33.7 C
Bogor
Saturday, August 29, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1296

Ini Cara Aksi Sosial Kapolsek Nanggung, Sambangi Ponpes dan Berbagi Takjil

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Ditengah Ramadhan 1442 Hijriah ini, pihak kepolisian dari  Mapolsek Nanggung dan jajarannya kembali melakukan kegiatan sosial. Kegiatan sosial kali ini  dengan mendatangi pondok pesantren yang berlokasi di Kampung Lukut, Desa Parakanmuncang, Kecamatan Nanggung, baru baru ini.

Kedatangan Korp Bayangkara itu, guna memberikan bantuan berupa takjil dan makanan untuk berbuka puasa bagi para santri dan pengurus  Pondok Pesantren Al- Kasfi.

Kapolsek Nanggung, AKP Dedi Hermawan menyatakan, bakti sosial dengan pemberian takjil dan nasi kotak untuk para pengurus dan sejumlah santri tersebut untuk menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.

“Terlebih saat ini, hampir seluruhnya masyarakat menengah kebawah terdampak akibat wabah  Covid-19,” kata Kapolsek Nanggung, AKP Dedi Hermawan.

Ia menambahkan, aksi sosial itu tanggung jawab kita bersama, maka itu kegiatan ini terus dilakukan bertujuan selain berbagi antar sesama  utamanya menjaga silaturahmi dengan semua pihak.

Dengan cara ini, kami ingin hubungan emosional terjaga,” ujarnya.

Tak hanya pemberian takjil atau makanan, termasuk pemberian bahan material untuk renovasi Pondok Pesantren Al- Kasfi pun telah dilakukan.

Saat dihubungi,  pengurus Pondok Pesantren Al- Kasfi, Ismail Hasan Bahri mengapresiasi terhadap aksi kemanusiaan yang dilakukan oleh Kapolsek Nanggung.

“Disaat kondisi ini selalu ada perhatian terhadap kami, tentu ini menjadi rezeki yang luar biasa buat kita semua,” tukasnya.

** Arip Ekon

Manfaatkan PAD, Pemdes Cigudeg Santuni Anak Yatim

0

Cigudeg l Jurnal Inspirasi

Bulan Ramadhan menjadi momentum emas bagi umat Islam dalam meningkatkan ibadah kepada Allah SWT, salah satunya menyantuni anak yatim. Dalam momentum tersebut Pemerintah Desa Cigudeg, Kecamatan Cigudeg menggelar bakti sosial dengan menyatuni 100 anak yatim dan acara buka puasa bersama. Acara berlangsung di Aula Desa Cigudeg, kemarin.

Kepala Desa Cigudeg Andi Supriadi yang baru  menjabat Kades  1 tahun 4 bulan ini mengatakan, momentum Ramadhan dengan  menyantuni anak yatim setiap tahunnya terus dilakukan.

“Anak yatim yang ada di Desa Cigudeg, sekitar 480 anak yatim, tetapi yang kita  undang untuk tahun ini hanya 100 orang, mengingat  kemampuan anggarannya  memang hanya cukup untuk 100 orang,” kata Kepala Desa Cigudeg Andi Supriadi.

Ia menjelaskan, anggaran yang diberikan kepada anak yatim itu didapat dari  Pendapatan Asli Desa (PAD) seperti hasil pengelolaan  gedung serba guna dan beberapa unit kios yang dimiliki Pemdes Cigudeg.

Maka itu, terang Andi, hasil keuntungannnya sebagian diberikan pada anak-anak yatim, kemudian ditambah dari uang pribadinya ,” terangnya.

“Kita berikan berupa sembako dan uang tunai  kepada  100 anak yatim yang ada di Desa Cigudeg, mudah-mudahan dapat membantu mereka,” ujarnya.

Kades Andi berharap kegiatan tersebut menjadi rutinitas, selain di bulan Ramadhan dirinya juga mengadakan setiap tanggal 10 Muharram yang berkenaan dengan hari anak yatim.

“Mudah-mudahan kedepan bisa lebih ditingkatkan lagi, sehingga seluruh anak yatim yang ada di Desa Cigudeg secara pembagiannya  bisa tercover,” harapnya.

“Gelaran bakti sosial ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Desa yang rutin dilakukan setiap bulan suci Ramadhan  dan mudah-mudahan akan tetap istiqamah berbagi dengan anak-anak yatim”, tandasnya. 

Sementara itu, salah satu anak yatim piatu, Dede penerima santunan mengaku bahagia atas pemberian bingkisan yang diterima. ” Alhamdulillah senang sekali, terimakasih Pak Kades,” ucap Dede.

** Arip Ekon

? HADITS HARI INI

0


25 April 2021
13 Ramadhan 1442 H

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ أَبِي حَازِمٍ عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yusuf, telah mengabarkan kepada kami Malik dari Abu Hazim dari Sahal bin Sa’ad bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Manusia senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka puasa.

HR Bukhari No. 1821.

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

BPP Kostratani Sugio Menggeliat dengan Porang

0

Malang | Jurnal Inspirasi

BPP Sugio Model Kostratani Kabupaten Lamongan melakukan kegiatan pendampingan di kelompok tani Tani Sejahtera Gebangan Desa Kalitengah kecamatan Sugio Kabupaten Lamongan dalam hal persiapan panen tanaman porang.

Sumadi SP, korwil BPP Sugio mengatakan, “Tanaman porang siap untuk dipanen kurang lebih berumur 1,5 tahun dengan ciri ciri batangnya sudah mengering dan umbinya tampak besar.

Tanaman ini mempunyai nilai ekonomi yang tinggi hal ini bisa kita lihat dari harga jual ke pengepul mencapai Rp. 8.000 per kg. Rata rata berat umbi mencapai 2 sampai 3 kg. Harga per biji umbi porang sebesar Rp.20.000. Untuk kebutuhan bibit porang mencapai 4000 biji per Ha. Jadi pendapatan petani per Ha bisa mencapai Rp.80.000.000 per Ha, begitu jelasnya.

Menurut Syahrul Yasin Limpo, komoditas porang saat ini potensinya semakin besar dengan terus meningkatnya permintaan ekspor untuk bahan pangan alternatif dan bahan baku kosmetik.

“Komoditas porang dalam bentuk tepung dan chips saat ini di ekspor ke 16 negara antara lain, China, Jepang, Thailand, Taiwan, dan Myanmar. Beberapa negara lainnya masih meminta kepada Indonesia untuk mengekspor komoditas porang ke negaranya,” katanya.

Lebih lanjut Sumadi menambahkan, BPP Sugio mulai mencoba mengembangkan tanaman porang ini tidak pada lahan tanaman pangan tetapi pada lahan yang berada pada sekitar waduk Gondang dan di Lahan Masyarakat Daerah Hutan. Untuk luas tanam mencapai 2,5 Ha tersebar di Desa Kalitengah, Desa Gondanglor dan Desa Jubelkidul.

Siti Kamsiah, salah satu PPL BPP Sugio mengatakan, Tanaman porang ini mudah ditemukan tumbuh secara liar di pinggir hutan jati, di bawah rumpun bambu, di tepi-tepi sungai, di semak belukar, dan di daerah waduk. Namun saat ini petani belum banyak yang telah membudidayakan tanaman ini.

Karena kandungan glukomannan pada umbinya, porang banyak dimanfaatkan di bidang industri dan kesehatan. Tepung porang dapat digunakan sebagai bahan lem, agar-agar, mi, tahu, kosmetik, dan roti.

Tepung porang juga bermanfaat menekan peningkatan kadar glukosa darah sekaligus mengurangi kadar kolesterol dalam darah, begitu ucapnya.

Abu sebagai petani mengatakan, untuk menanam tanam porang ternyata sangat mudah. Pembibitan tanaman ini bisa dimulai dari potongan umbi batang, umbi yang telah memiliki titik pertumbuhan dan umbi katak. Atau dengan menanamnya langsung dari biji bunganya secara langsung.

** BBPP Batu/Arthur Benny J.W.

Nenek Siti Diusulkan Dapat Kursi Roda

0

Pemcam Leuwisadeng Akan Bantu Pembuatan MCK

Leuwisadeng l Jurnal Inspirasi

Nenek Siti  berusia 80 tahun, warga di Kampung Baru RT 04 RW 04, Desa Leuwisadeng setahun  terbaring lemah  karena menderita kelumpuhan. Kaberadaan nenek Siti pun disikapi secara serius oleh Pihak Kecamatan Leuwisadeng.

Bahkan Kecamatan Leuwisadeng langsung mengusulkan bantuan berupa kursi roda dan ketahanan pangan ke Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bogor.

“Setelah dilakukan asesmen, nenek Siti memang layak dibantu,” kata Camat Leuwisadeng Rudy Mulyana kepada Jurnal Bogor, Jumat (23/4).

Camat Leuwisadeng yang datang bersama TKSK dan Pemerintah Desa setempat, selain memberikan bantuan sembako kepada nenek Siti, pihaknya juga telah melayangkan  permohonan   bantuan berupa korsi roda dan ketahanan pangan ke Dinas Sosial.

“Besar harapan kami agar pemohonan tersebut dapat dikabulkan,” harapnya.

Tak hanya itu, dia juga melihat ketiadaan MCK di kediaman Nenek Siti, pihaknya terpanggil akan membantu dengan dibuatnya fasilitas kamar mandi berikut WC.

“Memang keadannya darurat, nanti kami bantu buat pembuatan MCK-nya,” paparnya.

Mendengar kabar, Kecamatan Leuwisadeng akan membantu pembuatan MCK,  ketua RT setempat, Tulus mengatakan siap dengan pihak keluarga membantu pembuatan MCK untuk Nenek Siti. Menurut Tulus,  terlebih dahulu akan dilakukan penggalian untuk pembuatan septictank.

Kalau untuk aliran airnya, ujar Tulus itu bisa ngambil dari aliran Gunung Halimun dengan menggunakan selang sepanjang 200 meter.

Sementsra Nenek Siti mengaku tidak bisa berbuat banyak, hanya mengucapkan terimakasih atas kepeduliannya. “Semoga Allah bisa membalasnya,” ucapnya.

Sebelum terjadi kelumpuhan, Nenek Siti bercerita, pada bulan puasa 2020 lalu, dia saat lagi sholat subuh tiba tiba terjatuh saat akan melakukan gerakan sujud. “Disitu awal kejadiannya, sudah setahun ini tak bisa berbuat apa apa,” ucapnya menceritakan.

** Arip Ekon

Sambut Lebaran, KWT di Pandeglang Produksi Kue Kering Talas Beneng

0


Pandeglang | Jurnal Inspirasi

Kue kering menjadi camilan favorit kala Hari Raya Idul Fitri. Tak heran menjelang hari raya kue kering banyak dicari. Hal ini ditangkap sebagai peluang oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Mitra Srikandi dan KWT Mawar Kecamatan Cipeucang Kabupaten Pandeglang Banten dengan memproduksi kue kering.
Untuk menciptakan citara rasa berbeda dari kue kering pada umumnya, maka tepung talas benengpun menjadi pilihan sebagai bahan bakunya.
Talas beneng adalah jenis umbi-umbian asli Pandeglang, dengan karakteristik berbeda dari talas daerah lain. Talas beneng bernilai strategis sebagai bahan pangan lokal untuk ketahanan pangan.
Yoyoh Rachmatunnisa, Koordinator Penyuluh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Cipeucang pendamping KWT mengatakan tekstur kue dari talas beneng lebih ringan dan lebih renyah bila dibandingkan dengan kue kering berbahan dasar terigu 100%.
“ rasa kue kering talas beneng tidak jauh berbeda dengan kue kebanyakan yang terbuat dari 100% tepung terigu. Hanya dengan bahan baku talas beneng tekstur kue lebih renyah, lebih ringan dan ngeprul, “ ucapnya, Kamis (22/04/2021).
Kue kering yang diproduksinya lebih dari 15 macam. Beberapa diantaranya adalah kastengel, nastar, coco crunch, bola coklat dan lain – lain. Dia mengaku, kue – kue tersebut sudah dipesan sebelumnya oleh masyarakat, sehingga tak perlu lagi mencari pembeli.
“ Nastar beneng,kastengel beneng,nastar bola coklat beneng, coco crunch beneng dan rupa – rupa kue kering lainnya kami buat sebagian besar berbahan baku talas beneng dan sudah pesanan, “ tuturnya,
Saat ini, tak kurang dari 300 toples Kue kering yang dicap dengan nama Rhino ini selesai diproduksi dan dijual dengan harga Rp 55.000 per toples setengah kilogram (kg). Yoyoh bilang jumlah pemesan masih terus bertambah seiring semakin dekatnya hari raya lebaran.
Selain berbahan dasar tepung talas beneng, KWT ini juga memproduksi kue berbahan dasar tepung jagung dan lain – lain.
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo menyampaikan Kementerian Pertanian selama ini tidak hanya menekankan pada upaya peningkatan produksi pangan, melainkan juga pada upaya peningkatan nilai tambah, daya saing, hilirisasi, pemasaran dan ekspor produk pertanian yang diharapkan dapat memberikan efek pengganda (multiplier effect) untuk sektor pembangunan lainnya.
Kata Mentan penanganan pascapanen dan pemasaran hasil pertanian membuka kesempatan berusaha serta meningkatkan nilai tambah produk pertanian.
Menyoroti pangan lokal Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi, mengatakan pangan lokal adalah produk pangan yang sudah lama diproduksi dan berkembang di masyarakat. Kata Dedi komoditas pangan lokal bisa dikembangkan sebagai sumber pangan alternatif maupun pangan utama. Salah satu keunggulan pangan lokal adalah bisa diolah terlebih dahulu.
“ Contohnya adalah talas yang bisa dijadikan banyak produk olahan seperti tepung, kue sayur roti biskuit, kripik, dan lainnya, “ ujarnya.

** Regi/PPMKP
.

Dukung Ikon Kota Cilegon, KWT Tanjung Sekong Kembangkan Jagung Pulut Ungu

0

Cilegon | Jurnal Inspirasi

Jagung pulut kini menjadi ikon baru Kota Cilegon, Provinsi Banten. Komoditas ini terus dikembangkan di Kota Cilegon salah satunya oleh Kelompok Wanita Tani (KWT)  Tanjung Sekong, Kelurahan Lebak Gede, Kecamatan Pulomerak.

Emi Sahlani, pengurus KWT Tanjung Sekong mengatakan, saat ini permintaan jagung pulut terus meningkat. Jagung pulut yang dihasilkan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) yang Ia dikelola rasanya berbeda dari jagung pada umumnya.

“Kewalahan, permintaan dari pembeli banyak, bahkan banyak pembeli dari luar daerah yang membeli buat oleh-oleh mereka di kampung halamannya,” katanya.

Emi mengaku, saat ini lahan yang dikelola baru ada sekitar 1.500 meter. Ia berharap akan ada KWT lain yang bermitra mengembangkan. “Saya sih berharap ada KWT lain yang ingin membudibudayakan menanam jagung pulut ini agar permintaan dapat terpenuhi,” harapnya.

Sarbini Penyuluh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Cilegon menyampaikan saat ini KWT Tanjung Sekong yang menjadi binaannya tengah  mengembangkan jagung pulut di lahan pekarangan  milik pribadi dan lahan perusahaan.

“ Jagung pulut sudah jadi unggulan program dinas tahun ini. Lahan untuk jagung pulut di kecamatan Pulomerak mencapai 5.000 meter tersebar di KWT dan kelompok tani, “ ujarnya, Rabu (21/04/2021)

Mengenai benih petani tak lagi mengalami kesulitan, selain menghasilkan sendiri,  benih bisa mudah diperoleh di kios terdekat.

Menurut Sarbini jagung warna ungu dan putih dengan rasa pulen seperti ketan ini sangat tinggi peminatnya.  Bahkan seringkali permintaan lebih tinggi dibanding produksi. Pemasaran dilakukan baik secara  individu atau pabrik dan kerjasama dengan pasar tani DKPP.

“Harga dipatok berdasarkan  gradenya.  Harga grade A  7.000 rupiah, B  6.000  rupiah dan grade C 5.000 rupiah, “ tuturnya. Banyaknya  permintaan, membuat Kelompok Wanita Tani (KWT) yang mengelola jagung pulut kewalahan untuk memenuhi permintaan.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, kedepan harus ada daerah sentra-sentra komoditas, dengan ditanganinya hulu sampai hillir. Dengan cashflow dan perencanaan yang baik agar segalanya berjalan dengan baik dan menguntungkan bagi petani. Untuk itu Menurut SYL perlu keseriusan dan kerjasama semua pihak.

Mengenai peningkatan produksi hasil pertanian Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menyampaikan, kekuatan utama pertanian Indonesia berada di pundak petani dan penyuluh. Kalau produktivitas tinggi, sudah pasti penyuluhnya aktif.

Melalui Kostratani diharapkan penyuluh bisa mengidentifikasi potensi komoditas unggulan lokal yang bisa mengungkit pendapatan dan kesejahteraan petani. Dedi optimistis pertanian Indonesia akan bertansformasi menjadi pertanian unggul.

** Regi/PPMKP

979 CPNS Kementan dan Lembaga Lain Ikuti Pelatihan Dasar di PPMKP

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Sebanyak 979 CPNS golongan III dan II Kementerian Pertanian dan Kementerian serta Lembaga lain mengikuti  pelatihan dasar (latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di  Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor selama tahun 2021. 

Dalam pelaksanaannya pelatihan dibagi kedalam delapan gelombang atau 31 angkatan terdiri dari 20 angkatan golongan III dan 11 angkatan golongan II. Pelaksanaan digelar hingga bulan Oktober mendatang.

Gelombang pertama latsar CPNS diikuti sebanyak 154 orang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kementerian Pertanian, Badan Keamanan Laut (Bakamla), Kementerian Politik Hukum dan Keamanan (KemenPolhukam). Pelatihan dasar tersebut merupakan salah satu syarat mutlak agar mereka resmi menjadi PNS.

Eri Herlina Subkoordinator Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan PPMKP mengungkapkan latsar CPNS meliputi empat tahap kegiatan yaitu pembelajaran mandiri melalui MOOC (Massive Open Online Course), pembelajaran jarak jauh (Distance  Learning) melalui virtual zoom meeting, aktualisasi di tempat kerja masing-masing, dan pembelajaran secara klasikal atau tatap muka.

Para CPNS hanya memiliki hak untuk mengikuti latsar sebanyak satu kali. Apabila gagal, maka haknya untuk menjadi PNS juga gagal. “Bagi peserta yang tidak lulus, tidak dapat mengulang latsar CPNS pada gelombang berikutnya,” kata dia.

Kepala Biro Umum Badan Kemananan Laut, Laksamana Pertama (Laksma) Amin Budi Cahyono menyatakan latsar CPNS merupakan sarana untuk membangun integritas, motivasi dan semangat nasionalisme. Setelah menjalani latsar CPNS ini, para peserta latsar diharapkan mampu mengembangkan kompetensi yang terintegrasi.

“Pelatihan dasar CPNS bertujuan untuk mengembangkan kompetensi yang dilakukan secara terintegrasi. Kompetensi diukur berdasarkan kemampuan menunjukkan sikap bela Negara, mengaktualisasikan nilai – nilai dasar PNS dalam pelaksanaan tugas jabatan, mengaktualisasikan kedudukan dan peran PNS dalam NKRI, dan menghidupkan penguasaan kompetensi teknis yang dibutuhkan sesuai dengan bidang tugasnya, ” ungkapnya dalam pembukaan Senin (19/04/2021).

Amin menambahkan PNS harus memenuhi karakter dan kepribadian tangguh sesuai dengan motto ASN yang professional, loyalitas, dan berintegritas. Ia pun menekankan setelah mengikuti latsar CPNS dapat mengimplementasikan nilai – nilai dasar PNS dalam pelaksanaan tugasnya sehari – hari.

** Nita M/Regi – PPMKP

Wow, Sensasi Ngabuburit dan Bukber Serasa di Afrika

0

Bogor | Jurnal Inspirasi
Tak sedikit orang yang merasa lemas saat berpuasa sehingga menurunkan produktivitas. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika kamu menyiasati dengan melakukan aktivitas seru untuk dapat mengalihkan perhatian dari rasa lapar dan haus.

Salah satu cara aktifitasnya yaitu ngabuburit, cara ngabuburit yang asyik dan menarik yang bisa kamu coba dari pada hanya sekedar berburu takjil atau sekedar tidur-tiduran di rumah. Penasaran?

Ngabuburit bareng si Zebra Ozi & Putra di Royal Safari Garden, yaitu wahana Afica Adventure, dimana anda akan merasakan suasana seperti di Africa dan bertemu langsung dengan satwa2 yang berasal dari Africa salah satunya 2 ekor Zebra yg diberimana Ozi & Putra yang sangat menggemaskan, andapun dapat berinteraksi memberi makan serta berfoto bersama Ozi & Putra.

Tak hanya zebra, ada satwa lainnya seperti Meerkat, Wallaby, Pantagonian Mara, Nyala, Lama dan masuk ke dalam kubah Lemur berisikan satwa Lemur Ekor Cincin yang berasal dari madagascar.  Ini akan menjadi momen ngabuburit yang menyenangkan, seru, dan pastinya berkesan sambil menunggu waktu buka puasa.

Pada saat buka puasa kamu tidak perlu khawatir, De’savanna Restaurant menawarkan makan sepuasnya dengan konsep Pasar Ramadhan aneka jajanan Nusantara yang dapat dinikmati mulai dari Variant Ta’jil khas Ramadhan seperti kolak pisang, es campur, sop buah, es pletok, serta beragam food stall jajanan pasar seperti Nasi Goreng, Kebab, Toge Goreng, Bakso Aci, Seblak, Mie Ayam/Lamien, batagor, soto,tahu gejrot, lontong sayur, cilok, mie ayam dan masih banyak lainnya serta aneka gorengan, berbagai macam pudding dan kue, Makan sepuasnya di Pasar Ramadhan ini seharga Rp.79.000Nett per orang di weekday (Senin-Jumat) dan Rp99.000Nett per orang di weekend (Sabtu & Minggu).

Handy Mehonk | *

Maksimalkan Peran Perempuan, Desa Tajurhalang Rencanakan Aksi Desa Damai

0

Bogor | Jurnal Inspirasi
Wahid Foundation (WF) bersama Kelompok Kerja (Pokja) Desa Damai Tajurhalang menggelar  Forum Group Discussion (FGD) Rencana Aksi Desa (RADes) Damai sekaligus buka bersama di Balai Desa Tajurhalang, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Kamis (22/04).

Rencana Aksi Desa (RADes) merupakan upaya yang dilakukan WF melalui Program Desa Damai untuk mendorong keterlibatan perempuan dalam memberikan usulan program dan pengambilan kebijakan di tingkat desa. Saefudin, Kepala Desa Tajurhalang mengatakan bahwa poin utama dilaksanakannya RADes ini adalah untuk memberikan kesempatan perempuan berpartisipasi dalam pembangunan.

“Yang menjadi titik tekan dari RADes kali ini adalah memberikan kesempatan kepada perempuan untuk menjadi aktor utama, untuk berkreasi dan berinovasi untuk memberikan manfaat dalam bentuk program yang terbaik bagi Desa Tajurhalang. Kami harapkan ini bisa berjalan dengan baik.” Kata Saefudin Ketika memberikan sambutan dalam pembukaan kegiatan RADes dan buka bersama.

Pihaknya, menurut Saefudin, sangat menyambut baik RADes tersebut. Sebab, sebelum RADes dilaksanakan, Wahid Foundation telah memberikan banyak perubahan kepada Desa Tajurhalang dengan pendampingannya selama ini melalui Program Damai sejak 2017.

Program Officer Wahid Foundation, Fanani menyampaikan, penyusunan Rades Damai harus selaras dengan Rencana Aksi Nasional Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak dalam Konflik Sosial Tahun 2014–2019 (RAN P3AKS).

Termasuk dengan Rencana Aksi Nasional Penanggulangan dan Pencegahan Ekstremisme Kekerasan (RAN PE) yang mengarah pada terorisme. Dirinya berharap terlaksananya Program Desa Damai di Desa Tajurhalang bisa menjadi pelopor bagi desa lain di Jawa Barat, khususnya di Kabupaten Bogor

“Ini adalah ikhtiar kami dimana hari ini menjadi sangat penting bagi kita yang akan menyusun Rencana Aksi Desa Damai. Jadi, bagaimana kita coba membuat rencana aksi nasional ini di tingkat desa. Untuk hal ini, dokumen prioritas nasional kami adalah RAN P3AKS dan RANPE, ini menjadi pilar kami untuk berdiskusi mengenai aksi desa damai ini.” Kata Fanani Ketika memberikan sambutan di depan peserta RADes.

Desa damai yang diinisiasi Wahid Foundation sejak 2017 menjadi inisiatif masyarakat akar rumput. Berkomitmen menjaga dan menumbuhkan toleransi dan perdamaian di lingkungan masing-masing. Bahkan, telah diapresiasi oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

Pada saat bersamaan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak juga mengakui program desa damai bisa menjadi contoh nyata bagaimana gerakan global women peace and security (WPS) atau perempuan, perdamaian, dan keamanan digerakkan dalam level komunitas untuk mempromosikan keadilan gender di masyarakat.

“Peran perempuan tidak bisa dianggap sebelah mata, karena salah satu bukti nyata adalah bagaimana perempuan bersumbangsih dan bertahan di masa krisis Indonesia dulu. Dan juga memiliki peran krusial dalam meningkatkan dan menjamin keberlangsungan perdamaian. Karenanya, peningkatan akses dan penyediaan fasilitas sangat perlu ditingkatkan.” Ungkap Perwakilan dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan an Perlindungan Anak (KPPA) dalam sambutannya.

Sekretaris Camat Tajurhalang yang membuka kegiatan RADes dan buka bersama tersebut mengajak seluruh pihak khususnya kelompok perempuan untuk duduk bersama memberikan ide dan gagasannya dalam FGD RADes tersebut. Selain itu, ia juga berharap kaum perempuan bisa memberikan sumbangsih bagi perkembangan pembangunan desa.

“Jadi dengan WF ini saya berharap perempuan di Tajurhalang, bisa lebih sibuk di bidang-bidang yang bisa mengembangkan desa kita ini. Jadi ayo kita duduk bareng sama aparat pemerintah di Desa Tajurhalang, dan juga kalau bisa Kabupaten Bogor, supaya kita bisa melihat mana titik kelemahan kita, kemudian dicari solusi untuk dijadikan kekuatan kita bersama. Dan di sinilah kita bersama-sama melakukan RADes untuk desa Tajurhalang.” harapnya.

Handy Mehonk | **