33.7 C
Bogor
Saturday, August 29, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1295

Tim BBPP Batu-BPPSDMP Lawat Kampung Ternak di Kaki Gunung Ijen

0

Malang | Jurnal Inspirasi

Gunung api memberikan gambaran yang sangat mengerikan bagi masyarakat. Tetapi, gunung api juga mampu menyediakan sumber daya alam yang melimpah seperti mata air, mineral dan tentunya pemandangan yang sangat indah bila kita menjelajahinya.

Salah satu gunung api yang masih aktif adalah gunung Ijen. Gunung yang termasuk  salah satu destinasi wisata yang berada di 3 kabupaten yaitu, kabupaten Situbondo, kabupaten Banyuwangi dan kabupaten Bondowoso, provinsi Jawa Timur. Dengan ketinggiannya mencapai 2.368 meter di atas permukaan laut.

Kawah ijen ini berada dalam wilayah cagar alam Taman Wisata Ijen. Buat yang ingin mencapai puncak kawasan gunung ini, jangan lupa kondisi fisik harus prima, karena rute yang akan di lalui cukup melelahkan.

Jauh dan tentu saja akan menguras tenaga, tapi kelelahan itu pasti akan terbayar ketika sampai dan memijakkan kaki pertama kalinya di puncak Gunung Ijen ini. Hamparan kawah yang sangat menakjubkan akan terlihat di depan mata di tambah lagi dengan suasana yang masih sangat hijau, membuat mata dan pikiran menjadi sejuk dan sesaat akan menghilangkan rasa penat.

Sebelum sampai ke puncak, suguhan dari Desa Sempol, kecamatan Ijen, kabupaten Bondowoso cukup membuat takjub, hamparan memanjang yang nampak hanya batu batu telah dirubah mejadi sebuah perkampungan yaitu Kampung ternak terutama jenis Kambing BUR.

Menurut Sugeng petugas lapang dari Dinas pertanian kabupaten Bondowoso populasi ternak menyapai 20.000 ekor. Meskipun manajemen pengelolaan masih bersifat tradisional dengan pemberian pakan hijauan berupa daun Lantoro, para peternakan juga sudah piawai seperti penyuntikan dan lain-lain dan ini nampak dari kondisi ternak yang bersih dan gemuk.

Sebagai peternakan rakyat, ini bisa menjadi kunci penting dalam pemberdayaan sumber daya lokal dalam menjamin keberlanjutan produksi peternakan. Kedepan barangkali desa Sempor dapat dijadikan korporasi peternakan. Karena wadah tersebut sangat diperlukan untuk kemajuan peternakan ke depan, sisi lain disamping memiliki kawasan peternakan juga sangat memungkinkan adanya gabungan dari sentra-sentra peternakan dan komponen pendukungnya. Dengan demikian dapat meningkatkan nilai tambah dan daya saing wilayah/desa Sempol.

Sejalan dengan harapan Kementerian Pertanian tumbuh kembangnya koorporasi, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Prof. Dedi Nursyamsi mengatakan, korporasi petani merupakan kelembagaan ekonomi petani yang berbadan hukum dengan sebagian besar kepemilikan modal dimiliki oleh petani.

“Korporasi petani bukan sekadar bertumpu pada produktivitas dan kualitas produksi pertanian, namun lebih banyak ditentukan oleh kemampuan sumber daya manusia menjalankan bisnis yang profit oriented,” kata Dedi.

Untuk mendukung hal tersebut, BPPSDMP menopang kesiapan dalam aspek sumber daya manusia (SDM) pertanian.

Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu, Dr. Wasis Sarjono S.Pt, M.Si, saat kunjungan kerja dan berdialog dengan para peternak lebih dari 60% dihuni oleh generasi milenial, mengatakan

pengembangan kawasan peternakan dapat memperkuat sistem usaha peternakan secara utuh dalam satu manajemen kawasan, sekaligus dapat memperkuat kelembagaan peternak dalam mengakses informasi, teknologi, prasarana dan sarana publik, permodalan, hingga dalam hal pengolahan dan pemasarannya. 

Jika hal itu dapat diwujudkan, maka rantai pasok suatu produk hasil peternakan dapat terkoordinasi dalam keseluruhan proses sejak dari penyiapan awal proses produksi, serta penyaluran produk hingga ke konsumen, mulai dari proses penyediaan input, proses produksi, transportasi, pergudangan, distribusi, hingga penjualan dan pengirimannya ke masyarakat sebagai konsumen.

Ada dua hal yang perlu dilakukan dalam upaya melakukan bimbingan terhadap peningkatan kualitas SDM di Sempol yang pertama berkaitan dengan ketersediaan bahan baku pakan yaitu kulit kopi yang belum termanfaatkan sebagai bahan makanan tambahan yang dapat dijadikan konsentrat. Yang kedua limbah kambing yang belum diolah sebagai nilai tambah.

** T2S/BBPP Batu

Jurnalis Mancing Indonesia Cetak Jurnalis Jadi Pengusaha

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pandemi Covid-19 sudah menahan laju perekonomian kurang lebih selama satu tahun terakhir. Inovasi dan kreasi menjadi jalan ke luar untuk bisa terbebas dari perangkap ini. Jurnalis Mancing Indonesia (JMI) memiliki cara yang berbeda untuk mengajak Jurnalis dan masyarakat untuk berdaya dan mendukung pemerintah dalam memulihkan ekonomi nasional. Melalui pesan semangat Ayo Bangkit, JMI mengadakan pelatihan dan usaha ikan nila di Kampung Rawajati Kelurahan Mekarwangi Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor pada Minggu (25/4/2021).

Ketua Umum (Ketum) JMI Firman Wibowo menyampaikan bahwa budidaya ikan nila yang ada di 10 kolam bioflok di Mekarwangi tersebut merupakan program perdana. Ketum yang akrab disapa Bowi ini berencana akan membangun kerja sama dengan pesantren, sekolah, dan lembaga.

“Ide ini berawal karena perubahan informasi dan bisnis media. JMI berinisiatif untuk membuat usaha pendamping bagi Jurnalis dan masyarakat. Saya yakin ini berhasil dan bisa bermanfaat untuk masyarakat,” katanya.

Penasihat JMI Pratama D. Persadha mengapresiasi langkah JMI Kepengurusan Periode ini karena dapat menciptakan kegiatan yang baru dan memadukan sosial dan entrpreneur. “Ini juga upaya yang bisa bermanfaat untuk banyak orang,” katanya.

Wakil Wali Kota Dedie A. Rachim yang turut hadir dalam kegiatan juga memberikan apresiasi kepada JMI. Menurut Wakil Wali Kota Dedie, langkah dari JMI merupakan salah satu upaya urban farming. Dedie menambahkan bahwa di tengah lahan Kota Bogor yang sedikit budidaya ikan nila melalui bioflok adalah inovasi yang baik.

“Pembudidayaan seperti ini adalah hal yang baik dan solusi di tengah pandemi. Semoga produk dari budidaya ini bisa banyak turunannya dan menciptakan makanan yang sehat,” jelas Dedie.

Kepada JMI, Pria yang akrab disapa Kang Dedie ini berharap JMI bisa maju terus. “Pesan saya kalau sudah maju ga boleh mundur. Dan saya berharap JMI juga bisa membuat Integrating Market,” pesannya.

Ketua JMI Bogor Raya Billy Adhyaksa yang menjadi tuan rumah kegiatan tersebut menjelaskan bahwa selain ada pelatihan dan usaha ikan nila di wilayahnya, JMI juga mengadakan berbagi bersama adik-adik yatim piatu.

“Kami dari JMI Bogor Raya merasa terhormat sekali mendapatkan amanah ini. Ini valuenya sangat luar biasa. Budidaya ini pasti bermanfaat untuk jurnalis di Bogor dan Indonesia,” katanya.

Ketua Bogor Raya Billy juga menambahkan bahwa setelah lebaran JMI Bogor Raya akan memperluas budidaya ikan nila di empat titik dan bekerja sama dengan panti asuhan. Dan dalam waktu dekat, JMI Bogor juga akan mengadakan Rapat Kerja (Raker) JMI Bogor Raya dan Halalbihalal dengan mengusung Bogor Night Fishing atau mancing pada malam hari.

** Nay Nur’ain

Panaskan Mesin Partai, Ruri Repvblik Gabung Nasdem

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Partai Nasdem mengadakan pendidikan politik dan kaderisasi kepada pengurus DPD hingga DPRt Partai Nasdem Kota Bogor di balai riung Raflesia, Hotel Grand Savero, Sabtu (24/4). Kegiatan ini sebagai bekal perjuangan kader untuk memenangkan partai.

Ketua DPD Partai Nasdem Kota Bogor, Benninu Argoebie mengapresiasi langkah DPW dan PPP atas kegiatan tersebut yang akan dilaksanakan tiga kali pada tahun ini. Kegiatan kali ini bersamaan dengan reses anggota DPR RI Tjetjep Muchtar Soleh.

“Kegiatan hari ini dihadiri 5 pengurus DPC dari 15 yang terbagi 3 kegiatan dalam tahun ini. Kemudian hadir seluruh 68 ketua DPRt se-Kota Bogor untuk mendapat pendidikan tentang kenasdeman, penggalangan, juga sosial media. Saya pikir ini langkah luar biasa dari DPW dan DPP,” ujarnya kepada wartawan.

Benn sapaan akrabnya menjelaskan, target dari kegiatan tersebut adalah bekal perjuangan kader untuk memenangkan partai. Pembekalan materi sendiri diberikan langsung oleh DPW.

“Jadi kita sebelum perang seluruh kader punya materi atau pola pikir yang sama untuk menuju kemenangan. Jadi tidak ada yang bergerak tidak terarah, semuanya terarah,” paparnya.

Lebih lanjut, kata Benn, pihak sudah mulai secara door to door mencari figur-figur yang memang nanti bisa berkontribusi positif di partai, salahsatunya dalam agenda pemilihan legislatif mendatang.

“Alhamdulillah, Ruri Repvblik menyatakan diri sebagai kader Partai Nasdem, dan Insya Allah siap untuk maju di pileg akan datang. Dan masih ada lagi,” imbuhnya.

Saat disinggung ditarget raihan kursi DPRD Kota Bogor dari 6 menjadi 10 kursi, Benn menilai hal itu sebuah keoptimisan DPW yang mungkin melihat pergerakan DPD Partai Nasdem Kota Bogor.

Namun dengan adanya target tersebut, Iapun akan berusaha mengejarnya pada pileg nanti. “Intinya kita akan berbuat untuk Partai NasDem di Kota Bogor. Kalau bisa kejar 10 kursi, kenapa tidak,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, mantan vocalis Repvblik, Ruri Watongia menjelaskan alasannya bergabung dengan DPD Nasdem Kota Bogor. Ia mengaku sengaja terjun ke dunia politik untuk dapat memperjuangkan aspirasi masyarakat.

“Di daerah saya sendiri butuh sosok yang membela rakyat, yah, bukan karena kepentingan saya sendiri tapi untuk orang banyak,” katanya.

Kata dia, dengan bergabung bersama Nasdem, ia pun berkeinginan untuk maju dalam pileg demi melenggang ke DPR RI.

“Saya ingin memajukan Kota Bogor, terus mungkin saya mewakili Bogor dari Partai Nasdem ini bisa membuat sesuatu berbuat sesuatu untuk masyarakat,” katanya.

** Fredy Kristianto

BEM se-Bogor Raya Sorot Tunggakan Alkes 5,6 Miliar

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Permasalahan masih tertunggaknya pembayaran pengadaan alat kesehatan (alkes) di Rumah Sakit (RS) Lapangan senilai Rp5,6 miliar, mendapat sorotan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Bogor Raya. Bem Se Bogor soroti persoalan RS Lapangan, Desak Kejari Kota Bogor segera tangani hal tersebut.

Ketua BEM se-Bogor Raya M Aditya Abdurahman menduga telah terjadi tumpang tindih regulasi pada RS Lapangan yang dibangun dalam waktu dua pekan. “Diduga banyaknya tumpang tindih regulasi dengan sifatnya yang terburu-buru,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (25/4).

BEM juga mempertanyakan langkah penutupan RS Lapangan dengan memperkuat puskesmas dan mengalokasikan alkes ke puskesmas. “Perlu dipertanyakan integritas walikota. Sebab, beliau pernah mengatakan akan tetap menyiagakan operasional RS Lapangan untuk mengantisipasi lonjakan kasus pada momen Ramadan dan Idul Fitri,” ungkapnya.

Aditya menilai, pemkot telah menunjukan sikap inkonsistensi. Iapun mempertanyakan mengenai vendor penyedia alkes untuk RS Lapangan.

Aditya juga mendesak Kejari Kota Bogor untuk mengedepankan penegakan hukum agar mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dampak dari kasus RS Lapangan. “Kami minta kejari langsung turun mendalami permasalahan ini,” ucapnya.

Lebih lanjut, iapun mempertanyakan nasib para pekerja, karena dengan penutupan RS Lapangan akan terjadi pemutusan kontrak. “Menjelang Idul Fitri maupun hari Buruh ini akan menjadi stimulus bagi para pekerja,” jelasnya.

Sebelumnya Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor mengaku akan mendalami permasalahan yang terjadi RS Lapangan, sehingga tunggakan pengadaan alkes sebesar Rp5,6 miliar bisa diketahui publik secara terang benderang.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Kota Bogor, Cakra Yudha mengatakan, dalam proses pendirian RS Lapangan memang dilakukan pendampingan oleh bidang perdata dan tata usaha negara (datun). Namun, pencegahan dan penindakan merupakan dua hal yang berbeda. “Ya, yang pasti kami akan mendalami dan mempelajarinya,” ujar Cakra.

Kata dia, pendamping perdata itu mulai administrasi dan kesesuaian aturan. Jadi memang ada permasalahan di kemudian hari, maka tentunya akan dipelajari. “Pendampingan yang dilakukan sebelumnya bersifat yuridis dan normatif,” tukasnya.

** Fredy Kristianto

Kopi Ontels Siap Gebrak Pasar Nasional

0

Dadang Berharap Pemda Bantu Pemasaran

Tanjungsari | Jurnal Inspirasi

Kopi Ontels dari Tanjungsari, Kabupaten Bogor siap bersaing di pasaran nasional dengan ciri khas berbeda dan tak kalah menarik dengan aroma-aroma kopi yang sudah familiar di masyarakat. PT. Giri Tanjungsari yang memproduksi kopi Ontels ini mampu memproduksi 10 ribu bungkus atau sachet per harinya.

Direktur Produksi Dadang mengatakan, kendala awal dalam memproduksi Kopi Ontels ini adalah modal, mengingat produksi ini menggunakan modal pribadi dengan bermodalkan 1 unit mesin packing untuk produksi.

“Selain modal kita pun terkendala pada tampilan kemasan, karena saat ini masih menggunakan striker untuk lambang dan merek kopinya, belum menggunakan kemasan sablon, itu yang banyak dipertanyakan oleh warung-warung dan masyarakat,” kata Dadang kepada Jurnal Bogor saat disambangi Jurnal Bogor di tempat produksi, Jumat (23/4).

Menurutnya sejauh ini pemasaran masih harus ditambah, mengingat hanya memiliki 2 karyawan untuk bagian pemasaran, dan 4 karyawan untuk bagian produksi, untuk wilayah pemasaran sendiri masih lokal seputaran Kabupaten Bogor.

“Saat ini kita sehari menghabiskan 1 kwital kopi yang siap dikemas, dan kita bahan campuran kopi dengan gula asli untuk yang memakai gulanya, kita ada 2 jenis kopi, kopi yang plus gula, dan hanya kopi murni,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahan baku saat ini kita mengunakan kopi asli Tanjungsari dan sekitarnya dan pihaknya ingin memajukan petani-petani kopi lokal dan mengenalkan kopi asli Bogor timur ini yang di tanam di Tanjung sari dan sekitarnya.

“Berharap mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Bogor khususnya, untuk membantu memasarkan produk anak negeri kopi lokal Kecamatan Tanjungsari keluar daerah, karena asal kopi Robusta yang kami pakai adalah hasil pertanian warga Tanjungsari yang jika berkembang akan memiliki nilai tambah tersendiri,” pungkas Dadang.

** Nay Nur’ain

Support Tim Damkar, Aleg PKS Kunjungi Lokasi Kebakaran Penampungan Ban

0

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi

Anggota Legislatif (aleg) dari PKS, Achmad Fathoni yang juga anggota Komisi 3 DPRD Kabupaten Bogor beserta anggota partai PKS lainnya mengunjungi lokasi kebakaran penampunan ban di Desa Bojong Nangka, Kecamatan Gunung Putri, Jum’at (23/04).

Dalam kunjungannya tersebut, mereka memberikan support atas kerja keras tim pemadam kebakaran yang tak kunjung menyerah, sampai api di lokasi penampungan ban tersebut benar-benar padam.

“Prihatin dengan kondisi kebakaran yang tak kunjung usai, tim PKS kecamatan Gunung Putri dipimpin oleh ketua DPC Sudarto dan ketua ranting Desa Bojongnangka Afang Fahrudin mendatangi lokasi kebakaran untuk memberikan support kepada tim Damkar,” jelas Achmad Fathoni.

Menurutnya, kehadirannya sekaligus juga sekedar memberikan nasi kotak , buah-buahan untuk berbuka puasa serta detergent dan masker untuk membantu proses pemadaman kebakaran. “Bantuan langsung kita berikan kepada komandan wilayah Cileungsi Pak Hendra, karena menurut saya Akang-akang, Teteh-teteh pemadam kebakaran ini adalah pahlawan yang dibutuhkan masyarakat jika sampai loyo dan tidak melanjutkan tugas bisa berbahaya,” pungkas Achmad Fathoni.

Ditempat  yang sama, Hendra Komandan wilayah Cileungsi menyampaikan terimakasih atas kehadiran serta support aleg dari PKS kepada tim Damkar. “Kami berharap kedatangan pak dewan dan Tim PKS bisa memotivasi langsung rekan-rekan Damkar untuk terus bersemangat, pantang pulang sebelum padam, semangat,” tegas Hendra.

** Nay Nur’ain

Sempat Ditutup, Galian Tanah di Desa Telukpinang Kembali Beroperasi

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Meski sudah ditutup Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor, lantaran banyak pengendara roda dua yang terjatuh dan mengalami kecelakaan tunggal saat melintas di Ruas Jalan Telukpinang-Banjarwaru, aktivitas galian tanah di Kampung Telukpinang, Desa Telukpinang, Kecamatan Ciawi, kembali beroperasi.

Beroperasinya galian tanah tersebut, membuat sejumlah pengguna jalan yang melintas merasa takut kejadian satu bulan lalu terulang lagi. Baharudin, pengendara roda yang setiap hari melintas jalan tersebut menyayangkan sikap pemerintah, baik pemerintah desa, kecamatan hingga Kabupaten Bogor, karena mengizinkan lagi aktivitas galian tanah yang sudah membahayakan para pengguna jalan.

 “Aneh, sudah tahu gara-gara ada galian tanah itu, banyak pengendara sepeda motor yang terjatuh,” ungkapnya kepada wartawan.

Ia memastikan, kejadian yang dialami para pengendara sepeda motor satu bulan lalu, bisa terjadi kembali. Sebab, di lokasi galian tidak ada kendaraan tangki air yang membersihkan tanah-tanah di jalan.  “Setiap keluar kendaraan pengangkut galian, banyak tanah di jalan karena nempel di ban truk. Dan pengusaha tidak langsung membersihkan tanah itu, malah dibiarkan saja,” ujarnya.

Harusnya, lanjut Baharudin, pengusaha galian menyediakan truk tangki air atau bisa juga bekerjasama dengan pihak Pemadam Kebakaran (Damkar) Ciawi. “Jadi setiap truk keluar bawa tanah, langsung di semprot. Biar jalan tidak kotor dan licin oleh tanah,” paparnya.

Sementara, dari pantauan di lokasi galian tanah, puluhan kendaraan truk besar mengantri hingga menunggu di ruas Jalan Raya Ciawi-Sukabumi.

Hingga berita ini diturunkan, dari pihak pengusaha belum juga memberikan keterangan. Sebab, setiap kali di konfirmasi dan didatangi ke lokasi galian, pengusaha sedang tidak ada dan hanya para pekerja.

Sementara, Kepala Desa (Kades) Telukpinang, Ahmad Rifai mengaku saat kecelakaan yang dialami para pengendara roda dua akibat adanya tanah galian di ruas Jalan Telukpinang-Banjarwaru, pihaknya langsung melakukan tindakan tegas dengan menghentikan aktivitas kegiatan.

 “Karena sekarang sudah ada izin dan pengusaha mentaati aturan dengan memasang rambu-rambu pemberitahuan, makanya kegiatan galian tanah buka lagi,” akunya.

** Dede Suhendar

Pol PP Kemang Akan Cek Bumdes Jampang Diduga Dirikan Bangunan Diatas Trotoar

0

Kemang | Jurnal Inspirasi

Pol PP Kecamatan Kemang berencana mengecek lokasi bangunan Bumdes yang dinilai melanggar karena dibangun di atas trotoar. Kanit Pol PP Kecamatan Kemang Tomi membenarkan akan mengcek lokasi Bumdes di Desa Jampang itu. “Kita akan kroscek dulu (Bumdes dibangun diatas trotoar,” kata Tomi, Minggu (25/4)/

Sementara Kepala Desa Jampang Wawan sampai saat ini belum memberikan konfirmasi perihal keberadaan Bumdes yang dibangun diatas  trotoar.

Diketahui bangunan dari baja ringan itu tampak terlihat berada persis di pinggir ruas jalan raya Parung-Bogor, tepatnya di Desa Jampang, Kecamatan Kemang.

Dari pantaua,n sejumlah warung yang ada di pinggir jalan beberapa bulan ditertibkan petugas penegak Perda, namun Bumdes tersebut masih tegak berdiri.

** Cepi Kurniawan

Warga Laladon Digegerkan Mayat Seorang Kakek di Area Sawah

0

Ciampea | Jurnal Inspirasi

Warga Kampung Laladon, RT 02, RW 03 Desa Cimapea Udik,  Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor Sabtu siang (24/4) digegerkan dengan penemuan mayat seorang kakek posisi terlentang di area persawahan di belakang SPBU Pertamina.

Mayat Laki-laki berusia 84 tahun tersebut pertama kali ditemukan oleh pemilik sawah Odih yang sedang memupuk padi. Tiba tiba, dia kaget ada mayat hanya mengenakan kolor posisi terlentang. Hal itu diungkapkan Satpam SPBU Fadilah bahwa saksi mata Odih datang ke SPBU memberitahu bahwa ada mayat hanya mengenakan kolor penuh lumpur.

“Saya lagi jaga di pom bensin ada H Odih pemilik sawah, bilang ada mayat laki-laki, saya pun langsung lapor ke pak kades Ciampea Udik,” kata Fadilah.

Sementara menurut Informasi korban merupakan warga Kampung Diboyong Desa Cibuntu, Ciampea yang sudah hilang 4 hari yang lalu. Diduga korban sendiri selain sudah usia lanjut juga memiliki penyakit pelupa alis pikun.

Hal itu diungkapkan Kades Cibuntu Ahmad Yani, mayat yang ditemukan itu warga Desa Cibuntu Kampung Boyong RT 01, RW 03 bernama Sarja 84 tahun. “Korban menurut keluarga pergi dari rumah sudah empat hari, korban orangnya sudah pikun kemungkinan dia terjatuh di sawah dan diperkirakan sudah lima hari,” kata Ahmad Yani.

Sementara menurut Istri Korban Yoyoh (65), saat itu sebelum ditemukan meninggal dunia pihak keluarga sudah mencari ke mana-mana. “Sudah cari kemana-mana dia pergi dari rumah pada hari Selasa, 4 hari dicari gak  ada, malah ditemukan sudah meninggal di sawah, dikabarin tetangga,”tuturnya.

Dari pantauan, tampak banyak warga yang menyaksikan penemuan mayat tersebut. Lokasi ditemukan mayat di area persawahan sendiri tidak jauh dari jalan raya Cikampak – Gunung Picung.

Sementara korban dievakuasi oleh petugas kepolisian sektor Ciampea pada pukul 14.30 wib dengan mengunakan kantong mayat selanjutnya dibawa ke rumah duka untuk langsung dimandikan dan untuk selanjutnya dimakamkan.

Kondisi kulit tangan korban sudah mengelupas karena sudah terlalu lama terendam air area sawah. Pihak keluarga sampai saat menerima kejadian itu sebagai musibah dan menolak untuk diautopsi dengan menulis surat pernyataan.

** Cepi Kurniawan

Pol PP Warning Warung Makan yang Buka Siang Hari

0

Kemang | Jurnal Inspirasi

Polisi Pamong Praja Kecamatan Kemang melakukan peringaran atau warning terhadap warung makan yang buka siang hari saat Ramadhan.

Upaya ini dilakukan untuk menjaga ketertiban umum, karena banyak laporan dari warga, warung makan di wilayah Kecamatan Kemang banyak buka di jam siang saat umat muslim sedang melaksanakan ibadah puasa.

Seperti sejumlah warung di sepanjang setu Kemang, depan kantor Koramil yang masih terbuka vulgar.

Diungkapkan Kanit Pol PP Kecamatan Kemang Tomi, meksipun tidak ada surat edaran penertiban atau penutupan warung makan saat Ramadhan 1442 H ini, namun para pemilik warung diminta agar menutup rapi warung tersebut.

“Hanya bentuk himbauan saja tidak ada penertiban agar pemilik warung saling menghargai,” kata Tomi baru-baru ini (23/4/2021).

Lebih lanjut, kata Tomi menjelaskan untuk tahun ini kata dia tidak ada surat edaran khusus terkait warung yang buka.

“Biasanya Ramadan tahun lalu itu berdasarkan instruksi pimpinan kita cukup melayangkan surat pernyataan, dan BAP serta peralihan,” mojelasnya.

Bahkan Tomi menegaskan untuk tahun ini Ramadhan 1442 H, tidak ada surat edaran resmi dari kepala daerah khususnya terkait warung -warung yang buka di siang hari.

“Kecamatan hanya menerima surat edaran terkait covid,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan