25.7 C
Bogor
Friday, March 27, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 20

Tata Kota Kecamatan Megamendung Bakal Pesat

0

Megamendung | Jurnal Bogor
Kecamatan Megamendung, khususnya di dua desa, yaitu Desa Sukaresmi dan Desa Sukamanah, dipastikan akan dijadikan pusat kota di tingkat kecamatan tersebut.

Camat Megamendung Ridwan, S.Sos menjelaskan, pihaknya bersama Bupati Bogor Rudy Susmanto memiliki rencana ke depan untuk terus melakukan penataan di wilayahnya.

Melalui rencana pembangunan yang sudah disusun di tingkat Kecamatan, pasar Sukamanah akan direvitalisasi dengan tidak mengubah pengelolaannya sebagai badan usaha milik Desa Sukamanah.

Selain pasar yang akan direvitalisasi diatas lahan seluas 6 hektare itu, nantinya akan dibangun berbagai fasilitas umum dan sarana pendidikan dan olahraga.

“Ya kedepannya terdapat rencana untuk dilakukan perubahan untuk lebih maju dan tertata. Mulai dari kondisi pasar, sarana ola raga, sarana pendidikan dan berbagai fasilitas untuk yang dibutuhkan oleh masyarakat,” ujar Kades Sukamanah, Hj Irmayani beberapa waktu lalu.

Tidak hanya sarana tersebut diatas yang akan dibangun, melainkan sarana untuk transportasi juga mendapat perhatian khusus. Di Pasar Sukamanah itu nanti nantinya akan dibangun sub terminal. Pentingnya sub terminal disana mengingat, selama ini angkutan kota jurusan Pasirmuncang-Ciawi keberadaannya dinilai liar. Mereka naik dan menurunkan penumpang, bahkan ngetem memanfaatkan badan jalan. Hal ini menjadikan kawasan disana sering terjadi kemacetan.

“Pembangunan sub terminal sangat penting. Karena selama ini angkutan kota ngetemnya di badan jalan. Hal ini kerap menjadi salah satu penyebab terjadinya kemacetan disana. Mudah mudahan, untuk pembangunan sub terminal ditahun ini dikabulkan oleh Pemkab Bogor. Perlu diketahui, pengajuan sub terminal ini, selalu diusulkan di setiap tahunnya. Tetapi, hingga saat ini keinginan masyarakat tersebut belum juga terkabulkan,” pungkas Kades Hj Irmayani.

** Dadang Supriatna

Tanah Milik Terploting PTPN, Warga Gagal Ikut Program PTSL

0

Cisarua | Jurnal Bogor
Seikitar 10 orang pemilik tanah adat di Kampung Legok Malaci, Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor dipastikan gagal ikut program PTSL pembuatan sertifikat.

Hal ini karena lahan milik warga yang terdiri dari sawah dan tanah darat itu masuk ploting sertifikat HGU PTPN Regional 1 dan 2 ( Gunung Mas). Diketahuinya tanah warga tersebut masuk ke HGU PTP, setelah dilakukannya pengukuran yang diakukan oleh petugas BPN Kabupaten Bogor beberapa waktu yang lalu.

Indra, salah satu pemilik tanah yang terkena ploting PTPN merasa kecewa terhadap kejadian itu. Pengurusan sertifikat program bantuan dari pemerintah ini terancam tidak bisa diikutinya.

“Tanah sawah saya ini tanah adat merupakan warisan dari orang tua. Surat surat dasar yang kami miliki lengkap semua. Mulai dari girik, leter C dan bukti pajak tahunan ada semua, tapi kenapa bisa masuk ke ploting PTPN, ” ujarnya.

Hal serupa diungkapkan oleh Yulianah. Tanah miliknya seluas 300 meter yang dibelinya 10 tahun yang lalu masuk ke ploting PTPN Gunung Mas. Ia merasa dirugikan dari hasil ploting satelit yang dimiliki PTPN tersebut.

” Tanah saya itu bukan tanah garapan atau tanah negara, tetapi tanah milik sesuai dengan surat jual beli kita dulu. Adanya hal ini kita jelas dirugikan oleh plotingan PTPN tersebut. Karena dengan adanya hal itu pengurusan sertifikat kita menjadi terhambat, ” ungkapnya.

Adanya hal tersebut, sejumlah pemilik tanah adat yang terkena plotingan PTPN akan mendatangi pihak PTPN Gunung Mas untuk menyampaikan keberatannya. Secara fakta di lapangan, tanah-tanah warga yang terbawa ke foto satelit plotingan PTPN itu semuanya tanahnya berbatasan dengan tanah negara bekas perkebunan teh Gunung Mas.

** Dadang Supriatna

Polsek Ciomas Gelar Patroli KRYD Selama Ramadhan

0

Ciomas | Jurnal Bogor – Guna mengantisipasi tindak kejahatan jalanan seperti pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), tawuran, perang sarung, serta potensi gangguan kamtibmas lainnya, jajaran kepolisian melaksanakan Patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) skala besar di wilayah Ciomas, selama bulan suci Ramadhan.

Kegiatan patroli tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Ciomas, Hendra Kurnia, serta melibatkan personel gabungan dari Polsek jajaran Zona IV, unsur Polres Bogor, Tentara Nasional Indonesia, Satuan Polisi Pamong Praja, Linmas, dan Polmas.

Patroli skala besar ini melibatkan Polsek Ciomas, Polsek Tamansari, Polsek Dramaga, Polsek Ciampea dan Polsek Cibungbulang, yang tergabung dalam pengamanan wilayah Zona IV.

Kapolsek Ciomas, AKP Hendra Kurnia, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan upaya preventif untuk menekan angka kriminalitas serta menciptakan situasi yang aman dan kondusif bagi masyarakat selama bulan Ramadhan.

“Patroli KRYD skala besar ini bertujuan untuk mencegah terjadinya curat, curas, curanmor, tawuran, perang sarung, serta berbagai gangguan kamtibmas lainnya. Kami ingin memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah di bulan Ramadhan dengan aman, nyaman, dan khusyuk,” ujar AKP Hendra Kurnia, Minggu (22/2/2026).

Ia menjelaskan, personel gabungan melakukan patroli secara mobile dengan menyasar titik-titik rawan gangguan keamanan, kawasan permukiman warga, pusat keramaian, serta lokasi yang kerap dijadikan tempat berkumpulnya para remaja pada malam hingga dini hari.

Selain itu, pihaknya juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar turut berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan masing-masing.

“Kami mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas dan segera melapor kepada pihak kepolisian apabila menemukan adanya potensi gangguan keamanan di lingkungannya,” pungkasnya. Yudi

Produsen Topi Rimba Lugina Asal Nanggung Kebanjiran Pesanan, Ikut Dorong Produk Lokal

0

Nanggung | Jurnal Bogor – Produsen topi rimba asal Desa Batutulis, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, terus menunjukkan eksistensinya dengan aktif mengikuti berbagai pameran UMKM tingkat kecamatan hingga kabupaten.

Rivan, pengrajin sekaligus produsen topi rimba bermerek Lugina yang berasal dari Kampung Pasirgintung, Desa Batutulis, mengaku belakangan kebanjiran pesanan. Kondisi tersebut membuatnya harus menyelesaikan pekerjaan hingga malam hari demi memenuhi permintaan pelanggan.

Selain memproduksi topi rimba, Rivan juga memproduksi blangkon khas Sunda serta melayani pembuatan berbagai jenis model pakaian sesuai pesanan.

“Jadi, tidak hanya pembuatan topi rimba atau blangkon, sesuai pesanan, bermacam jenis model pakaian pun kami buat,” ujar Rivan, Minggu (22/2/2026).

Ia menuturkan, usaha pembuatan topi rimba dan blangkon tersebut telah berjalan selama tiga tahun terakhir. Selama itu pula, produk Lugina telah mengikuti berbagai pameran UMKM yang digelar di wilayah Kabupaten Bogor.

Rivan menyebutkan, salah satu momen yang berkesan adalah saat digelarnya pameran UMKM di Stadion Pakansari, ketika masih dipimpin Penjabat Bupati Iwan Setiawan. Pada kesempatan tersebut, produk topi rimba Lugina mendapat respons positif dan dibeli langsung oleh pimpinan daerah.

Tak hanya itu, Camat Nanggung pada saat itu juga memesan sejumlah blangkon untuk digunakan dalam berbagai kegiatan.

“Saat ini kami sedang memproduksi puluhan topi rimba dan blangkon untuk suvenir pesanan PT Antam Pongkor,” ungkapnya.

Menurut Rivan, dukungan dan respons dari berbagai pihak, baik pemerintah daerah maupun perusahaan, menjadi motivasi tersendiri bagi pelaku UMKM lokal untuk terus berkembang.

“Tidak hanya bupati atau camat, termasuk PT Antam pun merespons dan memesan topi rimba dan blangkon kami,” tukasnya. Arip Ekon

Toko Kue Ludes Digasak Maling

0

Bogor | Jurnal Bogor

Sebuah toko kue di kawasan Kecamatan Bogor Barat dibobol maling pada Minggu (22/2). Akibatnya puluhan hampers dan paket kue ludes, kerugian pun ditaksir mencapai Rp10 juta.

Kepada wartawan, Kapolsek Bogor Barat, AKP Didin Komarudin mengatakan, kejadian tersebut pertama kali diketahui karyawan toko, Muhamad Saeful Adi saat hendak membuka toko. Ketia itu ia mendapati pintu teralis besi toko sudah dalam keadaan sedikit terbuka.

“Gembok sudah hilang, dan ada bekas congkelan di pintu,” kata Kapolsek.

Selain itu, kata dia, pintu kaca bagian dalam juga telah terbuka sebelah. Ketika memasuki area toko, ditemukan meja pajangan sudah dalam keadaan kosong.

“Kami sudah mendatangi lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari para saksi,” beber dia.

Menurutnya, saat ini polisi tengah melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku pembobolan.

** Fredy Kristianto

Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara Sebut Satu Tahun Rudy-Jaro Ade Bawa Banyak Perubahan

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, Sastra Winara, menilai kepemimpinan Bupati Rudy Susmanto dan Wakil Bupati Ade Ruhandi atau Jaro Ade selama satu tahun telah membawa banyak perubahan nyata bagi Kabupaten Bogor.

Menurut Sastra, perubahan tersebut tidak hanya dirasakan di wilayah ibu kota kabupaten, Cibinong, tetapi juga hingga ke pelosok wilayah barat Kabupaten Bogor.

“Sudah terlihat banyak perubahan dari ibu kota Cibinong sampai ke bagian ujung barat Kabupaten Bogor sudah terlihat,” ujar Sastra, Sabtu (21/2/2026).

DPRD Kabupaten Bogor, kata Sastra, berkomitmen terus mendukung dan mengawal realisasi program-program prioritas pemerintah daerah, khususnya di sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

“Pertama pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur yang memang betul kita dukung supaya bisa diselesaikan oleh pemerintah Rudy Susmanto dan Jaro Ade,” ucapnya.

Sastra juga berharap pasangan bupati dan wakil bupati tersebut dapat terus mengabdi dan memberikan manfaat bagi seluruh elemen masyarakat Kabupaten Bogor hingga akhir masa jabatan mereka.

“Mudah-mudahan Bupati dan Wakil Bupati satu tahun ke depan, dua tiga tahun ke depan hingga selesai masa jabatannya bisa berbakti pada masyarakat Kabupaten Bogor,” tutup Sastra. (*)

PSI Kota Bogor Bantu Biaya Pendidikan untuk 20 Anak Kurang Mampu

0

Kota Bogor | Jurnal Bogor
DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memberi bantuan biaya pendidikan kepada 20 anak tidak mampu di Kota Bogor, yang bukan penerima Program Indonesia Pintar (PIP). Kegiatan sosial ini berlangsung di Gedung DPD PSI Kota Bogor, Bogor Barat, Kota Bogor, Jumat (20/2/2026).

Tim aksi sosial DPP PSI membagikan paket perlengkapan sekolah, tempat makan, serta bantuan uang tunai sebesar Rp500.000 untuk masing-masing anak. Bantuan diberikan kepada anak-anak dari keluarga dengan ekonomi rendah yang belum pernah menerima bantuan Program Indonesia Pintar yang bersumber dari APBN maupun APBD.

Ketua DPP PSI Melky J. Pangemanan mengatakan, program ini merupakan inisiatif Dewan Pimpinan Pusat di bawah arahan Ketua Umum Kaesang Pangarep. Anak-anak yang mendapat bantuan merujuk data dari DPD PSI Kota Bogor.

“Program ini diberikan kepada peserta didik yang kurang mampu agar dapat meringankan beban orang tua serta memberikan motivasi kepada anak-anak untuk terus semangat belajar,” ucap Melky.

Ia menceritakan, program bantuan sosial pendidikan tersebut telah dilaksanakan di lima titik dan terus berkeliling ke berbagai daerah di Indonesia.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen PSI untuk terus hadir dan bekerja untuk rakyat, tidak hanya saat masa kampanye, tetapi juga dalam aktivitas kerja politik sehari-hari,”katanya.

Sementara itu, Sekretaris DPD PSI Kota Bogor, Albert Roffy Aries, menyampaikan apresiasinya terhadap program yang diinisiasi oleh Ketua Umum PSI.
“Kami sangat menyambut baik program yang diberikan oleh Mas Kaesang Pangarep dan berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut demi membantu masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya. (Citra Lionita)

Sambut Ramadan, Mentan Amran Salurkan Bantuan bagi Masyarakat yang Membutuhkan

0

Makassar — Mengawali bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran menyalurkan bantuan pribadi sebanyak 100 ton beras bagi masyarakat kurang mampu di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Aksi sosial ini menjadi wujud kepedulian dan gotong royong untuk memastikan masyarakat dapat menjalani Ramadan dengan lebih tenang dan berkecukupan.

Penyaluran 100 ton beras tersebut dilakukan bersama Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas). Beras dikemas dalam 20 ribu karung ukuran 5 kilogram dan didistribusikan langsung kepada warga yang membutuhkan di berbagai wilayah Makassar.

Mentan Amran yang juga merupakan Ketua Umum IKA Unhas menegaskan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian nyata di bulan suci Ramadan sekaligus upaya memastikan tidak ada masyarakat yang mengalami kesulitan pangan.

“Silakan para alumni mencatat dan membagikan kepada tetangga atau keluarga yang benar-benar membutuhkan. Ramadan adalah momentum berbagi dan memperkuat kepedulian,” kata Mentan Amran saat Kick Off Bakti Sosial IKA Unhas di AAS Building, Makassar, Selasa (17/2/2026) lalu.

Sebanyak 200 alumni bergerak sebagai relawan untuk mendistribusikan bantuan berdasarkan pendataan lapangan. Penyaluran dilakukan secara langsung hingga malam hari agar bantuan segera diterima masyarakat.

Tidak hanya itu, Mentan Amran menyampaikan bahwa pemerintah, atas arahan Presiden Prabowo Subianto, telah mengalokasikan sekitar Rp11 triliun untuk bantuan sosial (bansos) Ramadan. Anggaran tersebut digelontorkan guna memperkuat daya beli masyarakat, menjaga stabilitas pasokan, serta mengantisipasi gejolak harga pangan selama bulan suci.

“Pemerintah keluarkan kurang lebih Rp11 triliun bansos atas perintah Bapak Presiden. Rp11 triliun kita keluarkan bansos ini untuk Ramadan,” tegasnya.

Ia menambahkan, penguatan solidaritas sosial tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, momentum Ramadan harus menjadi penggerak kepedulian kolektif.

“Alangkah indahnya kalau kita berbagi. Jangan biarkan ada kelaparan saudara-saudara kita,” katanya.

Lebih jauh, Mentan Amran menyampaikan bahwa semangat berbagi akan terus ia jalankan, baik dalam kapasitas sebagai pejabat negara maupun secara pribadi melalui yayasan sosial yang dibangunnya.

“Kalau tidak ada yang membackup, saya upayakan secara pribadi. Ada yayasan yang dibangun ini untuk saudara-saudara kita. Nanti kalau saya tidak Menteri lagi, kerja saya seperti ini. Inilah cita-cita kami yang tertinggi. Ingin berbagi sesuai kemampuan kami. Rezeki dikasih Allah,” pungkasnya.(Restu/BBPMKP)

Mentan Amran Perkuat Peran Pemuda Masjid dalam Ketahanan Pangan

0

Jakarta – Menteri Pertanian menggelar audiensi bersama tujuh organisasi mahasiswa dan kepemudaan, salah satunya Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), dalam rangka memperkuat kolaborasi percepatan swasembada dan ketahanan pangan nasional. Dalam pertemuan tersebut, Mentan Amran menegaskan komitmen pemerintah untuk mendukung gerakan pemuda masjid melalui bantuan benih unggul dan alat mesin pertanian (alsintan).

Ketua Umum DPP BKPRMI, Nanang Mubarok, menyampaikan apresiasi atas capaian Kementerian Pertanian dalam mempercepat roadmap swasembada pangan nasional. Menurutnya, percepatan target dari empat tahun menjadi dua tahun, bahkan satu tahun, merupakan langkah luar biasa yang telah dibuktikan dengan capaian swasembada di beberapa komoditas per Januari 2026.

“Alhamdulillah, syukur kepada Allah pagi ini kami bisa beraudiensi bersama Bapak Menteri dan Bapak Wamen Pertanian. Kami mendapat gambaran yang sangat luar biasa dari roadmap swasembada pangan. Dari empat tahun menjadi dua tahun, menjadi satu tahun. Per Januari 2026 sudah swasembada di beberapa komoditas,” ujar Nanang di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Kamis (19/2/2026).

BKPRMI menyatakan kesiapan untuk terlibat aktif dalam gerakan ketahanan pangan dengan menggerakkan pemuda remaja masjid agar terjun langsung ke sektor pertanian dan peternakan. Salah satu potensi yang disampaikan adalah pemanfaatan lahan wakaf seluas 100 hektare di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang dinilai cocok untuk budidaya jagung.

Menanggapi rencana pemanfaatan lahan wakaf seluas 100 hektare di NTB, Mentan Amran, mengarahkan agar lahan tersebut ditanami jagung unggulan dengan dukungan penuh dari pemerintah.

“Tanam jagung saja. Benihnya kami siapkan, hasilnya nanti diserap BULOG. Lahan 100 hektare itu juga kita bantu hand tractor,” tegasnya.

Selain NTB, pengembangan jagung unggulan juga diarahkan di Sulawesi Selatan, Jawa Barat, dan Banten sebagai bagian dari penguatan produksi nasional berbasis komunitas. Dukungan pembelian hasil oleh BULOG menjadi jaminan pasar bagi petani muda masjid, sehingga produksi memiliki kepastian serapan.

BKPRMI juga menyampaikan komitmennya dalam Gerakan Bangun Ekonomi Masjid, dengan menjadikan pilar ketahanan pangan sebagai prioritas. Kolaborasi ini diharapkan menjadikan masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan ekonomi berbasis produksi.

Sinergi ini menjadi langkah konkret memperluas partisipasi generasi muda dalam mendukung ketahanan pangan nasional serta membangun kemandirian produksi dari tingkat komunitas.(Restu/BBPMKP)

Sambut Ramadan, Mentan Amran Salurkan Bantuan bagi Masyarakat yang Membutuhkan

0

Makassar — Mengawali bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran menyalurkan bantuan pribadi sebanyak 100 ton beras bagi masyarakat kurang mampu di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Aksi sosial ini menjadi wujud kepedulian dan gotong royong untuk memastikan masyarakat dapat menjalani Ramadan dengan lebih tenang dan berkecukupan.

Penyaluran 100 ton beras tersebut dilakukan bersama Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas). Beras dikemas dalam 20 ribu karung ukuran 5 kilogram dan didistribusikan langsung kepada warga yang membutuhkan di berbagai wilayah Makassar.

Mentan Amran yang juga merupakan Ketua Umum IKA Unhas menegaskan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian nyata di bulan suci Ramadan sekaligus upaya memastikan tidak ada masyarakat yang mengalami kesulitan pangan.

“Silakan para alumni mencatat dan membagikan kepada tetangga atau keluarga yang benar-benar membutuhkan. Ramadan adalah momentum berbagi dan memperkuat kepedulian,” kata Mentan Amran saat Kick Off Bakti Sosial IKA Unhas di AAS Building, Makassar, Selasa (17/2/2026) lalu.

Sebanyak 200 alumni bergerak sebagai relawan untuk mendistribusikan bantuan berdasarkan pendataan lapangan. Penyaluran dilakukan secara langsung hingga malam hari agar bantuan segera diterima masyarakat.

Tidak hanya itu, Mentan Amran menyampaikan bahwa pemerintah, atas arahan Presiden Prabowo Subianto, telah mengalokasikan sekitar Rp11 triliun untuk bantuan sosial (bansos) Ramadan. Anggaran tersebut digelontorkan guna memperkuat daya beli masyarakat, menjaga stabilitas pasokan, serta mengantisipasi gejolak harga pangan selama bulan suci.

“Pemerintah keluarkan kurang lebih Rp11 triliun bansos atas perintah Bapak Presiden. Rp11 triliun kita keluarkan bansos ini untuk Ramadan,” tegasnya.

Ia menambahkan, penguatan solidaritas sosial tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, momentum Ramadan harus menjadi penggerak kepedulian kolektif.

“Alangkah indahnya kalau kita berbagi. Jangan biarkan ada kelaparan saudara-saudara kita,” katanya.

Lebih jauh, Mentan Amran menyampaikan bahwa semangat berbagi akan terus ia jalankan, baik dalam kapasitas sebagai pejabat negara maupun secara pribadi melalui yayasan sosial yang dibangunnya.

“Kalau tidak ada yang membackup, saya upayakan secara pribadi. Ada yayasan yang dibangun ini untuk saudara-saudara kita. Nanti kalau saya tidak Menteri lagi, kerja saya seperti ini. Inilah cita-cita kami yang tertinggi. Ingin berbagi sesuai kemampuan kami. Rezeki dikasih Allah,” pungkasnya.(Restu /BBPMKP)