Cibinong | Jurnal Bogor
Wakil Ketua 1 DPRD Kabupaten Bogor, Achmad Yaudin Sogir menanggapi keras kelemahan pengelola keuangan Pemkab Bogor sehingga berakibat gagal bayar kegiatan kepada para penyedia jasa di 31 Desember 2025 pukul 23.59 WIB. Sogir menduga ada kesalahan manajerial keuangan di Pemkab Bogor.
“Ada kesalahan manajerial di keuangan Pemkab Bogor. Belanja daerah gegabah, Bappedalitbang serampangan dalam perencanaan. Ada ketidakmatangan dalam manajerial keuangan dan perencanaan,” ujar pria yang akrab disapa Sogir kepada Jurnal Bogor, Ahad (4/1/2026).
Sogir menambahkan bahwa di 2026 Bappedalitbang yang kini berganti nama menjadi Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapedarida) dilarang copypaste dari perencanaan sebelumnya. Harus benar-benar matang antara ketersediaan anggaran, potensi pendapatan dan rencana kegiatan di 2026.
“Baperida dilarang copypaste perencanaan, termasuk di dinas teknis seperti DPUPR. Ini kan kebiasaan lama, selalu copypaste perencanaan, tidak menyesuaikan antara ketersediaan anggaran, potensi pendapatan dan rencana kegiatan di 2026. Stop main-mainlah di Bogor ini, keramat!” tegas Sogir.
Sogir menjelaskan kondisi keuangan di 31 Desember 2025 sesuai hasil rapat pada Jumat (2/1/2026) di Gedung DPRD Kabupaten Bogor, terdapat 3.000 berkas pengajuan yang harus dibayarkan pada 31 Desember 2025 paling akhir pukul 23.59 WIB. Namun faktanya hanya sebagian kecil yang diproses dan dibayarkan karena memang tidak tersedia anggaran.
“Memang kita rapat dengan jajaran eksekutif di Dewan di hari Jumat (2/1/2026). Mereka bilang ada kesalahan sistem transfer dari pusat ke daerah. Ada juga yang bilang ada human error. Informasi sebenarnya ya kami hanya disajika ada kesalahan sistem transfer dari pusat ke daerah. Dari 3.000 berkas hanya sebagian kecilnya yang diproses akhirnya ya gagal bayar,” tegas politikus PKB dapil 1 ini.
Di sisi lain, Sogir menegaskan bahwa Pemkab Bogor harus secara ksatria dan gagah berani menyampaikan ada kesalahan manajemen keuangan. “Harusnya ksatria, gagah berani sampaikan apa adanya, jangan sembunyikan kesalahan. Kalau memang salah ya salah. Inikan seperti ada yang ditutupi sehingga ada peristiwa gagal bayar,” tegas kyai asal NU.
Sogir mengingatkan bahwa Bupati Bogor Rudy Susmanto harus mengukur diri dengan kamampuan anggaran yang ada. Kabupaten Bogor ini sangat luas dan kompleks permasalahannya, tidak bisa dikerjakan dalam satu malam. Apalagi, lanjut Sogir, pembangunan digenjot dengan hawanafsu yang membabibuta.
“Bupati Bogor Rudy Susmanto harusnya dapat mengukur diri. Jangan pakai hawanafsu. Harus terukur. Kabupaten Bogor ini sangat luas dan tidak bisa pembangunan dilakukan dalam satu malam seperti Sangkuriang. Mengelola anggaran negara ini tidak bisa dengan nafsu, harus dengan perencanaan yang matang dan terkelola dengan baik dan terbuka termasuk ke semua anggota DPRD,” tandas Sogir yang mengaku diperintahkan Ketua DPC PKB Kabupaten Bogor Edwin Sumarga untuk menjelaskan kondisi gagal bayar Pemkab Bogor di 31 Desember 2025.
Sogir mengakui bahwa pembangunan di bawah kepemimpinan Rudy Susmanto memang sangat luarbiasa terlihat perbedaannya. Di wilayah Dapil 1 saja, ada banyak sekali penataan dan pembangunan sehingga membuat Cibinong dan sekitarnya mampu mengalahkan gemerlap kota-kota tetangganya.
“Bupati Rudy harus diakui telah sangat berhasil memoles Kabupaten Bogor, khususnya sementara ini di Cibinong dan sekitarnya. Sangat gemerlap, indah dan mewah bahkan kemilaunya mampu meredupkan kemilau kota-kota tetangga Cibinong. Itu harus kita akui bersama bahwa beliau layak disebut Bapak Pembangunan Kabupaten Bogor,” kata Sogir.n Herry Setiawan
Dewan Nilai Ada Kelalaian Fatal
Laga Persib Vs Persija, Polres Bogor Bikin Bobotoh dan The Jakmania Guyub
Cibinong | Jurnal Bogor
Guna menjaga kondusifitas selama laga Persib dan Persija berlangsung, Polisi Resort (Polres) Bogor gelar nonton bareng dengan suporter kedua klub Liga 1 tersebut, di Aula Sanika Satyawada (SS) Mako Polres Bogor, Cibinong, Minggu (11/1).
Kegiatan nobar dimulai sekitar pukul 15.00 WIB dan dihadiri kurang lebih 150 orang yang terdiri dari pejabat utama Polres Bogor serta perwakilan suporter Persib dan Persija.
Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto mengatakan, bahwa kegiatan nonton bareng ini merupakan sarana untuk memperkuat kebersamaan, persatuan dan sportivitas antar pendukung klub sepak bola.
“Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya mempererat silaturahmi serta menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif, khususnya menjelang dan selama pertandingan berlangsung. Ini bentuk pendekatan humanis Polri kepada masyarakat,” tegas Wikha.
Pertandingan dimulai dengan kick off babak pertama pada pukul 15.00 WIB. Pada menit awal pertandingan, tepatnya pukul 15.05 WIB, Persib Bandung berhasil mencetak gol pembuka yang membawa keunggulan sementara 1–0 atas Persija Jakarta.
Babak pertama berakhir pada pukul 16.20 WIB dengan skor sementara 1–0 untuk keunggulan Persib Bandung. Selanjutnya, seluruh peserta kegiatan melaksanakan makan bersama sebagai wujud kebersamaan dan mempererat hubungan antara Polri dan para suporter.
“Tidak ada euforia kemenangan yang berlebihan, artinya dengan sewajarnya. Dengan itu juga tidak menyakiti pihak lain yang memicu aksi tidak diinginkan. Artinya berbeda dukungan tetapi saling berdampingan itu indah,” kata Wikha.
Pertandingan berakhir pada pukul 17.27 WIB dengan skor akhir tetap 1–0 untuk kemenangan Persib Bandung. Kegiatan nonton bareng secara keseluruhan selesai pada pukul 17.30 WIB dan berjalan dengan aman serta lancar.
“Kami berharap ini dapat menumbuhkan semangat sportivitas, persaudaraan, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya di wilayah Kabupaten Bogor,” tutup Wikha. n Noverando H
Capai 60 Persen, Pembuatan MCK di Batutulis Dikebut
Nanggung l Jurnal Bogor
Pembangunan infrastruktur sanitasi MCK dan toilet di Batutulis, Nanggung, Kabupaten Bogor yang tengah dikerjakan masyarakat di lingkungan mereka kini hampir rampung.
Diawali swadaya masyarakat dalam pembuatan sumur gali dan septictank, sedangkan bahan materialnya berasal dari bantuan PT Antam TBK, UBPE Pongkor yang mendukung jalannya pembangunan sarana MCK tersebut.
Perwakilan PT. Antam beberapa waktu lalu, saat menyambangi lokasi pembangunan tersebut Dul mengatakan, keinginan masyarakat untuk pembangunan MCK tersebut begitu kuat.
MCK dapat dimanfaatkan orang banyak, meskipun pembangunan MCK dikerjakan oleh masyarakat di lingkungan sekitar.
“Masyarakat sangat membutuhkan fasilitas MCK,” ujarnya.
Sebelumnya warga sekitar bergotong royong dengan membuat septictank hingga malam hari mengingat ada saja yang masih BAB ke kali.
“Maka MCK terutama toilet salah satu fasilitas penting untuk kesehatan dan kebersihan masyarakat di lingkungan,” pungkas masyarakat sekitar, Dede.
** Arip Ekon
Burung Kontes Merpati di Ciampea Dihargai Puluhan Juta
Ciampea l Jurnal Bogor
Harga burung merpati dapat melambung tinggi terutama merpati balap. Menariknya, jika juara harganya pun sangat fantastis mencapai puluhan juta hingga miliaran.
Seperti merpati yang diterbangkan peserta di komunitas Persatuan Merpati Tinggi Indonesia (PMTI) Bogor Barat di ajang lomba ring putaran pertama yang dihelat di Lapak Ciampea, Kabupaten Bogor, Sabtu (10/1/2026), harganya mencapai puluhan juta rupiah.
Salah satu peserta tersebut, Bolang mengaku merpati miliknya sempat menjadi incaran sesama penghobi hingga dihargai Rp20 jutaan. Burung merpati yang bernama Dominic itu telah banyak tawaran namun tak dijual.
“Pernah ditawar 20 juta, namun gak dijual harganya belum ada yang cocok,” katanya.
Menjaga burung tetap energik, Bolang berujar kunci utama performa merpati terletak pada perawatan dan kesehatan. “Pola perawatan dan latihan itu penting, intinya kesehatan. Kalau merpati fit, kerjanya maksimal,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Ketua Lapak Ciampea, Aan, menyebut kegiatan ini berjalan meriah.
“Ini kegiatan perdana, pesertanya sekitar 82 sampai 84 dan semuanya semangat,” ujarnya.
Peserta lomba mayoritas berasal dari wilayah Leuwiliang, Ciapus, dan Dramaga. “Yang jadi juara tentu yang tercepat dan terbagus,” tutupnya.
Sementara, Ketua PMTI Bogor Barat, Aria Suryadinata, menyampaikan bahwa jumlah peserta pada lomba perdana ini mencapai puluhan burung peserta menjadikan Bogor Barat sebagai wilayah dengan peserta terbanyak.
“Alhamdulillah, lomba ring putaran pertama PMTI Bogor Barat diikuti 82 peserta. Ini terbanyak,” kata Aria.
Dalam lomba tersebut, burung merpati bernama Dominic dari tim MBC keluar sebagai juara pertama. Sementara posisi juara dua diraih oleh burung bernama Iney JR.
Aria menjelaskan, prestasi dalam lomba menjadi penentu nilai jual burung merpati. “Kalau burung sudah berprestasi, berarti sudah ada angka harganya,” ujarnya.
Ia juga menilai, sejak terbentuknya PMTI Bogor Barat, komunitas merpati mulai tertata dan terorganisir dengan baik.

Ke depan, PMTI Bogor Barat akan menggelar lomba secara berkeliling di enam lapak yang ada di wilayah Bogor Barat, yakni Ciampea, Cibungbulang, Pamijahan, dan Leuwisadeng.
“Besok juga kita akan mengadakan event lagi di sini, ada doorprize. Putaran lomba ini akan terus berjalan di beberapa lapak,” katanya.
Menurut Aria, jenis burung merpati yang bagus adalah burung yang berprestasi. Ia juga menyebutkan rencana PMTI Bogor Barat untuk berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan agar merpati-merpati di wilayah Bogor Barat dapat dicek kesehatannya.
Soal harga, Aria menyebut nilai burung merpati sangat bervariasi. “Harganya ada yang puluhan ribu, ratusan ribu, jutaan, bahkan puluhan juta. Kalau di tingkat nasional, ada yang sampai miliaran,” ungkapnya.
Ia berharap pemerintah dapat melirik komunitas merpati di Bogor Barat karena dinilai memiliki nilai ekonomi dan perputaran UMKM bagi masyarakat. PMTI Bogor Barat juga menargetkan lahirnya bibit-bibit unggul yang nantinya bisa diikutkan ke lomba tingkat nasional.
** Arip Ekon
Pembongkaran Plaza Bogor Terkendala Izin
Bogor | Jurnal Bogor
Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) hingga kini masih belum melakukan pembongkaran terhadap bangunan Pasar dan Plaza Bogor.
Hal itu lantaran PPJ belum mengantungi izin dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) perihal pembongkaran tersebut. Walhasil, hanya bagian atap dan beberapa instalasi yang dapat dibongkar.
“Pembongkaran struktur bangunan masih belum boleh. Karena masih nunggu izin. Jadi hanya bagian atap dan instalasi yang dapat dibongkar,” ujar Direktur Operasional Perumda PPJ, Abdul Haris Maraden kepada wartawan, Minggu (11/1/2026).
Menurut dia, PT Tami Raya Abadi selaku pemenang lelang senilai Rp7,5 miliar untuk pembongkaran struktur yang harus mengantungi izin terlebih dahulu ke PUPR Kota Bogor.
“Kami minta harus secepatnya diurus agar pembongkaran struktur segera bisa dilakukan. Usai pembongkRan, pembangunan bisa dilanjut,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR, Juniarti Estiningsih mengatakan bahwa pihaknya belum menerbitkan izin pembongkaran struktur kedua bangunan tersebut, sebelum pemenang lelang memenuhi persyaratan dokumen.
“Masih ada beberala dokumen yang belum diserahkan kepada kami,” ungkap perempuan yang akrab disapa Esti itu.
Ia mengaku, bila PUPR telah meminta pemenang lelang untuk melengkapi dokumen, agar izin dapat diterbitkan dalam waktu dekat.
“Kami sudah minta, tapi yang bersangkutan belum menyerahkan dokumen,” tandasnya.
** Fredy Kristianto
Sungai Ciliwung Dipantau Menteri dan Gubernur DKI
Cisarua | Jurnal Bogor
Kawasan hulu Sungai Ciliwung yang memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem Jabodetabek menjadi sorotan utama dalam rapat yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, Jumat (9/1/2026).
Rapat digelar di Gedung Kementerian Koordinator PMK dan dihadiri Menteri Lingkungan Hidup Dr. Hanif Faisol Nurofiq, Wakil Menteri ATR/BPN H. Ossy Dermawan, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, serta perwakilan pemerintah daerah terkait, termasuk Bupati Bogor Rudy Susmanto.
Rapat tersebut membahas langkah pemulihan lahan serta upaya antisipasi banjir dan longsor di kawasan hulu Sungai Ciliwung. Untuk merealisasikan langkah strategis tersebut, pemerintah juga menekankan pentingnya penguatan koordinasi dan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
Upaya penanganan meliputi pembangunan retensi air, penghijauan kembali, penguatan regulasi, mitigasi bencana, serta penegakan hukum di kawasan hulu, terutama di wilayah Ciawi, Megamendung, dan Cisarua yang memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat dan daerah lainnya, dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus melindungi masyarakat dari risiko bencana.
“Penanganan banjir harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Kolaborasi lintas wilayah menjadi kunci untuk menciptakan solusi jangka panjang yang berkelanjutan,” tegas Rudy Susmanto.
Menyikapi hal itu, masyarakat di wilayah Puncak melalui Karununan Warga Puncak (KWP) terus melakukan pengamatan di kawasan hulu Ciliwung. Hujan yang terus mengguyur Puncak membuat mereka waspada mengantisipasi terhadap terjadinya bencana banjir.
“Bagi warga yang berada di tepian aliran sungai Ciliwung supaya hati-hati. Jangan terlalu sering berasa di tepian sungai, kondisi di hulu terus turun hujan, ” pungkas Dede, warga Cisarua. Dadang Supriatna
Seleksi Direksi Tirta Pakuan, Dewan: Waspadai Tarik Menarik Kepentingan
Bogor | Jurnal Bogor
Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor secara resmi membuka seleksi Calon Direktur Administrasi dan Keuangan, Direktur Pelayanan dan Bisnis, serta Direktur Operasional Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Pakuan Kota Bogor masa jabatan periode 2026–2031.
Pembukaan seleksi jabatan strategis di tubuh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut mendapat sorotan serius dari DPRD Kota Bogor.
Ketua Komisi II DPRD Kota Bogor, Ahmad Rifki Alaydrus. Ia menilai bahwa proses ini sebagai momentum penting untuk memperkuat tata kelola Perumda Tirta Pakuan semakin profesional dan berorientasi pada pelayanan publik.
“Proses pengisian jabatan strategis di Perumda Tirta Pakuan sebagai momentum penting untuk memperkuat tata kelola BUMD. Bukan siapa orangnya, tapi soal kapasitas, integritas, dan rekam jejak profesionalnya,” ujar Rifki Alaydrus kepada wartawan, Minggu (11/1/2026).
Menurut dia, Tirta Pakuan merupakan perusahaan daerah yang mengelola layanan vital bagi masyarakat, sehingga pengisian jabatan direksi harus dilakukan secara transparan, objektif, dan berbasis kompetensi.
“Kami tidak ingin BUMD ini dijadikan ruang tarik-menarik kepentingan, karena dampaknya langsung dirasakan warga,” jelasnya.
Menurut Rifki, Komisi II berkomitmen untuk mengawal seluruh tahapan seleksi agar berjalan sesuai ketentuan yang berlaku dan terbebas dari intervensi pihak mana pun.
“Kami akan mengawal proses ini agar berjalan sesuai aturan, bebas intervensi, dan menghasilkan pimpinan yang mampu meningkatkan kinerja perusahaan, kualitas layanan air bersih, serta kontribusi positif bagi daerah,” ucap politisi PAN itu.
Lebih lanjut, kata dia, prinsip utama dalam pengelolaan BUMD adalah profesionalisme. Jabatan direksi, lanjut Rifki, bukan sekadar posisi kekuasaan, melainkan tanggung jawab besar dalam memberikan layanan berkualitas.
“BUMD harus dikelola secara profesional. Jabatan strategis bukan soal kekuasaan, tapi tanggung jawab pelayanan publik,” kata dia.
Sebelumya, Ketua Pansel Tirta Pakuan, Hanafi menjelaskan bahwa proses seleksi dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, di antaranya PP Nomor 54 Tahun 2017 tentang BUMD, Permendagri Nomor 37 Tahun 2018, serta Permendagri Nomor 23 Tahun 2024 tentang Organ dan Kepegawaian BUMD Air Minum.
“Seleksi ini terbuka bagi profesional yang memenuhi persyaratan, baik persyaratan umum maupun administrasi serta memiliki integritas dan kepemimpinan,” jelas dia.
Ia menekankan seleksi ini dilaksanakan dalam rangka memastikan terwujudnya tata kelola perusahaan yang profesional, transparan, dan akuntabel, sekaligus mendorong peningkatan kinerja layanan air minum bagi masyarakat Kota Bogor.
Pemkot, sambungnya, telah melakukan Focus Group Discussion (FGD) bersama Kemendagri dan stakeholder terkait untuk menyamakan persepsi terkait seleksi calon direksi agar sesuai dengan regulasi.
“Tentu harapan kami mendapatkan direksi yang profesional di bidangnya, karena ada penambahan tupoksi terkait pengelolaan air limbah dan penyesuaian SOTK (Struktur Organisasi dan Tata Kerja) didasarkan pada Permendagri Nomor 23 Tahun 2024 tentang Organ dan Kepegawaian BUMD Air Minum dan telah mendapatkan persetujuan (Kemendagri),” imbuhnya.
Persetujuan tersebut tercantum dalam Surat Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Nomor 900.1.13.2/8149/Keuda, yang mengesahkan penambahan jumlah direksi di Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Bogor ini berharap pelaksanaan seleksi direksi nanti, mulai dari tahapan pengumuman, seleksi administrasi, Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) hingga wawancara berjalan lancar.
** Fredy Kristianto
Tim Gabungan Lakukan Pembersihan Pascabencana Longsor di Mulyaharja
Bogor Selatan | Jurnal Bogor
Warga bersama unsur pemerintah dan relawan melaksanakan gotong royong pembersihan material pascalongsor di RT 04/RW 10, Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Minggu (11/1/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan BPBD Kota Bogor, Damkar Kota Bogor, Tagana Kota Bogor, Polmas, PMI Kota Bogor, serta dihadiri Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor Fajar Muhammad Nur dan Anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor Mulyani.
Sekretaris Kecamatan Bogor Selatan Harry Cahyadi mengatakan, gotong royong merupakan langkah cepat penanganan pascabencana guna memulihkan aktivitas warga.
“Kolaborasi lintas instansi dan peran aktif masyarakat sangat membantu percepatan penanganan di lapangan,” ujarnya.
Lurah Mulyaharja Muslim Yuliantono menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan pascalongsor sehingga proses pembersihan dapat berjalan cepat dan aman.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor Dimas Tiko Prahadisasongko menjelaskan, longsor dipicu oleh tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir. Petugas gabungan melakukan pembersihan material sekaligus asesmen lokasi untuk mengantisipasi potensi longsor susulan.
Ketua LPM Kelurahan Mulyaharja Dicky menambahkan, korban telah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit, sementara keluarga terdampak dipindahkan ke hunian sementara.
“Kebersamaan ini menunjukkan keguyuban dan kepedulian warga Mulyaharja terhadap sesama,” katanya.
Hingga kegiatan berakhir, pembersihan material berjalan lancar dan kondisi di lokasi terpantau aman serta kondusif. Pemerintah mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Yudi
Diduga Kebocoran Gas Elpiji, Tiga Rumah di Desa Cibalung Cijeruk Terbakar
Cijeruk | Jurnal Bogor
Diduga akibat kebocoran gas elpiji, tiga unit rumah warga di Kampung Sla’awi, Desa Cibalung, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, hangus terbakar pada Sabtu (10/1/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.
Dalam upaya pemadaman, petugas pemadam kebakaran mengerahkan tiga unit armada, terdiri dari dua unit dari Damkar Sektor Ciawi dan satu unit bantuan dari Damkar Sukabumi. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.00 WIB.
Komandan Tim Damkar Sektor Ciawi, Muhamad Safe’i, mengatakan pihaknya menerima laporan dari salah satu pemilik rumah yang terdampak kebakaran. Setelah menerima laporan, petugas langsung menuju lokasi kejadian.
“Petugas mengerahkan tiga unit mobil pemadam kebakaran. Api berhasil dipadamkan sekitar satu jam setelah kejadian,” ujar Safe’i.
Berdasarkan keterangan saksi, api diduga berasal dari kebocoran gas elpiji. Pemilik rumah sempat berusaha memadamkan api, namun kobaran api justru membesar dan merambat ke bagian atap rumah sehingga menyebabkan kebakaran meluas.
“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun seluruh bangunan rumah beserta harta benda milik warga habis terbakar,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Cibalung, Rusyadi, menyebutkan tiga rumah yang terbakar masing-masing milik Lukman, Erna, dan Acep Mardin. Ketiganya merupakan tiga kepala keluarga yang tinggal berdampingan.
“Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah karena banyak barang berharga yang tidak sempat diselamatkan,” kata Rusyadi.
Ia menambahkan, peristiwa kebakaran tersebut telah dilaporkan kepada pihak Kecamatan Cijeruk dan Pemerintah Kabupaten Bogor untuk penanganan lebih lanjut. Yudi
Cuaca Ekstrem Terus Terjang Puncak
Cisarua | Jurnal Bogor
Sejak Jumat (9/1/26) hingga hari Minggu (11/1/2026), kawasan Cisarua dan Megamendung, Kabupaten Bogor terus dilanda cuaca buruk.
Hujan deras yang disertai tiupan angin kencang kerap membuat warga Puncak merasa ketakutan terjadinya bencana alam. Terlebih, beberapa hari yang lalu, di Puncak Cipanas, Kabupaten Cianjur, pada malam Jumat lalu terjadi fenomena alam berupa suara dentuman yang disertai oleh kilatan cahaya dari kawasan Gunung Gede Pangrango yang hingga kini belum diketahui penyebabnya.
Untuk mengantisipasi ditengah cuaca buruk ini, Camat Megamendung, Ridwan S. Sos, terus berkomunikasi dengan seluruh Kepala Desa yang ada di kecamatannya. Para Kepala Desa Supaya selalu mengingatkan dan menyiagakan para anggota Linmas di masing masing desanya. Ini dilakukan camat, supaya jika terjadi bencana alam yang tidak bisa diprediksi waktu kejadiannya, anggota Linmas bisa segera cepat melakukan langkah langkah pertolongan.
“Sudah tiga hari ini cuaca di wilayah kita tidak bersahabat. Hujan deras yang selalu disertai tiupan angin kencang selalu terjadi siang dan malam. Guna membuat rasa nyaman kepada masyarakat, kura selalu memberikan himbauan atau peringatan kepada para Kepala Desa supaya menyiagakan semua anggota Linmasnya. Dengan siaganya anggota Linmas, dipastikan jika terjadi bencana alam, mereka akan segera melakukan tindakan berupa penanganan pertama, ” ujarnya.
Tidak hanya anggota Linmas yang disiagakan, ditambahkan Camat, kendaraan desa berupa mobil siaga desa dan ambulans harus dalam kondisi siap bergerak. Menurutnya, kendaraan desa siaga merupakan unit yang diperuntukkan untuk pelayanan kepada warga. “Dalam kondisi seperti ini, kendaraan desa siaga harus prima, ini berguna untuk menunjang mobilisasi bagi penanganan jika terjadi bencana. Terlebih, di kecamatan Megamendung terdapat beberapa desa yang kondisinya rawan terjadinya bencana tanah longsor. Mudah mudahan, kita berharap wilayah Megamendung dalam kondisi aman, ” pungkasnya. Dadang Supriatna

