa Sukasirna, Kecamatan Jonggol, Calon Bupati (Cabup) nomor urut 1 Rudy Susmanto dapat dukungan ulama KH Aim Zaimuddin yang tak lain Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bogor, Jonggol, Selasa (8/10/2024).

Rudy Susmanto mengatakan, Saba Janten Ibadah (SAJADAH) pihaknya terhadap ulama penting untuk membangun Kabupaten Bogor Istimewa.

“Saya meminta doa restu kepada KH Aim untuk kebaikan Kabupaten Bogor Istimewa. Alhamdullilah, silahturahmi ini pintu untuk kebaikan semua umat,” ujar Rudy kepada Wartawan.

Sementara itu, KH Aim menegaskan, pihaknya mendoakan Rudy Susmanto untuk menjadi pemimpin yang baik Kabupaten Bogor.

“Doa restu saya untuk Pak Rudy agar menjadi pemimpin Kabupaten Bogor. Kami doakan bukan hanya sebagai Bupati tapi juga sukses dan selamat dunia dan akhirat,” tegas KH Aim.

Ketua PCNU Kabupaten Bogor itu menambahkan, bahwa organisasi masyarakat yang dipimpin dirinya juga akan menghantarkan Rudy Susmanto sebagai Bupati Bogor 2025-2030.

“Kami sudah memiliki kedekatan emosional dengan Pak Rudy. NU dan Banser Kabupaten Bogor mendukung Rudy Susmanto menjadi Bupati Bogor,” kata Aim.

Lebih lanjut ia memaparkan, bahwa Calon Bupati nomor urut satu tersebut memiliki kepribadian yang baik untuk memimpin Kabupaten Bogor.

“Saya kenal dengan semua kandidat, tapi Pak Rudy ini memang dari sisi spiritual dan ritual baik. Kami dukung penuh Pak Rudy,” tutupnya.

(noverando)

Dokter Rayendra Diserbu Emak-Emak Pamoyanan

0

jurnalinspirasi.co.id – Calon Wali Kota Bogor nomor 5, Dokter Rayendra, menyambangi warga Kelurahan Pamoyanan lewat gelaran dialog Ngariung Sehat, Senin (7/10/2024).

Kehadirannya disambut antusias warga, terlebih kalangan emak-emak. Tak mengherankan, dokter yang juga doktor jebolan S3 IPB University itu bak jadi idola emak-emak Kota Bogor sebab kepopulerannya.

Ratusan warga bersorak dan bertepuk tangan saat Dokter Rayendra tiba. Dengan sumringah, Dokter Rayendra menyalami satu per satu warga yang tak sabar menantikannya.

“Kasep pisan euy!,” celetuk salah satu warga.

Hal itu sontak mengundang tawa seluruh orang yang hadir. Begitu pun Dokter Rayendra. Ia sampai tersipu malu dengan banyolan emak-emak.

Dialog pun berjalan meriah. Rayendra yang dikenal humoris juga sesekali melempar candaan. Di lain sisi, ia menyampaikan program unggulan di tiga bidang mendasar: kesehatan, pendidikan dan ekonomi.

Warga dengan semangat menyimak paparan program yang Dokter Rayendra usung dalam Pilwalkot Bogor. Di antaranya Pelayanan Kesehatan Berbasis KTP, Subsidi Sekolah Swasta, Satu RW 100 juta, Beasiswa, dan Alun-Alun Kampung.

Warga mantap bahwa program-program usungan Rayendra ialah yang mereka butuhkan selama ini. Kemantapan pilihan hati emak-emak bertambah kuat saat mendengar visi “Kota Bogor: Kota Berdaya yang Berbudaya Kreatif Berbasis Keluarga Berkelanjutan” usungan Dokter Rayendra – Eka Maulana.

Tepuk tangan warga memenuhi akhir sesi pemaparan dan tanya jawab. Warga dengan lantang meneriakkan “Dokter Rayendra, Wali Kota Bogor!”.

Sejumlah emak-emak yang kadung terkesima dengan kehadiran langsung Dokter Rayendra pun tak jemu.

“Coblos pang gantengna!,” teriak emak-emak.

Gelaran diakhiri dengan sesi foto bersama. Warga meriah mengangkat tangan isyarat nomor 5.

“Coblos nomor lima! Dokter Rayendra – Eka Maulana,” teriak ratusan warga.

** Fredy Kristianto

Sowan ke Habib Luthfi, Sendi Fardiansyah Didoakan Jadi Wali Kota Bogor

0

jurnalinspirasi.co.id – Calon Wali Kota Bogor nomor urut satu, Sendi Fardiansyah, melakukan sowan ke kediaman Habib Luthfi bin Yahya di Pekalongan, pada Senin (7/10/2024).

Dalam kunjungan tersebut Sendi mengatakan bahwa kedatangannya bermaksud untuk melakukan silaturahmi.

“Alhamdulillah hari ini berkesempatan untuk bisa berkunjung ke salah satu tokoh yang saya takzim, Habib Luthfi. Agendanya silaturahmi,” ucap Sendi.

Selain bersilaturahmi, Sendi juga berdiskusi banyak hal, utamanya terkait dengan kondisi kemasyarakatan di Kota Bogor.

“Saya diskusi selama 2 jam dengan Abah (sapaan akrab Habib Luthfi), membicarakan banyak hal tentang masalah-masalah keumatan di Kota Bogor. Alhamdulillah berjalan hangat,” beber Sendi.

Dalam pertemuan tersebut Sendi mengaku terkesan dengan berbagai saran dan masukkan yang diberikan oleh Habib Luthfi kepada dirinya.

“Wejangan yang diberikan Abah, banyak yang mencerahkan. Saya juga kaget, ternyata Abah cukup fasih berbicara bahasa Sunda halus,” lanjutnya.

Pada akhir diskusi Sendi juga mengatakan bahwa dirinya meminta didoakan Habib Luthfi, agar diberikan kelancaran dalam menghadapi Pilkada Kota Bogor ke depan.

“Saya minta didoakan oleh Abah, agar bisa diberikan kemudahan dan kelancaran di Pilkada Kota Bogor,” terang Sendi.

Ketika ditanya respon Habib Luthfi terkait permintaan Sendi tersebut, Habib Luthfi mendoakan agar Sendi dapat menjadi Wali Kota Bogor selanjutnya.

“Sing hasil,” ujar Habib Luthfi kepada Sendi.

** Fredy Kristianto