32.4 C
Bogor
Saturday, August 29, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1293

Doakan 53 Prajurit yang Gugur, Kodim 0508 dan Polres Metro Shalat Gaib

0

Bojong Gede | Jurnal Inspirasi

Sebagai bentuk penghormatan sekaligus mendoakan yang terbaik bagi 53 prajurit TNI AL yang gugur atas musibah tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala 402 yang karam di Laut Bali, jajaran Kodim 0508/Depok dan Polres Metro Depok melakukan shalat gaib secara serentak, Senin (26/4/2021).

Shalat gaib serentak itu juga dilakukan di seluruh Koramil maupun Polsek yang masuk dalam wilayah hukum Depok, tidak terkecuali, Komando Rayon Militer (Koramil) 04 Bojonggede. Di wilayah Kecamatan Bojonggede, shalat gaib itu dilaksanakan di Mushala Nurul Yaqin, Kampung Gedong RT 03, RW 10 Desa Bojonggede, Bojonggede, Kabupaten Bogor.

Selain dilakukan oleh jajaran Kormil, shalat gaib itu juga dilakukan anggota Polsek Bojonggede dan Pol PP Bojonggede. Danramil 04 Bojong Gede, Kapten Chk Edy Sugiharto mengatakan bahwa shalat gaib yang dilaksanakan merupakan salah satu bentuk penghormatan.

“Jadi, shalat gaib ini dilaksanakan secara serentak, inisiasi dari Kodim 0508/Depok dan Polresta Depok. Jadi, pada dasarnya, kita sebagai manusia sudah menjadi suatu kewajiban untuk mendoakan yang telah pergi mendahului kita,” ujarnya, Senin (26/4/2021).

Danramil 04 Bojonggede mengatakan bahwa seluruh jajaran Koramil 04 Bojong Gede serta perwakilan Polsek Bojonggede, Camat Bojonggede dan lainnya melakukan salat gaib serentak. Tujuannya adalah mendoakan yang terbaik.

Terkait doa lanjutan, Edy membeberkan bahwa pihaknya terlebih dahulu akan menjalin komunikasi dengan Muspika. “Untuk tahlilan atau doa bersama, kami akan koordinasi dengan Muspika Bojonggede. Meski tengah berduka, kami juga perlu untuk memegang komitmen terkait protokol kesehatan,” tegasnya.

Diketahui, kapal selam KRI Nanggala 402 karam dengan kondisi terbelah tiga pada kedalaman 838 meter di bawah permukaan laut dalam yang ditemukan di perairan Bali bagian utara, Minggu (25/4) pukul 09.04 WITA.

** Cepi Kurniawan

Soal Galian Tanah di Bojong Nangka, Ini Kata Amir Arsyad

0

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi

Galian C yang baru-baru ini jadi bahan perbincangan warga karena mengotori jalan raya dan truk pengangkut tanah menabrak gerobak tukang bakso keliling yang berada di Desa Bojong Nangka, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor disoal pengguna jalan.

H. Amir Arsyad, Kepala Desa Bojong Nangka saat ditemui di ruangannya menjelaskan, dirinya sebagai kepala desa tidak pernah mengeluarkan surat izin apapun termasuk izin lingkungan. “Jika mau berjalan ya silahkan jalan saja dan urus segala sesuatunya, karena kapasitas saya tidak bisa mengeluarkan izin. Betul saat itu Bondan penggali dan rekan-rekannya datang kedesa memberitahukan bahwa akan dilakukannya  aktivitas kegiatan di lokasi tanah milik Randi seluas 5000 meter,” jelas Amir, Senin (26/04).

Pihaknya kata dia, mempersilakan kordinasi langsung dengan pemilik tanah dan warga setempat. “Untuk lokasi tanahnya memang masuk wilayah Desa Bojong Nangka, tapi jalurnya memakai jalur Desa Cikeas Udik, dan disaat itu pun turut hadir kepala Desa Cikeas Udik Miftahulfalah,” katanya.

Sejauh ini menurut informasi yang dia terima bahwasannya Bondan sebagai penggali sudah melakukan upaya koordinasi dengan warga sekitar begitupun untuk lintasannya. “Jadi kalo saya tidak punya kewenangan untuk mengeluarkan izin, juga tidak punya kewenangan untuk menghentikan.”

“Jika sudah sepakat dengan warga yang juga bekerja disana, dengan Randi sebagai pemilik tanah, itu menjadi komitmen antara pemilik tanah, warga dan penggali,” pungkas H. Amir Arsyad mengakhri.

** Nay Nur’ain

Didorong Cinta Kasih, Bhayangkari Nanggung Peduli Sesama

0

Nanggung l Jurna Inspirasi

Ketua Bhayangkari Cabang Bogor Ny. Ayu Harun melalui Ketua Bhayangkari Ranting Nanggung Ny. Rini Dedi Hermawan beserta pengurus Ranting Bhayangkari lainnya  menggelar bakti sosial dengan memberikan bantuan  takjil kepada para santri yang berada di Pondok Pesantren Al- Kasfi di Desa Parakanmuncang, Kecamatan Nanggung, Senin (26/4).

Kegitan tersebut mengusung tema Bhayangkari Peduli Sesama. Pada kesempatan itu bantuan takjil pun secara simbolis  diserahkan langsung ke Binmas Polsek Nanggung Brigadir Oji Rizki di Aula  Mapolsek Nanggung.

“Kegiatan Bhayangkari Peduli ini adalah ungkapan rasa syukur  dan bentuk kepedulian antarsesama.  Terpenting untuk menanamkan rasa cinta kasih Bhayangkari kepada masyarakat,” ujar Ketua Bayangkari Ranting Nanggung Ny, Rini Dedi Hermawan.

Selama kegiatan berlangsung, kata Ny Rini, tentu saja tetap memperhatikan Protokol Kesehatan Covid-19. “Tetap memperhatikan protokol kesehatan Covid19 yang telah ditetapkan oleh pemerintah,” imbuhnya.

Bakti sosial ini bertujuan meringankan beban masyarakat  yang terdampak Covid-19, serta meningkatkan kesadaran anggota Bhayangkari. Begitu juga bagi masyarakat yang ekonominya  mampu  untuk bersama sama bahu membahu  dan saling membantu terhadap sesama.

** Arip Ekon

Dihuni 17 Ribu Penduduk, Desa Cigudeg Minta Dimekarkan

0

Cigudeg l Jurnal Inspirasi

Wilayah Desa Cigudeg, Kecamatan Cigudeg seluas 1.441 hektare dengan 17 ribu penduduk yang meliputi 66 RT dari 22 RW, 9 dusun, dinilai sudah overload. Kepala Desa Cigudeg Andi Supriadi mengakui desanya  sudah layak dimekarkan.

“Penduduknya sudah terlalu padat sehingga semestinya harus dimekarkan,” kata Andi kepada Jurnal Bogor, kemarin.

“Sudah terlalu padat kan idealnya 8000 jiwa, sedangkan untuk RT sampai 40 maksimal ini kan sudah 66 RT, overload lah,” cetusnya.

“Harapan saya di tahun 2022 atau 2023 itu Desa Cigudeg sudah bisa menjadi 2 Desa. Pembahasan pemekaran desa ini sudah tercetus pada 6 tahun lalu.”

Kata Andi sejauh ini sudah ada pembahasan serius dengan sejumlah pihak, terkait dengan pemekaran desanya. “Kita sudah komunikasi  dengan BPD, tokoh masyarakat termasuk dengan Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Bogor bahwa Desa Cigudeg layak sudah layak dimekarkan.”

Desa cigudeg yang terletak di pusat kota Kecamatan Cigudeg, berada di sebelah Barat perbatasan dengan Desa Bunar. Di sebelah selatan dengan Desa Sukarasa, di utara dengan Desa  Banyuwangi dan sebalah timur berbatasan dengan Desa Kalong 2 Kecamatan Leuwisadeng.

Rencananya, kata andi, untuk desa pemekaran mencakup 5 dusun, selebihnya masuk ke desa induk yang meliputi 6 kampung. Bahkan tambah Andi, cikal bakal lahan untuk kantor desanya sendiri sudah di siapkan.

“Lahannya sudah ada di sekitaran Kampung  Cijerai, kita tinggal nunggu surat pembuatan Perdanya,” tukasnya.

** Arip Ekon

Dua Warga di Bunar Terbaring Lemah

0

Kesulitan Ekonomi tak Mampu untuk Berobat

Cigudeg l Jurnal Inspirasi

Dua warga Kampung Bunar RT 02 RW 01, Desa Bunar, Kecamatana Cigudeg menderita lumpuh. Mereka adalah Nenek Umsih (70) dan Asra (40). Kondisi keduanya  terlihat sangat memprihatinkan, lantaran mereka  sudah sejak lama menderita kelumpuhan.

Putri  bungsu Nenek Umsih, Yani (30) menceritakan bahwa ibu kandungnya menderita kelumpuhan sudah sejak 6 tahun. “Ibu Umsih hanya dua kali  dilakukan pengobatan medis, namun setelah itu tak pernah lagi karena kesulitan biaya,” kata Yani kepada Jurnal Bogor, Senin (26/4)

Dengan segala keterbatasan, Yani tak bisa banyak membantu karena suaminya hanya sebagai kuli harian digesekan kayu. “Selama 6 tahun Nenek Umsih tidur di lantai hanya beralaskan tiker, kami harap adanya bantuan berupa tempat tidur yang tak tembus air,” kata dia.

Ia mengaku repot, karena selain untuk kebutuhan sehari-hari, ia juga harus merogoh kocek untuk membeli pampers sang buah hati. “Begitu juga Nenek Umsih, karena keadaanya kelumpuhan jadi harus menggunakan pampers juga,” jelasnya.

Tidak hanya lumpuh, suami Umsih, yakni Asnan sudah cukup lama bmengalami gangguan pendengaran. ” Kami harap pemerintah bisa membantu alat bantu dengar untuk Pak Asnan, sehingga kami bisa komunikasi dengan baik,” harapnya.

Sedangkan seorang lagi warga Buna yang lumpuh adalah Asra. Ahmad, adik kandungnya menceritakan kakaknya  menderita lumpuh  selama 6 bulan. ” Asra yang berstatus masih lajang itu, tidak diketahui penyebab awal mula kondisi penyakitnya. Kami juga tidak tahu, tiba-tiba Asra mengalami kelumpuhan,” ujar Ahmad menceritakan.

Ayah Asra diketahui telah meninggalkan dunia. Kini Asra hanya diurus oleh sang ibu yang menjadi buruh serabutan di sawah. “Sangat prihatin, ditambah Asra tidak dapat bantuan apa apa dari pemerintah,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasi Kesra Desa Bunar saat ditemui di kantornaya, Abu Supriatna mengaku tidak mengetahui kondisi kedua warganya yang sudah sejak lama mengalami kelumpuhan. Meski kejadiannya sudah lama. “Kami baru mendengar, karena sebelumnya tidak adanya laporan dari pengurus RT maupun RW.  Jujur saja kami tidak tahu,” kata Abu.

Abu  menyebutkan, dengan keadaan seperti ini pihaknya akan menangani apalagi penyakit  kelumpuhan yang dialami Nenek Umsih keadannya sudah cukup lama. “Pihak Puskesmas Bunar juga kemungkinan tidak mengetahui,  akan kami sampaikan ke Pak Kades. Kemudian secepatnya kami akan mengecek kondisi warga tersebut,” kata dia.

Sementara tak butuh waktu lama setelah diketahui adanya warga yang lumpuh, petugas kesehatan dari Puskesmas Bunar langsung mendatangi  kediaman rumah keduanya. ” Meski kami baru 2 minggu menjabat, tetapi masalah ini akan kami tidak lanjuti,” ucap Kepala Puskesmas Bunar Ropiyudin.

Arip Ekon

Peninjauan Satgas Ramadhan, Harga Daging di Pasar Cigombong Turun

0

Cigombong | Jurnal Inspirasi

Memasuki H-14 bulan Ramadhan 1442 Hijriah, beberapa komoditi harga mengalami penurunan, terutama jenis kebutuhan protein hewani. Itu diketahui pada saat Satgas Ramadhan yang terdiri dari jajaran direksi Perumda Pasar Tohaga dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Bogor, melakukan peninjauan ketersediaan dan stabilitas harga di Pasar Cigombong, Senin (26/4).

Direktur Operasional (Dirops) Perumda Pasar Tohaga, Doni Djatnika mengatakan, dari hasil peninjauan harga kebutuhan masyarakat di Pasar Cigombong ini, untuk harga daging mengalami penurunan dari sebelumnya atau saat awal bulan Ramadhan.

 “Daging sapi di awal Ramadhan berkisar Rp.140.000 hingga Rp.150.000 /kg, kini di harga Rp.110.000, sampai Rp.120.000 /kg. Daging ayam sekarang berkisar antara Rp.35.000  hingga Rp.40.000. Sebelumnya mencapai Rp 50.000 /kg,” katanya kepada Jurnal Bogor saat peninjauan di Pasar Cigombong.

Selama bulan Ramadhan, lanjut Doni, Satgas Ramadhan yang merupakan para pegawai Perumda Pasar Tohaga akan terus aktif melakukan pemantauan harga sembako di wilayah pasar masing-masing.

 “Kami tugaskan satgas Ramadhan setiap harinya untuk menjaga kemanan pasar dan mantau harga, terutama harga sembako,” paparnya.

Untuk memberikan rasa aman dan nyaman terhadap para pembeli, Doni menegaskan agar satgas Ramadhan harus sigap jika menemukan kejanggalan disetiap produk-produk yang tersedia di pasar.

 “Bila ditemukan daging tak layak konsumsi atau berbau menyengat, segera lapor. Apapun yang terlihat mencurigakan secara kasat mata, segera tindak lanjut. Bagi kami kenyamanan pengunjung prioritas utama,” tegasnya.

Hingga saat ini, Ketersediaan bahan pokok dilaporkan aman dan fluktuasi harga masih dalam pemantauan pihak Perumda Pasar Tohaga melalui Satgas Ramadhan.

Sementara, Ida Farida, pengunjung Pasar Cigombong membenarkan jika harga daging, baik itu daging sapi dan ayam mengalami penurunan dari sebelumnya. “Lumayan saja turunnya mencapai 10 hingga 20 ribu untuk daging sapi,” jelasnya.

Ida berharap pemerintah terus melakukan pengawasan terhadap harga-harga bahan pokok yang ada di pasar tradisional. Terlebih ketika mendekati hari Raya Idul Fitri, banyak bahan pokok yang dibutuhkan masyarakat.

 “Biasanya mendekati hari raya, sejumlah bahan pokok naik. Bahkan kenaikan harganya sangat signifikan. Makanya saya harapkan pemerintah bisa menjaga stabilitas harga bahan pokok di pasar-pasar tradisional,” tukasnya.

** Dede Suhendar

Tetangga Sebut Letkol Laut E Irfan Suri Sosok Yang Rajin Ibadah

0

Tamansari | Jurnal Inspirasi

Rumah duka Letkol Laut Elektronik Irfan Suri non ABK di Perumahan Nirwana Residen Claster Harmoni 2, Desa Sukamantri, Tamansari, korban tenggelam kapal selam Nanggala 402 di Perairan Laut Bali, Senin pagi (26/4/2021) banyak dipenuhi karangan bunga ucapan belasungkawa.

Selain itu kelurga, kerabat, dan dari kesatuan lainya termasuk Danrem 061 Surya Kencana, Dandim Kota dan Kabupaten Bogor serta Kapolres Bogor datang ke rumah duka.

Almarhum meninggalkan satu Istri Amelia Ayuni dan 3 orang anak 1 perempuan; Asiyah (13) , M Tsaqif (7) Hanif Ramijan Putra (2,5).

Menurut tetangga, Sutaryono (56), korban terakhir kali ketemu dengan dirinya sebelum dia berangkat tugas sebelum puasa.

“Saat itu ketemu saat lari pagi bersama putranya dan sempat menyapa itu sebelum puasa,” kata Sutaryono kepada wartawan, Senin (26/4/2021).

Sutaryono juga mengatakan almarhum merupakan sosok yang ramah dan baik sering bersosialisasi dengan penghuni perumahan ini. Dia juga sering kumpul dan ngobrol bareng dengan warga di musola.

“Dia sosok yang baik sering bersosialisasi dengan warga dan juga rajin ke ibadah di musola,” kata Sutaryono.

Sementara istri korban sampai saat ini belum bisa memberikan keterangan soal kepergian suaminya itu karena masih dirundung duka yang mendalam.

** Cepi Kurniawan

Anies: Kota Ini Juara Lagi

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan merasa bersyukur bahwa Persija Jakarta berhasil meraih kemenangan setelah menaklukan Persib Bandung dalam laga Piala Menpora 2021.

“Kota ini juara lagi.! Alhamdulillah, piala pertama di masa pandemi. Selamat dan bangga untuk @persija,” kata Anies dalam akun Instagramnya, @aniesbaswedan di Jakarta, Senin (26/4).

Dalam video pendeknya, Anies menuturkan, dirinya menonton langsung final antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung dalam perjalanan pulang ke Provinsi DKI Jakarta, karena sebelumnya Anies melakukan kunjungan kerja ke wilayah Provinsi Jawa Timur.

“Alhamdulilalh kita bersyukur Persija memenangkan Piala Menpora, Persija membuat kita makin bangga. Klub kesayangan kita menghadirkan kemenangan untuk kita Jakarta,” katanya.

Atas kemenangan yang dicapai oleh klubs sepakbola Macan Kemayoran itu, ia meminta kepada para suporter The Jakmania agar tidak melakukan pesta pora yang mengundang kerumunan sehingga mengakibatkan terjadinya penularan COVID-19 di Ibu Kota.

“Saya mengajak kepada kita semua mari merayakan di rumah saja, jangan berbodoong bondong keluar, jangan berkerumun karena itu punya resiko, punya resiko penularan,” ungkapnya.

Tak hanya itu, ia pun memuji para pemain Persib Bandung yang telah memberikan pertandingan yang berkualitas dan sportif dalam babak final Minggu kemarin.

“Untuk persija selamat telah membuat Jakarta makin bangga dengan prestasi tim kesayangan kita,” katanya.

Untuk diketahui, Persija Jakarta menjadi juara Piala Menpora 2021. Tim berjuluk Macan Kemayoran unggul agregat 4-1 atas Persib Bandung.

Pada leg kedua final Piala Menpora yang berlangsung di Stadion Manahan, Solo, Minggu malam WIB 25 April 2021, Persija menang dengan skor 2-1 dan di leg pertama unggul agregat 2-0.

** ass/viva

Macan Kemayoran Kampiun Piala Menpora

0

Solo | Jurnal Inspirasi

Persija Jakarta menjadi juara Piala Menpora 2021. Tim berjuluk Macan Kemayoran unggul agregat 4-1 atas Persib Bandung. Pada leg kedua final Piala Menpora yang berlangsung di Stadion Manahan, Solo, Minggu (25/4) malam, Persija menang dengan skor 2-1. Sebelumnya Persija di leg pertama menang agregat 2-0.

Pada laga ini, Persija memilih untuk lebih sering menguasai bola ketimbang langsung melancarkan serangan. Sedangkan Persib tak mau melambat. Mereka terus melakukan upaya agar bisa mencetak gol cepat pada pertandingan ini.

Akan tetapi Persib harus bermain dengan 10 orang ketika pertandingan baru memasuki menit 23. Bayu Fiqri diganjar kartu kuning kedua oleh wasit akibat melanggar Marco Motta. Bayu Fiqri mendapatkan kartu kuning pertamanya pada menit keenam. Alhasil dia harus mandi lebih cepat ketimbang rekan lainnya.

Pelatih Persib, Robert Rene Alberts langsung melakukan pergantian usai adanya kartu merah. Ardi Idrus dimasukkan sebagai pengganti Esteban Vizcarra. Di sisa waktu babak pertama, kedua tim coba melancarkan serangan. Sayangnya tak ada gol yang bisa diciptakan.

Perubahan kembali coba dilakukan oleh Robert di awal babak kedua. Ferdinand Sinaga menggantikan Wander Luiz, dan Henhen Herdiana diganti oleh Supardi. Persija akhirnya bisa membuka keunggulan pada menit 52. Umpan dari Riko Simanjuntak diteruskan dengan tendangan dari dalam kotak penalti oleh Osvaldo Haay.

Unggul skor dan jumlah pemain membuat Persija semakin percaya diri. Mereka coba menurunkan tempo dengan berupaya mempertahankan penguasaan bola. Gol untuk Persib akhirnya datang juga pada menit 84. Tendangan bebas Ferdinand Sinaga membuat bola meluncur mulus ke dalam gawang Persija.

Gol penutup pertandingan ini tercipta pada menit 90. Serangan balik dari Persija diawali dengan akselerasi Osvaldo Haay. Dia membawa bola sampai ke depan kotak penalti lalu melepaskan operan kepada Riko Simanjuntak yang berdiri bebas. Kemudian tendangan langsung ke arah gawang dilepaskan dan menjadi gol.

Susunan Pemain

Persib Bandung: I Made Wirawan; Henhen Herdiana (Supardi 46′), Achmad Jufriyanto, Victor Igbonefo, Bayu Mohamad Fiqri, Beckham Putra (Farshad Noor 79′), Dedi Kusnandar, Frets Butuan (Erwin Ramdani 79′), Esteban Vizcarra (Ardi Idrus 26′), Wander Luiz (Ferdinand Sinaga 46′), Ezra Walian.

Persija Jakarta: Andritany Ardhiyasa; Marco Motta, Otavio Dutra, Yan Motta, Tony Sucipto (Salman Alfarid 90+4′), Marc Klok, Braif Fatari (Ramdani Lestaluhu 75′), Rohit Chand, Riko Simanjuntak, Osvaldo Haay, Taufik Hidayat (Nico Saputro 90+2′).

** ass/viva

Lumbung Pangan Ngantang, Lanjutkan Gebrakan Menteri Pertanian di Beranda Kabupaten Malang

0

Malang | Jurnal Inspirasi

Kementerian Pertanian terus mendorong pembangunan lumbung pangan berorientasi ekspor di wilayah Jawa Timur. Hal tersebut dimaksudkan sebagai langkah alternatif dalam meningkatkan kesejahteraan petani yang berada di daerah di desa dan di pinggiran hutan, sebagaimana disampaikan Menteri Pertanian Sahrul Yasin Limpo di berbagai kesempatan.

Kementerian Pertanian membuat program khusus dan dirancang berbasis kawasan dengan konsep pertanian modern yang didukung oleh inovasi teknologi dan kelembagaan sarana-prasarana produksi, permodalan, serta pengolahan dan pemasaran hasil pertanian melalui pemberdayaan kelompok tani dan kemitraan dengan swasta.

Kabupaten Malang, kususnya Malabar salah satu desa yang berbatasan dengan Kabupaten Blitar. Kecamatan Ngantang salah satunya, memiliki potensi menjadi daerah pengekspor dan mempunyai hasil hortikultura yang sangat luar biasa yakni buah jeruk. Permasalahannya potensi tersebut belum dimanfaatkan secara tepat dan optimal. Budidaya petani perlu terus didorong dan ditingkatkan melalui optimalisasi lahan, bukaan lahan baru, dan pengadaan alat mesin pertanian.

Kepala BPPSDM Pertanian Prof. Dedy Nursyamsy melalui Sekretaris BPPSDM Pertanian Dr Ir Siti Munifah M. Si menyatakan Jeruk Tanpa Musim melalui Jertanmus Integrated Farming System Indonesia (JIFSI) Kecamatan Ngantang menjadi percontohan sistem produksi komoditas Hortikultura seluas 50 ha di Desa Ngantru Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang, di tahun 2020.

“Inovasi teknologi yang diintroduksikan adalah penggunaan, manajemen System Integrasi, di mana pemberian Nutrusi berupa pupuk organik, tata air, pengapuran, pemupukan organik dan anorganik, serta pengendalian hama penyakit,” papa Munifah.

Melalui keterlibatan peneliti dan pendampingan BBPP Batu, BBPP Ketindan Balitjestro Batu yang bekerja tidak hanya “sekedar” memberikan rekomendasi tetapi juga hadir dalam pengawalan tentang tata cara budi daya jeruk dan membantu memberikan solusi setiap masalah yg dihadapi petani pemula.

“Hasilnya sangat membanggakan, petani bisa panen dua minggu sekali dan berlanjut sampai saat ini. Hasil Jeruk yang dilakukan oleh JIFSI dan Petani Milenial Kecamatan Ngantan menunjukkan bahwa varietas Siam Madu dan RGL serta Lemon California memberikan hasil maksimal masing-masing sebesar 2 ton per minggu perhektare atau 8 ton perbulan per satu Hektare.

Keberhasilan penanaman jeruk tersebut semakin meningkatkan semangat petani dari tiga desa, yakni Desa Ngantru, Desa Pegersari dan Desa Sidodadi untuk melakukan usahatani jeruk. Antusiasme petani tersebut juga ditunjukkan dengan pemasaran hasil panen (jeruk) dalam bentuk kemasan berlabel. Para petani berkeyakinan bahwa inovasi teknologi mampu membantu keberhasilan mereka dalam budidaya jeruk di lereng Gunung Kawi.

Sebagaimana diketahui budidaya jeruk merupakan bukan hal baru bagi petani setempat. Pendampingan inovasi teknologi dan kegiatan petani BPPSDM pertanian harus tetap dilakukan secara bersama-sama mendukung capaian lumbung Pangan di wilayah perbukitan,” harap Munifah.

Manfaat pendampingan dirasakan sendiri oleh petani. Contohnya Wawan, petani sekaligus pemilik saham JIFSI di Desa Ngantru yang mengapresiasi pendampingan BPPSDM Pertanian sejak awal Wawan belajar perjerukan.

“Kehadiran BPPSDM Pertanian Kecamatan Ngantan sangat berarti untuk kami,” ungkap Sudarmin. “Mulai dari penanganan Bibit, menanam, memanen manual yang saya pikir sama dengan menebang pohon, sampai pengolahan dan pemasaran saya banyak belajar dari BPPSDM Pertanian” pungkas Wawan.

** Catur Puryanto /BBPP Batu