23.5 C
Bogor
Saturday, April 4, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1485

PPMKP Dorong Gerakan Diversifikasi Pangan Lokal dengan Tanam Talas Beneng

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan Pencanangan Gerakan Diversifikasi Pangan,dengan mengangkat  pangan lokal.  Melalui diversifikasi pangan diharapkan pola pikir masyarakat berubah.

Menteri Pertanian menegaskan, diversifikasi pangan harus dimulai dengan membangun mindset bahwa kenyang tidak harus dengan beras, ada banyak komoditas pangan yang beragam dan bergizi. Program diversifikasi pangan ini menetapkan enam komoditas sumber karbohidrat  yakni, ubi kayu, jagung, sagu, pisang, kentang dan talas sebagai komoditas diversifikasi pangan.

Setelah kampanye dengan memasang spanduk, untuk mendorong gerakan tersebut Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor melakukan kegiatan penanaman talas beneng  di lahan Obor Pangan Lestari (OPAL) di komplek Bina Karakter, Selasa (29/9).

“Hari ini ada kegiatan penanaman talas beneng, untuk mendukung gerakan diversifikasi pangan dan memanfaatkan lahan pekarangan, “ ujar Yusral Tahir kepala PPMKP yang hadir membuka kegiatan.

Pemilihan komoditas talas beneng adalah karena talas ini memiliki banyak keunggulan dan potensial dikembangkan. “Talas beneng adalah komoditas potensial eksport dan multifungsi mulai umbi, daun hingga pelepahnya, “ ujar Yusral Tahir. Yusral Tahir menambahkan umbi talas beneng yang diolah menjadi tepung bisa menghasilkan aneka makanan.

Di kabupaten Pandeglang yang merupakan wilayah binaan PPMKP talas beneng sangat diharapkan menjadi komoditas potensial utk meningkatkan income petani. Budi daya talas beneng tidak memerlukan perlakuan khusus sehingga bagi petani komiditi tersebut memberikan peluang yang sangat baik diluar budidaya padi, jagung atau kedele.

Penanaman talas dipandu Dudi “ Beneng” Supriyadi penggiat talas beneng Kabupaten Pandeglang. Dihadapan pegawai PPMKP Ia menjelaskan sambil menunggu umbi siap panen daun talas bisa di panen setiap bulannya.

Daun talas ini sudah ditunggu sejumlah negara untuk dijadikan tembakau rokok herbal.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan  Dedi Nursyamsi mengajak untuk memaksimalkan pangan lokal dan harus dimulai dari diri sendiri sebagai insan pertanian.

Menurut Dedi, sekarang adalah saat yang tepat untuk masyarakat Indonesia kembali pada pangan lokal. Apalagi Indonesia memiliki banyak pangan lokal sebagai sumber karbohidrat selain beras.

Regi/PPMKP

HADITS HARI INI

0

30 September 2020
12 Shafar 1442 H

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

و حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ يَعْنِي ابْنَ مُحَمَّدٍ عَنْ ثَوْرِ بْنِ زَيْدٍ عَنْ أَبِي الْغَيْثِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَخْرُجَ رَجُلٌ مِنْ قَحْطَانَ يَسُوقُ النَّاسَ بِعَصَاهُ

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id, telah mengkhabarkan kepada kami Abdulaziz bin Muhammad dari Tsaur bin Zaid dari Abu Al Ghaits dari Abu Hurairah dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Kiamat tidak akan terjadi hingga seseorang muncul dari Qahtan menggiring manusia dengan tongkatnya.

HR Muslim No. 5182.

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Napoleon Terima Rp7 M Hapus Red Notice

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Jumlah bayaran menghapus red notice atau notifikasi Interpol soal pencarian buron atas nama Djoko Soegiarto Tjandra terungkap dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (29/9). Polri mengungkap Inspektur Jenderal Napoleon Bonaparte mendapat bayaran Rp7 miliar.

“Fakta perbuatan pemohon adalah setelah pertemuan kesepakatan tentang nilai sejumlah yang awalnya Rp3 miliar yang akhirnya nilai tersebut disepakati sebesar Rp7 miliar,” kata salah satu kuasa hukum Polri dalam persidangan praperadilan yang dimohonkan oleh Irjen Napoleon tersebut.

Seperti diketahui Djoko Soegiarto Tjandra jadi terpidana kasus korupsi hak tagih (cessie) Bank Bali, April 2020. Sedangkan uang Rp 7 miliar itu kesepakatan dibuat antara Napoleon dengan pengusaha Tommy Sumardi, yang juga jadi tersangka dalam perkara tersebut. Napoleon menjabat sebagai Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri yang juga membawahi Sekretaris NCB Interpol yang memiliki wewenang dalam pengurusan red notice.  

Tim hukum Polri menjabarkan bahwa tersangka Tommy Sumardi menyerahkan uang dalam bentuk dolar AS dan dolar Singapura secara bertahap pada April hingga awal Mei 2020. Polri menyebutkan bahwa penyidik telah menyesuaikan sejumlah bukti-bukti yang berkualitas seperti kesaksian para saksi, serta bukti-bukti surat lainnya. Oleh sebab itu, penyidik menduga bahwa tersangka dapat dijerat pasal penerimaan suap sebagaimana disematkan saat ini.

“Bukti CCTV jelas-jelas melihat uang tersebut diserahkan kepada pemohon. Penyerahan uang tersebut berimplikasi pada pengambilan keputusan yang lebih menguntungkan pemberi suap,” ujar kuasa hukum Polri lagi.

Atas pertimbangan itu, Polri meminta agar Hakim Tunggal Praperadilan menolak dalil yang diajukan oleh Napoleon selaku pemohon. Bareskrim Polri menerangkan penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan terhadap Napoleon selaku pemohon sudah sesuai dengan prosedur. Salah satunya, melalukan penyelidikan merujuk pada nota dinas dari Kadiv Propam Polri dan Kabareskrim Polri. “Bahwa proses penyelidikan yang dilakukan termohon diawali dengan diterima nota dinas dari Kadiv Propam Polri yang diajukan Kabareskrim Polri,” kata pihak Polri.

Dalam sidang sebelumnya, Napoleon menyatakan bahwa dirinya tidak pernah menerima uang terkait pengurusan red notice Djoko Tjandra dari Tommy Sumardi ataupun Brigjen Prasetijo Utomo. Dia meyakini bahwa Polri tidak memiliki bukti yang dapat menyatakan dirinya telah menerima suap. Apalagi, kata dia, Polri menuduhkan dirinya menghapus red notice Djoko Tjandra yang mana hal itu di luar dari wewenang jabatannya.

Dalam kasus ini, Napoleon dijerat Pasal 5 ayat (2), Pasal 11 , Pasal 12 huruf a dan Pasal 12 huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 KUHP.

Selain Napoleon, penyidik Bareskrim turut menjerat Brigjen Prasetijo Utomo, Djoko Tjandra, dan pengusaha Tommy Sumardi sebagai tersangka. Tommy dan Djoko diduga menjadi pihak pemberi. Sementara Napoleon dan Prasetijo penerima suap.

**ass

Angka Kematian di Kota Bogor Bertambah

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Kota Bogor kembali berstatus zona merah Covid-19. Pemkot Bogor pun mengambil langkah untuk memperpanjang pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas (PSBMK) selama dua minggu kedepan hingga 13 Oktober mendatang.

Walikota Bogor, Bima Arya mengatakan, perpanjangan PSBMK diambil atas persetujuan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dengan syarat memperketat pengawasan protokol kesehatan di perkantoran. Sebab, klaster keluarga yang ada di Kota Bogor beririsan dengan klaster luar kota dan perkantoran.

“Kami akan awasi sejauh mana kantor-kantor disiplin mengikuti aturan 50 persen Work From Home, dan yang memiliki penyakit bawaan dilarang untuk bekerja. Konsen utama kita sekarang adalah analisis klaster keluarga didominasi oleh perkantoran dan dari luar kota,” ujar Bima kepada wartawan, Selasa (29/9).

Menurut dia, Forkopimda sepakat untuk memberikan penguatan pengawasan protokol kesehatan di kantor-kantor. Nantinya, setiap kantor wajib memiliki Satgas Covid, sehingga bisa berkomunikasi dengan satgas tingkat kota. “Kami menyepakati bahwa masih akan membatasi aktifitas warga, namun sektor perekonomian harus terus berjalan,” ungkapnya.

Bima juga melihat adanya angka keseimbangan antara sektor ekonomi dan sektor kesehatan. Atas dasar itu, protokol kesehatan akan diperluas dan diperketat di tiap perkantoran. Tak hanya itu, kata Bima, jam operasional toko, rumah makan, restoran dan cafe diperbolehkan pada pukul 21.00 WIB dari sebelumnya hanya pukul 20.00 WIB. Pelonggaran tersebut dilakukan lantaran minimnya klaster dari unit ekonomi.

“Pembatasan aktivitas secara menyeluruh sampai pukul 21.00 WIB dan Tim Elang dan Tim Merpati akan terus berjalan untuk memastikan ditaatinya protokol kesehatan,” katanya.

Bima mengatakan, zona merah terjadi karena ada beberapa faktor di antaranya meningkatnya angka kematian, menurunnya tingkat kesembuhan Covid-19, dan tingkat keterisian rumah sakit yang makin tinggi. “Jadi tiga hal itu akan diperbaiki. Kami menemukan data bahwa angka kematian yang ada itu 80 persen dari pasien dengan penyakit penyerta,” kata dia.

Dalam sepekan ini penambahan kasus kematian Covid-19 mencapai enam orang. Berdasarkan hasil evaluasi data kasus Covid-19 di Kota Bogor, tingkat kematian paling tinggi terjadi kepada lelaki. Sedangkan paparan Covid-19 mayoritas terjadi pada orang dengan usia produktif serta anak-anak. “Orang yang terpapar di luar kota, atau beraktivitas di luar kemudian menulari orang rumah,” tegasnya.

Berdasarkan evaluasi tersebut, masyarakat dengan aktivitas tinggi ke luar kota juga diawasi secara khusus. “Intinya 50 persen pekerja kantoran harus WFH, yang punya penyakit bawaan dilarang bekerja,” jelasnya.

Bima menuturkan bahwa Pemkot Bogor kedepan akan terus melakukan tes masif kepada masyarakat. “Kami targetkan 1.000 seminggu, hari ini 16 ribu, sudah di atas rata-rata. RS rujukan juga diminta menambah fasilitas isolasi,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

Data Covid-19 Kota Bogor

-Total Kasus Positif Hingga 27 September 2020 adalah 1.180

-Angka Kematian 45 (4%)

-Angka Kesembuhan 827 (70%).

-80% Persen Kematian Disebabkan Komorbid (penyakit penyerta)

-821 kasus positif terjadi pada usia 20-59 tahun

-Usia Balita 27 Kasus

-Usia 6 sampai 19 tahun 117 kasus

Legislator Demokrat Positif Covid

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Seorang Anggota DPRD Kota Bogor terkonfirmasi positif Covid-19. Diketahui, yang bersangkutan adalah Anita Primasari Mongan, legislator asal Fraksi Partai Demokrat, yang juga merupakan anggota Komisi II dan Badan Anggaran (Banggar).

Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto mengatakan bahwa pihaknya mendapatkan hasil positif salah satu anggotanya tersebut pada Senin (28/9). Setelah itu, dewan langsung melakukan disinfeksi terhadap seluruh ruangan, memperketat protokol kesehatan dan melaksanakan tracing terhadap kontak erat yang bersangkutan.

“Hasilnya ada 19 orang yang kontak erat. Mereka adalah anggota dewan dan staf. Namun, pada Selasa (29/9) ada 31 orang yang mengikuti swab test di Dinkes, termasuk eksternal DPRD,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (29/9).

Selain itu, pihaknya juga membatasi jumlah pegawai yang bekerja di kantor. “Jadi ada yang WFH dan WFO. Disinfeksi rutin dilakukan setiap hari,” singkatnya.

Menurut Atang, anggota dewan yang terpapar Covid-19 saat ini sedang melaksanakan isolasi mandiri di kediaman pribadinya. “Untuk aktivitas di gedung DPRD tak ditutup, sebab ada beberapa hal yang mesti tetap dikerjakan seperti menyerap aspirasi warga dan penuntasan APBD Perubahan. “Untuk pembahasannya kami lakukan secara virtual dan tatap muka, demi memenuhi syarat persetujuan pengesahan APBD,” kata Atang.

Atang mengaku bahwa hingga kini pihaknya belum dapat memastikan bahwa anggotanya tersebut terpapar Covid-19 dari klaster mana. “Belum dapat diketahuu, darimana dia terpapar. Sebab agenda padat,” katanya.

Kendati demikian, kata Atang, Anita sempat mengalami demam tinggi pada Sabtu (26/9) malam, atau sepulangnya dari kunjungan kerja (kunker) luar kota. “Jadi kunker itu pada Kamis, dan Sabtu malam sudah pulang. Yang bersangkutan demam. Kemudian Minggu diswab test. Dan Senin (28/9) dinyatakan positif,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa pihaknya membebastugaskan anggota DPRD dan staf yang kontak erat dengan yang bersangkutan.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan, berdasarkan hasil tracing sementara, anggota DPRD yang terkonfirmasi Covid-19 terpapar saat menjalani kunjungan kerja ke luar kota atau tepatnya ke Yogyakarta. “Laporannya perjalanan kunker luar kota,” tandasnya.

Sementara itu, Anita Primasari Mongan mengatakan bahwa ia mengetahui telah terpapar corona setelah menjalani tes swab secara mandiri pada Senin (28/9). Padahal, sebelumnya ia sempat melakukan rapid test dan dinyatakan non-reaktif.

Ia pun menegaskan bahwa pengumuman sebagai pasien positif corona dilakukan agar memberikan pembelajaran kepada publik.

Anita pun bercerita sempat mengalami demam tinggi pada Sabtu (26/9) malam. Namun ketika itu, demamnya sempat turun usai mengkonsumsi vitamin dan obat. “Setelah diswab hasilnya positif. Kemudian, iapun melaksanakan isolasi mandiri. Saya harus bisa self healing ini. Penyakit ini belum ada obatnya. Jadi saya minum vitamin-vitamin aja dan makanan bergizi, termasuk ramuan jamu,” ungkapnya saat dihubungi melalui whatsapp, Selasa (29/9) malam.

Anita mengatakan bahwa ia melaksanakan isolasi mandiri di kediamannya selama 10 hari atas saran Dinkes dan Pak Wali. Kondisi fisik saya baik, makanya isolasi mandiri,” tegasnya.

Iapun meminta masyarakat tetap waspada dan tidak kendor untuk tetap jalankan protokol kesehatan. Tetap pakai masker jika keluar rumah, cuci tangan, jaga jarak dan selalu jaga imunitas agar terhindar dari Covid-19.

“Virus ini masih mengintai, kita jangan kendor dalam protokol kesehatan. Hasil rapid test non-reaktif bukan jaminan aman dari virus ini. Saya belajar dari sini bahwa akhir-akhir ini pandemi makin tinggi, tapi sayanya agak kendor menjaga protokol kesehatan,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

Hampir Setengahnya, Warga Bogor Nganggur

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Walikota Bogor, Bima Arya menjadi keynote speaker di Web Seminar (Webinar) Nasional UIKA dengan tema ‘Semangat Entrepreneur bagi Milenial di tengah Pandemi Covid-19’. Dalam kesempatan itu, Bima mengatakan bahwa situasi saat ini sedang berperang melawan sesuatu yang tidak terlihat, yang jenius dengan korban semakin banyak, namun logistik terbatas.

Tak ayal di situasi saat ini perlu berkolaborasi dan bersatu. Caranya dengan membaca medan pertempuran dengan serius, mengingat Pandemi Covid-19 semakin serius. “Kalau tidak bisa membaca medan pertempuran ini kita tidak akan menang, tapi kalau melihatnya dengan kacamata ilmiah memungkinkan kita mengatasi itu,” ujar Bima Arya di ruang kerja, Balai Kota Bogor, Selasa (29/9).

Bima Arya mengatakan, pihaknya melihat potret persoalan ekonomi di Kota Bogor dimana masyarakat banyak yang mengeluh dan meminta bantuan sosial, sementara anggaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat juga terbatas. Pemkot Bogor kemudian membuat kajian survei seberapa besar dampak ekonomi Pandemi Covid-19 secara keseluruhan.

“42 persen warga sempat menganggur dan di PHK saat Pandemi, sementara 7 persen diantaranya menganggur sebelum Pandemi dan sisanya 58 persen tetap sama seperti sebelum Pandemi,” sebutnya.

Kata Bima, orang-orang yang paling terdampak pandemi Covid-19 merupakan pekerja harian, seperti buruh, supir, karyawan toko/hotel/restoran, pedagang kaki lima dan freelance.

Mereka yang terdampak ini menariknya bisa membaca peluang dan memilih usaha alternatif yang diminati, yakni makanan sehat, alat olahraga, produksi sayur dan buah-buahan, Frozen food dan kuliner.

“Di Kota Bogor permintaan buah dan sayuran meningkat 300 persen. Tiga besar peluang usaha ini dihasilkan dari Pandemi Covid-19,” ujar Bima Arya.

Tak hanya itu, lanjut Bima, 91 persen warga pun berminat membuka usaha jika ada bantuan modal dan sarana prasarana dari pemerintah. Saat ini Pemkot Bogor berfokus pada tiga bidang yang diminati di Kota Bogor, yakni membuat wisata alam dengan anggarkan sekitar Rp 2 Miliar untuk membangun tracking alam di Mulyaharja.

Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian fokus membangun urban farming dan Pemkot Bogor juga mengalokasikan anggaran untuk mendorong pelaku UKM terdampak masuk ke produsen dekorasi rumah tangga.

“Proses sedang berjalan, sudah mulai pelatihannya, semoga Oktober sudah mulai kelihatan hasilnya. Kita meyakini selalu ada jalan untuk orang-orang yang mau berpikir dan berusaha, selalu ada peluang kesempatan di tengah tantangan, ujian cobaan, dan saya optimis bisa keluar dari pandemi Covid-19,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

Pembangunan Desa Banyak Tertunda Akibat Covid

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Dampak Covid-19 melanda hampir seluruh desa di Tanah Air. Pembangunan fisik maupun nonfisik jadi tertunda, seperti di Desa Parakanmuncang, Kecamatan Nanggung. Dari 9 RW se Desa Parakanmuncang, di 4 RW pembangunannya ditunda. “Masih banyak bangunan yang belum terealisasi,” kata Kepala Desa Parakanmuncang Mauludin saat menggelar MusrenbangDes, Selasa (29/9).

Mauludin

Menurutnya, tahun 2020 ini banyak usulan warga yang tertunda, ditambah di Musrenbang kali ini untuk anggaran tahun 2021, hampir keseluruhan warga mengajukan untuk perbaikan insfrastruktur. “Pengajuan insfrastruktur 2020 yang masih tertunda, nanti bisa di prioritaskan untuk pengerjaan 2021,” paparnya.

Akan tetapi, kata Mauludin, kalau anggaran DD itu tidak diperpanjang untuk  penanganan Bansos BLT – DD dampak Covid-19. Sebelumnya rencana bangunan tertunda, karena Dana Desa 2020, sekitar 500 juta digunakan untuk BLT-DD.” Belum realisasinya insfrastruktur yang diajukannya, warga memang memahami karena keadaan kondisinya seperti ini,” tandasnya.

Menurut dia, masih banyak PR lingkungan yang akan direncanaan pembenahan pada tahun mendatang karena sejauh ini ini  belum adanya keputusan pemerintah bahwa Dana Desa, nantinya akan dialokasikan kepembangunan apa untuk penanganan Covid. “Sejauh ini kami juga belum tahu,” ucapnya.

“Penyusunan rencana pembangunan desa tahun 2021 tadi yang kita ketahui beberapa usulan hasil dari  musyawarah Dusun 1 dan 2, kemudian hasil musyawarah dusun dibawa ke acara Musrenbangdes untuk penyusunan skala prioritas.”

Menurutnya, musyawarah tingkat dusun didominasi usulan infrastuktur. “Kami berharap Covid ini segera mereda sehingga  kegiatan pembangunan, baik itu infrastruktur maupun pemberdayaan manusia di tahun 2021 nanti tidak terganggu lagi,” ungkapnya.

** Arip Ekon

World Cleanup Day, Muspika Jasinga Bersih-bersih

0

Jasinga l Jurnal Inspirasi

Musyawarah pimpinan kecamatan (Muspika) Jasinga melakukan aksi bersih-bersih lingkungan dari sampah dalam rangka World Cleanup Day (hari bersih-bersih sedunia – red). Aksi pungut sampah itu dipusatkan di lapangan Anyarsari Desa Cikopomayak, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Selasa (29/9).

Danramil Jasinga Kapten Armed Agus Rahmad Zaenuri mengatakan, aksi pungut sampah yang digelar Muspika Jasinga ini merupakan bukti dari sinergitas lembaga yang ada di wilayah kecamatan Jasinga bersama masyarakat.

Momen World Cleanup Day yang dilaksanakan secara serentak di tingkat Kecamatan Jasinga merupakan momentum untuk menunjukan kepada masyarakat, rasa cinta dan kepedulian kita terhadap lingkungan dengan turut berpartisipasi melakukan aksi pungut sampah yang secara bersamaan dilakukan oleh berbagai pihak dalam memperingati World Cleanup Day di seluruh dunia.

“Dengan aksi pungut sampah ini, diharapkan dapat dilihat dan menjadi contoh bagi masyarakat sebagai upaya untuk menunjukkan kepada dunia, bahwa masyarakat Jasinga, sangat peduli dan cinta lingkungan, selanjutnya wujud dari rasa cinta itu ditunjukkan dengan aksi bersih-bersih dan memunguti sampah,” ujarnya kepada wartawan.

Terpisah Camat Jasinga Hidayat Saputra menjelaskan, selain itu pihaknya juga menginstruksikan kepada seluruh kepala desa di wilayah Kecamatan Jasinga untuk melakukan hal yang sama dengan melakukan aksi pungut sampah di wilayahnya masing-masing.

Kegiatan yang melibatkan aparatur pemerintahan kecamatan, TNI – Polri, Puskesmas, UPT Kebersihan, para kepala sekolah, karang taruna, dan unsur lainnya ikut menyisir area setiap jalan dan lingkungan masing tempatnya untuk secara bersama melakukan aksi bersih-bersih dengan memunguti sampah.

“Kegiatan bersih – bersih ini saya arahkan juga di setiap kantor pelayanan masing – masing, untuk dilakukan aksi bersih bersih dengan cara memungut sampah, seperti Puskesmas, Koramil, Polsek dan kantor kecamatan serta kantor desa yang ada di wilyah Kecamatan Jasinga,”tukasnya.

** Arip Ekon

Kecamatan Ciawi Dan UPT Pengelolaan Sampah Jalankan Surat Edaran Bupati

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kecamatan Ciawi bekerjasama dengan Unit Pelaksana Teknik (UPT) Pengelolaan Sampah wilayah III pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor beserta pemerintah desa melakukan aksi bersih – bersih. Kegiatan itu merupakan tindak lanjut dari surat edaran Bupati Bogor tentang World Clean Up Day atau hari kebersihan dunia yang jatuh pada Selasa (29/9).

Kepala UPT Pengelolaan Sampah wilayah III, Rudi Andryanto mengatakan,  kegiatan bersih-bersih ini bagian dari tindak lanjut surat edaran Bupati Bogor tersebut. “Pemerintah Kecamatan Ciawi bekerjasama dengan UPT Pengelolaan Sampah melakukan aksi bersih-bersih di lingkungan perkantoran,” ujarnya kepada wartawan.

UPT Pengelolaan Sampah, lanjutnya, sebagai kepanjangan dari DLH Kabupaten Bogor sangat mengapresiasi kegiatan hari kebersihan dunia ini. “Jadi seluruh petugas pengelolaan sampah di wilayah III, ikut turun membersihkan sampah di sepanjang jalur Ciawi. Satu armada truk sampah pun kami siapkan untuk pengangkutan,” papar Rudi.

Rudi pun mengaku, saat ini di kantor UPT nya sudah disediakan protokol kesehatan, mulai dari tempat cuci tangan, handsanitezer dan alat pengukur suhu badan. “Kami bersama-sama memerangi Virus Corona dengan menerapkan protokol kesehatan,” imbuhnya.

Sementara, Camat Ciawi Adi Heryana menjelaskan, di kegiatan tersebut, pihak kecamatan mengandeng semua instansi pemerintahan yang ada di wilayah Ciawi, mulai dari UPT maupun desa-desa yang ada di Ciawi.  “Untuk desa melakukan kebersihannya di desa atau sekitar lingkungannya, kalau kita (kecamatan-red) fokusnya di lingkungan kantor kecamatan,” kata Camat Ciawi.

Untuk desa sendiri, sambung camat, melaksanakan kegiatan kebersihan secara serentak di 13 desa yang ada di wilayah Ciawi. “Titik-titik lokasinya ada yang di sekitar kantor desa atau jalur protokol desa. Tujuannya guna memacu supaya wilayah  Kecamatan Ciawi ini bersih dari sampah. Apalagi kan kemarin salah satu terjadinya banjir serta longsor penyebabnya adalah sampah yang dibuang sembarangan,” ungkapnya.

Adi minta masyarakat agar dapat memberdayakan sampah menjadi rupiah. Dengan kata lain di olah sedemikian rupa agar dapat menjadi pupuk kompos.  “Kita akan coba edukasikan secara bertahap kepada masyarakat. Sebab hal ini sudah ada yang melaksanakannya seperti di Desa Banjarwangi. Sistemnya kerjasamanya dengan Bumdes. Jadi  masyarakat diberikan edukasi temtang pengolaan sampah yang hasilnya bisa dimaksimalkan untuk PAD desa,” jelasnya.

Terkait masalah tumpukan sampah yang belum dapat teratasi khususnya di Desa Cileungsi, pihak kecamatan sudah melakukan koordinasi dengan UPT DLH. Hal ini dimaksudkan agar sampah yang ada bisa diangkut dulu ke TPA Galuga.

“Disamping nantinya kita kerjasama dengan desa, bagaimana caranya agar bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang lain. Apalagi kan lahan itu lahan desa dan bisa ditutup, setelah itu desa dapat mengolahnya untuk kepentingan yang lain seperti taman,” tukas Adi.

** Dede Suhendar

Dewan Soroti Revitalisasi Blok C Pasar Cisarua

0

Cisarua | Jurnal Inspirasi

Pelaksanaan revitalisasi Pasar Cisarua Blok C yang sudah berjalan beberapa minggu, mendapat sorotan dari sejumlah pihak, salah satunya anggota dewan Kabupaten Bogor yang duduk di Komisi III.

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, Ferry Roveo Checanova mengatakan, pekerjaan revitalisasi Pasar Cisarua Blok C yang berlangsung di tengah pandemi Covid-19 harus diperhatikan oleh pelaksana pemenang tender. Protokol kesehatan pencegahan Covid-19 barus dipatuhi.

Selain itu, lanjutnya, pihak pelaksana juga harus bekerja sesuai dengan RAB dan gambar yang ada, sehingga kualitas bangunan sesuai dengan yang diharapkan.

 “Proyek revitalisasi ini kan menggunakan anggaran dari APBD Kabupaten Bogor tahun 2020 sebesar 5 miliar. Makanya pelaksanaan pembangunan harus di awasi,” ujar politisi PPP tersebut.

Lelaki yang akrab disapa Fio ini melanjutkan, dengan kondisi cuaca saat ini, di mana curah hujan cenderung tinggi, pelaksana kegiatan harus memperhatikannya.

 “Perlu diingat intensitas hujan sudah mulai tinggi, jumlah pekerja harus disesuaikan dengan skedul yang ada, karena waktu efektif tinggal tiga bulan lagi. Mudah-mudahan tidak ada kendala di lapangan, dan pekerjan selesai tepat waktu dengan kualitas sesuai dengan RAB,” harapnya.

Fio pun berjanji akan mengajukan ke Ketua Komis III untuk meninjau lokasi revitalisasi Pasar Cisarua Blok C. “Mudah-mudahan secepatnya kita bisa meninjau ke lokasi revitalisasi pasar plat merah milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor itu,” imbuhnya.

Sementara, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Bogor, Nuradi mengatakan, progres pekerjaan fisik revitalisasi Pasar Cisarua Blok C masih sangat rendah. “Sekarang baru 1,3 persen,” singkatnya.

Pantauan di lokasi Pasar Cisarua yang dibangun pada tahun 1989 itu, saat ini PT Asi Namura Jaya sebagai pemenang proyek, baru melaksanakan perataan tanah menggunakan alat berat di bekas salah satu bangunan kios Blok D yang dibongkar.

** Dede Suhendar