23.5 C
Bogor
Saturday, April 4, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1484

Camat Leuwisadeng: Pilkades Rawan Gesekan Jangan Menggampangkan

0

Leuwisadeng l Jurnal Inspirasi

Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) secara serentak yang diikuti 88 desa di setiap 34 wilayah kecamatan di Kabupaten Bogor bakal digelar pada 20 Desember 2020 mendatang. Sebelumnya pesta demokrasi Pilkades serentak rencananya bakal dilakukan pada 15 November 2020, namun diundur lagi menjadi 20 Desember. Bahkan Menteri Dalam Negeri juga merencanakan membatalkan dulu Pilkades selama pandemi Covid-19.

“Kecamatan Leuwisadeng, ada tiga desa yang akan mengikuti Pilkades, adapun nantinya ada perubahan jadwal Pilkades kami memunggu dari Pemkab Bogor dan Kemendagri,” kata Camat Leuwisadeng Rudi Mulyana kepada Jurnal Bogor, ditemui setelah menggelar operasi simpatik penegakan protokol kesehatan wajib masker, di Jalan Raya Leuwisadeng, Rabu (30/9).

Ia memaparkan, Pilkades memang berpotensi rawan gesekan karena itu berhubungan dan menyentuh langsung ke masyarakat. “Otomatis adanya gesekan antar tetangga atau dengan masyarakat pendukung lainnya. Kalau Pilkades ini kan antar tetangga antar saudara beda pilihan bisa jadi permasalahan,” kata Camat Leuwisadeng.

Lanjut Rudi meyebutkan, panitia Pilkades yang dibentuk di tiap desa harus mewaspadai titik-titik rawan konflik apalagi menjelang kampanye maupun saat kampanye. ” Semua Pilkades rawan gesekan jadi jangan  menggampangkan,” tandasnya.

Tidak seperti  Pilkada atau Pilbup yang jaraknya  cukup jauh, maka itu yang pertama kita akan terus berkoodinasi dengan panitia tingkat desa,  aparat kepolisian, Koramil termasuk para Calon Kades. “Minimal para calon, harus bisa menjaga kondusifitas wilayahnya jangan sampai ada kampanye yang menjelekan salah satu calon lain,” kata dia.

Menurutnya, wilayah binaannya terdapat tiga desa yang akan  mengikuti hajatan politik pemelihan kepala desa, antara lain Desa Sadeng, Kalong 2 dengan Desa Wangunjaya. Dari ketiga  desa, peserta bakal calon kepala desa itu lebih dari 5 orang. “Artinya semua balon untuk ditetapkan menjadi calon kepala desa,  nantinya  pasti ada seleksi dari ilmu tentang pengetahuan dengan tes tertulis.” ucapnya.

Ia berharap, selama berlangsungnya Pilkades di wilayahnya berjalan lancar . “Mudah-mudahan tidak adanya gesekan atau timbul masalah lainnya,”pungkasnya.

** Arip Ekon

Pemdes Semplak Barat Respon Kekhawatiran Warga dengan Pangkas Pohon

0

Kemang | Jurnal Inspirasi

Permintaan masyarakat dan pengguna jalan, tentang kekhawatiran mereka akan pohon tumbang, Pemerintah Desa (Pemdes) Semplak Barat, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, langsung melakukan pemangkasan dan penebangan pohon rimbun di sepanjang Jalan Raya Atang Sandjaja – Semplak.

Proses penebangan pohon itu dipimpin Kepala Desa Semplak Barat, Abdul Rahman, beserta sejumlah jajarannya dan masyarakat sekitar. Dibantu Babinsa, Babinmas dan Satpol PP Kecamatan Kemang yang bertepatan dengan World Clean Up Day, masyarakat di Desa Semplak Barat pun kerja bakti untuk membersihkan lingkungan.

“World Clean Up Day yang dilaksanakan serentak di seluruh dunia, untuk mengatasi sampah, dan tidak terkecuali di Kecamatan Kemang, dan di desa saya juga serentak melaksanakan, semua RW melakukan kerja bakti, dan pihak pemdes memilih untuk menebang pohon di jalan ATS -Semplak, setelah mendapat keluhan dan kekhawatiran warga atas pohon ini,” kata Kades Semplak Barat.

Masih kata Kades, ia bersama jajaran dan sejumlah masyarakat dan Babinsa, Babinmas beserta Satpol PP Kecamatan mengambil sikap untuk menebang pohong yang sudah berumur tua. Untuk mencegah pohon yang dapat mengakibatkan hal yang tidak diinginkan.

“Saya juga menghimbau, agar masyarakat berhati-hati di saat musjm pancaroba ini. Dan untuk tidak keluar rumah saat angin kencang dan hindari berdiri atau saat melewati pepohonan,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Meski Lelah, Petugas Medis di Leuwiliang Tetap Jaga Semangat Tangani Pasien Covid

0

Leuwiliang | Jurnal Inspirasi

Kepala Puskesmas Leuwiliang, Kabupaten Bogor mengatakan sampai saat ini paramedis di Puskesmas Leuwiliang meskipun lelah menangani Covid-19, namun tetap semangat  walaupun di Leuwiliang kasus Covid-19 masih tinggi.

dr Dian Nurdiani

“Khusus di Kecamatan Leuwiliang, pertambahan setelah New Normal pada Juli kemarin bukan semakin menurun, tapi semakin bertambah, new normal menambah jumlah yang positif hasil swab itu tiap hari  selalu ada penambahan menjadi miris bagi kita, kami tenaga kesehatan tetap semangat kadang suka lelah fisik,” ujar Kepala Puskesmas Leuwiliang, dr Dian Nurdiani.

Ia pun sebagai Kepala Puskesmas selalu menyemangati paramedis untuk tetap sabar meskipun kadang lelah fisik karena jumlah kasus positif terus bertambah. “Untuk menyemangati mereka saya mengatur jam kerja mereka dengan WFH, sesuai aturan dinas untuk menjaga daya imun mereka, kedua selalu memberikan doping multivitamin, dan ketiga selalu mengingatkan mereka tetap semangat jadikan semua ini sebagai ladang ibadah,” kata Dian.

Lebih lanjut ia berharap peran serta semua pihak dalam menangani Covid-19 ini sangat diperlukan. Karena semua pihak harus saling bekerja sama. “Karena kami jujur saja sudah mulai lelah, lelah fisik, ketika ada temuan dan harus melakukan PE atau tracing yang kadang suka menjadi kendala. Jadi koordinasi memang  tetap  lebih digalakkan lagi tingkat koordinasi mulai dari kecamatan hingga desa,”ujarnya.

Tak hanya itu, ia mengatakan untuk di Kecamatan Leuwiliang ada 4 desa yang kasus Covid-19 tinggi, antara lain Desa Cibeber 1, Cibeber 2, Karehkel dan Leuwiliang yang kebanyakan mereka yang terpapar itu yang bekerja di luar Bogor. “Pedagang di pasar, dan ada juga yang bekerja di Freeport Papua. Ada 40 kasus yang tersebar di 4 desa itu,” bebernya.

Ia pun meminta kepada masyarakat tetap patuhi Protokol Kesehatan untuk menekan penyeberan Covid 19.  “Saya berharap kepada masyarakat bisa membantu petugas medis muali dari hal kecil pakai masker, sering mencuci tangan dan menjaga jarak, itu saja kami minta kepada masyarakat, kalau untuk penanganan biar kami,” katanya.

** Cepi Kurniawan

Tanah Longsor di Megamendung Ancam Warga dan Pengendara

0

Megamendung | Jurnal Inspirasi

Sejumlah rumah yang dihuni oleh puluhan kepala keluarga di Kampung Cihanjawar 2/1, Desa Sukagalih, Kecamatan Megamendung, kondisi keselamatannya kini dalam bahaya. Hal ini karena rumah-rumah warga yang berada ditepi jalan alternatif Cikopo Selatan ini berdiri diatas ketinggian. Tebing yang dijadikan pemukiman tersebut mencapai 10 meter yang kondisi tanahnya mulai mengalami longsor.

Sejak 3 tahun ini di setiap musim hujan, lokasi di kawasan tersebut selalu longsor hingga beberapa rumah sudah mengalami ambruk akibat tanahnya tergerus. Kini, rumah-rumah lain dalam kondisi bahaya. “Itu yang ditutupi terpal merupakan longsor yang belum lama terjadi. Kalau tidak salah waktu turun hujan besar beberapa hari kebelakang. Kami khawatir kepada warga disana khususnya mereka yang rumahnya berdiri di tepian tebing,” ujar Asep (55), warga setempat.

Selain mengancam keselamatan warga dan kerugian materil, juga mengancam terhadap para pengendara yang melintas. Karena, tebingan setinggi 10 meteran tersebut kondisi tanahnya rapuh. Beberapa pengendara sempat dibuat kaget, disaat melintas di lokasi yang jalannya menikung itu tiba-tiba batu sebesar ember jatuh menggelinding ke badan jalan.

“Waktu itu sedang turun hujan gerimis,  disaat melewati tikungan yang ada tebingan itu meluncur batu ke badan jalan. Beruntung, batu yang sebesar ember itu meluncur lebih dulu menyebrangi badan jalan. Guna melindungi warga yang bermukim disana juga kepada keselamatan para pengendara, pemerintah perlu turun tangan untuk membuatkan tembok penahan tebing. Karena, jika hal ini dibiarkan sangat berbahaya bagi keselamatan nyawa manusia,” kata Heri, warga Megamendung.

** Dadang S

Serikat Pekerja RTMM Tolak Omnibus Law

0

Penghidupan Hak-hak Pekerja Terdegradasi

Bogor | Jurnal Inspirasi

Serikat Pekerja Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP RTMM-SPSI) mengeluarkan pernyataan sikap menolak terkait Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja. Serikat pekerja tersebut secara tegas menolak Omnibus Law karena merugikan pekerja di sektor industri hasil tembakau (IHT) dan makanan-minuman.

“Kami menyatakan menolak Omnibus Law. Regulasi ini telah menjadi musuh kami karena tidak melindungi, membela hak-hak pekerja. Terindikasi mendegradasi penghidupan pekerja,” ujar Ketua Umum FSP RTMM-SPSI, Sudarto AS dalam pernyataan sikap usai Rapimnas VI di Hotel Onih, Kota Bogor, Rabu (30/9).

Selain poin penolakan, Serikat Pekerja RTMM ini juga mendesak adanya perubahan RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja dan jika tidak digubris pemerintah dan DPR, akan menggalang solidaritas melakukan unjuk rasa besar-besaran. “Regulasinya jelas merugikan, sistem pengupahan tidak pasti karena dilepas ke pasar sehingga akan terjadi negosiasi pekerja dengan perusahaan yang tak menguntungkan pekerja,” ujar Sudarto.

Menurutnya, bagaimana mungkin pekerja bisa bersaing dengan masuknya tenaga kerja asing di era globalisasi ini jika hak-hak pekerja yang dijamin undang-undang saja diabaikan. Mestinya kata dia, klaster ketenagakerjaan dikeluarkan dari Omnibus Law. UUD 1945 pasal 27 ayat 2 yang berbunyi “tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan” sudah jelas, tetapi nyatanya diabaikan.

“Sekarang lihat outsorcing atau sistem kontrak merajalela. Jelas sistem perjanjian kerja untuk waktu tertentu atau PKWT ini merugikan pekerja,” tandasnya.

Sudarto juga menegaskan, FSP RTMM-SPSI tidak anti perubahan. Namun harus jelas regulasinya yang harus melindungi hak-hak pekerja. Jika tidak, akan ditolak. “Hak-hak perlindungan dasar pekerja mesti dikedepankan dan kami telah membuat kajian dengan akademisi soal Omnibus Law ini, intinya regulasi ini harus dihentikan. Jika tidak digubris, akan ada demo besar-besaran dan tak menutup kemungkinan juga bakal mogok bekerja secara nasional,” kata dia.

Seperti diketahui, meski mendapat penolakan, klaster ketenagakerjaan masih terus dibahas oleh pemerintah dan Badan Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat dan sebentar lagi bakal disahkan. Pemerintah mengajukan tujuh substansi pokok perubahan dalam UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan di RUU Cipta Kerja.

Ketujuh substansi tersebut diantaranya adalah waktu kerja, rencana penggunaan tenaga kerja asing (RPTKA), pekerja kontrak atau perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT), alih daya atau outsourcing, upah minimum, pesangon PHK, dan program jaminan kehilangan pekerjaan. Namun draft RUU Omnibus Law tersebut dinilai merugikan pekerja dimana RUU Omnibus Law ini memberikan dampak terhadap menurunnya kesejahteraan pekerja Indonesia.

Selain RUU Omnibus Law, untuk sektor industri hasil tembakau (IHT) menghadapi regulasi yang dinilai menghambat keberlangsungan industri tembakau. Mulai dari kenaikan harga jual eceran (HJE), rencana revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 109 Tahun 2012, hingga rencana ekstensifikasi cukai. Berdasarkan data FSP RTMM-SPSI selama 10 tahun terakhir, ada 63 ribu pekerja rokok yang terpaksa kehilangan pekerjaan. Jumlah industri ini berkurang dari 4.700 perusahaan menjadi sekitar 700 di 2019.

Sementara pada Rapimnas VI FSP RTMM-SPSI di Kota Bogor ini diikuti DKI Jakarta, Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Timur, Banten dan Lampung yang diikuti semua daerah secara virtual yang tersebar di 15 provinsi. FSP RTMM-SPSI ada di 66 kota dan kabupaten dengan total 523 di perusahaan dan memiliki anggota lebih dari 244 ribu orang.

** Asep Saepudin Sayyev

Ekspresi Peserta Khitanan Massal, Bakti Sosial Hari Tani Nasional di PPMKP

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Beragam ekspresi dan reaksi ditunjukan anak saat akan dikhitan. Disaat merasakan takut dan ngeri akan dikhitan tak jarang ekspresi unik  mengundang tawa pun muncul.  “Dokter buruan, saya nggak mau pake laser. Terus ditanya dokter, terus maunya pake apa khitannya?  sambil terus terisak, anak tersebut menyebut nama sebuah benda yang membuat orang yang hadir tertawa,” kisah Feri Haky, dokter klinik kesehatan Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) yang menangani khitanan.

Hal itu terjadi saat sebanyak 10 orang anak menjalani khitan dalam acara bakti sosial Khitanan Massal yang digelar PPMKP Ciawi Bogor, Rabu (30/9).

Ada juga beberapa anak yang usianya sekitar dua  tahunan tapi saat akan dikhitan dan waktu di suntik anestesi tidak ada reaksi sama sekali sampai selesai di khitan. Ada pula yang menolak masuk ruang khitan karena mendengar suara tangis anak lain yang dikhitan lebih dulu. 

Acara tersebut merupakan lanjutan rangkaian kegiatan peringatan Hari Tani Nasional tahun 2020 yang dilaksanakan sama seperti sepekan sebelumnya. Selain khitanan massal,  60 yatim dan dhuafa mendapat santunan berupa uang tunai dan bingkisan, Usia anak yang di khitan bervariasi dari satu tahun hingga enam tahun.

 “Ini momen keprihatinan bagi kita untuk tetap berbagi di tengah pandemik. Para orang tua yang anaknya dikhitan sangat bersyukur dan berterimakasih.  Di tengah pandemi dengan keterbatasan ekonomi mereka mendapatkan fasilitas dari PPMKP berupa khitanan gratis dan santunan, “ ujar Feri Haky.

Turut menyaksikan kegiatan Kepala PPMKP Yusral Tahir yang juga Pembina DKM Alhuda PPMKP. Yusral  berpesan agar anak – anak yang sudah dikhitan menjadi anak soleh, berbakti pada orangtuanya dan kelak menjadi orang yang sukses.

“Patuhi nasihat orang tua yang masih ada dan yang utama jaga sholatnya. Rajin belajar dan jangan ada kata menyerah,“ pesannya.

Ia pun berharap kegiatan bakti sosial ini menjadi amal soleh dan pemberat timbangan kebaikan kita semua. Kegiatan melibatkan Dharma Wanita Persatuan (DWP) PPMKP,  ikut hadir Ketua DWP PPMKP Sari Dewi Harahap dan pengurus DKM Al Huda PPMKP. Acara berjalan lancar dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan di tengah wabah Covid 19.

Regi/PPMKP

Mitos Seputar Asam Urat yang Perlu Diluruskan

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Penyakit asam urat merupakan penyakit akibat kadar asam urat yang tinggi dalam darah. Ada beberapa mitos asam urat yang tersebar di tengah masyarakat. Asam urat merupakan senyawa alami yang diproduksi tubuh. Asam urat umumnya larut dalam darah dan keluar melalui urine. Namun, saat produksi berlebih, asam urat bisa menumpuk dan menimbulkan gangguan.

Penumpukan asam urat bisa membentuk kristal sendi sehingga memicu nyeri dan pembengkakan. Tak hanya pada persendian, kristal asam urat juga bisa terbentuk di ginjal dan saluran kemih. Pasien dengan asam urat harus segera memperoleh pengobatan yang tepat. Sayangnya, hingga saat ini masih banyak beredar mitos mengenai asam urat yang bisa mengganggu proses pengobatan. Berikut mitos dikutip dari CNN, Rabu (30/9).

1. Menyerang jempol kaki
Salah satu yang banyak dipercaya adalah penyakit asam urat hanya menyerang jempol kaki. Serangan asam urat paling umum pertama kali terjadi di jempol kaki. Namun, asam urat bisa memengaruhi semua sendi termasuk tangan, siku, lutut, dan pergelangan kaki. “Serangan asam urat pertama biasanya timbul di anggota tubuh bagian bawah [lutut, pergelangan kaki atau jempol kaki], tapi selanjutnya hampir semua sendi bisa terkena,” tulis Bridget Hodkinson, ahli reumatologi di University of Cape Town mengutip artikel di The Conversation

2. Asam urat sama dengan radang sendi
Mengutip laman American Kidney Fund, asam urat tidak sama dengan radang sendi atau arthritis. Penyakit asam urat merupakan salah satu tipe radang sendi. Radang sendi terdiri dari banyak tipe. Berdasarkan penyebabnya radang sendi dibagi menjadi osteoarthritis (akibat penipisan tulang rawan), rheumatoid arthritis (akibat penyakit autoimun), dan gout arthritis (akibat penumpukan asam urat).

3. Hanya terjadi pada laki-laki
Faktanya, laki-laki memang cenderung memproduksi asam urat lebih tinggi daripada perempuan. Namun, mengutip Rheumatology Advisor, bukan berarti fakta ini membuat penyakit asam urat hanya eksklusif pada laki-laki. Dari data Arthritis Foundation (2018), sementara 3-6 persen laki-laki mengalami penyakit asam urat khususnya di negara-negara Barat, sebanyak 1-2 persen perempuan mengalami kondisi serupa.

4. Konsumsi produk susu meningkatkan risiko asam urat
Mereka yang memiliki penyakit asam urat kerap diingatkan untuk menghindari produk susu. Namun, sebuah studi memberikan fakta sebaliknya. Studi menunjukkan, asupan produk susu rendah lemak berefek pada penurunan asam urat sedang.

5. Disebabkan kelebihan produksi asam urat
Hodkinson mengatakan bahwa banyak orang melaporkan masalah asam urat akibat kelebihan produksi asam urat. Lebih dari 90 persen penderita asam urat membuang terlalu sedikit asam urat dari ginjal. “Sekresi asam urat yang buruk pada ginjal ini dapat disebabkan oleh masalah ginjal, tekanan darah tinggi, konsumsi alkohol berlebih atau pengobatan misalnya diuretik atau obat yang digunakan untuk mengobati infeksi TB. Selain itu, gen tertentu mengakibatkan terlalu sedikit asam urat yang disekresikan dari tubuh, sehingga meningkatkan risiko asam urat,” jelas dia.

6. Makanan tinggi asam akibatkan asam urat
Selain produk susu, ada juga yang mengatakan bahwa konsumsi makanan asam dapat meningkatkan risiko asam urat. Namun, Hodkinson menegaskan bahwa makanan asam seperti tomat atau jeruk tidak menimbulkan atau memperburuk asam urat. “Sebaliknya, makanan tinggi purin dapat meningkatkan risiko asam urat, terutama pada seseorang yang mengeluarkan asam urat terlalu sedikit,” kata Hodkinson. Beberapa makanan memiliki kandungan purin sangat tinggi seperti kerang, lobster, sarden, salmon, kalkun, dan sirup jagung tinggi fruktosa.

7. Diet yang seimbang akan memulihkan asam urat
Memiliki penyakit asam urat membuat orang harus memperhatikan asupan makanan. Pasien harus menghindari pola makan terlalu banyak konsumsi daging, makanan laut, dan alkohol. Upaya seperti ini diketahui memang diketahui dapat menurunkan kadar asam urat. Namun, pasien tetap harus menjalani pengobatan secara teratur.

**ass

Tunggu Pajak 0%, Dealer Sepi Pembeli

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Usulan Menperin Agus Gumiwang dan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) soal pajak 0% untuk mobil baru masih dikaji oleh Menkeu Sri Mulyani. Namun, dampaknya ternyata berimbas pada konsumen yang menahan pembelian karena menunggu realisasi pajak 0%.

Sekjen Gaikindo Kukuh Kumara menyebut pemerintah perlu memberikan penjelasan pasti terkait relaksasi pajak mobil sebesar 0%. Pasalnya, banyak masyarakat yang saat ini menahan rencana membeli mobil baru karena berharap adanya ‘diskon besar’ dari relaksasi pajak tersebut.

“Dampaknya agak negatif kalau terlalu lama. Soalnya masyarakat, calon pembeli menunggu. Dari dealer saya barusan dapat masukan, dealer sepi nggak ada pengunjung,” kata Kukuh dikutip dari CNBC, Rabu (30/9).

Kondisi tersebut bakal berlarut-larut terjadi jika pemerintah tidak juga memberikan keterangan resmi mengenai relaksasi pajak yang diberikan. Ketika masyarakat menahan pembelian, maka dampaknya juga bakal berdampak luas terhadap semua tier di industri otomotif. Di antaranya berasal dari vendor yang berstatus dari usaha kecil menengah (UKM).

“Industri otomotif ada 1,5 juta pekerja di dalamnya. Terdiri dari banyak pemain, misal untuk ban ada lagi yang memasok. Jadi sangat berdampak jika masyarakat ramai-ramai menahan pembelian,” jelasnya.

Ia meminta pemerintah segera memberi keputusan resmi soal usulan pajak 0% mobil baru. Sekalipun tidak ada relaksasi pajak yang diberi. Jika tidak, tren positif penjualan mobil dari bulan ke bulan bakal kembali turun. Bulan Agustus lalu, penjualan mobil sudah mencapai angka 37 ribu unit.

“Bukan tidak mungkin turun lagi. Kalau nggak segera diputuskan, kita tinggal Oktober, November, Desember, bakal turun lagi kan karena orang maunya beli mobil yang tahunnya lebih baru. Ini berat buat kita terus terang saja. Jadi segera diputuskan berapapun juga supaya langsung bisa dihitung. Kalau gini nggak tahu karena orang berandai-andai semua. Karena wah 40% bisa turun Rp 100 juta,” sebutnya.

**ass

Komisi Fatwa MUI: Pilkada Wajib Ditunda

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Serentak 2020 akan tetap berjalan, meskipun banyak pihak mengusulkan untuk ditunda. Pelaksanaan Pilkada di tengah pandemi ini dinilai memiliki madharat karena berpotensi melanggar aturan dan protokol kesehatan. Sementara di sisi lain, sebagian masyarakat masih dibatasi dalam ibadah ke masjid karena pandemi ini.

Wakil Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Miftahul Huda, berpandangan bahwa penyelenggaraan pilkada di tengah pandemi virus corona saat ini sangat rawan penularan. Dengan demikian, itu sangat membahayakan keselamatan jiwa.

Akibatnya, kerugian negara semakin besar, karena dampak dari bertambahnya pasien Covid-19 akan berpengaruh tidak hanya pada faktor kesehatan, tetapi juga semua lini kehidupan bangsa.

“Oleh karena itu, penundaan pelaksanaan pilkada adalah wajib dipilih oleh pemerintah,” kata Miftah, melalui pesan elektronik dikutip dari RMOL, Rabu (30/9).

Namun demikian, ia memberikan saran jika memang pilkada tidak lagi bisa diundur. Menurutnya, perlu strategi khusus dalam pelaksanaan pilkada nanti. Misalnya, tidak ada kampanye secara fisik. Kemudian, pemilihan suara dilakukan dengan teknologi yang tidak lagi mendatang tempat pemungutan suara (TPS).

Sebelumnya, penundaan pilkada juga telah diserukan oleh sejumlah ormas Islam, seperti PBNU dan Muhammadiyah. Kedua ormas Islam ini meminta pemerintah menunda pilkada demi keselamatan publik. Kendati demikian, pemerintah, dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) tetap akan menyelenggarakan pilkada, namun dengan aturan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

**ass

Chelsea Tersingkir, Lampard dan Mourinho Sempat Bersitegang

0

London | Jurnal Inspirasi

Tottenham Hotspur menyingkirkan Chelsea di babak keempat Piala Liga Inggris atau Carabao Cup. Keberhasilan Tottenham melaju ke perempat final itu juga ditandai pemandangan adu mulut kedua pelatih, Jose Mourinho dan Franks Lampard di pinggir lapangan.

Pada pertandingan di Tottenham Hotspur Stadium, Rabu (30/9) dini hari WIB, kedua tim mesti bermain hingga adu penalti. Pasalnya, di waktu normal skor 1-1 menjadi penanda akhirnya laga.

Chelsea berhasil unggul lebih dulu di menit 19 melalui aksi Timo Werner. Sayangnya keunggulan tersebut tak bisa dipertahankan setelah enam menit sebelum bubaran Erik Lamela berhasil menyamakan kedudukan hingga memaksa adu penalti digelar.

Pada adu penalti ini semua eksekutor Tottenham, Eric Dier, Erik Lamela, Pierre-Emile Hoejbjerg, Lucas Moura dan Hary Kane, berhasil menjalankan tugasnya. Sementara dari kubu Chelsea, Mason Mount gagal menceploskan bola ke gawang.

Usai pertandingan ketika diminta komentarnya mengenai apa yang terjadi di pinggir lapangan, Mourinho dan Lampard kompak bersuara kalau tidak terjadi apa-apa. Padahal jelas, selama pertandingan kedua pelatih beberapa kali terlibat pertengkaran terutama di babak pertama.

“Kami sedang bersenang-senang. Saya akrab dengan Jose dan saya pikir dia mengatakan itu kepada saya,” kata Lampard dikutip Sky Sports dari Sindonews.

“Saya mengomentari fakta bahwa dia tampaknya lebih banyak berbicara dengan wasit daripada dia berbicara dengan para pemainnya, jadi ini hanya sebentar dengan kami.”

“Saya sangat menghormati Jose, tidak peduli apa yang dia katakan di pinggir lapangan. Saya pikir dia merasakan perasaan di babak pertama dan bagaimana itu. Semuanya baik-baik saja di akhir pertandingan dan itu tidak akan pernah berubah,” tutur Lampard.

Sementara itu Mourinho mengatakan kalau dirinya juga menghormati Lampard. “Dengan Lampard hal yang paling penting adalah perasaan saya terhadapnya daripada kata-kata yang kami tukarkan. Saya berhutang padanya semua yang dia berikan kepada saya, dia selalu memberi saya semua yang dia miliki sebagai pemain dan saya tidak pernah melupakan itu.”

“Perasaan saya terhadapnya akan selalu menjadi perasaan betapa saya berhutang padanya atas pemain yang luar biasa. Satu-satunya hal yang saya katakan kepadanya, hanya pendapat dari pelatih lama kepada pelatih muda bertalenta, yaitu ketika para pemain membutuhkan kami, itu adalah saat mereka kalah, saat mereka menang, kami tidak perlu menjadi protagonis.”

“Di pertandingan terakhir ketika mereka kalah 3-0 [melawan West Brom] saya merasa sangat kasihan padanya karena dia sedih dan pendiam di kursinya. Dalam hal sepak bola saya tidak bisa mengajarinya apa-apa, dia tahu sepak bola, itu hanyalah sebuah opini, tetap berada di pinggir lapangan saat tim Anda kalah dan tetap tenang saat tim Anda menang,” tutup Mourinho.

**ass