31.5 C
Bogor
Wednesday, April 29, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1680

Menteri Teten Galakan Berbelanja Produk Anak Bangsa

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Menteri Koperasi dan UMKM, Teten Masduki menyambangi Galeri UMKM di Jalan Salak, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor pada Kamis (12/3). Kedatangan Teten tak lain untuk menggalakan solidaritas berbelanja produk anak bangsa di tengah situasi perekonomian yang tak menentu.

“Harus digalakan belanja makanan yang merupakan produk UMKM. Dengan begitu dapat mendinamisir ekonomi dalam situasi saat ini,” ujar Teten kepada wartawan.

Teten menilai bahwa UMKM di Kota Bogor cukup menggeliat lantaran sudah dapat menjalin kerjasama dengan Kementerian Pertanian. “Presiden sudah menyampaikan bahwa setiap daerah harus memiliki sentra UMKM, produksi maupun pemasaran,” ucapnya.

Bahkan, ia menyarankan agar Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai menggenjot produksi sayuran dan buah agar dapat diekspor ke luar negeri. “Kami melihat peluang ekspor tetep terbuka, terutama produk holtikultura, buah tropis. Saya kira Bogor merupakan salah satu sentranya, mulai dari manggis, mangga, dan pisang. Jadi ini adalah momentum untuk UMKM mengkonsolidasi produknya, karena kebanyakakana produk UMKM berpencar, tidak terhubung dengan sistem supply chain,” paparnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Bogor Dedie A Rachim mengatakan bahwa di Kota Hukan terdapat 22 ribu UKM, dan 70 persennya berasal dari sektor kuliner.

Hal itu dibuktikan dengan adanya data dari Gojek,  dimana transaksi kuliner melalui Gofood di Kota Bogor mencapai 22 ribu per hari. Selain itu, 100 UMKM sudah mampu mengisi pasar modern.

“Artinya potensi UMKM cukup terbuka. Asalkan kualitas dapat terus terjaga, seperti packaging dan quality control,” tandasnya.

Fredy Kristianto

Lapas Paledang Diancam Diadukan ke Kemenkumham

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Sidang lanjutan kasus investasi tiket biro perjalanan bodong dengan terdakwa Riska Mawarsari di Pengadilan Negeri (PN) Bogor pada Kamis (12/3), terpaksa ditunda. Hal itu lantaran terdakwa sakit.

Kuasa hukum Roosman Koeshendarto, Khusnul Na’im mengatakan bahwa ditundanya sidang lantaran terdakwa membawa surat keterangan sakit dengan catatan hypertensi 150/90. “Saya juga mengapresiasi kepada Kepala PN Bogor yang geram karena menduga bahwa hal itu bisa saja dibuat-buat oleh terdakwa. Karena gampang surat sakit itu,” ungkapnya kepada wartawan.

Menurut dia, pihaknya kecewa atas ditundanya persidangan, padahal agenda kali ini adalah mendengarkan kesaksian dari saksi asal Antavaya yang berdomisili di Jakarta. “Kami minta kejaksaan untuk  memperlancar persidangan agar semua hak dari korban selaku pelapor itu bisa terpenuhi. Sebab persidangan ini semuanya sudah Serahkan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU),” ungkapnya. Ia mengaku sudah berkoordinasi dengan JPU, akan menghadirkan dokter pembanding agar tidak mudah kembali terjadinya penerbitan surat keterangan sakit.

Bahkan, ia juga mengaku akan membantu kliennya untuk membuat surat aduan kepada pihak-pihak terkait yang dalam hal ini mungkin kepada Kejagung terutama kepada Kemenkumham dan juga kepada Lembaga Pemasyarakatan Lapas Paledang. “Karena ini domainnya yang mengeluarkan surat ini adalah  dokter Lapas Paledang. Dan surat sakit itu sudah tiga kali diterbitkan,” paparnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, korban Roosman Koeshendarto tertipu sebesar Rp9,7 miliar dalam kasus investasi bodong itu. Dalam menjalankan aksinya Riska sendiri mengaku sebagai agen biro perjalanan ternama dari mulai El Nusa, Andaro, Antavaya, Mayapada yang telah menjalin kerjasama dengan SKK Migas, untuk meyakinkan calon korban. Bahkan belakangan diketahui bahwa Riska sebelumnya pada 2011 sempat terjerat kasus serupa dan divonis 12 tahun penjara dan denda Rp10 miliar. Namun, ia dibebaskan pada 2016.

Fredy Kristianto

Akselerasi Dekranasda Kabupaten Bogor

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Kabupaten Bogor terus optimalisasi hasil produk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di wilayah Bumi Tegar Beriman. Ketua Dekranasda Kabupaten Bogor, Halimatu Sadiah mengatakan, pihaknya terus melakukan upaya untuk menggali potensi UKM di Kabupaten Bogor.

“Kami lagi memilah produk untuk menjadi yang unggulan di Kabupaten Bogor ini. Rencana kerja saya itu, turun ke lokasi UMK sebulan sekali, untuk memunculkan produk unggulan,” ujar Halimatu kepada Jurnal Bogor, Kamis (12/3).

Istri Wakil Bupati (Wabup) Bogor Iwan Setiawan ini menambahkan, pihaknya melirik salah satu kerajinan dengan media kain untuk menjadi salah satu produk yang diunggulkan.

“Kita tuh lagi ingin kembangkan kain printing. Saya sudah turun ke lokasi pengrajin printing tersebut, tapi ada persoalan dalam modal,” katanya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, pihaknya akan berperan dalam memecah persoalan yang memang dialami hampir semua pelaku UKM di wilayah Bumi Tegar Beriman.

“Insyaallah, Dekranasda akan berjuang untuk permodalam UKM ini dari segala potensi yang ada dan dimungkinkan, seperti CSR maupun pinjaman dari BUMD perbankan yang ada di Kabupaten Bogor,” ungkapnya.

Ia memaparkan, pihaknya berharap agar perusahan plat merah di Pemkab Bogor memiliki kebijakan untuk turut andil dalam memajukan para pelaku UMK di wilayah Bumi Tegar Beriman.

“Ya, kami sih berharap agar suku bunga yang dibebankan pada kreditur pelaku UKM ini rendah, karena kemanjuan UKM itu akan berpengaruh pada indeks perekonomian daerah. UMK ini ada masyarakat yang ingin berpenghasilan mandiri dengan kemampuan yang dimiliki, jadi ini bagian dari memajukan ekonomi kerakyatan,” paparnya. 

Noverando H

Elly Rachmat Yasin Temu Paguyuban Istri Camat

0

Parung | Jurnal Inspirasi

Sebagai bagian dari agen perubahan, paguyuban istri Camat se-Kabupaten Bogor berdialog tatap muka dengan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Elly Rachmat Yasin, Parung, Kamis (12/3).

Puluhan istri Camat se-Kabupaten Bogor menyampaikan aspirasi warga di masing-masing wilayah yang suaminya (Camat-red) pimpin.

Ketua Paguyuban Istri Camat, Yeni Asnan mengatakan, kumpulnya istri Camat di wilayah Bumi Tegar Beriman ini untuk menyampaikan aspirasi yang dimungkinkan untuk dibawa anggota DPR RI ke pemerintah pusat.

“Istri camat se-Kabupaten Bogor yang jumlahnya 40 ini kumpul untuk berdialog langsung dengan Ibu Elly. Pastinya setiap kecamatan itu memiliki persoalan maupun potensi yang berbeda-beda,” ujar Yeni kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Sementara itu, Anggota DPR RI Komisi VI, Elly Rachmat Yasin mengungkapkan, istri camat menjadi bagian dalam pembangunan wilayah.

“Kita harus lihat adanya kesetaraan gender. Istri camat tidak menutup kemungkinan pro aktif dalam pembangunan karena era sekarang ini perempuan mampu menjadi agen perubahan,” tegas Elly.

Perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PPP Kabupaten Bogor ini menerangkan, dirinya akan membawa aspirasi yang disampaikan para konstituennya di wilayah Dapil V Jawa Barat (Jabar) dalam masa Reses kedua ini.

“Seperti tadi ada aspirasi tentang Balai Latihan Kerja (BLK) dan UMKM baik terkait pelatihan maupun pemasaran. Hal itu akan saya bawa ke kementrian terkait ketika ada rapat dengar pendapat. Kalau pun ada aspirasi yang disampaikan tapi tidak sesuai tupoksi saya, saya tetap tampung untuk dilanjutkan kepada kawan-kawan DPR RI yang ada di komisi terkait,” terangnya.

Dalam kesempatan Reses Kedua tersebut, istri mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin ini juga mengutarakan tentang adanya Undang-Undang (UU) nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren.

“UU tentang Pesantren ini masuk Program Legislasi Nasional. UU tersebut merupakan produk dari Partai Persatuan Pembangunan yang sudah diresmikan masuk kedalam UU Republik Indonesia pada September Tahun 2018,” kata Elly.

Lebih lanjut ia memaparkan, adanya UU tesebut diharapkan jadi motovasi masyarakat untuk semakin antusias dalam pendidikan berbasis religius.

“Jadi ijasah pesantren itu setara dengan ijasah pendidikan pada umumnya. Untuk itu, ini menjadi kesetaraan akses bagi lulusan. Artinya ijasah pesantren berlaku untuk pendidikan lebih tinggi maupun melamar pekerjaan,” paparnya.

Noverando H

Pemkab Bogor Jadi “Sangkuriang”?

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Masih dalam proses pematangan lahan, pembangunan ratusan Hunian Tetap (Huntap) korban bencana alam di wilayah barat Kabupaten Bogor terancam lewat dari Idul Fitri 1441 Hijriah yakni bulan Mei.

Kabag Program dan Pengendalian Pembangunan pada Setda Kabupaten Bogor, A.R Jatnika mengatakan, proses pembangunan Huntap yang akan dilaksanakan pada Tahun 2020 sekarang, masih panjang.

“Tahun 2020 akan dibangun Huntap kurang lebih 200 lebih unit diatas lahan 3,8 hektar. Lokasi sekarang itu tidak semudah yang dibayangkan, karena ada kajian terlebih dahulu dari Badan Geologi. Kajian Geologi tersebut baru keluar hasilnya akhir Februari,” ujar Jatnika kepada Jurnal Bogor, Kamis (12/3).

Ia menerangkan, Pemkab Bogor memiliki tugas dalam pematangan lahan milik PT Perkebunan Nusantara (PN) VIII Cikasunka yang masih menjadi perkebunan kepala sawit.

“Proses pencabutan pohon kelapa sawit itu menjadi tugas Pemkab Bogor, untuk pembiayaan Huntap dari Kementrian PU. Sempai sekarang, kami belum melakukan pencabuta pohon kelapa sawit itu,” terangnya.

Lebih lanjut ia menerangkan, pihaknya kembali mengajukan anggaran ratusan miliar rupiah untuk pembangunan lanjutan Huntap pada tahun 2021 depan.

“Sebenarnya kebutuhan Huntap itu untum relokasi 5000 rumah tapi 2021 itu, Pemkab Bogor mengusulkan Rp150 miliar untuk 2000 unit Huntap di wilayah Cigudeg dan Sukajaya,” terangnya.

Sebelumnya, Bupati Bogor Ade Yasin menargetkan pembangunan Huntap untuk para korban bencana di wilayah barat Kabupaten Bogor itu, selesai sebelum bulan Ramadhan yang jatuh pada bulan depan alias April 2020. 

Noverando H

Perusahaan Imbau Karyawannya tak Solat di Masjid

0

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi

Salah satu perusahaan di Desa Bojong Nangka, Gunung Putri, PT.Crhig Word Indonesia menginginkan seluruh karyawannya tidak solat di masjid. Alasannya khawatir terpapar virus Corona. Salah seorang karyawannya membenarkan imbauan yang sensitif karena terkait hak menjalankan kebebasan beragama.

“Imbauan terkait virus Corona yang dikeluarkan oleh manajemen pabrik menurut saya sangat berlebihan karena dalam imbauan tersebut berbunyi ada salah satu yang sangat sensitif jika didengar ada di poin 2 yaitu berbunyi “Untuk solat sementara di rumah dulu (di Iran banyak terkena virus di dalam masjid maka hati-hati),” katanya, Kamis (12/3).

Dia sempat interupsi kepada personalia perihal poin nomor 2 tersebut karena iimbauan itu harus dipatuhi saat karyawan berada di luar pabrik. Namun akibat keberatan interupsi tersebut, namun dia malah mendapat teguran dari perusahaan.

Personalia PT.CWI, Purnomo ketika dikonfirmasi Jurnal Bogor mengatakan bahwa hal itu hanya bentuk imbauan yang diberikan oleh perusahaan agar karyawan berhati-hati agar tidak tertular. “Imbauan itu sudah dirapatkan oleh direksi manajemen PT.CWI sebelumnya. Adapun dengan adanya kata-kata jangan solat di masjid, kita melihat kondisi yang ada di Iran bahwa penyebaran virus itu lebih tinggi berada di dalam masjid. Kedatangan para wartawan ini nanti akan saya sampaikan pada pimpinan,” pungkas Purnomo singkat.

Nay Nur’ain

Banyak Proyek Mangkrak, Dewan Desak PUPR Panggil Kontraktor Nakal

0

Ciomas | Jurnal Bogor

Banyaknya permasalahan pada pelaksanaan proyek-proyek infrastruktur jalan dan jembatan di Kabupaten Bogor, mendapat perhatian khusus dari masyarakat. Mereka terus mengeluhkan ada beberapa pengerjaan proyek yang ditinggalkan dan dibiarkan saja tanpa dilanjutkan pekerjaannya oleh kontraktor.

Yang baru ini terungkap pembangunan jalan yang menghubungkan Desa Parakan dengan Desa Mekarjaya, Kecamatan Ciomas yang pembangunannya tidak dilanjutkan oleh kontraktor dengan nilai proyek 3,1 miliar.

Kepala UPT Jalan dan jembatan Kecamatan Ciomas, Andri dalam mengatakan, proyek tersebut sudah melewati batas waktu pengerjaan 120 hari kerja dan tidak ada progress pengerjaannya. “Proyek ini sudah diputus kontraknya karena tidak sesuai dengan tenggat pengerjaannya, maka nanti akan di lelangkan kembali,” ujar Andri.

Sementara Ketua komisi III, Sastra Winara ketika dihubungi lewat telepon (10/3) menyatakan sudah berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk mencari solusi terbaik terkait permasalahan jalan tersebut, bahkan dengan tegas Sastra mengatakan akan memanggil pihak kontraktor untuk dimintai pertanggung jawabannya.

“Harus dipanggil dan bertanggung jawab, jalan ini sudah dilelangkan sesuai aturan dan mekanisme yang ada, tapi kenapa saat pengerjaan kok ditinggal, memang sanksinya adalah pemutusan kontrak, tapi harus jelas dulu duduk permasalahannya kenapa semua ini bisa terjadi?” ujar Sastra.

Sambung Sastra dirinya sudah menghubungi Dinas PUPR dan sudah mendapat jawaban pasti yaitu memanggil kontraktor tersebut dalam waktu dekat ini. “Biar jelas dan terang benderang semua permasalahannya, miris lihat beberapa proyek Infrastruktur tidak dilaksanakan dengan baik, imbasnya kepada masyarakat, akhirnya anggaran yang sudah dialokasikan tidak ada manfaat yang dirasakan masyarakat, ini akan kami jadikan bahan evaluasi untuk proyek-proyek berikutnya,”tutup Sastra.

Cepi Kurniawan

Kapolri Buka Tradisi Pembaretan Pasukan FPU 12 UNAMID

0

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi

Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis memimpin upacara Pembaretan Pasukan FPU 12 UNAMID sebanyak 154 orang, pasukan terpilih untuk persiapan keberangkatan ke Gulu Sudan, Kamis (12/03). Persiapan keberangkatan pasukan ini untuk menggantikan tugas dari FPU 11 sebagai kelanjutan dari program kerja biro misinter yang telah dilakukan berbagai macam kegiatan salah satunya adalah pembaretan.

“Prosesi pembaretan adalah merupakan prosesi terakhir setelah personil polri tersebut selesai melaksanakan berbagai macam kegiatan mulai dari prosesi seleksi dan prosesi pelatihan yang sudah berjalan sejak bulan November lalu,” jelas Kapolri Idham Azis.

Ini adalah pembaretan ke-2 untuk FPU yang dilakukan oleh Kapolri yang sebelumnya dilakukan oleh Sutarman tahun 2014. Pembaretan ini adalah puncak dari akumalisasi pelatihan yang dilakukan untuk memberikan kebanggaan kepada mereka yang telah menjalani serangkaian kegiatan tersebut. Sebagai informasi pelibatan Polwa pada misi FPU kali ini merupakan pelibatan yang ke-2 kalinya setelah FPU Minusca dan FPU 11 UNAMID.

“Sejak tahun 2008 Polri telah menugaskan FPU pada misi UNAMID di Darfur, Sudan yang melakukan rotasi setiap tahunnya, tahun 2020 merupakan rotasi ke 12 dari FPU Indonesia yang kali ini akan dipimpin oleh Kasatgas AKBP Muhammad Fahry yang sebelumnya dipimpin oleh AKBP Henzley Moningkey,S.I.K hingga saat ini total jumlah pasukan PBB yang dikirim adalah 2.920 sejak 1989,” jelasnya.

Sebagai tanda keseriusan Polri dalam memberikan kontribusi dalam dunia peacekeeping, telah menyetujui tawaran Kementrian Luar Negeri RI untuk memberikan plage melalui kontribusi berupa penugasan satu satgas FPU baru yaitu pada misi PBB Monusco di Republik Demokratik Kongo. Selain itu juga Polri mengajukan usulan kepada Kemenlu untuk menempatkan satu orang pamen Polri yang bertugas sebagai Senior Liaison Officer (SLO) di Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTDI) di New York. SLO ini selanjutnya akan mengemban tugas dalam rangka melakukan kordinasi dengan pihak PBB terkait penugasan personil Polri dalam berbagai kegiataan peacekeeping.

“Dari 154 personil Polri yang akan diberangkatkan terdiri dari bintara dan perwira, serta perwira menengah yang kita siapkan untuk misi pasukan perdamaian,154 personil Polri ini merupakan duta-duta perwakilan dari institusi polri yang akan bertugas diluar negeri dengan membawa nama Indonesia.” “Sehingga saya harapkan mereka bener-bener bisa menjadi telada, bisa menampilkan budaya Indonesia yang terbaik karena memang.

Nay Nur’ain

Ruhiyat Geram SILPA, Kepentingan Rakyat Terabaikan

0
Ruhiyat Sujana

Pamijahan | Jurnal Inspirasi

Penyerapan anggaran di Kabupaten tahun anggaran 2019 sekitar 7,2 triliun dengan tujuan meningkatkan semua lini kehidupan di masyarakat baik ekonomi, infrastuktur, fasilitas publik, pelayanan kesehatan, fasilitas pendidikan menurunkan kemiskinan dan mengurangi pengangguran. Namun tampaknya anggaran yang besar tidak dimanfaatkan dengan baik. Pasalnya, serapan anggaran tersebut masih belum dimanfaatkan secara maksimal.

Hal itu pun mendapatkan kecamatan dari anggota DPRD Kabupaten Bogor Fraksi Demokrat Ruhiyat Sujana. Ia mengatakan banyak pekerjaan yang tidak beres dan ditambah sisa Lebih Penggunaan Anggaran ( SILPA) sudah jatuh ketimpa tangga lagi.                                            

Ia menambahkan penyebab terjadinya SILPA dari tahun ke tahun karena perencanaan yang buruk, ditambah penyerapan anggaran yang rendah. Selain itu, program yang direncanakan kurang inovatif karena motivasi ASN untuk melayani masyarakat masih rendah,” tegas Ruhiyat yang juga disampaikan mantan aktivis menanggapi meningkatnya dana SILPA di APBD tahun 2019 saat berbincang dengan Jurnal Bogor, kemarin.

Ia mengatakan, perencanaan buruk menyebabkan pekerjaan fisik yang seharusnya mulai dilaksanakan sejak Februari, namun molor sampai Juni atau Juli. Alasannya belum ada petunjuk teknis. Padahal, dilain sisi, dana belanja pegawai terserap dengan baik, bahkan sudah berjalan di semeseter pertama mencapai 50 persen.

“Kalau orang terpanggil untuk melayani, pasti belajar dari tahun sebelumnya, sehingga persiapan juknis, bukan menjadi alasan untuk terlambat merealisasikan program sesuai waktu yang ada. Bagaimana kalau baru mulai kerja Juni-Juli, baru jumlah item banyak? Apakah efektif? Tentunya tidak,” katanya.

Ia menilai selain perencanaan yang buruk juga yang membuat bengkaknya dana SILPA  juga buntut dari motivasi ASN dalam melayani yang rendah. “Kalau orang terpanggil melayani dengan hati pasti akan berjalan baik dan memuaskan. Tapi, bila tidak maka pastinnya dianggap beban sehingga pekerjaan tidak tuntas dan berakibat pada anggaran tidak terserap,” ujarnya.

Menurutnya, dana untuk belanja pegawai biasanya terserap dengan baik. Kalau untuk jalan dinas, ASN ditiap OPD lebih kreatif dan berinovasi, tapi untuk masyarakat tunggu dulu. “Karena Itu yang selama ini terjadi. Ini harus menjadi bahan evaluasi kepala daerah, jangan biarkan terus berlanjut,” katanya.

Ia berharap agar kepala daerah harus menilai dan mengevaluasi OPD di tiap tahun agar diingatkan bila Silpa masih tinggi. Sebaliknya yang berkinerja bagus diberi apresiasi. “Harusnya, OPD dievaluasi tiap tahun terkait realisasi anggaran. Yang kedapatan rendah diberikan peringatan agar berbenah, jika meningkat dari tahun-ketahun, maka harus ada sanksi.”

“Karena dengan meningkatnya SILPA masyarakat dikorbankan karena masih banyak program kegiatan yang dibutuhkan masyarakat seperti  masih banyaknya sekolah rusak, jalan rusak dan lain-lain. Ini kan keblinger namanya, SILPA tinggi tapi kepentingan masyarakat terabaikan,” pungkasnya.

Cepi Kurniawan

Kontraktor TPT tak akan Lepas Tanggungjawab

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Kontraktor proyek pembangunan Tembok Penahan Tebing (TPT) di Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunungputri, berjanji tidak akan lepas tanggungjawab dan siap memperbaiki TPT yang ambrol.

“Kami tidak kabur atau lepas tanggungjawab, tapi kami masih menunggu arahan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), soal penyebab ambrolnya TPT itu,” kata Koordinator Teknis CV. Karya Cipta Mandiri, Rendy, dalam keterangan tertulisnya kepada Jurnal Bogor, Kamis (12/03).

Rendy mengungkapkan, ambrolnya TPT, sebenarnya bukan faktor kesalahan kontruksi, tapi lebih mengarah pada kondisi alam. “Namun, untuk lebih fairnya, saat ini kami menunggu assement hasil kajian dari tim konsultan pengawas serta dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR),” ujarnya.

Ketika disinggung hutang material pada levaransir atau penyuplai, Rendy menjelaskan, masalah tersebut bukanlah tanggungjawab kontraktor, karena saat proyek sudah selesai, semua urusan termasuk pembayaran material pada pihak ketiga menjadi tanggungjawab pelaksana proyek.

“Kami (CV. Karya Cipta Mandiri-red) sudah membayar semua urusan proyek, mulai tenaga kerja sampai bahan material kepada pelaksana. Jadi, ketika masih ada sangkut paut itu menjadi tanggungjawab pelaksana,” katanya.

Bahkan kata Rendy, informasi yang didapatkannya, pelaksana akan melunasi hutang materialnya, ketiga tagihan luncuran proyek cair. “Kalau tak salah antara pelaksana dan levaransir sudah ada perjanjiannya,” tutup Rendy. Sebagai informasi, TPT di Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunungputri, ambrol pada awal tahun 2020 ini. Proyek tersebut anggarannya bersumber dari APBD 2019. 

Mochamad Yusuf