24.1 C
Bogor
Sunday, April 12, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1406

Rutilahu Desa Cipicung, LPKP Minta Inspektorat Turun

0

Cijeruk | Jurnal Inspirasi

Ketua Lembaga Pemerhati Kebijakan Publik (LPKP), Rahmatullah sikapi dugaan pemotongan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Desa Cipicung, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) itu pun meminta, agar Inspektorat segera turun dan melakukan pengecekan terhadap ke tujuh titik rumah warga yang mendapatkan bantuan perbaikan.

 “Saat turun melakukan pengecekan, Inspektorat didampingi masyarakat. Bagaimana juga peran masyarakat sangat penting dalam pengawasan,” ujar Rahmatullah saat di hubungi melalui telepon selulernya.

Rahmatullah sangat menyayangkan, jika masih ada dugaan pemotongan batuan Rutilahu yang di kucurkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor oleh oknum desa maupun Tim Pelaksana Kegiatan (TPK).

Seharusnya, bantuan sebesar Rp 15 juta yang di gelontorkan melalui Anggaran Pengeluaran Belanja Daerah (APBD) itu, diterima warga secara utuh tanpa ada pemotongan.  “Kecuali untuk pajak yang harus dibayarkan,” papar Rahmatullah atau yang biasa disapa Along.

Along sepakat apabila dalam pelaksanaan penyaluran nya, pemerintah desa melalui TPK memberikan bantuan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berupa bahan material. Tetapi, didalam bon pembelian bahan material itu, harus sesuai dengan harga di pasaran.

 “Jangan sampai ada main mata antara pihak pemerintah desa atau TPK dengan pemilik material untuk melakukan mark up harga satuan bahan bangunan,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Along, transparansi dari pemerintah desa kepada warga pemenang Rutilahu, harus dilakukan sesuai dengan Undang-Undang (UU) Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP). “Bila memang tidak ada pemotongan, buka saja kepada warga besaran bantuan dan berapa biaya upah kerja yang diterima setiap KPM,” tegasnya.

Along pun menghimbau, agar Inspektorat memberikan laporan yang benar dan sesuai dengan kondisi rumah warga setelah melakukan pengecekan ke wilayah Desa Cipicung. “Jika memang terbukti ada pemotongan, saya berharap Inspektorat melimpahkan kasus nya ke pihak Kejaksaan agar di usut tuntas,” imbuhnya.

Sementara, Camat Cijeruk, Hadijana sudah memerintahkan Kepala Seksi (Kasi) Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) melakukan monitoring serta evaluasi (Monev) ke semua rumah KPM di Desa Cipicung. “Saya sudah komunikasikan dengan kepala desa agar pengerjaan Rutilahu diselesaikan,” ungkapnya.

Tetapi, dalam hal ini Camat Cijeruk tidak sepenuhnya menyalahkan pemerintah desa atau pun TPK. Karena, dari hasil laporan yang diterimanya, anggaran bantuan Rutilahu tidak sebanding dengan luas lahan rumah yang dibangun. “Laporan TPK dan pihak desa, semua KPM di Desa Cipicung tidak ada swadaya nya. Dan juga rumah yang diperbaiki masuk kategori membangun dari awal, lantaran rumah nya masih bilik,” tukas Hadijana.

** Dede Suhendar

Helikopter Warnai Seminar Proper PKN Tk II Angkatan XVII Kementan

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Sebuah helikopter tiba – tiba mendarat di area perkantoran Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor, Jumat (4/12). Helokopter tersebut menurunkan   Brigjen Polisi Sumego Adie Soetojo Dirpoludara Korpolairud Baharkam Polri.

Ia terdaftar sebagai mentor dua peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XVII, dari Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) Beni Suratman dan Boni Facius Dian Rosano yang pada hari itu akan melaksanakan seminar hasil proyek perubahan yang disusunnya.

Seminar proyek perubahan menghadirkan para mentor peserta, baik secara virtual maupun hadir langsung.  Kepolisian Republik Indonesia (POLRI)  mengirimkan 12 orang peserta untuk mengikuti pelatihan yang dimulai sejak 11 Agustus 2020 ini. 

Proyek perubahan yang dimentori perwira tinggi Polri kelahiran 1964 tersebut berjudul Strategi Evakuasi Medis Udara Melalui Optimalisasi Ambulance Udara Dalam Mendukung Tugas Operasional Kepolisian yang diusung Beni Suratman dan Strategi Optimalisasi Ditpoludara Dalam Pertolongan dan Penyelamatan Mitigasi Bencana dengan Pola Kolaboratif di Wilayah Provinsi Banten proper Boni Facius Dian Rosano.

Sebanyak 59 proyek perubahan diseminarkan peserta dihadapan penguji disaksikan mentor. Dalam Seminar Proyek Perubahan tersebut bertindak sebagai penguji peserta PKN II dari berbagai kementerian dan lembaga serta pemerintah daerah ini, adalah penguji terdiri dari  Kepala  beserta para Pejabat Tinggi Pratama Lembaga Administrasi Negara (LAN) diantaranya  Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan LAN Kepala Pusat Kajian Manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Kepala Pusat Pengembangan Kader ASN.

Proyek perubahan merupakan produk individual peserta PKN Tk. II yang disusun sesuai dengan tugas dan fungsi peserta. Proyek Perubahan fokus pada inovasi dan/atau pemecahan masalah. Target Pelatihan Kepemimpinan Nasional II kali ini, adalah kepemimpinan yang strategis, dimana para pemimpin memiliki potensi untuk memetakan mana hal-hal yang sifatnya strategis yang harus ditangani dan dipecahkan dengan baik.

Menurut rencana PKN Tk. II Angkatan XVII Kementan akan ditutup pada 8 Desember 2020,  dihadiri dan ditutup oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Saat membuka kegiatan ini Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, ciri pemimpin berkualitas bisa ditandai melalui beberapa ciri personal. Tanda tersebut bisa dilukur dari  beberapa aspek, seperti karakter, kapasitas, literasi. Untuk karakter dilihat dari ibadahnya dan etos kerja.

 Di situ ada nilai kejujuran dan kerja keras. Lebih detail, Mentan menegaskan kapasitas seorang pemimpin bisa dilihat dari sikap kritis, kreatif, hingga kekuatan network-nya. Adapun ciri literasi ditandai dengan beragam pelatihan. Fokus pelatihannya pun diarahkab kepada manajemen pengelolaan keuangan.

Kekuatan literasi juga didasarkan pada budaya hingga modernisasi dan penguasaan teknologi.

Sedangkan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menuturkan mengenai posisi seorang pemimpin yang dinilainya sangatlah vital. Melalui PKN Tingkat II Angkatan XVII Ia yakin akan dihasilkan seorang pemimpin berkualitas. Dengan beragam inovasi dan kreativitas yang dimiliki akan menawarkan berbagai solusi hingga terobosan yang luar biasa.

** Regi/PPMKP

Bantarkaret Peringkat 3 Besar Senam Pancakarsa

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Setelah mendapatkan predikat best of the best Dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor sebagai Kampung Ramah Lingkungan (KRL) pekan lalu, kini Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, meraih kembali prestasi tiga besar untuk kategori Senam Pancakarsa se-Kabupaten Bogor.

Ketua PKK Desa Bantarkaret Hj. Ninna Parida yang mengawal dari mulai pelatihan hingga ke acara grand final, mengaku sangat bersukur dan bangga serta berterimaksih kepada peserta senam yang telah bersama-sama menjalin kekompakan.

Disampaikannya rasa terimakasih, baik pada stakeholder Pemerintah Kecamatan Nanggung maupun pihak lainnya terutama bagi warga desa yang telah mendukung berlangsungnya kelancaran kegiatan tersebut. ” Ajang perlombaan  Senam Pancakarsa ini,  kita jadikan awal yang baik, semoga di tahun berikutnya kita mampu berada di posisi satu,” ungkapnya.

Terpisah,  ucapan  apresiasi pun dilontarkan Kepala Desa Bantarkaret H. Hotib atau yang lebih akrab disapa  H.Kate. Menurutnya, meski masuk peringkat tiga besar Senam Pancakarsa baginya sudah menjadikan penghargaan  yang luar biasa. ” Kita jadikan peluang agar di tahun berikutnya kita lebih optimis untuk bisa meraih kembali yang terbaik,” ungkapnya.

“Dalam memberikan prestasi dan kebanggaan untuk Desa Bantarkaret, untuk mencapai tiga besar tentu bukan hal yang mudah, mengingat acara ini diikuti oleh peserta se-Kabupaten Bogor,” jelasnya.

Namun dengan semangat juang yang tinggi, dan sikap optimistim, Tim Senam Pancakarsa Desa Bantarkaret akhirnya mampu berada di tiga besar. Menurut H.Kate, hal itu tidak lepas dari dukungan semua pihak diantaranya Ketua PKK Desa Bantarkaret, Camat Nangung dan Ketua  Formi juga unsur Puspika.

“Kedepan dengan pola swadaya yang berbasis gotong royong mari kita wujudkan  Desa Bantarkaret maju di segala bidang,” tandasnya.

** Arip Ekon

Divonis Tumor Tulang, Sopian 6 Tahun Terbaring Lemah

0

Camat dan TKSK Siap Bantu Pengobatan

Leuwisadeng l Jurnal Inspirasi

Camat Leuwisadeng Rudy Mulyana bersama Tenaga Kesejahtraan Sosial Masyarakat (TKSK), Cepi Kurniawan  mengunjungi  warga asal Kampung Cimandirasa RT 05 RW 02, Desa Sadengkolot yang sudah tahunan menderita sakit tumor tulang yang kini kondisinya terbaring lemah.

Rudy setelah  mendengar kabar adanya salah satu warga yang  menderita sakit dengan keadaan cukup memprihatinkan pihaknya langsung berkoordinasi dengan TKSK dan Pemerintah Desa Sadengkolot untuk mendatangi rumah korban sekaligus memberikan bantuan berupa paket sembako dan uang saku.

“Kondisi si penderita adalah  bernama Pak Sopian yang berusia 46 kini keadaannya terbaring lemah dan sangat memprihatinkan,” kata dia kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Menurutnya, kondisi Sopian merupakan tanggung jawab kita bersama untuk itu, kata Rudy, langkah awal sebelum dilakukan pengobatan medis yang pertama adalah mengurus  administrasinya. “Untuk membantu kesembuhannya  tentu tanggung jawab bersama, kalau dilihat semangat pak Sopian ingin sembuh dari penyakitnya itu masih ada,” tuturnya.

Sopian sebelum menderita sakit ia sebagai pedagang roti keliling dengan menggunakan sepeda di Tangerang. Ia dikaruniai tiga anak, yakni Parhan (12) yang baru lulus sekolah SD,  Sarah (8) kini masih duduk di bangku sekolah MI Sukamaju dan Padli (4) putra bungsunya  yang masih membutuhkan perhatian.

Kini sang istri, Upi terpaksa menjadi tulang punggung menjadi pekerja serabutan lantaran suami tercintanya sudah tak lagi bisa bekerja. ” Kami  ingin segera sehat,  anak kami masih kecil-kecil butuh biaya,” kata Sopian penuh semangat.

Dikesempatan itu, TKSK Cepi Kurniawan menerangkan, bahwa penyakit Sopian sebenarnya sudah lama pernah diurus termasuk dari  Baznas dan  Dinsos, kartu BPJS mandiri nunggak sebesar Rp 1.626.000. “Di upayakan diurus kembali berikut  kita bayar tunggakannya,” kata Cepi.

Ia mengatakan, termasuk memperhatikan kebutuhan pangannya. “Nanti kita perhatikan hingga tuntas,” tukasnya.

Sementara, Ketua RT 05 RW 02 Iwan meyebutkan, Sopian  terbaring lemah hampir enam tahun. “Cuman gak dirasa karena kebutuhan kali dan Pak Sopian terus bekerja, pada akhirnya ngedrop dan pihak dokter memvonis menderita penyakit tumor tulang,” pungkasnya.

** Arip Ekon

Bogor Bakal Jadi Pilot Project Go Internasional

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

PT Surveyor Indonesia (PTSI) ingin menyehatkan usaha Unit Kecil dan Menengah (UKM) di Kota Bogor dan tahun depan ‘Kota Hujan’ bisa menjadi Pilot Project Go Internasional berkelanjutan (sustain). PTSI merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terus memberikan bantuan kepada masyarakat Kota Bogor.

Kehadiran PTSI di Kota Bogor bukan untuk pertama kalinya, setelah memberikan bantuan berupa Urban Farming, kali ini tak tanggung – tanggung PTSI melalui Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dan Jabar Bergerak memberikan bantuan berupa wastafel dan modal (UKM).

Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis PTSI Rosmanidar Zulkifli mengatakan, pihaknya mendukung UKM. “Hari ini secara seremoni, kami kembali melakukan aktivitas di Bogor kemudian akan dilakukan penyerahan tempat cuci tangan buat di Bogor,” kata Rosmanidar di Balaikota Bogor, Jumat (4/12/2020).

“Kemudian untuk – UKM yang kecil disini juga secara simbolis menyerahkan bantuan, walaupun kecil mudah mudahan bermanfaat dan juga berkelanjutan,” sambung Rosmanindar. “Jadi kami punya program bahwa UKM harus kami sehatkan, kemudian tahun depan akan kami bawa go internasional,” tegas Rosmanindar. 

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mengapresiasi dan berterima kasih kepada PTSI yang sudah membantu dan memberikan solusi kepada masyarakat untuk menggerakkan perekonomian saat pandemi. Dedie mengatakan bahwa daerah harus selalu proaktif untuk mencari pembiayaan kegiatan di masyarakat dan tidak hanya berharap kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Walaupun kita di daerah, tetapi kita juga harus proaktif mencari solusi untuk pembiayaan kegiatan – kegiatan di masyarakat jadi tidak mungkin seluruh kegiatan dibiaya oleh APBD,” tambah Dedie.

** Naning Nuralia [MG/UIK-Jb]

HADITS HARI INI

0

05 Desember 2020
19 Rabi’ul Akhir 1442 H

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

حَدَّثَنَا مُعَلَّى بْنُ أَسَدٍ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ عَنْ هِشَامٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ الزُّبَيْرِ بْنِ الْعَوَّامِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَأَنْ يَأْخُذَ أَحَدُكُمْ أَحْبُلًا فَيَأْخُذَ حُزْمَةً مِنْ حَطَبٍ فَيَبِيعَ فَيَكُفَّ اللَّهُ بِهِ وَجْهَهُ خَيْرٌ مِنْ أَنْ يَسْأَلَ النَّاسَ أُعْطِيَ أَمْ مُنِعَ

Telah menceritakan kepada kami Mu’allaa bin Asad, telah menceritakan kepada kami Wuhaib dari Hisyam dari bapaknya dari Az Zubair bin Al Awwam radliallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Sungguh seorang dari kalian yang mengambil talinya lalu dia mencari seikat kayu bakar dan dibawa dengan punggungnya kemudian dia menjualnya lalu Allah mencukupkannya dengan kayu itu, maka itu lebih baik baginya daripada dia meminta-minta kepada manusia, baik manusia itu memberinya atau menolaknya.

HR Bukhari No. 2200.

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Excavator Anjlok, Lalulintas Lumpuh

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Alat berat jenis excavator anjlok di Jalan raya Kabupaten Bogor tepatnya  di Desa Curugbitung, Kecamatan Nanggung. Akibatnya arus lalulintas lumpuh karena tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. Pasalnya, excavator itu anjlok dari kendaraan self-loader yang mengangkutnya dan menghalangi jalan.

Warga sekitar Andi (34) menyampaikan, bahwa kejadian itu terjadi pada Jumat (4/12) dinihari pukul 02.00 WIB. “Kejadian jam 02.00 WIB, kendaraan pengangkut excavator itu, kondisinya melintang di tengah jalan, sehingga tidak bisa dilalui oleh mobil hanya bisa dilalui oleh motor saja,” ungkap Andi melalui sambungan teleponnya.

Sementara itu, Kapolsek Nanggung Iptu Dedi Hermawan membenarkan kejadian dan sudah melakukan evakuasi agar lalu lintas kembali lancar. “Kita sudah lakukan evakuasi dibantu dengan excavator lain,” jelasnya.

Ia menuturkan, kondisi jalan memang menanjak dan ukuran jalan kecil sehingga menyebabkan kendaraan tersebut anjlok. “Korban nihil, dan kita berikan edukasi agar ketika melintas agar lebih hati-hati karena jalur ke arah Curugbitung menanjak dan ukuran jalan kecil,” jelasnya.

** Arip Ekon

Kreatif, Pemuda Asal Loji Ubah Drum Bekas Bernilai Ekonomi

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Bagi kebanyakan orang, drum bekas dianggap sebagai barang yang tidak berharga dan tidak memiliki nilai yang ekonomis. Namun siapa sangka di tangan pemuda bernama Ahmad Haqiqi alias Kiki (31), warga Kelurahan Loji, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, dengan ide unik dan kreatif, mampu menyulap drum bekas menjadi barang bermanfaat dan bernilai tinggi.

Kiki menceritakan ide kreatif ini muncul pada saat dirinya melihat banyak sekali drum bekas tak terpakai di pabrik tempat-temannya yang bekerja di wilayah Sentul, Kabupaten Bogor. “Daripada tidak terpakai dibiarkan begitu saja kan sayang, lebih baik dikaryakan saja. Lalu hasil karya dari drum bekas itu awalnya saya iseng coba-coba posting di media sosial,” ujar Kiki kepada Jurnal Bogor, Jumat (4/12).

Namun dari hasil iseng-iseng posting di media sosial, banyak orang yang tertarik memesan mebel berbahan drum bekas hasil kreasi Kiki. Sejak saat itulah dia mendirikan usaha mebel dari drum bekas pada tahun 2019.

Proses pembuatan drum bekas menjadi mebel memakan waktu sekitar satu minggu karena membutuhkan kesabaran dan ketelitian karena melalui proses yang cukup panjang. Diawali dengan pemotongan drum bekas sesuai desain yang diinginkan oleh pembeli, proses pengelasan drum, tahap pengecetan dan tahap terakhir pemasang sofa busa atau kayu dan mebel drum bekas pun siap untuk digunakan.

Selain dipasarkan di wilayah Bogor, mebel drum bekas ini dipasarkan di kota kota besar di Indonesia, bahkan kebanyakan pemesannya berasal dari wilayah Papua. Harga mebel berbahan drum bekas karya Kiki sendiri bervariasi.

“Satu set mebel yang terdiri dari 3 buah kursi, 1 meja dan 1 lemari sekitar Rp 3,5 juta dengan alas kayu, sedangkan satu set mebel dengan alas sofa berkisar Rp 4 juta ujar,” ujar Kiki.

** Ilham Sadjali [MG/UIK-Jb]

ACT – MRI Bogor Adakan BERISI

0

Rumpin | Jurnal Inspirasi

Aksi Cepat Tanggap (ACT) – Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Bogor mengadakan Beras untuk Santri Indonesia (BERISI) di Ponpes Rumah Tahfidz Al Hijrah, Kamis (3/12). Kegiatan ini merupakan bentuk program dari ACT – MRI Bogor.  

ACT-MRI Bogor melaksanakan implementasi program BERISI di Pondok Pesantren Rumah Tahfidz Al Hijrah yang beralamat di Jl. Kampung Ciherang RT 07/02, Sukamulya, Kecamatan  Rumpin, Kabupaten Bogor.

Hal ini disampaikan oleh Wahyudi, ‘’Ponpes ini memiliki kurang lebih 125 santri. Pondok pesantren tidak memungut biaya sepeser pun untuk santrinya, karena mayoritas santri berasal dari keluarga dhuafa, dan juga yatim piatu‘’.

Rumah Tahfidz Al Hijrah merupakan ponpes yang dirintis oleh Alm. Bang Tato. Dia merupakan seorang mantan ketua gengster yang hijrah menjadi orang yang lebih baik, dan kemudian mendirikan Rumah Tahfidz.

Ponpes yang baru berdiri kurang lebih satu tahun ini masih memiliki banyak keterbasan baik dari segi fasilitas (asrama, MCK, tempat belajar), maupun pemenuhan kebutuhan pangan santri.

Ustadzah Nurma selaku pengurus ponpes bercerita bahwa ‘’ponpes ini pernah libur selama kurang lebih 3 bulan karena mereka tidak memiliki pasokan pangan untuk dikonsumsi santri. Akhirnya, para santri dianjurkan untuk pulang hingga kondisi di ponpes sudah stabil kembali. Dengan adanya beras dari program BERISI, Insya Allah kebutuhan pangan santri dapat terpenuhi selama beberapa bulan ke depan‘’.

‘’Semoga dengan adanya kunjungan ACT-MRI Bogor dapat memberikan kebahagiaan bagi santri, beserta pengurus Ponpes Tahfidz Al Hijrah. Semoga beras yang diberikan dapat memberikan kekuatan untuk para santri dalam menimba ilmu, dan menghafal Al-Quran, serta dapat memberikan keberkahan untuk  ACT, Global Wakaf, Donatur, serta seluruh stake holder yang terlibat dalam kegiatan ini,‘’ jelas Wahyudi.

** Naning Nuralia [MG/UIK-Jb]

MER-C Sebut Habib Rizieq tak Perlu Dimusuhi

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Organisasi kemanusiaan independen Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) memberikan penjelasan seputar Habib Rizieq Shihab (HRS) dan tes swab. Ketua Presidium MER-C Sarbini Abdul Murad mengatakan, Rizieq memang sosok yang keras.

Kritik-kritik yang disampaikan juga kerap pedas dan seolah melawan pemerintah. Betapapun demikian, dia tetap anak bangsa yang tak perlu dimusuhi. “Dia aset bangsa, jadi rangkullah,” ujarnya.

Relawan medis yang hadir di daerah bencana atau konflik bersenjata itu seperti Afghanistan, Irak, Lebanon, dan Palestina itu menyebut, di masa lalu pihaknya pernah menangani kesehatan pengasuh Pesantren Ngruki Abu Bakar Baasyir, mantan Kabareskrim Komjen Susno Duadji, dan Panglima Laskar Jihad Jafar Umar Thalib.

“Jadi kami menangani orang perorang itu bukan hal baru. Kami pun sudah lama punya relasi dengan Habib Rizieq,” jelas dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, Aceh.

Sebelum melakukan Swab, ia melanjutkan, tim MER-C pula yang merekomendasikan pentolan Front Pembela Islam itu supaya dirawat di RS UMMI Kota Bogor. Selain ikut mengawasi kesehatan Rizieq, Sarbini yang biasa disapa ‘Dokter Ben’ itu menjelaskan tim MER-C juga ikut menasihati kliennya itu agar mematuhi protokol kesehatan selama pandemi.

Sejak terjadi heboh kerumunan massa, MER-C meminta Rizieq Shihab menghindari acara yang berpotensi melahirkan kerumunan. Karena itu rencana safari dakwah pun tak dilanjutkan sampai pandemi benar-benar selesai. “Dia mendengar dan mengikuti nasihat kami,” ujar dokter Ben.

Sarbini mengibaratkan Habib Rizieq seperti anak nakal dalam sebuah keluarga. Tapi biasanya anak yang nakal justru setia pada keluarganya. Begitu juga dengan Rizieq, dia yakin, adalah orang yang setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena itu dia berharap pemerintah mau membuka dialog sehingga kondisi menjadi sejuk.

“Pak Jusuf Kalla itu berani memediator perdamaian di Afghanistan, di sana ada Taliban yang keras dan ditakuti. Tapi Pak JK coba merangkul, tidak memusuhi,” ujar Sarbini mencontohkan.

** ass/detik