28.3 C
Bogor
Monday, April 6, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1471

Cai Pernah Pernah Naik Ojek Antarkan Pepaya ke Istrinya

0

Tenjo | Jurnal Inspirasi

Cai Changpan terpidana mati kasus narkoba  yang kabur dari Lapas Kelas I Tangerang beberapa waktu lalu dan sempat mampir ke rumah istrinya di Desa Cilaku Kecamatan Tenjo, ternyata pernah naik ojek sebelum lari ke hutan di wilayah Desa Babakan. Bahkan, sampai Kamis (8/10), Cai Changpan belum juga tertangkap.

“Jadi waktu pagi itu saya keluar dari rumah pukul 06.30  Wib baru setengah perjalanan ada orang yang menyetop saya buat diantarkan ke wilayah Cilaku, dan awalnya saya tidak curiga apapun kepada penumpang tersebut (Cai Changpan),” kata tukang ojek yang sering mangkal di Stasiun Tenjo, Mandra (57).

Lebih lanjut ia menambahkan, waktu menaiki motor, Cai Changpan  sempat membawa buah pepaya dan  tape dan meminta diantarkan ke rumah istrinya di Desa Cilaku. “Jadi saya langsung diajak ke Babakan, cuma sempat berhenti ke rumah istrinya terus sampai ke Babakan, dia (Cai Changpan)  turun dengan membayar ongkosnya sebesar Rp 42 ribu awalnya dia janji mau kasih Rp 50 ribu,” katanya.

Bahkan, pada waktu sampai di lokasi kata Mandra, sempat menanyakan perihal miripnya napi yang kabur tapi penumpang itu tak mengaku, dan sesudah mengantar langsung balik lagi ke pangkalan ojek.

“Jadi dia sempat saya tanya perihal mirip napi yang kabur tapi tidak mengaku, dan saya hanya mengantar sampai pinggir jalan di wilayah Desa Babakan, hanya saya tidak memperhatikan dia kemana lagi,” tuturnya

Selang beberapa hari, dirinya mendengar dan melihat sebaran foto yang mirip dengan penumpangnya, dan langsung melaporkan ke pihak berwajib.

“Jadi setelah beredar ada napi kabur dan ternyata yang dibawa sama saya napi tersebut, saya laporkan ke tim Buser yang memang keliling di area wilayah Tenjo dan kebetulan mereka sedang mencari titik lokasi saat dia ke Tenjo,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Polisi Cegah Pelajar Ikut Demo

0

Gunung Sindur | Jurnal Inspirasi

Puluhan pelajar SMA dan SMK dicegah Polsek Gunungsindur saat hendak berangkat untuk ikut demo di Jakarta melalui jalur Tangerang untuk ikut aksi penolakan UU Omnibus law bersama buruh. “Total ada 27 siswa yang berasal dari SMA maupun SMK yang berasal dari wilayah Kecamatan Parung, Rancabungur dan Ciseeng, yang diketahui hendak mengikuti aksi demo buruh di Jakarta,” kata Kapolsek Gunungsindur Kompol Darmawan kepada wartawan, Kamis (8/10).

Ia menjelaskan memang puluhan pelajar terjaring pada saat petugas gabungan Gugus Tugas Covid-19 Gunungsindur melaksanakan operasi yustisi, di jalan raya Gunungsindur. Puluhan siswa tersebut menaiki sebuah kendaraan truk dari arah Ciseeng menuju Tangerang. “Jadi mereka diduga sudah janjian, dengan menaiki truk dari Ciseeng melewati jalur Tangerang,” cetusnya.

Lebih lanjut ia menegaskan, untuk selanjutnya para pelajar diamankan ke Polsek Gunungsindur guna dilakukan pembinaan, pengarahan dan pendataan serta dibuatkan surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut diketahui oleh orang tua dan pihak sekolah.

“Selanjutnya para pelajar diperbolehkan pulang ke rumah masing masing dengan dijemput dan diserahkan kepada orang tua masing masing dan diketahui oleh pihak sekolah,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Akibat Covid Insfrastruktur Banyak Tertunda

0

n Jalan Sawah Minggu Batutulis Dibahas di MusrenbangDes

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Jalan Desa Sawah Minggu merupakan jalur penghubung antara  Kampung Pasirgintung dengan Kampung Babakan Cipetir, Desa Batutulis, Kecamatan Nanggung. Jalan ini masuk di MusrenbangDes RKPDes 2021 mendatang karena perencanaan pembangunan sebelumnya  masih banyak yang tertunda akibat Covid- 19

Ketua BPD Desa Batutulis, Asep Saepuloh mengatakan perihal perencanaan pembangunan jalan desa Sawah Minggu. Selain  pemanfaatannya untuk akses menuju TPU Makam Gede yang juga merupakan penghubung antar kampung. ” Tadi (MusrenbangDes) telah diusulkan oleh ketua RW setempat, kalau memang 2021 situasional memungkinkan  kami akan dorong Jalan Desa Sawah Minggu itu untuk segera dibangun,” kata Asep via telepon selulernya,  Kamis (8/10).

Menurutnya, bukan hanya Jalan Desa Sawah Minggu saja, semua yang diusulkan masyarakat direspon. “Kami mensupport salah satunya ya itu, untuk pembangunan jalan lingkar yang menuju TPU, itupun kalau memang situasional sudah kondusif,” ujarnya.

“Banyak sih infrastruktur yang diusulkan, itu pun nanti dilihat klasifikasi dan skala prioritas karena perencanaan pembangunan sebelumnya  masih banyak yang tertunda akibat Covid- 19,” sebutnya.

“Kami harap, kedepan  selain insfrastruktur tentu harus ada pemberdayaan masyarakat salah satunya di bidang pertanian,  perikanan, UMKM atau home industri tentu itu harus adanya pelatihan dengan melibatkan Dinas Pertanian atau pihak terkait yang berkompeten di bidang itu. Karena program-program masyarakat ini bukan hanya tanggung jawab perorangan atau kepala desa saja, melainkan harus dilakukan bersama sama.”

“Semisal, untuk meningkatkan kesejahtaraan masyarakat dengan dibuatnya dapur hidup, fasilitas memanfaatkan pekarangan rumah dan bagai cara untuk menanam sayur mayur yang baik dan benar, tanpa harus meninggalkan program insfrastruktur, itu cara sederhana dan bisa dilakukan,” papar Asep.

Lagi-lagi, kata Asep, sebelum dikerjakan harus digelar pelatihan dengan melibatkan Dinas Pertanian atau perikanan agar hasilnya bagus dan tidak terlalu merogoh kocek uang belanja.

Sementara Kepala Desa Batutulis Ade Supriatna mengatakan, pembangunan Jalan Sawah Minggu menuju TPU Makam Gede dan Kampung Babakan Cipetir bakal direncanakan 2021 secara berkala. “Kalau anggaran dana desa sudah tidak alokasikan untuk penanganan Covid. Mengingat masih banyak di beberapa kampung  perencanaan bangunan  insfrastruktur tertunda akibat pandemi Covid,” tandasnya.

 ** Arip Ekon

Berbagai Elemen SDM Pertanian Bergabung di Pelatihan Pemasaran Online

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) bekerjasama dengan Bukalapak menggelar pelatihan virtual Pemasaran Online, Rabu (7/10).

Seluruh elemen SDM pertanian bergabung menjadi peserta. Mereka adalah  pengelola Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Duta Petani Milenial, Alumni IKAMAJA, Kelompok Wanita Tani (KWT), Petani, Guru, Dosen, Widyaiswara dan Pengusaha/UMKM.

Menghadirkan fasilitator dari Bukalapak, peserta dilatih  mulai dari cara membuat akun sebagai penjual hingga   ilmu fotografi. Khususnya menampilkan foto yang berkualitas sehingga produk yang dipasarkan di marketplace menarik pembeli. Selain itu diulas pula pentingnya pemasaran online secara digital.

Kegiatan ini dilaksanakan setelah Kementan resmi bekerja sama dengan marketplace Bukalapak. Kerjasama  bertujuan untuk mengembangkan kapasitas usaha dan fasilitas pemasaran online untuk pelaku usaha di bidang pertanian dengan membuka Lapak Kostratani Online

Mengenai Lapak Kostratani Online Kepala BPPSDMP Kementan  Dedi Nursyamsi menyampaikan bahwa Kementan dan Bukalapak berkerjasama dengan membuka Lapak Konstratani yang nantinya akan diisi produk pertanian yang berasal dari P4S, Duta Petani Milenial, Duta Petani andalan dan KWT sehingga proses pendistribusian barang ke konsumen lancar.

“ Ditengah situasi pandemik ini pangan dan pertanian tidak boleh terhenti hanya karena covid, masyarakat butuh makan dan saat inilah kita dipaksa untuk membeli produk-produk lokal. Oleh karena itu pemanfaatan pemasaran secara online sangat dibutuhkan bagi para petani Indonesia, “ ujar Dedi saat membuka pelatihan.

Dedi mengajak semua pelaku pertanian yang ingin memasarkan produknya agar memberikan gambaran baik dalam tampilan  foto maupun ulasan terbaik dari setiap produk-produk yang jadi andalan. Saat menyaksikan penandatanganan MOU di Kantor Pusat Kementan di Jakarta beberapa waktu lalu.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menilai  hadirnya Bukalapak yang salah satunya bekerjasama dengan BPPSDMP menandakan bahwa pertanian Indonesia tidak seperti kemarin. Bersama Bukalapak menandakan pertanian Indonesia semakin modern Mentan berharap kerjasama ini mampu memutus mata rantai perdagangan yang selama ini merugikan para petani dan para pelaku usaha pertanian lainnya serta menjadi bagian perluasan pasar.

Fadia/Regi PPMKP

Marwal Iskandar Masuk Nominasi Pelatih Porda

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Bursa calon pelatih sepakbola Kabupaten Bogor untuk Babak Kualifikasi Porda Jabar 2021 kian menarik perhatian sejumlah pelaku sepakbola di Kabupaten Bogor. Pelatih sepakbola PPOPM Kabupaten Bogor , Bahar Lestaluhu menilai sosok Marwal Iskandar termasuk salah satu pelatih yang layak untuk jadi arsitek sepakbola Bumi Tegar Beriman.

Sosok Marwal, kata Bahar., sudah sangat lengkap memenuhi aspek kriteria jadi head coach tim sepakbola Kabupaten Bogor meniuju BK Porda Jabar 2021. “Marwal sangat paham dengan sepaknola modern. Ia juga memiliki wawasan sepakbola yang sangat bagus. Kualitas bahasa juga sangat oke, ” tegas Bahar, Kamis (8/10).

Tak hanya itu, sambung Bahar, marwal juga punya pandangan yang sangat bagus tentang sepakbola usia dini. Bahlkan ia juga piintar komunikasi dengan semua pemain. ” Secara Lisensi marwal tak perlu diragukan lagi, ‘  bebernya.

Sementara itu. Exco PSSI Askab Bogor, Herson Hizkia menekankan  agar penentuan manager lebih dahulu sebelum penentuan pelatih kepala. “Walaupun nantinya siapa yang akan ditunjuk jadi arsitek tim sepakbola Kabupaten Bogor untuk BK Porda Jabar 2021, idealnya Exco PSSI Askab Bogor  harusnya menetapkan manager terlebih dahulu,” ujar Herson, Kamis (8/10).

Herson menambahkan, manager  nantinya akan merancang program latihan dan kebutuhan tim dengan Head Coach. Sementara itu, Ketua PSSI Askab Bogor, Junaidi Samsudin secara tegas mengatakan, pihaknya akan segera menentukan manager dan pelatih dalam waktu dekat. “Saat ini  kami masih fokus dalam persiapan Kongres Tahunan yang akan dilakukan pada tanggal 10 Oktober 2020, ” tuntas Junsam.

** Asep Syahmid

Polisi Tahan Demonstran yang ke Istana

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Aksi massa dari elemen buruh dan mahasiswa yang menolak Omnibus Law di Istana Negara dihadang polisi, Kamis (7/10). Hampir di seluruh sisi Jalan Medan Merdeka telah diblokade aparat Kepolisian.

Tampak di Jalan Medan Merdeka Timur, massa mahasiswa berkumpul dan di antara mereka memakai jas almamater kampus.

Para mahasiswa ini tidak bisa lanjut ke Istana untuk melakukan aksi unjuk rasa. Sementara itu, di perempatan Harmoni, massa dari pelajar STM dan mahasiswa berkumpul. Massa di Harmoni ini tampak berjumlah lebih banyak. Mereka pun diadang oleh aparat Kepolisian dan TNI. 

Situasi lalu lintas di penempatan  Harmoni ini pun macet total. Massa berdiri dan memblokade perempatan Harmoni ini. Kendaraan yang hendak lewat pun tak bisa. Massa pun terus bertambah. Aparat kepolisian dan TNI pun tidak membuka jalan bagi massa. 

“Bagi masyarakat yang melewati Jalan Raya Majapahit atau yang dari Harmoni mau ke Thamrin Sudirman, begitu juga sebaliknya, lebih baik cari jalan lain.  Semua akses jalan menuju Istana kita tutup,” kata Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Lilik Sumardi, Kamis (8/10).

Di Simpang Harmoni ini,  massa aksi sempat melakukan aksi dorong dan melempari aparat Kepolisian. Saat ini, massa yang terdiri dari mahasiswa, pelajar dari STM dan kaum buruh melakukan orasi di Simpang Harmoni. Sebelumnya, di depan Kantornya Wali Kota Jakarta Pusat, aparat gabungan TNI dan Polri membubarkan pelajar yang hendak ke Istana Negara.

** ass

Hacker Serang Website DPR

0

n Sebelumnya Gedung DPR Dijual Murah di Toko Online

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Situs resmi Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) ramai dilaporkan error. Situs tersebut tidak bisa diakses sejak Kamis (8/10) pagi. Pantauan sekitar pukul 10.00 WIB, laman beranda situs dpr.go.id tidak menampilkan konten yang seharusnya, hanya terlihat tulisan “An error occurred while processing your request”. Belum diketahui apa yang menyebabkan situs tersebut tumbang.

Namun beberapa pengguna Twitter berspekulasi hal ini merupakan ulah dari para peretas yang protes setelah DPR dan pemerintah resmi mengesahkan RUU Omnibus Law Cipta Kerja menjadi Undang-Undang.

Bahkan, ada warganet yang melaporkan seorang pengguna Tik Tok yang menunjukan halaman website resmi tersebut diubah tampilannya. https: //twitter.com/ melatikaaa__/ status/ 1313992329049460737. Pada halaman tersebut tertulis “Dewan Penghianat Rakyat Republik Indonesia”.

Ini bukan menjadi aksi protes yang pertama lewat dunia maya. Sebelumnya, warnaget ramai menjual murah gedung DPR beserta isinya di berbagai e-commerce.

Sebelumnya gedung DPR dijual murah di toko-toko online. Upaya ini cara netizen meluapkan kekesalannya setelah DPR dan pemerintah mensahkan Rancangan Undang-Undang Omnibus Lawa Cipta Kerja menjadi undang-undang pada 5 Oktober 2020.

Di tokopedia, sebuah akun nampak menjual Gedung DPR dengan menulis “dijual gedung dpr beserta anggotanya”. Harga jual tersebut tak tanggung-tanggung, hanya Rp100 ribu.

Bahkan sindirannya adalah bebas ongkos kirim. Ratusan orang sudah melihat postingan tersebut. Di beberapa platform e-commerce lain juga tercantum sejumlah akun menjual Gedung DPR tersebut. Bahkan dengan harga yang sangat murah, antara Rp5 ribu hingga Rp10 ribu. 

Langkah netizen menjual Gedung DPR ini bukan sekali ini saja. Pada tahun 2019 lalu, juga melakukan hal yang sama. Disaat marak aksi massa yang bergerak ke DPR menolak berbagai pembahasan RUU yang digodok dewan.

** ass

Kementan Dorong Kinerja Pustakawan dengan Dupak Online

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pemerintah mendorong kinerja pustakawan. Apalagi kini kinerja pustakawan akan dipantau dan dinilai secara berkala melalui Dupak online. Pustakawan dituntut untuk paham bagaimana mensinkronkan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) dengan dupak  online yang butir-butir kegiatannya merujuk pada perturan dan juknis yang sudah ada.

Demikian disampaikan Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian (OKE) Kementerian Pertanian, Zulkifli dalam kegiatan Apresiasi Peningkatan Kemampuan Teknis dan Administratif Pustakawan Lingkup Kementan Tahun 2020  di Bogor, belum lama ini.

Dupak online Pustakawan merupakan sistem aplikasi yang dibangun oleh Biro Organisasi dan Kepegawaian bekerjasama dengan Pusat Data dan Informasi Pertanian (Pusdatin) yang diterapkan di Pustaka  sebagai Pembina dan Sekretariat Tim Penilai Fungsional Pustakawan lingkup Kementerian Pertanian.

Keberadaan Jabatan Fungsional Pustakawan merupakan Jabfung yang sudah lama ada dan terus berkembang baik dari sisi peraturan maupun pengelolaan administrasinya. Perkembangan ini dapat dilihat dengan terbitnya peraturan-peraturan baru baik di lingkup internal Kementan maupun dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) dan Perpusnas RI selaku lembaga pembina pustakawan secara nasional.

Ka. Biro OKE mencontohkan  yang terbaru dari Menpan RB yaitu Peraturan Menpan RB Nomor 13 tentang Pengusulan, Penetapan, dan Pembinaan Jabatan Fungsional PNS. Dimana salah satunya mengenai target pengumpulan angka kredit dalam setahun untuk masing-masing jabatan fungsional.

Sementara Kepala Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian Abdul Basit menegaskan meski harus mensinkronkan SKP dengan dupak online namun tidak melupakan penugasan lain diluar tusi pustakawan.

“Walaupun demikian pustakawan tidak harus selalu berkutat dengan butir-butir kegiatannya saja. Penugasan lain diluar tusi pustakawan baik tertulis dan lisan dari pimpinan juga harus menjadi perhatian dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, “ ujar Abdul Basit.

Hal ini disebut Abdul Basit sebagai wujud dari loyalitas kepada pimpinan dan institusi dalam pencapaian kinerja yang telah ditetapkan.

Tuti Susana pustakawan, peserta kegiatan dari Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor menuturkan sebelum ada dupak online Pustakawan  menyerahkan  bukti kerjanya dalam bentuk berkas dupak melalui jasa pengiriman. “ Dengan adanya aplikasi dupak online semakin efisien dalam proses pengiriman dan penilaian dupak,” ujarnya.

Tuti SSN/Regi PPMKP

Ribuan Mahasiswa UI dan Gunadarma Geruduk Istana

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Aksi unjuk rasa menolak Undang-Undang Cipta Kerja atau Omnibus Law masih berlanjut. Sejumlah mahasiswa Universitas Indonesia (UI) bahkan telah bersiap untuk bertolak ke Jakarta pada Kamis (8/10). Sejumlah mahasiswa dari berbagai fakultas itu telah berkumpul di area kampus UI Depok sejak pukul 08:00 WIB.

Tak hanya melengkapi diri dengan almamater warna kuning yang disimpan dalam tas, mereka juga membawa spanduk berisi tulisan protes terkait kebijakan yang telah disahkan DPR RI tersebut.

Namun demikian, sejumlah mahasiswa yang ditemui wartawan enggak memberikan keterangan terkait aksi pada hari ini. “Nanti aja kami sedang koordinasi,” ucap salah seorang mahasiswa.

Sementara itu, sejumlah aparat dari Polsek Beji dan satpam kampus tampak berjaga-jaga di sekitar lokasi kumpul mahasiswa. Aparat gabungan TNI-Polri juga terpantau telah berada di beberapa titik perbatasan Depok-Jakarta.

Tak hanya mahasiswa UI, aksi unjuk rasa juga dilakukan ribuan mahasiswa Universitas Gunadarma, Depok. Mereka telah berkumpul di Jalan Kelapa Dua, Cimanggis Depok, sejak pukul 09:00 WIB. Ada lima bus yang telah disiapkan untuk mengangkut ribuan mahasiswa itu dengan tujuan ke Istana Jakarta.

“Aksi kali ini dari aliansi mahasiswa Gunadarma sebagai bentuk penolakan kita terhadap undang-undang omnibus law yang kita ketahui DPR tidak mengikuti prosedur yang benar dalam pengesahannya,” kata simpatisan aliansi Mahasiswa Gunadarma Jack Sinaga.

Ia menyebut, aksi kali ini diikuti sekira 1.500 mahasiswa Gunadarma. “Kawan-kawan mahasiswa Gunadarma sepakat untuk mengawal penolakan hingga pencabutan undang-undang Omnibus Law yang sudah disahkan DPR,” ujarnya.

Aksi para mahasiswa ini mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian dan TNI.

** ass

HNW: Ada Upaya Buzzer Alihkan Kesalahan ke DPR Saja

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW), mengatakan ada upaya para buzzer untuk melimpahkan kesalahan pengesahan UU Cipta Kerja hanya ke DPR saja. Padahal RUU Cipta Kerja merupakan inisiatif pemerintah, dan pembahasannya dari unsur pemerintah dan DPR.

Politikus PKS ini melihat ada upaya untuk mengarahkan kesalahan hanya pada DPR saja. “Padahal faktanya RUU Omnibus Law Cipta kerja itu bukan usul inisiatif dari DPR melainkan pemerintah,” kata HNW melalui akun twitter @hnurwahid dikutip Viva, Kamis (8/10).

“Buzzer juga kaburkan masalah dengan generalisasi seolah oleh semua DPR setuju RUU itu, karenanya semua DPR layak di demo dan fokus demonya ke DPR, padahal fraksi PKS dan PD juga menolak RUU tersebut,” tambahnya.

Hal senada disampaikan aktivis anti korupsi mantan pengurus Indonesia Corruption Watch (ICW) Donal Fariz. “Yang khianti rakyat bukan hanya DPR ya…UU itu dibuat bersama pemerintah dan DPR. Apalagi UU Cilaka (Cipta lapangan Kerja) usulan pemerintah,” kicaunya melalui twitter @donalfariz.

Ia menambahkan saat ini ada upaya untuk melimpahkan kesalahan hanya kepada DPR. Sehingga para buruh dan elemen masyarakat lain melakukan demo ke berbagai gedung DPR dari pusat hingga daerah.

“Buzzer sekarang mengarahkan hanya DPR yang salah agar intelektual dader tetap aman dan dipuja merakyat. Sebuah kebohongan yang kekal,” katanya.

** ass