24.1 C
Bogor
Monday, April 6, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1463

Program Pembangunan Jalur Pedestrian Terkesan Lamban

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Program  Pembangunan  Jalur  Pedestrian  Jalan  Kandang  roda  –  Pakansari  yang  menelan  anggaran  sebanyak  Rp 23 miliar  dengan  nomor kontrak  630/F.001.22.1012/PJKRP/PJJ.t/SPMK/DPUPR, Tgl 05 September  2020 ,  dengan  masa  pelaksana   110  hari  kerja  dan  PT.Vanca  Utama  Perkasa  sebagai  penyedia  jasa dinilai lamban.

Jalan  yang  membentang  lebih  dari  100 meter  dari  Kantor  Badan  Pengelola  Pendapatan  Daerah (BAPPENDA)  hingga Stadion Pakansari  saat  ini  sedang  dalam  penataan. Akibatnya, aktivitas  jual-beli  pedagang  yang  sebelumnya  mengisi  di sepanjang  jalur  tersebut  mengeluh.

Tatang,  salah seorang  pedagang  kuliner  yang  membuka  kios  di lokasi  sepanjang  jalur pedestrian  tersebut  mengaku  agak  terganggu,  apalagi  saat ini  musim hujan,  becek  dan  berpengaruh  terhadap  penghasilannya.

“Ini  kan  sudah  hampir  1 bulan  pengerjaan  pedestrian  ini  tapi  kayanya  agak  lambat  dan  sepertinya  kurang  personil  hingga  pekerjaan  yang  dilaksakan  baru  segitu  gitu  saja,  saya  sih  berharap  pekerjaan  ini  cepat  karena  sangat  berdampak  kepada  kami  yang  mencari  nafkah  dan  membuka  kios  disini,  Karena  pembayaran  kios  kan  tetap  harus  dibayar  walaupun  ada proyek  sedangkan  dengan  adanya  proyek  ini  membuat  pembeli  yang  biasa  mampir  jadi  males  karena  kotor  dan  becek, “  keluhnya.

Saat  Jurnal  Bogor  menyambangi  proyek  tersebut  terlihat  dua  alat  berat  yang  sedang  dioperasikan  dengan  personil  pekerja  kurang  lebih  20  orang. Namun  saat  hendak  dikonfirmasi  perihal  proyek  tersebut  tidak  ada  yang  bersedia  memberikan  keterangan. “Gak  berani,  nanti  sama  bos aja,”  kata  salah  seorang  pekerja  singkat.

Ditempat  berbeda,  Anggota  Komisi  3  Ferry  Roveo  Chechanova   turut  angkat  bicara  perihal  proyek  pedestrian  yang  terkesan  lambat  tersebut. Menurutnya, harus ditambah alat berat dan tenaga pekerja nya. “Mengingat intensitas curah hujan mulai meningkat, namun tidak juga mengabaikan kualitas pekerjaan dan para pekerja tidak mengabaikan protokol kesehatan,” kata dia.

** Nay Nur’ain

Warga Kritik Peningkatan Jalan Pahae -Nyencle

0

Cariu | Jurnal Inspirasi

Warga  Cariu  yang  melewati Jalan Pahae-Nyencle mengkritik proyek peningkatan jalan tersebut. Pasalnya  proyek  peningkatan  jalan  yang  kurang  lebih  dua  minggu  dikerjakan  tersebut  tak  kunjung  memasang  papan  proyek  pekerjaan  jalan  tersebut. Selain  itu  para  pekerja  yang  terlihat  mengabaikan  standar  protokol  kesehatan  dengan  tidak  menggunakannya  masker,  padahal  anggaran  untuk  APD  tersebut  sudah  ada  dalam  RAB  proyek  peningkatan  jalan  tersebut.

Salah  seorang  pengawas  bahan  material  di  proyek  tersebut  mengatakan  bahwa  papan  proyek  ada  di  bedeng  dan  belum  sempat  dipasang. “Saya  hanya  memandori  bahan  material  yang  datang  soal  teknis  diluar  tanggung  jawab  saya,” kata dia ditemui  Jurnal  Bogor, Selasa (13/10).

“Saya  gak  tau  kalau  soal  teknis,  disini  saya  hanya  ditugaskan  untuk  mengawasi  bahan  material  yang  dikirim  dan  memfasilitisasi  warga  wilayah  sini  yang  ingin  bekerja,” pungkas  mandor  yang  enggan  menyebutkan  namanya  tersebut.

Dirinya  menambahkan  jika  sebelumnya  memang  sudah  sempat  ditegur  oleh  pengawas  untuk  segera  memasang  papan  proyek,  namun  itu  semua  kewenangan  pelaksana  proyek. “Aris  pelaksana  proyek  ini,  yang  lebih  bertanggung  jawab  dalam  pelaksanaan  teknis  lapangan,  mulai  dari  papan  proyek,  ketersediaan  rambu  proyek  dan  APD  untuk  para  pekerja,” katanya  singkat.

Rahmat  salah  satu  warga  mengatakan  pernah  melihat  Tembok  Penahan Tanah  (TPT)  yang  retak  –  retak  pada  saat  peningkatan  jalan  tersebut. “Tuh  TPT  nya  sudah  retak-retak,  padahal  pekerjaan  baru  dilaksanakan,” kata  Rahmat  sambil  menunjuk  TPT  yang  sudah  retak  tersebut.

Menurut  keterangan  salah  seorang  pekerja  bahwa  perusahaan  yang  diketahui  bernama  PT.Syaira  Mahadaya  Abadi  tersebut  belum  memasang  papan  proyek  karena  ada  kesalahan  dalam  volume  proyek  tersebut.

** Nay  Nur’ain

Santri Terpapar Covid, Bupati Bentuk Satgas Ponpes

0

Leuwiliang | Jurnal Inspirasi

Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bogor Ade Yasin akan membentuk Satgas Pondok Pesantren pasca adanya 3 pondok pesantren yang santrinya terpapar Covid-19 yakni Ponpes Al Kaukab Kecamatan Gunung Putri 7 santri, Darul Ulum Kecamatan Cigombong (77) dan Ponpes Ummul Quro Kecamatan Leuwiliang 7 orang santri.

“Sudah ada tiga pesantren yang kena (positif). Jadi ini menjadi perhatian kami dan ini akan kami tindak lanjuti dengan membentuk Satgas pondok pesantren,” ujar Ade Yasin usai melakukan rapat pembahasan evaluasi penanganan dan penanggulangan Covid-19 di lingkungan Ponpes Kabupten Bogor di Ruang Serbaguna I Setda Kabupaten Bogor, Selasa (13/10).

Ketua Yayasan Ummul Quro yang Saiful Fallah membenarkan bahwa ada 7 santrinya yang hasil swab positif Covid-19 dan saat ini dirawat di rumah sakit rujukan Covid-19. “Bentul ada 7 santri yang positif Covid hasil swab dari puskesmas dan juga yang hasil mandiri, santri tersebut ada yang dari Bogor, Bekasi, Jakarta dan luar Jawa,” kata Saiful saat dikonfirmasi, Selasa (13/10).

Ketika ditanya masih  ada kegiatan belajar di Ponpes Saiful mengatakan kegiatan belajar mengajar di Pondok pesantren yang berada di Desa Leuwimekar Kecamatan Leuwiliang tetap dilaksanakan, namun durasi belajar mengajar dikurangi.

“Kegiatan belajar mengajar tetap dilakukan tapi waktu  dikurangi, jadi 30 menit per jam pelajaran. Normalnya 40 menit per jam pelajaran,” katanya.

Ia pun mengatakan sejauh ini yang hasil swab positif ada 7 orang dan yang ada di ponpes yang melakukan kontak melakukan isolasi mandiri di ponpes. “Yang kontak dengan yang positif diisolasi mandiri di pesantren yang mengalami gejala di swab,”ujarnya.

Bupati mengimbau agar pengurus Ponpes terus berkoordinasi dengan Satgas Covid-19, sehingga ketika ada yang positif dapat langsung melaporkan untuk segera dilakukan tracing. “Jadi seharusnya diserahkan kepada kami, bukan malah ke pondok pesantren penanganaannya. Makanya saat ini kita langsung turun,” tukasnya.

Ade mengungkapkan, tugas Satgas tersebut nantinya melakukan pengawasan termasuk melaporkan aktivitas di setiap Ponpes, karena santri dan pengajar hanya boleh beraktivitas di dalam Ponpes, dan tidak boleh keluar.

“Jadi tidak boleh ada keluar masuk. Bahkan ditengok pun tidak boleh. Itu juga berlaku untuk tenaga pengajar,” imbuhnya.

Ade juga mengaku sudah berkoordinasi dengan Kementerian Agama agar penanganannya lebih efektif. 

** Cepi Kurniawan

Ratusan Warga Sadeng Bakal Terima BLT-DD Tahap Tiga

0

Leuwisadeng l Jurnal Inspirasi

Sebanyak 194 dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM) warga Desa Sadeng, Kecamatan Leuwisadeng dalam waktu dekat ini akan segera mendapat bantuan Bantuan Langsung Tunai dari Dana Desa  (BLT-DD) tahap tiga.

Hal ini telah dibahas  bersama sejumlah RT, RW setempat  dalam Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) penetapan BLT-DD tahap tiga periode Oktober, November dan Desember 2020. “Musdesus ini dalam rangka menyusun perencanaan penerima BLT-DD tahap ketiga,” kata Pjs Kepala Desa Sadeng  Cecep Irawan, Selasa (13/10).

Dimana pada tahap ketiga ini KPM akan mendapatkan bantuan sebesar 300 ribu per bulan, dan akan mendapatkan bantuan BLT DD ini 900 ribu selama tiga bulan dari Oktober, November, dan Desember.

“Rencananya pembagian BLT DD ketiga ini akan kami gabungkan selama 3 bulan sebesar 900 ribu untuk, 194 KPM yang tersebar di 30 RT di Desa Sadeng. Mangkanya kami pihak pemerintah desa melakukan Musdesus ini wajib dilaksanakan untuk perencanaan penyaluran BLT DD ke masyarakat tepat sasaran,” jelasnya.

Lanjut, Welly sapaan akrabnya menambahkan, bahwa musdes ini menentukan penerima manfaat atas dasar kesepakatan bersama serta keputusan menjadi tanggung jawab bersama.

“Untuk tahap tiga ini ada perubahan penerima manfaat dari tahap sebelumnya. Penerima manfaat angkanya tetap 194 KK, hanya saja penerima manfaatnya bergiliran untuk mendapatkan bantuan BLT DD ini agar bantuan ini merata dan masyarakat dapat semua merasakan,” tuturnya.

Musdesus ini merupakan tahapan untuk penyaluran BLT DD. Sebelumnya telah dilakukan pendataan oleh perangkat desa melalui RT dan RW yang difokuskan untuk masyarakat yang benar-benar tidak mampu dan layak untuk mendapatkan bantuan tersebut.

Sasaran penerima BLT – DD adalah keluarga miskin non PKH/Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), antara lain warga yang kehilangan mata pencaharian, belum terdata (exclusion error), dan mempunyai anggota keluarga yang rentan sakit menahun dan kronis.

Dari hasil musyawarah khusus yang digelar tersebut, warga telah menyepakati untuk DD yang sudah dianggarkan, diprioritaskan akan dibagikan untuk keluarga yang benar-benar tidak mampu dan belum mendapatkan bantuan sama sekali.

“Kami berharap, ini bisa bermanfaat dan tidak terjadi gejolak, kami selalu mengkedapankan musyawarah bersama perangkat desa BPD dan unsur masyarakat. Agar diharapkan mengeluarkan sebuah kebijakan yang betul betul tepat sasaran serta dapat dimanfaatkan bantuan terdebut sesuai dengan kodisi riil di lapangan, sehingga tidak terjadi gejolak di bawah,”pungkasnya.

** Arip Ekon

Kedai Kopi Lain Hati Diprotes Aktivis Ciawi

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Sikap pemilik Kedai Kopi Lain Hati yang tidak menghargai keberadaan Pemerintahan Desa (Pemdes) Bendungan, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, karena membuka usaha tanpa memproses izin lingkungan atau warga setempat, menuai protes dari aktivis wilayah Ciawi.

Ujang Ka’mun, salah seorang aktivis wilayah Ciawi menyayangkan sikap pengusaha kedai kopi yang tidak mengurus izin lingkungan atau warga untuk membuka tempat usahanya tersebut. Padahal, saat kedai kopi itu diresmikan belum lama ini,  mengundang sejumlah kalangan, baik kalangan akademisi hingga mantan Bupati Bogor, Nurhayanti.

 “Tamu undangannya sih hebat-hebat, hampir banyak para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor juga pada hadir. Sayangnya ke warga setempat malah tidak ada izin sama sekali,” ungkapnya kepada wartawan, Selasa (13/10).

Uka panggilan akrab Ujang Ka’mun meminta kepada Pemkab Bogor untuk tidak tebang pilih dalam menegakan aturan sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2015 Tentang Ketertiban Umum.

 “Dinas terkait yakni Satpol PP Kabupaten Bogor harus turun ke lokasi dan menindak tegas pelaku usaha yang tidak mengindahkan aturan. Bagaimana pun pemerintah desa itu kepanjangan dari pemerintah daerah,” ujarnya.

Uka pun menilai, sikap mengabaikan tatanan pemerintahan ditingkat bawah yang ditunjukan pemilik kedai kopi, merupakan arogansi dari pengusaha yang meremehkan aturan pemerintah.

 “Saya minta agar Bupati Bogor langsung memerintahkan jajaran dinas terkait untuk menindak tegas pemilik kedai kopi yang informasi nya salah satu pejabat di lingkungan Pemkab Bogor,” tegas aktivis yang juga penasehat di Forum Masyarakat Ciawi Peduli (Formacip).

Sementara, Kepala Seksi (Kasi) Ketertiban Umum Kecamatan Ciawi, Rudi menyatakan akan menindaklanjuti laporan yang diterima pihaknya terkait keberadaan Kedai Kopi Lain Hati.

 “Kalau ada laporan pasti akan saya tindak lanjuti. Seperti sekarang sudah ada laporan, pasti akan saya datangi kedai kopi tersebut,” tukasnya.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan dari pemilik Kedai Kopi Lain Hati.

** Dede Suhendar

ToT HMI Jatinangor Berakhir

0

Sumedang | Jurnal Inspirasi

Training of Trainer (ToT) HMI Cabang Jatinangor Sumedang resmi ditutup oleh Ketua Umum HMI Cabang Jatinangor Sumedang Fakih Fadilah Muttaqin pada Minggu, 11 Oktober 2020 sebelum magrib setelah materi terakhir ToT.

Sebanyak 17 peserta yang ikut berpartisipasi sampai akhir dalam acara ToT yang dilaksanakan pada 26 September hingga 11 Oktober 2020 yang dilakukan secara online. Peserta yang lulus akan dilantik sebagai Instruktur pada Sabtu mendatang. Pada acara pelantikan nanti akan dilanjutkan dengan musyawarah BPL sebagai upaya revitalisasi BPL.

Menurut Fakih dalam sambutannya mengatakan bahwa adanya pandemi ini adalah sebuah tantangan, tapi bukan berarti kita harus berhenti berjuang. Karena perubahan harus tetap digerakan. Dengan adanya ToT online pertama kali ini semoga menjadi motivasi bahwa walaupun dilakukan secara online, ToT bisa berjalan dengan baik begitupun dengan agenda lain.

“Dan mengajak semua peserta yang ikut dalam ToT hendaknya mampu mengimplementasikan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam kemajuan HMI Cabang Jatinangor,” kata Fakih.

Menurutnya, pemahaman dan pengetahuan yang peserta pelajari selama acara ToT ini merupakan bekal yang harus dimiliki seorang fasilitator. “Dengan berakhirnya kegiatan ini pula bukanlah sebuah akhir tetapi merupakan sebuah awal perjuangan,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Pelajar Ciampea Dilarang ke Jakarta

0

Ciampea | Jurnal Inspirasi

Camat Ciampea pastikan sekolah yang ada di wilayah Kecamatan Ciampea tidak ada yang berangkat Ke Jakarta untuk mengikuti aksi demo tolak UU Cipta Kerja pada Rabu (13/10). Pihaknya bersama Polsek,  Koramil mendatangi ke sekolah-sekolah SMK /SMA untuk melakukan himbauan agar tidak usah berangkat ke Jakarta.

“Tadi kami bersama Polsek, dan Danramil mendatangi 7 sekolah SMK dan SMA yang ada di Kecamatan Ciampea untuk memastikan bahwa tidak ada siswa yang berangkat untuk demo ke Jakarta terkait penolakan Omnibus law,” kata Camat Ciampea Chaerudin Felani, kemarin.

Ia pun mengatakan ia bersama Polsek dan Danramil juga utamanya menindaklanjuti Peraturan Bupati Bogor tentang perpanjangan PSBB Pra AKB. “Untuk memastikan protokol kesehatan menindaklanjuti Peraturan Bupati Bogor, dan sejauh ini dari pantauan kegiatan belajar yang dilakukan setiap sekolah yang ada di Kabupaten Bogor masih dilakukan daring sistem pembelajaran jarak jauh atau PJJ,” kata Camat.

Sementara Kapolsek Ciampea AKP Adri Alam Wijaya mengatakan, ia bersama Camat dan Danramil melaksankan Operasi Yustisi mobile ke sekolah-sekolah untuk melaksanakan kamtibmas dan menyerukan protokol kesehatan (3M  + 1 T).

“Untuk mengingatkan lagi akan pentingnya menerapkan protokol kesehatan ditengah Pandemi Covid-19. Dan juga sekaligus mengimbau agar para kepala sekolah untuk tidak membiarkan siswanya pergi ke sekolah apalagi melaksanakan aksi anarkis, meskipun menyuarakan aspirasi hak semua warga, tapi seyogyanya sebagai pelajar sebaiknya belajar dengan sungguh-sungguh,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Irigasi di Kampung Kalong Akan Segera Dicek

0

Leuwisadeng l Jurnal Inspirasi

Irigasi yang terletak di Kampung Kalong Jalan RT 01 RW 01 Desa Kalong 2, Kecamatan Leuwisadeng yang dikeluhkan petani karena sudah lapuk termakan usia sehingga sering mengalami jebol dan berdampak terhadap sawah mengalami kekeringan, direspon Unit Pelayanan Teknis (UPT) Insfrastruktur Irigasi  Kelas A wilayah IV dengan segera akan mengeceknya.

“Nanti saya cek ke lokasi oleh petugas bagian lapangan wilayah Kecamatan Leuwisadeng, pokoknya secepatnya akan segera dicek,”  ujar Kepala UPT Rudy Supandi yang berkantor di Perumahan Dramaga Pratama Kecamatan Ciampea kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Sebelumnya ketua Kelompok Tani Harapan Jaya, Maskur mengatakan bahwa sering jebolnya irigasi  ini  karena usianya yang sudah cukup tua, namun saat ini Pemkab Bogor tak pernah memperbaikinya.

Akibat  jebolnya bendungan, kata Maskur, berdampak terhadap debit airnya yang tidak normal, apalagi musim kemarau. Sejumlah petani, mendesak agar Pemerintah Kabupaten Bogor dan Dinas terkait secepatnya memperbaiki irigasi tersebut.

** Arip Ekon

UPT Wilayah IV Mulai Kerjakan Peningkatan Jalan

0

Ciampea | Jurnal Inspirasi

UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan kelas A wilayah IV tengah melaksanakan kegiatan peningkatan jalan sampai pemasangan dinding di wilayahnya. Bahkan, beberapa sudah mulai pelaksanaan, total ada 13 titik untuk tahun 2020.

“Total ada 13 titik, sebagian sudah mulai pembangunan dan PLB (pemeriksaan lapangan bersama), seperti jalan Cinangneng Tenjolaya sudah mulai diperbaiki, jalan Gunung Picung sudah mulai juga sementara untuk jembatan Cijujungbaru selesai PLB,” kata Kepala UPT Infrastruktur jalan kelas A wilayah IV Bondan Triyana kemarin.

Bondan juga mengatakan, kegiatannya sudah hampir 70 persen mulai dilaksanakan dan untuk proyek jembatan hanya satu saja sisanya peningkatan jalan. “Kalau peningkatan jalan ada 3 titik, sisanya TPT dan pemasangan dinding serta satu jembatan,” ucapnya.

Ia berharap, kedepan bisa diterima masyarakat dan diminta bekerjasama membantu merawatnya jika sudah selesai pembangunan dan mudah-mudahan sebelum akhir Desember semua kegiatan sudah selesai.

“Yang paling saya tekankan kepada kontraktor bisa bekerja maskimal, mengingat waktu sudah mendesak, tapi tidak mengurangi dari kualitas pekerjaan harus mengikuti spek dan gambar dari PUPR,” tutupnya.

** Cepi Kurniawan

Warga Dua Desa Sambut Gembira Jembatan Kali Cikaniki

0

Leuwisadeng l Jurnal Inspirasi

Jembatan gantung sepanjang 45 meter dan lebar 1,20 meter yang membentang melintasi Kali Cikaniki untuk menghubungkan antara Desa Babakansadeng dan Desa Sadeng, Kecamatan Leuwisadeng telah difungsikan.  Jembatan ini dibangun  oleh Pemerintah Desa Babakansadeng.

Peresmian jembatan gantung yang digelar beberapa waktu lalu, dibuka langsung oleh Camat Leuwisadeng, Rudy Mulyana yang dihadiri para tokoh agama, RT, RW dan masyarakat. ” Kami berharap adanya jembatan ini bukan hanya untuk mempermudah akses warga saja, namun bisa juga meningkatkan perekonomian masyarakat di dua desa,” kata Camat Leuwisadeng Rudy Mulayana, Selasa (13/10).

Program pembangunan fisik jembatan gantung semi permanen ini menggunakan anggaran Dana Desa tahap 2 tahun 2020. ” Sebelum adanya anggaran DD, tahun 2013  jembatan itu telah diusulkan, akan tetapi realisasi 2020,” ujar Kepala Desa Babakansadeng Wawan  BJ.

Wawan BJ menerangkan, pembangunan jembatan tersebut telah diusulkan ke berbagai instansi pemerintahan, namun hasilnya nihil. Namun seiring adanya anggaran DD maka pada MusrembangDes 2019, pembangunan jembatan masuk perencanaan dan pengerjaan jembatan tahun 2020.

Oleh karena itu, kata  Wawan BJ saking antusiasnya,  masyarakat didua desa bersukarela menyiapkan segala fasilitas, baik olahan makan maupun kebutuhan lainnya  untuk  menyambut pembukaan peresmian jembatan tersebut. ” Adanya jembatan itu,  responsif masyarakat didua desa luar biasa  tentu sangat mendukung,” imbuhnya.

Keberadaan jembatan ini selain untuk aktivitas warga sehari-hari, warga juga menilai jembatan ini adalah salah satu akses pendidikan untuk masa depan anak-anak mereka. ” Warga Desa Sadeng, terutama warga kampung yang jaraknya sangat dekat sekolah SDN 01 dan SDN 02, Kampung Sadengpasar, Desa Babakansadeng merespon.”

Menurut Wawan BJ, dengan dibangunnya jembatan tersebut terutama anak anak sekolah dari kampung ke SDN 01 dan 02 Sadengpasar kini bisa dengan berjalan kaki sekitar 250 meter. ” Jarak dari rumah ke sekolah  jadi dekat dan tidak rawan kecelakaan lalulintas,” pungkasnya.

** Arip Ekon