28.3 C
Bogor
Friday, February 6, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 21

Dua Kelompok Remaja Bentrok di Sempur

0

Bogor | Jurnal Bogor

Dua kelompok remaja terlibat tawuran di kawasan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah pada Sabtu (11/1/2026) aekitar pukul 23.00 WIB. Aksi mereka terekam video dan viral di media sosial.

Dalam video terlihat, dua kelompok remaja tersebut terlihat saling berhadapan sambil mengacungkan senjata tajam (sajam) jenis celurit dan parang.

Beruntung tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut lantaran polisi gerak cepat melerai aksi tawuran.

Kapolsek Bogor Tengah, Kompol Waluyo membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengaku menerima laporan dari warga sekitar yang mengaku resah.

‎”Kami mendapatkan laporan dari warga masyarakat. Setelah menerima laporan, kami langsung bergerak menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP),” ujar Kompol Waluyo kepada wartawan, Minggu (12/1/2026).

Menurut dia, ketika petugas tiba di lokasi, para pelaku langsung kocar-kacir. Alhasil, tak ada satupun pelaku yang berhasil ditangkap.

‎“Petugas menyisir area sekitar Sempur hingga ke Jalan Ceremai Ujung untuk menghalau dan mengamankan apabila masih ada yang berkeliaran,” ucapnya.

Kapolsek menrgaskan, polisi takkan mentolerir aksi tawuran yang meresahkan masyarakat. Ia juga mengimbau para remaja agar tidak terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.

‎”Kami akan menindak tegas serta memproses pelaku tawuran yang meresahkan masyarakat sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

Patroli KRYD Gabungan Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Wilayah Ciomas

0

Jurnal Bogor – Guna mengantisipasi pencurian di malam hari, tawuran, aksi geng motor, premanisme, serta potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) lainnya, Polsek Ciomas menggelar Patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) gabungan di wilayah Kecamatan Ciomas, Sabtu malam (10/1/2026).

Patroli tersebut dipimpin langsung Kapolsek Ciomas AKP Hendra Kurnia, melibatkan personel Polsek Ciomas, Koramil Ciomas, serta Satpol PP Kecamatan Ciomas. Kegiatan difokuskan pada titik-titik rawan kriminalitas, ruas jalan utama, kawasan permukiman, serta lokasi yang kerap dijadikan tempat berkumpulnya remaja pada malam hari.

Kapolsek Ciomas AKP Hendra Kurnia mengatakan, patroli KRYD merupakan upaya preventif untuk menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Kegiatan patroli ini kami laksanakan secara rutin sebagai langkah pencegahan terhadap berbagai potensi gangguan kamtibmas, seperti pencurian, tawuran, aksi geng motor, dan premanisme yang dapat meresahkan warga,” ujar AKP Hendra Kurnia.

Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pemantauan dan pemeriksaan di sejumlah lokasi rawan, sekaligus memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat agar tetap waspada serta turut berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan.

“Kami juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan adanya aktivitas mencurigakan atau potensi gangguan keamanan di lingkungan masing-masing,” tambahnya.

AKP Hendra Kurnia berharap, melalui sinergi TNI-Polri dan pemerintah kecamatan, situasi keamanan di wilayah Ciomas dapat terus terjaga dengan baik, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman.

Patroli KRYD gabungan tersebut berjalan aman, lancar, dan kondusif hingga selesai. Yudi

Peringati Isra Mi’raj, Warga Warung Limus Perkuat Ukhuwah dan Keimanan

0

Jurnal Bogor – Warga Warung Limus RT 005/009, Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah bertemakan “Momentum Menebar Kebaikan dan Menjalin Ukhuwah Islamiyyah, Sabtu malam (10/0/26).

Kegiatan tersebut dihadiri Lurah Mulyaharja Muslim Yuliantono, Ketua LPM, Ketua RW, para Ketua RT, tokoh agama, serta masyarakat setempat. Acara diisi dengan tausiyah keagamaan oleh penceramah RD H. Agus Mulyadi atau yang akrab disapa Neng Ade dari Tanah Baru.

Sejak dimulainya acara, suasana religius terasa kental. Warga tampak antusias dan khusyuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari pembacaan ayat suci Al-Qur’an, shalawat, hingga ceramah agama.

Lurah Mulyaharja Muslim Yuliantono dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada panitia dan warga atas terselenggaranya peringatan Isra Mi’raj tersebut.

“Peringatan Isra Mi’raj ini menjadi momentum penting untuk memperkuat keimanan, meningkatkan ketakwaan, serta mempererat silaturahmi antarwarga,” ujarnya.

Sementara itu, penceramah RD H. Agus Mulyadi dalam tausiyahnya mengajak jamaah untuk meneladani akhlak dan perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.

“Peristiwa Isra Mi’raj mengajarkan umat Islam untuk menjaga salat sebagai tiang agama serta mencontoh keteladanan Rasulullah dalam bersikap dan bermasyarakat,” tuturnya.

Ketua RT 005, M. Sonani, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin warga dalam memperingati hari besar Islam.

“Alhamdulillah, warga sangat kompak dan antusias. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan dan memperkuat kebersamaan di lingkungan kami,” katanya.

Hal senada disampaikan Ketua RW 009, Tirta Wiguna, yang berharap peringatan Isra Mi’raj dapat menjadi sarana pembinaan spiritual masyarakat. “Melalui kegiatan ini, kami berharap nilai-nilai keislaman semakin tertanam dan kehidupan bermasyarakat semakin harmonis,” pungkasnya. Yudi

Peserta Berharap Lintas Sentul Trail Run Jadi Kalender Tahunan

0

Sentul | jurnalinspirasi.co.id – Lintas Sentul Trail Run 2026 merupakan salah satu event olahraga lari yang sangat menantang dengan jalur yang terjal disertai pemandangan alam yang sangat bagus dan asri.

Tak heran jika, hajatan KORMI Kabupaten Bogor ini menjadi salah satu event favorit yang banyak diikuti oleh para pelari dari berbagai daerah dan juga para pelari mancanegara.

” Lintas Sentul Trail Run ini sangta bagus dan mempunyai track lumayan naik turun,” ujar Budi Santoso salah satu peserta dari Kabupaten Bogor usai mengikuti Lintas Sentul Trail Run 2026, Sabtu (10/1/2026)

Ia mengatakan, venue atau lokasinya Trail Run 2026 ini sangat enak dan masih asri serta banyak kabut.

” Saya seperti berlari di kawasan Eropa saja. Karena jam 10 pagi saja masih ada Kabut di semua jalur Lintas Sentul Trail Run 2026,” papar Busan panggilan akrab dari Budi Santoso

Dalam Lintas Sentul Trail Run 2026, Budi mengakui ikut dalam Kategori 5 KM dengan jarak tempuh 90 menit.

Menurutnya, jalur yang sangat menarik di Lintas Sentul Trail Run 2026 ini sangat bagus dan menjadi daya tarik bagi semua peserta yang tampil dalam semua kategori seperti 5KM, 10 KM, 21 KM dan 36 KM.

Tak hanya itu, sambung Budi, Lintas Sentul Trail Run 2026 ini bisa jadi ajang promosi bagi pariwisata Sport Tourism Kabupaten Bogor.

” Saya berharap ajang Lintas Sentul Trail Run ini menjadi kalender rutin dan bisa dimanfaatkan secara optimal dalam memperkenalkan destinasi wisata alam Kabupaten Bogor,” pungkas Budi Santoso.

Secara ekonomi, lanjut Budi, event Lintas Sentul Trail Run 2026 ini punya dampak yang sangat positif juga bagi peningkatan hunian hotel yang ada di kawasan Puncak Raya.

” Saya melihat para peserta dari berbagai daerah banyak yang menginap di kawasan Puncak Raya seperti di Megamendung. Tentunya ini sangat bagus dan punya dampak ekonomi yang jelas,” tegas Budi. ( ded/sep)

1400 Pelari Ikuti Event Lintas Sentul Trail Run 2026

0

Cibinong | jurnalinspirasi.co.id – Sebanyak 1400 peserta dari berbagai daerah di tanah air dan juga dari beberapa negara ambil bagian dalam event Lintas Sentul Trail Run 2026.

Ajang Lintas Sentul Trail Run 2026 menjadi ajang pembuka kegiatan olahraga yang ada di Kabupaten Bogor pada tahun 2026 yang secara resmi dibuka oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto di Paseban Garden
Hills Campground, Megamendung, Sabtu (10/1/2026)

Event Lintas Sentul Trail Run 2026 merupakan hajatan dari KORMI Kabupaten Bogor dan mempertandingkan beberapa kategori jarak, mulai dari 5 kilometer, 10 kilometer, 21 kilometer hingga 36 kilometer. Jalur menantang dengan panorama alam khas Sentul dan Megamendung menjadi daya tarik utama bagi para pelari.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Bogor yang telah sukses menggelar kegiatan ini.

“Terima kasih kepada KORMI. Event ini membuat objek wisata semakin ramai, ekonomi bergerak, dan semua peserta merasa bahagia serta sehat. Ke depan, Kabupaten Bogor akan semakin istimewa dan gemilang,” ujar Rudy Susmanto.

Bupati Bogor menyampaikan, ini suasana baru di awal tahun 2026 terlihat jelas melalui Lintas Sentul Run 2026. Kegiatan ini tidak hanya melibatkan pelari dari Bogor, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia bahkan mancanegara.

“Terima kasih kepada KORMI, karena event ini membuat objek wisata ramai, ekonomi bergerak, dan semua peserta bahagia serta sehat. Ke depan, Kabupaten Bogor akan lebih istimewa dan gemilang,” ungkap Rudy Susmanto.

Sementara itu, Ketua KORMI Kabupaten Bogor, Rike Iskandar, menambahkan, Kegiatan hari ini menjadi pembuka seluruh event run di Indonesia. Kegiatan ini mendapatkan antusias yang tinggi dari masyarakat, bahkan pendaftaran ditutup sejak November 2025 karena kapasitas tempat yang terbatas.

Dengan kategori 5, 10, 21, dan 36 kilometer Sentul telah menjadi magnet trail run di Indonesia.

“Banyak pelari yang berlatih di sini dan kini membuktikan kemampuan mereka di lintasan kompetisi,” tuturnya.

Rike juga menekankan, ke depan, pihaknya berencana menggelar event di kawasan Barat Halimun-Salak. Terlebih berdasarkan data BPS 2025, kunjungan wisatawan ke Kabupaten Bogor tertinggi di Jawa Barat, terutama karena banyaknya even olahraga berkualitas.

“Event seperti ini membawa nama Kabupaten Bogor semakin dikenal, menggerakkan ekonomi lokal, dan bahkan hotel-hotel di sekitar Sentul, Kota Bogor, dan Cibinong penuh oleh peserta dan pendamping,” imbuhnya. ( ded/Sep).

PP KAMMI Nilai Swasembada Pangan 2025 sebagai Prestasi Nasional

0

jurnalinspirasi.co.id — Ketua Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan PP KAMMI, Aulia Furqon, menyampaikan apresiasi atas capaian swasembada beras 2025 yang diumumkan pemerintah dalam momentum Panen Raya Nasional. Menurutnya, keberhasilan ini menandai satu fase penting dalam perjalanan kedaulatan pangan Indonesia dan membuktikan bahwa negara masih memiliki daya untuk mengelola sektor paling fundamental bagi kelangsungan hidup bangsa.

“Capaian swasembada pangan 2025 patut diapresiasi sebagai kerja besar negara. Ini adalah sejarah penting karena untuk ketiga kalinya Indonesia mampu mencapai swasembada beras, di tengah tekanan global, krisis iklim, dan ketidakpastian geopolitik,” ujar Furqon.

Ia menilai jalan menuju swasembada kali ini bukan proses mudah. Dibutuhkan keberanian politik, konsistensi kebijakan, serta keberpihakan nyata kepada petani sebagai aktor utama ketahanan pangan nasional.

Furqon secara khusus mengapresiasi langkah Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang dinilainya berani mengambil risiko kebijakan dengan menaikkan harga gabah di tingkat petani serta memperluas subsidi pupuk.

“Kebijakan menaikkan harga gabah dan memperbaiki distribusi pupuk adalah langkah berani. Ini bukan kebijakan populer, tapi justru itulah yang selama ini absen. Banyak menteri pertanian sebelumnya ragu mengambil langkah ini, padahal tanpa keberpihakan pada petani, swasembada hanya akan menjadi jargon,” tegasnya.

Menurut PP KAMMI, keberhasilan produksi hingga puluhan juta ton beras dan penguatan cadangan beras pemerintah merupakan fondasi penting bagi kemandirian pangan nasional. Dengan fondasi tersebut, Furqon optimistis pemerintah memiliki peluang besar untuk mendorong swasembada komoditas strategis lainnya.

“Kami melihat peluang nyata untuk swasembada di sektor lain seperti gula, jagung, daging, dan susu. Indonesia adalah negeri yang kaya sumber daya, tanahnya subur, dan manusianya pekerja keras. Tinggal memastikan kebijakan benar-benar diarahkan untuk memaksimalkan potensi itu,” katanya.

Namun di balik apresiasi tersebut, Furqon mengingatkan bahwa swasembada tidak boleh berhenti pada perayaan seremonial dan angka statistik. Menurutnya, ukuran keberhasilan sejati terletak pada dampak langsung yang dirasakan masyarakat.

“Swasembada harus diiringi dengan penurunan harga pangan, khususnya beras, di tingkat konsumen. Jika produksi melimpah dan stok besar, tetapi harga masih menekan rakyat, maka ada persoalan serius dalam tata niaga dan distribusi yang wajib segera dibenahi,” ujarnya.

Ia juga menegaskan agar agenda swasembada ke depan tidak dijalankan dengan mengorbankan lingkungan dan keadilan agraria, mengingat krisis ekologis justru dapat menjadi ancaman baru bagi ketahanan pangan jangka panjang.

“Pangan adalah soal hidup dan mati bangsa. Karena itu, negara harus memastikan swasembada berjalan beriringan dengan keadilan harga, keberlanjutan lingkungan, dan perlindungan petani. Di situlah makna kedaulatan pangan yang sesungguhnya,” tutup Furqon.

(Restu/BBPMKP)

Presiden Prabowo Beri Hormat kepada Mentan Amran dan Petani: Swasembada Pangan Tercepat dalam Sejarah Indonesia

0

jurnalinspirasi.co.id — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan penghormatan dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman serta seluruh petani Indonesia atas keberhasilan mencetak swasembada pangan tercepat dalam sejarah bangsa. Dalam waktu hanya satu tahun, Indonesia berhasil berdiri di atas kaki sendiri dan lepas dari ketergantungan impor pangan.

“Saudara-saudara sekalian, izinkanlah saya mengikuti naluri saya, mengikuti kebiasaan saya dari sejak muda. Izinkan saya hormat kepada seluruh dari kalian yang telah berjuang mengabdi sehingga kita swasembada pangan,” kata Presiden Prabowo seraya menyampaikan hormat saat Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Rabu (7/1/2026).

Presiden Prabowo menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian swasembada yang lebih cepat dari target empat tahun. Ia menilai swasembada pangan adalah bukti dari solidnya Kabinet Merah Putih yang dipimpinnya.

“Waktu saya dilantik saya beri target swasembada empat tahun. Terima kasih seluruh komunitas pertanian. Saudara bekerja keras, saudara bersatu, saudara kompak, hasilkan dari yang empat tahun tapi saudara berikan kepada bangsa dan negara satu tahun kita sudah swasembada, satu tahun kita sudah berdiri di atas kaki sendiri, satu tahun kita tidak tergantung bangsa lain,” tegasnya.

Secara khusus, ia memuji kinerja Mentan Amran yang berdedikasi tinggi untuk memajukan sektor pertanian Indonesia.
“Banyak tokoh-tokoh ini sebenarnya mereka sudah mapan. Menteri Amran pengusaha sukses, beliau jadi menteri adalah pengorbanan. Dia tidur 3-4 jam sehari. Saya kadang-kadang prihatin tapi saya dalam hati juga merasa bangga,” ucapnya.

Selain itu, Presiden Prabowo juga menyampaikan rasa terima kasih kepada petani. Ia menceritakan histori selama menjadi TNI dan mengungkapkan dukungan petani untuk bangsa Indonesia.

“Sy masuk tentara tahun 1970. Tapi saya merasakan setiap saya latihan di desa-desa, petani memberi minuman dan makanan kepada kami. Waktu kita menyatakan kemerdekaan 17 Agustus 1945, tidak ada anggaran, tetapi ada petani yang beri makan tentara. Kita tidak bakal merdeka tanpa jasa para petani,” ungkapnya.

Sebelumnya, di hadapan ribuan petani dan jajaran pemerintah, Presiden Prabowo secara resmi mengumumkan bahwa Indonesia kembali menjadi bangsa yang swasembada pangan.

“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, hari ini saya umumkan Indonesia telah berhasil kembali menjadi bangsa yang swasembada pangan. Satu tahun kita sudah berdiri di atas kaki sendiri, satu tahun kita tidak tergantung bangsa lain,” tegasnya.

Presiden Prabowo mengingatkan bahwa keberhasilan ini bukan sekadar capaian teknis, melainkan tonggak penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Ia menegaskan, tidak ada negara yang benar-benar merdeka jika kebutuhan pangannya bergantung pada bangsa lain.

Pengumuman tersebut diperkuat oleh data Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Kerangka Sampel Area (KSA) November 2025 yang memprediksi produksi beras nasional mencapai 34,71 juta ton, melampaui kebutuhan konsumsi domestik. Prediksi ini juga sejalan dengan laporan Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) yang menempatkan Indonesia sebagai produsen beras terbesar di ASEAN, melampaui Thailand dan Vietnam.

Presiden Prabowo menegaskan, pencapaian ini lahir dari keberanian mengambil keputusan besar dan keberpihakan nyata kepada petani. Mulai dari penyederhanaan regulasi pupuk, penurunan harga pupuk bersubsidi hingga 20 persen, modernisasi alat mesin pertanian, pembangunan dan rehabilitasi irigasi, hingga kebijakan penyerapan gabah langsung dari petani oleh BULOG dengan harga Rp6.500 per kilogram untuk semua kualitas.

Presiden Prabowo juga menekankan bahwa swasembada pangan bukan akhir, melainkan awal dari lompatan besar sektor pertanian. Setelah beras, pemerintah menargetkan swasembada jagung, singkong, bawang putih, hingga penguatan sektor peternakan dan perikanan agar rakyat Indonesia mendapatkan protein yang cukup dan terjangkau.

“Kalau ada yang nyinyir, kita jawab dengan kerja dan bukti. Tahun ini swasembada, tahun-tahun ke depan kita swasembada lagi,” kata Presiden disambut tepuk tangan petani.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa capaian ini merupakan buah dari kepemimpinan Presiden Prabowo yang tegas dan berpihak kepada petani.

“Atas nama petani Indonesia, kami mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada Bapak Presiden. Harga gabah naik, harga pupuk turun, pupuk tersedia. Swasembada ini adalah kerja kolektif seluruh petani Indonesia dengan dukungan penuh Presiden,” ujar Mentan Amran.

(Restu/BBPMKP)

Mentan Amran: Swasembada Pangan Jadi Kinerja Terbaik Kabinet Merah Putih, Berkat Gagasan Presiden dan Petani

0

jurnalinspirasi.co.id – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan keberhasilan swasembada pangan nasional merupakan hasil kerja kolektif Kabinet Merah Putih yang lahir dari gagasan besar Presiden Prabowo Subianto serta kerja keras petani dan penyuluh pertanian di seluruh Indonesia.

“Saya tegaskan sekali lagi, swasembada ini adalah kerja terbaik Kabinet Merah Putih dari gagasan besar Presiden Republik Indonesia dan dari keringat petani Indonesia,” ujar Mentan Amran dalam kegiatan Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Desa Kertamukti, Kecamatan Cilebar, Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).

Mentan Amran menyebut capaian tersebut tidak mungkin diraih bila Kementerian Pertanian bekerja sendiri. Ia menegaskan, sejak awal Presiden telah mendorong kerja lintas sektor dengan target yang jelas dan tenggat waktu yang ketat.

“Swasembada ini bukan kerja saya. Ini kerja kita semua sebagai anak bangsa,” kata Mentan Amran

Mentan Amran mengungkapkan bahwa target swasembada pangan semula diproyeksikan dalam jangka waktu yang lebih panjang. Namun, seiring arahan Presiden, tenggat tersebut dipercepat secara signifikan, menuntut kerja ekstra dan lompatan kinerja di seluruh lini.

“Awalnya empat tahun, lalu tiga tahun, kemudian satu tahun. Saat jadi satu tahun, kami vertigo. Tapi alhamdulillah hari ini hasilnya mulai terlihat,” ujarnya.

Mentan Amran juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh kementerian dan lembaga yang ikut menopang agenda pangan nasional. Salah satu kebijakan strategis yang disorot adalah penyederhanaan regulasi pupuk yang diterbitkan hanya dalam satu hari dan berdampak langsung bagi petani.

“Harga pupuk turun 20 persen,” kata Mentan Amran.

Ia bahkan memastikan langsung kepada petani yang hadir.

“Turun pupuknya?” tanyanya. “Turun!” jawab petani serempak.
Tak hanya harga, Amran menyebut volume pupuk melonjak hingga 700 persen. Pemerintah juga membangun tujuh pabrik pupuk baru tanpa membebani anggaran negara.

Di sisi pengawasan, Mentan Amran menegaskan pemerintah bertindak tegas terhadap pelanggaran. Sebanyak 2.300 izin usaha dicabut karena melanggar aturan, terutama yang mempermainkan harga.

“Begitu main harga di atas HET, izinnya langsung kami cabut,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, saat ini sudah ada 192 tersangka dalam kasus pangan, sementara pejabat di bawahnya yang berani macam macam langsung dicopot karena dianggap tidak menjalankan perintah Presiden.

“Kami hanya menjalankan perintah Presiden. Tidak boleh ada mafia di pertanian,” ujarnya.

Mentan Amran menilai kerja sama dengan seluruh lembaga lintas sektoral, aparat penegak hukum, TNI, Polri dan stakeholder pertanian menjadi kunci keberhasilan menjaga stabilitas pangan dan harga.

“Petani kita ada 160 juta orang. Kalau dihitung dengan sektor hilirisasi, ada sekitar 180 juta rakyat yang hidup dari pertanian,” katanya.

Menutup pernyataannya, Mentan Amran menegaskan bahwa seluruh capaian tersebut merupakan bukti nyata keberhasilan kerja kolektif Kabinet Merah Putih dalam menjalankan gagasan besar Presiden di sektor pangan.

Produksi pangan nasional terus meningkat, impor berhasil ditekan, dan ekspor pertanian melonjak signifikan hingga 33 persen, dengan stok pangan nasional saat ini mencapai 3,2 juta ton. Selain itu, Nilai Tukar Petani (NTP) menembus 125,35, tertinggi sepanjang sejarah, yang mencerminkan meningkatnya kesejahteraan petani sebagai tujuan utama kebijakan pangan nasional.

(Restu /BBPMKP)

Presiden Prabowo Banggakan Sektor Pangan, Tegaskan Komitmen Perkuat Swasembada Pangan

0

jurnalinspirasi.co.id – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kinerja sektor pertanian nasional di bawah kepemimpinan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang dinilai berhasil menunjukkan kemajuan signifikan dalam memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan Indonesia.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh insan pertanian, khususnya para petani, penyuluh, serta seluruh jajaran pemerintah yang konsisten menjalankan agenda pembangunan pertanian.

Dalam pidato retreat di Hambalang Bogor, Presiden Prabowo juga menyampaikan rasa bangga atas meningkatnya produktivitas pertanian nasional, khususnya pada komoditas beras yang saat ini berada pada level tinggi.

Karena itu, menurutnya, sektor pertanian memiliki peran vital dalam menjaga stabilitas ekonomi, ketersediaan pangan, serta martabat bangsa di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

“Dengan penuh rasa syukur dan kebanggaan, saya melihat bahwa sektor pertanian kita menunjukkan kinerja yang sangat baik. Ini adalah bukti bahwa bangsa Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri dalam urusan pangan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kebijakan yang berpihak pada petani, penguatan sarana dan prasarana pertanian, serta optimalisasi lahan dan sistem irigasi.

“Pertanian adalah fondasi kekuatan bangsa. Jika pangan kita kuat, maka negara kita akan kuat,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan terima kasih kepada para petani dan seluruh insan pertanian yang telah bekerja tanpa lelah demi memenuhi kebutuhan pangan rakyat Indonesia. Ia berharap, semangat dan dedikasi tersebut terus terjaga untuk mewujudkan Indonesia yang mandiri, berdaulat, dan sejahtera.

(Restu/BBPMKP)