23.5 C
Bogor
Wednesday, April 22, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1370

Baru Dibangun Jalan Rusak Lagi, Kades Cisarua: Pemborong Harus Bertanggung Jawab

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Ruas jalan  Cibeber, Cisarua-Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor sudah rusak lagi meski baru tiga minggu  diperbaiki. Bahkan kali ini, Kepala Desa Cisarua H Ipid Idris telah menyampaikan ke pihak UPT Jalan Jembatan dan pelaksana kegiatan dari PT Dolven melalui WhatsApp meminta jalan tersebut  untuk segera diperbaiki.

“Sebelum kerusakannya bertambah parah, kami minta pihak pelaksana untuk segera memperbaiki jalan yang baru dibangun itu,” kata H Ipid Idris, kepada wartawan, Kamis (14/1).

Menurutnya, warga Cisarua sudah hamper 70 tahun menanti jalan itu. Namun sekali dibangun hasilnya kurang memuaskan. ” Setahu kami jalan ini baru pertama kali diaspal, kami harap sebelum PHO  di beberapa titik jalan yang rusak itu harus segera diperbaiki,” pintanya.

Ipit mengatakan, ketika keluhan masyarakat tak direspon pihaknya akan  menyampaikan surat ke Dinas PUPR Kabupaten Bogor. ” Sebagaimana bukti terlampir bahwa adanya di beberapa titik ruas jalan aspal sudah kembali mengelupas dan hancur,” keluhnya.

Pasalnya, anggaran bangunan jalan yang digelontorkan oleh Pemkab Bogor itu tidak sedikit. “Sangat besar nilainya miliaran,” kata Ipid.

“Anggaran yang bersumber dari ABPD itu sekitar diangka empat miliar lebih, jadi pihak pelaksana harus bertanggung jawab karena anggarannya cukup besar.”Sekali lagi tolong jalan yang sudah rusak itu untuk segera diperbaiki,” ungkapnya.

Terpisah, Pengawas UPT PUPR Wilayah VI Cigudeg Idis mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan ke pihak kontraktor untuk segera diperbaiki, namun pihak kontraktor ingin perbaikan jalan yang sudah hancur itu akan dikerjakan bulan depan karena ada garansi selama enam bulan untuk perbaikan dan perawatan jalan tersebut.

“Pihak UPT sudah menegur kontraktor untuk segera diperbaiki pekerjaan jalan yang baru satu bulan selasai itu, karena dikhawatirkan kerusakan itu akan melebar, sehingga menjadi pemicu kemarahan masyarakat kepada pihak UPT sendiri, itu masih pertanggung jawaban kontraktor dan bukan UPT PUPR,” pungkasnya.

** Arip Ekon

Kerap Jatuh Korban, Warga Swadaya Tambal Jalan yang Berlubang

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Akibat sering terjadi kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) di  Jalan Ace Tabrani Km 05, Desa Parakanmuncang, Kecamatan Nanggung, warga sekitar inisiatif melakukan swadaya tambal jalan yang berlubang. Diberitakan sebelumnya, motor Beat bernopol F 4940 FAV, yang dikendarai Marni berboncengan dengan keponakannya, Putri (12), warga Kampung Baru RT 04 RW 01, Desa Parakanmuncang, Kecamatan Nanggung  mengalami kecelakaan, tepatnya di Jl, Ace Tabrani KM 05, depan Bengkel Batak Desa Parakanmuncang.

Dalam peristiwa tersebut menyebabkan Putri meninggal dunia, akibat benturan kepalanya mengenai aspal dan terseret mobil hebel setelah motor tersebut menghantam jalan berlobang hingga oleng dan terjatuh. “Muncul inisiatif masyarakat menambal jalan yang berlubang, belum lama ini telah 2 kali kecelakan yang sebelumnya hingga memakan korban di jalan tersebut,” ujar Lina, warga sekitar kepada Jurnal Bogor, Kamis (14/1).

Lina menuturkan, jalan persis didepan rumahnya itu sering terjadi kecelakan, yang sebelumnya memakan korban jiwa. “Kita menambal jalan yang berlubang inisiatif sendiri, soalnya di depan rumah, saya ngeri gitu. Menggunakan semen seadanya, dan kita pasang plang juga itu,” jelasnya.

Ia juga berharap kepada pemerintah, jalan tersebut untuk segera diperbaiki. Menurutnya sepanjang Jalan Ace Tabrani masih banyak yang berlubang. “Saya berharap diperbaiki lah, pake rambu rambu lalu lintas gitu, kalo bisa ini jalan diperlebar juga, dibersihin, gak pernah dibersihin tuh, ” ungkapnya.

** Arip Ekon

Wakil Wali Kota Jadi Orang Pertama Disuntik Vaksin

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim menjadi orang pertama yang disuntik vaksin di kota hujan. Usai mengikuti serangkaian proses vaksinasi di Puskesmas Tanah Sareal, Kamis (14/1/2021), Dedie Rachim pun tampak kembali beraktivitas seperti biasa.

Meski sempat mengaku tegang, Dedie mengaku lega usai divaksin. Seluruh tahapan pun dilalui dengan lancar. “Sebuah kehormatan bagi saya yang mendapatkan kesempatan pertama dapatkan vaksin. Jadi saya merasa awalnya memang cukup tegang. Tetapi setelah proses dilaksanakan, seperti biasa lah yah. Alhamdulillah lancar semuanya,” ungkap Dedie Rachim yang didampingi sang istri tercinta, Yantie Rachim.

Dalam kesempatan tersebut Dedie Rachim pun memberikan pesan kepada masyarakat bahwa vaksin yang disuntikan kepada dirinya sama dengan yang akan diberikan kepada masyarakat luas nantinya, termasuk vaksin yang Presiden Joko Widodo sudah terima sebelumnya.

“Saya ingin juga menyampaikan pada masyarakat Insya Alah vaksin ini aman. Saya sudah melakukan proses observasi 30 menit pascavasksianasi dan kelihatannya tidak ada gejala (efek samping) apa-apa. Saya merasa sehat. Dan mudah-mudahan nanti para tenaga kesehatan yang akan mendapatkan suntikan vaksin berikutnya tidak ada gejala yang berarti dan mudah-mudahan semuanya aman,” jelas mantan Direktur KPK ini.

Usai diobservasi 30 menit, Dedie Rachim tampak segar seperti ia datang ke Puskesmas tanah Sareal. Bahkan, ia melanjutkan aktivitas seperti biasa. “Saya pikir gak masalah. Kita beraktivitas lagi. Sambil observasi tadi kita dapat sosialisasi dari petugas Puskesmas menyampaikan rangkaian proses. Kemudian juga kira-kira apa yang harus dilakukan oleh peserta. Selebihnya menunggu saja. Tadi saya ditanya, ada pegel atau tidak? Tapi alhamdulillah sampai sekarang tidak ada apa-apa,” kata dia.

“Tapi Insya Allah semua berjalan lancar dan aman. Terimakasih para nakes yang sudah jadi petugas yang melaksanakan proses vaksin pada hari ini. Mudah mudahan semuanya kebagian dan bakal sehat. Dan kita putus rantai Covid-19 di Kota Bogor,” tandasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Bogor Bima Arya secara resmi membuka Kick Off Vaksinasi Covid-19 Kota Bogor. Ada 10 orang dari unsur Forkopimda dan tokoh masyarakat Kota Bogor yang divaksin di hari pertama vaksinasi, kemudian disusul oleh para tenaga kesehatan di 64 fasilitas layanan kesehatan.

“Ini adalah babak baru dan ikhtiar kita semua dalam menghadapi pandemi Covid-19. Di atas kertas, secara metodologi, secara kedokteran dan medis, semua syarat telah terpenuhi. Kita lakukan ikhtiar yang terbaik dan sisanya kita serahkan kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa,” ungkap Bima Arya.

Bima Arya menyampaikan apresiasinya kepada para jajaran Forkopimda dan Tenaga Kesehatan yang dengan kesadaran sendiri bersedia divaksin. “Mereka hadir menjadi yang terdepan memberikan contoh kepada semua. Saya tidak bisa divaksin karena sesuai arahan Kementerian Kesehatan, dari petunjuk teknis dan SOP, penyintas atau orang yang pernah terpapar Covid-19 tidak boleh menerima vaksin,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

Kepala BPPSDMP Dorong Widyaiswara Support Petani Berkorporasi

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian  Dedi Nursyamsi, menekankan pentingnya peran Widyaiswara dalam mensupport petani berkorporasi dalam usaha taninya. “Membangun korporasi tidak mudah, perlu kesabaran, ketekunan, semangat dari widyaiswara untuk support kepada petani agar dapat berkorporasi dalam usaha taninya,” ujarnya dalam Pembukaan Rapat Koordinasi Penguatan Penyelenggaraan Pelatihan Pertanian di Bogor, Rabu (13/01/2021).

Lebih jauh Dedi menegaskan peluang melipatgandakan keuntungan petani dapat diperoleh dengan peningkatan nilai tambah produk. Untuk itu petani perlu berkelompok membentuk Korporasi di seluruh pelosok tanah air.

Di sinilah pentingnya peran widyaiswara untuk menyampaikan kepada penyuluh, petani, kelompok tani, gabungan kelompok tani, kelompok wanita tani, petani milenial bagaimana meningkatkan produktivitas, membangun kelompok ekonomi petani.

 “ Dengan menghasilkan beras, maka keuntungan akan lebih tinggi daripada menjual gabah. Apalagi jika menjual bekatul, dedak, dan sekam dengan kemasan yang menarik dan dikirim ke konsumen yang sangat membutuhkan, tentu saja akan sangat menguntungkan. Peluang terbuka lebar,” tegasnya.

Ia menuturkan tingginya produktivitas petani dapat dipenuhi melalui respon tepat petani, kelompok tani, gabungan kelompok tani, kelompok wanita tani, petani milenial terhadap kebutuhan pasar. Paradigma  tanam, petik, jual dalam usaha tani tidak lagi berlaku, dan bergeser pada peningkatan produksi melalui pemilihan input yang tepat.

Pemakaian pupuk yang tepat akan membuat produktivitas meningkat 20 – 40 persen begitu pula penggunaan pestisida nabati untuk pengendalian organisme pengganggu tanaman yang dapat ditemui di lingkungan sekitar. Ditambah dengan penggunaan mesin pertanian akan memangkas 40 persen biaya produksi dan mempercepat proses produksi, sekaligus menekan potensi kehilangan panen sebesar 5 – 10 persen dengan penggunaan mesin harvester.

Dedi juga menekankan peran penting Kostratani sebagai agen dalam memacu produktivitas, meningkatkan daya saing dan nilai tambah, serta agen untuk menurunkan biaya produksi usaha pertanian.

Semua itu sejalan dengan tantangan Menteri Pertanian, Sahrul Yasin Limpo terkait tugas besar BPPSDMP yakni menyiapkan 1000 Petani Milenial dan menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan.  Selain melatih Mentan berharap BPPSDMP  dapat juga memagangkan para petani milenial ke Jepang untuk menghasilkan generasi muda yang siap bekerja, keterampilan untuk memanfaatkan kredit usaha rakyat (KUR)  yang dapat menguatkan usaha taninya. Dengan pemanfaatan KUR, petani milenial akan termotivasi meningkatkan produktivitasnya.

“ Merupakan tugas widyaiswara lingkup BPPSDMP dengan kompetensi teknis pertanian dan manajerial untuk meningkatkan kapasitas penyuluh BPP Kostratani, petani milenial, poktan, gapoktan, KWT untuk bangkit bersama menuju Korporasi Petani di seluruh pelosok tanah air, “ ujarnya.

** Osi WR/Regi – PPMKP

Laksanakan Operasi Yustisi, Pelanggar Prokes Diberikan Masker

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, memberikan masker kepada para pelaku pelanggar Protokol Kesehatan (Prokes) saat operasi yustisi, Kamis (14/1). Kegiatan yang merupakan pelaksanaan dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) itu, dilaksanakan di dua tempat, yakni dipertigaan Pasar Ciawi dan wilayah Desa Citapen dengan melibatkan semua unsur, mulai dari jajaran Polsek, Koramil dan Satpol PP.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan Ciawi, Adi Henryana mengatakan, operasi yustisi ini sudah dilakukan dari Senin lalu dengan lokasi berbeda-beda. Adapun dalam pelaksanaan operasi kali ini, lanjutnya, jumlah pelaku pelanggar Prokes di wilayah Ciawi sedikit. Dan untuk para pelanggar Prokes didominasi kaum ibu-ibu yang kedapatan tidak menggunakan masker.

 “Setelah kami berikan femahaman kepada pelanggar Prokes, kami langsung berikan masker,” ungkapnya kepada wartawan.

Di jelaskan Adi, pelaksanaan operasi ini akan terus dilakukan sesuai dengan keputusan Bupati Bogor Nomor 443/14/kpts/Per-UU/2021 tentang perpanjangan kedelapan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Pra Adaptasi Kebiasaan Baru menuju masyarakat sehat, aman dan produktif melalui PPKM di Kabupaten Bogor.  “Mulai dari tanggal 11 Januari sampai 25 Januari 2021,” jelasnya yang juga sebagai Camat Ciawi.

Sebelumnya, Satgas Penanganan Covid-19 pun sudah melaksanakan operasi yustisi ke sejumlah tempat wisata yang ada di wilayah Ciawi, seperti ke Chevilly dan tempat-tempat yang kerap menjadi lokasi kerumunan massa.

Tak hanya itu, dalam rangka pengendalian penyebaran dan menekan kasus serta memaksimalkan penanganan Covid-19 di wilayah Ciawi, Pemerintah Kecamatan (Pencam) Ciawi sudah mengeluarkan surat himbauan dengan nomor : 440/16-Kec pada tanggal 13 Januari yang ditujukan kepada para Kepala Desa (Kades), pimpinan Pondok Pesantren dan kepala sekolah serta para pengusaha hiburan, hotel, wisata maupun pembelajaran.

Para Kades di Kecamatan Ciawi, sambung Adi, diminta untuk mensosialisasikan dan menerapkan pengaturan PPKM di wilayahnya masing-masing kepada semua pihak, baik dengan cara persuasif melalui cara penegakan hukum. “Dalam penerapan sanksi itu, melibatkan Babinsa dan Babinkamtibmas,” papar camat.

Di surat himbauan itu juga, Camat Ciawi mengatur aktivitas warga dan semua tempat usaha sesuai dengan surat edaran Bupati Bogor Nomor 473/14/Covid-19 Sekret/I/2021 tentang pemberlakuan PSBB Pra Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), maupun surat edaran Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Nomor 476/Covid-19/Sekret./2021 perihal petunjuk teknis PPKM.

 “Tempat ibadah, kegiatan sekolah dan pendidikan keagamaan, kegiatan pondok pesantren, pasar rakyat, minimarket, hotel, resort, cottage, villa serta home stay semua diatur dalam surat imbauan itu,” tukasnya.

** Dede Suhendar

Pembagian BST di Rancabungur Diwarnai Antrean Panjang

0

Rancabungur | Jurnal Inspirasi

Pemerintah gencar-gencarnya melaksanakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) untuk menekan angka penyebaran Covid-19. Hal itu tampaknya tidak berlaku di Desa Rancabungur, Kecamatan Rancabungur, Kamis (14/1/2021).

Di lokasi terlihat antrean masyarakat saat akan mencairkan bantuan sosial tunai (BST). Masyarakat sama sekali tidak takut akan penyebaran Covid-19 dengan berkerumun menunggu antrean. Kerumunan itu diduga karena minim sosialisasi PPKM. Padahal seperti diketahui Kepala Desa Rancabungur, Sumantri saat ini terpapar Covid 19 dan diisolasi di RSUD Cibinong.

“Iya saya juga khawatir dengan antrean ini. Saya akan menegur warga, saya juga baru datang. Iya menurut staf Kepala Desa terkena gejala covid 19,” ujar Sekdes Desa Rancabungur M. Yanto, kemarin.

Di lokasi yang sama, salah satu warga yang ikut mengantre Susi mengatakan, dirinya tidak mengetahui antrean akan sepanjang ini. Dirinya datang kala antrean sudah panjang dan padat. Dirinya juga takut akan terpapar Covid-19 karena kerumunan warga yang padat.

“Takut sih takut, ya mau gimana lagi, saya datang sudah panjang antreannya. Makanya masker saya tidak dilepas. Seharusnya untuk menghindari penumpukan warga pihak desa membagi waktu,”pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Innalillahi, Syekh Ali Jaber Meninggal Dunia

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Umat Islam di Tanah Air berduka. salah satu ulama tanah asal Madinah, Arab Saudi, Syekh Ali Jaber meninggal dunia di Rumah Sakit Yarsi, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Kamis (14/1), pukul 08.30 WIB. Beberapa waktu lalu Syekh Ali mendapat perawatan intensif karena terpapar Covid-19. Namun kini, Syekh Ali telah negatif.

Dai kelahiran 3 Februari 1976 dengan nama Ali Saleh Mohammed Ali Jaber dan tutup usia pada usia 44 tahun. Akun Instagram, @yayasan.syekhalijaber sudah menyampaikan kabar tersebut yang kemudian membuat banyak orang dari berbagai kalangan turut berduka, mulai dari pejabat, selebriti hingga presiden.

Kabar duka itu juga dibenarkan oleh postingan ustadz Yusuf Mansur. Melalui unggahan di Instagramnya, Ia membagikan kenangan saat bersama Syekh Ali. Pada keterangan video, ditekankan pula oleh ustads Yusuf Mansur bahwa Syekh Ali jaber meninggal dalam keadaan negatif Covid-19.

“Kenangan bersama Syeikh Ali begitu banyak. Adik, sahabat, keluarga, sekaligus guru dan tempat bertanya… Sosok yang banyak meninggalkan ajaran dan kenangan. Benar Syeikh Ali wafat. 08.30, sudah dalam keadaan negatif covid. Di RS. Yarsi, Cempaka Putih, Jakarta. Innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji’uun. Kita semua kehilangan banget,” tulisnya.

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga mengungkapkan dukanya. “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Dengan rasa duka yang mendalam, saya mendoakan kiranya Allah Swt menerima berpulangnya hamba-Nya yang soleh ~ Syekh Ali Jaber. Semoga sang Kholik juga menerima segala amal ibadah almarhum dan husnul khatimah. *SBY*,” ujar SBY lewat akun Twitter, @SBYudhoyono. Status cicitan tersebut ditulis sendiri oleh pendiri ketua umum Partai Demokrat tersebut.

SBY dan Syekh Ali Jaber

SBY pun mengenal almarhum sebagai ulama yang teduh. “Syiar dan fatwanya mencerdaskan umat. Tutur kata Syekh Ali Jaber jauh dari kebencian (hatred) dan juga bukan permusuhan (hostility). Mendengarkan ceramahnya, hati saya tenteram dan bersyukur karena itulah ajaran Islam yang sejati,” kata SBY.

Dia juga memiliki kenangan manis dengan Syekh Ali Jaber yang pernah menjenguk almarhum istrinya, yaitu Ani Yudhoyono kala dirawat di rumah sakit Singapura. Syekh Ali Jaber pun menyampaikan tausiah kepada SBY kala menjenguk almarhum istrinya.

“Syekh Ali Jaber menyempatkan waktu untuk menjenguk dan mendoakan istri tercinta Ani Yudhoyono ketika sedang dirawat di Singapura. Saat itu, saya dengarkan tausiah yang sejuk agar saya tetap kuat, tabah, dan sabar dalam menerima cobaan dan ujian Allah Swt. Selamat jalan sahabatku,” kata SBY.*

Seperti diketahui, Syek Ali Jaber pernah menjadi juri pada Hafiz Indonesia dan menjadi dai di berbagai stasiun televisi nasional. Sejak kecil, dia sudah menekuni membaca Alquran. Sang ayah, sangat keras dalam mendidik agama, terutama Alquran dan shalat. Dia tak segan-segan memukul jika Ali Jaber tidak menjalankan sholat. Keluarganya terkenal sebagai keluarga yang religius. Sebagai anak pertama, Ali Jaber dituntut untuk meneruskan perjuangan ayahnya dalam syiar Islam.

Di Madinah, ia mempunyai masjid besar yang digunakan untuk syiar Islam. Pada usia baru memasuki 11 tahun, dia sudah hafal 30 juz Alquran. Pada 2008, Syekh Ali Jaber menikah dengan Umi Nadia dan dikaruniai seorang anak bernama Hasan.

Kehadiran Syekh Ali Jaber disambut baik oleh warga Indonesia karena dakwahnya yang menyejukkan. Dia juga memiliki pesantren, yakni Yayasan Syekh Ali Jaber yang terletak di Jalan Raya Jatinegara Barat No. 169, Jakarta Timur. Sebelum menghembuskan napas terakhir, dia kerap memberikan dakwah di media sosial, baik melalui Instagram maupun Youtube.

Selain dakwah, Syekh Ali Jaber juga hadir dalam rangkaian program televisi seperti Hafiz Indonesia, Damai Indonesiaku, dan Kultum Bersama Syekh Ali Jaber. Film pun pernah ia lakoni, yakni Surga Menanti tahun 2016.

** ass

PKL Nyi Raja Permas Direlokasi ke Blok F

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (KUKM) Kota Bogor segera merelokasi pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang jalan Nyi Raja Permas, Kecamatan Bogor Tengah. Rencananya para PKL akan direlokasi ke dalam Blok F Lantai 1 Pasar Kebon Kembang yang saat ini sudah selesai pembangunannya.

Kepala Dinas KUKM, Samson Purba mengatakan, pemindahan yang akan dilakukan untuk menaikan derajat dan kemajuan PKL. Kata dia, sedikitnya terdapat 148 kios di dalam Blok F yang nantinya akan ditempati oleh para PKL.

Dinas KUKM juga memfasilitasi pedagang untuk mendapatkan kios dengan  harga sangat terjangkau melalui bantuan kredit perbankan. “Kami sudah mendata para PKL Nyi Raja Permas dan sudah di sosialisasikan bahwa PKL harus pindah ke Blok F. Hari ini sosialisasi kedua, kami mengundang PKL, tapi mereka tidak datang,” ucap Samson kepada wartawab, Rabu (13/1).

Samson menjelaskan, pedagang hanya akan membayar satu kios seharga Rp60 juta dengan uang muka hanya 30 persen, sisanya di cicil selama lima tahun dengan kepemilikan Hak Pakai selama 20 tahun.

“Kalau secara hitung-hitungan, pedagang cukup membayar DP Rp20 juta, sisanya Rp40 juta di cicil dengan biaya Rp900 ribu setiap bulan.  Diberikan kemudahan-kemudahan bagi PKL dengan harga murah dan proses melalui perbankan dengan kredit KUR Bank BJB,” jelasnya.

Namun demikian, jika pedagang tidak ingin memiliki kios, pemerintah menyediakan opsi lain yaitu, pedagang masih bisa berjualan di lantai 1 Blok F dengan membayar sewa per hari Rp30 ribu.

“Kalau sewa setiap hari bayar Rp30 ribu, tapi tidak akan memiliki kios. Sedangkan kalau mereka beli kios, sama saja, setiap hari nabung Rp30 ribu dan sebulan Rp900 untuk cicilan kios. Sebenarnya PKL diberikan kemudahan diangkat derajatnya untuk maju dengan memiliki kios,” jelasnya.

Menurut Samson, dalam rangka pembangunan Alun-Alun Kota Bogor, maka akses jalan ke Nyi Raja Permas akan tertutup otomatis, sehingga pedagang tetap harus pindah. “Ini untuk kebaikan para PKL dan kemajuan mereka. Kami akan mengadakan rapat kembali minggu depan, agar PKL segera didata untuk pindah,” tukasnya.

** Fredy Kristianto

Gapoktan Taruna Mekar Sabet Hadiah Alsintan Diajang Championship Kinerja Klaster Cabai Tingkat Nasional

0

Pandeglang | Jurnal Inspirasi

Gapoktan Taruna Mekar yang berlokasi di Desa Pamarayan, Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang, Banten berhasil menyabet hadiah berupa alat mesin pertanian (alsintan) setelah ditetapkan sebagai  ketiga terbaik tingkat nasional dalam Program Penilaian Championship Kinerja Klaster Cabai Bank Indonesia Tahun 2020.

Agus Mulyana, Koordinator Penyuluh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) Kecamatan Jiput yang memberikan keterangannya, Kamis (14/01/2021) mengatakan, tahun 2019 ada perlombaan klaster cabai tingkat nasional sehingga penilaian dilakukan bertahap, mulai tingkat kabupaten, provinsi dan terakhir tingkat nasional.

Final penilaian pada Agustus 2019 dan hasil akhir di 2020 terpilih menjadi juara III tingkat Nasional. Penilaian sendiri didasarkan pada kontinuitas tanam tanpa musim, sekali olah tanah beberapa tanaman (penekanan biaya) dan inovasi pengolahan hasil panen.

Hal lain menurut Agus, adalah kekompakan anggota kelompok tani dengan kelompok -kelompok lain.  Karena gapoktan Taruna Mekar merupakan tempat wahana belajar bersama dan juga sentra penanaman cabe di kecamatan  Jiput yang menjadi contoh bagi kelompok lainnya. Pembinaan penyuluh  pertanian yang rutin baik dari PPL setempat maupun PPL lainnya serta korluhnya.  Dan adanya binaan instansi terkait baik dari tingkat kecamatan, Kabupaten dan provinsi juga dari pusat (Kementan). 

Berdiri sejak tahun 2008 gapoktan memiliki total luas garapan 156 Ha, dengan jumlah anggota keseluruhan berkisar 258 orang. Lahan terbesarnya yakni 60 persen ditanami padi dan 40 persen sayuran. Meski demikian Taruna Mekar adalah salah satu Gapoktan yang sukses mengembangkan tanaman hortikultura di Kabupaten Pandeglang.

“ Di 40 persen lahan sayuran ini para petani  dari lima kelompok tani diantaranya Godag, Pasir Batu, Banjaran Tengah, Bedahan dan Haur Kuning berkumpul dalam satu kelompok yang disebut Klaster Cabe Taruna Mekar dengan jumlah anggota 98 orang,“ ujar Ketua Gapoktan Agus Cahyadi.

Kepada Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor, dijelaskannya anggota petani yang bercocok tanam sayuran pada umumnya bertanam cabe merah keriting dan cabe rawit serta cabe merah besar. Selain cabe,  jenis sayuran lainnya yang dibudidayakan, tomat, timun, kacang panjang, caysim, terong, bayam, kangkung dan lain – lain.

“Tapi tanaman utama yaitu cabe, sayuran yang lainnya bersifat selingan. pola pengaturan tanam cabe oleh kelompok dipola tidak tanam sekaligus tapi bertahap agar ketersediaan cabe selalu ada sepanjang tahun. pengaturan tersebut berdasarkan blok ( kelompok tani yang 5 itu), “ ungkapnya.

Katanya pengaturan tersebut untuk  mempermudah pengaturan pasar. Disamping itu agar penjualan cabe tidak masuk pada tengkulak melainkan langsung pada pedagang eceran di pasar lokal,  sehingga harga yang didapatkan cukup tinggi. Delapan pasar lokal yang menjadi tujuan suplai pasar gapoktan yang berdiri di tahun 2008 tersebut selain di Pandeglang juga di Kabupaten Lebak.

Selain dijual segar kelompok ini juga mengolah cabainya menjadi pasta. Yang hasil olahannya sudah menjadi langganan industri balado emping pedas. “ Pasta cabai kami jual ke industri balado emping pedas yang pabriknya berada di desa tetangga kami yaitu desa Banyuresmi jumlahnya sekitar 100 kg/minggu, “ terangnya.

Klaster cabe sampai saat ini masih dibina BI Banten dan Dnas Pertanian Kabupaten Pandeglang dengan bentuk pembinaanya antara lain,  bantuan peralatan mesin pertanian, prasarana gedung kelompok dan gudang.

Apa yang dilakukan Gapoktan Taruna Mekar sejalan dengan arahan kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Dedi Nursyamsi. Kata Dedi sudah bukan lagi jamannya petani bekerja dan berusaha tani sendiri-sendiri. Petani diharapkan segera membentuk korporasi petani, berawal dari kelompok-kelompok tani.

Sementara itu untuk menjaga ketahanan pangan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo terus mendorong inovasi pertanian. Dalam menghadapi krisis seperti pandemic covid 19 yang belum usai saat ini pertanian menjadi pilihan untuk tetap survive.

** Regi/PPMKP

Puslatan Inisiasi Rakor Penguatan Penyelenggaraan Pelatihan Pertanian

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Pusat Pelatihan Pertanian BPPSDMP menggelar rapat koordinasi penguatan penyelenggaraan pelatihan pertanian tahun 2021 di Hotel Horison Ultima Bhuvana, Ciawi, Kabupaten Bogor, 13- Januari 2021 yang dihadiri lebih dari 40 peserta belum termasuk peserta yang mengikuti secara online. Peserta yang hadir selain pejabat Eselon II, Koordinator, sub koordinator juga hadir perwakilan dari P4S dan Ikamaja

Kepala BPPSDMP, Prof Dedi Nursyamsi saat pembukaan rakor mengatakan, sebagai insan pertanian kita harus paham dan mengerti dan mampu mengeksekusi dengan baik, penyediaan pangan untuk 267 juta, meningkatkan kesejahteraan petani dan meningkatkan eksport. 

BPPSDMP yang mempunyai tugas pokok meningkatkan SDM pertanian propesional, mandiri dan  berdaya saing serta memilkki jiwa enterprenership mensuport   tujuan pembangunan pertanian melalui 3 program aksi yaitu ; membangun kostratani, menghasilkan 2.5 jt petani milenial dan mengsuport utama program Kementerian Pertanian terutama yang saat ini yang menjadi prioritas.

Lebihl anjut Kabadan menyampaikan bahwa tahun 2020 sudah kita lakukan membangun kostratani diseluruh pelosok tanah air, dengan berbagai kekurangan namun alhamdullilah 99% sudah terkoneksi dengan AWR, selain itu penguatan kostratani, sudah lakukan konsolidasi dengan Kostrawil, Kostrada bahkan sampai Kostranas.

“Kostratani sebanyak  3400 BPP pada  sudah dilengkapi dengan sarana IT. Sarana tersebut sudah digunakan untuk sarana pelatihan secara virtual seperti BOC, Ngobras, Sapa Petani dan lain lain yang ternyata lebih dari 1 jt follower mengikuti kegiatan tersebut,” kata dia.

Dengan terkoneksi BPP ke AWR ini membuktikan bahwa BPP sudah melakukan fungsi sebagai pusat data dan informasi, sebagai pusat gerakan pembangunan pertanian, sebagai pusat pembelajaran dibuktikan dengan adanya demplot yang dibangun secara mandiri oleh para penyuluh. Dengan demikian kita perlu memperkuat fungsi BPP sebagai pusat  pembelajaran melalui kerjasama dengan eselon 1 lainnya. BPP juga perlu diperkuat perannya sebagai pusat konsultasi Agribisnis..

Pertanian harus melakukan transformasi, pertanian ini harus menhasilkan dan menguntungkan oleh karena itu BPP harus dibangun sebagai pusat agribisnis, data mampu menghitung dari proses awal sampai akhir bahkan mengetahui kapan diperlukan pasar. Dan itu semua harus tersampaikan kepada para petan, termasuk P4S termasuk para penyuluh swadaya.

Bertani secara sendiri sendiri saat ini sudah bukan zamannya lagi, karena kemilikan lahan yang dimiliki petani rata rata hanya 0.3 Ha. “Bisa kita bayangkan dengan kepemilikan seperti itu, maka proses olah sampai panen tentu akan mengakibatkan “recol” (tdk seragam) disinilah perlu ada keterpaduan semua petani. Oleh karena perlunya petani dikelola secara koorporasi, secara berjamaah, dalam berbagai proses. Sehingga hasilnya akan signifikan dan tentu saja harga akan ditentukan oleh petani bukan oleh pedagang atau tengkulak. Disinilah perlu BPP dibangun sebagai pusat agribisnis”.

Lainnya BPP harus menjadi pusat membangun jejaring kemitraan petani harus kuat harus ada dalam poktan, gapoktan, badan usaha milik petani bahkan harus ada dalam koorporasi lalu bangun kerja sama sebanyak banyaknya dengan berbagai pihak. Ini tentu memerlukan modal, kita sudah menyiapkan modal melalui KUR, dan ini sudah tersedia di berbagai bank seperti BRI, BNI, Mandiri dan sebagainya.

“Tidak mustahil ketika BPP sudah melaksanakan perannya secara maksimal maka petani berjalan poktan, gapoktan, KWT, petani milenial akan semakin berjaya, akan semakin semangat, akan semakin meningkat adrenalinnya untuk menggenjot produktifitas. Inilah kata kunci peningkatan kostratani peningkatan produktifitas. Untuk itu kepada semua UPT BPPSDMP harus mampu mendorong BPP mulai dari hulu sampai hilir,” kata Dedi.

** T2S/Wan