30.4 C
Bogor
Saturday, April 11, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1523

Duh, Ada Temuan Covid Namun Tetap Beroperasi

0

Bogor | Jurnal Inspirasi
Terminal Baranangsiang, Kota Bogor bisa disebut sebagai klaster penyebaran Covid-19. Pasalnya, terdapat tujuh orang yang terkonfirmasi positif. Kendati demikian, operasional terminal tersebut masih berjalan seperti biasa.

Kepada wartawan, Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Polana B. Pramesti menjelaskan bahwa pengoperasionalan Terminal Baranangsiang akan tetap berjalan dengan diperketatnya protokol kesehatan.

Sehubungan dengan adanya satu orang terkonfirmasi positif yang merupakan unsur perangkat terminal, maka akan ada pergantian petugas yang baru.

“BPTJ akan menunjuk pelaksana harian Koordinator Satuan Pelayanan Terminal dan menyiapkan petugas pengganti yang berasal dari terminal lain yang berada di bawah pengelolaan BPTJ meliputi Terminal Tipe A Jatijajar, Depok, Terminal Tipe A Poris Plawad, Tangerang dan Terminal Tipe A Pondok Cabe, Tangerang Selatan,” ujar Polana, Rabu (15/7).

Menurut dia, untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 di Terminal Baranangsiang, BPTJ akan melakukan pemeriksaan dan karantina kepada seluruh petugas terminal. Langkah antisipasi juga akan diambil dengan melakukan pemeriksaan kesehatan kepada seluruh pegawai baik yang ada di seluruh terminal maupun kantor pusat BPTJ.

“Hal ini perlu dilakukan mengingat sempat terjadi interaksi antara pegawai yang ada di terminal dengan pegawai yang ada di kantor pusat,” jelasnya.

Kata dia,  potensi penyebaran virus corona dapat terjadi dimana saja dan kepada siapa saja, termasuk pada layanan transportasi publik. Polana menyampaikan bahwa selama ini Terminal Baranangsiang telah konsisten menerapkan protokol kesehatan. Seperti pengecekan suhu, kewajiban memakai masker, penyediaan fasitlitas cuci tangan hingga ketentuan jaga jarak terus dilakukan di lingkungan Terminal Baranangsiang.

Bahkan, kata dia, penyemprotan disinfektan di Terminal Baranangsiang juga secara berkala dilakukan. “Dengan adanya temuan ini, BPTJ bersama seluruh stakeholder di Terminal Baranangsiang akan berupaya untuk lebih memperketat pelaksanaan protokol kesehatan,” paparnya.

Polana menegaskan, temuan kasus ini tidak boleh dianggap remeh. Hal ini juga menunjukkan bahwa potensi penyebaran covid-19 pada layanan transportasi publik masih tinggi sehingga dibutuhkan kedisiplinan dan dukungan seluruh pihak.

** Fredy Kristianto

Utang Pemerintah Harus Jadi Alarm

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi
Posisi utang pemerintah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang meningkat pada tahun lalu perlu menjadi alarm konsolidasi fiskal. Hal ini diungkapkan Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet.

Peningkatan rasio utang ini menunjukkan, penambahan jumlah utang lebih besar dibandingkan peningkatan PDB, Artinya, argumen yang mengatakan bahwa utang digunakan untuk sektor produktivitas dapat terbantahkan. “Buktinya pertumbuhan ekonomi stagnan level lima persen,” kata Yusuf, Rabu (15/7).

Yusuf menyebutkan, tren posisi utang terus meningkat dalam lima tahun terakhir. Dalam jangka panjang, peningkatan tersebut harus menjadi perhatian dan alarm. Apalagi, dalam dua tahun ke depan, utang pemerintah berpotensi meningkat seiring kenaikan kebutuhan belanja negara yang akibat Covid-19 dan masa pemulihan ekonomi.

Dengan kondisi ini, Yusuf menekankan, pemerintah perlu mengatur strategi, terutama untuk pembiayaan anggaran, Idealnya, pemerintah perlu menggali sumber penerimaan pajak. Khususnya, penerimaan pajak orang pribadi non-karyawan. Yusuf menjelaskan, upaya tersebut perlu dilakukan pemerintah agar tambahan utang pemerintah tidak begitu besar karena penerimaan negara yang diprediksi masih minim sampai dua tahun mendatang.

Kalaupun akhirnya pemerintah harus melakukan utang, Yusuf menuturkan, pemerintah perlu memaksimalkan pembiayaan utang dalam negeri melalui penerbitan surat utang ritel. “Saya kira dengan proporsi penduduk muda yang masih besar, bisa dijadikan sebagai potensial investor dari surat utang pemerintah,” tuturnya.

Sebelumnya, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyoroti besaran utang pemerintah yang pada tahun lalu mencapai 30,23 persen dari PDB. Angka ini lebih tinggi dibandingkan realisasi tahun sebelumnya, 29,81 persen terhadap PDB.

Nilai pokok tas utang pemerintah sendiri sampai akhir 2019 mencapai Rp 4.786 triliun. Sebanyak 58 persen di antaranya atau sekitar Rp 2.783 triliun merupakan utang luar negeri. Sedangkan, 42 persen sisanya adalah utang dalam negeri yang senilai Rp 2.002 triliun.

Ketua BPK Agung Firman Sampurna mengatakan, pemerintah harus memperhatikan risiko fiskal dalam jangka panjang dengan tingkat utang tersebut. Termasuk potensi rasio utang yang melebihi target dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, yaitu 60 persen terhadap PDB.

“Pemerintah perlu untuk memperhatikan risiko fiskal dalam jangka panjang yang disebabkan tidak tercapainya rasio utang terhadap PDB, rasio defisit terhadap PDB dan keseimbangan primer positif sebagaimana ditetapkan RPJMN 2014-2019,” kata Agung.

ASS |*

LSM Genpar Pertanyakan Transparansi PNPM

0

SPP Berubah Jadi Koperasi

Cibungbulang | Jurnal Inspirasi
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Genpar mendesak dan mengingatkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bogor akan adanya sinyal merah dari beberapa pengelola Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat  (PNPM) Mandiri Pedesaan (Mpd) untuk program Simpan Pinjam Perempuan (SPP) yang sudah dinyatakan berakhir tahun 2015 silam. Namun aset program masih dikelola oleh Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) di kecamatan masing-masing.

Ketua LSM Genpar Samas Alamsyah mengungkapkan, sejak program Simpan Pinjam Perempuan yang sudah dinyatakan berakhir tahun 2015 lalu, akan tetapi aset dana bergulir yang dikelola UPK yang kini berubah nama menjadi Dana Amanah Pemberdayaan Masyarakat (DAPM), secara prinsip merupakan milik masyarakat desa dalam suatu wilayah kecamatannya.

“Sayangnya setelah PNMP berakhir, dana sangat besar ini seperti melahirkan ruang kosong hokum,” kata Sambas kepada wartawan, Rabu (15/7).

Meski ada diantaranya sudah dipayungi oleh sebuah peraturan bersama antara kepala desa dan menjelma menjadi nama lain dibawah bendera Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), namun untuk proses monitoring dan kontrol serta pertanggung jawabannya sudah tak lagi serupa.

“Temuan saya dari seluruh desa berubah menjadi Koperasi yang dikelola oleh pihak UPK Kecamatan di Kecamatan LeuwiSadeng, justru sampai saat ini laporan pertanggung jawabannya tidak pernah diketahui oleh pemerintah kecamatan, bahkan pihak DPMD Kabupaten Bogor terkesan kecolongan,” ungkapnya.

Oleh karena itu lanjut Sambas, pihak LSM Genpar mencoba mengingatkan masalah ini agar segera disikapi oleh Pemerintah Kabupaten Bogor dalam hal ini DPMD agar mau transparansi dalam melakukan pengawasan dan pembinaan pada para UPK yang diberi tanggung jawab mengelola aset dana bergulir yang kini berubah nama menjadi DAPM menjadi koperasi. “Kami menginformasikan kepada Pemerintah Kabupaten  Bogor bahwa ini sinyal merah,” tegasnya.

Jadi sambung Sambas, dengan disinyalir adanya sinyal merah bagi segelintir para pengelola aset PNPM MPd yang harus diketahui Pemerintah Kabupaten Bogor, segeralah melakukan audit dan bagi yang menyimpang dikenakan sanksi pidana hukum. “Kami dari LSM Genpar khawatir jika hal ini akan menjadi bencana,”katanya.

Sementara menurut DPMD Kabupaten Bogor yang disampaikan Sekdis Adi Hendryana mengatakan, pihaknya belum bisa memberikan keterangan secara valid terkait UPK yang disoal salah satu LSM itu.

“Belum bisa memberikan keterangan yang secara valid soal hal itu, namun dari dinas tentu melakukan monitoring apakah ada dana dari APBD atau APBN, dan bagian itu ada yang menangani bidangnya nanti untuk jelasnya saya tanyakan dulu ke Kabidnya dan soal aduan masyarakat akan kami monitoring (tindaklanjuti),” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Kunci Hidup Sehat yang Mudah dan Murah

0

Malang | Jurnal Inspirasi
Banyak orang yang ingin melakukan hal yang besar supaya dirinya dipandang dan dihormati orang. Namun sebenarnya, masih banyak hal kecil yang terlewatkan untuk  dilakukan. Sifat manusia yang mengejar sesuatu yang besar kadang lupa kalau hal kecil ini berguna bagi orang di sekitar.

Demikian juga untuk membangun ketahanan pangan nasional, dapat dimulai dari ketahanan pangan rumah tangga. Oleh  karena itu, sangat penting bagi setiap rumah tangga memiliki kemudahan mengakses pangan. Apalagi disaat pandemik Covid-19 yang belum juga memberi tanda akan berakhir. Tentu saja hal ini harus ada solusi tanpa harus pergi ke pasar dan mengabaikan protokol kesehatan namun kebutuhan hidup tetap dapat terpenuhi.

Berkaitan dengan itu Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo kerap menekankan upaya meningkatkan pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga. Kegiatan Pekarangan Pangan Lestari  merupakan salah satu strategi dalam menjaga ketahanan pangan, terutama di masa pandemi Covid-19, maupun dalam menghadapi musim kemarau.

“Dalam kondisi krisis seperti Covid-19 ini, pertanian menjadi jawaban untuk bisa survive. Tidak perlu lahan besar, kita manfaatkan lahan di pekarangan kita. Jadi di pekarangan ini semua orang bisa bertani,” ujar Mentan SYL.

Terkait pemanfaatan lahan pekarangan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Prof. Dedi Nursyamsi selalu memberikan motivasi kepada masing UPT agar lahan perkantoran dapat dimanfaatkan atau dioptimalkan sebagai penyedia pangan dan sekaligus sebagai percontohan untuk masyarakat. Termasuk juga para penyuluh harus aktif untuk mendampingi masyarakat dalam memanfaatkan lahan pekarangan.

Lebihlanjut Dedi mengatakan, banyak hal yang bisa dilakukan dalam pemanfaatkan lahan pekarangan, salah satunya dengan melakukan budidaya sayuran. Manfaatkan semua limbah rumah tangga untuk diolah menjadi pupuk organik, kemudian aplikasikan pada tanaman yang ada di pekarangan.

Berkaitan dengan itu, Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu Dr. Wasis Sarjono, S.Pt, M.Si, mendorong para pegawai tidak hanya memanfaatkan lahan kantor, tetapi juga harus mampu mengajak masyarakat yang ada di sekitarnya untuk memanfaatkan pekarangan yang masih kosong. Jadikan dan manfaatkan lahan pekarangan sebagai sumberdaya untuk memenuhi kebutuhan pangan dengan memanfaatkan lahan pekarangan,  pangan dapat tersedia setiap saat untuk memenuhi kebutuhan keluarga. 

Pemanfaatan lahan pekarangan menjadi jawaban bagi terpenuhinya kebutuhan pangan keluarga. Dari situlah ketersediaan dan cadangan pangan akan meningkat, di samping pendapatan keluarga yang juga bisa mengalami peningkatan. Kunci murah dan mudah untuk dapat hidup sehat sangat sederhana, yakni setiap orang mau meluangkan waktu untuk melakukan pengelolaan pada pekarangan rumahnya.

T2S/WH

Damanhuri Dukung Kegiatan Masyarakat Peduli Lingkungan

0

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi
Selain mendapat dukungan penuh dari anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor Achmad Fathoni atas kegiatan pelestarian Setu Gunung Putri yang akan dilakukan oleh Aliansi Masyarakat Gunung Putri Peduli Lingkungan, Damanhuri Kades Gunung Putri pun akan mensuport kegiatan positif tersebut.

Kades Gunung Putri kepada Jurnal Bogor, Rabu (15/7), mengapresisi Aliansi Masyarakat Gunung Putri Peduli Lingkungan yang melakukan kegiatan pembersihan eceng gondok di Setu Gunung Putri. “Luar biasa untuk para pemuda yang tanpa pamrih dan tanpa bantuan tapi mereka bergerak untuk membersihkan Setu Gunung Putri,” kata dia.

“Saya berharap instansi terkait juga mendukung kegiatan anak-anak muda ini yang sangat luar biasa, dan kami mohon juga pihak Pemda Kabupaten Bogor baik BBWS, Dinas Lingkungan Hidup, BKSDA, dapat memberikan support sehingga Setu Gunung Putri ini terbebas dari eceng gondok, pencemaran limbah pabrik, pendangkalan, juga dari penyerobotan tanah setu yang sampai hari ini Setu Gunung Putri belum ada kejelasannya,” kata Damanhuri.

Lanjutnya, akibat belum selesainya sengketa Setu Gunung Putri ini membuat Pemerintah Desa Gunung Putri sulit untuk membangun zona ekonomi desa di dalam Setu Gunung Putri. Oleh karena itu pihaknya berharap banyak kepada pemerintah daerah baik Kabupaten Bogor, Provinsi Jabar bahkan pusat, untuk dapat memperhatikan kelestarian Setu Gunung Putri menjadi Setu yang terawat dan produktif.

“Harapan saya agar membantu untuk mengembalikan hak-hak masyarakat akan Setu Gunung Putri ini sehingga mereka bisa memberdayakannya untuk meningkatkan bidang ekonomi agar mereka bisa berbuat banyak di tanah mereka sendiri, di air mereka sendiri,” jelasnya.

“Kami Pemerintah Desa Gunung Putri menghaturkan terima kasih kepada Aliansi Masyarakat Gunung Putri Peduli Lingkungan dalam pembersihan eceng gondok yang akan berjalan sampai bulan Agustus nanti semoga ini langkah awal dan akan menjadi program Pemerintahan Desa Gunung Putri untuk memerdekakan Setu Gunung Putri dari limbah, eceng gondok dan penyerobotan tanah Setu Gunung Putri,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Bansos dari Pemprov Jabar di Desa Sadeng Disalurkan

0

Leuwisadeng l Jurnal Inspirasi
Bantuan sosial (Bansos) Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) di Desa Sadeng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor untuk masyarakat yang terdampak Covid-19 tahap 2 sudah mulai disalurkan, Rabu ( 15/7).

Pendistribusian Bansos Pemprov Jabar, tahap kedua ini dilaksanakan di Gedung Olahraga Desa Sadeng yang turut didampingi Karang Taruna Leuwisadeng, Babinsa (Bintara Pembina Desa), Bhabinkamtibmas, RT/RW dan Pemdes Sadeng.

Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Desa Sadeng Cecep Irawan atau yang biasa disapa Welly mengaku bersukur adanya bantuan provinsi untuk keluarga penerima manfaat yang terdampak Covid-19.

“Alhamdulillah sekarang kita dapat bantuan Provinsi jabar berupa paket sembako. Sekitar 76 KK (Kepala Keluarga ) menerima bantuan paket sembako berikut  uang tunai Rp150 ribu,” ungkapnya.

Welly yang merupakan Kasi Pemerintahan di Kecamatan Leuwisadeng, berharap bantuan ini bermanfaat untuk membantu warga yang terdampak Covid-19 dan ada lagi bantuan karena saat ini masih banyak yang belum mendapatkannya.

“Bagi warga yang belum kebagian, saya minta untuk bersabar. Mudah-mudahan bantuan tahap berikutnya bisa kebagian lagi,” kata welly.

Di tempat yang sama Ketua Karang Taruna Kecamatan Leuwisadeng, Sukardi juga merasa bersyukur sudah diikutsertakannya dalam pendistribusian Bansos Pemprov Jabar tersebut.

“Alhamdulilaah sudah diikut sertakan untuk pendistribusian banprov, yang mana masyarakat sangat  antusias dan kita sangat bersyukur dengan adanya bantuan ini, memang banyak sekali masyarakat yang membutuhkan, terutama bagi sekarang ini banyak yang terdampak Covid-19,” kata dia.

Sukardi mengaku jumlah pengalokasian di Desa Sadeng  berkurang dari sebelumnya. Menurutnya, kurang lebih ada 15 KK karena kata dia, data dari Dinas Sosial itu sipatnya dinamis.

“Memang berkurang dari sebelumnya ketika kita konfirmasi juga karena ini datanya  dari  DTKS  ternyata penjelesan dari Dinsos itu sipatnya dinamis, sewaktu-waktu bisa berubah, bisa bertambah atau bisa berkurang, hanya sekedar itu saja yang kami dapatkan informasinya,” jelasnya.

** Arip Ekon

Dompet Dhuafa Terapkan Protokol Kesehatan Hewan Kurban

0

Kemang | Jurnal Inspirasi
Guna memberikan rasa aman dan nyaman dalam proses transaksi jual beli hewan kurban hingga pelaksanaan Idul Adha 1441 H memdatang, Dompet Dhuafa (DD) menerapkan sistem protokol kesehatan secara ketat. Selain melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban seperti kambing, domba dan sapi, Dompet Dhuafa juga memastikan semua elemen yang berkaitan dengan kegiatan Tebar Hewan Kurban (THK) tahun 2020 ini, memberikan pelayanan dan pemeriksaan kesehatan bagi para peternak hingga petugas pelaksana kurban di lapangan.

Ketua Progam THK Dompet Dhuafa 2020 Zainal Abidin Sidiq menjelaskan, sejak pertama kali THK diluncurkan pada tahun 1994, Dompet Dhuafa tetaf fokus dalam memberikan kesejahteraan terbesar untuk peternak.

“Demi kelancaran pelaksanaan THK dalam Idul Adha  tahun ini yang masih dalam kondisi adanya wabah pandemi Covid 19, maka kami melakukan pemeriksaaa kesehatan para peternak mitra Dompet Dhuafa,” terang Zainal Abidin Sidiq, Rabu (15/7).

Ia  menjelaskan, pelayanan kesehatan terhadap semua mitra peternak Dompet Dhuafa yang berperan dalam THK tahun 2020, diantaranya dengan memberikan layanan test rapid yang telah dilakukan sejak hari Rabu (8/7/2020) lalu. “Giat ini bukan hanya langkah preventif menekan angka penyebaran virus covid-19, tapi sekaligus untuk memastikan kelancaran ibadah kurban tanpa kekhawatiran terhadap penyebaran virus Corona,” paparnya.

Masih kata Zainal sapaan akrabnya, dalam pelaksanaan THK tahun ini, tim THK Dompet Dhuafa akan membagikan daging kurban dari rumah ke rumah penerima manfaat guna menghindari kerumunan orang sesuai dengan protokol kesehatan. “Daging kurban yang akan dibagikan kepada penerima menggunakan daun jati, daun pisang maupun besek,” paparnya.

Selain itu, sambung Zaenal, guna memudahkan masyarakat dalam berkurban di tengah pandemi Covid-19, Dompet Dhuafa meluncurkan layanan Chat Pay atau WhatsApp Dompet Dhuafa Digital Banking. Dompet Dhuafa ingin memastikan bahwa semua pelaksana kurban dalam kondisi prima, demi kelancaran THK, yang tahun lalu berhasil mendistribusikan puluhan ribu hewan kurban ke berbagai wilayah di Indonesia.

“Memang belum ada riset ilmiah yang membuktikan adanya transmisi virus ini (Covid-19) dari manusia ke hewan, namun kami ingin memastikan bahwa seluruh pelaksana penyembelihan di progam THK ini akan menjalani test Covid-19 secara keseluruhan. Bukan untuk menghindarai transmisi, tapi menjaga kelancaran ibadah kurban nantinya,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Warga Prihatin BLT Masih Belum Tepat Sasaran

0

Cisarua | Jurnal Inspirasi
Penerima bantuan langsung tunai (BLT) di Kecamatan Cisarua masih ada yang salah sasaran. Khususnya bantuan berupa uang dari Kementerian Sosial itu tidak sedikit warga yang mampu mendapatkan bantuan tersebut. Sementara banyak juga warga tidak mampu hanya mendapatkan beras bulog yang beraroma kurang sedap.

Terkait hal ini, sebagian masyarakat merasa prihatin terhadap data penerima BLT yang banyak salah sasaran. “Kita amati banyak warga yang berekonomi mampu mendapatkan BLT.  Data bantuan itu perlu dikoreksi, atau kita selaku masyarakat harus melakukan langkah-langkah supaya penerima BLT itu tepat sasaran. Sering terdengar data bantuan itu pemerintah pusat yang memutuskan, itu terdengar cukup aneh. Dan kita juga perlu melakukan pantauan terkait dana BLT yang diterima warga, apakah ada pemotongan atau tidak,” tutur salah satu warga, Koswara.

Hingga kini pemerintah masih terus memberikan bantuan kepada wilayah yang terkena dampak penyebaran virus Corona. Kemensos pada Rabu (15/7) mengucurkan BLT kepada masyarakat. Desa-desa yang ada di Kecamatan Cisarua sebagian warganya mendatangi kantor pos untuk mengambil uang tunai sebesar 600 ribu rupiah.

“Ya untuk Desa Citeko ada 270 orang yang menerima bantuan langsung tunai itu. Bantuan tersebut diambil langsung di kantor pos oleh para penerimanya. Dan terkait data penerima tersebut yang memutuskan adalah pemerintah pusat. Pemerintah desa hanya sebatas mengajukan permohonan terkait bantuan itu,” ujar Sekretaris Desa Citeko, Firmansah.

** Dadang.S

Peduli Covid-19, Batalyon 14 Grup 1 Kopassus Kembali Bagikan Paket Sembako

0

Kemang  | Jurnal Inspirasi
Peduli dengan masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19, Batalyon 14 Grup 1 Kopassus membagikan ribuan paket sembako ketiga desa binaan Kopassus di wilayah Kecamatan Kemang, yakni Desa Kemang, Bojong dan Desa Parakan yang sebelumnya korps baret merah itu pun telah membagikan sekitar 3.000 paket sembako di beberapa desa di Kecamatan Ciampea yang saat itu dihadiri Komandan Batalyon 14 dan Dangrup 2 Kopassus.

Komandan Detasemen -2 Batalyon 14 Grup 1 Kopassus, Kapten Inf. Junus mengatakan, bakti sosial ini merupakan hasil kerja sama dengan Kementerian Sosial (Kemensos) RI. Menurutnya, pembagian sembako sebagai bentuk kepedulian Batalyon 14 terhadap warga yang terdampak Covid-19.

“Selain warga desa binaan di wilayah Kecamatan kemang, kami sebar juga ke desa sekitar tanah aset Kopassus, seperti di Ciampea, Cibadak dan Bojongrangkas yang merupakan daerah latihan, sehingga sudah sepantasnya Batalyon 14 berbagi kepada wilayah sekitar. Total bantuan paket sembako bagi warga terdampak Covid-19 ada 5.000 paket,” katanya.

Masih kata Kapten Inf Junus, tak hanya menggelar baksos, pihaknya juga gencar menyosialisasikan kepada masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan. Termasuk mencuci tangan dan mengenakan masker ketika keluar rumah.

“Saya juga mengimbau masyarakat harus yakin dan percaya bahwa prosedur penanganan Covid-19 yang dibuat pemerintah sudah tepat untuk memutus rantai penyebaran Covid-19,” terangnya.

Sementara itu Kepala Desa Kemang, Entang Suana berterima kasih kepada Batalyon 14 Grup 1 yang sudah peduli dan memberikan bantuan paket sembako. Ia menuturkan, saat ini sinergitas antar pemerintah desa dengan Batalyon 14 sudah berjalan dengan baik.

“Alhamdulillah desa saya mendapat 400 paket sembako dibagi ke 10 RW. Selama ini pihak pemerintah desa sudah cukup baik dalam setiap kegiatan. Batalyon 14 selalu mensuport kegiatan desa. Sekali lagi saya berterima kasih kepada Batalyon 14 Grup 1 Kopassus yang sudah peduli kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 sekarang ini,” tukasnya. 

** Cepi Kurniawan

Sekolah Ditengah Pandemi, SMK Pesona Dywantara Gelar KBM Tatap Muka dan Daring

0

Leuwiliang | Jurnal Inspirasi
SMK Pesona Dywantara  terus melakukan evaluasi pembelajaran tahun ajaran baru 2020/2021 dengan menyesuaikan beberapa peraturan yang dikeluarkan, baik oleh Pemerintah Kabupaten Bogor maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat soal kebijakan sekolah ditengah pandemi Covid-19.

“Untuk proses pembelajaran selanjutnya masih menunggu Perbub Bupati karena Bupati sebagai Ketua Gugus Tugas, tentu meskipun SMK kewenangan ada di Provinsi Jabar tentu kami tidak ingin melangkahi pemerintah daerah setempat, ” Kata Ketua Yayasan SMK Pesona Dywantara, Budi Antoro, kemarin.

Budi menambahkan, meskipun pada tahun ajaran baru ini tidak melaksanakan MPLS secara tatap muka sesuai anturan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, sekolah yang berlokasi di Kampung  Sibanteng, Leuwisadeng memilih melaksanakan MPLS secara daring atau pun luring.

“Disini ada rambu – rambu karena tidak boleh MPLS tatap muka tapi  kami beberapa hari ini melakukan MPLS secara daring atau luring sesuai arahan dari Kadisdik Provinsi Jabar, ” tambahnya.

Sembari menunggu aturan dan mekanisme serta kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah Kabupaten Bogor, lebih lanjut Budi mengatakan, SMK pesona Dywantara terkait Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) akan membagi siswa untuk tatap muka setiap kelas nantinya diisi 10 hingga 20 siswa dengan menerapkan protokol kesehatan dan membagi jam pembelajaran hanya 3 jam.

“Skemanya 50 persen, 20 persen materi dan mungkin materi pembelajaran hanya 3 jam. Karena ketika KBM dilakukan secara online seluruhnya  tidak akan maksimal. Selain itu juga banyak orang tua mengeluh mendidik anaknya di rumah karena mendidik anak  untuk belajar itu tidak mudah jadi orang tua menyarankan untuk ada pembelajaran di sekolah juga, “ujarnya.

Apalagi lanjut Budi sekolah swasta kalau tidak ada pembelajaran di sekolah bagaimana bayar gaji guru. “Tapi  ketika KBM dilakukan di sekolah dengan jam pembelajaran hanya 3 jam protokol kesehatan tentu akan kami perketat,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan