23.5 C
Bogor
Wednesday, April 22, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1372

Kandang Terbakar, 10 Kambing Milik Warga Cibeureum Mati Terpanggang

0

CIbungbulang | Jurnal Inspirasi

Satu kandang kambing yang berada percis di belakang rumah warga di Kampung Cibeureum RT 03 RW 03, Desa Cibatok Dua, Kecamatan Cibungbulang terbakar dan menghanguskan 10 ekor kambing milik Amit (53), Rabu (13/01/2021), pukul 09.00 WIB.

Diduga api berasal dari tabunan pembakaran rumput yang berada dibawah kandang kambing milik Amit. Pemilik rumah, Amit mengaku, sepuluh ekor kambing miliknya hangus terpanggang dalam peristiwa tersebut. Api pun sempat merambat ke rumahnya, beruntung api dapat dipadamkan oleh warga dan petugas pemadam kebakaran

“Ya tadinya kan saya lagi bakar rumput di bawah kandang kambing biasa pagi-pagi, saya tinggal sebentar mungkin ada rumput  kering terus merembet ke kandang kambing, yang parah selain kandang kambing juga rumah yang di atas, kambingnya ada sepuluh ekor ikut terbakar juga semua,” kata Amit.

Amit menambahkan, sekitar satu jam kemudian api dapat dipadamkan oleh warga dan petugas pemadam kebakaran (Damkar) Sektor Leuwiliang yang datang ke lokasi. “Sekitar satu jam lah api dapat dipadamkan oleh warga dan pemadam,” katanya.

Ditempat yang sama, Wakapolsek Cibungbulang AKP Darto menyampaikan, api diduga berasal dari pembakaran dan menghanguskan kandang kambing milik Amit, beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun kerugian ditaksir puluhan juta rupiah.

“Rumah warga Pak Amit yang kebiasaannya setiap pagi itu bakar-bakar sampah dibawah kandang kambing, tetapi ditinggal ke warung kemudian pembakaran sampah itu merambat ke atas karena kering kemudian terjadilah luapan api yang semakin lama semakin membesar dan diketahui oleh pak Amit,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Nakes Puskemas tak Menolak Divaksin

0

Wanhay Minta Ada Pengawasan Agar Tepat Sasaran

CIbungbulang  | Jurnal Inspirasi

Kepala puskesmas  Cibungbulang Kabupaten Bogor jelang vaksinasi Covid-19 terus melakukan sosialisasi. Kepala Puskesmas Cibungbulang drg Doni mengatakan, pihaknya terus melakukan sosialisasi soal vaksin kepada tenaga kesehatan (nakes) yang ada di Puskesmas Cibungbulang.

“Sejak kemarin sampai hari ini kita terus sosialisasi kepada para perawat, tenaga medis serta dokter yang ada disini terkait vaksinasi ini,” kata Doni, kemarin.

Doni mengatakan, sebelum divaksin nanti, ada simulasi dan pelatihan terlebih dahulu terhadap para tenaga kesehatan pada 14 -16 Januari 2021. “Insya Allah di Puskesmas Cibungbulang siap divaksin,” tandasnya.

Sementara Itu menurut Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Wawan Haikal Kurdi, seyogyanya semua tahapan dan perencanaan vaksinasi disesuaikan dengan penerima manfaat. “Dan tentu perlu adanya pengawasan agar tepat sasaran,” pungakasnya.

** Cepi Kurniawan

Waspada Covid, Camat Dramaga Terus Ingatkan Prokes

0

Dramaga  | Jurnal Inspirasi

Di masa perpajangan PSBB Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM dari 11- 25 Januari 2021, Camat Dramaga bersama stakeholder terus mengimbau tentang 3 M dan membagikan masker ke pengguna jalan yang melintas di jalan raya Dramaga.

“Gugus tugas Kecamatan Dramaga terus mengingat masyarakat tentang menjaga protokol kesehatan (prokes), kami juga bersama Polsek dan Koramil, Pol PP membagikan masker ke pengguna jalan,”kata Camat Dramaga, Ivan Pramudia kepada wartawan, Rabu (13/1/2021).

Selain itu juga, kata Ivan pihaknya pada sore hari menjelang malam mobile ke beberapa kafe, rumah makan dan minimarket wawar agar tutup sesuai waktu yang telah ditentukan di masa PPKM yakni pada 19.00 WIB, serta mengurangi jumlah pengunjung.

“Karena Covid-19  yang belum juga bisa dikendalikan penyebarnya diharap pemilik  rumah makan, kafe, minimarket dan tempat lainya untuk mematuhi protokol kesehatan dimasa perpajangan PSBB PPKM ini untuk membantu pemerintah dalam memutus mata rantai peyebaran Covid-19,” kata Ivan.

Sementara itu diketahui Kecamatan Dramaga sendiri sebaran Covid 19 masih terjadi. Data Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bogor pada 12 Januari 2021 yang terkonfimasi positif Covid 19 sebanyak 10 orang dengan status wilayah zona merah.

** Cepi Kurniawan

Cegah Penyebaran Covid-19, Dua Kampung Dilakukan Penyemprotan

0

Caringin | Jurnal Inspirasi

Dua kampung di Desa Ciderum, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, dilakukan penyemprotan disinfektan. Penyemprotan itu untuk mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan warga.

Ketua RW 08, Suri mengatakan, penyemprotan disinfektan dilakukan ke setiap rumah-rumah warga, fasilitas sosial maupun umum yang ada di Kampung Ciletuh.  “Sasarannya rumah warga, masjid, sekolah dan fasilitas lainnya yang dilalui kendaraan,” ungkapnya kepada wartawan.

Menurutnya, ada tiga Rukun Tetangga (RT) di Kampung Ciletuh yang dilakukan penyemprotan, yakni di RT 02, 03 dan 05. Ketiga RT itu merupakan wilayah yang setiap hari dilalui kendaraan para wisatawan.

“Intensitas lalu lintas di tiga RT itu setiap harinya padat, karena pengunjung yang akan ke lokasi Kopi Daong atau resort dan hotel di kawasan wisata Pancawati, melintas di wilayah kami,” papar Suri.

Tak hanya penyemprotan, lanjut Suri, pengunaan Protokol Kesehatan (Prokes) selalu disosialisasikan kepada warga, mulai dari mencuci tangan, menggunakan masker dan menyediakan handsanitizer. “Saya tidak ingin ada warga yang terpapar Covid-19. Makanya kegiatan penyemprotan dan melaksanakan Prokes diterapkan kepada warga,” tegasnya.

Sementara, Kepala Desa (Kades) Ciderum, Asep Hudri menjelaskan, kegiatan penyemprotan disinfektan rutin dilakukan di Desa Ciderum, terutama wilayah yang kerap dilalui kendaraan dan rawan kerumunan massa.  “Yang sudah di semprot disinfektan Kampung Ciletuh dan Kampung Cikereteg,” paparnya.

Kegiatan penyemprotan, dilakukan sebelum keluarnya surat keputusan Bupati Bogor Nomor : 443/14/Kpts/ Per-UU/2021Kpts/ tentang perpanjangan kedelapan pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar pra adaptasi kebiasaan baru, menuju masyarakat sehat, aman dan produktif melalui pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat di Kabupaten Bogor. “Saya harapkan warga mentaati aturan pemerintah disaat pelaksanaan PSBB ini,” tukas Asep Hudri.

** Dede Suhendar

PT PPE Resmikan Unit Bisnis Batching Plant

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perseroan Terbatas Prayoga Pertambangan dan Energi (PT. PPE) Kabupaten Bogor kembali melebarkan sayapnya dengan membuka unit bisnis batching plant baru di wilayah tengah Bumi Tegar Beriman.

Menurut Direktur Utama (Dirut) PT. PPE Kabupaten Bogor, Agus Setiawan,S.H mengatakan, bisnis  untuk lokasi khusus pembuatan beton readymix yang baru dibukanya itu merupakan kebutuhan dari insfrastruktur yang ada di wilayah Kabupaten Bogor ini. Pasalnya, begitu besar PT. PPE yang hadir untuk melayani dan sinergi guna pembangunan Bumi Tegar Beriman maupun Jabodetabek.

“Ini dibuktikan dengan membuka unit bisnis batching plant wilayah tengah yakni di Kecamatan Cibinong, yang nantinya Prayoga akan membuat unit bisnis di setiap wilayah agar bisa memenuhi kebutuhan para kontraktor pekerja swasta maupun APBD dan APBN,” ungkap Agus kepada wartawan.

Menurutnya, bisnis batching plant itu adalah bukti nyata jajarannya yang tengah konsen melakukan perubahan, pengelolaan PT. PPE. Ini nyata, kata dia, terbukti hari ini unit bisnis dari hulu ke hilir pihaknya kembali meresmikan usaha barunya tersebut.

“Kita jangan sampai menjadi perusahaan yang rindu order BUMD PT. PPE. Kami hadir juga untuk mendukung program-program Bupati Bogor yaitu Samisade yang artinya satu miliar satu desa,” tutur Agus.

PT. PPE, kata dia, jangan sampai menjadi perusahaan yang diibaratkan jangan sampai tikus mati di lumbung padi. “Kita jamin mutu dan kualitas batching plant kita sudah terjamin dan berkualitas. Kami juga berharap, semua elemen bisa sama-sama memajukan Prayoga,” imbuhnya.

Lebih lanjut ia memaparkan, selain dalam acara peresmian Batching plant itu, PT. PPE juga memberikan santunan anak yatim dan janda-janda tua di sekitar wilayah lokasi peresmian tersebut. “Alhamdulillah PT. PPE sudah sejauh ini bisa membangun dan dapat bangkit dari keterpurukan, karena dengan kebersamaan unit unit bisnis ini bisa berjalan,” terangnya.

Sementara itu, General Manager (GM) PT. PPE, Hidayatul Mustafid menuturkan, bahwa unit bisnis ini terbentuk dan dapat berdiri sendiri sesuai konsep energi baru Bogor. “Perlu saya sampaikan kita bisa seperti ini harus didukung Pemerintah Kabupaten Bogor, kita juga mengimbau kepada seluruh desa penerima program Bupati Bogor yakni Samisade yang mana mestinya kami harus bisa sinergis dengan BUMD lainnya. Karena PPE sendiri, sudah mempunyai unit bisnis batching plant agar bisa menunjang program Pancakarsa,” pungkas David, sapaan akrabnya itu.

** Nay Nur’ain

Diduga Lalai, Sopir Minibus yang Mengangkut OTG Covid-19 Bakal Diperiksa Polisi

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Kecelakaan minibus yang mengangkut Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid-19 di exit Tol Jagorawi Baranangsiang, membuat para pasien dan sopir terpaksa dilarikan ke RSUD Kota Bogor.

Diketahui, dari sembilan pasien yang menjadi korban kecelakaan, dua diantaranya langsung menjalani isolasi mandiri di RSUD Kota Bogor. Sedangkan tujuh korban lainnya masih dirawat di ruangan khusus.

“Namun tujuh orang pasien Covid-19 itu hanya mengalami luka ringan. Sopir kondisinya sehat,” ujar Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro kepada wartawan, Rabu (13/1).

Menurut dia, peristiwa kecelakaan terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Kendaraan milik Pemerintah Kota Bogor itu hendak membawa pasien OTG)l menuju Gedung Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia milik Badan Narkotika Nasional (BNN) di Lido, Kabupaten Bogor.

“Awalnya kendaraan Isuzu Elf yang membawa OTG melaju dari arah Baranangsiang Kota Bogor menuju Ciawi-Lido, Kabupaten Bogor. Setelah melewati Gerbang Tol Bogor lama, mobil dengan nomor polisi F 7089 A ini tiba-tiba oleng kemudian terguling di lajur 3 Tol Jagorawi,” jelasnya.

Kata dia, kendaraan tersebut mengalami kecelakaan tunggal di KM 42. Seluruh pasien langsung dilarikan ke RSUD Kota Bogor untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara kendaraan yang biasa digunakan untuk antar jemput pelajar sekolah itu langsung dievakuasi dari lokasi kejadian kemudian dibawa ke Kantor Dishub Kota Bogor.

Menurutnya, dugaan sementara kecelakaan tunggal akibat kelalaian dari sopir kendaraan medis tersebut. Kepolisian akan memeriksa sopir untuk mengetahui penyebab terjadinya insiden kecelakaan itu.

“Kita akan periksa dan juga kita selesaikan dengan data-data di lapangan. Nanti kita akan teruskan apakah sopirnya akan di jadikan tersangka atau tidak,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

Minibus Berpenumpang Pasien Covid Terguling di Exit Tol Jagorawi Baranangsiang

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Sebuah minibus milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang mengangkut pasien Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid-19, terguling di Tol Jagorawi atau tepatnya pintu keluar Baranangsiang pada Rabu (13/1) sekira pukul 11.30 WIB.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Eko Prabowo mengatakan bahwa dalam minibus tersebut ada tujuh hingga delapan OTG.

“Jadi rencananya mereka akan dibawa ke Lido,” ujar Eko kepada wartawan di lokasi, Rabu (13/1/2021).

Saat ini, kata Eko, seluruh pasien kini telah dibawa ke RSUD Kota Bogor. “Ya, dugaan sementara mungkin sopir ngantuk. Minibus itu akan dibawa ke Kantor Dishub,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

Kapolsek Cikarang Selatan Dicopot Usai Segel Waterboom Milik James Riyadi

0

Bekasi | Jurnal Inspirasi

Kapolsek Cikarang Selatan, Kompol Sukadi dimutasi dari jabatannya pada Selasa (12/1), padahal baru saja melakukan penyegelan Lippo Cikarang milik James Riyadi. Dalam surat telegram mutasi diterangkan bahwa jabatan Kompol Sukadi digantikan oleh Kompol Sutrisno yang sebelumnya menjabat sebagai Kaurpenum Subbidpenmas Bidhumas Polda Metro Jaya.

Hal itu telah dikonfirmasi oleh Kombes Pol Yusri Yunus. Dia dimutasi ke Kaurpenum Subbidpenmas Bidhumas Polda Metro Jaya. “Benar,” kata Yusri saat dikonfirmasi, kemarin. Kompol Sukadi juga telah membenarkan jika dirinya tak lagi menjabat sebagai Kapolsek Cikarang Selatan. “Saya sudah dimutasi,” tutur dia.

Adapun, mutasi jabatan Kompol Sukadi terbilang mendadak. Padahal, satu hari sebelumnya pihak Polsek Cikarang Selatan bersama dengan petugas gabungan dari Polres Metro Bekasi, Dandim 0509/Bekasi dan Pemerintah Kabupaten Bekasi telah menindak tegas kerumunan yang diakibatkan oleh pihak Waterboom Lippo Cikarang.

Hal tersebut dilakukan, sebab sebelumnya sempat viral kerumunan pengunjung memadati wisata air Waterboom Lippo Cikarang tanpa menjaga jarak bahkan tidak mengenakan masker pada Minggu (10/1).  Serta, dikhawatirkan akan menimbulkan klaster baru penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bekasi.

Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Hendra Gunawan mengungkapkan, pengelola Waterboom Lippo Cikarang telah melakukan pelanggaran yang masuk kedalam ketegori berat. Karena dengan sengaja melakukan kegiatan yang mengakibatkan kerumunan masa.

“Selain penyegalan, kita akan melakukan pemeriksaan terhadap pengelola Waterboom apabila terbukti ada pelanggaran pidana di dalamnya,” terangnya dalam siaran pers yang dirilis Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Bekasi, Senin (11/1).

Hendra menyebutkan, terjadinya kerumunan di Waterboom Lippo Cikarang disebabkan adanya diskon dari tiket yang biasanya dijual Rp 95 ribu kemudian dengan adanya promo besar-besaran menjadi Rp 10 ribu. “Diskon ini disampaikan melalui Whatsapp dari pengelola ke rekan-rekannya, dan juga lewat Instagram,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) Haris Pertama mendesak, polisi untuk menetapkan James Riyadi sebagai tersangka selaku pemilik waterboom.

“KNPI meminta polisi untuk segera menangkap pimpinan Lippo. Kita meminta polisi untuk segera memeriksa dan menetapkan sebagai tersangka,” kata Haris dalam siaran persnya, Jakarta, kemarin.

Menurut Haris, Waterboom Lippo Cikarang yang merupakan bagian dari Lippo Group hanya mencari keuntungan sebesar-besarnya di tengah pandemi tanpa memperhatikan protokol kesehatan yang digaungkan pemerintah.

“Lippo Group hanya mementingkan bisnis semata dengan membuka wahananya. Padahal, pemerintah secara tegas melarang adanya kerumunan massa di tengah pandemi,” ujar Haris.

“Kenapa bisa menimbulkan keramaian, karena ada diskon gila-gilaan tiket masuknya itu yang tadinya Rp95 ribu menjadi Rp10 ribu. Itu lah yang akhirnya bikin orang antusiasi ke waterboom gitu. Dan itu dijualnya lewat online,” sambungnya.

Dijelaskan Haris, pemilik waterboom bisa dijerat dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Seperti halnya Habib Rizieq Shihab yang menimbulkan kerumunan massa di Petamburan dan sejumlah tempat lainnya.

Dikatakan Haris, KNPI akan melakukan unjuk rasa di depan Waterboom Lippo Cikarang jika polisi belum memeriksa dan melakukan penangkapan. “Polisi harus segera menangkapnya, jika tidak KNPI akan melakukan unjuk rasa di semua tempat yang dikelola Lippo Group, termasuk waterboom tersebut,” tegasnya.

Menurut Haris, Waterboom Lippo Cikarang yang merupakan bagian dari Lippo Group hanya mencari keuntungan sebesar-besarnya di tengah pandemi tanpa memperhatikan protokol kesehatan yang digaungkan pemerintah. “Lippo Group hanya mementingkan bisnis semata dengan membuka wahananya. Padahal, pemerintah secara tegas melarang adanya kerumunan massa di tengah pandemi,” ujar Haris.

Dijelaskan Haris, pemilik waterboom bisa dijerat dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Seperti halnya Habib Rizieq Shihab yang menimbulkan kerumunan massa di Petamburan dan sejumlah tempat lainnya.

** ass/gelora

Inilah Syarat Vaksinasi yang Perlu Diketahui

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Melakukan vaksinasi jangan dilakukan sembarangan agar hasil yang didapat bisa maksimal. Ada beberapa syarat terkait kondisi tubuh yang harus dipersiapkan jelang vaksinasi, seperti berikut.

1. Tubuh sehat

Vaksinasi merupakan proses pemberian produk biologis untuk merangsang respons kekebalan tubuh. Karena berupa produk biologis dan efek yang diharapkan berupa respons kekebalan, maka syarat utama orang yang menerima vaksin adalah tubuh dalam kondisi sehat. “Jadi secara umum, vaksin kita berikan ke anak yang sehat. Ini berlaku juga pada orang dewasa,” kata Ketua Komnas Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI), Profesor Hindra Irawan Satari. Dia menjelaskan, saat vaksin diberikan pada orang yang bertubuh sehat maka, respons kekebalan bisa optimal sesuai harapan.

2. Tanpa demam

Kondisi tubuh demam sama sekali tidak boleh mendapatkan vaksin. Menurut Pemilik Rumah Vaksinasi Bogor, dr Tafdhila Rahmaniah, suhu tubuh harus stabil saat pemberian vaksin. “Kalau demam perlu menunda vaksinasi. Kita enggak tahu itu demam karena apa, tunggu stabil,” katanya.

3. Usia sesuai

Vaksin biasanya ditujukan untuk orang dengan usia tertentu. Dalam kasus vaksin Covid-19 Sinovac, vaksin ditujukan untuk orang berusia 18-59 tahun. Anak-anak juga lansia di luar kelompok usia tidak boleh mendapatkan vaksin. “Pada vaksin yang saat ini sedang diuji, tidak boleh untuk anak-anak karena belum ada penelitian pada anak-anak,” kata ahli alergi dan imunologi Profesor Iris Rengganis.

4. Penyakit penyerta terkontrol

Mereka yang memiliki penyakit penyerta termasuk diabetes dan hipertensi yang tidak terkontrol tidak disarankan untuk melakukan vaksinasi. “Komorbid atau penyakit bawaan harus dalam kondisi terkontrol dan mendapatkan persetujuan dari dokter yang merawat, maka boleh mendapatkan vaksin,” kata Iris.

5. Tidak memiliki penyakit autoimun

Khusus Covid-19, vaksin belum disarankan diberikan pada mereka yang memiliki penyakit autoimun, sebagaimana yang tercantum dalam rekomendasi dari PP Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia (PP Peralmuni).

Alasannya, hingga kini belum ada riset terkait efektivitas vaksin terhadap penderita penyakit autoimun. “Pasien autoimun tidak dianjurkan untuk vaksinasi Covid-19 sampai hasil penelitian yang lebih jelas telah dipublikasi,” bunyi rekomendasi dari PP Peralmuni.

** ass/cnn

Video Penolakan Vaksin Beredar

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Menjelang penyuntikan vaksin terhadap Presiden Joko Widodo, Rabu (13/1/2021), video penolakan vaksin Sinovac muncul dari anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) saat rapat kerja Komisi IX DPR RI bersama Menteri Kesehatan dan Direktur Bio farma.

Adalah Ribka Tjiptaning anggota DPR RI sekaligus ketua DPP partai pengusung Presiden Joko Widodo menolak vaksin dalam tayangan video berdurasi 03.44 detik. “Saya tetap tidak mau divaksin. Maupun semua usia boleh divaksin dan anak cucu saya di Jakarta denda Rp5 Juta karena menolak vaksin, mending gw bayar,” kata Ribka seperti yang dikutip dalam video TV Parlemen, Rabu (13/1).

Ribka beralasan bahwa Bio Farma sebagai lembaga kesehatan yang menangani vaksin Sinovac belum memaparkan hasil uji klinis yang ketiganya. Dia pun mencontohkan beberapa kasus vaksin yang tidak jelas uji klinisnya. Seperti misalnya vaksin polio untuk antipolio di Sukabumi malah lumpuh layu. Kemudian antikaki gajah di Majalaya meninggal 12 karena ditolak di beberapa negara dan di Indonesia diterima dengan harga Rp1,3 triliun.

Ribka pun bertanya kepada Menteri Kesehatan Budi Sadikin yang hadir perihal vaksin mana yang akan diberikan gratis. Sebab, dia menerima informasi ada lima macam jenis vaksin yang berbeda harga. Mulai dari Rp100.000 hingga Rp2 juta.”Pasti yang gratis yang murah untuk orang miskin,” ujarnya.

Politikus senior itu pun sudah menduga dari awal dagangnya Covid-19 pada Maret 2019 lalu akan berujung pada bisnis. Misalnya saja rapid atau tes swab. Beberapa hari lalu, pihaknya mendatangi rumah sakit swasta dan mendapatkan harga tes swab seharga Rp3,5 juta dengan hasil tiga hari atau Rp6 juta dengan hasil satu hari.

“Lah ini patokannya karena lama pemeriksaannya atau karena duitnya?. Abis swab rame vaksin nanti rame obat. Saya ingatkan nih kadinda menteri, negara Tidak boleh berbisnis dengan rakyatnya,” katanya.

** ass/sindo