22.4 C
Bogor
Sunday, April 5, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 171

Loket Stasiun KRL Akan Diganti Digital

0

Jurnal Inspirasi – PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) atau KAI Commuter mengungkapkan rencana akan mengganti skema pembelian tiket KRL Commuter Line melalui loket menjadi digital.

Direktur Utama KAI Commuter Asdo Artriviyanto mengatakan, hal ini merupakan bentuk transformasi digital yang akan dilakukan KCI secara bertahap.

“Sistem pembayaran di tahun ini segera kita launching dengan beberapa bank, top up dengan menggunakan QRIS yang nanti kita lama-lama akan menghilangkan loket-loket. Semuanya dengan digital,” ujarnya dikutip akhir pekan kemarin.

Adapun tahap awal penerapan digitalisasi ini akan dilakukan di Stasiun BNI City dan Stasiun Sudirman dengan membangun Smart Station.

“Jadi semuanya nanti dilayani secara digital,” imbuh Asdo.

Di Smart Station ini, kata dia, layanan digital akan diterapkan pada layanan in-out, toilet hingga Musolah dan akan mengurangi sumber daya manusia.

“Nanti dengan menggunakan teknologi digitalisasi dan mengurangi manpower di situ. Semuanya dilayani dengan alat,” tutur Asdo.

Asdo bilang, penerapan smart station ini akan diterapkan di stasiun-stasiun besar, sementara stasiun kecil lainnya akan dilayani secara manual. Hal ini lantaran masih banyak masyarakat yang belum familiar dengan sistem Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

“Jadi nanti untuk awalnya akan kita coba di stasiun-stasiun besar, yang mayoritas masyarakatnya sudah familiar dengan QRIS,” tandas Asdo.

(Dedi R)

Berapa Sih Sebenarnya Harga Asli LPG 3 Kg?

0

Jurnal Inspirasi – Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara membeberkan harga asli LPG 3 Kg yang biasa dibeli masyarakat dengan harga Rp20 ribuan. Menurutnya, harga asli LPG 3 kg adalah Rp42.750 per tabung.

“(Subsidi) LPG 3 kg ini sangat besar, harga sesungguhnya satu tabung adalah Rp42.750,” ungkap Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam Konferensi Pers APBN KiTA di Kemenkeu, Jakarta Pusat, pekan lalu.

Namun, Suahasil menegaskan masyarakat tak mesti membayar semahal itu. Harga gas melon yang dibayar rakyat di toko eceran adalah Rp12.750 per tabung.

Ia menyebut ini terjadi berkat subsidi yang diberikan dari APBN. Suahasil mengatakan subsidi per tabung LPG 3 kg mencapai Rp30 ribu atau 70 persen.

“Realisasi belanja subsidi LPG 3 kg di 2024 adalah Rp80,2 triliun. Cukup besar kalau kita lihat, dibandingkan yang lain (BBM hingga pupuk),” jelas Suahasil.

“Ini digunakan sekitar 40,3 juta pelanggan, biasanya digunakan oleh UMKM dan rumah tangga,” tutupnya.

Subsidi LPG, BBM, hingga listrik masuk dalam kelompok belanja perlindungan sosial (perlinsos). Wakil dari Sri Mulyani itu mengatakan perlinsos naik dari Rp436,2 triliun di 2023 ke Rp455,9 triliun pada 2024.

Khusus untuk subsidi LPG 3 kg alias gas melon, Suahasil mengatakan total realisasinya mencapai 8,3 juta metrik ton.

(Dedi R)

Kasus TBC di Kota Bogor Masih Tinggi, Begini Respon Dinkes

0

jurnalinspirasi.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) melaksanakan ‘Active Case Finding’ (ACF) Tuberkulosis (TBC) di 20 titik lokasi di Kota Bogor, dengan pelaksanaan pada 1 hingga 12 Februari 2025.

Berdasarkan data per 31 Januari 2025, ditemukan sebanyak 9.947 kasus TBC (119%) di Kota Bogor.

Masih tingginya angka tersebut belum diiringi dengan tingginya angka pemeriksaan TBC pada kontak serumah maupun kontak erat pasien TBC.

Pelaksanaan ACF ini didukung oleh perangkat daerah dan lintas sektor yang berperan dalam mendukung serta memobilisasi peserta untuk mengikuti skrining TBC, sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno, menambahkan bahwa TBC merupakan penyakit menular paling mematikan kedua di dunia.

“Bahkan, Jawa Barat berada di urutan pertama dalam penemuan kasus TBC tertinggi di Indonesia. Program Eliminasi TBC Tahun 2030 bertujuan untuk meningkatkan kepedulian seluruh masyarakat terhadap TBC,” jelas Retno.

Skrining yang dilakukan mencakup gejala-gejala TBC, dampaknya terhadap kualitas hidup, serta bagaimana pencegahan dan pengobatan TBC agar dapat mengurangi potensi penularan penyakit kepada orang-orang di sekitar melalui gerakan TOSS TBC, yaitu ‘Temukan, Obati, Sampai Sembuh’.

“Penting bagi masyarakat untuk sadar akan TBC, salah satunya dengan memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila muncul gejala TBC,” ujar Retno.

Selain itu, baik masyarakat maupun petugas kesehatan dapat secara aktif menemukan dan melaporkan seseorang dengan gejala TBC untuk dilakukan pemeriksaan serta investigasi kontak.

Program Hasil Terbaik Cepat (Quick Win) Presiden Prabowo Subianto di bidang kesehatan mencakup skrining kesehatan, pembangunan rumah sakit di daerah-daerah, serta penanganan TBC.

Dalam upaya mencapai tujuan penanganan TBC, Kementerian Kesehatan RI menerapkan kebijakan pencegahan TBC yang tertuang dalam Strategi Nasional 2020-2024.

“Salah satu strateginya adalah mengombinasikan upaya penemuan dan pengobatan TBC secara aktif dengan upaya pencegahan melalui pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) pada kasus infeksi laten TBC (ILTB),” urai Retno.

Penemuan kasus TBC secara aktif dilakukan dengan skrining sistematis pada populasi berisiko, yaitu kontak serumah, kontak erat, ODHIV, penyandang diabetes melitus, orang dengan kurang gizi, perokok, dan kontak erat dengan penderita kusta.

Selain itu, penemuan kasus TBC secara aktif bertujuan untuk menemukan terduga TBC di populasi berisiko, mendeteksi TBC lebih dini guna mengurangi keterlambatan diagnosis, menekan penularan dengan mengurangi sumber infeksi, serta menemukan kasus ILTB agar dapat diberikan TPT.

“Dengan adanya kegiatan ACF TBC ini, diharapkan dapat meningkatkan penemuan terduga dan kasus TBC, meningkatkan skrining serta pemberian TPT pada kelompok berisiko, dan mengurangi rantai penularan TBC di Kota Bogor,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

Ijazah Masih Ditahan, Endah Minta Siswa Datangi Sekolah

0

jurnalinspirasi.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah II tengah mengkoordinasikan penyerahan ijazah yang masih tersimpan di sekolah, khususnya di SMA dan SMK negeri.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor, Endah Purwanti mengatakan bahwa siswa Kota Bogor yang ijazahnya masih ditahan SMA atau SMK negeri dapat segera mengambilnya langsung di sekolah masing-masing.

Sementara untuk sekolah swasta, proses koordinasi masih terus berjalan. Hal itu lantaran pihak sekolah sedang menginput data untuk diserahkan ke dinas guna diverifikasi serta dilakukan pembahasan terkait penganggaran.

“Untuk swasta masih dalam proses tahap koordinasi dan pelaporan. Saat ini, sekolah swasta masih menginput data ke dinas untuk digabungkan, difilter, dan dikoordinasikan terkait masalah penganggaran,” ujar Endah kepada wartawan, Minggu (2/2/2025).

Menurut dia, Jawa Barat bisa berkaca pada langkah yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terkait program penebusan dan pelunasan biaya pendidikan.

Program ini telah berjalan selama tiga tahun, di mana sekolah-sekolah tetap bisa memperoleh bantuan dari pemerintah untuk pelunasan biaya pendidikan.

Program tersebut merupakan inisiatif DPRD Kota Bogor sejak tahun 2020, yang awalnya dibuat untuk membantu masyarakat saat pandemi COVID-19.

“Melalui program ini, banyak siswa yang akhirnya bisa mendapatkan ijazah mereka tanpa terbebani biaya administrasi yang tertunda,” ucapnya.

Kata dia, dengan adanya langkah ini, diharapkan permasalahan ijazah yang belum diserahkan dapat segera terselesaikan, sehingga para lulusan dapat menggunakan dokumen penting tersebut untuk kebutuhan pendidikan maupun pekerjaan.

“Masyarakat diimbau untuk tetap mengikuti arahan dari instansi terkait,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

Program Night Market Distop, DPRD Bilang Begini

0

jurnalinspirasi.co.id – Setelah menimbulkan berbagai permasalahan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akhirnya menstop pelaksanaan Night Market di Alun-Alun, mulai Sabtu (1/2/2025) lalu. Padahal, sebelumnya kebijakan itu sempat diklaim sebagai salah satu cara jitu dalam menata pedagang kaki lima (PKL).

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor, Agustian Syach mengatakan, pencabutan kebijakan Night Market diambil berdasarkan hasil evaluasi dan kajian tim internal Pemkot Bogor.

“Berdasarkan hasil rapat evaluasi diputuskan bahwa Night Market dihentikan per 1 Februari 2025,” ujar Agustian Syach kepada wartawan, Minggu (2/2/2025).

Namun, kata dia, lantaran kurangnya masa sosialisasi, Pemkot Bogor memberikan tenggat waktu hingga minggu pertama Februari 2025, agar para pedagang segera mengemasi tenda dan barang dagangannya.

“Alun-Alun akan kembali steril lagi, alias tidak boleh ada lagi PKL berjualan di kawasan tersebut,” ucap mantan Camat Bogor Tengah itu.

Menurut dia, faktor utama dihentikannya kebijakan tersebut lantaran para PKL tidak menaati jam pemberlakuan Night Market, sesuai dengan ketentuan Pemkot Bogor.

“Kalau untuk pungli dan premanisme yang terjadi di kawasan itu, merupakan dampak turunan,” ungkapnya.

Agustian Syach menegaskan bahwa ketidaktertiban pada kawasan itu terutama semenjak pemberlakuan Night Market juga jadi salah satu bahan evaluasi.

Ia menambahkan bahwa berdasarkan data dari Disperindag KUKM jumlah pedagang yang berjualan di Alun-Alun terdapat 307 PKL.

Pemberhentian program Night Market itupun menuai komentar dari Anggota Fraksi Aswaja DPRD Kota Bogor, Akhmad Saeful Bakhri (Gus M). Ia menyebut, tidak matangnya kajian yang dilakukan Pemkot Bogor menjadi salah satu penyebab faktor kegagalan program tersebut.

“Sejak awal, saya meyakini Pemkot Bogor belum melakukan kajian komprehensif untuk menerapkan program tersebut,” ucapnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Komunitas Bogor Kaypang itu menyatakan, apabila Pemkot Bogor memang serius menata PKL, seharusnya mereka dimasukan ke dalam pasar, dengan memberikan harga sewa yang tidak memberatkan atau sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak.

“Ada opsi lain, contoh di Pasar Merdeka, itu kan area parkirnya besar. Kenapa itu tak dibuatkan hanggar untuk menampung para PKL,” kata Gus M.

Ia mengatakan bahwa sejak awal pihaknya telah memprediksi akan terjadi kesemrawutan di kawasan tersebut saat Night Market dijalankan.

“Dari awal saya bilang, Pemkot Bogor harus pikirkan dampak legalisasi Night Market ini terhadap kelancaran lalu lintas di Jalan Dewi Sartika. Kemudian, apakah tidak menimbulkan masalah baru seperti semakin menjamurnya PKL dan potensi pungli,” katanya.

Apalagi, sambung dia, Jalan Dewi Sartika merupakan jalur aktif mobilisasi penumpang KRL commuter line yang aktivitasnya berlangsung hampir 24 jam.

Sebelumnya, Asisten Pemerintahan Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bogor yang kini menjabat sebagai Plh Wali Kota, Hanafi mengatakan bahwa program Night Market dinilai telah berjalan efektif dan dapat diterima masyarakat.

“Night market ini sudah bisa dipahami oleh para pedagang di Alun-alun. Walaupun sebenarnya harapannya dengan kehadiran program ini bisa membuat PKL tidak ada di siang hari, tapi hal itu belum bisa berjalan maksimal karena tidak sesederhana itu,” jelasnya pada 19 November 2024 lalu.

** Fredy Kristianto

Jalan Cikopo Selatan Rusak Berat

0

Cisarua – Jurnal Bogor
Ruas jalan alternative yang ada di wilayah Kecamatan Cisarua, khususnya di Desa Kopo sejak musim hujan. kali ini kondisinya mengalami kerusakan yang dinilai cukup parah. Seperti yang terjadi di dua titik, yaitu diarah menuju keluar Lembah Nyiur dan yang satunya lagi kawasan menuju ke pasar Cisarua.

Kondisi badan jalan di dua titik tersebut berlubang dengan aspal di badan jalan mengelupas. Hal ini menyebabkan para pengguna jalan harus ekstra hati hati. Lobang lobang yang tertutup air mengalami kedalaman 20 hingga 30 centimeter. Kondisi itu cukup membahayakan bagi pengguna sepeda motor.

“Kerusakan di dua titik jalan Cikopo tersebut selalu terjadi. Teknis perbaikannya mungkin perlu ditingkatkan. Karena, kerusakan badan jalan itu cukup mengganggu bagi kenyamanan para pengendara. Bahkan sangat membahayakan dengan kondisi badan jalan yang berlobang lobang,” ujar Suparman, warga Kopo.

Keluhan lain punya terucap dari para pengemudi ambulance yang menjadikan jalan itu sebagai pilihan yang tepat untuk menghindari kemacetan. Tetapi dengan kondisi jalan yang rusak, laju ambulan itu tidak mampu bergerak cepat. “Ya tidak bisa melaju cepat jika melintas jalan Cikopo di Desa Kopo, badan jalannya mulai masuk dari Lembah Nyiur hingga di Kampung Cidokom mengalami kerusakan. Kami berharap intansi terkait melakukan perbaikan,” kata Gunawan. Dadang Supriatna.

Sedimen Irigasi Terabaikan

0

Megamendung – Jurnal Bogor
Kondisi daluran irigasi yang ada di wilayah Bogor Selatan, khususnya di Kecamatan Cisarua dan Megamendung sedimen atau pengendapan benda berat terus terjadi. Hal ini menjadikan saluran irigasi itu terus mengalami pendangkalan. Dampaknya masyarakat menjadi disusahkan akibat volume air yang mengalir di saluran irigasi itu jika terjadi hujan meluap mengaliri pemukiman warga.

Seperti yang terjadi di saluran irigasi wilayah Citeko, Kecamatan Cisarua tepatnya di Sawah Lega, beberapa rumah warga dan mesjid jika terjadi hujan selalu kembanjiran hal itu kerap membuat warga setempat direpotkan. Bahkan jika benajir terjadi akibat luapan air irigasi mesjid tersebut tidak bisa digunakan.

“Saluran irigasi ini terus mengalami pendangkalan. Beberapa hari lalu kita melakukan pengeruka . Cuma karena tenaganya terbatas, pengerukan tidak bisa maksimal. Endapan lumpur di saluran ini masih tebal, dan jika hujan besar terjadi airnya bisa meluap kembali,” ujar Komar, warga setempar.

Ditempat terpisah, yaitu di Kampung Doyong, Desa Sukagalih, Kecamatan Megamendung, saluran air irigasi yang berdampingan dengan jala lingkungan dan pertanian warga menglami hal serupa. Menurut warga setrmpat, jika terjadi hujan dan airnya irigasi meluap, jalan satu satunya sarana lalulintas ke kampung tersebut tidak bisa dilalui akibat adanya arus air yang melimpah dari saluran irigasi.

“Ini merupakan saluran irigasi yang seharusnya ada penanganan dari pihak UPT Pengairan. Kita berharap adanya langkah pengerukan dengan melibatkan intansi tersebut. Karena selama ini, keberadaan UPT Pengairan seolah olah tidak terdengar kiprah dan pungsinya,” pungkas Solihin, warga sekitar. Dadang Supriatna.

Bertani On Cloud Kementan, Ungkap Sukses Korporasi Pertanian Modern Bangkitkan Semangat Petani

0

Jurnal Inspirasi – Korporasi petani mendukung pertanian modern sukses membangkitkan semangat bersatu, membangun kekompakan dan gotong royong antar petani di Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat.

Hal tersebut diungkap H. Taryono Ketua Koperasi Bintang Kencana Darma Ayu Kecamatan Wanasari Indramayu, dalam acara Bertani On Cloud (BOC) Volume 293. Mengusung tema “Korporasi Pertanian Modern Mendukung Eksistensi Usaha Tani Padi”, acara digelar secara online disiarkan dari Media Center Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Ciawi, Kamis (30/01/2025).

“Korporasi petani mendukung pertanian modern disambut baik petani dengan harapan bisa mengangkat harkat dan derajat petani. Semua petani bergairah. Kekompakan, kegotong royongannya kembali bangkit bersatu, “ujar Taryono.

Semenjak dibentuk korporasi kata Taryono banyak memikat dukungan dari berbagai pihak dengan berbagai bentuk fasilitas. Kerjasama yang dilakukan oleh koperasi dengan berbagai pihak memberikan kontribusi yang positif untuk perkembangan koperasi dan banyak memberikan kemudahan bagi para petani.

Seperti diketahui Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman terus mendorong transformasi sektor pertanian Indonesia melalui pembangunan korporasi pertanian dengan pendekatan clustering dan pemanfaatan teknologi modern.

Korporasi pertanian yang dirancang oleh Menteri Pertanian ini diyakini dapat menjadi solusi untuk mencapai swasembada pangan di Indonesia.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti diwakili Kepala BBPMKP Sukim Supandi menyampaikan sudah saatnya petani diorganisir dan didorong untuk berkolaborasi dalam suatu korporasi petani yang memiliki skala ekonomi, sehingga mampu meningkatkan efisiensi usaha tani dan kesejahteraannya.

“Tema BOC volume 293 ini sangat relevan dalam konteks tantangan dan peluang pembangunan pertanian saat ini, terutama dalam mendukung capaian target swasembada pangan seperti yang tertuang dalam asta cita yang ke-dua, “ucapnya.

Selain Taryono, dalam acara yang menyedot 500 partisipan tersebut, hadir pula Martin Herpriyana Pendamping Pertanian Modern di Kabupaten Indramayu. Ia menuturkan korporasi yang dibentuk dalam pertanian modern di Kabupaten Indramayu mengelola 10.000 hektar lahan di lima kecamatan.

“Mengelola luasan 10.000 ha tersebut perlu ada kebersamaan dari para petani. Kebersamaan ini butuh wadahnya diantaranya adalah korporasi, ”ujar Widyaiswara BBPMKP ini.

Korporasi tersebut digali dan dicari peran masing–masing, yaitu peran akses pasar, teknologi dan finansial yang akan memberikan kekuatan bagi para anggotanya.

Selanjutnya kata Martin korporasi akan memberikan manfaat sebagai pembuka jaringan pasar, meningkatkan kepercayaan untuk kerjasama dengan pihak luar, jadi wahana kolaborasi antar petani dan sebagai forum produktif untuk bertukar ilmu dan pengalaman, sehigga berkontribusi nyata bagi pertanian Indonesia.

(BBPMKP)

Pertamina Resmi Luncurkan Produk Baru Diesel X, BBM Bersulfur Rendah

0

Jakarta | Jurnal Bogor
Pertamina resmi meluncurkan bahan bakar BBM ramah lingkungan bernama Diesel X.
Melalui Subholding Refining & Petrochemical PT Kilang Pertamina Internasional KPI) Unit Balongan, Pertamina kembali melakukan inovasi BBM Ultra Low Sulphur Diesel.
Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri mengatakan peluncuran Diesel X ini memperkuat posisi Pertamina sebagai BUMN energi mengedepankan inovasi dan keberlanjutan, serta bagian dari dukungan swasembada energi sesuai Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Peluncuran Diesel X merupakan jawaban atas tantangan dalam mewujudkan ketahanan dan swasembada energi, dimana produk ini tidak hanya memberikan performa tinggi tetapi juga mengedepankan efisiensi bahan bakar dan emisi yang lebih rendah,” jelas Simon.
Diesel X, lanjut Simon, merupakan bentuk respons Pertamina terhadap tuntutan global akan energi yang lebih bersih. Diesel X hadir dengan teknologi terkini yang dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan menjadi solusi terbaik bagi para pelanggan di sektor industri yang menggunakan kendaraan berat seperti di pertambangan.
Simon mengapresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam mengembangkan produk Diesel X. “Produk ini tidak hanya akan memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga akan berkontribusi besar dalam mewujudkan visi Pertamina untuk menjadi perusahaan energi yang berkelanjutan dan inovatif,” ujar Simon.
Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Taufik Aditiyawarman menegaskan Diesel X merupakan wujud nyata dari komitmen PT KPI untuk menghadirkan energi yang lebih bersih, efisien, dan ramah lingkungan bagi masyarakat dan industri di Indonesia.
“Kilang Balongan telah berhasil melakukan improvement proses produksi hingga berhasil memproduksi Diesel X, memastikan kualitas dan performa terbaik untuk kendaraan bermesin diesel serta sektor industri lainnya,” ujar Taufik.
Diesel X, imbuh Taufik, akan memberikan manfaat besar, baik dari segi performa mesin, efisiensi bahan bakar, maupun pengurangan emisi gas buang.
Diesel X yang dihasilkan dari Kilang Balongan memiliki kandungan rendah sulfur < 10 ppm. Saat ini kapasitas Kilang Balongan untuk memproduksi Diesel X mencapai 200 ribu barrel per bulan dan pada momentum peluncuran Diesel X akan dilakukan pengiriman perdana sebanyak 52 ribu barrel untuk sektor industri yaitu kepada PT Freeport Indonesia.
Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso menambahkan, Inovasi Diesel X yang diproduksi dan dikelola PT KPI merupakan wujud upaya untuk menuju kemandirian energi dalam mendukung swasembada energi yang diprogramkan pemerintah.
Berstandar setara EURO V menjadikan Diesel X ideal untuk kendaraan alat berat yang digunakan dalam industri pertambangan. Selain itu, Diesel X juga menawarkan peningkatan efisiensi bahan bakar sekitar 7%.
“Produk ini merupakan hasil sinergi Pertamina Group, risetnya dilakukan di Laboratorium Research, Technology and Innovation Pertamina, produksinya di Kilang Pertamina Internasional kemudian dipasarkan melalui Pertamina Patra Niaga,” lanjut Fadjar.
Selain itu, pada kesempatan yang sama di periode Januari 2025, Pertamina juga meluncurkan produk lain yaitu BBM Diesel B40 dan bahan bakar penerbangan, Pertamina Sustainable Aviation Fuel (SAF) yang berbahan baku Used Cooking Oil (UCO) atau minyak jelantah. Dedi R

Loket Stasiun KRL Akan Diganti Semua Dengan Digital

0

Jakarta | Jurnal Bogor
PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) atau KAI Commuter mengungkapkan rencana akan mengganti skema pembelian tiket KRL Commuter Line melalui loket menjadi digital.
Direktur Utama KAI Commuter Asdo Artriviyanto mengatakan, hal ini merupakan bentuk transformasi digital yang akan dilakukan KCI secara bertahap.
“Sistem pembayaran di tahun ini segera kita launching dengan beberapa bank, top up dengan menggunakan QRIS yang nanti kita lama-lama akan menghilangkan loket-loket. Semuanya dengan digital,” ujarnya dikutip Jumat, 31 Januari.
Adapun tahap awal penerapan digitalisasi ini akan dilakukan di Stasiun BNI City dan Stasiun Sudirman dengan membangun Smart Station.
“Jadi semuanya nanti dilayani secara digital,” imbuh Asdo.
Di Smart Station ini, kata dia, layanan digital akan diterapkan pada layanan in-out, toilet hingga Musolah dan akan mengurangi sumber daya manusia.
“Nanti dengan menggunakan teknologi digitalisasi dan mengurangi manpower di situ. Semuanya dilayani dengan alat,” tutur Asdo.
Asdo bilang, penerapan smart station ini akan diterapkan di stasiun-stasiun besar, sementara stasiun kecil lainnya akan dilayani secara manual. Hal ini lantaran masih banyak masyarakat yang belum familiar dengan sistem Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS)
“Jadi nanti untuk awalnya akan kita coba di stasiun-stasiun besar, yang mayoritas masyarakatnya sudah familiar dengan QRIS,” tandas Asdo. Dedi R