32.1 C
Bogor
Sunday, April 26, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1636

Para Ahli Sebut Dentuman dari Gunung Gede dan Salak

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Dentuman yang sempat menggerkan warga Jakarta, Depok, Bogor dan sekitarnya, kini tak lagi misteri. Belakangan terungkap asal suara dentuman yang terjadi Jumat malam hingga Sabtu dini hari, 11 April kemarin.

Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau PVMBG memprakirakan dentuman tersebut berasal dari hujan petir di Gunung Gede dan Gunung Salak

Sebelumnya, dentuman tersebut sempat dikaitkan dengan Gunung Anak Krakatau yang erupsi, Jumat malam, 10 April 2020. Namun, hal ini dibantah oleh Ahli Bumi dan Antariksa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Suara dentuman disebut berasal dari longsoran bawah tanah.

Pihak Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) juga mengatakan bahwa dentuman bukan karena adanya aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Ahli dari Laboratorium Bumi dan Antariksa Departemen Pendidikan Fisika Universitas Pendidikan Indonesia, Judhistira Aria Utama menduga, suara dentuman itu berasal dari longsoran bawah tanah.

“Suaranya terdengar dari dalam bumi seperti suara meriam dan berulang meski tidak ajeg jeda waktunya. Boleh jadi bersumber dari longsoran bawah tanah. Longsoran yang dipicu deformasi batuan yang melampaui batas elastisitas batuan akan disertai pelepasan energi yang terdengar sebagai suara dentuman,” kata Judhistira dalam keterangannya.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menegaskan bahwa dentuman keras yang terdengar di Jakarta hingga Depok, bukan karena Gunung Anak Krakatau. Dentuman tersebut terdengar pada Sabtu (11/2/2020) dini hari.

“Sampai sekarang Gunung Anak Krakatau memang masih erupsi, tapi terlalu jauh jika terdengar hingga Jakarta dan Depok,” kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM) Kasbani.

Asep Saepudin Sayyev |*

Hadits Hari Ini

0

12 April 2020
18 Sya’ban 1441 H

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى قَالَ قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ عَنْ سُمَيٍّ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ كَانَتْ لَهُ عَدْلَ عَشْرِ رِقَابٍ وَكُتِبَتْ لَهُ مِائَةُ حَسَنَةٍ وَمُحِيَتْ عَنْهُ مِائَةُ سَيِّئَةٍ وَكَانَتْ لَهُ حِرْزًا مِنْ الشَّيْطَانِ يَوْمَهُ ذَلِكَ حَتَّى يُمْسِيَ وَلَمْ يَأْتِ أَحَدٌ أَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ إِلَّا أَحَدٌ عَمِلَ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ وَمَنْ قَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ حُطَّتْ خَطَايَاهُ وَلَوْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya dia berkata; aku membacakan kepada Malik dari Sumayya dari Abu Shalih dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda:

Barangsiapa yang mengucapkan: “Laa ilaaha illallaahu wahdah, Laa syariikalahu lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai’in qadiir” (Tiada tuhan selain Allah, Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa. Tidak ada sekutu bagi-Nya, Dia-lah yang memiliki alam semesta dan segala puji hanya bagi-Nya. Allah adalah Maha Kuasa atas segala sesuatu) dalam sehari seratus kali, maka orang tersebut akan mendapat pahala sama seperti orang yang memerdekakan seratus orang budak, dicatat seratus kebaikan untuknya, dihapus seratus keburukan untuknya. Pada hari itu ia akan terjaga dari godaan syetan sampai sore hari dan tidak ada orang lain yang melebihi pahalanya, kecuali orang yang membaca lebih banyak dari itu. Dan barangsiapa membaca: “Subhaanallaah wa bi hamdihi” (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya) seratus kali dalam sehari, maka dosanya akan dihapus, meskipun sebanyak buih di lautan.

HR Muslim No. 4857.

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Keluar dari RSUD, Bima Isolasi di Rumah

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Usai 22 hari menjalani perawatan di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor, Wali Kota Bogor Bima Arya yang juga merupakan pasien terkonfirmasi positif Covid-19, sudah diperbolehkan pulang oleh tim dokter, Sabtu (11/4/2020).

Kepastian kepulangan Bima Arya ini dibenarkan oleh Direktur RSUD Kota Bogor Ilham Chaidir. Menurut Ilham, Bima Arya telah dinyatakan sehat secara klinis oleh tim dokter dengan pertimbangan-pertimbangan untuk mempercepat pemulihan.

“Memang signifikan sekali hasilnya (terus membaik). Isolasi di rumah bisa lebih baik karena lebih rileks sehingga dapat membantu percepatan recovery,” ungkap Ilham.

Selama di rumah, kata Ilham, Bima direkomendasikan untuk tetap mengikuti prosedur isolasi secara mandiri. “Pak Wali sudah tidak perlu lagi didampingi perawat, hanya isolasi mandiri seperti yang lain. Obat sudah dibekali dan harus minum sesuai aturan. Isolasi mandiri artinya beliau harus berada di kamar khusus, kemudian harus selalu memakai masker, harus rajin mencuci tangan, istirahat cukup, rileks dan makan makanan bergizi tinggi,” jelasnya.

Sementara itu, Bima Arya mengaku kondisinya terus stabil dan membaik. “Alhamdulillah. Setelah 22 hari dirawat di RSUD, hari ini tim dokter RSUD membolehkan saya dan salah satu ASN yang dirawat untuk pulang dan melanjutkan isolasi secara mandiri di rumah sambil menunggu hasil swab,” ungkapnya.

Bima juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada perawat dan sejumlah pihak yang membantu pemulihannya selama ini. “Saya kehabisan kata-kata untuk berterima kasih kepada seluruh tim medis dan non medis di RSUD yang dengan super sabar dan ekstra berani telah merawat kami. Walau tatapan mata terhalang APD, namun ketulusan terasa sampai jiwa. Terimakasih semua dan sehat selalu,” katanya.

Ia mengajak warga untuk terus mengikuti arahan dari pemerintah, baik physical distancing maupun Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) karena virus ini tidak pandang bulu bisa menyerang siapapun.

“Satu hal yang jelas walaupun banyak ketidakpastian, yang pasti virus ini bisa mengenai siapa saja, apapun jabatanya, apapun agamanya, dimanapun tinggalnya, berapapun gajinya, semua bisa terkena dengan cara yang kita tidak tahu. Jadi yang paling penting kita harus menjaga diri, membatasi, jadi diam di rumah itu hal yang paling betul. Mentaati imbauan pemerintah untuk PSBB itu hal yang tidak ada lagi pilihan. Jadi walaupun terpaksa harus keluar rumah, ya harus pakai masker,” jelas Bima.

“Poin kedua, saya merasa bahwa gejala klinisnya Alhamdulillah tidak berat, mungkin karena pola hidup sehat yang selama ini saya jalankan, olahraga teratur, makan makanan teratur, istirahat cukup, dan lain-lain,” tambahnya.

Fredy Kristianto

Panen Jagung Melimpah, Petani Cikeusik Butuhkan Pengering Ultraviolet

0

Pandeglang | Jurnal Inspirasi

Ditengah kekhawatiran pandemik Covid 19 petani di empat Desa di Kecamatan Cikeusik Kabupaten Pandeglang melakukan panen jagung, Sabtu (11/4). Empat desa tersebut yakni Desa Curugciung 16 Ha, Leuwibalang 7 Ha, Tanjungan 5,5 Ha dan Nanggala 6 Ha. Panen melimpah dengan rata – rata produksi 2,55 ton/ha. Untuk mengeringkan petani berharap memperoleh bantuan pengering ultraviolet.

Oji Baroji, Koordinator Penyuluh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Cikeusik menuturkan, saat ini, proses pengeringan masih menggunakan pengeringan konvensional dengan menggunakan sinar matahari secara langsung. Apabila hujan turun hasil panen yang dijemur akan dipindahkan dan dimasukkan ke dalam karung untuk dapat dijemur kembali saat cuara cerah. Untuk itu Petani berharap ada bantuan alat pengering Ultraviolet agar proses pengeringan bisa lebih cepat.

“ Pengeringan sangat bergantung pada penyinaran matahari. Jika ada Dryer atau pengering akan sangat membantu pascapanen apalagi disaat musim hujan sehingga proses pengeringan hasil panen menjadi lebih efektif dan efisien. “ ujarnya.

Terkait pemasaran hasil, petani tak bingung menjual karena langsung diserap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Pandeglang dengan harga Rp. 2,300/Kg tongkol basah dan pipilan kering Rp. 2,700 – 3.000/kg. Harga ini dinilai sangat layak karena petani menggunakan benih bantuan dari pemerintah provinsi dan juga dari pusat (Kementerian Pertanian) sebanyak 15 Kg/Ha dengan varietas LG sehingga biaya produksi menjadi berkurang.

“ Untuk jagung karena benihnya juga dari pemerintah,harga produksi bisa ditekan, dgn harga yang berlaku sekarang ya ada selisih keuntungan, “ terangnya.

Ia dan petani sangat menghargai upaya – upaya Dinas Pertanian dan Pemerintah Kabupaten yang sudah memberikan perhatian lebih dan komitmennya membangun pertanian di Kabupaten Pandeglang khususnya di Kecamatan Cikeusik.

“ Kami mengapresiasi dinas pertanian dan pemerintah kabupaten atas perhatian dan komitmen nya membangun pertanian di Kabupaten Pandeglang khususnya di kecamatan Cikeusik, “ ucap Oji.

Semangat petani ditengah wabah patut diacungi jempol, semangat ini sebagai perwujudan dari titah Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang meminta agar produksi pertanian tetap berjalan bahkan digenjot hingga berlipat-lipat. Apalagi, sektor ini memiliki potensi yang sangat besar dalam menumbuhkan ekonomi nasional.

“Adanya musibah wabah Covid-19 ini tidak boleh membuat aktivitas pertanian berhenti. Kementan akan terus optimalkan SDM Pertanian untuk menggenjot produksi dan produktivitas bahkan ekspor,” kata Mentan SYL.

Apa yang disampaikan Mentan SYL ditegaskan pula oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi kepada para petani di masa pandemi virus Covid-19 ini kegiatan pertanian produksi pertanian harus tetap berjalan.

“Pertanian tidak berhenti, tanam terus berjalan, pangan harus selalu tersedia. Perpendek rantai pasok dan tingkatkan nilai tambah melalui kegiatan panen dan pasca panen yang memadai, manfaatkan E-marketing. Apabila perdagangan antar wilayah terbatas dorong bahan pangan lokal, dan terapkan GAP, GMP, dan GHP (Good Hygiene Practice),” tegas Dedi Nursyamsi.

RG/PPMKP

Satu Dari Dua Korban Tenggelam di Pelabuhan Ratu Ditemukan

0

Sukabumi | Jurnal Inspirasi
Satu dari dua korban asal Bogor yang diberitakan sebelumnya dinyatakan hilang ternggelam terseret ombak di Pantai Karangsari, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, pada Jumat (10/4/2020) dini hari, akhirnya ditemukan, Sabtu (11/4/2020) sekira pukul 08.30 WIB.

Diinfollrmasikan, kondisi korban yang sudah tak bernyawa itu ditemukan di celah breaking water (batu pemecah ombak) di Dermaga II Palabuhanratu atau sekitar 500 meter dari lokasi kejadian.

Koordinator Pos SAR Basarnas Sukabumi Faber Sinaga, mengatakan jasad korban ditemukan pada hari kedua pencarian. Namun korban belum diketahui identitasnya. “Identitasnya masih kami identifikasi,” kata Faber.

Jasad korban saat ini berada di RSUD Palabuhanratu. Pihak keluarga sudah dihubungi untuk mengidentifikasi karena saat kejadian kedua korban tak mengantongi identitas “Keluarga korban sedang dalam perjalanan,” tukasnya.

Adapun ciri-ciri korban hanya mengenakan celana panjang berwarna biru seperti seragam SMP. Pada bagian wajahnya terdapat luka memar dan lebam. Kemungkinan disebabkan benturan benda keras selama terombang-ambing di perairan.

Handy Mehonk | **

Cegah Covid-19, Warga Komplek BBIA Batasi Akses Keluar Masuk

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Warga komplek Balai Besar Industri Agro (BBIA) Cikaret, Bogor Selatan, Kota Bogor, melakukan upaya pencegahan penyebaran virus Corona (Covid-19) dengan membatasi akses keluar masuk perumahan tersebut. Dari 3 portal, hanya dibuka 1 portal saja.

“Sesuai dengan anjuran pemerintah, kami dari warga komplek siap memerangi atau mencegah penyebaran Corona dengan salah satunya membatasi akses,” ujar Ketua RT 001 Slamet Pardijanto, didampingi Ketua RW Endi Krisnandi Ismail dan Ketua Remaja Komplek BBIA Cikaret, Aru.

Selain itu, dilakukan juga penyemprotan kendaran dengan disinfektan, sosialisasi melakukan cuci tangan dengan menggunakan hand sanitizer dan mewajibkan penggunaan masker. “Kami juga mengimbau kepada warga agar meminimalisir kegiatan diluar rumah,” tutur Slamet.

Budi Satrio

Kades Pasirgaok Cek Suhu Tubuh Warganya

0

Rancabungur | Jurnal Inspirasi
Guna memutus rantai penyebaran pandemi virus Corona (Covid-19) ada berbagai cara yang dilakukan oleh pemerintah desa, terutama di Desa Pasirgaok, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor.

Kades Pasirgaok, didampingi Babinsa, Bhabinkamtibmas dan warga setempat turun langsung ke lapangan, satu-persatu warga Pasirgaok di cek suhu tubuhnya. “Kita berinisiatif guna memutus rantai virus Corona, sekaligus memastikan tidak ada warga kita tidak ada yang terjangkit virus Corona, “ujar Kepala Desa Pasirgaok Sarifudin yang ditemui wartawan Jurnal Inspirasi di lapangan, Sabtu (11/5).

Sarifudin menambahkan, meminta agar masyarakat tetap menjaga pola hidup yang sehat, menjaga kesehatan, mencuci tangan dengan bersih, tetap berolahraga dan menggunakan masker apabila melakukan aktivitas.

“Kami juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Desa Pasirgaok agar meminimalisir kegiatan yang sifatnya bersentuhan dengan dengan orang banyak serta tidak melakukan kegiatan yang sifatnya mengumpulkan orang banyak sesuai dengan imbauan Bupati Bogor, “pungkasnya.

Sementara itu, Safar, warga Pasirgaok dan selaku Ketua RW 02 sangat apresiasi kegiatan yang dilakukan Pemdes Pasirgaok melawan virus Corona yang menjadi pendemi saat ini. “Saya acungi jempol untuk Kades Pasirgaok mau turun ke lapangan untuk mengecek suhu tubuh warga Pasirgaok, “tutupnya.

Aga Alamanda

Suara Dentuman tak Terkait Gempa Tektonik

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Suara dentuman yang beberapa kali terdengar dan membuat resah masyarakat Jabodetabek, tidak bersumber dari aktivitas gempa tektonik. Hasil monitoring BMKG menunjukkan tidak terjadi aktivitas gempa tektonik yang kekuatannya signifikan di wilayah Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Provinsi Banten.

Meskipun ada aktivitas gempa kecil di Selat Sunda pada pukul 22.59 WIB dengan magnitudo M 2,4 tetapi gempa ini kekuatannya tidak signifikan dan tidak dirasakan oleh masyarakat.

Pendapat Surono, ahli Vulkanologi yang diunggah di channel youtube Andromeda Mercury perlu dipertimbangkan. Dalam video tersebut Surono mengatakan, dirinya tidak tahu betul dari mana sumber dentuman tersebut berasal. Saat kondisi sepi sekali akibat Pembatasan Sosial Berskala Besar, bisa saja suara yang tidak biasa terdengar menjadi terdengar. “Bisa saja seperti itu,” katanya.

“Kecepatan suara bergantung pada kerapatan udara, tekanan udara di satu tempat. Saya kemungkinan masih mempercayai (suara dentuman) dari Anak Krakatau, sumber lain apa coba?,” katanya.

Data Pusat Vukanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) menyebut, semburan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terpantau mencapai 675 meter. Erupsi tersebut terekam dalam seismogram dengan amplitudo maksimum 40 mm.

Berdasarkan pantauan kamera pengawas atau CCTV pada pos pemantauan Gunung Anak Krakata, abu vulkanik berwarna hitam dan abu-abu itu bergerak ke arah timur dengan ketinggian sekitar 500 meter dari dasar kawah.

PVMBG menyebutkan tingkat aktivitas gunung yang terletak di Selat Sunda itu berada pada level II atau waspada.

Kabid Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami, Daryono, Sabtu (11/4/2020) mengatakan, asil monitoring muka laut menggunakan tide gauge di pantai Kota Agung, Pelabuhan Panjang, Binuangen, dan Marina Jambu menunjukkan tidak ada anomali perubahan muka laut sejak 10 April 2020 pukul 22.00 tadi malam hingga pagi ini 11 April 2020 pukul 5.00 WIB.

Hasil monitoring muka laut menggunakan Radar Wera yang berlokasi di Kahai, Lampung dan Tanjung Lesung, Banten juga menunjukkan tidak ada anomali muka laut sejak 10 April 2020 pukul 22.00 tadi malam hingga pagi ini 11 April 2020 pukul 5.00 WIB.

“Sehingga berdasarkan monitoring muka laut yang dilakukan BMKG menggunakan Tide Gauge dan Radar Wera menunjukkan bahwa erupsi Gunung Anak Krakatau tadi malam pada tanggal 10 April 2020 pukul 21.58 WIB tidak memicu terjadinya tsunami,” katanya.

Tak hanya Gunung Anak Krakatau, erupsi juga terjadi di beberapa gunung lainnya di Sumatera dan di Pulau Jawa. Aplikasi Magma Indonesia menunjukan gunung-gunung lain yang mengalami erupsi dan peningkatan status antara lain, Gunung Kerinci (Level II, Waspada), Anak Krakatau (Level II, Waspada), Merapi (Level II, Waspada), dan Semeru (Level II, Waspada), serta dua gunung lain di Maluku. 

Asep Saepudin Sayyev |*

Hadits Hari Ini

0

11 April 2020
17 Sya’ban 1441 H

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ يَعْنِي ابْنَ عُلَيَّةَ عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ وَهُوَ ابْنُ صُهَيْبٍ قَالَ سَأَلَ قَتَادَةُ أَنَسًا أَيُّ دَعْوَةٍ كَانَ يَدْعُو بِهَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَكْثَرَ قَالَ كَانَ أَكْثَرُ دَعْوَةٍ يَدْعُو بِهَا يَقُولُ اللَّهُمَّ { آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ } قَالَ وَكَانَ أَنَسٌ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَدْعُوَ بِدَعْوَةٍ دَعَا بِهَا فَإِذَا أَرَادَ أَنْ يَدْعُوَ بِدُعَاءٍ دَعَا بِهَا فِيهِ

Telah menceritakan kepadaku Zuhair bin Harb, telah menceritakan kepada kami Isma’il bin Ulayyah dari Abdul Aziz yaitu lbnu Shuhaib dia berkata; Pada suatu ketika, Qatadah pernah bertanya kepada Anas:
“Hai Anas, doa apa yang sering diucapkan oleh Rasulullah ?”.
Anas menjawab: “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sering membaca doa yang berbunyi”:

Ya Allah, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta peliharalah kami dari siksa api Neraka.

Perawi hadits ini berkata: “Ketika Anas hendak berdoa, maka ia senantiasa membaca doa tersebut. Dan ketika ia hendak membaca doa yang lain, maka ia selalu menyertakan doa tersebut”.

HR Muslim No. 4855.

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Panen Padi di Kecamatan Kaduhejo, Satu Lagi Bukti Ketersediaan Pangan tak Terpengaruh Covid 19

0

Pandeglang | Jurnal Inspirasi

Petani di tiga Desa Kecamatan Kaduhejo Kabupaten Pandeglang Banten bersuka cita. Ditengah pandemik Covid 19, mereka bisa melakukan panen. Panen ini menambah bukti bahwa panen dan ketersediaan pangan di seluruh Indonesia memang tak terpengaruh oleh wabah Covid 19.

Panen dilakukan Kelompok Tani (Poktan) Pageret Jaya di Desa Banjarsari, seluas 10 Ha dengan hasil 59,9 Kw/ha dan Poktan Bina Karya di Desa Kadu Gemblo seluas 10 Ha dengan provitas 5,5 ton/Ha.
“ Hasil panen kali ini sangat bagus, Panen ini merupakan hasil dari musim tanam Desember-Maret 2019-2020 “ ujar Siti Masaroh Penyuluh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Kaduhejo Kabupaten Pandenglang.

Via telepon kepada Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP), Jum’at (10/4), Masaroh menuturkan di Kecamatan Kaduhejo terdapat 10 Desa, rata – rata produktivitas 6 ton/Ha dengan harga gabah Kering panen (GKP) Rp. 4,000 /Kg. Luas sawah mencapai 623 Ha panen dilakukan sejak Maret lalu dan pada April ini luas panen diperkirakan mencapai 185 Ha, sementara sisanya akan memasuki panen pada Mei mendatang.

Untuk mempertahankan kedaulatan pangan petani berharap ada bantuan alsin terutama traktor agar lebih cepat dalam pengolahan lahan. Demikian juga bantuan benih dan pupuk diharapkan terus berjalan agar produktivitas meningkat.

Dilansir dari data Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang, Kabupaten ini mencatat secara keseluruhan panen bulan Maret seluas 20.895 hektar dengan produksi 117.212 ton gabah kering panen atau setara 63.387 ton beras, panen padi bulan April seluas 14.573 hektar dengan produksi 84.639 ton setara 45.397 ton beras. Pada bulan Mei diperkirakan akan panen seluas 13.466 hektar dengan produksi 77.177 ton atau setara 48.621 ton beras.

Sebelumnya Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) saat melakukan video conference bersama Kepala Dinas Pertanian se-Indonesia Jumat (3/4) pekan lalu, mengajak seluruh Kepala Dinas untuk menyelesaikan masalah pertanian dengan ketulusan dan bersiap menjadi pahlawan.
“ Ayo, kita selesaikan masalah pertanian ini dengan ketulusan. Kita semua bersiap menjadi pahlawan,” kata SYL.

Sementara itu Kepala BPPSDMP dalam arahannya saat melakukan sosialisasi Kostratani di Provinsi Banten menyerukan seluruh masyarakat Banten terutama petani untuk bergerak membangun pertanian bersama Kostra Tani.
“ Banten adalah wilayah yang subur, dengan sumberdaya alam yang ideal layak dijadikan tempat untuk membangun pertanian dan mengembangkan pertanian, untuk itu mari bangun pertanian bersama Kostra Tani “ serunya.

Sebagai penanggungjawab pengawalan dan supervisi program Utama Kementan di dua kabupaten di Banten, yakni Kabupaten Pandeglang dan Kota Cilegon, PPMKP terus melakukan monitoring dan pengawalan di dua wilayah tersebut.

RG/PPMKP