22.4 C
Bogor
Tuesday, April 7, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 197

Netralitas di Pilkada 2024, Pimpinan dan Staf RSUD Leuwiliang Teken Pakta Integritas

0

Jurnal Inspirasi – Dalam rangka menjaga netralitas selama berlangsungnya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bogor 2024, seluruh pimpinan dan staf RSUD Leuwiliang melaksanakan penandatanganan Pakta Integritas.

“Kegiatan penandatanganan ini berlangsung dalam sebuah upacara resmi, yang dibuka dengan pembacaan ikrar pakta integritas yang dipimpin langsung oleh saya sebagai direktur,” ujar Direktur RSUD Leuwiliang, dr. Vitrie Winastri, S.H., MARS, Senin (11/11/2024).

Dokter Vitrie – sapaan akrabnya menegaskan, pentingnya sikap netralitas bagi setiap pegawai RSUD Leuwiliang agar tidak mengganggu pelayanan terhadap pasien atau masyarakat yang membutuhkan tenaga kesehatan.

“Sebagai pelayan masyarakat, kita memiliki kewajiban untuk mengutamakan pelayanan kesehatan yang adil dan bebas dari kepentingan politik. Netralitas ini bukan hanya komitmen pribadi, melainkan tanggung jawab kolektif kita kepada masyarakat,” kata Dokter Vitrie.

Setelah pembacaan ikrar, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan Pakta Integritas yang diikuti oleh seluruh staf dan pimpinan.

“Setiap tanda tangan merupakan simbol dari komitmen bersama RSUD Leuwiliang dalam menjaga integritas dan profesionalisme selama masa pemilihan bupati dan wakil bupati Bogor,” tegasnya.

Penandatanganan ini, Lanjut Dokter Vitrie, mempertegas peran rumah sakit sebagai institusi yang mengedepankan pelayanan yang transparan dan netral.

“Upacara tersebut menjadi momentum penting bagi RSUD Leuwiliang dalam menunjukkan komitmennya terhadap netralitas politik di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Dengan moto “Melayani dengan Hati, Bertindak dengan Logika,” RSUD Leuwiliang berharap langkah ini mampu menjadi contoh nyata bagi institusi pelayanan publik lainnya.

Dokter Vitrie menambahkan, RSUD Leuwiliang berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan yang adil dan profesional, bebas dari pengaruh politik.

Peringati HKN ke-60, RSUD Leuwiliang “Sapa Pasien”

0

Jurnal Inspirasi – Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-60, RSUD Leuwiliang mengadakan kegiatan “Sapa Pasien” yang dipimpin langsung Direktur RSUD Leuwiliang, dr. Vitrie Winastri, S.H., MARS.

“Kegiatan ini diadakan sebagai bentuk komitmen RSUD Leuwiliang dalam mendekatkan diri dengan para pasien dan menciptakan suasana perawatan yang hangat serta penuh empati,” ujar Dokter Vitrie sapaan akrabnya, Senin (11/11/2024).

Ruang rawat inap anak merupakan salah satu yang dikunjungi Dokter Vitrie, orang nomor satu di RSUD Leuwiliang itupun berinteraksi langsung dengan pasien serta keluarga, bertanya mengenai pengalaman mereka selama dirawat di RSUD Leuwiliang.

Kegiatan “Sapa Pasien” ini, lanjut Dokter Vitrie, merupakan cara RSUD Leuwiliang untuk lebih mendalami kebutuhan dan harapan pasien, menjadikannya momen penting dalam membangun kepercayaan pasien dan keluarga.

“Kami ingin membangun hubungan yang lebih baik dengan pasien, memastikan bahwa mereka merasa didampingi di setiap tahap perawatan. Kegiatan ini juga sekaligus menjadi refleksi pelayanan kesehatan yang berpusat pada manusia, terutama dalam masa pemulihan mereka,” ujarnya.

Tidak hanya dr. Vitrie, Wakil Direktur Pelayanan dr. Esther Melani, M.Kes, dan Wakil Direktur Administrasi, Ibu Rina Ertyana Purwanti, S.E., turut serta dalam kegiatan ini dengan berdialog bersama pasien di ruang rawat inap Alamanda.

“Alhamdulillah kehadiran pimpinan RSUD disambut hangat oleh para pasien dan keluarga, menciptakan suasana yang akrab dan mendukung pemulihan pasien melalui perhatian yang lebih personal,” kata Dokter Vitrie.

Melalui kegiatan “Sapa Pasien” ini, Dokter Vitrie berharap dapat memperkuat citra sebagai rumah sakit yang ramah dan profesional, memberikan pelayanan kesehatan yang bukan hanya berkualitas namun juga berempati.

“Perayaan HKN ke-60 ini menjadi momen bagi RSUD Leuwiliang untuk terus memperbaiki pelayanan, memastikan bahwa setiap pasien merasa dihargai dan diutamakan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ismi (29 tahun), ibu dari Muhammad Gian Alhariri (7 tahun), menyampaikan rasa terima kasih atas pelayanan yang diterima.

“Dari awal masuk di IGD hingga rawat inap, kami merasa nyaman. Jika ada kebutuhan, penanganannya selalu cepat,” ungkap Ibu Ismi. *

Lulusan Politeknik AKA Bogor Siap Menggebrak Industri Dunia

0

Jurnal Inspirasi – Politeknik AKA Bogor sebagai Perguruan Tinggi Vokasi di bawah Kementerian Perindustrian RI sukses mencetak tenaga kerja terampil yang unggul dan siap mengisi posisi-posisi strategis baik di industri Indonesia maupun dunia.

Direktur Politeknik AKA Bogor, Prof. Dr. Askal Maimulyanti, M.Si., menyatakan bahwa pada tahun 2024 ini, Politeknik AKA Bogor menghasilkan sebanyak 369 fresh graduate yang memiliki berbagai kompetensi yang dibutuhkan dunia industri saat ini diantaranya Analis Kimia yang setara dengan Chemical and Physical Analyst (standar Eropa CREBO 25952), Penjamin Mutu Industri Pangan yang setara dengan Nutrition and Quality Specialist (Standar Eropa CREBO 25462) dan Pengelola Limbah Industri yang setara dengan Operator C Pengolahan Limbah (Standar Eropa CREBO 25802).

“Hal ini sejalan dengan visi Politeknik AKA Bogor, yaitu menjadi Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan pendidikan tinggi vokasi industri yang unggul (excellence) dan berdaya saing global di bidang kimia dan terapannya pada tahun 2030,” lanjutnya.

Politeknik AKA Bogor memiliki empat program studi yaitu D3 Analisis Kimia, D3 Penjaminan Mutu Industri Pangan, D3 Pengolahan Limbah Industri, dan D4 Nanoteknologi pangan.

Selain memiliki kompetensi yang unggul, lulusan Politeknik AKA Bogor juga dibekali dengan sertifikat uji kompetensi BNSP, sertifikat ISO 9001:2015, sertifikat ISO 14000, dan sertifikat TOEIC yang semakin menambah tinggi nilai jual lulusan Politeknik AKA Bogor.

“Ditambah dengan memiliki pengalaman magang industri selama satu tahun di industri terkemuka, lulusan Politeknik AKA Bogor merupakan kandidat terbaik yang dibutuhkan dunia industri, terutama untuk memajukan industri di Indonesia.” Sambung Kepala Unit AKA Karir Politeknik AKA Bogor, Cysilia K. Hindarto, M.Farm.

Sejak berdiri pada tahun 1959, Politeknik AKA Bogor selalu berkomitmen untuk menyiapkan sumber daya manusia industri yang kompeten guna mendukung pertumbuhan industri di Indonesia.

Politeknik AKA Bogor sangat terbuka menjadi mitra strategis bagi industri guna pemenuhan kebutuhan tenaga kerja kompeten dan berkualitas.


(Fajar Marendra)

Jarnas Bergerak Menangkan Atang – Annida

0

jurnalinspirasi.co.id – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Bogor hanya tinggal menghitung hari, dan akan menentukan kepemimpinan Kota Bogor lima tahun ke depan.

Pasangan nomor urut 2 Atang – Annida nomor yang diusung oleh Partai keadilan Sejahtera (PKS) adalah duet yang layak menahkodai ‘Kota Hujan’, mengingat PKS merupakan partai pemenang di Kota Bogor. Sehingga ada jaminan sinergisitas antara eksekutif dan legislatif guna mempercepat proses pembangunan.

Diketahui, Atang – Annida memiliki relawan yang militan dan tak kenal lelah, dengan setiap hari menjangkau semua celah peluang suara dimasyarakat.

Relawan ini berjuang secara mandiri, sukarela dan terorganisir menyesuaikan dengan kondisi dan potensi masing masing di lapangan.

Salah satunya adalah Jaringan Relawan Atang – Annida Se – Kota Bogor (Jarnas) yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat, pemuda, millenial, gen-Z, tokoh, organisasi, usahawan, konstituen partai politik, dan simpul relawan pada saat pilpres 2024.

Jarnas Kota Bogor telah melakukan sosialisasi dan kampanye secara langsung ke masyarakat dengan menggunakan Pola TETAP, pola yang menggabungkan hasil evaluasi pilpres selama 2 tahun lebih, strategi pasangan pesaing dan potensi suara di masayarakat. Pola ini lebih menitikberatkan pada tatap muka secara masif berbasis lokus kewilayah terkecil.

”Pola Jarnas Kota Bogor mengambil suara acuan jumlah rumah yang memilih, sehingga efesien efektif dan bisa dilakukan kapan saja tanpa memerlukan sumberdaya yang banyak,” ujar Erna, salah satu penggerak yang bergerak di wilayah 6.

Setelah melakukan kerja lapangan selama masa kampanye awal, Jarnas Kota Bogor melakukan konsolidasi akhir sekaligus evaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan untuk mengetahui sudah berapa persen target yang dicapai dan mempersiapkan strategi menjelang pencoblosan.

Koordinator Jarnas Kota Bogor, Mulyadi mengatakan bahwa kegiatan Temu Jaringan Penggerak Jarnas Kota Bogor merupakan konsolidasi taktis persiapan penebalan dukungan bagi pasangan Atang – Annida, sebagai tindak lanjut hasil gerilya dilapangkan selama 2 bulan.

Sementara itu, Gun Gun salah satu motor relawan pilpres Kota Bogor menegaskan bahwa gerilya ini menggunakan konsep “Tetap”, yaitu menjangkau para pemilih di area terluar, terjauh dan peripheral yang selama ini masih menjadi battleground antar pasangan.

“Temu Jaringan Penggerak Jarnas Kota Bogor dilakukan di 6 wilayah selama seminggu secara bergantian yang dihadiri para koordinator penggerak dengan agenda evaluasi, monitoring, pelaksanaan program dan strategi persiapan pencoblosan yang dititik beratkan pada strategi dalam menyisir titik titik suara, strategi mengajak ke TPS dan mengamankan suara hingga penetapan suara di KPU,” paparnya.

Menurut dia, Jarnas Kota Bogor menargetkan seluruh penggerak yang mencapai 1.173 orang bergerak terkonsolidasi melakukan kegiatan tatap muka langsung, mendatangi rumah ke rumah, seperti halnya pada saat Pilpres.

“Inshaa Allah seluruh jaringan penggerak bisa maksimal dengan target satu orang penggerak 10 – 25 rumah, untuk menambah suara bagi pemenangan pasangan Atang Annida di Pilkada Kota Bogor 2024,” ujar Diansyah, penggerak wilayah 3.

Diketahui, penggerak merupakan gabungan lintas segmen dan lintas partai politik sehingga memudahkan berkolaborasi dalam menggalang suara untuk pasangan Atang – Annida.

** Fredy Kristianto

Closing Statement Menyentuh Eka Maulana Diujung Debat Pilwalkot Bogor 2024: Doakan Kami Amanah, Istiqomah Dijalan Lurus

0

jurnalinspirasi.co.id – Debat Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Bogor 2024 berlangsung meriah dengan perdebatan intens mengenai visi dan misi untuk membangun Bogor yang lebih baik.

Dalam acara yang digelar di MNC Tower, Gondangdia, Jakarta Pusat para calon wali kota serta tokoh masyarakat, kandidat menyampaikan berbagai ide dan solusi untuk isu-isu utama kota Bogor, seperti kesehatan, ekonomi, lingkungan, serta pendidikan.

Para kandidat Sendi Fardiansyah-Melli Darsa, Atang Trisnanto-Annida Allivia, Dedie A. Rachim-Jenal Mutaqin, Rena Da Frina-Teddy Risandi dan Raendi Rayendra-Eka Maulana mengutarakan ide dan gagasannya masing-masing.

Pada isu kesehatan, para calon menyoroti pentingnya akses layanan kesehatan yang lebih merata dan terjangkau.

Baca Juga: Bullying dan Kenakalan Remaja Jadi Isu Utama Debat Pilwalkot Bogor, Sindir Satu Calon Walikota?

Beberapa kandidat mengusulkan peningkatan jumlah fasilitas kesehatan di area terpencil dan sistem layanan online untuk memudahkan warga dalam mengakses konsultasi kesehatan.

Selain itu, pengadaan lebih banyak ambulans serta layanan darurat gratis juga diusulkan oleh salah satu calon untuk mengatasi kebutuhan kesehatan mendesak.

Di bidang ekonomi, para kandidat berfokus pada upaya pemulihan ekonomi pasca-pandemi. Mereka mengemukakan program pemberdayaan UMKM, digitalisasi ekonomi lokal, serta dukungan modal bagi pengusaha kecil.

Visi untuk menciptakan lapangan kerja melalui pelatihan keterampilan dan program wirausaha juga menjadi sorotan penting.

Semua kandidat sepakat bahwa perekonomian Bogor perlu didorong dengan inovasi dan kerjasama lintas sektor untuk menekan angka pengangguran, khususnya di kalangan muda.

Baca Juga: Paparan Visi dan Misi Dokter Rayendra dan Eka Maulana Debat Pilwalkot Bogor 2024

Pada tema lingkungan, para kandidat sepakat akan urgensi pengelolaan sampah yang efektif dan upaya mitigasi banjir.

Salah satu calon menekankan pentingnya membangun ruang terbuka hijau serta taman kota untuk mengurangi polusi udara dan memberikan ruang rekreasi bagi masyarakat.

Dalam segmen penutup debat malam ini, Calon Wakil Wali Kota Bogor, Eka Maulana mengucapkan kalimat penutup yang menyentuh tentang ironi masih banyaknya kekuarangan di Kota Bogor.

Berikut adalah kalimat penutup menyentuh Dokter Rayendra-Eka Maulana debat malam ini:

“Setelah ratusan tempat kami kunjungi, ribuan warga kami temui, bercengkrama, bercandaria, mendengar cerita. Kami sadari bahwa tugas besar menanti, mewujudkan sila kelima dari pancasila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia di Kota Bogor. Mahalnya biaya pendidikan, tidak meratanya akses terhadap pendidikan, rumitnya akses terhadap kesehatan, sampah-sampah yang masih berserakan, sulitnya mencari lapangan pekerjaan, dan berbagai masalah kesejahteraan. Dari semua permasalahan tadi, kami sudah menjabarkan dalam debat malam ini seperti, berobat gratis dengan KTP, subsidi murid di sekolah swasta, pembangunan alun-alun kampung dan pusat daur ulang sampah, rumah perlindungan anak dan perempuan serta pengembangan UMKM terutama untuk ibu dan anak-anak. Salurkan hak suara bapak-ibu dan saudara sekalian 27 November nanti. Setiap suara berperan dalam menentukan masa depan Kota Bogor. Setip suara sangat berarti untuk menentukan masa depan Kota Bogor kita tercinta. Ajak keluarga, ajak sanak saudara dan ajak seluruh warga untuk menentukan pilihan. Pilih nomor 5 pemimpin yang mencintai warganya, pemimpin yang mengutamakan warganya, pemimpin yang akan memberikan program yang terbaik bagi warganya, kebijakan yang akan selalu berpihak kepada warganya. Insya allah kami akan mengemban dengan sebaik-baiknya kepercayaan yang diberikan. Doakan kami untuk selalu amanah, istiqomah dijalan yang lurus. Doakan kami untuk selalu berbuat adil. Mari pilih nomor 5 untuk mewujudkan sila ke-5 keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia di Kota Bogor. Karena Sudah Waktunya Bogor Glowing.” ucap Eka Maulana.

** Fredy Kristianto

Bullying dan Kenakalan Remaja Jadi Isu Utama Debat Pilwalkot Bogor, Sindir Satu Calon Walikota?

0

jurnalinspirasi.co.id -;Dalam Debat Pilwalkot Bogor 2024 yang dilaksanakan di MNC Tower, Gondangdia, Jakarta Pusat malam ini, isu bullying, kenakalan remaja dan KDRT menjadi topik penting yang mendapat perhatian dari seluruh kandidat.

Kedua isu ini bukan hanya persoalan sosial yang menimbulkan trauma bagi korban, tetapi juga ancaman bagi keamanan dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Para kandidat mengemukakan berbagai rencana dan strategi untuk menangani permasalahan ini melalui kebijakan preventif, penegakan hukum, serta edukasi masyarakat.

Moderator debat mempersilahkan kandidat nomor urut 5 Dokter Rayendra dan Eka Maulana bertanya kepada paslon nomor urut 4 Rena dan Teddy.

Dokter bertanya tentang kasus bullying pada anak, remaja dan KDRT di Kota Bogor. Paslon yang dikenal tagline Sejat Warganya, Glowing Kotanya ini bertanya tentang langkah konkret kepada paslon Rena-Teddy.

“Kasus bullying pada anak dan remaja juga KDRT di Kota Bogor perlu dapat perhatian serius, apakah langkah konkret yang akan dilakukan paslon nomer 4 untuk memastikan keamanan terutama untuk anak dan perempuan dari ancaman bullying dan KDRT.” tanya paslon nomer 5, Dokter Rayendra.

Rena Da Frina menjawab soal bullying dan KDRT dengan program SMS. Program jauh di mata dekat di SMS untuk menjawab pertanyaan Dokter Rayendra.

“Banyak ditemui kasus bullying dan KDRT. Tapi sebagian mereka tidak berani buka suara melaporkan. Karena mereka merasa tidak ada jaminan keamanan hal yang dihadapi. Rena-Tedi punya program jauh di mata dekat di SMS.” terang Rena.

Isu bullying yang sering terjadi di kalangan pelajar memerlukan penanganan yang berkelanjutan.

Salah satu kandidat menekankan pentingnya kerjasama antara sekolah, keluarga, dan pihak berwajib untuk menekan angka bullying di lingkungan pendidikan.

Rencana ini termasuk menyediakan layanan konseling bagi siswa yang mengalami atau menjadi pelaku bullying, menggalakkan kampanye anti-bullying, dan memperkuat pengawasan sekolah.

Dasar hukum yang melandasi upaya ini adalah Undang-Undang Perlindungan Anak No. 35 Tahun 2014 yang mengamanatkan perlindungan terhadap anak dari segala bentuk kekerasan, termasuk bullying.

** Fredy Kristianto

Monev Bankeu Desa Kopo Dibutuhkan Dranase

0

Cisarua – Jurnal Bogor
Monitoring dan evaluasi atau monev di Desa Kopo pada Jumat 8/11, yang dilakukan oleh pihak Kecamatan Cisarua dan UPT Jalan dan Jembatan Ciawi terhadap hasil fisik berupa betonisasi jalan lingkungan milik desa untuk pengerjaan anggaran dana bantuan keuangan, bagi tahap satu selesai dikerjakan oleh Tim Pelaksana Kegiatan Desa Kopo.

Secara detail tim melakukan pemeriksaan betonisasi sepanjang 580 meter itu. Mulai dari volume lebar dan panjang beton hingga kepada kualitas hasil pengerjaan tidak luput dari penilaian. Hasilnya, dikatakan salah seorang tim teknis dari UPT JJ Ciawi, Yanto, kualitas pengerjaan betonisasi yang dikerjakan TPK Desa Kopo dinilai bagus.

“Ternilai cukup bagus, hanya tinggal memperbaiki sedikit yang retak retak,” ujar Yanto.

Sementara itu, dikatakan Kasi Ekbang Kecamatan Cisarua, Erni, disepanjang badan jalan dengan beton yang baru tersebut harus dibuatkan dranaise sebagai aliran air jika turun hujan. “Hasil pengerjaan TPK yang melibatkan masyarakat setempat cukup bagus. Selain sesuai target waktu pengerjaan juga secara fisik tidak ada masalah,” tandas Erni.

Untuk menjaga badan jalan dari gerusan air hujan tambah dia, fi kiri dan kanan badan jalan perlu dibuatkan saluran air. “Saluran air di bagian kiri dan kanan badan jalan itu sangat penting dibuatkan. Jika tidak, badan jalan tersebut bisa terancam kekuatannya oleh gerusan air hujan,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua TPK Da’i, ia mengatakan, untuk pembuatan drainase akan menjadi skala prioritas. “Iya akan dijadikan program prioritas untuk pembuatan drainasenya. Karena, saluran air itu penting dibuatkan,” pungkasnya. Dadang Supriatna.

Nikmati Doclang Bersama Istri, Sendi Fardiansyah Ingin Kuliner khas Kota Bogor Mendunia

0

jurnalinspirasi.co.id — Calon Wali Kota Bogor nomor urut 1, Sendi Fardiansyah, berbagi kemesraan saat menikmati kudapan doclang khas Kota Bogor, bersama sang istri, Chalida Zulfia.

Sendi dan Chalida menyempatkan diri untuk menjajal Doclang Pak Odik, yang terletak di Jl. Pasir Kuda No.23 Bogor Barat, Kota Bogor, sehabis berkegiatan menyapa warga Kota Bogor.

“Saya tahu ini salah satu doclang legend di Kota Bogor. Kalau Sabtu-Minggu dari pagi sudah rame,” ucap Sendi.

Ketika ditanya mengenai kesan yang dirasakan setelah menikmati Doclang Pak Odik, Sendi mengaku puas.

“Rasa sih gak perlu diragukan. Pasti enak. Bumbu kacangnya khas. Ini yang agak beda dengan tempat lainnya,” jelas Sendi kepada awak wartawan.

Ketika ditanya mengenai harapannya terkait para pelaku UMKM dan kuliner di Kota Bogor, Sendi menyampaikan gagasannya untuk membawa menu kuliner khas Bogor mendunia.

“Makanan kayak doclang begini kan yang tahu cuma orang-orang Bogor aja. Saya ingin ke depan, Pemkot, punya perhatian berlebih kepada para pelaku usaha kuliner. Utamanya kuliner-kuliner khas Kota Bogor, untuk naik level,” terang pria asal Bojong Neros, Paledang, Kota Bogor tersebut.

“Kita kenal sushi dari Jepang. Tom Yum dari Thailand. Pho dari Vietnam. Kenapa gak kita promokan kuliner-kuliner khas Kota Bogor ini juga ke dunia internasional,” lanjutnya.

Untuk mewujudkan gagasannya tersebut, Sendi mengaku akan banyak melakukan diplomasi kuliner secara berkala baik di dalam dan luar negeri.

“Kita sebut diplomasi kuliner. Festival-festival kuliner ke depan, akan rutin kita selenggarakan. Bahkan kalau perlu, ikut festival di luar negeri. Tujuannya cuma satu, untuk mempromosikan makanan khas Kota Bogor kepada dunia internasional,” tutup Sendi.

** Fredy Kristianto

Dukung Ketahanan Pangan, Kementan Tingkatkan Kapasitas Penyuluh Kelola Pompanisasi

0

Jurnal Inspirasi – Dalam rangka mendukung ketahanan pangan, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Ciawi menggelar pelatihan pompanisasi untuk para penyuluh pertanian di Kabupaten Indramayu.

Pelatihan yang berlangsung di UPTD Perlindungan dan Perbenihan Hortikultura Kecamatan Jatibarang ditutup, Rabu (06/11/2024) bertujuan memperkuat kapasitas para penyuluh dalam mengoperasikan, merawat, dan mengelola sistem pompanisasi yang menjadi salah satu solusi untuk menghadapi masalah irigasi dan kekeringan yang kerap melanda sektor pertanian.

Pelatihan pompanisasi ini merupakan bagian dari program Kementan dalam mengatasi isu kekeringan dan meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya air guna meningkatkan produktivitas dan produksi pertanian, khususnya di musim kemarau panjang atau saat fenomena El Nino.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaeman menyebut, pompanisasi ditujukan mengairi lahan di luar irigasi reguler dengan menggunakan pompa. Upaya ini merupakan antisipasi kondisi kekeringan akibat el nino, yang diprediksi BMKG bahwa Indonesia masih mengalami kondisi itu pada 2024.

Sebelumnya, saat membuka pelatihan tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengatakan kesiapan sumber daya manusia sangatlah penting dalam menghadapi krisis pangan global.

“Intensifikasi melalui pengelolaan air yang efektif dan teknologi pompanisasi menjadi solusi nyata dalam upaya mempertahankan Indramayu sebagai lumbung pangan nasional,” ujarnya.

Lebih jauh Santi menuturkan pompanisasi diharapkan dapat bermanfaat bagi petani untuk mengairi sawah, sehingga proses pertanaman dapat berjalan lancar.

Sementara itu, Kepala BBPMKP, Sukim Supandi, yang diwakili oleh Kepala Bagian Umum BBPMKP, Sutrisno Sipahutar, dalam sambutannya menyatakan harapan besar agar pelatihan ini dapat memberikan dampak nyata bagi para penyuluh dan petani di lapangan.

“Kami berharap para penyuluh dapat mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh untuk membantu petani dalam mengelola air secara lebih efisien. Keberhasilan program pompanisasi ini sangat bergantung pada peran aktif penyuluh dalam mentransfer pengetahuan kepada petani,” ujar Sutrisno.

Salah satu hal yang membedakan pelatihan ini adalah pendekatan yang berbasis pada praktik langsung. Peserta pelatihan, yang terdiri dari 30 Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), diberikan kesempatan untuk mempelajari berbagai jenis pompa air dan cara-cara merawat serta mengoperasikannya.

Edi Harnadi salah satu peserta pelatihan, mengungkapkan antusiasmenya setelah mengikuti kegiatan ini.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat, karena kami bisa langsung belajar cara mengoperasikan berbagai jenis pompa, merawatnya, bahkan mengatasi masalah yang sering terjadi di lapangan,” ujarnya.

(Regi/BBPMKP)

Perkuat SDM Pertanian, Kementan Reklasifikasi P4S Wilayah Jakarta dan Jateng

0

Jurnal Inspirasi – Sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan Indonesia, Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) menyelenggarakan proses reklasifikasi dan penumbuhan untuk 54 Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) yang tersebar di wilayah DKI Jakarta dan Jawa Tengah.

Kegiatan dilaksanakan secara daring pada 4 hingga 8 November 2024 dan bertujuan meningkatkan kualitas dan peran P4S dalam mendukung petani serta pembangunan pertanian. Peningkatan kualitas SDM pertanian menjadi fokus utama dalam proses reklasifikasi dan penumbuhan P4S ini.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan bahwa SDM yang berkualitas ialah tulang punggung dalam pembangunan pertanian nasional. Menurutnya, peningkatan kualitas pelatihan dan pendidikan bagi petani merupakan langkah penting untuk memastikan keberlanjutan ketahanan pangan Indonesia.

“Dengan SDM yang terampil dan berpengetahuan, kita bisa meningkatkan produktivitas pertanian dan mengatasi berbagai tantangan yang ada,” ujarnya.

Senada dengan Mentan Amran, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya melibatkan generasi milenial dan Gen Z dalam sektor pertanian.

“Terwujudnya peningkatan kapasitas SDM pertanian khususnya bagi para generasi milenial dan generasi Z merupakan hal yang sangat penting,” kata Santi.

Kepala BBPMKP, Sukim Supandi menambakan, keberhasilan pembangunan pertanian Indonesia sangat bergantung pada kualitas SDM yang terlibat dalam sektor ini.

“Peran P4S sangat luar biasa dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tani disekitar P4S. Oleh karena itu hal ini tentunya harus kita dukung. Dukungan dapat berupa pendampingan, pembinaan, atau fasilitasi sarana prasarana bahkan anggaran untuk kegiatan P4S,” ucapnya saat mengawali reklasifikasi dan penumbuhan P4S, Senin (04/11/2024).

Sukim Supandi berharap tumbuh kembang dan kebermanfaatan P4S harus selalu terjaga. Ke depan, lanjutnya, harus dibuat database P4S, khususnya binaan BBPMKP. Database tersebut memuat segala kegiatan P4S dalam melaksanakan perannya dalam mendukung program swasembada pangan.

Sebagai informasi, P4S memiliki peran yang sangat penting dalam mencetak generasi petani yang lebih terampil, mandiri, dan inovatif. P4S menyediakan berbagai pelatihan dan pendampingan yang membantu petani mengadopsi teknologi pertanian terbaru, meningkatkan keterampilan manajerial, serta mengelola usaha tani mereka secara lebih efisien.

Hingga saat ini, terdapat 1.784 P4S yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan 362 P4S di antaranya berada di bawah binaan BBPMKP, termasuk 47 P4S di DKI Jakarta dan 314 P4S di Provinsi Jawa Tengah. Program pelatihan yang digelar oleh P4S sangat penting untuk memperkuat kapasitas petani, terutama dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan dan perubahan iklim.

(bbpmkp)