24.1 C
Bogor
Friday, April 24, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1604

Habib Bahar Ditangkap Lagi, Fadli Zon: Diskriminatif

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Habib Bahar bin Smith ditangkap lagi lantaran diduga melanggar aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Padahal, Habib Bahar baru bebas empat hari lalu karena terseret kasus penganiayaan. Ditangkapnya Habib Bahar membuat Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Fadli Zon ikut bersuara. Ia mempertanyakan alasan pendakwah berambut gondrong itu diperlakukan diskriminatif. “Pak Kapolri. Kenapa Habib Bahar Smith diperlakukan diskriminatif?,” tulis Fadli di akun Twitternya, @fadlizon yang dikutip Selasa (19/5).

Pihak keluarga tak bisa menjenguk Habib Bahar.

Fadli menilai hukum saat ini sudah menjadi alat kekuasaan. Hal ini merujuk Habib Bahar diangkap saat bulan Ramadhan dan sedang di pondok pesantren. “Hukum benar2 sdh jadi alat kekuasaan? Apalagi ditangkap di tengah malam di bulan suci Ramadhan di Pesantrennya pula. Apa negeri ini masih bisa disebut demokrasi?.@DivHumas_Polri,” kata Fadli.

Habib Bahar kembali diamankan aparat setelah baru empat hari menghirup udara bebas karena program asimilasi. Kali ini, ia ditangkap karena dugaan isi ceramah dan mengundang massa saat berceramah sehingga tak mematuhi aturan PSBB.

Ceramah Bahar mengundang massa pada Sabtu, 16 Mei 2020 sehingga tak memperhatikan physical distancing atau menjaga jarak fisik. “Dinihari pukul 02.00 WIB dengan didampingi oleh kuasa hukumnya, Habib Bahar dijemput oleh pihak Kemenkumham didampingi ratusan personel polisi bersenjata lengkap dari Polda Jabar,” kata Aziz Yanuar.

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia menjelaskan mencabut izin asimilasi terhadap Habib Bahar. Dengan pencabutan tersebut, maka Habib Bahar kembali dijebloskan ke penjara. Padahal, ia baru menghirup udara bebas pada Sabtu (16/5). 

“Pada Selasa tanggal 19 Mei 2020, izin asimilasi di rumah dicabut, berdasarkan penilaian dari Petugas Kemasyarakatan Bapas Bogor (PK Bapas Bogor) yang melakukan pengawasan dan pembimbingan,” kata Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Reynhard Silitonga, melalui siaran persnya.

Reynhard menjelaskan, pencabutan asimilasi tersebut karena beberapa faktor. Pertama, Habib Bahar tidak mengindahkan dan mengikuti bimbingan yang dilakukan oleh PK Bapas Bogor. Kedua, Habib Bahar dinilai melakukan pelanggaran khusus yaitu menimbulkan keresahan di masyarakat seperti mengundang massa saat PSBB dan isi ceramahnya viral.

Sebelumnya Habib Bahar Bin Smith pada Selasa dini hari (19/5) didatangi puluhan polisi bersejata Laras panjang di Pondok Pesantrennya Tajul Alawin, Kampung Poktua, Desa Pabuaran, Kecamatan Kemang.

Hal itu pun dibenarkan Kadivpas Kemenkumham Jabar Abdul Haris bahwa Habib Bahar pada Selasa dini hari telah dibawa dari Pondok Pesantrennya untuk ditahan di Lapas Kelas II A Gunung Sindur. “Habib Bahar dibawa ke Lapas Gunung Sindur karena hak asimilasinya dicabut setelah dilanggarnya,”kata Abdul Haris, kemarin.

Sementara Kalapas Kelas II A Gunung Sindur Mulyadi saat dikonfirmasi pihaknya hanya menerima titipan Habib Bahar. “Habib Bahar Tiba dilapas ini saat menjelang sahur pukul 03.30 Wib dan saat ini tidak bisa dijenguk selama 6 hari oleh siapapun,”kata Mulyadi.

Sementara pengacara Habib Bahar Ichwan Tuankotta sangat menyangkan penjemputan Habib Bahar yang berlebih-lebihan. Padahal habib Bahar bukan pelaku tindak terorisme. “Habib Bahar taaat hukum, saya kira tindakan semalam itu saat menjemput Habib Bahar sangat berlebihan,”kata Ichwan.

Bahkan sampai setibanya Habib di Lapas pihak keluarga dan pengacara tidak bisa menemuinya. “Padahal pihak keluarga hanya ingin memastikan kondisi Habib Bahar baik baik saja karena beliau itu sedang sakit lambung,”pungkasnya.

Asep Saepudin Sayyev *| Cepi Kurniawan

Tenjolaya Jaga Perbatasan, Pelanggar Harus Istigfar

0

Tenjolaya | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kecamatan Tenjolaya terus meningkatkan penjagaan di wilayah perbatasan untuk mencegah penyebaran pandemi covid-19. Bahkan, sanksi yang diberikan pun cukup unik yakni dengan membaca istigfar sebanyak tiga kali bagi pengendara yang tidak menggunakan masker atau lainnya sebagai bentuk efek jera warga agar tak mengulang kembali.

Menanggapi hal ini, Camat Tenjolaya Farid Maruf menjelaskan, tidak hanya pemeriksaan suhu pihaknya pun memberikan sanksi tegas kepada pengendara yang tidak menggunakan masker ketika keluar rumah.

“Pelanggar psbb akan dikenai sanksi dengan membaca istigfar sebanyak tiga kali, memang tidak terlalu berat hanya mereka supaya lebih sadar akan kesalahannya ditengah pandemi covid-19 harus mematuhi semua aturan pemerintah,” jelasnya kepada wartawan, kemarin.

Farid juga menambahkan, tak hanya membaca istigfar pelanggar psbb pun dapat dikenai sanksi lain yakni membaca pancsila sebagai warga Indonesia tentu tidak mungkin tak hapal.

“Sanksi ini sudah saya sebarkan ke semua titik penyekatan di lima titik yang kita jalankan, minimal warga yang melanggar bisa sadar akan bahayanya covid-19 karena bagaimanapun harus mematuhi semua aturan kalau mau sehat,” tambahnya

Lebih lanjut ia mengungkapkan, sampai saat ini petugas yang berjaga selalu bergantian dari semua unsur diturunkan sebagai bentuk perhatian dan intruksi pemkab Bogor.

“Kalau mau sehat dan wilayah terjaga kunci utama harus kompak tidak hanya dari petugasnya tapi masyarakatnya pun bisa patuh, sedikit-sedikit mereka bisa mengerti kondisi seperti sekarang,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Tak Mampu Beli Beras, Satu Keluarga di Desa Cipicung Makan Terigu Goreng

0

Cijeruk|Jurnal Inspirasi

Nasib nahas menimpa Leni (30) warga Kampung Totopong, RT05 /01, Desa Cipicung, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Ibu yang diketahui memiliki suami seorang perantau di Jakarta ini, terpaksa harus mengganjal perut dirinya dan juga ketiga orang anaknya dengan memakan terigu goreng yang dicampur sedikit gula agar tak kelaparan.

Bukan tanpa alasan, Leni mengatakan tak punya pilihan lain karena tidak memiliki uang untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Bahkan, dirinya tak jarang mengandalkan pemberian singkong dari tetangga untuk dijadikan santapan sehari-hari.

Ditemui di kediamannya, Leni mengaku tidak memiliki uang untuk mencukupi keseharian dirinya dan ketiga anaknya. Sang suami yang bekerja sebagai kuli bangunan di Jakarta sudah lama tak mengirimkan uang.  “Suami sudah lama gak pulang, dan gak kirim uang juga. Saya terpaksa bikin tembleg terigu (terigu goreng, red) untuk mengganjal perut anak saya yang lapar,” katanya saat ditemui wartawan.

Disinggung mengenai bantuan pemerintah, Leni mengungkapkan, hingga saat ini, bantuan yang dijanjikan pemerintah tidak kunjung tiba.  “Belum ada bantuan, sampai saat ini belum datang juga. Padahal kami sangat membutuhkannya,” paparnya.

Sementara, saat dikonfirmasi hal tersebut ke Pemerintah Desa (Pemdes) Cipicung, Kades Cipicung Eli Suherli sedang tak berada di kantornya. Bahkan, Kantor Desa Cipicung nampak sangat sepi dan terkunci, padahal masih jam kerja.

Mirisnya lagi, pantauan dalam kantor desa terdapat banyak tumpukan beras. Ketika dikonfirmasi melalu pesan singkat WhatsApp (WA) dan Short Message Service (SMS), kades tidak  memberikan keterangan.

** Dede Suhendar

Pembelian Mobil Siaga Dikeluhkan

0

Cigombong|Jurnal Inspirasi

Kebijakan Pemerintah Desa (Pemdes) Tugu Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor yang melakukan pembelian empat unit kendaraan bekas untuk dijadikan mobil siaga dengan menggunakan anggaran dari Dana Desa (DD) tahap pertama, dikeluhkan perangkat rukun tetangga (RT) setempat. Sebab, ditengah kondisi warga yang saat ini sedang mengalami kesulitan secara ekonomi akibat pandemi virus corona, pembelian kendaraan tersebut dinilai tidak bijak.

Salah seorang RT di Desa Tugu Jaya  yang namanya enggan disebutkan mengaku kecewa terhadap pemdes yang membeli banyak kendaraan untuk mobil siaga. Menurutnya, hal itu kurang tepat lantaran masih ada yang lebih penting, seperti pemberdayaan masyarakat desa yang sudah tidak bekerja di tengah pandemi Covid-19.

 “Keberadaan mobil siaga desa ada satu saja jarang difungsikan, ini malah nambah empat unit lagi. Buat apa banyak mobil siaga kalau kondisi masyarakat saat ini sangat memprihatikan,” ungkapnya kepada wartawan.

Selain itu, masih banyak warga yang tengah kesulitan perekonomiannya, sementara bantuan dari pemerintah belum menjamin seluruh warga. Hal itu diperparah dengan jelang hari raya lebaran, di mana warga yang biasanya memiliki pendapatan kini hanya bisa gigit jari menunggu bantuan. “Seharusnya nasib masyarakat yang lebih penting, kalau mobil siaga kan bisa ditunda dulu,” jelas RT dengan nada kesal.

Sementara, Kepala Desa Tugu Jaya, M Rifqi Abdillah mengatakan, pengadaan mobil tersebut sudah direncanakan sejak jauh hari dan sebelum Surat edaran bupati mengenai Bantuan Langsung Tunai(BLT) keluar. “Untuk anggaran kendaraan itu setara satu unit mobil baru. Tapi saya beli bekas, jadi bisa kebeli 4 unit,” jelasnya.

Kades pun berdalih, pengadaan mobil itu sesuai kebutuhan warga Desa Tugu Jaya, mengingat wilayah desa yang sangat luas serta jumlah penduduk banyak.  “Kalau hanya satu, banyak warga yang tidak bisa pakai mobil siaga. Terkadang yang sakit perhari itu lebih dari dua orang,” akunya.

Namun, M Rifqi Abdillah mengungkapkan, pengadaan mobil siaga desa di tiap RW, merupakan bagian dari janji kampanye saat mencalonkan diri sebagai kepala desa.  “Program kerja saya saat kampanye kalau nanti terpilih, disesuaikan  dengan kebutuhan masyarakat,” tukasnya.

** Dede Suhendar

Akibat Virus Corona, Banyak Proyek Fisik Pengairan Dicoret

0

Ciawi|Jurnal Inspirasi

Gegara pandemi Virus Corona, sejumlah proyek fisik di wilayah kerja UPT Infrastruktur Pengairan dan Irigasi Kelas A wilayah III Ciawi, terancam tak bisa direalisasikan tahun ini. Kepala UPT Infrastruktur Pengairan dan Irigasi Kelas A Wilayah III Ciawi, Eka Sukarna menjelaskan, banyak paket proyek fisik di wilayah kerjanya harus dicoret. Dari jumlah 40 paket, hanya sebagian saja dikerjakan.

 “Tapi kita masih nunggu dari dinas secara pastinya,” ujar Eka kepada wartawan.

Selain dipangkas, lanjut Eka, beberapa paket proyek yang seharusnya sudah ada pengerjaan, kini terpaksa harus ditunda.  “Penundaanya sendiri belum bisa dipastikan sampai kapan. Kalau lagi itu setelah pandemi, tapi kalau pandemi nya belum juga beres, mau gimana lagi,” jelasnya.

Sebenarnya, kata Eka, beberapa proyek pekerjaan yang dirasa sangat urgent, seharusnya sudah bisa dikerjakan.

Ia khawatir jika tidak cepat dikerjakan akan berakibat buruk. Apalagi, saat ini cuaca ekstrim sering terjadi di wilayah Kabupaten Bogor. “Ada beberapa saluran irigasi yang memang harus cepat ditangani, tadinya kena hujan deras malah jadi bencana,” papar Eka.

Sementara, pengawas pengairan wilayah Kecamatan Ciawi, Dedi Djuanedi mengaku, akibat pandemi banyak kegiatan yang ditangguhkan dan bahkan di coret dari list. Meski demikian, ia berharap, untuk yang urgent bisa dikerjakan lebih cepat. “Kalau yang tidak mendesak sih bisa ditunda atau di coret, tapi kalau yang urgent harus cepat dikerjakan, karena khawatir berdampak terhadap lingkungan,” tukasnya.

** Dede Suhendar

Servis di Daihatsu Bogor Pajajaran, Mantap!

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Di masa kebijakan pemerintah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ini yang mengharuskan kita #dirumahaja dan melakukan #physicaldistancing,  layanan Daihatsu Mobile Service (DMS) atau service kunjungan sangat membantu dan bermafaat bagi konsumennya.

“Saat seperti ini mengharuskan kita berdiam di rumah, seperti saya yang ga bisa datang ke bengkel dan ketika menemui problem pada mesin kendaraan saya,” ujar Yanuar warga Bogor Raya sekaligus pelanggan setia Daihatsu Bogor Pajajaran.

Belum lama ini mobil milik Yanuar mengalami kerusakan dan mengakibatkan mobilnya mogok. Penyebabnya pada bagian persneling atau girboks sistem roda gigi tidak dapat berfungsi karena diketahui bagian kabel koplingnya yang putus.

“Mobil saya mogok, persneling ga bisa masuk gigi, karena kabel koplingnya putus. Saya langsung kontek mekanik daihatsu pajajaran bogor karena memang saya sudah langganan sama beliau. Setelah di handle mobilnya bisa jalan lagi, hanya diganti kabel koplingnya saja,” jelasnya.

Dikatakan Yanuar, untuk pelayanan servis  Daihatsu Mobile Service (DMS) sangat memuaskan dan ontime. After servicenya juga bagus dan selalu di follow up oleh salahsatu karyawannya yaitu Zainal. Sehingga menurutnya, merasa tidak ada gap lagi antara petugas Daihatsu dan ini membuatnya nyaman seolah dirinya berkonsultasi dengan keluarga sendiri.

“Sebelumnya saya memang berlangganan servis di Daihatsu Pajajaran Bogor, layanan booking servisnya sangat membantu bisa melalui aplikasi jadi gausah telfon lagi untuk booking, salah satu keuntungannya adalah untuk menghindari antrian jadi pas dateng ga perlu nunggu lama dan langsung dilayani, Hubungi Astra Daihatsu Home Service ya sahabat, agar bisa tetap servis walau sedang di rumah, pokonya Daihatsu mantap,” tutupnya.

Handy Mehonk

Kades Awasi Pengerjaan Perbaikan Pengaspalan Jaling

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Kepala Desa (Kades) Jambu Luwuk, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Mulyana, mengawasi langsung perbaikan pengaspalan yang dilakukan pelaksana. Hal itu dilakukan agar pihak pelaksana proyek bersumber anggaran dari pemerintah pusat tersebut, melakukan perbaikan jalan lingkungan (Jaling) yang aspalnya sudah mengelupas, tidak asal-asalan dan mengutamakan kualitas.

Kades Jambu Luwuk, Mulyana mengatakan, pihaknya sangat kecewa setelah mengetahui aspal jaling yang belum lama selesai dibangun pihak pelaksana, sudah kembali rusak. “Makanya saya minta pertanggungjawaban dari pelaksana agar diperbaiki lagi aspal yang sudah mengelupas,” ungkapnya kepada wartawan.

Menurutnya, dari jumlah pengaspalan sepanjang 2000 meter yang terbagi di seluruh perkampungan di Desa Jambu Luwuk, hanya dua titik yang aspalnya sudah mulai mengelupas, yakni di RT 01 RW 05 dan RT 01 RW 06. “Alhamdulillah kedua titik jaling yang aspalnya mengelupas sudah diperbaiki lagi dengan diameter lebih tinggi,” ujar Mulyana.

Sebelumnya, Ketua Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Desa Jambu Luwuk,  Dadan Rohimat memanggil LPM dan Staf desa yang membidangi pembangunan. “Saya juga sudah menanyakan kepada kades selaku penanggungjawab terkait adanya aspal jaling yang sudah mengelupas tersebut,” katanya.

Dari hasil pertemuan baik dengan kades, LPM serta staf pembangunan desa, Dadan langsung melakukan counter action diantaranya, melakukan complaint ke vendor aspal agar segera melakukan perbaikan kembali jalan yang mengelupas.

Selain itu, Dadan pun meminta pihak vendor menerbitkan garansi letter untuk kualitas dan kuantitas dari aspal yang digunakan. Untuk mengetahui kondisi aspal yang mengelupas, Dadan mencoba  menganalisa penyebab kerusakan aspal tersebut. Dari analisa, ada beberapa faktor yang menyebabkan aspal jaling mengelupas.

 “Salah satunya aspal yang baru dibangun dan belum kering sudah terkena air hujan dari genteng rumah warga. Saya juga sedang mempelajari apakah pengiriman aspal sudah sesuai dengan requirement atau sesuai standard yang telah ditentukan,” paparnya.

Dadan menegaskan, TPK tidak akan menandatangani penyelesaian pekerjaan jika permasalahan ini belum selesai. Setelah pekerjaan pengaspalan selesai, baik TPK, LPM, pendamping desa dan pemerintah desa akan memverifikasi ulang pembangunan pengaspalan tersebut bersama-sama. “Nanti juga saya akan minta di dampingi oleh media,” tukasnya.

** Dede Suhendar

Hadits Hari Ini

0


19 Mei 2020
26 Ramadhan 1441 H

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

حَدَّثَنَا وَاصِلُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى الْكُوفِيُّ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ عَيَّاشٍ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ زِرٍّ قَالَ قُلْتُ لِأُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ أَنَّى عَلِمْتَ أَبَا الْمُنْذِرِ أَنَّهَا لَيْلَةُ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ قَالَ بَلَى أَخْبَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهَا لَيْلَةٌ صَبِيحَتُهَا تَطْلُعُ الشَّمْسُ لَيْسَ لَهَا شُعَاعٌ فَعَدَدْنَا وَحَفِظْنَا وَاللَّهِ لَقَدْ عَلِمَ ابْنُ مَسْعُودٍ أَنَّهَا فِي رَمَضَانَ وَأَنَّهَا لَيْلَةُ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ وَلَكِنْ كَرِهَ أَنْ يُخْبِرَكُمْ فَتَتَّكِلُوا

Washil bin Abdul A’la Al Kufi menceritakan kepada kami dari Ashim bin Zirr, ia berkata: Aku berkata kepada Ubay bin Ka’ab:
“Wahai Abu Mundzir, aku tahu bahwa Lailatul Qadar ada pada malam dua puluh tujuh”. Ia berkata: “Benar”. Kemudian Ia berkata:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberitahu kami bahwa Lailatul Qadar adalah suatu malam yang pada keesokan harinya matahari terbit tanpa ada sinarnya. Kemudian kami menyebut-nyebut dan menghafalnya. Demi Allah, Ibnu Mas’ud tahu bahwa Lailatul Qadar ada di bulan Ramadhan pada malam dua puluh tujuh. Namun ia enggan memberitahu kamu sekalian, karena khawatir kamu akan tergantung pada malam itu saja.

HR Tirmidzi No. 793 dan Abu Daud No. 1247.

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Lapak Liar Ditutup Paksa

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Puluhan lapak liar di kawasan Pasar Kebon Kembang ditutup paksa oleh petugas gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI, Polri, Dishub dan Perumda Pasar Pakuan Jaya pada Senin (18/5). Penutupan tersebut merupakan buntut dari ditemukannya empat orang yang reaktif Covid-19 saat rapid test digelar di lokasi itu.

Walikota Bogor Bima Arya memimpin jalannya penertiban pasar dalam rangka penerapan PSBB di Pasar Kebon Kembang. Tampak dalam penertiban tersebut Danrem 061/Suryakancana Brigjen TNI Agus Subiyanto, Dandim 0606/Kota Bogor Kolonel Arm Teguh Cahyadi, Kapolresta Bogor Kota Kombes Hendri Fiuser, Dandenpom III/1 Bogor Letkol Cpm Sugiarto, Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim, Danyonif 315/Garuda Mayor Inf Aryo Priyoutomo Sudono dan Sekda Kota Bogor Ade Sarip Hidayat.

“Titik yang paling rawan di masa PSBB ini adalah pasar, ditambah lagi menjelang Lebaran. Kita amati ada arus warga yang datang berbondong-bondong belanja bukan kebutuhan pokok. Karena itu saya koordinasikan dengan Forkopimda, Alhamdulillah didukung penuh Pak Danrem, Pak Dandim, Pak Kapolres, Pak Dandenpom, bahkan Komandan Batalyon 315,” ujar Bima.

Ia menambahkan, pihaknya akan mendirikan posko gabungan di kawasan Pasar Kebon Kembang untuk memantau jalannya penerapan PSBB dan memastikan lapak liar di luar yang dikecualikan atau non-pangan untuk tidak menggelar dagangannya.  

“Kita akan membuat posko bersama di sini, sampai pasca Lebaran nanti untuk memastikan kios-kios liar terutama non pangan ini tetap tutup supaya kerumanannya kita bisa cairkan. Bagi pelanggar akan berlaku sanksi dari PSBB baik Perwali maupun pidananya apabila melawan petugas,” jelasnya.

Dalam kegiatan sebelumnya, Bima Arya mengecek secara acak warga yang berbelanja di pasar. “Yang KTP Kota Bogor kita cek ke dalam sistem Salur. Jadi, dengan memasukan NIK akan terlihat apakah warga ini penerima bantuan atau tidak. Cukup banyak mereka yang belanja ini rupanya bukan belanja bahan pokok tapi baju lebaran dan ternyata mereka penerima bantuan,” ungkap Bima.

Menurut Bima, ada berapa kemungkinan hal tersebut bisa terjadi. “Pertama, mungkin ini masuk kategori bantuan yang salah sasaran karena pendataan yang tidak akurat sehingga sampai kepada orang yang bukan membutuhkan. Kedua, kriterianya sudah tepat tapi digunakan tidak dengan semestinya, digunakan untuk konsumtif, bukan kebutuhan pokok,” katanya.

Untuk itu, Bima Arya akan mengevaluasi lagi data-data yang ada dengan melakukan verifikasi faktual. “Kita sisir lagi agar tahap berikutnya lebih tepat lagi. Cukup memprihatinkan. Kita imbau agar semua prihatin memasuki Lebaran ini kan banyak warga juga yang tidak bisa makan, masa masih tega berbelanja dan berjalan-jalan,” pungkasnya.

n Fredy Kristianto

Arus Kendaraan ke Pasar Kembang dan Suryakencana Dialihkan

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Perhubungan (Dishub) melakukan pengalihan arus kendaraan yang akan masuk ke kawasan Pasar Kebon Kembang dan Jalan Suryakencana. Hal itu bertujuan untuk menekan kerumunan massa yang berbelanja kebutuhan Lebaran di tengah penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Kepala Dishub, Eko Prabowo mengatakan bahwa sebanyak lima titik yang disekat untuk kendaraan, dan hanya pejalan kaki yang diperbolehkan melintas. “Ada lima petugas di tiap titik. Dan diberlakukan dari sejak pukul 13.00 WIB hingga 16.00 WIB. Kebijakan itu akan dilakukan hingga malam takbiran,” jelasnya kepada wartawan, Senin (18/5).

Eko menyatakan bahwa untuk mengurangi kerumunan massa di pasar, Perumda PPJ harus menerapkan pembatasan operasional. “Kalau tidak ya semrawut seperti ini. Sebenarnya yang membuat ramai ini karena mereka berbelanja pakaian muter-muter. Kalau belanja bahan pokok saya rasa tidak akan seperti ini,” tuturnya.

Sementara itu, Walikota Bogor Bima Arya mengatakan bahwa pihaknya akan menutup kios-kios non pangan yang berada di dalam pasar. “Kami akan awasi sampai PSBB selesia tanggal 26 Mei.Kita akan fokus di dua titik pasar anyar dan pasar Bogor, nantinya akan ada sanksi juga jika melawan petugas PSBB,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Walikota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan, pihaknya melalui Kabag Hukum dan HAM tengah mempelajari surat keputusan bersama Forkopkmda, MUI dan FKUB soal kegiatan Shalat Idul Fitri. “Tunggu dalam beberapa hari ada rekomendasi jadi apakah boleh melaksanakan Shalat Idul Fitri atau tidak. Satu dua hari kedepan akan keluar hasilnya,” ungkapnya.

Dedie menyatakan, apabila berbicara PSBB, aturan terkait peribadatan tetap dilakukan di rumah. “Ya, tapi sekali lagi akan dikaji dulu. Sebelum Lebaran sudah ada putusannya,” tandasnya.

Dedie menambahkan bahwa pihaknya juga menutup sepenuhnya perlintasan rel kereta yang menghubungkan antara Jalan MA. Salmun dengan Dewi Sartika hingga Lebaran selesai.

n Fredy Kristianto