28.7 C
Bogor
Tuesday, July 7, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 172

Serunya Bogor Kids Festival di Lippo Ekalokasari Plaza

0

jurnalinspirasi.co.id – Memperingati Hari Anak Nasional, Bogor Kids Festival 2025 kembali digelar untuk ketiga kalinya di Lippo Plaza Ekalokasari Bogor selama tiga hari sejak 18 hingga 20 Juli 2025 di Main Atrium Lippo Plaza Ekalokasari.

Membawa semangat kebersamaan dan keceriaan bagi anak-anak dan keluarga. Kegiatan kali ini mengusung tema “Bersama Tumbuh, Bersama Bahagia”.

Kegiatan tersebut dimeriahkan denhan Lomba Kreatif Anak, Pertunjukan Kesenian, dan Talkshow Parenting bersama para pakar.

Mall Director Lippo Plaza Ekalokasari, Lis Pandanwangi mengatakan bahwa festival ini terbuka untuk umum ini menjadi ruang interaktif bagi anak-anak, orangtua, dan komunitas untuk saling belajar, saling menginspirasi, serta mengapresiasi bakat dan kreativitas lokal, dan diharapkan menjadi momen berharga yang mempererat hubungan keluarga sekaligus menghadirkan pengalaman positif bagi anak-anak.

“Lomba Kreatif Anak yang akan digelar pada 19 Juli 2025, berlokasi di Main Atrium Lippo Plaza Ekalokasari, akan menjadi ruang eksplorasi bagi anak-anak untuk menyalurkan imajinasi mereka melalui kegiatan menggambar, mewarnai, atau kerajinan tangan,” kata dia, Minggu (20/7/2025).

Kemudian, di hari lainnya, pengunjung juga dapat menikmati berbagai pertunjukan kesenian yang juga akan berlangsung di Main Atrium pada 19 Juli 2025, menampilkan tari, musik, hingga pertunjukan bakat dari Sanggar Bramanty, Solfegio dan Sanggar Ananda Kawula Muda.

“Sementara itu, Talkshow Parenting bersama para pakar akan diselenggarakan pada tanggal 18 Juli 2025 di lokasi Main Atrium, membahas topik seputar pola asuh positif, kesehatan mental, serta peran keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak,” jelasnya.

Acara ini juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sebagai bentuk nyata perhatian terhadap perlindungan dan pengembangan potensi anak. Hal itu dibuktikan dengan akan hadirnya sejumlah pejabat. Di antaranya Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor, Firdaus serta Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Bogor, Rakhmawati.

Selain itu, kata Lis, Bogor Kids Festival 2025 turut didukung oleh berbagai mitra edukatif dan komunitas kreatif seperti Kidzoona, Dinopark, Solfegio Music Studio, Lembaga Bahasa LIA Pajajaran, Yamaha Bogor Musik, Sanggar Brahmanty, Queen Ballet Studio, Bogor Inline Skate Club, Sanggar Ananda Kawula Muda, TK/SD Al Azhar Syifa Budi, Studio Ballet Yumiko, Purwacaraka Music Studio Pasir Mulya, CK Education, Redwood Academy, Tristar Academy, Yayasan Anak Spesial Indonesia, dan Sanggar Belantara Budaya Indonesia.

Lis Pandanwangi berharap Bogor Kids Festival 2025 dapat menjadi ruang yang menyenangkan dan bermanfaat bagi keluarga, khususnya anak-anak, untuk belajar, bermain, dan berekspresi.

“Melalui kolaborasi dengan berbagai komunitas dan institusi pendidikan, kami ingin menciptakan pengalaman yang tidak hanya menghibur tetapi juga memperkuat peran keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak secara positif sesuai dengan komitmen konsep mall kami sebagai destinasi keluarga,” tandas dia.

** Fredy Kristianto |*

Bentuk Pengabdian, AAU Angkatan 2005 Berbagi Dengan Warga Rancabungur

0

jurnalinspirasi – Alumni Akademi Udara (AAU) Angkatan 2005 mengadakan Road to Dwi Dasawarsa dengan menggelar Bakti Sosial (baksos) yang dilaksanakan di halaman kantor Kecamatan Rancabungur, Sabtu (19/7).

Letkol Penerbang Rezha Wibowo mengatakan, ini adalah perjalanan dua dekade pengabdian 20 tahun menuju ke Desember 2025 yang sudah dilaksanakan di berbagai kota.

“Kita sudah laksanakan di Sabang, Jogja, Makassar dan Papua di pegunungan Wamena. Jadi ini yang terakhir kita tutup di Kabupaten Bogor, tepatnya di Kecamatan Rancabungur sebagai bentuk pengabdian, jelas Letkol Rezha.

Sesuai dengan slogan dari pimpinan TNI Angkatan Udara yaitu ampuh, adaptif, profesional. Kita modern, unggul dengan humanis. Disisi humanis kita ambil di sini sebagai kita insantenik atau modern.

Letkol Rezha menambahkan, untuk masyarakat sekitar di Kecamatan Ramcabungur, alhamdulillah melihat warga begitu antusias dan ini diluar ekpetasi, dan kami menyari-nyari bisa tidak dapat 100 warga. Dan ternyata banyak sekali, dan disini sudah terprogram dengan baik bahkan bagus banget. Sebelumnya kami ada kegiatan donor darah pengobatan gratis. Dan ditutup baksos.

“Besar harapan kami kegiatan ini bisa bermanfaat untuk warga disini, melihat sepuh-sepuh begitu bahagia dan semangat dan kami senang sekali berbagi dengan mereka, harapan di Road to Dwi Dasawarsa yang terpenting kita butuh doa sehingga pengabdian kita di Angkatan Udara yang masih panjang ini supaya kita terus diberikan keselamatan oleh tuhan yang maha kuasa dan berjalan dengan lancar,” tutup Rezha. (Aga)

Lahirkan ASN sebagai Garda Depan Pertahanan Hayati dan Pangan Nasional, Barantin Gandeng UPT Pelatihan Kementan

0

Jurnal Inspirasi – Sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan hayati dan pangan nasional, Badan Karantina Indonesia (Barantin) menaruh perhatian besar pada pembentukan karakter dan kompetensi sumber daya manusianya.

Menyadari pentingnya membentuk ASN yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga berkarakter dan berintegritas, Barantin menggandeng Unit Pelaksana Teknis Pelatihan Kementan, Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP), untuk melatih para CPNS melalui Pelatihan Dasar (Latsar) Gelombang III yang dibuka secara resmi, Kamis (17/07/ 2025).

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Barantin dalam menyiapkan ASN muda yang siap menjadi pelindung bangsa, pengawal lalu lintas komoditas strategis, serta penjaga pintu pertahanan pangan dari ancaman biologis. Pelatihan ini bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan proses penting dalam menanamkan nilai-nilai pengabdian dan loyalitas terhadap negara.

Kegiatan ini merupakan sinergi antara Barantin dan BBPMKP sebagai Unit Pelaksana Teknis pelatihan di bawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan. Pelatihan diikuti oleh 112 peserta CPNS yang berasal dari berbagai satuan kerja Barantin, dan dilaksanakan secara full distance learning selama 70 hari pelatihan.

Pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen Kementerian Pertanian untuk membentuk aparatur yang berdaya saing, berintegritas, serta berperan aktif dalam menjaga kedaulatan pangan dan biosekuriti nasional, sebagaimana selalu ditekankan oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan.

Senada dengan hal tersebut, Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa pelatihan ASN bukan hanya soal administrasi, tetapi sebagai proses pembentukan nilai-nilai dasar profesi yang mencerminkan ASN yang BerAKHLAK, menjunjung etika publik, menjaga netralitas, serta memiliki kepekaan sosial dan komitmen kebangsaan.

Kepala BBPMKP, Sukim Supandi, dalam sambutannya menegaskan bahwa pelatihan dasar CPNS bukan sekadar kegiatan administratif ataupun rutinitas birokrasi, melainkan titik tolak pembentukan jati diri ASN yang siap menjadi pelindung bangsa.

“Kami tidak hanya menghadirkan pelatihan formal, tetapi ruang pembentukan karakter ASN yang mampu menjadi penggerak perubahan dan pelayan masyarakat. ASN Barantin tidak cukup hanya cerdas secara intelektual, tapi juga harus memiliki kecerdasan moral, loyalitas, dan kesadaran akan tanggung jawab kebangsaan,” tegasnya.

Barantin sebagai lembaga teknis yang memiliki peran strategis dalam perlindungan keanekaragaman hayati, pengawasan lalu lintas hewan, ikan, tumbuhan, serta penjaga keamanan pangan, membutuhkan ASN yang siap menjadi garda terdepan. Mereka berperan penting dalam mencegah masuknya hama dan penyakit dari luar negeri, sekaligus memastikan produk ekspor Indonesia tetap aman dan sehat di mata dunia.

Kepala Biro Organisasi dan SDM Barantin, Suwarno Tri Widodo, menyampaikan apresiasi atas kerja sama strategis antara Barantin dan BBPMKP dalam membentuk ASN Barantin yang tidak hanya tangguh secara teknis, tetapi juga kuat secara karakter.

Melalui pembelajaran yang mencakup agenda bela negara, nilai-nilai dasar ASN, peran PNS, habituasi aktualisasi, serta penguatan kompetensi teknis substantif dan administratif, para CPNS dibekali dengan pondasi kepemimpinan dan etika kerja yang kuat.

Kementan berharap, para CPNS Barantin yang mengikuti pelatihan ini akan menjadi ASN yang tidak hanya menjadi pelaksana kebijakan, tetapi juga penggerak reformasi birokrasi di lapangan. Mereka diharapkan menjadi wajah pelayanan publik yang profesional, adaptif, dan menjadi pelindung sejati pertahanan hayati dan pangan bangsa.

(Restu/BBPMKP)

Leupeut Bogor Diresmikan Wali Kota Bogor, Bentuk Ekosistem Kolaborasi

0

Wali Kota Bogor yang diwakili Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), Iceu Pujiati meresmikan Program Leupeut Bogor (Lebih Seru Di Perpustakaan Bogor).

Proyek perubahan Rudiyana, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan (Diarpus), yang sedang menempuh Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) 2 di Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Jakarta, diresmikan bertepatan dengan Hari Buku Nasional pada 17 Mei 2025.

Menurut Rudiyana, “Program Leupeut Bogor” adalah gagasan inovasi untuk melakukan transformasi fungsi Perpustakaan Kota Bogor dari hanya sebagai tempat menyimpan buku, menjadi rumah para komunitas sebagai ekosistem kolaborasi komunitas literasi dan kreasi.

“Ekosistem kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi dan keterampilan masyarakat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Kota Bogor,” harapnya.

Sementara itu, Iceu Pujiati mengajak masyarakat untuk mendukung proyek perubahan ini.

“Saya harap masyarakat ikut aktif berpartisipasi dalam proper ini sebagai inovasi transformasi perpustakaan menjadi ekosistem kolaborasi literasi dan kreasi,” ujarnya.

Sebagai langkah nyata dari proyek perubahan tersebut, juga dilaksanakan penandatanganan kerja sama Program Leupeut Bogor antara Diarpus Kota Bogor dengan komunitas literasi dan kreatif, seperti Paguyuban Duta Baca Kota Bogor, Reka Bogor, SMX dan Berkawan Indonesia.

Walikota Bogor Dukung Strategi RUMAHKOE untuk Peningkatan Pelayanan Pasien Jantung

0

jurnalinspirasi.co.id – Setelah sebelumnya Wakil Walikota dan Kepala Badan Perencanaan, Program, Riset, dan Inovasi Pemerintah Kota Bogor memberikan dukungan terhadap layanan telemedicine RUMAHKOE, kini Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, juga menyatakan komitmennya.

Ia mendukung rancangan proyek perubahan Strategi RUMAHKOE yang digagas oleh Direktur RSUD Kota Bogor, dr. Ilham Chaidir, M.Kes, dalam upaya meningkatkan pelayanan bagi pasien jantung.

“Melalui ide dan inovasi ini, kami berharap beban kerja di rumah sakit dapat terurai. Pasien tidak perlu datang langsung ke rumah sakit, cukup melakukan konsultasi secara online,” ujar Dedie.

Inisiatif ini sejalan dengan langkah digitalisasi yang sedang ditingkatkan oleh Pemerintah Kota Bogor. Dengan adanya layanan telemedicine, diharapkan pelayanan kesehatan akan menjadi lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran. Ini bukan hanya tentang mengurangi tekanan pada fasilitas kesehatan, tetapi juga tentang memberikan kemudahan akses bagi masyarakat yang membutuhkan perawatan.

Rancangan proyek perubahan yang digagas oleh Direktur RSUD Kota Bogor telah sampai ke telinga masyarakat. Mereka mengapresiasi langkah perubahan tersebut. Dimana masyarakat akan mendapat kemudahan dalam berkonsultasi dengan dokter tanpa harus menunggu lama di rumah sakit.

Hal ini menunjukkan bahwa inovasi dalam dunia kesehatan dapat membawa perubahan signifikan bagi kualitas pelayanan.

Dari hari ke hari, dukungan terhadap RUMAHKOE semakin menguat, menciptakan sinergi antara pemerintah dan masyarakat untuk mencapai pelayanan kesehatan yang lebih baik.

Langkah yang diambil RSUD Kota Bogor, menjadi bukti konsistennya komitmen RS plat merah ini, dalam memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan, terutama bagi pasien jantung.

Dengan terus berinovasi dan mendengarkan suara masyarakat, diharapkan RUMAHKOE dapat menjadi model pelayanan kesehatan yang tidak hanya bermanfaat bagi Kota Bogor, tetapi juga dapat diterapkan di daerah lain di Indonesia dan dapat didukung oleh BPJS Kesehatan, sehingga jangkauan layanan kesehatan akan semakin luas serta memudahkan masyarakat.

** Fredy Kristianto |*

Kalia, Remaja Indonesia yang Bersinar di Panggung Internasional Korea Selatan

0

jurnalinspirasi.co.id – Kabar membanggakan datang dari ajang bergengsi Asia All Stars Festival 2025 yang digelar di Seoul, Korea Selatan. Kalia Maritza Azzakiyyah, remaja berbakat asal Kota Bogor, Jawa Barat, berhasil meraih Gold Award dalam kategori piano klasik. Prestasi ini menjadi momen yang membanggakan, tidak hanya bagi keluarganya, tetapi juga bagi Indonesia.

Saat ini Kalia tinggal di Qatar dan menempuh pendidikan musik di bawah naungan IAID Qatar (International Academy for Intercultural Development), sebuah akademi seni yang mendukung anak-anak berbakat dari berbagai negara.

Tampil Memukau di Tengah Ratusan Peserta

Diselenggarakan pada tanggal 9–13 Juli 2025, Asia All Stars Festival menghadirkan ratusan peserta muda dari berbagai negara Asia untuk berkompetisi dalam bidang musik, tari, dan seni budaya. Di antara banyaknya peserta, penampilan Kalia berhasil mencuri perhatian lewat karya “The Little Negro” dari Claude Debussy.

Dengan teknik permainan yang halus dan interpretasi penuh penghayatan, Kalia tampil luar biasa dan mendapatkan apresiasi tinggi dari para juri serta penonton internasional.

Pihak IAID Qatar menyampaikan pesan hangat kepada Kalia:

“Dari sekian banyak bintang di atas panggung, kamu adalah salah satu yang paling bersinar. Kamu menunjukkan kerja keras, semangat, dan bakatmu kepada dunia. Kami sangat bangga padamu.”

Perjalanan Penuh Disiplin dan Cinta terhadap Musik

Bagi Kalia, pencapaian ini adalah hasil dari dedikasi dan latihan yang tak kenal lelah. Ia mengaku merasa sangat bahagia dan bangga bisa membawa nama Indonesia di ajang internasional.

“Aku merasa sangat bahagia dan bangga bisa mewakili Indonesia di panggung internasional,” ungkap Kalia usai menerima penghargaan.

“Momen ini membuktikan bahwa semua latihan dan usaha tidak sia-sia. Aku ingin terus berkembang dan kembali membawa kebanggaan untuk Indonesia di masa depan.”

Festival ini bukan hanya kompetisi, tapi juga ruang bagi para peserta muda untuk bertukar budaya dan memperluas wawasan seni. Bagi Kalia, pengalaman ini sangat berharga dan memperkuat tekadnya untuk terus belajar dan berkarya.

Kebanggaan Tak Terhingga dari Orang Tua

Kebahagiaan dan kebanggaan juga datang dari kedua orang tua Kalia yang selama ini selalu mendukung perjalanannya.

“Melihat Kalia bersinar di atas panggung adalah momen yang sangat mengharukan dan membanggakan bagi kami,” ujar sang ayah, Deddy Setyo Prameswono.

“Kami percaya pada bakat dan semangatnya, dan kami akan terus mendukung mimpi-mimpinya ke mana pun ia pergi.”

Sang ibu, dr. Ayunda Henny Affrianti, juga menyampaikan rasa syukurnya:

“Kami bersyukur Kalia bisa membawa nama Indonesia dengan penuh percaya diri dan kebanggaan. Meski tinggal di luar negeri, Indonesia tetap ada di hatinya — dan kini ia telah menunjukkan itu kepada dunia.”

Inspirasi untuk Generasi Muda Indonesia

Prestasi Kalia bukan sekadar piala, tetapi simbol dari semangat anak muda Indonesia yang mampu bersaing secara global jika diberi kesempatan dan dukungan. Kisah Kalia menjadi inspirasi bagi generasi muda di mana pun berada, bahwa dengan kerja keras dan semangat, mimpi bisa jadi kenyataan.

Perjalanan Kalia menandai hadirnya lebih banyak talenta muda Indonesia di pentas dunia, terutama di bidang seni pertunjukan. Dengan kerendahan hati dan cinta yang tulus pada musik, masa depan Kalia terlihat begitu cerah dan menjanjikan.

Selamat, Kalia! Suksesmu di Seoul adalah awal dari perjalanan yang lebih besar. Terus bermain, terus bermimpi, dan terus menginspirasi.

** Fredy Kristianto |*

Gandeng UPT Pelatihan Kementan, Barantin Perkuat Kompetensi ASN Pengadaan Lewat Sertifikasi PBJP

0

Jurnal Inspirasi – Badan Karantina Indonesia (Barantin) terus memperkuat tata kelola pengadaan yang transparan dan akuntabel, khususnya melalui peningkatan kapasitas SDM. Salah satu langkah nyatanya diwujudkan melalui Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi PBJP Level 1 yang telah resmi ditutup pada Jumat (11/07/2025).

Pelatihan ini terselenggara atas kerja sama antara Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Biro Umum dan Keuangan, dengan Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) sebagai Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pertanian, serta didukung oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Kegiatan ini dilaksanakan secara blended learning dan diikuti oleh 38 pegawai lingkup Barantin. Selama pelatihan, peserta dibekali berbagai materi strategis mengenai regulasi PBJ, e-procurement, serta etika pengadaan, untuk mempersiapkan mereka menghadapi uji sertifikasi nasional.

Pelatihan ini selaras dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang terus menekankan pentingnya integritas dan efisiensi dalam proses pengadaan di instansi pemerintah. Menurutnya, ASN pengadaan harus memiliki kompetensi teknis sekaligus etika kerja yang tinggi agar sistem birokrasi berjalan efektif dan dipercaya publik.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa sertifikasi PBJP bukan sekadar pemenuhan regulasi, tetapi menjadi bagian dari reformasi SDM pertanian secara menyeluruh.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin SDM pengadaan di setiap lini instansi memiliki standar profesionalisme yang sama, kompeten secara teknis dan kuat secara moral,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Biro Umum dan Keuangan Barantin, Akhmad Alfaraby, menyampaikan bahwa pelatihan ini adalah bagian penting dari proses pembinaan ASN di lingkungan Barantin. Ia menekankan bahwa peningkatan kapasitas SDM harus berjalan seiring dengan penguatan sistem.

“Pelatihan PBJP ini adalah investasi jangka panjang kami. Harapannya, SDM Barantin tak hanya cakap dalam proses, tapi juga mampu menjaga integritas dan profesionalisme dalam setiap pengadaan yang mereka kelola,” jelasnya.

Ujian sertifikasi PBJP Level 1 dilaksanakan pada 12 Juli 2025 dalam dua sesi. Dari total 38 peserta, sebanyak 20 orang berhasil lulus ujian sertifikasi, yakni 11 orang di sesi I (57,89%) dan 9 orang di sesi II (47,36%), sehingga tingkat kelulusan keseluruhan mencapai 52,63%.

Kepala BBPMKP, Sukim Supandi, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Barantin dalam menunjuk BBPMKP sebagai penyelenggara teknis pelatihan. Ia menegaskan bahwa BBPMKP berkomitmen menghadirkan pelatihan yang adaptif, relevan, dan selaras dengan dinamika kebutuhan instansi.

“Kami tidak hanya fokus pada aspek teknis, tetapi juga membentuk ASN yang berintegritas dan siap menjalankan peran strategis di bidang pengadaan. Pelatihan PBJP ini dirancang berbasis praktik dan nilai akuntabilitas, agar peserta benar-benar siap menjawab tantangan nyata di lapangan,” tegas Sukim.

Melalui program ini, Barantin berharap ke depan seluruh ASN pengadaan di lingkupnya mampu menjadi aktor profesional yang menjunjung tinggi prinsip efisiensi, integritas, dan tanggung jawab publik dalam setiap proses PBJP.

(Restu/BBPMKP)

ASN Kementan Lulus Sertifikasi PBJP, Siap Wujudkan Pengadaan yang Transparan dan Akuntabel

0

jurnalinspirasi.co.id – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk SDM pengadaan yang profesional dan berintegritas. Setelah mengikuti pelatihan intensif selama 23 hari, puluhan peserta Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (PBJP) Level 1 dinyatakan lulus uji kompetensi.

Ujian sertifikasi berlangsung pada 10–11 Juli 2025, dibagi ke dalam dua kelas dan empat sesi. Hasil kelulusan secara umum cukup menggembirakan, mencerminkan kesiapan peserta dalam menghadapi tahap akhir pelatihan.

Pelatihan PBJP Level 1 ini ditutup secara resmi pada Selasa (9/7/2025) oleh perwakilan Biro Umum dan Pengadaan Kementan, Simon PP Simanjuntak, bersama BBPMKP.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, yang menekankan pentingnya integritas, kompetensi teknis, dan pemahaman regulasi dalam proses pengadaan agar berjalan secara transparan, akuntabel, dan efisien.

Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar pemenuhan syarat sertifikasi, melainkan bagian dari pembentukan budaya kerja profesional di lingkungan Kementan. ASN pengadaan, ujarnya, harus menjadi teladan dalam menjunjung akuntabilitas dan efisiensi.

Selama pelatihan, peserta dibekali materi teknis pengadaan, sistem e-procurement, serta etika dan prinsip dasar pengadaan pemerintah. Mereka berasal dari berbagai unit kerja di lingkungan Kementan dan mengikuti pelatihan secara penuh hingga ujian akhir.

Dari 80 peserta, sebanyak 55 orang dinyatakan lulus. Ini menunjukkan kemajuan positif dalam mencetak SDM pengadaan yang kompeten, meskipun masih ada beberapa sesi yang perlu penguatan lebih lanjut.

Simon Simanjuntak menegaskan bahwa sertifikasi PBJP adalah syarat penting dalam sistem pengadaan modern. Ia berharap ASN yang lulus bisa menjadi aktor pengadaan yang tidak hanya memahami regulasi, tetapi juga menjunjung tinggi tanggung jawab publik.

“Kami yakin, ASN yang lulus akan jadi penggerak pengadaan yang kredibel dan membawa perubahan positif di Kementan,” ujarnya.

Kepala BBPMKP, Sukim Supandi, menambahkan bahwa BBPMKP terus berkomitmen menjadi mitra strategis pengembangan kompetensi ASN. Pelatihan ini mengedepankan pendekatan praktik yang menanamkan nilai kepatuhan dan tanggung jawab.

“Ini bukan sekadar soal kelulusan, tapi soal membangun pemahaman utuh tentang pentingnya integritas dalam pengadaan,” tegas Sukim.

Kementan berkomitmen melanjutkan pelatihan sejenis dengan cakupan lebih luas dan pendekatan inovatif untuk membentuk ekosistem pengadaan yang taat aturan, berorientasi hasil, dan mengutamakan pelayanan publik.

(Restu/BBPMKP)

Rombongan Warga Rumpin Menuju KDM Melintas di Ciawi

0

jurnalinspirasi.co.id – Sebanyak 15 pemuda dari Desa Sukamulya, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, melaksanakan aksi longmarch menuju Gedung Sate, Bandung bertemu Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM, sebagai bentuk perjuangan moral menyuarakan penyelesaian konflik agraria yang telah lama terjadi di kampung halaman mereka.

Memasuki hari ketiga perjalanan, rombongan tersebut telah tiba di wilayah Ciawi, Kabupaten Bogor.

Tepat di depan Kantor Urusan Agama (KUA) Ciawi, para peserta longmarch disambut hangat oleh jajaran Muspika setempat. Turut hadir dalam penyambutan tersebut Kapolsek Ciawi AKP Dede Lesmana, perwakilan dari Kecamatan Ciawi, Satpol PP, serta tokoh masyarakat.

Dalam momen penyambutan itu, Kapolsek Ciawi memberikan pesan kepada para peserta agar tetap menjaga keselamatan, sopan santun, dan ketertiban selama menempuh perjalanan panjang mereka.

“Jaga kekompakan, jaga keselamatan, dan hati-hati di jalan. Kami menghargai semangat kalian dalam menyuarakan aspirasi secara damai,” ujar AKP Dede Lesmana.

Longmarch ini direncanakan akan melalui jalur Puncak, Cianjur, dan sejumlah daerah lainnya sebelum akhirnya tiba di Gedung Sate, Bandung, yang menjadi titik akhir dan pusat tujuan penyampaian aspirasi. Dengan membawa bendera Merah Putih dan atribut bertuliskan harapan rakyat, aksi ini dilakukan secara damai dan mandiri tanpa pengawalan khusus, namun tetap dalam koordinasi dengan aparat keamanan di wilayah-wilayah yang dilewati.

Pemerintah Kecamatan Ciawi mengapresiasi langkah damai yang dilakukan para pemuda tersebut dan berharap aksi ini dapat menjadi pengingat pentingnya dialog antara warga dan pemerintah.

Rombongan direncanakan melanjutkan perjalanan malam ini menuju kawasan Puncak sebelum masuk ke wilayah Kabupaten Cianjur esok hari.

(Dadang Supriatna)

Warga di Tepi Sungai Cisarua Tinggalkan Rumah

0

Jurnalinspirasi.co.id – Sedikitnya 5 rumah yang berada di Kampung Pesanggrahan, Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor kini mereka lebih memilih untuk mengungsi ke rumah saudara atau mencari kontrakan.

Rumah mereka yang berdiri di tepi Sungai Cisarua tidak bisa dihuni lagi karena sebagian tanahnya mengalami longsor dan terus mengikis tanah yang masih terdapat bangunannya.

Kepala Desa Citeko H. Sahrudin mengatakan, satu rumah milik Dewi, bagian dapurnya sudah tersapu oleh arus air Sungai Cusarua. Begitu juga, bagian badan rumah yang lainnya sudah mulai miring dan retak retak temboknya.

“Iya rumah milim bu Dewi sudah terbawa arus air bagian dapurnya. Dan sekarang tidak ditinggalin lagi. Karena kondisinya cukup membahayakan, ” ujarnya, Senin (14/7/2025).

Selain rumah milik Dewi, rumah Abid juga cukup mengkhawatirkan. Tanah rumah yang berada di tebingan sungai sedalam 8 meter setelah mengalami longsor beberapa waktu lalu, kini  kondisi pondasinya sudah menggantung. Penghuninya yang merupakan para pe ngontrak tidak lagi mengisi rumah tersebut.

“Ngeri takut roboh karena dibawahnya jurang yang langsung ke sungai dan kurangnya cukup tajam dan tinggi. Jadi kami lebih memilih untuk pindah, ” kata Ernawati.

Langkah yang dilakukan pemerintahan Desa terhadap warga yang rumahnya sudah tidak bisa dihuni lagi, pihak desa akan merelokasi ketempat yang aman.

“Baru satu rumah yang akan direlokasi. Tempat adalah di wilayah Desa Kita, Kecamatan Megamendung. Semoga bagi rumah rumah yang lainnya tetap aman, ” pungkas kades.

(Dadang Supriatna)