24.1 C
Bogor
Friday, March 27, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 21

Mentan Amran Libatkan Mahasiswa Perkuat Ekonomi Rakyat Lewat Brigade Pangan dan Hilirisasi Pertanian

0

Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menggandeng berbagai organisasi mahasiswa dan kepemudaan untuk memperkuat program strategis Kementerian Pertanian (Kementan), mulai dari Brigade Pangan, cetak sawah, pengembangan komoditas perkebunan, hingga hilirisasi produk pertanian.

Kolaborasi tersebut ditegaskan dalam audiensi bersama Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), Pelajar Islam Indonesia (PII), Pandu Tani Indonesia (PATANI), Korps HMI Wati (KOHATI), dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Kantor Kementan, Jakarta, Kamis (19/2/2026).

Mentan Amran menegaskan bahwa pembangunan pertanian nasional membutuhkan keterlibatan aktif generasi muda sebagai penggerak ekonomi rakyat. “Semua ikut bantu negara. Kita ingin ekonomi digerakkan oleh pemuda Indonesia. Tanpa kolaborasi, pertanian tidak akan maju,” katanya.

Ia memaparkan sejumlah program prioritas yang tengah dijalankan pemerintah, di antaranya pengembangan komoditas perkebunan rakyat seluas lebih dari 800 ribu hektare dengan anggaran Rp9,9 triliun untuk kakao, mete, kelapa, kopi, dan komoditas perkebunan lainnya, serta program cetak sawah seluas 225 ribu hektare dengan dukungan anggaran Rp8 triliun.

Mentan Amran menekankan bahwa seluruh program tersebut harus dijalankan secara bersih dan profesional. “Tidak ada fee, tidak ada calo. Ini gerakan ekonomi rakyat. Presiden ingin ekonomi berpihak kepada masyarakat. Koruptor harus digilas,” tegasnya.

Selain peningkatan produksi, Mentan Amran juga mendorong percepatan hilirisasi agar nilai tambah komoditas dinikmati di dalam negeri. Ia mencontohkan komoditas kelapa yang selama ini diekspor mentah dengan nilai sekitar Rp1.300 per kilogram, padahal jika diolah menjadi Virgin Coconut Oil (VCO), nilainya bisa mencapai Rp145.000 per kilogram.

“Kita tidak boleh lagi hanya ekspor bahan mentah. Kakao, mete, kelapa, semua harus dihilirisasi. Ini kesempatan emas untuk menguasai ekonomi kerakyatan,” ujar Mentan Amran.

Ia juga mengajak kader mahasiswa di daerah yang memiliki lahan pertanian untuk segera didata dan terhubung dengan program Kementan. “Kalau ada yang punya 0,5 hektare; 1 hektare; 2 hektare; segera daftarkan. Kita gandengan tangan. Ini perjuangan bersama,” katanya.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi selama ini belum sepenuhnya berdampak pada kesejahteraan rakyat kecil. Karena itu, sektor pertanian harus menjadi instrumen redistribusi kesejahteraan agar tidak hanya dinikmati kelompok tertentu.

“Pertumbuhan harus menjadi milik rakyat. Jangan sampai porsi rakyat kecil dimakan konglomerasi. Ini harus kita perjuangkan,” ungkapnya.

Dalam forum tersebut, sejumlah organisasi mahasiswa menyampaikan progres dan komitmen dukungan terhadap program Kementan. Salah satunya oleh Ketua Umum KAMMI, Jundi, menyampaikan bahwa kadernya telah menjalankan Brigade Pangan di Kalimantan Barat dan berhasil meningkatkan produktivitas panen hingga 5 ton per hektare. Selain itu, kelompok peternak ayam petelur binaan kader KAMMI juga mulai berjalan dan memasok telur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kami apresiasi, luar biasa di bawah kepemimpinan Mentan Amran, kita mencapai swasembada pangan dalam kurun waktu satu tahun, capaian luar biasa. Tentunya ini hal yang sangat baik dan kami seluruh kader di seluruh Indonesia menyatakan siap perang dengan mafia dan koruptor yang menghalangi upaya swasembada pangan,” ucap Jundi.

Sementara itu, HMI, KOHATI, PII, GMNI, Patani, dan DPP BKPRMI, menyatakan dukungan penuh untuk berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian. Antara lain mengawal Brigade Pangan, cetak sawah, pengembangan komoditas perkebunan, dan program pemerintah lainnya untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Dengan dukungan mahasiswa dan organisasi kepemudaan dari berbagai daerah, Mentan Amran optimistis gerakan pertanian berbasis rakyat akan semakin kuat dan berkelanjutan. Kolaborasi antara pemerintah dan generasi muda menjadi kunci untuk mewujudkan swasembada berkelanjutan, memperluas hilirisasi, serta memastikan nilai tambah pertanian dinikmati petani dan masyarakat luas.(Restu /BBPMKP)

Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara Apresiasi Pameran Artefak Rasulullah

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, mengapresiasi penyelenggaraan pameran artefak Rasulullah SAW yang berlangsung secara gratis di Laga Satria Gelora Pakansari, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, selama bulan Ramadan.

Sastra menilai pelaksanaan pameran artefak Nabi Muhammad SAW di tengah bulan suci Ramadan sudah tepat waktu dan tepat sasaran. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi alternatif ngabuburit yang bernilai edukatif bagi masyarakat.

“Tentu ini menjadi momen di bulan suci Ramadan, bisa ajak keluarga dan anak sekalian ngabuburit,” ujar Sastra, Jumat (20/2/2026).

Ia menambahkan, masyarakat yang berkunjung tidak hanya dapat menikmati pameran bernuansa religius, tetapi sekaligus memperkenalkan sejarah kenabian kepada generasi muda.

“Sambil ngabuburit untuk melihat sejarah ke belakang, bahwa kita berdiri hari ini berkat sejarah sebelum kita. Sekaligus memperkenalkan sejarah Islam kepada anak cucu kita,” jelasnya.

Sastra pun mengajak seluruh warga Kabupaten Bogor untuk hadir meramaikan pameran yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor tersebut.

“Ini kesempatan bagi masyarakat Kabupaten Bogor untuk melihat langsung peninggalan-peninggalan Nabi Muhammad SAW,” kata dia. (*)

Sambut Ramadan, UPT Pelatihan Kementan Perkuat Produksi dan Jaga Pasokan Pangan

0

Ciawi | Jurnal Bogor
Memasuki hari pertama Ramadan, Kementerian Pertanian memastikan produksi dan pasokan pangan nasional tetap terjaga. Momentum Ramadan yang identik dengan peningkatan kebutuhan pangan menjadi perhatian serius pemerintah, sehingga sistem produksi dan distribusi terus diperkuat melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan kelembagaan petani.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) menyelenggarakan Bertani On Cloud (BOC) Volume 342 bertema “MBG Butuh Aksi, P4S Siap Beraksi”, Kamis (19/02/2026). Kegiatan ini dilaksanakan secara daring dan diikuti oleh insan pertanian dari berbagai daerah.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa stabilitas produksi menjadi kunci menjaga ketenangan masyarakat selama Ramadan.

“Produksi harus terjaga, distribusi harus lancar. Dengan sistem yang terorganisir, ketersediaan pangan aman dan masyarakat tenang menjalankan ibadah,” tegasnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa pemenuhan pangan bergizi tidak hanya berkaitan dengan konsumsi masyarakat, tetapi merupakan satu kesatuan sistem hulu–hilir yang dimulai dari produksi di tingkat petani hingga distribusi ke konsumen.

Menurutnya, penguatan kelembagaan petani melalui Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) menjadi salah satu strategi penting dalam mendukung keberlanjutan pasokan, termasuk dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam sesi tersebut dipaparkan praktik baik dari P4S Agro Jaya Kabupaten Magelang yang telah membangun pola tanam terjadwal berbasis zonasi di 12 kecamatan. Melalui koordinasi lintas kelompok tani dan kemitraan dengan koperasi, jaringan 2.000–3.000 petani mampu menjaga stabilitas produksi hortikultura dan umbi sepanjang musim.

Sistem tersebut kini mendukung pasokan bagi 50 dapur MBG di Kabupaten Magelang. Distribusi dilakukan secara terjadwal dan berbasis kebutuhan, sehingga rantai pasok menjadi lebih tertata, efisien, serta mampu menjaga mutu dan keamanan pangan.

Model ini menunjukkan bahwa kelembagaan petani tidak hanya berperan dalam meningkatkan produksi, tetapi juga dalam memastikan keberlanjutan suplai sesuai kebutuhan program prioritas pemerintah. Pola tanam yang disusun terencana, proses grading dan pengemasan yang terstandar, serta koordinasi distribusi yang terintegrasi menjadi faktor penentu dalam menjaga konsistensi pasokan.

Dalam kesempatan membuka acara, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Tedy Dirhamsyah menekankan bahwa kebutuhan pangan, baik untuk konsumsi masyarakat maupun program prioritas pemerintah, berlangsung secara rutin dan memerlukan perencanaan produksi yang terukur.

Sementara itu, Kepala BBPMKP Sukim Supandi menegaskan bahwa Program MBG merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari agenda besar pembangunan pertanian dan pembangunan sumber daya manusia nasional.

“Pemenuhan pangan bergizi tidak hanya dipandang sebagai isu konsumsi, tetapi sebagai satu sistem hulu–hilir yang dimulai dari produksi, pengolahan, hingga distribusi yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan. Karena itu, keberhasilan program ini menuntut keterlibatan aktif pelaku utama dan pelaku usaha pertanian di lapangan,” ujarnya.

Melalui BOC Vol. 342, diharapkan terbangun komitmen bersama untuk memperkuat peran kelembagaan petani dalam mendukung program MBG. Dengan sinergi dan semangat gotong royong, pertanian diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menyediakan pangan bergizi berbasis potensi lokal, sebagai kontribusi nyata dalam membangun Indonesia yang sehat dan berdaya saing.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan motivasi bagi insan pertanian, khususnya para tunas muda pertanian, untuk terus memajukan pertanian menuju Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia.

(Restu/BBPMKP)

Aparat Terus Babat PKL di Kawasan Puncak

0

Megamendung | Jurnal Bogor
Dua kecamatan di Kabupaten Bogor yakni Cisarua dan Megamendung, sejak dikeluarkannya instruksi Bupati Rudy Susmanto untuk menata dan menertibkan kawasan Puncak, hingga kini muspika di dua kecamatan itu terus gencar melaksanakan instruksi tersebut.

Dengan mengedepankan anggota trantib di masing masing kecamatan, mereka secara tegas terus melakukan pembongkaran terhadap kios-kios milik pedagang kaki lima yang berdiri di atas tanah negara atau diatas tanah milik jalan.

Di Kecamatan Megamendung, di Desa Pasirangin, puluhan kios yang berdiri melanggar aturan, mulai dari mendirikan bangunan di atas tanah Pemprov Jabar, hingga pembongkaran kios PKL yang diduga sebagai tempat transaksi obat tramadol.

“Ini instruksi langsung dari bupati, penertiban untuk penataan kawasan Puncak. Sejumlah kios PKL di Pasirangin yang berdiri diatas tanah milik Pemprov Jabar sudah dibongkar petugas Polisi Pamongpraja. Kawasan Megamendung merupakan daerah pariwisata yang harus tertata rapi dan tertib, ” tandas Camat Megamendung, Ridwan, S.Sos.

Sementara itu di Kecamatan Cisarua, jajaran trantibnya fokus terhadap pengawasan di beberapa titik yang rawan berdirinya kios-kios PKL. Beberapa hari lalu, petugas Satpol PP Kecamatan imenindak beberapa kios yang baru berdiri di tepi jalan Gapura, Kelurahan Cisarua.

Langkah tegas yang dilakukan petugas ini, untuk pencegahan kawasan itu dipenuhi oleh kios-kios PKL yang beberapa bulan lalu sudah dibersihkan oleh petugas.

“Kita apresiasi langkah tegas yang dilakukan Pol PP Kecamatan Cisarua. Istilah nongol babat kini dibuktikan di lokasi jalan Gapura. Di lokasi itu semalam ada pendirian kios-kios PKL. Tetapi di pagi harinya langsung disikat oleh anggota trantib Kecamatan dengan membongkar kembali rangka kios yang terbuat dari bambu itu. Selama pembongkaran dilaksanakan, tidak ada perlawanan dari para pemiliknya, ” tutur Sopian, warga setempat.

Sementara itu, diungkapkan Kepala Pasar Cisarua Aria Maulana, kawasan jalur Gapura merupakan kawasan yang benar-benar dipantau. Daerah itu harus bersih dari kios PKL.

“Setelah dilakukan pembongkaran, aparat harus terus melakukan pengawasan. Karena, jalan Gapura merupakan akses untuk masuk dan keluar pasar. Selain itu juga, tempat yang dipakai untuk berdirinya kiis kios PKL merupakan saluran air dan tanah milik badan jalan, ” pungkasnya.

** Dadang Supriatna

Kamera Tilang di Puncak Resahkan Warga Setempat

0

Megamendung | Jurnal Bogor
Sudah satu pekan lamanya, Polres Bogor melakukan pemasangan kamera untuk menilang para pelanggar lalulintas yang melintasi jalan raya Puncak. Pemasangan kamera tersebut tepatnya di Cibogo, Desa Cipayung Datar.

Kehadiran kamera pemantau ini, mendapat respons negatif dari sejumlah masyarakat, khususnya warga setempat yang berdekatan dengan tempat berdirinya kamera pemantau ini.

“Iya sungguh meresahkan adanya penasangan kamera pemantau lalulintas ini. Karena, katanya kamera tersebut merupakan sebagai fasilitas untuk menindak terhadap pelanggaran lalulintas. Baik itu ke pengguna sepeda motor maupun mobil. Dan kita sebagai warga yang tidak jauh dari tempat berdirinya kamera itu, dibuatnya was-was. Karena, warga yang berdekatan dengan kamera rutinitas lalulintasnya paling banyak. Tidak menutup kemungkinan, bakal banyak pengendara sepeda motor dari warga sekitar yang terkena tilang elektronik ini, ” tutur Badru, warga Cibogo.

Sementara itu, dikatakan warga lainnya Sutarman, ada sisi positifnya jalur Puncak dipasang kamera pemantau, baik itu kamera pemantau arus lalulintas maupun kamera untuk tilang elektronik. Menurutnya, jalur Puncak merupakan jalur yang cukup penting yang lalulintasnya cukup tinggi.

“Dipasangnya kamera disana, kita ambil sisi baiknya. Mudah-mudahan para pengendara khususnya pengguna sepeda motor menjadi tertib disaat berkendaranya. Karena jika tidak mengikuti aturan lalulintas, mulai dari menggunakan helm hingga kepada kondisi kendaraan, secara otomatis jika melintasi kamera itu mereka akan terkena tilang elektronik. Dengan demikian, kita tidak boleh lengah walaupun hanya jarak dekat untuk mengendarai sepeda motor, tetap harus mengikuti aturan lalulintas, ” ujarnya.

Dilain pihak, yang dilakukan sebagian besar pengendara sepeda motor, bagi mereka yang sudah tahu keberadaan kamera tilang di jalan Raya Puncak, mereka lebih memilih jalan alternatif untuk pergi dan pulang Ciawi ke Cisarua.

“Inikan bulan puasa, rutinitas lalulintas di sore hari cukup ramai oleh warga yang ngabuburit. Jadi kita lebih memilih menggunakan jalan Cokopo Selatan sepulang dari Ciawi menuju Cisarua, ” pungkas Jahat.

** Dadang Supriatna

Tugu Selatan Terus Diterjang Banjir Bandang

0

Cisaru | Jurnal Bogor
Tembok penahan selokan di Kampung Bina Taruna RT 01/RW 02, Dusun 2, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor jebol akibat hujan deras, Sabtu (14/2/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Peristiwa tersebut menyebabkan banjir yang merusak tiga rumah warga dan berdampak pada sembilan kepala keluarga (KK).

Air meluap secara tiba-tiba setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama kurang lebih 30 menit. Derasnya aliran air tak mampu ditampung saluran drainase hingga akhirnya tembok penahan selokan ambruk dan memicu banjir.

Sekretaris Desa Tugu Selatan, Yadi Mulyadi, yang berada di lokasi kejadian mengatakan pihaknya tengah melakukan pendataan warga terdampak sesuai arahan kepala desa.

“Saat ini sedang kita verifikasi jumlah KK yang terdampak sesuai arahan dari kepala desa. Untuk sementara ada 9 KK terdampak, 3 rumah rusak berat, dan 1 kendaraan bermotor tertimbun,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua RT 01 Kampung Bina Taruna, Yandi Suwardi, menyebutkan kejadian tersebut bukan yang pertama kali terjadi di wilayahnya. Ia menegaskan, derasnya air dari arah saluran yang terhubung ke kawasan Rest Area Gunung Mas menjadi salah satu faktor yang memperparah kondisi.

“Ini sudah yang kesekian kalinya kejadian. Saya tidak mau menyalahkan sumber air datangnya dari mana, memang selokan ini dari arah Rest Area Gunung Mas. Saya sudah buat tiga sodetan, tetap saja belum bisa menampung derasnya air,” katanya.

Menurutnya, hujan deras yang turun sekitar pukul 15.30 WIB membuat air meluap dengan cepat.

“Tiba-tiba terdengar suara gebrak, tembok hancur dan air langsung meluap. Tiga rumah rusak berat, satu motor tertimbun reruntuhan dan belum bisa diangkat. Langkah selanjutnya saya akan berkoordinasi dengan Pemdes Tugu Selatan,” imbuhnya.

Salah satu warga, Aef Saepudin, mengaku sempat curiga saat hujan turun dengan intensitas tinggi. Ia pun berinisiatif mengecek pintu air di depan rumahnya.

“Tadi saya lagi di depan, terus hujan deras saya pulang ke rumah. Saya sudah agak curiga kalau hujan deras begini takut banjir. Pas saya buka pintu air, air sudah meluap. Setelah itu terdengar gebrak di depan saya, tembok jebol. Saya langsung lari untuk evakuasi warga,” tuturnya.

Sementara itu, memasuki hari pertama bulan puasa rasa was-was kembali menghantui warga disana. Selama 24 jam hujan terus turun dengan jeda berhenti 5 sampai 10 menit.

** Dadang Supriatna

IPB Career Days 2026, EIGER Adventure Land Diminati 1.000 Pelamar

0

Bogor | Jurnal Bogor

EIGER Adventure Land berpartisipasi dalam IPB Career Days 2026 yang diselenggarakan oleh Himpunan Alumni Sekolah Vokasi (HA SV) melalui Alumni Career Center (ACC) pada 4-5 Februari 2026 di Graha Widya Wisuda (GWW) IPB University.

Melalui partisipasi ini, EIGER Adventure Land membuka ruang interaksi bagi mahasiswa, alumni dan talenta muda untuk menjajaki peluang karier bermakna di industri ekowisata, dengan menyediakan lebih dari 150 posisi dalam periode rekrutmen.

Partisipasi ini mendapat antusiasme tinggi. Selama dua hari pelaksanaan, booth EIGER Adventure Land dikunjungi hampir 1.000 orang. Dari rangkaian interaksi tersebut, perusahaan
menerima lebih dari 300 lamaran secara langsung, berkontribusi terhadap total sekitar 6.000 pelamar yang masuk melalui portal online selama periode rekrutmen berlangsung.

Melalui sesi job dating, sharing session, aktivitas interaktif, serta instalasi wishing tree, peserta diajak mengenal lebih dekat visi dan misi perusahaan dalam menghadirkan pengalaman petualangan bermakna sekaligus menciptakan dampak berkelanjutan melalui aktivitas berbasis
alam.

Bagi EIGER Adventure Land, pengembangan talenta tidak hanya berfokus pada kompetensi profesional, tetapi juga pada karakter, integritas, serta keselarasan nilai sebagai fondasi budaya
organisasi yang kuat dan bertanggung jawab.

“Membangun organisasi tidak hanya tentang kemampuan, tetapi juga karakter. Setiap individu yang bergabung bersama EIGER Adventure Land merepresentasikan nilai yang kami junjung dan berkontribusi dalam menghadirkan pengalaman bermakna bagi masyarakat serta
lingkungan,” ujar Imanuel Wirajaya, Direktur Utama EIGER Adventure Land.

Pada kesempatan yang sama, Dekan SV IPB University, Dr. Aceng Hidayat, menyoroti bahwa salah satu tantangan pendidikan vokasi saat ini adalah masih adanya kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia kerja.

“Selain kemampuan teknis, mahasiswa perlu memiliki komunikasi, etika, dan akhlak yang baik. Karakter inilah yang menjadi pembeda dan sangat
dibutuhkan di dunia kerja,” jelasnya.

Direktur ACC SV IPB University, Zakky Ahmad Wahyudi, menambahkan bahwa IPB Career Days dirancang tidak hanya sebagai ajang rekrutmen, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran karier dan penguatan jejaring profesional.

“Kegiatan ini menjadi fasilitator yang menghubungkan kesiapan talenta IPB dengan kebutuhan industri. Kami berharap mahasiswa dan alumni dapat memanfaatkan momentum ini untuk
memahami kebutuhan dunia kerja serta membangun karier berkelanjutan,” ujarnya.

EIGER Adventure Land menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta serta Alumni Career Center (ACC) dan Himpunan Alumni Sekolah Vokasi (HA SV) atas kolaborasi yang menghadirkan ruang untuk bertemu, belajar, dan mengeksplorasi peluang baru.

Bagi EIGER Adventure Land, karier merupakan perjalanan bermakna. Melalui pengembangan talenta yang selaras dengan nilai perusahaan, generasi muda diajak membangun langkah dengan tujuan, memperluas dampak positif, serta mengambil peran dalam membentuk masa depan ekowisata berkelanjutan di Indonesia.

Informasi lebih lanjut mengenai peluang karier di EIGER Adventure Land dapat diakses melalui career.eigeradventureland.com.

** Fredy Kristianto | *

Perawatan AC Mobil Penting Sebelum Mudik, Sentral AC Promo Ramadhan diskon Hingga 25 % & Cek AC Gratis

0

Jurnal Bogor – Mobil yang mau dipakai untuk mudik keluarga pada saat Ramadhan dan Lebaran harus dipersiapkan. Salah satu komponen yang jangan sampai terlewatkan tapi sering disepelekan adalah memeriksa kondisi AC mobil. Kadang AC yang ada di mobil dianggap baik-baik saja. Cuma kondisinya saat mudik, AC jadi komponen yang bekerja keras, mendinginkan kabin saat terjebak di kemacetan jalan, apalagi saat panas sedang terik.

Jangan sampai AC malah tidak bekerja maksimal saat dibutuhkan. Makanya, hal yang paling mudah dilakukan adalah dengan membawa mobil ke tempat servis AC di Sentral AC Jalan Sholeh Iskandar, RT 01 RW 11, Kedungbadak, Kec. Tanah Sereal, Kota Bogor ,untuk memeriksa kondisi AC .

“Di Sentral AC saat ini sedang ada promosi Ramadhan diskon hingga 25 persen dan cek AC gratis,” ungkap Yuke.

“Pentingnya perawatan AC mobil sebelum melakukan perjalanan jauh bukan cuma sebagai pendingin! sangat penting AC mobil harus tetap hidup saat hujan, ” jelas
Yuke selaku Operasional Manager Sentral AC.

Dia mengatakan, servis AC mobil sebaiknya dilakukan paling cepat tiga bulan sekali dan paling telat adalah setiap enam bulan.

“Perawatan berkala dilakukan untuk mengetahui kondisi komponen yang ada di AC bekerja dengan baik atau tidak,” ucap Yuke kepada Jurnal Bogor, Kamis(19 /02 /2026).

Di masa mudik Lebaran nanti , jalanan akan padat oleh para pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi. Oleh karena hal tersebut pastikanlah AC mobil bekerja dengan baik sehingga ketika berkendara dan melakukan perjalanan terasa nyaman dan aman, karena perjalanan akan terasa melelahkan dan mudik akan kacau ketika AC tidak berfungsi sebagaimana fungsinya. AC Mobil yang baik itu dinginnya bikin nyaman.

Jadi sebelum berangkat mudik, lakukanlah cek dan servis AC di bengkel Sentral AC untuk menjaga kondisi AC mobil tetap prima. Komponen yang perlu diperiksa seperti kondisi filter kabin, kinerja motor blower, evaporator, suhu yang dihasilkan, tekanan freon, kerja motor fan depan, belt AC dan mesin, sampai kerja kompresor.

“Untuk servis perawatan Sentral AC mengeluarkan paket promosi diskon Ramadhan hingga sebesar 25 persen dari 19.Febuary s/d 31 Maret 2026 dan Cek AC Gratis.

Perawatan AC dimulai dari ringan(fresh service) hingga berat (heavy service) ,untuk fresh service meliputi vacum +oli compressor +freon,ganti filter cabin, bersihkan motor blower dan cleverin, untuk heavy service fresh service + bersihkan evaporator/bongkar dashboard. Dia menjelaskan, kalau perawatan AC rutin dilakukan, maka kondisi komponen bisa dimonitor. Kalau terlihat aus atau abnormal, maka saat servis selanjutnya sekalian diganti, biar tidak terlanjur rusak.

“Untuk perbaikan, tergantung komponen apa yang bermasalah. Karena di AC itu ada bagian electrical, komponen utama, dan pendukung. Masing-masing berbeda (biaya perbaikannya) tergantung masalah atau kerusakannya,” jelas Yuke.

(Wawan Hermawanto)

100 Bibit Kopi Ditanam, Situs Batu Tapak Gunung Tenjoleat Butuhkan Sinergi Pelestarian

0

Cigudeg l Jurnal Bogor
Kabupaten Bogor cukup kaya akan sejarah dan peninggalan cagar budaya warisan yang sangat berharga dari para pendahulu. Salah satunya, Situs Batu Tapak yang berada di lereng Gunung Tenjoleat di kawasan hutan negara Perum Perhutani di Desa Sukamaju wilayah administratif Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor.

Situs purbakala berupa batu berbekas telapak kaki itu hingga kini masih terjaga, namun dibutuhkan sinergi pelestarian, baik dari masyarakat maupun pemerintah.

Farid Samsudin, salah satu pelestari hutan mengatakan, Situs Batu Tapak Tenjoleat terletak tepat di puncak Gunung Tenjoleat yang memiliki ketinggian 476 meter di atas permukaan laut itu salah satu situ peninggalan sejarah yang harus dilestarikan.

“Harus dijaga dan terus dilestarikan, tetapi sinergi pelestarian dibutuhkan keterlibatan semua unsur antara masyarakat, pemerintah termasuk pihak pengelola hutan,” ujarnya kepada Jurnal Bogor, Rabu (18/2/2026).

Farid yang akrab disapa Agenk itu termasuk pelestari hutan asal Desa Batutulis, Nanggung yang gemar berpetualang menjajaki gunung. Beberapa hari terakhir ini ia tengah aktif melakukan penghijauan dengan menanam ratusan bibit kopi di kawasan hutan Gunung Tenjoleat Cigudeg.

“Secara berkala, 100 bibit kopi yang kita tanam, jenisnya kopinya arabica. Inisiatif penaman ini, tak lain hanya untuk pelestarian,” ujarnya.

Menurutnya, karena keberadaan Situs Batu Tapak di Gunung Tenjoleat salah satu cagar budaya dan peninggalan sejarah di Kabupaten Bogor pelestariannya yang harus dijaga dengan baik oleh semua pihak terutama Pemerintah Kabupaten Bogor.

Arip Ekon

Tindak Tegas Bila Pohon Penghijauan Ada yang Merusak

0

Megamendung | Jurnal Bogor
Pemerintah Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor telah melakukan penanaman pohon untuk satu hektare hutan kecamatan belum lama ini. Lahan yang menjadi target untuk pembuatan hutan ini adalah tanah PTPN Gunung Mas di Blok Arca, Desa Sukaresmi.

Sebanyak 2000 pohon jenis pohon yang dipilihnya adalah pohon alpukat miki yang disumbangkan oleh para pengusaha wisata yang ada di Kecamatan Megamendung.

Untuk menjaga pohon itu tumbuh dan aman, hasil tanam dipantau melalui aplikasi di masing-masing handphone penanam. Tidak hanya itu, guna menjaga dari perusakan orang-orang yang tidak bertanggung jawab, Camat Megamendung Ridwan, S.Sos menghimbau supaya para petani yang lahannya ditanami pohon penghijauan agar menjaga dan merawatnya dengan baik.

“Kami meminta ini merupakan program pemerintah pusat dan kita mendapatkan instruksi dari Bupati untuk melaksanakan program ini. Dengan demikian jangan sampai ada yang menghalangi atau mengganggu terhadap program dan pohon yang sudah ditanam dirusak, ” tandasnya.

Hal senada juga ditegaskan Kapolsek AKP Desy Triana. Pihaknya tidak akan segan-segan menindak jika ada oknum yang merusak pohon penghijauan tersebut.

“Ya jangan coba coba mengganggu atau merusak pohon-pohon yang sudah ditanam. Jika itu terjadi, kami dari jajaran Polsek akan melakukan tindakan. Kita berharap masyarakat turut menjaga pepohonan itu, ” tegas Kapolsek.

Sementara pada acara penanaman pohon, usai memberikan sambutan dan dinyatakan sudah diresmikannya pembuatan hutan, Camat, Danramil, juga Kapolsek beserta para peserta secara serentak melakukan penanaman.

** Dadang Supriatna