23 C
Bogor
Monday, April 6, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1474

BBPP Batu Berkolaborasi dengan Bahrul Maghfiroh Bangun SDM Tangguh

0

Malang | Jurnal Inspirasi

Di tengah pandemi Covid-19 ini, sektor pertanian masih tetap mampu bertahan bahkan menjadi penyumbang tertinggi bagi pertumbuhan ekonomi nasional.  Pertumbuhan ini tentu harus tetap terjaga dan dijadikan momentum untuk meningkatkan kesejahteraan petani maupun peternak.

Kementerian Pertanian (Kementan) mentargetkan peningkatan kesejahteraan petani  melalui tiga program strategis. Ketiga program tersebut adalah penyediaan layanan Kredit Usaha Rakyak (KUR), Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks) dan Komando Strategis Pembangunan Pertanian atau yang disebut dengan Kostratani.

“Titik pengungkit program utama Kementan adalah sumber daya manusia (SDM),” ujar Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Prof. Dedy Nursyamsi,

Selanjutnya Prof. Dedi mengatakan bahwa tugas Badan PPSDMP adalah menyediakan sumber daya manusia  yang unggul inovatif, kreatif, produktif dan berjiwa enterpreneur. Tugas tersebut ditopang tiga pilar utama yaitu Pusat Pelatihan Pertanian, Pusat Penyuluhan Pertanian dan Pusat Pendidikan secara bersama sama akan berjuang untuk dapat mewujudkannya.

Untuk  memberikan nilai tambah dan memperkuat kelembagaan petani, maka pembentukan korporasi menjadi sangat penting agar posisi petani tidak selamanya di bawah. Melalui korporasi petani sekaligus dapat meningkatkan posisi daya tawar produk pertanian yang nantinya berdampak pada kenaikan pendapatan dan kesejahteraan.

Perlu ada perubahan pola pikir dari hanya berfokus pada urusan budidaya pertanian menjadi sekaligus memikirkan aspek komersialisasi dan pemasaran dari hasil pertanian. Yang harus dibangun ialah bisnis yang terintegrasi dari produksi hingga proses setelah panen. Oleh karena itu petani peternak perlu berkelompok dalam jumlah yang besar dan berada dalam sebuah korporasi sehingga diperoleh skala ekonomi yang efisien. Ini bisa mempermudah petani dan peternak dalam mengakses pembiayaan, informasi teknologi, dan meningkatkan efisiensi maupun memperkuat pemasarannya.

Berkaitan dengan itu, Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu Dr. Wasis Sarjono, S.Pt, M.Si. berdiskusi berbagai aspek seperti kurikulum pelatihan, membangun jejaring kerja, pola kepemimpinan, termasuk juga upaya pengembangan pengolahan pasca panen pengolahan susu terutama Keju Mozarella dengan Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri MS, mantan Rektor Universitas Brawijaya, sekaligus sebagai pengasuh pondok pesantren dan pembina Halal Centre Bahrul Magfiroh.

Diawal pembicaraan pengasuh ponpes yang memiliki 420 santri itu mengatakan bahwa di Mahrul Magfiroh, Santri tidak saja harus menguasai mengenai ilmu agama, tauhid, fiqih, tasawuf, dan akhlak tapi sudah bergeser dan telah mengalami perluasan makna yang mengartikan santri tidak hanya terbatas pada definisi seperti diatas.

Tapi juga harus mampu menguasai bidang keilmuan lainnya termasuk sektor pertanian. Para santri yang hidup di era milenial yang serba cepat, praktis, dan terkoneksi dengan dunia internet. Dia menuturkan, di era revolusi industri saat ini santri milenial harus mampu ikut andil dalam perkembangan zaman demi kemajuan peradaban. Penggabungan antara  sain dan agama menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Dengan demikian lulusan Bahrul Magfiroh tidak menjadi beban masyarakat tapi harus menjadi model.

Begitu juga pelatihan pelatihan yang dilaksanakan, mengingat ilmu yang selalu berkembang maka kurikulum pun harus sudah berdasar pada tuntutan generasi milenial, hal lain kurikulum perlu dikaji dari nilai ekonomi dan pelatihan itu harus berorientasi pada keuntungan.

Pada pertemuan itu juga dibahas berkaitan  dengan penanganan pascapanen susu. Salah satu olahan susu yang akan dikembangkan adalah Keju Mozarella, hal ini berdasar pada banyaknya permintaan  terutama pada kuliner tradisional yang menyajikan  citarasa modern.

Ada beberapa KUD yang memiliki ketertarikan untuk memproduksi Keju Mozarella seperti KUD Setia Kawan dan KUD Kejabung akan tetapi belum tersedianya SDM yang memiliki keterampilan dalam proses pembuatan keju mozarella dan tenaga yang memahan pemasaran secara on line. Inilah kolaborasi yang akan dibangun antara BBPP Batu dan ponpes Bahrul Magfiroh.

** T2S/Wan

Beasiswa LPDP Dibuka, Ini Tahapannya

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) resmi membuka pendaftaran program beasiswa, meski kini masih di tengah pandemi Covid-19. Melalui akun resmi instagramnya @lpdp_ri, lembaga pemberi beasiswa ini mengungkapkan informasi terkait pendaftaran program beasiswa ini.

Dikutip CNBC, Rabu (7/10), tahun ini LPDP menargetkan dapat memberikan beasiswa kepada hampir 4.000 orang. Angka ini naik dua kali lipat dibandingkan tahun lalu. Pada tahun ini LPDP juga memberikan dukungan biaya pendidikan untuk 42 universitas dalam negeri dan 275 universitas luar negeri.

Sebanyak 65% beasiswa diberikan kepada mahasiswa yang mendaftar perguruan tinggi di dalam negeri, dan sisanya untuk beasiswa belajar di universitas luar negeri.

Adapun jadwal pendaftaran program beasiswa LPDP 2020 ini dibuka selama dua minggu mulai hari ini, Selasa, 6 Oktober hingga 20 Oktober 2020. Setidaknya, ada dua kategori beasiswa LPDP yang diberikan yakni untuk pendidik dan beasiswa perguruan tinggi utama dunia.

Beasiswa perguruan tinggi utama dunia diperuntukkan untuk Warga Negara Indonesia (WNI) yang mengambil studi pendidikan magister dan doktoral. Sementara beasiswa pendidik diperuntukkan bagi tenaga pendidik atau guru tetap pada sekolah di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang akan mengambil jenjang S2 atau magister.

Selain itu, ada juga beasiswa doktoral yang diperuntukkan bagi dosen tetap pada perguruan tinggi di bawah Kemendikbud serta Kementerian Agama.


Tata Cara Pendaftaran

Pendaftaran beasiswa LPDP bisa dilakukan mulai hari ini, Selasa 6 Oktober 2020 dan akan berakhir pada dua pekan mendatang, Selasa, 20 Oktober 2020.

“Pendaftaran beasiswa dapat dilakukan melalui beasiswalpdp.kemenkeu.go.id mulai hari ini (6 Oktober) hingga 20 Oktober 2020,” begitu keterangan tertulis seperti dikutip dari akun instagram resmi LPDP @lpdp_ri.

Pendaftaran bisa dilakukan secara online melalui https://beasiswalpdp.kemenkeu.go.id/

Setelah itu, pendaftar juga diharuskan melengkapi dan mengunggah semua dokumen yang dipersyaratkan pada aplikasi pendaftaran.

“Pastikan melakukan submit aplikasi pendaftaran untuk mendapat kode registrasi atau pendaftaran,” begitu bunyi keterangan tertulis seperti dikutip dari booklet yang diunduh dari laman https://www.lpdp.kemenkeu.go.id/.


Tahapan Seleksi

Ada dua tahap seleksi beasiswa LPDP, baik untuk kategori pendidik maupun Perguruan Tinggi Peringkat Utama Dunia, yakni seleksi administrasi dan seleksi substansi.


Tahapan Pendaftaran dan Seleksi

Dikutip dari booklet yang diunduh dari laman https://www.lpdp.kemenkeu.go.id/, berikut ini tahapan pendaftaran beasiswa LPDP

a. Tahapan Pendaftaran dan Seleksi Beasiswa Pendidik

Pembukaan pendaftaran: 6 Oktober 2020

Penutupan pendaftaran beasiswa: 20 Oktober 2020

Seleksi administrasi: 21 Oktober-1 November 2020

Pengumuman hasil seleksi administrasi: 2 November 2020

Seleksi substansi: 4-20 November 2020

Pengumuman hasil seleksi substansi: 4 Desember 2020

b. Pendaftaran dan Seleksi Beasiswa Perguruan Tinggi Peringkat Utama Dunia

Pembukaan pendaftaran: 6 Oktober 2020

Penutupan pendaftaran beasiswa: 20 Oktober 2020

Seleksi administrasi: 21 Oktober-1 November 2020

Pengumuman hasil seleksi administrasi: 2 November 2020

Seleksi substansi: 4-20 November 2020

Pengumuman hasil seleksi substansi: 4 Desember 2020

** ass

Pimpinan dan Anggota DPR Jangan Lari

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Di tengah polemik pasca-pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja atau Ciptaker, masyarakat terus melakukan aksi penolakan. Apalagi UU yang disahkan pada Senin, 5 Oktober 2020 itu dianggap tergesa-gesa dan tidak merakyat.

DPR dengan pemerintah saat ini menjadi sorotan publik, mengingat penolakan yang masif tetapi tetap disahkan juga. Wakil Ketua DPR periode 2014-2019 Fahri Hamzah mengatakan, pimpinan DPR tidak boleh lari dari persoalan ini. Ia meminta mereka menemui dan menjelaskan kepada rakyat.

“Pimpinan dan anggota @DPR_RI jangan lepas tangan..kalian dipilih untuk menanggung perasaan dan aspirasi rakyat,” ujar Fahri dalam akun twitter pribadinya @fahrihamzah dikutip dari VIVA, Rabu (7/10).

Menurut Wakil Ketua Umum Partai Gelora itu, di tengah perbedaan persepsi saat ini, maka wajib bagi pimpinan dan anggota dewan untuk memberi penjelasan kepada rakyat. Menurut politikus asal Sumbawa, NTB, itu tidak ada yang salah jika memang ruang dialog dibuka.

“Bertemulah dengan rakyat dan jangan lari…kita harus mau dialog dan berbicara,” lanjutnya.

Diketahui, Rancangan UU Ciptaker saat awal diajukan oleh pemerintah, langsung mendapat penolakan. Gelombang aksi buruh dan mahasiswa memadati Gedung DPR. Termasuk di daerah-daerah.

Di masa pandemi COVID-19, pemerintah dan DPR tetap melakukan pembahasan. Hingga akhirnya disetujui pada paripurna DPR pada 5 Oktober 2020. Dua fraksi menolak yakni Fraksi Partai Demokrat dan Fraksi PKS. Sementara yang lainnya menerima.

** ass

Serikat Buruh tak Tertarik Judicial Review

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Ketua Umum Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Nining Elitos menyatakan, pihaknya belum berencana melakukan Judicial Review (JR) atau uji materi terkait Undang-Undang (UU) Cipta Kerja ke Mahkamah Konstitusi (MK), dalam waktu dekat. Kata Nining, saat ini serikat buruh masih melakukan konsolidasi untuk menggelar aksi demonstrasi di masing-masing wilayah.

“Belum ada sih. Kita masih tetep mobilisasi massa. Jadi masih tetep berjuang berkaitan dengan kepentingan bersama, jadi belum ada untuk ke jalur Judicial Review,” kata Nining dikutip Sindonews, Rabu (7/10). 

Menurut Nining, kekuasaan yang melibatkan pemerintah dan DPR saat ini sulit dipercaya. Sebab, sambungnya, banyak janji-janji pemerintah dan DPR terkait pembahasan Omnibus Law RUU Cipta Kerja yang tidak ditepati.

“Ketika kita menyampaikan aspirasi, mereka bilang di masa reses tidak akan melakukan pembahasan, rapat, atau sidang. Faktanya, seminggu dua kali,” bebernya. 

“Nah kemarin kita kita dikagetkan adanya pembahasan di paripurna tanggal 8, tapi tiba-tiba berubah tanggal 5 gitu ya. Bayangkan, rapat pengesahan saja, anggota dewan tidak dapat draft. Entah apa yang disahkan kemarin,” imbuhnya.

Atas dasar itulah kemudian Nining dan serikat buruh lainnya meragukan keberpihakan UU Cipta Kerja terhadap rakyat. “Nah itu semakin menguatkan keraguan kita bahwa UU itu adalah bukan untuk rakyat kecil tapi lebih kepada kepentingan pemodal dan oligarki,” terangnya.

Nining juga mengaku telah berkoordinasi dengan sejumlah elemen serikat buruh di daerah terkait upaya Judicial Review ke MK. Namun memang, kata Nining, belum ada serikat buruh yang akan melakukan Judicial Review terkait UU Cipta Kerja, dalam waktu dekat.

“Di aliansi gerakan buruh bersama rakyat, dan bersama aliansi-aliansi di daerah, berbagai macam kota dan daerah, kita sampai hari ini belum terpikirkan hal (Judicial Review) itu. Tetapi kita masih perjuangan yang sekuat-kuatnya,” pungkasnya.

** ass

PSSI Buka Pintu Marc Klok untuk Timnas

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan menyambut gelandang Persija Marc Anthony Klok menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). PSSI siap memanggil pemain yang bersinar bersama PSM Makassar itu menjadi penggawa tim nasional Indonesia senior.

Proses Klok menjadi WNI memakan waktu setahun. Pemain kelahiran Amsterdam, Belanda, 20 April 1993, itu mengajukan proses naturalisasi sejak masih di PSM Makassar pada 2019, lantaran ingin membela timnas Merah Putih.

Melalui Kemenpora, Klok mengajukan permohonan naturalisasi, bersama tiga pebasket Brandon Van Dorn Jawato yang sebelumnya berpaspor Amerika Serikat, Lester Prosper (Inggris), dan Kimberly Pierrre-Louis (Kanada).

Setelah melewati pemeriksaan Tim Pemeriksa dan Peneliti Pemberian Kewarganegaraan (TP3K) dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), Kemensetneg, BIN, Perbasi, dan PSSI pada 31 Januari 2020, mereka mendapat restu dari presiden dan persetujuan DPR RI.

Pada Senin (5/10), Ketua Umum PSSI didampingi Plt Sekjen Yunus Nusi dan Marck Klok berada di kantor PSSI, Jakarta mengikuti rapat virtual untuk pemberian kewarganegaraan RI bersama Komisi III DPR dan bersama Kemenkunham dan Kemenpora.

Iriawan menyebut PSSI menyambut baik Klok menjadi WNI. “PSSI ikut senang Marck Klok selangkah lagi menjadi warga negara Indonesia. Tentu ini hal yang positif bagi PSSI karena Klok bisa dipanggil memperkuat timnas Indonesia,” kata Irawan dilansir laman resmi PSSI.

“Klok pemain hebat, dia sudah menunjukkan talentanya saat bermain di beberapa liga di Eropa, lalu di PSM Makassar dan saat ini bermain di Persija Jakarta.”

Menurut Iriawan, PSSI selektif menaturalisasi pemain. Tidak sembarang pemain asing bisa menyandang Garuda di dada. “Pemain yang benar-benar memiliki skill, teknik serta attitude yang mumpuni dan bisa menambah kekuatan timnas Indonesia yang akan diajukan proses naturalisasi oleh PSSI,” ujar Iriawan.

Sementara Marc Klok bersyukur menjadi warga negara Indonesia. “Saya senang, semua proses berjalan dengan lancar,” ujar Marc Klok yang menyukai kuliner nusantara seperti gado-gado, tempe, dan perkedel. “Terima kasih kepada Ketua Umum PSSI dan pihak-pihak yang telah membantu saya dalam proses naturalisasi ini.”

“Selama ini, saya menikmati bermain di Liga Indonesia dan tertarik dengan kultur budaya Indonesia yang dikenal dengan keramahannya. Saya berharap memperkuat dan meraih prestasi bersama timnas Indonesia nantinya.”

** ass

WHO Ungkap Vaksin Siap Akhir Tahun

0

Jenewa | Jurnal Inspirasi

Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menyatakan vaksin untuk melawan Covid-19 kemungkinan sudah siap pada akhir tahun.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyerukan solidaritas dan komitmen politik dari semua pemimpin untuk memastikan pemerataan vaksin ketika tersedia.

“Kami butuh vaksin dan ada harapan akhir tahun ini sudah bisa ada vaksin. Ada harapan, ”kata Tedros dalam sambutan terakhirnya kepada Dewan Eksekutif WHO, tanpa menjelaskan lebih lanjut seperti dilansir Reuters dikutip dari Sindonews, Rabu (7/10).

Sembilan vaksin eksperimental sedang disiapkan untuk fasilitas vaksin global COVAX WHO yang bertujuan untuk mendistribusikan 2 miliar dosis pada akhir tahun 2021.

Pertemuan Dewan Eksekutif WHO yang berlangsung selama dua hari membahas tanggapan global terhadap pandemi serta mendengar seruan dari negara-negara termasuk Jerman, Inggris dan Australia untuk reformasi guna memperkuat badan PBB tersebut.

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah mengecam keras peran WHO dalam krisis pandemi Corona, menuduhnya terlalu dekat dengan China dan tidak berbuat cukup untuk mempertanyakan tindakan Beijing akhir tahun lalu ketika virus pertama kali muncul di Wuhan. Tedros menolak saran tersebut dan mengatakan agensinya telah memberi informasi kepada dunia.

Tiga panel independen yang meninjau kinerja WHO termasuk Peraturan Kesehatan Internasional 2005 – yang menetapkan pedoman tentang pembatasan perdagangan dan perjalanan yang diberlakukan selama keadaan darurat kesehatan – memberikan pembaruan tentang pekerjaan mereka.

Panel Independen untuk Kesiapsiagaan dan Respons Pandemi, yang dipimpin oleh mantan Perdana Menteri Selandia Baru Helen Clark dan mantan Presiden Liberia Ellen Johnson Sirleaf, bertemu untuk pertama kalinya bulan lalu.

“Kami berharap mendapat pelajaran nyata yang bisa kami terapkan dan mencegah hal yang sama terjadi,” kata Tedros. “Tetapi saya ingin meyakinkan Anda bahwa WHO siap untuk belajar dari ini dan mengubah organisasi ini,” imbuhnya.

“Selama transformasi, kami menjanjikan hal ini, kami berjanji akan terus berubah secara konstan,” ujarnya mengacu pada programnya sejak menjabat pada 2017.

** ass

HADITS HARI INI

0

07 Oktober 2020
19 Shafar 1442 H

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ وَإِسْحَقُ بْنُ مَنْصُورٍ قَالَ إِسْحَقُ أَخْبَرَنَا و قَالَ زُهَيْرٌ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ وَهُوَ ابْنُ مَهْدِيٍّ عَنْ مَالِكٍ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُبْعَثَ دَجَّالُونَ كَذَّابُونَ قَرِيبٌ مِنْ ثَلَاثِينَ كُلُّهُمْ يَزْعُمُ أَنَّهُ رَسُولُ اللَّهِ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ هَمَّامِ بْنِ مُنَبِّهٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِثْلِهِ غَيْرَ أَنَّهُ قَالَ يَنْبَعِثَ

Telah menceritakan kepadaku Zuhair bin Harb dan Ishaq bin Manshur, berkata Ishaq: Telah mengkhabarkan kepada kami, sementara Zuhair berkata: Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Mahdi dari Malik dari Abu Az Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Kiamat tidak akan terjadi hingga para Dajjal pendusta dimunculkan, jumlah mereka hampir tiga puluh, semua mengaku bahwa ia adalah utusan Allah.

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Rafi’, telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq, telah mengkhabarkan kepada kami Ma’mar dari Hammam bin Munabbih dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sepertinya, hanya saja ia menyebut: Muncul.

HR Muslim No. 5205.

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Serikat Buruh Dunia Minta Omnibus Law Dicabut

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Global Union atau Serikat Buruh Internasional (SBI) menyurati Presiden Joko Widodo terkait Omnibus Law Cipta Kerja yang telah disahkan. Mereka meminta agar Pemerintah Indonesia untuk mencabut, melakukan negosiasi ulang, dan membuka dialog konstruktif dengan serikat pekerja.

Berdasarkan surat yang beredar di dunia maya, salah satunya dibagikan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional Dian Fatwa, SBI khawatir pemerintah sedang berupaya melembagakan perubahan besar dan menderegulasi ekonomi di saat pandemi Covid-19. Omnibus law yang mengubah 79 undang-undang dan lebih dari 1.200 pasal, dinilai merupakan ancaman bagi proses demokrasi.

“Kami memiliki keprihatinan yang serius tentang berbagai ketentuan dan klaster, termasuk klaster tenaga kerja, listrik, pendidikan dan ketentuan deregulasi perlindungan lingkungan,” demikian yang tertulis dalam surat tersebut, dikutip Selasa (6/10).

Secara keseluruhan, SBI melihat undang-undang tersebut menempatkan pada kepentingan dan tuntutan investor asing di atas pekerja, masyarakat, dan lingkungan. Mereka prihatin prosedur dan substansi Omnibus Law Cipta Kerja tidak sejalan dengan kewajiban HAM Indonesia di bawah hukum HAM internasional.

Dalam pembahasannya, SBI sadar bahwa omnibus law telah mengajak serikat pekerja Indonesia untuk berdiskusi. Akan tetapi hasil regulasi tersebut jauh panggang dari api. “Serikat pekerja sangat yakin bahwa gugus ketenagakerjaan dari Omnibus Law Cipta Kerja akan secara signifikan mengesampingkan hak dan kesejahteraan pekerja Indonesia dan bertentangan dengan UU Ketenagakerjaan No. 13/2003,” jelas Serikat Buruh Internasional.

Tidak hanya itu, sekitar 35 investor global yang mewakili investasi (AUM) senilai 4,1 triliun dolar AS juga membuat surat terbuka kepada pemerintah Indonesia guna menyikapi Rancangan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja.

Menurut ke-35 investor itu, RUU yang baru saja disahkan pemerintah dan DPR ini akan merusak iklim investasi. RUU Cipta Kerja dianggap bakal melanggar standar praktik terbaik internasional yang ditujukan untuk mencegah konsekuensi berbahaya dari aktivitas bisnis. Pada akhirnya hal ini akan menghalangi investor dari pasar Indonesia.

Surat itu juga mengkritisi kerangka perizinan, pemantauan kepatuhan lingkungan, konsultasi publik, dan sistem sanksi yang diyakini akan berdampak parah terhadap lingkungan, hak asasi manusia dan ketenagakerjaan. Kekhawatiran inilah yang menjadi sumber ketidakpastian yang dihindari investor.

** ass

Tolak Omnibus Law Merebak

0

n Buruh dan Mahasiswa Turun ke Jalan

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Aksi mogok kerja dan berdemonstrasi menolak Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja dilakukan buruh di wilayahnya kerjanya masing-masing se-Indonesia, Selasa (6/10). Bahkan aksi penolakan ini merebak tagar dan poster “Mosi Tidak Percaya” mencuat di media sosial usai pemerintah Jokowi menyetujui Omnibus Law RUU Ciptaker ditetapkan menjadi Undang-undang. Pengesahan itu diambil dalam Rapat paripurna DPR RI masa persidangan I tahun sidang 2019-2020 pada Senin (5/10).

Dalam sejarahnya, mosi tidak dipercaya dipakai oleh parlemen untuk menyatakan ketidakpercayaannya kepada pemerintah karena dinilai tidak lagi mampu menjalankan tugasnya. Tapi, saat ini, masyarakat justru menggunakan itu untuk menyatakan ketidakpercayaannya kepada DPR dan pemerintah setiap kali muncul undang-undang baru yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kota Bogor, Budi Mudrika mengatakan, sesuai instruksi, maka seluruh elemen buruh siap menggelar aksi unjuk rasa mogok kerja nasional selama tiga hari ke depan. “Sesuai dengan instruksi, kita melakukan unjuk rasa mogok kerja secara nasional. Kami (buruh) di Bogor melakukan unjuk rasa di perusahaannya masing-masing,” kata Budi.

Budi menyebut, hari ini ada 3.500 buruh dari SPN Kota Bogor melakukan aksi mogok kerja di perusahaannya masing-masing. Atas aksi itu, sambung Budi, beberapa perusahaan di Kota Bogor melakukan negosiasi dengan pihak manajemen terkait instruksi mogok nasional tersebut. “Mogok ini sampai tiga hari ke depan. Saya sekarang sedang monitor di salah satu perusahaan,” sebut Budi. Ia menilai, banyak hak buruh yang dikebiri di dalam UU Cipta Kerja yang baru disahkan itu. Salah satunya, kata dia, adalah mengenai pesangon.

Sebab itu, lanjut dia, sebagai bentuk perlawanan, maka para buruh berencana akan mengajukan gugatan uji materi ke Mahkamah Konstitusi (MK). “Kita akan menunggu instruksi lanjutan,” pungkas Budi.

Sebelumnya, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal menyatakan, elemen buruh akan menggelar mogok nasional sejak Selasa (6/10) hingga 8 Oktober 2020. Sedikitnya dua juta buruh mengikuti nasional tersebut meliputi sektor industi seperti kimia, energi, pertambangan, tekstil, garmen, sepatu, otomotif dan komponen, elektronik dan komponen, industri besi dan baja, farmasi dan kesehatan, percetakan dan penerbitan, industri pariwisata, industri semen, telekomunikasi, pekerja transportasi, pekerja pelabuhan, logistik, perbankan, dan lain-lain.

Adapun sebaran wilayah 2 juta buruh yang ikut mogok nasional antara lain Jakarta, Bogor, Depok, Tengerang Raya, Serang, Cilegon, Bekasi, Karawang, Purwakarta, Subang, Cirebon, Bandung Raya, Semarang, Kendal, Jepara, Yogjakarta, Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, dan Pasuruan. Berikutnya adalah Aceh, Padang, Solok, Medan, Deli Serdang, Sedang Bedagai, Batam, Bintan, Karimun, Muko-Muko, Bengkulu, Pekanbaru, Palembang, Bandar Lampung, dan Lampung Selatan. Selain itu, mogok nasional juga dilakukan di Banjarmasin, Palangkaraya, Samarinda, Mataram, Lombok, Ambon, Makasar, Gorontalo, Manadao, Bitung, Kendari, Morowali, Papua, dan Papua Barat.

Dengan demikian, provinsi-provinsi yang melakukan mogok nasional adalah Jawa Barat, Jakarta, Banten, Jogjakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Bengkulu, Riau, Lampung, NTB, Maluku, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Papua, dan Papua Barat.

Dalam aksi mogok nasional, buruh menyuarakan tolak omnibus law RUU Cipta Kerja, antara lain tetap ada UMK tanpa syarat dan UMSK jangan hilang, nilai pesangon tidak berkurang, tidak boleh ada PKWT atau karyawan kontrak seumur hidup, tidak boleh ada outsourcing seumur hidup, waktu kerja tidak boleh eksploitatif, cuti dan hak upah atas cuti tidak boleh hilang, karyawan kontrak dan outsourcing harus mendapat jaminan kesehatan dan pensiun.

** ass

Atlet Anggar Kabupaten Bogor Tampil Gemilang

0

Cibinong | Jurnal  Inspirasi  

Tampil perdana pada Kejuaraan Mini Anggar Papua menuju Pekan Olahraga Nasonal (PON) XX Papua 2021, yang berlangsung di Gelanggang Olahraga (GOR) Anggar Pajajaran Kota Bogor.

Atlet pemula binaan Pengurus Cabang Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (Ikasi) Kabupaten Bogor, Nicholas Owen Putra Sridana yang tergabung dalam Tim Anggar Sabre ‘Bumi Tegar Beriman’ tampil gemilang setelah berhasil meraih medali perak pada event perdana yang diikutinya.

Nicholas Owen PS tampil perdana di turnamen mini anggar tersebut bersama dengan para seniornya yakni Tipra Simanjuntak, Raditia, Hansen Pasaribu di nomor tim anggar Sabre ‘Bumi Tegar Beriman’, dan sekaligus menempatkan namanya sebagai atlet peraih medali perak di event mini anggar.

Sementara remaja yang akrab disapa Owen itu mengaku puas dengan raihan medali perak yang diraihnya bersama dengan tim anggar Kabupaten Bogor di nomor Sabre Tim. Apalagi kata Owen, event ini merupakan event perdana yang diikutinya sejak bergabung bersama dengan Ikasi Kabupaten Bogor awal tahun 2020 lalu.

“Cukup puas dengan hasil yang saya raih saat ini. Apalagi medali ini juga medali pertama yang saya raih di event anggar. Terlebih lagi lawan-lawan yang saya hadapi merupakan atlet-atlet anggar yang memang lebih awal berlatih dari saya. Tapi saya mampu bertanding dengan maksimal bersama dengan tim Sabre Kabupaten Bogor, dan hasilnya kita mampu meraih medali perak di event mini anggar ini,” ujar Owen, Selasa (6/10/2020).

Pelajar yang duduk dibangku kelas IX SMP Negeri 2 Sukaraja itu menjelaskan, kalau semua tim lawan yang dihadapinya sangat mumpuni. Tapi berkat kerja sama tim dan kekompakan tim yang tergabung dalam tim Sabre putra Kabupaten Bogor ternyata mampu mengimbangi para lawan, dan pada akhirnya tim Sabre putra ‘Bumi Tegar Beriman’ sukses menempati posisi kedua di event mini anggar tahun 2020 ini.

“Hasil yang saya raih saat ini, tentunya akan jadi motivasi kedepannya untuk bisa lebih baik lagi. Apalagi ini juga tidak terlepas dari persiapan saya sebelum bertanding untuk Kabupaten Bogor pada Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi XIV Jawa Barat 2021 mendatang,” pungkasnya.

Sementara itu Sekretaris Pengcab Ikasi Kabupaten Bogor, Dastam yang langsung mendampingi para atletnya bertanding di event mini anggar 2020 kali ini mengaku bangga dengan raihan medali perak yang diraih tim putra, dan tim putri Kabupaten Bogor di nomor Sabre pada event tersebut. Apalagi event kali ini diikuti perwakilan atlet PON Papua, ataupun atlet-atlet anggar dari Jawa Barat yang akan bertanding di ajang BK Porprov XIV Jawa Barat 2021 mendatang, seperti Kabupaten Subang, Kabupaten Bandung Barat, Kota Depok, Kota Bogor, dan Provinsi Banten.

“Event mini ini merupakan ajang pemanasan bagi para atlet kami sebelum bertanding pada BK Porprov 2021 mendatang,” ucapnya.

Adapun tambah Dastam tim sabre beregu putra yang berhasil meraih perak di antaranya Nicholas Owen Putra Sridana, Tipra Simanjuntak, Raditia, Hansen Pasaribu. Sedangkan peraih medali perak untuk tim putri yakni Hafizah, Puspita, Dila, Salsabila.

** Asep Syahmid