31.5 C
Bogor
Monday, April 13, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1296

BPP Kostratani Sugio Tetap Eksis Dimasa Pandemi

0

Malang | Jurnal Inspirasi

Pemerintah provinsi Jawa Timur, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan melalui UPT Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura bersama Koordinator wilayah kerja proteksi TPH Bojonegoro melaksanakan kegiatan di wilayah BPP Kostratani Sugio dalam agenda Gerakan Pengendalian OPT wereng batang coklat pada tanaman padi di kelompok tani Sri Utomo Desa Jubelkidul Kecamatan Sugio Kabupaten Lamongan, Kamis tanggal 4 Maret 2021

Kegiatan ini dihadiri oleh koordinator wilayah TPH Bojonegoro beserta rombongan, kepala desa beserta jajarannya, seluruh PPL Sugio, babinsa dan  anggota kelompok tani sri utomo. Sukirno wakil dari kepala Desa Jubelkidul menyambut kegiatan ini dengan senang hati, “Saya ucapkan terimakasih atas bantuannya pestisida ini, semoga dapat bermanfaat bagi petani di desa Jubelkidul”, begitu harapnya.

Sumadi selaku koordinator wilayah BPP Kostratani Sugio menyampaikan, “Kegiatan seperti ini cuma satu, ya disini ini. Oleh sebab itu harus kita manfaatkan sebaik mungkin”.

Pada musim tanam kali ini di kecamatan Sugio sudah tertanam seluas 6119 Ha, terdiri dari tanaman padi seluas 5383 Ha dan sisanya adalah tanaman palawija. Untuk tanaman padi sudah terpanen seluas 2025 Ha, ini diwilayah tadah hujan dengan sistem tanam gogorancah meliputi desa Kedungdadi, desa Lebakadi, desa Kedungbanjar dan Desa Gondanglor.

Menurut Siti Kamsiah, salah satu PPL BPP Sugio mengatakan, “Kegiatan ini harus dilaksanakan secara serempak dan berkelanjutan agar tidak terjadi kerusakan pada tanaman padi”, begitu katanya.

Prof. Dr. Dedi Nursyamsi, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian yang selalu disampaikan dalam setiap kesempatan, “Pertanian tidak boleh berhenti. Sekalipun saat ini sedang pandemi Covid-19, kita sebagai masyarakat pertanian harus tetap melakukan kegiatan pertanian, termasuk Gerakan Pengendalian OPT.”

Sementara Heru Purnomo selaku Petugas Pengamat Hama diwilayah BPP Sugio mengatakan, “Saat ini dilakukan pengendalian OPT WBC di areal persawahan seluas 25 Ha dengan varietas tanaman padi Inpari 32, Ciherang dan Ir 64. Untuk umur tanaman rata rata 70 hari setelah tanam”, begitu ungkapnya.

Ahmad Fadholi selaku koordinator wilayah proteksi TPH Bojonegoro menyampaikan, ” kita gunakan pestisida yang sesuai dengan rekomendasi, jangan sampai keliru. Tentunya dalam aplikasi pestisida harus tepat cara penyemprotannya. Wereng itu berada di pangkal batang tanaman padi,  jadi ya penyemprotan harus dibawah dan tepat sasaran, begitu jelasnya.

Gerakan BPP Sugio dalam menangani permasalahan hama dan penyakit tanaman selaras dengan pernyataan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Syahrul meminta seluruh jajaran Kementan dari pusat sampai daerah harus bahu membahu untuk turut serta aktif ke lapangan.

“Semua harus bergerak membantu petani mengamankan produksi padi dari ancaman serangan hama wereng ataupun hama lainnya yang mengancam produksi pangan nasional,” kata Syahrul.

** Arthur Benny Jaeng Widodo/BBPP Batu

Porserosi Kota Bogor Laksanakan Pelatcab

0

BK Porprov Jabar, Tampil di Nomor Skateboard, Agreesive dan Freestyle Inline

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pengurus Cabang Persatuan Olahraga Sepatu Roda (Porserosi) Kota Bogor menatap Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat tahun 2021 dengan telah melaunching Pelatcab dan Kontingen di Lapangan Kresna – Bantarjati, Sabtu (20/2).

Ketua Pengcab Porserosi Kota Bogor, Eryko Bakti mengatakan, pada BK Porprov yang akan dilaksanakan pada Juni 2021 nanti, cabang olahraga sepatu roda akan melombakan 24 nomor terdiri dari Speed, Skateboard, Agreesive dan Freestyle Inline. “Insya Allah kita akan tampil di semua nomor dengan membawa 18 atlet,” kata Eryko, Kamis (4/3).

Atlet speed kata dia, sudah melaksanakan Pelatcab dari Januari lalu di Lapangan Kresna Bantarjati dan untuk Skateboard, Agreesive dan Freestyle Inline di Skate Park Sempur.

Bicara peluang, Eryko mengatakan optimis karena ada beberapa atlet yang sudah memiliki prestasi nasional seperti Mahdi Albart, Zaen Zaelani, Muhamad Pranadi Lamani (cema), Desya Artha Tamami (Eca), Rahmat Hidayat (Tole) di Skateboard. Lalu Ridwan, Okan dan M Haerul dari Agreesive juga ada Alika dan Amar dari Speed. “Semoga saatnya nanti mereka on fire dan meraih hasil maksimal,” kata dia.

** Handy Mehonk

Kolaborasi BPPSDMP dan Komisi IV DPR RI Beri Harapan Petani dan Penyuluh Pertanian

0

Malang | Jurnal Inspirasi

Bimbingan teknis (bimtek) peningkatan kapasitas petani dan penyuluh pertanian pembuatan pupuk organik plus angkatan ke-5 dilaksanakan di Kabupaten Pamekasan di gedung Aula Universitas Islam Madura, Kamis (4/3). Bimtek ini dihadiri Komisi IV DPR RI Dapil Madura dari Fraksi  PAN Slamet Ariyadi, S.Psi, Rektor Universitas Islam Madura, Ahmad, S.Ag, M.Pd, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Ajib Abdullah, ST, M.Si, para kepala desa, serta 100 orang peserta dari kalangan petani dan penyuluh pertanian.

Bahkan menariknya lagi, hadirnya para mahasiswa dan masyarakat umum. Kolaborasi Kementerian Pertanian dengan Komisi IV DPR RI melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) ini adalah keseriusan untuk menjawab persoalan yang dihadapi para petani dan penyuluh pertanian di lapangan. Hal yang menjadi sorotan adalah peningkatan SDM pertanian, baik petani maupun penyuluh pertanian.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) kerap menegaskan bahwa untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional diperlukan sumber daya manusia yang berkualitas terutama kualitas petani dan penyuluh pertanian sebagai garda terdepan. Pertanian sangat penting dalam situasi apapun.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Prof. Dedi Nursyamsi, menyampaikan pentingnya peningkatan SDM. “JIka ingin pertanian maju, majukan dahulu kualitas SDM. Karena SDM yang berkualitas bisa menghadirkan inovasi dan terobosan-terobosan yang dibutuhkan pertanian,” kata dia.

Lebih lanjut dia menjelaskan, melalui kegiatan bimbingan teknis ini berharap akan ada peningkatan kualitas sumberdaya petani dan penyuluh yang selanjutnya berdampak pada peningkatan produktivitas pertanian. Komitmen tersebut diwujudkan dalam gerakan menumbuh kembangkan petani milenial, termasuk di dalamnya petani dan penyuluh  untuk ikut menyukseskan Program Pembangunan Pertanian Menuju Lumbung Pangan Dunia 2045.

Dalam sambutannya, Tata Sukmara mewakili Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu, Dr. Wasis Sarjono  menyampaikan bahwa petani saat ini sering dihadapkan pada banyaknya gangguan serta kendala dalam budidaya tanaman salah satunya adalah adanya serangan hama penyakit tanaman.

Hal tersebut  dapat diatasi dengan cara mengkondisikan lahan pertanian agar terbebas dari bibit hama penyakit tanaman dengan cara proses pembersihan yang dilakukan secara hayati melalui penggunaan pupuk organik Plus yang dilengkapi dengan agensia hayati pupuk organik plus mengacu pada pupuk organik yang dibuat dengan menambahkan fungsi khusus terutama dapat mengendalikan hama penyakit tanaman.

Kelebihan pembuatan pupuk organik plus tersebut adalah petani dapat memperoleh tingkat kesuburan serta kesehatan tanah Ph yang lebih terjamin yang memungkinkan petani dapat melakukan budidaya pertanian dengan lebih baik dan terhindar dari resiko sama penyakit yang dapat merugikan petani.

Disamping itu Penggunaan pupuk organik plus dapat meningkatkan efisiensi pekerjaan petani yaitu dengan menggabungkan kegiatan pemupukan dengan kegiatan pengendalian hama sehingga tidak perlu dilakukan secara terpisah, yang tentu saja lebih efisien dalam penggunaan waktu. Diharapkan dengan Bimtek pembuatan pupuk organik plus, petani dan penyuluh pertanian memperoleh tambahan pengetahuan yang secara tidak langsung berguna untuk peningkatan kesejahteraan petani.

Dalam acara pembukaan Bimtek Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Rakyat, untuk Daerah pilihan (Dapil) Madura, (Bangkalan, Sampang, Sumenep, Pamekasan), Slamet Ariyadi, S.Psi, mengamanatkan agar masyarakat dalam hal ini petani dan penyuluh pertanian pada masa covid-19 harus pandai-pandai memanfaatkan peluang yang masih banyak belum tergarap padahal itu mampu memberi nilai tambahan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan.

Contohnya membuat pupuk organik padat karena bahan baku sudah tersedia di sekitar tempat tinggal petani atau peternak. Disamping bisa menekan biaya produksi, kesuburan tanah juga bisa lebih meningkat dan ketergantungan terhadap pupuk kimia akan berkurang.

Lebih lanjut suami dari Lis Sugiarti ini berangan-angan bahwa Kabupaten Pamekasan, kedepan akan menjadi salah satu sentral sapi potong, dan angan tersebut akan segera direalisasikan dengan memberi modal kerja setiap desa dengan 50 Sapi.

Ayah dari Alif Rizky Musthopa, juga menegaskan bahwa sebagai wakil rakyat, akan  berkomitmen untuk terus mengawal program pemerintah yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani dan penyuluh yang ada di wilayah Kabupaten Pamekasan.

** T2S/BBPP Batu

Karyawan Bank Kota Bogor Divaksin Covid

0

Sebanyak 40 dari 60 karyawan Bank Kota Bogor divaksin Covid-19 di Puri Begawan, Rabu (3/3). Vaksinasi tahap pertama ini hanya kepada 60 orang karena 20 orang yang lainnya masuk kategori orang yang tidak boleh divaksin, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, memiliki penyakit bawaan dan tensi darahnya tinggi ketika diperiksa.

** prast/rls

Dijadwalkan ke Pasar Cigudeg, Pol PP Bakal Tertibkan PKL yang Berjualan di Trotroar

0

Cigudeg l Jurnal Inspirasi

Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kabupaten Bogor bakal kembali menertibkan para pedagang yang  berada di areal trotoal jalan. Kali ini dijadwalkan pada Rabu (10/3) mendatang petugas Pol PP n akan turun langsung ke Pasar Cigudeg guna mentertibkan  bagi para PKL yang berjualan di trotroar.

Kepala satuan Pol PP Kabupaten Bogor Agus Ridallah mengimbau pedagang kaki lima (PKL) agar  tidak berjualan di trotoar. Jika PKL tetap nekat apalagi menguasai trotoar hingga mengganggu ketertiban umum, maka petugas akan menertibkannya.

“Sepanjang dia (PKL) tidak mengganggu ketertiban umum silakan, tapi kalau  sudah mengganggu ketertiban umum kita tertibkan. Karena sudah diatur, jelas trotoar tidak boleh digunakan selain untuk pejalan kaki,” tegas Agus kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Lanjut dikatakan, dalam rangka oprasi tertib trotroar, di setiap minggunya pihaknya turun ke pasar-pasar dalam agenda program operasi tertib pasar. Untuk penertiban para PKL di Pasar Cigudeg, Satpol PP mengaku sudah melayangkan surat peringatan. “Artinya yang berjualan terutama yang mengganggu ketertiban umum yang berada di trotroar suapaya menertibkan diri sendiri jadi gak usah nunggu di bongkar petugas,” terangnya.

Dia menyebutkan, pada pekan kemarin, Satpol PP telah mentertibkan PKL di sekitar Pasar Leuwiliang. Sebanyak 140-an PKL yang selama ini berjualan di trotroar lapaknya dibongkar. ” Termasuk PKL di Pasar Cigudeg yang berjualan di trotoar kita tertibkan nanti,” pungkasnya.

** Arip Ekon

Dua Anggota Pol PP Kemang Ketakutan Jarum Suntik

0

Kemang | Jurnal Inspirasi

Dua anggota Satpol PP Kecamatan Kemang, terlihat sangat ketakutan saat akan disuntik vaksin Covid-19. Momen ketika anggota itu ketakutan terekam dalam sebuah video berdurasi 20 detik yang langsung menyebar luas di berbagai grup WhatsApp.

Dalam rekaman video itu tampak dua anggota Satpol PP Kecamatan Kemang menjerit saat petugas nakes Puskemas Kemang  hendak menyuntikan vaksin Covid 19. Pria berambut cepak itu memeluk dan memegangi rekan-rekanya.

“Terakhir disuntik saat kelas 1 SD. Dan saat itu tangan saya bengkak. Setelah itu saya takut untuk disuntik, baru hari ini disuntik lagi setelah 25 tahun lalu, malu sih iya. Apalagi video saya viral,” ujar salah satu anggota Satpol PP Kecamatan Kemang yang takut jarum suntik, Rega Elrangga kepada wartawan, kemarin.

Hal serupa diungkapkan M. Risman Fauji, dia beralasan kurang tidur supaya tidak disuntik vaksin. Dan ternyata perintah camat bahwa anggota Satpol PP harus divaksin karena di lapangan mereka menjadi garda terdepan memutus mata rantai Covid ini.

“Setelah disuntik bukan sakit yang dirasakan. Yang ada malu,” tutupnya sembari tertawa.

** Cepi Kurniawan

UPT Insfrastruktur Irigasi: Bendungan Cikasungka III Dibangun Tahun Ini

0

Cigudeg l Jurnal Inspirasi

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Insfrastruktur Irigasi Kelas A Wilayah V Jasinga Handri Sukmawijayaguna menyatakan bahwa bendungan Cikasungka III akan dibangun perbaikan pada 2021, bukan bendungan Cikasungka 1 seperti disebutkan sebelumnya. Bendungan Cikasungka III berada di wilayah Desa Wargajaya dengan areal sawahnya seluas 32 hektare.

“Bendungan Cikasungka III tahun ini akan dilaksanakan kegiatannya,” kata Handri melalui WhatsAppnya, Selasa (2/3).

Sebelumnya, warga sekitar Usep Saepudin mengatakan, bendungan yang biasa disebut bendungan Kirah Amim tersebut terbilang lama. Dibangun pada tahun 1981 bertepatan  adanya  pembangunan kantor desa pertama yakni Desa Wargajaya yang pemekaran dari Desa Cigudeg.  “Karena sudah lapuk, kini bendungan itu telah mengalami kerusakan sepanjang 10 meter,” kata Usep.

Menurutnya, dari awal dibangun, bendungan belum pernah diperbaiki, namun sesekali dilakukan perawatan biasa. Bendungan yang berasal dari daerah aliran sungai (Das) Cikasungka pemanfaatannya untuk  mengairi pesawahan di wilayah 2 dusun  yaitu Kampung Cianger dengan Kampung Pasirangin.

“Hamparan sawah  Blok Ladu yang berlokasi di dua kampung itu, pasokan airnya dari bendungan Cikasungka III ini,” ujar Usep.

Ia menyebutkan, memang kondisi ini  saluran air dari bendungan tersebut masih bisa dimanfaakan oleh sejumlah petani yang biasa menanam padi. “Tidak menutup kemungkinan kalau lama dibiarkan dan tidak segera dibangun, bendungan tua itu sewaktu waktu akan ambruk karena dilimpas derasnya air,” tukasnya.

** Arip Ekon

Hilangkan Was-was, Anggota Polsek Bojonggede Tutup Telinga Saat Divaksin

0

Bojonggede | Jurnal Inspirasi

Empat unsur aparatur dan TNI Polri, pegawai kecamatan dan KUA  di Kecamatan Bojonggede mendapat kesempat dilakukan vaksinasi Covid-19. Ada yang menarik mengenai vaksinasi itu saat salah satu anggota Polsek Bojonggede menutup telinga dan hidung untuk menghilangkan rasa sakitnya.

Anggota Polsek Bojonggede Aipda Sodikin menjelaskan, dirinya menutup hidung dan telinga untuk mengindari rasa takut ketika dilakukan vaksinasi. “Alasan saya buat menahan rasa sakit dan was was melihat jarum suntik karena mendapat nomor urut pertama,” cetusnya usai dilakukan vaksinasi, Selasa (2/2/2021).

Namun, dia menjelaskan, hal tersebut menjadi cara untuk menahan rasa khawatir saat divaksin. Karena dengan cara itu tidak merasakan apa-apa.

Senada dikatakan, petugas kesehatan Puskesmas Bojonggede Ega yang mengaku, saat ini tengah dilakukan vaksinasi kepada petugas publik dan kesehatan. “Selain TNI Polri anggota Pol PP dan petugas KUA pun ikut divaksin, untuk guru belum dilakukan karena masih menunggu data dari Dinkes Kabupaten Bogor,” ucapnya.

** Cepi Kurniawan

Iremy Terus Konsisten Bantu Pemdes Cegah Covid

0

Ciampea | Jurnal Inspirasi

Ikatan Remaja Temy (Iremy) RT 01 RW 03 Desa Benteng, Kecamatan Ciampea  terus konsisten membantu pemerintah dalam penanganan Covid-19. Selain melakukan sosialisasi pencegahan Covid, Iremy turun langsung memberikan bantuan makanan bagi warga yang sedang melakukan isolasi mandiri.

“Kami dari Iremy  memang sudah lama membentuk relawan Satgas Covid-19 sejak awal pandemi dan masih konsisten sampai hari ini,” kata Ketua Iremy Akmil Fadillah kepada wartawan.

Sampai saat ini kata dia, Iremy bersama-sama Gugus Tugas Desa Benteng, selain melakukan kegiatan penyemprotan disinfektan di lingkungan warga, juga mensosialisasikan 3 M kepada masyarakat, serta memberikan suport bagi mereka yang sedang melakukan isolasi mandiri.

“Mengakomodir info ke  pusat kesehatan atau puskesmas, memberi support suplai makanan kepada keluarga yang sedang isoma, memberi support moril kepada pasien isoma dan memantau perkembangan pasien dengan  menginformasikan ke nakes,” kata Akmil.

Akmil berharap dengan terus konsisten dengan kegiatan ini bisa membantu pemerintah menurunkan angka Covid-19, khususnya di wilayah Desa Benteng. “Kami secara sukarela dan ikhlas dan alhamdulillah kegiatan kami ini mendapatkan dukungan dari pemerintah desa dan masyarakat mereka merasa terbantu dengan adanya relawan satgas yang kami bentuk ini,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Sementara Pakai Bambu, Tebingan Bahu Jalan Bomang Akan Permanen

0

Kemang | Jurnal Inspirasi

Kepala UPT Jalan dan Jembatan Wilayah Parung angkat bicara ikhwal amblesnya bahu jalan Bojonggede-Kemang (Bomang) yang diperbaiki  oleh pihak kontraktor  dengan bambu yang harganya ditaksir 10 ribu rupiah per batang di Kampung Jampang, Desa Jampang, Kecamatan Kemang.

“Ya perbaikan itu dilakukan kontraktor dengan bambu yang memang sifatnya sementara. Tapi tadi saya sudah berkoordinasi dengan dinas  dan sedang diusahakan agar ada perbaikan permanen,” kata Kepala UPT Jalan dan Jembatan Wilayah Parung Candra saat dikonfirmasi, Selasa (2/3/2021).

Candra mengatakan perbaikan permanen rencananya tahun 2021 ini dengan memasang site atau dinding yang sudah terbentuk dari beton.

“Rencananya longsoran yang diperbaiki dengan bambu itu akan dipermanenkan tahun ini namun bulanya belum tahu kapan dengan dipasang dinding beton berbarengan dengan proyek lanjutan jalan Bomang lagi menunggu lelang terlebih dahulu, tapi diusahakan secepatnya karena disana ada beberapa rumah warga,” katanya

Selain perbaikan permanen, nantinya proyek jalan Bomang yang akan dilanjut sampai Setu Saat Bojonggede itu sambil ada perbaikan lereng-lerang sepanjang jalan tersebut. “Untuk perawatan itu masih tanggungjawab kontraktor kita dari dinas mengusulkan,” ujarnya.

Candra menjelaskan, jalan Bomang itu ada dua UPT kewenangan wilayahnya dari Kemang sampai Kali Angke wilayah kewenangan UPT Jalan dan Jembatan Wilayah Parung sedangkan dari Kali Angke sampai Setu Saat kewenangan wilayah kerja UPT Cibinong.

** Cepi Kurniawan