Tak Ada yang Salah dengan RS Ummi

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Polemik antara Satgas Covid-19 Kota Bogor dengan RS Ummi menjadi perhatian banyak pihak, tak terkecuali dari Komisi IX DPR RI. Pasalnya, pada Rabu (2/12), wakil rakyat berkunjung ke rumah sakit yang berlokasi di Empang, Kecamatan Bogor Tengah itu. Komisi IX datang untuk meminta klarifikasi terkait polemik mereka dengan Satgas Covid-19 Kota Bogor.

Wakil Ketua Komisi IX, Ansori Siregar mengatakan bahwa berdasarkan hasil klarifikasi, ia menemukan tidak adanya permasalahan krusial dan tindak pidana dalam masalah itu. “Ini sebenarnya miskomunikasi antara Satgas Covid-19 Kota Bogor dengan pak Wali Kota Bogor, sebenarnya tidak ada apa-apa disini. Saya sudah hampir 15 tahun sampai 20 tahun di bidang kesehatan, disini tidak ada unsur kejahatan, pidana dan unsur apa. Saya akan perdalam di komisi, saya sudah komunikasi dengan pak wali kota beliau kami panggil sebagai saksi, akan klarifikasi semua,” jelasnya.

Ia meminta agar polisi segera menghapus permasalahan ini. “Ini tidak ada, ini clear semua tidak ada masalah. Saya mohon sebagai komisi IX DPR RI, dihapus semua tidak ada masalah ini agar Kota Bogor kondusif,” katanya.

Kata Ansori, permasalahan ini akan mengganggu rumah sakit lain.”Ini jangan lagi dipermasalahkan, kami lihat nanti. Kalau berlanjut kita lihat nanti, kami menunggu permasalahan ini. Saya melihat tidak ada masalah tidak ada yang dirugikan,” katanya.

Sementara itu, Direktur Umum RS Ummi, Najamudin mengatakan bahwa pada Selasa (1/12) malam pihaknya menegaskan bahwa hasil swab test yang menyatakan Habib Rizieq Shihab (HRS) positif tidak benar. Sebab, Mer-C memastikan bahwa kabar itu hoax.

Lantaran hingga kini hasil swab HRS belum keluar. “Informasi HRS positif. tim Mer-C juga menegaskan hal itu. Sampai sekarang belum ada hasilnya. Saya juga telah koordinasi dengan tim Habib Rizieq,” jelasnya.

Najamudin mengaku bahwa pihaknya masih tetap memegang komitmen Bima Arya untuk menghentikan perkara ini, sesuai yang disampaikannya pada Minggu (29/11) di Balai Kota. Ia menuturkan bahwa pada pertemuan hari Minggu itu ada beberapa hal yang dikemukakan. Diantaranya, ada miskomunikasi antara RS Ummi dengan Pemkot Bogor kaitan jam pemeriksaan swab.

“Kami juga sudah minta maaf. Wali Kota Bogor juga menyampaikan untuk mempertimbangkan mencabut laporan itu, tapi sampai hari Senin dan saya dipanggil polisi, laporan belum dicabut. Tapi sebagai warga negara yang baik, kami tetap memenuhi panggilan,” tandasnya.

KRONOLOGI PERAWATAN KESEHATAN & MEDICAL CHEK UP
Dr. HABIB RIZIEQ SHIHAB, M.Si. di RS UMMI

Kedatangan Selasa, 24 November 2020

š Dr. Habib Rizieq Shihab, M.Si., tiba di RS UMMI pada hari Selasa 24 November 2020, sekitar pukul 23.00 WIB, dengan ditemani oleh keluarganya untuk menjalani serangkaian pemeriksaan yang berkaitan dengan kesehatan. Sekitar pukul 00.30 WIB Rabu, 25 November Beliau masuk ke ruang perawatan.

š Dalam pemeriksaan awal yang dilakukan oleh Tim Dokter RS UMMI, beliau mengalami kelelahan setelah menjalani berbagai kegiatan yang sebelumnya Beliau lakukan pasca kepulangannya dari Arab Saudi ke Tanah Air.

š Pemeriksaan lainnya yang RS UMMI lakukan yaitu pemeriksaan Radiologi dan Medical Chek Up. Hasil dari pemeriksaan yang dilakukan, beliau dalam kondisi baik dan hanya memerlukan istirahat yang cukup untuk memulihkan kesehatannya.

Observasi

š Pada keesokan harinya Walikota Bogor bertanya kepada pihak RS UMMI perihal kepastian keberadaan Habib Rizieq Shihab dirawat di RS UMMI dan Pihak RS UMMI menyampaikan ke Walikota Bogor bahwa Habib Rizieq Shihab menjalani pemeriksaan dan perawatan kesehatan di RS UMMI Bogor.

š Pada saat beliau di observasi dan menjalani perawatan di RS UMMI, Walikota Bogor menyarankan agar dilakukan pemeriksaan swab terhadap Habib Rizieq Shihab, dan kemudian pihak RS UMMI Bogor menyampaikan kepada Pihak Keluarga terkait keinginan Walikota Bogor selaku Ketua Satgas Covid 19 Kota Bogor.

š Atas permintaan tersebut pihak keluarga menyambut baik dan meminta izin agar dilakukan pemeriksaan swab oleh Tim Medis Pribadi yang selama ini telah mendampingi beliau.

š RS UMMI terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Bogor atas permintaan keluarga Habib Rizieq Shihab dan kemudian pihak Dinas Kesehatan Kota Bogor menawarkan agar didampingi oleh Tim dari Satgas Covid 19 Kota Bogor untuk pengambilan sampel swab.

Koordinasi dengan Satgas Covid-19

š Pihak keluarga Habib Rizieq Shihab sepakat untuk kemudian pengambilan sampel swab dilakukan bersama/didampingi tim Satgas Covid 19 Kota Bogor. Dengan waktu yang di tentukan oleh pihak keluarga pada hari Jumat pukul 10.00 – 13.00 WIB dan dilakukan oleh pihak MER-C

š Namun pada hari dan jam yang telah ditentukan, tim Satgas Covid 19 Kota Bogor yang akan mendampingi pengambilan sampel swap Habib Rizieq Shihab belum juga datang sampai dengan pukul 13.00 WIB, sehingga pihak keluarga memutuskan untuk melakukan pengambilan sampel swap oleh Tim Medis MER-C yang sebelumnya sudah berkoordinasi dan didampingi oleh Tim Medis RS UMMI.

š RS UMMI memperbolehkan Tim Medis MER-C untuk melakukan pemeriksaan karena merupakan permintaan keluarga dan selama ini RS UMMI dan MER-C juga telah melakukan kerjasama yang dituangkan dalam perjanjian kerjasama tentang Edukasi, Pelayanan Kesehatan dan Misi Kemanusiaan.

Swab Test Jumat, 27 November 2020

š Kemudian setelah itu Tim Satgas Covid 19 datang ke RS UMMI sekitar pukul 14.00 Wib, dan diterima dengan baik oleh Pihak RS UMMI. Pihak Satgas Covid 19 Kota Bogor menyatakan telah siap melakukan pendampingan dalam pemeriksaan swab Habib Rizieq Shihab, kemudian RS UMMI menyampaikan kepada pihak keluarga dan pihak bertemu dengan Tim Satgas Covid 19 Kota Bogor dan menyampaikan bahwa pengambilan sampel swab Habib Rizieq Shihab telah dilakukan oleh Tim Dokter Pribadi Habib Rizieq Shihab pukul 13.00 Wib.

š Kemudian setelah mendengar penjelasan keluarga Habib Rizieq Shihab, maka pihak RS UMMI menyampaikan kepada Walikota Bogor bahwa Habib Rizieq Shihab telah diakukan swab oleh Tim Dokter Pribadi Beliau. Pada saat itu Walikota Bogor menyampaikan pada pukul 17.00 Wib agar dilakukan swab ulang serta mengirimkan tim medis dari Satgas Covid 19 Kota Bogor.

š RS UMMI mendengar permintaan Walikota Bogor kemudian mengkoordinasikan kepada pihak keluarga Habib Rizieq Shihab bahwa Walikota Bogor akan mengirimkan Tim Medis Satgas Covid 19 untuk melakukan swab ulang sekitar pukul 17.00 Wib.

Koordinasi RS UMMI-Satgas Covid-19

Keluarga Habib Rizieq Shihab Atas Swab Ulang

š RS UMMI menyampaikan keinginan Walikota tersebut kepada pihak keluarga untuk melakukan swab ulang terhadap Habib Rizieq Shihab.

š Tim Satgas Covid 19 Kota tiba di RS UMMI sekitar pukul 17.45 Wib dan diterima oleh Manajemen RS UMMI serta pihak Keluarga Habib Rizieq Shihab, dan selanjutnya berkoordinasi terkait permintaan swab ulang terhadap Habib Rizieq Shihab.

š Permintaan Tim Satgas Covid 19 Kota Bogor tersebut disampaikan kepada Pihak Keluarga Habib Rizieq Shihab dan pihak Keluarga Habib Rizieq Shihab menyampaikan bahwa Habib Rizieq Shihab telah dilakukan swab oleh Tim Dokter Pribadi.

š Karena Pihak Keluarga Habib Rizieq Shihab tidak bersedia, maka Tim Satgas Covid 19 Kota Bogor meminta agar perawat yang merawat Habib Rizieq Shihab agar dilakukan swab, maka pihak RS UMMI mengkoordinasikan agar perawat yang bersangkutan dilakukan swab pada saat itu Tim Satgas Covid 19 Kota Bogor melakukan swab terhadap perawat RS UMMI sekitar pukul 18.25 Wib.

š Walikota Bima Arya berkoordinasi dengan pihak RS UMMI, bahwa sedang menuju RS UMMI bersama Kapolres, DANDIM dan Pihak lain untuk meminta agar Habib Rizieq di lakukan swab ulang. Kami berkoordinasi kembali dengan pihak keluarga dan dari pihak keluarga menyampaikan kepada Walikota bahwa Habib tidak bersedia untuk di swab ulang. Karena sebelumnya sudah di Swab.

š Selanjutnya RS UMMI mengirimkan dua orang perawat lainnya untuk melakukan swap di Dinas Kesehatan Kota Bogor sesuai permintaan Satgas Covid 19 Kota Bogor pada hari Sabtu, sekitar pukul 09.00 Wib

Habib Rizieq Shihab Memutuskan Untuk Pulang dari RS UMMI Sabtu, 28 November 2020

š RS UMMI dalam kesempatan ini juga menyampaikan bahwa Dr. Habib Rizieq Shihab, M.Si., telah selesai menjalani observasi, perawatan dan Medical Check Up di RS UMMI dan Beliau memutuskan untuk pulang dari RS UMMI Bogor pada hari Sabtu, tanggal 28 November 2020 pukul 19.30 WIB.

RS UMMI Dilaporkan ke Kepolisian Sabtu, 28 November 2020

š Satgas kota bogor diwakili oleh kepala Dinas Kesehatan menanyakan hasil pemeriksaan Swab. Dan di jawab bahwa dari pihak keluarga tidak menyerahkan surat pernyataan yang menyatakan bahwa beliau tidak bersedia untuk dibuka informasi medis dan pemeriksaan swab. Setelah itu surat dibawa oleh kepala Dinas Kesehatan untuk disampaikan ke Walikota.

š RS UMMI dilaporkan ke Pihak Kepolisian Resor Bogor Kota dengan Laporan Polisi Nomor: LP/650/XI/2020/JBR/POLRESTA BOGOR KOTA tanggal 28 November 2020 tentang tindak pidana menghalangi/menghambat dalam penanganan atau penanggulangan penyakit menular sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) UU RI No. 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular.

š Atas laporan tersebut, pihak RS UMMI yang terdiri dari Direksi, dokter dan perawat telah mendapat panggilan dari Polresta Bogor Kota pada tanggal 28 November 2020 perihal undangan wawancara pada hari Senin, tanggal 30 November 2020 pukul 10.00 WIB, terkait kasus yang dilaporkan di atas.

Koordinasi RS UMMI Dengan Walikota Bogor

š Pihak RS UMMI melakukan koordinasi kepada Ketua Satgas Covid 19 Kota Bogor yaitu Walikota Bogor dan bertemu pada hari Ahad, 29 November 2020 sekitar pukul 13.00 Wib untuk mengklarifikasi permasalahan yang terkait dengan miskomunikasi dan koordinasi yang kurang baik dengan Tim Satgas Covid 19 Kota Bogor saat berkunjung ke RS UMMI Bogor.

š Pihak Walikota selaku Ketua Satgas Covid 19 Kota Bogor menyampaikan menerima penjelasan pihak RS UMMI dan menegaskan RS UMMI akan diberikan sanksi teguran keras, serta mempertimbangkan akan mencabut laporan polisi sebagaimana di maksud di atas. Pernyataan ini kemudian disampaikan melalui konferensi pers bersama di Balai Kota Bogor pada hari yang sama sekitar 16.30 Wib.

š Pada malamnya Walikota Bogor berkoordinasi dengan RS UMMI untuk mendampingi Beliau saat pertemuan dengan para Habib dan Ulama di Balaikota Bogor sekitar pukul 19.00 Wib yang membicarakan hasil konferensi pers bersama yang dimaksud di atas, dan menegaskan kembali akan mempertimbangkan untuk mencabut laporan polisi terhadap RS UMMI. Namun sampai dengan hari Senin tanggal 30 November 2020, Walikota Bogor tidak/belum juga mencabut laporan polisi.

RS UMMI Memenuhi Panggilan Senin, 30 November 2020

š Sebagai warganegara yang baik, Kami menghadiri undangan wawancara dimaksud diatas pada hari Senin, tanggal 30 November 2020 pukul 13.00 Wib dan menjawab semua pertanyaan penyelidik Satreskrim Polresta Bogor Kota.

** Fredy Kristianto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here