24.1 C
Bogor
Sunday, April 12, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1409

Paguyuban Kades: Ibu Kota Bogor Barat Ideal di Leuwiliang

0

Leuwiliang l Jurnal Inspirasi

Pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Bogor Barat  hingga kini masih menjadi perbincangan hangat mulai dari masyarakat biasa hingga kalangan akademisi.

Oon Saonah

Namun  sebelumnya sebagian pihak telah mencetuskan kantor Ibu kota Bogor Barat yakni di Cigudeg dan Rumpin. Namun Ketua Paguyuban Kepala Desa Se- Kecamatan Leuwiliang, Oon Saonah  berpendapat bahwa usulan adanya DOB sudah hampir 20 tahun dan sudah saatnya ada DOB.  Pihaknya bersama Kepala Desa Se Kecamatan Leuwiliang sangat mendukung adanya DOB Bogor Barat dengan Ibu Kotanya di Leuwiliang.

“Jika DOB Kabupaten Bogor Barat jadi.  Ibu kotanya yang ideal berada di tengah yakni Kecamatan Leuwiliang,” kata Oon Saonas kepada wartawan, kemarin

Ia berharap Pemerintah Pusat merealisasikan  pemekaran DOB Kabupaten Bogor Barat. Saonah yang merupakan Kepala Desa Karacak,  Kecamatan Leuwiliang mengatakan, penentuan ibu kota harus ditentukan sesuai titik orbitasi atau titik tengah. Jika melihat kondisi Bogor Barat, titik orbitasinya yakni Kecamatan Leuwiliang.

Apalagi Kecamatan Leuwiliang sudah memiliki RSUD, terminal, pasar tradisional, universitas dan tinggal didukung infrastruktur jalan yang memadai. “Kita sempat ngoborol bareng 14 Ketua Paguyuban Kepala Desa yang ada di Bogor Barat. Intinya, sangat mendukung terealisasi DOB Kabupaten Bogor Barat,” ungkapnya.

Sebelumnya, Sekda Kabupaten Bogor, Burhanuddin mengatakan, penentuan ibu kota harus ditentukan sesuai titik orbitasi dan sepenuhnya kewenangan pemerintah pusat. Meskipun usulan DOB itu merupakan aspirasi masyarakat. ”Kalau wilayah pemekaran itu aspirasi masyarakat, tapi kalau sudah menentukan ibu kota, bobotnya di pemerintah yang harus punya kewenangan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sejak awal rencana ibu kota Kabupaten Bogor Barat diusulkan para tokoh masyarakat yakni di Kecamatan Cigudeg, Leuwiliang dan Dramaga. Hingga akhirnya melihat luas lahan dan segi lainnya, sepakat ibu kota Bogor Barat di Kecamatan Cigudeg.

Karena kondisi Kecamatan Cigudeg dari letak geografisnya rawan longsor, akhirnya muncul usulan dari masyarakat Rumpin agar ibu kota Kabupaten Bogor Barat di Rumpin. Selain itu, bupati juga merespons baik, jika ibu kotanya di Rumpin. Pemda pun tak sembarangan dalam menentukan titik ibu kota. Harus ada kajian dari akademisi untuk mengkaji titik mana saja yang layak sudah diusulkan menjadi ibu kota.

”Intinya, ibu kota Kabupaten Bogor bisa di Kecamatan Rumpin atau di Leuwiliang. Sebab, Kecamatan Leuwiliang urutan pertama saat awal penentuan titik ibu kota. Selain itu, Kecamatan Leuwiliang tempatnya strategis, sehingga berpeluang menjadi ibu kota,” ungkap Sekda.

** Arip Ekon

Fadli Zon: Benny Tantang Indonesia, Kok Masih Urus Habib Rizieq?

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Langkah pemerintah yang lebih mengurusi Habib Rizieq Shihab ketimbang aksi separatis di Papua, dikritik anggota DPR dari Partai Gerindra, Fadli Zon.

Kritik disampaikan Fadli Zon menyikapi aksi Gerakan Persatuan Kemerdekaan Papua Barat (ULMWP) yang mendeklarasikan kemerdekaan Papua dari Indonesia, Selasa 1 Desember 2020.

Dalam deklarasi itu, tokoh gerakan Papua Barat, Benny Wenda didaulat menjadi Presiden sementara Republik West Papua.

“Pak Jokowi, Pak Mahfud MD, Panglima TNI, Kapolri, Benny Wenda jelas-jelas sudh menantang RI. Kok masih sibuk urus HRS,” kata Fadli melalui akun Twitterya, @fadlizon.

Dalam cuitan sebelumnya, Fadli Zon sudah mengingatkan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengenai kemungkinan adanya aksi separatis di Papua pada 1 Desember.

Fadli menyarankan agar Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto untuk berkantor di Papua.

Dengan berkantor di sana, kata Fadli, Panglima TNI dapat memantau langsung dan mengendalikan situasi di Papua. Hal tersebut disampaikan Fadli Zon melalui akun Twitternya.

“Biasanya pada 1 Desember ada peringatan OPM mereka dan yang menginginkan Papua merdeka. Saya sarankan Panglima TNI ke Papua dan memantau langsung dan mengendalikan situasi di sana. Kalau perlu berkantor sementara di sana. Ini kalau serius ‘NKRI Harga Mati’,” kata Fadli.

**ass/sindonews

HADITS HARI INI

0

03 Desember 2020
17 Rabi’ul Akhir 1442 H

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَمْرٍو عَنْ أَبِي صَالِحٍ السَّمَّانِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ثَلَاثَةٌ لَا يُكَلِّمُهُمْ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَا يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ رَجُلٌ حَلَفَ عَلَى سِلْعَةٍ لَقَدْ أَعْطَى بِهَا أَكْثَرَ مِمَّا أَعْطَى وَهُوَ كَاذِبٌ وَرَجُلٌ حَلَفَ عَلَى يَمِينٍ كَاذِبَةٍ بَعْدَ الْعَصْرِ لِيَقْتَطِعَ بِهَا مَالَ رَجُلٍ مُسْلِمٍ وَرَجُلٌ مَنَعَ فَضْلَ مَاءٍ فَيَقُولُ اللَّهُ الْيَوْمَ أَمْنَعُكَ فَضْلِي كَمَا مَنَعْتَ فَضْلَ مَا لَمْ تَعْمَلْ يَدَاكَ قَالَ عَلِيٌّ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ غَيْرَ مَرَّةٍ عَنْ عَمْرٍو سَمِعَ أَبَا صَالِحٍ يَبْلُغُ بِهِ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Muhammad, telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Amru dari Abu Shalih Tabi’in As-Samman dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Ada tiga jenis orang yang Allah Ta’ala tidak akan berbicara dengan mereka dan tidak akan melihat mereka pada hari kiamat, yaitu seorang penjual yang bersumpah terhadap dagangannya dan dia mengaku telah memberi lebih kepada si pembeli dibandingkan yang ia berikan kepada manusia lainnya, padahal dia berdusta, dan seorang yang bersumpah dengan sumpah palsu setelah Ashar yang dengan sumpahnya itu dia berambisi untuk mengambil harta orang muslim, dan seseorang yang menolak membagi-bagikan kelebihan air sehingga Allah akan berfirman pada hari kiamat: “Aku tidak akan beri karunia-Ku kepadamu karena kamu telah menghalangi sesuatu yang bukan buah hasil kerja kamu”.

Ali berkata; telah menceritakan kepada kami Sufyan berulang kali dari Amru yang dia mendengar Abu Shalih yang katanya dia dapat dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

HR Bukhari No. 2196

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Tak Ada yang Salah dengan RS Ummi

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Polemik antara Satgas Covid-19 Kota Bogor dengan RS Ummi menjadi perhatian banyak pihak, tak terkecuali dari Komisi IX DPR RI. Pasalnya, pada Rabu (2/12), wakil rakyat berkunjung ke rumah sakit yang berlokasi di Empang, Kecamatan Bogor Tengah itu. Komisi IX datang untuk meminta klarifikasi terkait polemik mereka dengan Satgas Covid-19 Kota Bogor.

Wakil Ketua Komisi IX, Ansori Siregar mengatakan bahwa berdasarkan hasil klarifikasi, ia menemukan tidak adanya permasalahan krusial dan tindak pidana dalam masalah itu. “Ini sebenarnya miskomunikasi antara Satgas Covid-19 Kota Bogor dengan pak Wali Kota Bogor, sebenarnya tidak ada apa-apa disini. Saya sudah hampir 15 tahun sampai 20 tahun di bidang kesehatan, disini tidak ada unsur kejahatan, pidana dan unsur apa. Saya akan perdalam di komisi, saya sudah komunikasi dengan pak wali kota beliau kami panggil sebagai saksi, akan klarifikasi semua,” jelasnya.

Ia meminta agar polisi segera menghapus permasalahan ini. “Ini tidak ada, ini clear semua tidak ada masalah. Saya mohon sebagai komisi IX DPR RI, dihapus semua tidak ada masalah ini agar Kota Bogor kondusif,” katanya.

Kata Ansori, permasalahan ini akan mengganggu rumah sakit lain.”Ini jangan lagi dipermasalahkan, kami lihat nanti. Kalau berlanjut kita lihat nanti, kami menunggu permasalahan ini. Saya melihat tidak ada masalah tidak ada yang dirugikan,” katanya.

Sementara itu, Direktur Umum RS Ummi, Najamudin mengatakan bahwa pada Selasa (1/12) malam pihaknya menegaskan bahwa hasil swab test yang menyatakan Habib Rizieq Shihab (HRS) positif tidak benar. Sebab, Mer-C memastikan bahwa kabar itu hoax.

Lantaran hingga kini hasil swab HRS belum keluar. “Informasi HRS positif. tim Mer-C juga menegaskan hal itu. Sampai sekarang belum ada hasilnya. Saya juga telah koordinasi dengan tim Habib Rizieq,” jelasnya.

Najamudin mengaku bahwa pihaknya masih tetap memegang komitmen Bima Arya untuk menghentikan perkara ini, sesuai yang disampaikannya pada Minggu (29/11) di Balai Kota. Ia menuturkan bahwa pada pertemuan hari Minggu itu ada beberapa hal yang dikemukakan. Diantaranya, ada miskomunikasi antara RS Ummi dengan Pemkot Bogor kaitan jam pemeriksaan swab.

“Kami juga sudah minta maaf. Wali Kota Bogor juga menyampaikan untuk mempertimbangkan mencabut laporan itu, tapi sampai hari Senin dan saya dipanggil polisi, laporan belum dicabut. Tapi sebagai warga negara yang baik, kami tetap memenuhi panggilan,” tandasnya.

KRONOLOGI PERAWATAN KESEHATAN & MEDICAL CHEK UP
Dr. HABIB RIZIEQ SHIHAB, M.Si. di RS UMMI

Kedatangan Selasa, 24 November 2020

š Dr. Habib Rizieq Shihab, M.Si., tiba di RS UMMI pada hari Selasa 24 November 2020, sekitar pukul 23.00 WIB, dengan ditemani oleh keluarganya untuk menjalani serangkaian pemeriksaan yang berkaitan dengan kesehatan. Sekitar pukul 00.30 WIB Rabu, 25 November Beliau masuk ke ruang perawatan.

š Dalam pemeriksaan awal yang dilakukan oleh Tim Dokter RS UMMI, beliau mengalami kelelahan setelah menjalani berbagai kegiatan yang sebelumnya Beliau lakukan pasca kepulangannya dari Arab Saudi ke Tanah Air.

š Pemeriksaan lainnya yang RS UMMI lakukan yaitu pemeriksaan Radiologi dan Medical Chek Up. Hasil dari pemeriksaan yang dilakukan, beliau dalam kondisi baik dan hanya memerlukan istirahat yang cukup untuk memulihkan kesehatannya.

Observasi

š Pada keesokan harinya Walikota Bogor bertanya kepada pihak RS UMMI perihal kepastian keberadaan Habib Rizieq Shihab dirawat di RS UMMI dan Pihak RS UMMI menyampaikan ke Walikota Bogor bahwa Habib Rizieq Shihab menjalani pemeriksaan dan perawatan kesehatan di RS UMMI Bogor.

š Pada saat beliau di observasi dan menjalani perawatan di RS UMMI, Walikota Bogor menyarankan agar dilakukan pemeriksaan swab terhadap Habib Rizieq Shihab, dan kemudian pihak RS UMMI Bogor menyampaikan kepada Pihak Keluarga terkait keinginan Walikota Bogor selaku Ketua Satgas Covid 19 Kota Bogor.

š Atas permintaan tersebut pihak keluarga menyambut baik dan meminta izin agar dilakukan pemeriksaan swab oleh Tim Medis Pribadi yang selama ini telah mendampingi beliau.

š RS UMMI terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Bogor atas permintaan keluarga Habib Rizieq Shihab dan kemudian pihak Dinas Kesehatan Kota Bogor menawarkan agar didampingi oleh Tim dari Satgas Covid 19 Kota Bogor untuk pengambilan sampel swab.

Koordinasi dengan Satgas Covid-19

š Pihak keluarga Habib Rizieq Shihab sepakat untuk kemudian pengambilan sampel swab dilakukan bersama/didampingi tim Satgas Covid 19 Kota Bogor. Dengan waktu yang di tentukan oleh pihak keluarga pada hari Jumat pukul 10.00 – 13.00 WIB dan dilakukan oleh pihak MER-C

š Namun pada hari dan jam yang telah ditentukan, tim Satgas Covid 19 Kota Bogor yang akan mendampingi pengambilan sampel swap Habib Rizieq Shihab belum juga datang sampai dengan pukul 13.00 WIB, sehingga pihak keluarga memutuskan untuk melakukan pengambilan sampel swap oleh Tim Medis MER-C yang sebelumnya sudah berkoordinasi dan didampingi oleh Tim Medis RS UMMI.

š RS UMMI memperbolehkan Tim Medis MER-C untuk melakukan pemeriksaan karena merupakan permintaan keluarga dan selama ini RS UMMI dan MER-C juga telah melakukan kerjasama yang dituangkan dalam perjanjian kerjasama tentang Edukasi, Pelayanan Kesehatan dan Misi Kemanusiaan.

Swab Test Jumat, 27 November 2020

š Kemudian setelah itu Tim Satgas Covid 19 datang ke RS UMMI sekitar pukul 14.00 Wib, dan diterima dengan baik oleh Pihak RS UMMI. Pihak Satgas Covid 19 Kota Bogor menyatakan telah siap melakukan pendampingan dalam pemeriksaan swab Habib Rizieq Shihab, kemudian RS UMMI menyampaikan kepada pihak keluarga dan pihak bertemu dengan Tim Satgas Covid 19 Kota Bogor dan menyampaikan bahwa pengambilan sampel swab Habib Rizieq Shihab telah dilakukan oleh Tim Dokter Pribadi Habib Rizieq Shihab pukul 13.00 Wib.

š Kemudian setelah mendengar penjelasan keluarga Habib Rizieq Shihab, maka pihak RS UMMI menyampaikan kepada Walikota Bogor bahwa Habib Rizieq Shihab telah diakukan swab oleh Tim Dokter Pribadi Beliau. Pada saat itu Walikota Bogor menyampaikan pada pukul 17.00 Wib agar dilakukan swab ulang serta mengirimkan tim medis dari Satgas Covid 19 Kota Bogor.

š RS UMMI mendengar permintaan Walikota Bogor kemudian mengkoordinasikan kepada pihak keluarga Habib Rizieq Shihab bahwa Walikota Bogor akan mengirimkan Tim Medis Satgas Covid 19 untuk melakukan swab ulang sekitar pukul 17.00 Wib.

Koordinasi RS UMMI-Satgas Covid-19

Keluarga Habib Rizieq Shihab Atas Swab Ulang

š RS UMMI menyampaikan keinginan Walikota tersebut kepada pihak keluarga untuk melakukan swab ulang terhadap Habib Rizieq Shihab.

š Tim Satgas Covid 19 Kota tiba di RS UMMI sekitar pukul 17.45 Wib dan diterima oleh Manajemen RS UMMI serta pihak Keluarga Habib Rizieq Shihab, dan selanjutnya berkoordinasi terkait permintaan swab ulang terhadap Habib Rizieq Shihab.

š Permintaan Tim Satgas Covid 19 Kota Bogor tersebut disampaikan kepada Pihak Keluarga Habib Rizieq Shihab dan pihak Keluarga Habib Rizieq Shihab menyampaikan bahwa Habib Rizieq Shihab telah dilakukan swab oleh Tim Dokter Pribadi.

š Karena Pihak Keluarga Habib Rizieq Shihab tidak bersedia, maka Tim Satgas Covid 19 Kota Bogor meminta agar perawat yang merawat Habib Rizieq Shihab agar dilakukan swab, maka pihak RS UMMI mengkoordinasikan agar perawat yang bersangkutan dilakukan swab pada saat itu Tim Satgas Covid 19 Kota Bogor melakukan swab terhadap perawat RS UMMI sekitar pukul 18.25 Wib.

š Walikota Bima Arya berkoordinasi dengan pihak RS UMMI, bahwa sedang menuju RS UMMI bersama Kapolres, DANDIM dan Pihak lain untuk meminta agar Habib Rizieq di lakukan swab ulang. Kami berkoordinasi kembali dengan pihak keluarga dan dari pihak keluarga menyampaikan kepada Walikota bahwa Habib tidak bersedia untuk di swab ulang. Karena sebelumnya sudah di Swab.

š Selanjutnya RS UMMI mengirimkan dua orang perawat lainnya untuk melakukan swap di Dinas Kesehatan Kota Bogor sesuai permintaan Satgas Covid 19 Kota Bogor pada hari Sabtu, sekitar pukul 09.00 Wib

Habib Rizieq Shihab Memutuskan Untuk Pulang dari RS UMMI Sabtu, 28 November 2020

š RS UMMI dalam kesempatan ini juga menyampaikan bahwa Dr. Habib Rizieq Shihab, M.Si., telah selesai menjalani observasi, perawatan dan Medical Check Up di RS UMMI dan Beliau memutuskan untuk pulang dari RS UMMI Bogor pada hari Sabtu, tanggal 28 November 2020 pukul 19.30 WIB.

RS UMMI Dilaporkan ke Kepolisian Sabtu, 28 November 2020

š Satgas kota bogor diwakili oleh kepala Dinas Kesehatan menanyakan hasil pemeriksaan Swab. Dan di jawab bahwa dari pihak keluarga tidak menyerahkan surat pernyataan yang menyatakan bahwa beliau tidak bersedia untuk dibuka informasi medis dan pemeriksaan swab. Setelah itu surat dibawa oleh kepala Dinas Kesehatan untuk disampaikan ke Walikota.

š RS UMMI dilaporkan ke Pihak Kepolisian Resor Bogor Kota dengan Laporan Polisi Nomor: LP/650/XI/2020/JBR/POLRESTA BOGOR KOTA tanggal 28 November 2020 tentang tindak pidana menghalangi/menghambat dalam penanganan atau penanggulangan penyakit menular sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) UU RI No. 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular.

š Atas laporan tersebut, pihak RS UMMI yang terdiri dari Direksi, dokter dan perawat telah mendapat panggilan dari Polresta Bogor Kota pada tanggal 28 November 2020 perihal undangan wawancara pada hari Senin, tanggal 30 November 2020 pukul 10.00 WIB, terkait kasus yang dilaporkan di atas.

Koordinasi RS UMMI Dengan Walikota Bogor

š Pihak RS UMMI melakukan koordinasi kepada Ketua Satgas Covid 19 Kota Bogor yaitu Walikota Bogor dan bertemu pada hari Ahad, 29 November 2020 sekitar pukul 13.00 Wib untuk mengklarifikasi permasalahan yang terkait dengan miskomunikasi dan koordinasi yang kurang baik dengan Tim Satgas Covid 19 Kota Bogor saat berkunjung ke RS UMMI Bogor.

š Pihak Walikota selaku Ketua Satgas Covid 19 Kota Bogor menyampaikan menerima penjelasan pihak RS UMMI dan menegaskan RS UMMI akan diberikan sanksi teguran keras, serta mempertimbangkan akan mencabut laporan polisi sebagaimana di maksud di atas. Pernyataan ini kemudian disampaikan melalui konferensi pers bersama di Balai Kota Bogor pada hari yang sama sekitar 16.30 Wib.

š Pada malamnya Walikota Bogor berkoordinasi dengan RS UMMI untuk mendampingi Beliau saat pertemuan dengan para Habib dan Ulama di Balaikota Bogor sekitar pukul 19.00 Wib yang membicarakan hasil konferensi pers bersama yang dimaksud di atas, dan menegaskan kembali akan mempertimbangkan untuk mencabut laporan polisi terhadap RS UMMI. Namun sampai dengan hari Senin tanggal 30 November 2020, Walikota Bogor tidak/belum juga mencabut laporan polisi.

RS UMMI Memenuhi Panggilan Senin, 30 November 2020

š Sebagai warganegara yang baik, Kami menghadiri undangan wawancara dimaksud diatas pada hari Senin, tanggal 30 November 2020 pukul 13.00 Wib dan menjawab semua pertanyaan penyelidik Satreskrim Polresta Bogor Kota.

** Fredy Kristianto

Tiga Dokter yang Rawat Habib Rizieq Diperiksa

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Polresta Bogor Kota tetap bersikukuh dengan kembali melakukan pemeriksaan mengenai perkara dugaan menghambat penanganan Covid-19 RS Ummi, Rabu (2/12), penyidik memanggil tiga dokter yang bertugas di rumah sakit swasta itu. Hal itu untuk mengklarifikasi atas laporan Satgas Covid-19 Kota Bogor terhadap rumah sakit yang merawat Habib Rizieq Shihab (HRS) pada pekan lalu. “Kita agendakan tiga dokter dari RS Ummi,” ujar Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Hendri Fiuser.

Menurut dia, penyidik telah melakukan pemanggilan terhadap sejumlah pihak, mulai dari lembaga medis, Mer-C, manajemen RS Ummi, hingga Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bogor.

Pejabat Forkopimda yang sudah dipanggil penyidik adalah Wali Kota Bogor Bima Arya, Kapolresta Bogor Kombes Hendri Fiuser, dan Dandim 0606/Kota Bogor Kolonel Inf Robby Bulan. “Wali kota sudah kita panggil, termasuk saya diperiksa penyidik, Dandim juga. Kita kan bagian dari Forkopimda,” paparnya.

Kata dia, Forkopimda dimintai keterangan atas laporannya terhadap RS Ummi yang diduga menghambat penanganan Covid-19. “RS Ummi ditunjuk sebagai salah satu rujukan penanganan Covid-19 di Kota Bogor, jadi ada SOP melaporkan pasien suspek dan positif secara berkala untuk pencegahan penyebaran virus,” ungkapnya.

Namun, RS Ummi dianggap menghalangi tugas Satgas Covid-19 Kota Bogor untuk pelacakan dan mendapatkan data pasien HRS. “Covid-19 itu membahayakan, dan penularannya sangat cepat,” katanya.

Lebih lanjut, kata dia, proses pemeriksaan terus dilanjutkan hingga tuntas. Atas dasar itu, Kapolresta berharap bahwa pada Senin pekan depan statusnya sudah naik dari penyelidikan ke penyidikan. “Kami terus lakukan peyelidikan, nanti akan dilakukan gelar perkara,” tukasnya.

** Fredy Kristianto

Perlu Revolusi Akhlak, Gatot Sebut Ada Ketidakadilan

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Gejolak yang terjadi di Papua baru-baru ini disebut mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo karena masalah ketidakadilan hingga ada yang mendeklarasikan berdirinya pemerintahan Papua Barat.

“Nah keadilan ini buktinya apabila tidak dilakukan, pelaksanaannya bagi seluruh rakyat Indonesia, terbukti sekarang di Papua, Papua Barat itu masalah keadilan. (Merdeka) itu karena sudah frustrasi,” ucap Gatot kala menjadi pembicara ‘Dialog Nasional 100 Ulama dan Tokoh Bersama Imam Besar Al Habib Muhammad Rizieq Shihab’ yang disiarkan akun channel Youtube Front TV pada Rabu (2/12).

Gatot pun meminta pemerintah untuk berlaku adil ketika menangani masalah di Papua, yang selama ini tidak bergejolak. Menurut Gatot, hal itu terjadi karena ada rasa ketidakadilan yang dirasakan warga asli Papua. “Inilah kalau keadilan ada tetep, mereka dilindungi setiap manusia diperlakukan sama secara adil dan beradab, tidak mungkin itu terjadi. Selama 70 tahun tidak terjadi damai-damai saja, inilah perlunya Revolusi Akhlak,” kata Gatot menambahkan.

Mantan Panglima Kostrad itu juga menyinggung sebenarnya manusia Indonesia itu dilahirkan sebagai pemberani. Hal itu ditandai dengan masyarakat Indonesia yang memiliki berbagai latar belakang, namun mempunyai senjata daerah.

“Manusia-manusia Indonesia adalah manusia pemberani. Dari Sabang sampai Merauke punya senjata, rencong, keris, badik, dan sebagainya, hanya bedanya di barat kecil, semakin ke timur besar. Semua suku punya tarian perang, siap perang, maka pemberani,” ucap Gatot.

Sementara Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah untuk menghentikan segala kegaduhan yang terjadi di Indonesia. Kini, Habib Rizieq mengatakan sangat terbuka untuk berdiskusi tentang kemajuan bangsa Indonesia.

“Saya minta semua pihak, ayo mulai hari ini setop kegaduhan. Mau sampai kapan kita terus bergaduh. Ayo buka pintu dialog, ayo kita diskusi, berargumentasi dengan sehat,” kata Habib Rizieq.

Menurut dia, sebaiknya tidak ada yang berpikir negatif ketika mendengar frase revolusi akhlak. Tidak betul, kata Habib Rizieq, apabila revolusi akhlak ini dikaitkan dengan revolusi bersenjata maupun pemberontakan.

“Revolusi akhlak jangan digambarkan sebagai revolusi berdarah-darah, revolusi makar, revolusi menjatuhkan pemerintahan yang sah, revolusi bughot atau khawarij. Tidak begitu,” ujarnya.

Karena, Habib Rizieq Shihab mengatakan, para habaib di Indonesia dididik oleh para guru dengan mazhab ahlussunnah wal jama’ah. Sehingga, tidak boleh ada upaya pemberontakan terhadap pemerintahan yang sah.

“Kita ahlussunnah wal jama’ah, kita selalu membuka diri untuk dialog, diskusi, kita saling kritik dan saling memperbaiki. Kami tidak boleh melakukan pemberontakan terhadap pemerintahan yang sah, tidak boleh,” jelas dia.

Tapi, kata dia, memang harus objektif juga terhadap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah, baik dan bagus tentu diapresiasi serta dijalankan secara bersama-sama. Namun, jika ada kebijakan yang tidak populer, membahayakan keselamatan bangsa dan negara, kebijakan yang menindas rakyat itu wajib dikritisi.

“Mengkritik pemerintahan yang sah, itu bukan makar dan bukan pemberontakan. Ini yang perlu saya jelaskan. Jadi tidak ada pemberontakan. Kita ahlussunnah wal jama’ah, ini negeri dakwah untuk berbuat baik termasuk para penguasa, pemerintah,” kata dia.

** ass

WHO Keluarkan Lagi Pembaharuan Pemakaian Masker

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Pedoman Covid-19 terkait pemakaian masker kembali diperketat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Pada Rabu (2/12) WHO merekomendasikan, masyarakat yang tinggal di daerah dengan kasus Covid-19 belum terkendali harus selalu menggunakan masker di toko, tempat kerja, dan sekolah yang minim ventilasi.

Jika tidak dapat menjaga jarak fisik setidaknya satu meter, orang-orang yang berada di dalam ruangan juga harus menggunakan masker, bahkan jika ventilasi ruangannya baik sekalipun. Rekomendasi ini juga berlaku untuk anak-anak dan siswa berusia di atas 12 tahun.

Mereka juga harus menggunakan masker di luar ruangan jika jaga jarak fisik tidak dapat diterapkan, menurut WHO. Juru bicara WHO, Margaret Harris, mengatakan bahwa rekomendasi tersebut salah satu perubahan terbesar dalam pedoman penggunaan masker sekaligus imbauan terkini sejak Juni.

“Jika di dalam ruangan, kecuali ventilasi dianggap memadai, WHO mengimbau agar masyarakat umum harus menggunakan masker non-medis, terlepas apakah jarak fisik setidaknya satu meter dapat diterapkan,” kata WHO.

Badan PBB itu juga mengimbau “penggunaan masker universal” di semua fasilitas perawatan kesehatan, termasuk di area umum seperti kafe dan ruangan staf. Petugas kesehatan dapat menggunakan masker N95 jika tersedia saat merawat pasien Covid-19, akan tetapi satu-satunya perlindungan yang terbukti adalah ketika mereka menjalankan prosedur yang menghasilkan aerosol.

** ass

Proyek Jembatan Cidangdeur Tunggu Besi Datang

0

Rumpin l Jurnal Inspirasi

Proyek pembangunan jembatan Cidangdeur Tiga pada pengerjaan jalan Janala Lebak wangi, Kecamatan Rumpin terkendala pengiriman material besi untuk melakukan penyambungan. Musababnya, besi tersebut tidak boleh ada dua sambungan karena akan berdampak ke kualitas karena beban yang begitu berat.

“Jadi awalnya ada yang ngomong katanya proyek ini ditinggalkan, padahal dari awal mulai pengerjaan sampai sekarang tetap beroperasi,” kata penanggungjawab proyek jembatan, Iyan kepada wartawan kemarin.

Bahkan, Iyan mengaku, sejauh ini semua dikerjakan, hanya menunggu pengiriman besi 25  saja. Makanya, sekarang dikerjakan pemasangan batu dulu tinggal malam ini besi 25 datang.

“Kita terkendala pengiriman besi 25 saja, tapi proyek tetap berjalan dengan jumlah pekerja 15 orang, karena waktu masih lama sekitar 40 hari lagi,” ucapnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, bahwa besi jembatan diatas 10 meter jangan sampai ada dua sambungan harusnya satu saja. “Kalau buat jembatan besi dijadikan satu sambungan, dan besi harus yang lurus, kalau dipotong tidak akan kuat bebannya,” cetusnya.

Iyan juga mengungkapkan, pada intinya ada warga yang mengeluh karena tersendat aksesnya akibat jembatan dibongkar, padahal proyek ini membantu bukan merusak.

“Kalau kami bekerja sesuai aturan dan ketika tidak tanggungjawab maka perusahaan saya pasti di blacklist. Untuk anggaran sekitar 1,2 miliar dengan masa waktu 100 hari kerja,” jelasnya.

Sementara itu salah satu perwakilan perusahaan tambang, Wawan mengungkapkan, jarak semakin jauh untuk pengangkutan hasil tambang dari beberapa perusahaan di wilayah Kecamatan Cigudeg sampai Jakarta Timur akibat ada proyek jembatan.

“Selain harus memutar jauh, biaya operasional angkutan lebih mahal. Hal ini, disebabkan karena harus memutar lewat Leuwiliang untuk ke wilayah Kabupaten Bogor juga lewat Parungpanjang,” pungkasnya.

** Arip Ekon

Tahun 2022, PWI Kabupaten Bogor Bakal Miliki Kantor Sendiri

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Kabar bahagia bagi pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bogor, yang mana dalam kurun waktu 2 tahun mendatang, organisasi tertua bagi wadah profesi wartawan tersebut bakal memiliki kantor sendiri.

Sekretaris PWI Kabupaten Bogor, M. Nurofik mengatakan, untuk pengadaan pembangunan kantor sekretariat PWI Bumi Tegar Beriman akan segera terwujud.

“Alhamdulillah setelah perjuangan dari seluruh pengurus PWI di kepemimpinan H. Subagiyo saat ini, dengan adanya keinginan PWI Kabupaten Bogor miliki kantor sendiri bakal segera terwujud,” kata Nurofik dalam penyampaiannya di Cibinong, Rabu (2/12).

Ia melanjutkan, untuk rencana itu dimana saat ditahun 2021 nanti dengan adanya wacana dan harapan bagi pengurus PWI Kabupaten Bogor untuk memiliki kantor sendiri, akan melakukan perencanaan atau DED terlebih dahulu.

Sementara, untuk pembangunan fisiknya akan dilakukan pada 2022. “Untuk 2021 kita akan DED dulu untuk merealisasikan pengadaan pembangunan gedung baru bagi PWI Kabupaten Bogor ini. Setelah itu di 2022 insya Allah baru akan dilakukan pembangunan dengan anggaran senilai kurang lebih Rp 5 miliar,” bebernya.

Masih ditempat sama, Bendara Koperasi PWI Kabupaten Bogor, Dedi Firdaus mengucapkan rasa syukur serta memberi masukan untuk seluruh pengurus PWI saat ini agar bisa mengawal rencana itu dengan membentuk sebuah tim khusus pemantau wacana pembangunan gedung bagi wadah wartawan tersebut.

“Saya sarankan kepada ketua PWI untuk membentuk tim khusus untuk mengawal rencana pembangunan gedung baru milik PWI perwakilan Kabupaten Bogor. Intinya kita kawal sama-sama wacana baik tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, ketua PWI Kabupaten Bogor periode 2018-2021, H. Subagiyo mengaku sangat bersyukur dengan adanya kabar baik itu.

“Semoga apa yang diharapkan kita semua dengan adanya rencana Pemda Kabupaten Bogor yang menggunakan APBD tahun 2021 hingga 2022 bisa merealisasikan wacana ini. Mari semua teman-teman di PWI maupun diluar non-pwi yang notabane merupakan pekerja pers dapat mengawal wacana tersebut demi kepentingan bersama-sama,” imbuhnya.

“Semoga juga, untuk Bupati dan Wakil Bupati Bogor periode 2018-2023 dapat berperan dan membantu rencana baik ini maupun instansi terkait,” tukasnya.

** Nay Nur’ain

Rumah Terbakar, Warga di Parungsinga Tewas

0

Leuwiliang | Jurnal Inspirasi

Diduga akibat korsleting listrik, Rabu (2/12), satu rumah di kampung Parungsinga RT 01, RW 07, Desa Karehkel Kecamatan Leuwiliang hangus terbakar dan menyebabkan satu korban jiwa meninggal setelah sebelumnya pingsan akibat kesetrum.

Awal mula kejadian, ketika korban Sobri Apriadi (16) tersengat listrik dan pingsan setelah hendak charger handphone dikamarnya. Pada waktu bersamaan ada percikan api dan membakar sebagian rumahnya beserta korban. Bahkan, asap mulai keluar di dalam rumah dan membuat warga sekitar membantu untuk memadamkannya.

Namun, pada waktu warga sedang membereskan puing melihat kaki dibawah kulkas yang ikut terbakar. Setelah dicek ternyata ada korban jiwa yang sudah meninggal dengan luka bakar seluruh tubuh dan di dadanya masih menempel charger handphone yang diduga kebakaran tersebut karena korsleting listrik.

Ketua BPD Desa Karehkel Iwan setiawan mengatakan, bahwa korban sedang berada di dalam rumah neneknya dan posisi handphone di charger diatas kulkas. “Yang jelas itu lagi charger HP jadi korsleting listrik, yang menyebabkan satu rumah habis terbakar,” kata Iwan saat dihubungi lewat pesan singkat.

Lanjut Iwan menjelaskan, kejadian sekitar pukul 10.00 sementara pemadaman api dibantu oleh warga sekitar. Karena, awalnya warga tak mengetahui kalau kebakaran ada korban jiwa. “Korban meninggal putra dari Ibu Nita, dan korban lagi belajar terus dicas handphone diatas kulkas,” katanya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Leuwiliang Iptu Asep Jamiat membenarkan kejadian dan menelan satu korban jiwa yang awalnya sedang carger handphone dan korslet.

“Jadi pada waktu korban hendak carger handphone sempat kesetrum kemudian pingan, disitu ada percikan api dan merambat ke rumah kakeknya serta membakar korban,” jelasnya.

Bahkan, Asep menuturkan bahwa posisi korban berada dibawah kulkas kemungkinan tertimpa karena awalnya pun sudah pingsan akibat tersengat listrik.

“Korban sedang ada di rumah neneknya, dan pada waktu kejadian api cepat merambat karena material rumah mudah terbakar,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan