24.1 C
Bogor
Friday, March 27, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 22

Amuk Bobar Suarakan Pemekaran

0

Leuwisadeng l Jurnal Bogor
Aliansi Masyarakat Untuk Pemekaran Bogor Barat (Amuk Bobar) terus menyuarakan pemekaran Bogor Barat untuk lepas dari Kabupaten Bogor. Ketua Amuk Bobar Bukhari Muslim optimis bahwa pemerintah mendukung terwujudnya Daerah Otonomi Baru (DOB) atau pemekaran Bogor Barat.
Meski demikian, saat ini pemerintah pusat masih fokus menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sehingga pemekaran Bogor Barat belum terealisasi.

“Memang negara saat ini masih punya PR dulu terkait MBG sebagai program nasional Bapak Prabowo, Insya Allah setelah ini akan segera untuk pemekaran,” ungkapnya, baru baru ini.

Menurut Bukhari, Presiden Prabowo Subianto akan meneken RPP Desartada (Desain Besar Penataan Daerah) dan Detada (Penataan Daerah) menjadi Peraturan Pemerintah (PP). Hal itu sebagai bukti bahwa pemerintah mendukung kemajuan daerah termasuk Bogor Barat.

Amuk Bobar juga mendapat angin segar dari Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT) Ahmad Riza Patria yang menyatakan dukungannya untuk pemekaran Bogor Barat.

“Pak Wamendes sangat mengapresiasi, apalagi beliau tahu Bogor ini terpadat se-Indonesia. Maka sebagai sebuah keharusan, solusinya adalah pemekaran,” kata Bukhari.

Lebih jauh ia menyampaikan, pemekaran sejatinya bertujuan untuk meningkatkan pelayanan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat di suatu daerah. Sehingga Bukhari berharap, setelah program MBG sukses, pemekaran Bogor Barat bisa terealisasi.

“Karena ini memang sudah 27 tahun perjuangan masyarakat Bogor Barat, sampai hari ini kita nyalakan terus semangat, dan pemerintah juga akan kooperatif,” tandasnya.

Sebelumnya, Wamendes PDT, Ahmad Riza Patria menyebut bahwa MBG merupakan program unggulan Presiden RI Prabowo Subianto dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul.
Bagaimana pemerintah ingin memastikan anak-anak pelajar, serta ibu hamil mendapatian asupan makanan bergizi yang seimbang melalui program MBG.

“Program penguatan SDM sudah betul-betul ada di republik yang kita cintai ini, dan sudah 60 juta penerima manfaat MBG. Tahun ini ditargetkan mencapai 82,9 juta penerima manfaat,” pungkasnya.

** Arip Ekon

Polsek Ciomas – Polres Bogor Gelar Bersih-Bersih Masjid Sambut Ramadhan 2026

0

Ciomas | Jurnal Bogor – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 2026, jajaran Polsek Ciomas melaksanakan kegiatan bersih-bersih masjid melalui program Kapolres Bogor bertajuk “GEBER MASJID ASRI”. Kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolsek Ciomas, Hendra Kurnia, dan dilaksanakan di Masjid Al Muhajirin, Perumahan Taman Pagelaran, RW 09, Kelurahan Padasuka, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kapolsek Ciomas, Lurah Padasuka, Ketua DKM Masjid Al Muhajirin yang juga Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Ciomas, personel Polsek Ciomas, personel Linmas Kelurahan Padasuka, staf kelurahan, pengurus DKM Masjid Al Muhajirin, Ketua RW 09, serta warga masyarakat sekitar.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Ciomas menyerahkan bantuan dari Kapolres Bogor berupa satu unit CCTV portable dan sejumlah peralatan kebersihan kepada Ketua DKM Masjid Al Muhajirin. Selain itu, juga diserahkan lima pohon untuk ditanam di area taman masjid.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penanaman pohon secara simbolis, kerja bakti atau bersih-bersih di dalam masjid, halaman, serta area taman Masjid Al Muhajirin.

Kapolsek Ciomas, AKP Hendra Kurnia, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kebersihan dan kenyamanan tempat ibadah, khususnya menjelang bulan suci Ramadhan, Rabu (18/2/2026).

“Melalui kegiatan GEBER MASJID ASRI ini, kami berharap masjid menjadi lebih bersih, nyaman, dan aman untuk digunakan beribadah, sekaligus mempererat sinergi antara Polri, pemerintah kelurahan, dan masyarakat,” ujarnya. Yudi

BPKAD Gelontorkan 288 M. Inspektorat Belum Reviu Luncuran Fisik

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Usai disepakati membayar tagihan proyek tahun anggaran 2025 di tahun anggaran 2026, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bogor kini telah membayarkan Rp 288.627.616.996,00 dari total utang hasil reviu Inspektorat sebesar Rp 344 Miliar. Namun pekerjaan yang mengalami luncuran fisik karena belum tuntas dikerjakan di akhir 2025 namun sudah diselesaikan di Januari-Februari 2026 belum ada kepastian kapan akan dibayarkan Pemkab Bogor.

“Per 13 Februari 2026, sudah dibayarkan sebesar Rp288.627.616.996,00, sekitar Rp288 miliar dari total yang harus dibayarkan Rp344 miliar. Ini masih berproses terus dan semoga bisa terkejar sebelum puasa besok,” kata Sekretaris BPKAD, Ahmad Wildan kepada Jurnal Bogor, Selasa (17/2/2026).

Berdasar data yang diperoleh Jurnal Bogor, hingga kini Dinas Pekerjaan Umum masih memegang peringkat pertama yang paling lambat dalam mengirim tagihan pembayaran ke BPKAD. Dari total tagihan utang sebesar Rp159,7 miliar, baru terbayar Rp54,7 miliar dengan 112 berkas yang sudah diselesaikan. Peringkat kedua, Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) dengan total utang berkas yang belum terbayar sebesar Rp4,8 miliar dari total tagihan Rp19,8 miliar.

Peringkat ketiga diduduki Dinas Lingkungan Hidup dengan utang berkas sebesar Rp2,3 miliar dari total Rp28,6 miliar. Peringkat keempat diduduki RSUD Bakti Pajajaran Cibinong sebesar Rp874.556.100 dan peringkat kelima diduduki Dinas Kesehatan sebesar Rp707.381.847 dan peringkat keenam dihuni Dinas Sosial pimpinan Farid Ma’ruf dengan utang belum terbayarkan sebesar Rp361,8juta. Sementara peringkat diduduki Dinas Pendidikan dengan utang belum terbayar Rp178.750.000.

Sementara yang sudah lunas bayar utang ke penyedia pihak ketiga adalah Satpol PP, Bapperida, Bappenda, Disparekraf, Dinas Peternakan dan Perikanan, DP3AP2KB, DiskopUKM, dan DPMD.

Lambatnya pembayaran kepada penyedia pihak ketiga di Dinas Pekerjaan Umum masih terganjal di Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan. Menurut informasi yang diperoleh Jurnal Bogor, lambatnya bidang ini menuntaskan pekerjaan administrasi karena terkendala SDM bagian keuangan bidang yang hanya 1 orang. Sementara tagihan berkas menumpuk dan membutuhkan sumber daya tambahan.

Di sisi lain, Inspektorat Kabupaten Bogor atau Aparatur Pengawas Internal Pemerintah (APIP) belum mendapat perintah menjalankan reviu atas pekerjaan luncuran fisik 2025 yang baru tuntas dikerjakan di awal 2026. Padahal ada beberapa paket pekerjaan bernilai besar yang mengalami luncuran fisik di 2026. “Kami belum terima surat perintah reviu dari TAPD untuk pekerjaan luncuran fisik 2026. Jadi kami belum bisa menjawab lebih lanjut terkait pekerjaan tersebut,” ujar Inspektur Badan 1, Raya Alfajar kepada Jurnal Bogor, Jumat (13/2/2026).

Dengan belum adanya kepastian pembayaran luncuran fisik, maka akan ada perubahan parsial 2 APBD Kabupaten Bogor TA 2026 untuk memasukan tagihan pembayaran pekerjaan yang sudah selesai dikerjakan meskipun lewat tahun. Seperti diketahui pembayaran utang kepada penyedia barang dan jasa di Tahun Anggaran 2026 dengan mekanisme memasukan usulan perubahan APBD di parsial 1. Dengan begitu anggaran sebesar Rp344 miliar lebih sudah dipastikan siap untuk membayar utang. “Insya Allah duitnya sudah ready,” tandas Wildan.n Herry Setiawan

Ramadhan Tiba, Gebyar Cucurak Hingga Santunan Yatim di MCN

0

Nanggung l Jurnal Bogor
Sebanyak 20 anak yatim yang berada di lingkungan kantor Media Center Nanggung (MCN) di Desa Parakanmuncang, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor mendapat bantuan berupa uang tunai, Selasa (17/2/2026).

Program sosial MCN dengan menyantuni puluhan anak anak yatim tersebut dilakukan dalam momen menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriyah sekaligus acara Cucurak, acara makan bersama sebelum puasa.

Sementara santunan diserahkan langsung oleh Ketua MCN Rahman Efendi bersama pewarta lainnya.

Terlaksananya kegiatan tersebut berkat dukungan berbagai unsur baik masyarakat, pemerintah maupun unsur lainnya yang telah berkontribusi terhadap acara tersebut.

Termasuk dukungan PT Antam yang peduli terhadap lingkungan terutama di wilayah Kecamatan Nanggung.

“Kami ucapkan terimakasih kepada yang telah berkontribusi dalam penggalangan bantuan ini. Di setiap tahun di momen jelang Ramadhan, diharapkan kegiatan tersebut terus dilakukan. Atas nama MCN kami mengapresiasi dan mengucap terimakasih,” ujar Rahman Efendi.

** Arip Ekon

Warga Kecamatan Cijeruk Geram TPS Ilegal di Depan Masjid Al-Muchtar

0

Cijeruk | Jurnal Bogor – Warga Kampung Cijeruk RT 03/06, Desa Tajurhalang, Kecamatan Cijeruk, mengaku geram dengan maraknya pembuangan sampah liar di pinggir jalan, tepatnya di depan Masjid Al-Muchtar.

Mirisnya, saat warga setempat sedang membersihkan tumpukan sampah dengan cara dibakar, mereka justru memergoki warga lain yang diduga hendak kembali membuang sampah di lokasi yang sama.

Salah seorang warga setempat, Ujang Amin, mengungkapkan bahwa keberadaan tempat pembuangan sampah (TPS) ilegal tersebut sangat mengganggu kenyamanan warga. Selain berada di pinggir jalan, tumpukan sampah juga mengarah ke tebingan sungai sehingga berpotensi membahayakan lingkungan apabila terjadi longsor.

“Ironisnya yang buang sampah itu bukan warga sini, Pak, tetapi dari desa tetangga. Bahkan kata yang bersangkutan, ia disuruh oleh ketua RW-nya. Ini jelas tidak mendidik dan harus ada pembinaan dari kepala desanya,” ujar Ujang, Selasa (17/2/2026).

Menurut Ujang, kondisi sampah yang sudah menumpuk di tebing jalan tersebut sangat rawan longsor dan dapat berujung pada saling menyalahkan jika terjadi bencana.

“Sampah sudah menumpuk begini. Kalau sampai terjadi longsor, pasti nanti saling menyalahkan. Sebelum itu terjadi, lebih baik tebingan ini dibuat turap agar tidak ada lagi warga yang membuang sampah di sini,” tegasnya.

Ia juga meminta agar Kabupaten Bogor segera turun tangan membangun turap di sekitar lokasi pembuangan sampah liar tersebut, guna mencegah longsor serta menutup akses warga yang kerap membuang sampah di area itu.

Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Tajurhalang, Saepulloh, turut menyayangkan adanya informasi bahwa seorang ketua RW diduga menyuruh warganya membuang sampah sembarangan.

“Tentunya kami sangat menyayangkan apabila benar ada ketua RW yang menyuruh warganya membuang sampah di lahan orang, dengan alasan tidak memiliki tempat pengolahan sampah. Ini sangat merugikan semua pihak dan perlu adanya pembinaan dari kepala desa kepada para ketua RW,” pungkasnya. Yudi

Jelang Ramadan, PT Indomarco Prismatama Gelar Aksi Bersih Masjid Al Ikhlas

0

Sukaraja | Jurnal Bogor
PT Indomaret Cabang Bogor 1 melaksanakan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa aksi pembersihan Masjid Al- Ikhlas kampung Blok Parigi Cijujung, Sukaraja, Kabupaten Bogor, Senin (16/2/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang bersih nyaman dan kondusif bagi masyarkat khususnya umat muslim yang akan menjalankan rangkaian ibadah Ramadhan, mulai dari puasa hingga salat tarawih.

Selain aksi bersih-bersih, PT. Indomarco Prismatama juga menyalurkan bantuan berupa perlengkapan ibadah, 5 pcs sajadah, 5 pcs sarung, 5 pcs mukena, serta bantuan berupa makanan dan perlengkapan kebersihan, dalam bentuk 100 pcs roti Mr. Bread, 100 Roti Prime Bread, 10 karton paket kebersihan dan alat kebersihan.

H. Kosasih selaku Ketua DKM Masjid Al-Ikhlas, menyambut baik kegiatan tersebut dan sangat mengapresiasi atas kepedulian manajemen PT. Indomarco Prismatama yang telah berkontribusi menjaga kebersihan dan kenyamanan masjid menjelang Ramadhan.

Melalui program CSR ini, PT. Indomarco Prismatama – PT Indomaret Cabang Bogor 1 berharap dapat terus berperan aktif dalam kegiatan sosial yang memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.

(Dedi R)

Cucurak, BPC Gapensi Bogor Minta Maaf

0

Cibinong

Badan Pengurus Cabang Gapensi Kabupaten Bogor menggelar cucurak sebelum masuk Ramadan 1447 Hijriah di kantor sekretariat, Senin (16/2/2026). Hadir puluhan anggota dan pengurus Gapensi Kabupaten Bogor.

“BPC Gapensi Kabupaten Bogor mengucapkan mohon maaf lahir dan batin selamat menunaikan ibadah puasa,” ujar para pengurus dan anggota di sesi foto bersama usai cucurak.

Cucurak adalah ajang silaturahmi dan makan minum bersama sebelum masuk bulan Ramadan dan menjalankan ibadah puasa. Momentum itu juga dijadikan ajang saling maaf memaafkan di antara anggota dan pengurus.

Pengurus menghadirkan menu makanan istimewa berupa nasi kebuli kambing dan ayam serta aneka makanan dan minuman ringan istimewa lainnya.

Tak hanya itu, momentum itu juga dijadikan pengurus Gapensi untuk saling tukar cerita pengalaman menjalankan pekerjaan proyek Pemkab Bogor, provinsi Jawa Barat dan pemerintah pusat. Berbagai suka duka dilontarkan dan mendapat respon langsung dari para anggota dan pengurus Gapensi Bogor.

“Kami berharap momentum bulan puasa tahun ini jadi ajang instrospeksi diri dan meniatkan serius untuk memperbanyak ibadah di bulan Ramadan,” ujar Wakil Ketua 1 Irsan di sela kegiatan.n Herry Setiawan

Posluhdes Tampan Berseri Perkuat Sinergi Petani dan Penyuluh

0

Tamansari | Jurnal Bogor – Pertemuan dan penyuluhan rutin digelar di Posluhdes Tampan Berseri, Desa Tamansari, sebagai sarana memperkuat komunikasi antara petani dan penyuluh pertanian di wilayah setempat.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Tamansari Sunandar, Koordinator Penyuluh Pertanian Wilayah VI Muhammad Casroni, seluruh jajaran penyuluh pertanian Wilayah VI, serta para petani Desa Tamansari.

Koordinator Penyuluh Pertanian Wilayah VI, Muhammad Casroni, menyampaikan bahwa pertemuan dan penyuluhan di Posluhdes menjadi wadah penting untuk meningkatkan kapasitas petani, sekaligus memperkuat pendampingan penyuluh di tingkat desa.

Sementara itu, Kepala Desa Tamansari Sunandar mengatakan, kegiatan tersebut merupakan agenda rutin bulanan Posluhdes Tamansari yang berfungsi sebagai sarana komunikasi antara petani dan penyuluh pertanian.

“Melalui pertemuan rutin ini, para petani dapat menyampaikan berbagai kendala di lapangan, sehingga bisa dicarikan solusi bersama dengan para penyuluh,” ujar Sunandar, Sabtu (14/2/2026).

Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi media untuk menggali potensi desa, khususnya di bidang pertanian secara menyeluruh. Ke depan, Pemerintah Desa Tamansari mendorong agar sektor pertanian tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga mampu dikembangkan dari sistem agrokultur menjadi agrobisnis.

“Harapannya, masyarakat tani bisa lebih berdaya dan maju, tidak hanya dalam hal budidaya pertanian, tetapi juga dalam pengelolaan serta pemasaran hasil panen,” pungkasnya. Yudi

Serap Aspirasi Warga, Subhan Datang Semua Beres

0

Bogor | Jurnal Bogor

Anggota DPRD Kota Bogor dari Komisi IV, Subhan, menyoroti carut-marutnya pendataan bantuan sosial bagi masyarakat, khususnya terkait bantuan Program Keluarga Harapan (PKH). Hal ini terungkap saat dirinya melakukan reses di wilayah Cimanggu Kecil, Kecamatan Bogor Tengah.

Subhan menemukan fakta di lapangan bahwa banyak warga yang secara ekonomi layak menerima bantuan, justru terganjal oleh status Desil (tingkat kesejahteraan) yang tinggi dalam sistem data pemerintah.

Menurut Subhan, banyak warga di atas Desil 5 yang secara otomatis tidak mendapatkan PKH, padahal kondisi riil mereka sangat memprihatinkan.

“Yang menarik di hasil reses saya adalah mengenai banyaknya warga yang tidak mendapat bantuan PKH karena secara Desil mereka di atas Desil 5. Padahal, mereka mengaku benar-benar tidak mampu, pekerja lepas, tidak ada indikasi terlibat pinjaman online (pinjol) atau judi online (judol), dan rumahnya pun masih mengontrak,” ujar Subhan.

Ia menambahkan, masalah ini menjadi konsentrasi besar Komisi IV untuk mengevaluasi parameter Desil tersebut. Subhan mempertanyakan mekanisme pendataan yang membuat keluarga dengan beban ekonomi tinggi seperti suami tidak bekerja dan memiliki banyak anak usia sekolah justru dianggap mampu secara sistem.

“Ini tanggung jawab Dinas Sosial untuk membenahi masalah pendataan. Harus ada evaluasi dan verifikasi ulang yang intens agar data Desil ini sesuai dengan keadaan yang sebenarnya di lapangan,” tegasnya.

Kendala RTLH di Rumah Induk dan PBI BPJS
Selain bansos, Subhan juga menampung keluhan terkait program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Di wilayah tersebut, banyak pengajuan RTLH terkendala status ‘Rumah Induk’ atau rumah warisan yang belum dipecah kepemilikannya.

“Di Cimanggu Kecil ini kendalanya adalah rumah induk. Orang tua sudah meninggal, rumah tidak layak, tapi pengajuannya terhambat. Saya akan dalami ini ke dinas terkait seperti Kesra dan Perkim untuk mencari solusinya,” jelas Subhan.

Masalah kesehatan juga tidak luput dari perhatian. Banyak warga mengeluhkan status PBI (Penerima Bantuan Iuran) BPJS Kesehatan yang tiba-tiba nonaktif tanpa alasan jelas. Terkait hal ini, Subhan memastikan bahwa saat ini sedang dilakukan proses integrasi sistem data agar pelayanan kesehatan masyarakat tidak terganggu.

Antisipasi Reptil dan Infrastruktur
Dalam kegiatan reses tersebut, Subhan juga menggandeng tim BPBD Kota Bogor serta tim ahli penanganan reptil untuk memberikan edukasi kepada warga. Hal ini dilakukan agar masyarakat tahu cara mengantisipasi masuknya hewan liar ke pemukiman.

Di sisi lain, persoalan infrastruktur seperti jalan berlubang dan minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU) juga dilaporkan warga. Subhan menyayangkan usulan masyarakat di Musrenbang yang sangat minim terealisasi.

“RW sudah mengajukan lewat Musrenbang, tapi yang di-ACC cuma satu. Masalah PJU yang sudah lama diajukan pun tak kunjung tiba. Ini akan terus kami kawal di DPRD,” tutupnya.

** Fredy Kristianto

Jumsih, Siswa MTs Nurussa’adah Tamansari Bersihkan Lingkungan Sekolah

0

Tamansari | Jurnal Bogor – Siswa-siswi MTs. Nurussa’adah melaksanakan kegiatan Jumat Bersih (Jumsih) di lingkungan sekolah, Jumat. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya menciptakan lingkungan belajar yang bersih, sehat, dan nyaman.

Kepala MTs. Nurussa’adah, Nazarudin Usman, mengatakan, kegiatan Jumat Bersih merupakan bagian dari program sekolah yang dilaksanakan melalui bimbingan kelas (BK) dan rutin digelar setiap pekan.

Menurutnya, program tersebut bertujuan menanamkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab peserta didik.

“Setiap pelaksanaan, sebanyak 30 siswa dilibatkan secara bergiliran. Seluruh siswa nantinya akan mendapat jadwal secara merata,” ujarnya, Jum’at, (13/2/2026).

Dalam kegiatan tersebut, para siswa membawa kantong plastik masing-masing untuk memungut sampah, sekaligus menyisir seluruh area lingkungan sekolah.

Melalui kegiatan rutin ini, pihak sekolah berharap seluruh warga sekolah semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan, sehingga tercipta suasana belajar yang lebih nyaman dan kondusif. Yudi